True Destiny [part 3]

 

Author                  : ChoiHanChul

Main Cast            : Cho Kyuhyun (Super Junior)

Han Hyena

Kim Hyojin

Support Case     : Kim Jaehoon

Other Member Super Junior

Rating                   : 13+

Genre                   : Romance

Warning               : Typo sepertinya masih bertebaran

PS                           : Mulai ada konflik lagi~

Previous Part…..

“kita tidak tahu apa yang akan terjadi, hyung”, kataku sambil duduk dan memakan masakan yang sudah tersedia di atas meja makan.

Aku bisa melihat para hyungdeul melongo melihat perubahanku pagi ini. Kau hebat Han Hyena! Dalam semalam, kau sudah bisa membuatku seperti ini!

“sepertinya uri magnae sedang jatuh cinta”, kata Donghae hyung. Aku hanya melihatnya sebentar lalu melanjutkan makanku.

=^=

Part 3

Kyuhyun’s POV

Hari ini aku tidak mempunyai jadwal apapun, jadi akupun bisa bersantai sepuasnya. Hyungdeul sedang sibuk dengan jadwal mereka masing-masing. Hanya Donghae hyung yang tersisa bersamaku.

“jadi, siapa yeoja yang berhasil membuatmu melupakan Hyojin?”, tanya Donghae hyung yang tiba-tiba duduk di sampingku.

“bagaimana kau bisa tahu, hyung?”, tanyaku.

“orang akan terlihat berbeda saat jatuh cinta Kyuhyun~a”, aku agak jijik dengan kata-kata itu. Tapi, memang benar.

“baiklah, aku kalah. Namanya Han Hyena”, jelasku. Donghae mengerutkan dahi meminta penjelasan lebih. “yeoja yang kutemui saat aku pergi kemarin, dia begitu mempesona. Tapi sayangnya, dia buta. Tapi, tetap saja itu tidak menghilangkan pesonanya sedikitpun”, lanjutku.

“buta? Tak apa Kyuhyun~a, orang buta sekalipun berhak dicintai, kan?”, aku mengangguk. Benar apa yang dikatakannya.

Tiba-tiba aku terpikir untuk menghubunginya.

“yeoboseyo”, terdengar suaranya dari ujung sana. Suara yang kurindukan.

 

Hyena’s POV

Aku terbangun dari tidurku. Tak kusangka, aku memimpikan seorang namja. Aku tidak tahu siapa namja itu. Tapi, dia sangat tampan. Aku bermimpi dimana dia memakai tuxedo dan aku memakai gaun putih tanpa memegang tongkat untuk berjalan. Aku bisa melihat. Tapi sedihnya, itu hanyalah mimpi.

Aku buta semenjak kejadian itu. Kejadian terburuk yang pernah kualami. Eomma bercerita dia sangat kaget saat mendengar aku buta. Tapi mataku tidak seperti orang buta sedikitpun kata eomma. Terkadang, aku menyesal kenapa aku masih bisa hidup di dunia yang gelap seperti ini? Tidak bisa melihat, lalu apa gunanya aku hidup? Aku tidak berguna.

Selama ini juga, orang tuaku sudah mencoba mencari orang yang mau mendonorkan matanya. Waktu itu, eomma dan appa mendapatkannya. Tapi sayangnya, mata iitu tidak cocok menurut dokter. Sampai sekarang, eomma dan appa masih berusaha mencari mata yang tepat untukku.

Aku bersekolah, lulus SD, lulus SMP, lulus SMA itupun kurasakan dan saat-saat itu pula dunia masih berwarna di mataku. Bahkan aku sudah mendapatkan gelar sarjana. Seiring waktu pula, banyak namja yang mempermainkanku. Aku selalu dijadikan bahan taruhan atau mereka meninggalkanku setelah mengetahui aku buta sebelum kami sempat benar-benar menjalin hubungan.

Ah, tiba-tiba aku teringat namja yang tadi malam, Cho Kyuhyun. Sepertinya dia memang namja yang baik. Buktinya saja Choco menyukainya. Aku percaya pada Choco, karena memang dia anjing yang selalu menyelamatkan nyawaku. Dia selalu menggonggong kasar saat orang jahat mendekat.

Apa aku bisa percaya pada Kyuhyun? Apa dia namja yang tepat untukku? Apa dia mau menerimaku dengan keadaan seperti ini? Apa kita akan bertemu lagi? Apa aku bisa…….menaruh perasaan pada Kyuhyun? Aah, aku pusing dengan semua pertanyaan-pertanyaan ini.

Setelah membersihkan diri, aku menuju ruang makan untuk sarapan. “annyeong, Hyena~ya!”, suara itu, suara yang selalu menemaniku selama aku hidup. Suara itu yang selalu menghiburku apabila aku jatuh dan menyemangatiku untuk bangkit. Suara eomma. Bukankah Tuhan masih baik padaku? Walaupun aku buta, tapi aku memiliki eomma yang mau menerimaku.

“annyeong, eomma!”, teriakku bersemangat. Sambil menyunggingkan senyuman manisku kepadanya. Aku mulai meraba-raba, mencari kursi untuk kududuki. Terdengar cukup merepotkan, bukan? Tapi sebenarnya ini tidak merepotkan sama sekali, mungkin karena aku sudah terbiasa.

Guk guk guk.

Anjing kecillku memanggil-manggil. “ah, annyeong Choco! Apa kau sudah makan?”, tanyaku padanya yang disambut gonggongannya, seperti mengatakan iya.

“oh ya Hyena~ya, kau tadi malam diantar siapa? Seorang namja?”, tanya eomma.

“iya, eomma. Aku tak sengaja bertemu dengannya saat bermain bersama Choco dan pada akhirnya dia menawarkan diri untuk mengantarku pulang. Untuk teman bicara katanya”, jelasku. Hatiku berdebar saat mengingatnya. Apa akan ada moment membahagiakan seperti itu lagi? Atau bahkan dia sudah melupakanku.

“siapa namanya?”, tanya eomma.

Saat aku ingin menjawab pertanyaan eomma tiba-tiba terdengar suara handphone ku. Aku langsung mengambilnya dan mendengar handphone ku berkata bahwa yang menelpon….Cho Kyuhyun? Aku tersenyum kecil.

“tunggu sebentar, ya eomma!”, kataku.

“ne, eomma ke kamar dulu, ya!”, kata eommaku. Aku hanya membalasnya dengan sebuah anggukkan.

“yeoboseyo”, ucapku saat aku mengangkat telepon darinya.

1….2….3….4…5. Kenapa dia masih tidak menjawabku?

“Kyuhyun~a, kau di sana?”, ucapku karena tak mendengar jawaban apapun darinya.

“ah, ne ne. Mianhae, tadi aku melamun”, katanya sambil terkekeh kecil. Senyumanku melebar, betapa rindunya aku dengan suara ini. Padahal baru semalam aku bertemu dengannya. Apa aku sudah jatuh cinta padanya?

“gwaenchana, ada apa menelponku pagi-pagi begini?”, tanyaku.

“eng…”, terdengar suaranya sedang berpikir. “apa kau mau menemaniku ke taman bermain pukul jam 1 siang ini?”, tanyanya. Hatiku berdebar. OMO! Kenapa aku begini?

“ah, ne ne. Aku bisa”, jawabku setelah berpikir beberapa saat.

“baiklah, jam 1 aku akan ke rumahmu! Sampai bertemu! Annyeong!”, katanya, lalu telepon terputus. Aku hanya bisa kegirangan.

Sekarang aku dilanda kegalauan, “aaa, eomma!”, teriakku.

“wae, Hyena~ya?”, tanya eomma.

“kau diajak pergi dengan namja itu dan kau tidak tahu harus pakai apa?”, tanyanya seakan-akan bisa membaca pikiranku. Aku mengangguk.

“oke, kajja! Kita cari baju terbagus di lemarimu! Jam berapa kalian janjian?”, tanya eomma. Dia menggandeng tanganku, sepertinya menuju kamarku.

“jam 1 ini, dia akan menjemputku”, jawabku santai.

“OMONA HYENA~YA!! Ini sudah pukul 1 kurang 15! Kau pakai baju ini saja! Ppalli!”, kata eomma. Aku yang janjian kenapa eomma yang panik?

=^=

Author’s POV

“mau kemana kau, Kyuhyun~a?”, tanya Donghae ketika melihat Kyuhyun bersiap-siap untuk pergi.

Kyuhyun hanya tersenyum. Seakan tahu maksud dari senyuman Kyuhyun, Donghae ikut tersenyum sambil berkata, “uri magnae, hwaiting!”, kata Donghae.

Lalu Kyuhyun mengendarai mobil ke rumah Hyena. Letak rumah Hyena masih terpampang jelas di otaknya.

Ting tong.

Bunyi bel berbunyi saat Kyuhyun menekan tombol bel.

“annyeong haseyo!”, ucap Kyuhyun sambil tersenyum saat melihat seseorang membuka pintu.

“wah, neo Super Junior Kyuhyun?”, ucap wantita setengah baya yang sedang berada di depan Kyuhyun saat ini.

“ne, ahjumma”, jawab Kyuhyun sopan.

“mau cari siapa?”, tanya wanita itu lagi.

“apa Han Hyena ada?”, tanya Kyuhyun lagi.

“kau…kau namja yang mengantar Hyena pulang kemarin malam?”

“ah? Ne, itu aku”, jawab Kyuhyun.

“kau juga yang akan mengajak Hyena pergi hari ini?”

“eh, ne”

“kau sungguh serius dengan Hyena?”, tanya wanita itu lagi.

“ah, tentu saja”, jawab Kyuhyun santai.

“ah, saya eomma nya Hyena. Aku tidak mau mempercayai orang yang salah. Oh ya, silakan masuk. Hyena sedang bersiap-siap”, jelas eomma nya Hyena.

Setelah menyuruh seseorang untuuk memanggilkan Hyena, wanita yang ternyata eomma nya Hyena duduk di depan sofa yang Kyuhyun tempati.

“jadi Kyuhyun~ssi, kau benar-benar bisa menjaganya, kan?”, tanyanya. Yang ditanya hanya mengerutkan kening dan mengangguk.

“apa dia tahu kau member Super Junior?”

Kyuhyun menggeleng, “aniyo, aku tidak memberitahunya”, jawab Kyuhyun.

“wae?”

“aku tidak tahu. Firasatku mengatakan aku tidak boleh mengatakannya”, jawab Kyuhyun secara jujur.

“sebaiknya kau jujur, Kyuhyun~ssi. Wanita tidak suka dibohongi”, nasehat Han ahjumma.

“ah, ne. Akan kucoba untuk mengatakannya”, kata Kyuhyun.

“baguslah kalau begitu”, selesai mengatakan hal itu, Hyena datang.

“annyeong Kyuhyun~a”

 

Kyuhyun’s POV

“annyeong Kyuhyun~a”, suara lembut yang sudah beberapa jam tidak kudengar. Tak kusangka aku merindukan suara itu.

“Kyuhyun~a, gwaenchana?”, suara lembut itu lalu menyadari lamunanku. Lalu, aku terperangah, salah tingkah.

“ne, nan gwaenchana”, jawabku sambil tersenyum walaupun dia tidak bisa melihatnya. “ayo kita pergi! Kajja~!”, ajakku. “ahjumma, kami pergi dulu!”, pamitku.

Lalu, Han ahjumma berkata tanpa bersuara, hanya dengan gerakan mulut. Mungkin dia  berkata, tepati janjimu untuk jujur pada Hyena, ya! Jaga dia baik-baik! Aku tersenyum lalu mengangguk dan menggerakkan mulutku seakan berkata, mungkin aku tidak janji akan mengatakannya hari ini. Han Ahjumma hanya mengangguk.

“annyeong higaseyo eomma!”, teriak Hyena riang.

“ya, annyeong higaseyo!”

=^=

Aku mengajak Hyena ke taman bermain. Walaupun dia buta, kami masih bisa bersenang-senang. Sudah 3 jam, kami bersenang-senang. Kami menaiki banyak wahana yang menurutku, bisa membuatnya senang. Dan untuk mengakhiri semua ini, kami menaiki biang lala. Aku menceritakan pada Hyena apa yang kulihat.

“disini kita bisa melihat hal-hal indah Hyena. Kita bisa melihat Namsan Tower dari sini. Kita juga bisa melihat aktivitas yang dilakukan orang banyak disini. Sangat indah, sangat menakjubkan”, (tahu ga sih? Di bagian ini Kyuhyun nya serasa jadi guide) kataku sambil tersenyum.

“aku ingin melihatnya, Kyuhyun~a”, ucapnya dengan nada sedikit murung. Hah, Ya Tuhan apa aku salah mengajaknya kesini? Aku makin membuatnya terpuruk, bukan terhibur. Aku ingin membuatnya melupakan fakta bahwa dia buta.

“Kau bisa membayangkannya kan, Hyena~ya? Aku yang akan menjadi matamu”, ucapku, berharap dia sedikit terhibur.

“ne”, ucapnya pelan sambil tersenyum kecil.

Aku mengelus puncak kepalanya. Pipinya memerah. OMO, neomu kyeopta! Aku berusaha menahan tanganku untuk tidak mencubit pipinya.

“kau tahu, Hyena~ya? Kau cantik sekali”, kataku tersenyum dengan tanganku yang masih berada di puncak kepalanya.

“jinjja? Seperti apa rupaku, Kyuhyun~a?”

“matamu indah, pipimu merah merona. Butuh kekuatan untuk menahan tanganku untuk tidak mencubit pipimu”, jawabku jujur.

“ah, kau mau merayuku, Kyuhyun~a?”, pipinya tambah memerah.

“itu fakta, Hyena~ya”, ucapku sambil  mencubit pipinya pelan.

“aku tidak percaya~”, katanya.

“kenapa kau tidak percaya? Aku saja sampai menyukaimu karena kau mempesona”, jawabku tanpa sadar. Ah, babo! Aku mengatakannya di saat yang tidak tepat! Tapi, sudah terlanjur, bukankah lebih baik dilanjutkan?

Dia menolak atau menerima itu keputusannya. Kalaupun dia menolak aku sudah sangat senang karena bisa menjadi temannya.

“m..m..mwo? Apa yang kau katakan?”, tanyanya tidak percaya.

“aku menyukaimu, Na~ya. Bukan, aku mencintaimu. Saranghae, Na~ya”, ucapku sambil menggenggam tangannya.

Tiba-tiba bianglalanya kembali berputar. Waktunya kami untuk turun. Ah, kenapa harus seperti ini?

Aku memegangi tangan Na~ya saat dia turun. Bolehkan aku memanggilnya begitu? Bahkan panggilan ini lebih membuat hatiku berdebar seribu kali lebih cepat. Panggilan spesial.

Kami berjalan dalam kesunyian, walaupun begitu, tanganku masih menggenggam tangan Hyena.

“aku serius dengan kata-kataku tadi, Na~ya!”

 

Hyena’s POV

Saat aku masih berpikir tentang apa yang telah terjadi tadi. Kyuhyun tiba-tiba berkata.

“aku serius dengan kata-kataku tadi, Na~ya!”, ucapnya. Membuatku berhenti di tempat.

Kyuhyun segera berhenti juga, “kalau kau tidak mau menjadi yeojachingu ku juga tidak apa-apa Hyena. Tapi akan kuyakinkan kau akan menyadari bahwa kau jatuh cinta padaku”, serunya. Tak perlu kau yakinkan pun aku sudah menyadarinya, babo!

“jadi, bagaimana Hyena~ya? Apakah kau mau menjadi yeojachingu ku?”, deg! Aku hanya bisa terpaku saat Kyuhyun mengatakan hal itu.

“tapi, aku buta Kyuhyun~a, aku tidak pantas bersanding denganmu”, kataku pelan. Aku sebenarnya tak sanggup mengatakannya. Selama ini, banyak namja yang menyakitiku. Tapi, saat aku bertemu dengan Kyuhyun aku baru sadar seorang gadis buta tidak pantas bersanding dengan namja yang sempurna seperti Kyuhyun. Aku tidak tahu seperti apa rupanya, tapi seperti apapun rupanya aku tidak pantas menjadi yeojachingu nya.

“aku bukan mencintai ragamu, Na~ya. Aku mencintai jiwamu. Bahkan seperti apapun dirimu, aku juga ikut mencintai ragamu. Aku bisa menerimamu apa adanya. Atau kau mau aku mendonorkan mataku untukmu? Kalau begitu ayo kita ke rumah sakit dan mengurus semuanya”, ucapnya sambil menarik tanganku.

Aku tetap menahanku dan dia berkata, “wae? Bukankah ini maumu?”, katanya.

 

Kyuhyun’s POV

Aku menarik tangannya. Tapi tubuhnya sama sekali tidak mau bergerak.

“wae? Bukankah ini maumu?”, kataku.

“ini bukan mauku. Aku hanya mau mengatakan, nado saranghae, Kyuhyun~a. Aku tidak akan pernah mau kau melakukan itu untukku. Kau tidak tahu? Orang hidup tak bisa mendonorkan matanya. Kalau begitu, kau harus meninggal dulu lalu mendonorkan matamu untukku. Lebih baik aku buta selamanya daripada kau harus mendonorkan matamu untukku, kau adalah mataku Kyuhyun~a. Kau membuatku seakan-akan bisa melihat. Memberi warna di hidupku yang gelap”, katanya. Aku hanya terpaku mendengarnya.

Tiba-tiba ia memelukku,“apa benar ini namjachingu ku? Kenapa rasanya nyaman sekali berada di dekatmu?”, lanjutnya.

Aku membalas pelukannya dan mencium puncak kepalanya pelan. Aku bisa melihat senyuman lebarnya di wajahnya yang cantik.

“lalu, apa benar ini yeojachingu ku? Kenapa aku tidak pernah bosan memandangimu? Kenapa senyumanmu begitu menawan?”

Hah, akhirnya hari ini selesai. Happy ending. Hyena menjadi yeojachingu ku. Tiba-tiba aku teringat kata-kata Han ahjumma, sebaiknya kau jujur, Kyuhyun~ssi. Wanita tidak suka dibohongi. Sepertinya memang aku harus mengatakannya.

=^=

Saat aku ingin berjalan pulang dengan Hyena, Hyena secara tak sengaja menabrak seorang yeoja.

“maaf, aku tidak sengaja. Jeongmal mianhae”, kata Hyena sopan. Aku melihat wajah yeojaa itu, wajah yeoja brengsek yang pernah ku kenal. Bagaimana bisa aku bertemu dengannya disini?

Untungnya dia tidak menyadari keberadaanku mungkin karena alat penyamaranku. Padahal, kukira ini semua tidak akan berfungsi.

“aish, appo! Kau tidak bisa lihat jalan, hah?”, kata yeoja brengsek yang kau-tahu-namanya-siapa. Setelah memperhatikan Hyena beberapa saat dia menatap Hyena dengan tatapan merendahkan, “ternyata kau buta?”

“biarpun dia buta, dia tidak brengsek dan tidak tahu diri sepertimu, yeoja aneh”, kataku.

“Kyuhyun~a?”, katanya, setelah memperhatikanku bebeapa saat. Dia sudah melakukan hal yang buruk padaku tapi dia masih menyebut namaku?

“jangan sebut namaku! Kau bahkan tidak pantas menjadi mantan pacarku”, kataku tajam. Aku bisa melihat tubuh Hyena  menegang dari ujung mataku.

 

Hyena’s POV

“jangan sebut namaku! Kau bahkan tidak pantas menjadi mantan pacarku”, kata Kyuhyun tajam. Aku langsung tersentak saat mendengarnya.

Inikah yeoja yang menyakiti Kyuhyun itu? Hyojin, kalau tidak salah itu namanya. Kenapa aku takut seperti ini? Bagaimana kalau rupanya membuat Kyuhyun terpesona dan meninggalkanku?

“ini yeojachingu barumu, Kyuhyun~a? Kenapa seleramu jadi rendah seperti ini? Bahkan dia masih tidak pantas bersanding dengan orang terjelek sekalipun. Tapi, kenapa kau memilihnya? Atau jangan-jangan dia hanya kau jadikan tempat untuk melupakanku, setelah itu meninggalkannya. Aku tidak yakin kau mencintainya, Kyuhyun~a” kata Hyojin. Ah, benar. Semua yang dikatakannya mungkin saja benar.

 

Hyojin’s POV

Sore ini, di tempat ini, semua kebenaran terungkap. Jaehoon meninggalkanku dengan alasan dia mempermainkanku, dia hanya memanfaatkanku karena aku dulu adalah yeojachingu seorang Cho Kyuhyun. Kenapa dia pergi setelah mengambil semua kebahagiaan yang kumliki? Kenapa dia pergi setelah mengambil hatiku? Apa ini karma?

Saat aku memikirkan semua itu, tiba-tiba aku menabrak seseorang.

“maaf, aku tidak sengaja. Jeongmal mianhae”, kata orang yang menabrakku dengan sopan.

“aish, appo! Kau tidak bisa lihat jalan, hah?”, teriakku. Mungkin ini karena efek emosiku yang sedang labil setelah dipermainkan Jaehoon. Aku memperhatikan yeoja di depanku ini. Matanya memandang lurus, bola matanya sama sekali tidak bergerak. Hah, orang buta tak tahu diri, “ternyata kau buta?” kataku dengan nada merendahkan.

“biarpun dia buta, dia tidak brengsek dan tidak tahu diri sepertimu, yeoja aneh”, kata seseorang yang suaranya sangat familiar di telingaku, suara yang sudah lama tidak kudengar, suara yang terakhir kali memakiku. Aku memandang wajahnya, memastikan apa itu benar dia atau tidak. Ternyata benar, dia Cho Kyuhyun.

“Kyuhyun~a?”, tanyaku.

“jangan sebut namaku! Kau bahkan tidak pantas menjadi mantan pacarku”, sergahnya tajam. Hatiku tersentak mendengarnya.

Dia berdiri di samping yeoja buta itu bahkan dia memberikan perhatian kepadanya. Menanyakan apakah dia baik-baik saja. Seperti yang dia lakukan padaku dulu. Tapi ini berbeda, ini membuatku iri.

“ini yeojachingu barumu, Kyuhyun~a? Kenapa seleramu jadi rendah seperti ini? Bahkan dia masih tidak pantas bersanding dengan orang terjelek di bumi sekalipun. Tapi, kenapa kau memilihnya? Atau jangan-jangan dia hanya kau jadikan tempat untuk melupakanku, setelah itu meninggalkannya. Aku tidak yakin kau mencintainya, Kyuhyun~a” kataku. Apa yang membuatnya bisa mencintai gadis seperti itu? Mungkin namja lain akan lebih memilih diriku daripada dirinya.

Apa kelebihan gadis itu? Wajahnya memang manis, tapi dia buta! Tidak pantas bersanding dengan Cho Kyuhyun yang sempurna.

“dia memang buta. Tapi hatinya tidak buta. Kalau dia tidak pantas bersanding dengan orang terjelek di bumi, berarti kau tidak pantas bersanding dengan makhluk terjelek dari semua makhluk yang ada di dunia ini! Karena pada kenyataannya kau tidak memiliki kelebihan yang bisa menandingi kelebihannya”, kata Kyuhyun tajam. Aku kaget mendengar pernyataannya. Aku bisa menyimpulkan Kyuhyun benar-benar mencintai gadis ini.

“apa aku sudah tidak memiliki kesempatan untuk menjadi yeojachingu mu lagi, Kyu~a?”, tanyaku. Apa yang kulakukan? Kenapa aku berkata seperti ini? Tapi, apa ini yang memang aku inginkan? Apa aku memang ingin menyandang status sebagai yeojachingu Cho Kyuhyun? Atau aku hanya iri dengan perlakuannya terhadap yeoja itu?

“hah, apa yang kau katakan? Kembali menjadi yeojachingu ku, begitu? Kau bayar sekalipun tidak akan pernah, Kim Hyojin~ssi. Apa namjachingu mu yang bisa kau cintai itu pergi meninggalkanku?”, kata Kyuhyun menjawab pertanyaan bodohku dan menyindirku. Sepertinya dia memang sudah membenciku.

Saat aku berkutat dengan pikiranku, Kyuhyun menarik tangan yeoja itu. Meninggalkanku sendirian dengan kesedihanku. Apa ini karma yang kudapatkan? Sesakit inikah saat aku meninggalkanmu, Kyuhyun~a?

Kyuhyun’s POV

Saat yeoja brengsek itu termenung dengan jawabanku, aku menarik tangan Hyena. Setelah beberapa meter kemudian, Hyena tiba-tiba berhenti.

“waeyo, Na~ya?”, tanyaku melihat Hyena yang tiba-tiba berhenti.

“apa benar yang dikatakan Hyojin tadi? Apa benar kau hanya ingin menjadikanku tempat untuk melupakannya? Apa benar sesungguhnya kau tidak mencintaiku?”, tanyanya, aku bisa melihat air matanya mulai terbendung.

“tidak, Na~ya. Semua yang dikatakannya salah. Aku akan selalu mencintaimu dengan seluruh cinta yang kupunya, aku akan menyayangimu dengan semua kasih sayang yang aku miliki. Dan kau harus yakin, Na~ya, semua itu tidak akan pernah habis. Semua itu akan selalu ada selama kau ada atau tidak”, kataku sambil mengusap air matanya yang menetes.

“gombal sekali”, katanya sambil mencibir.

“aku serius, Na~ya”, kataku sambil menggenggam tangannya dan menepuk-nepuk kepalanya.

“baiklah aku percaya, aku percaya”, katanya.

=^=

Seminggu kemudian….

“waeyo, Kyuhyun~a?”, tanya Donghae hyung yang melihatku melamun mengabaikan game yang ada di depanku.

“apa aku harus jujur padanya, hyung?”, tanyaku. Aku takut mengatakannya. Aku takut dia tidak bisa menerima fakta bahwa aku adalah Super Junior Cho Kyuhyun.

Sudah seminggu ini kami berpacaran, tapi sudah 3 hari terakhir aku tidak bertemu dengannya karena aku sibuk dengan jadwalku. Tapi kami tetap saling berkomunikasi.

“jujur itu adalah hal baik, kan? Selama itu adalah hal baik, lakukan saja! Sebelum kau menyesal nantinya”, kata Donghae hyung. Mungkin benar apa katanya. Mungkin aku akan mengatakannya lusa.

=^=

Hyena’s POV

Sudah 3 hari terakhir ini, aku tidak bertemu Kyuhyun. Dan tanpa kusadari, aku merindukannya.

“yeoboseyo!”, terdengar suara eomma yang bersemangat saat mengangkat telepon.

“MWO? JINJJA? Dokter tidak bercanda, kan?”, teriak eomma. Aku hanya bisa kebingungan. Ada apa? Tidak biasanya begini.

“mwo? Dia menulis seperti itu?”, tanya eomma. “arasseo, aku akan ke rumah sakit besok bersama Hyena”, ada apa? Rumah sakit? Membawa namaku? Ada apa?

“ada apa, eomma?”, tanyaku.

“seseorang menulis di surat wasiatnya untuk mendonorkan matanya, dengan syarat orang yang mendapatkan donornya membayar biaya penguburannya”, jelas eomma. Alisku bertaut. Seakan mengerti eomma melanjutkan, “dia tidak punya keluarga atau siapapun, jadi dia memutuskan mendonorkan matanya. Dan kata dokter kau bisa mendapatkan donornya”, lanjut eomma.

“ah, jinjja?”, sergahku tak percaya.

“ne!”, jawab eomma bersemangat.

=^=

 “bangunlah, aku mencintaimu. Pegang janjiku aku akan selalu mencintaimu. Jangan tinggalkan aku!”kata seseorang. Suaranya tidak asing, tapi aku tidak tahu dia siapa.

“bertahanlah, Na~ya! Mianhae aku tak bisa menjagamu”, sekarang suara itu disusul dengan isakkan tangis. Tiba-tiba aku bisa melihat lelaki itu, namja itu. Namja yang ada di mimpiku dulu. Namja yang tampan.

“Na~ya, saranghae, jeongmal saranghae”, aku hanya bisa terdiam masih menerka-nerka siapa namja ini.

=^=

Kring kriing kriing.

Terdengar suara jam waker ku yang sedang berbunyi. “hah, ternyata hanya mimpi”, ucapku sambil menghela napas. Aku mencari-cari jam waker ku dan mematikannya.

“Na~ya, sudah bangun?”, kata eomma.

“ne, eomma”

“bersiaplah jam 10 kita ke rumah sakit dan langsung operasi”

“ne, jam berapa sekarang?”, jawabku.

“masih jam 7, kau bangun pagi, Na~ya”

“ah, baiklah. Aku akan siap-siap”, seruku pada eomma.

Terdengar derap kaki eomma yang semakin menjauh. Belum sempat aku berdiri.

Kring kring kring.

“Kyuhyun calling…”, terdegar suara handphone ku. Kyuhyun? Ada apa dia menelponku sepagi ini?

“yeoboseyo, Kyuhyun~a”, ucapku ketika aku mengangkat telepon.

“yeoboseyo. Na~ya, kau sudah bangun?”, kata Kyuhyun dari seberang sana.

“ne, ada apa menelponku sepagi ini?”, tanyaku.

“ah, aniyo. Aku hanya ingin mengatakan, Na~ya, jeongmal bogoshipoyo! Saranghae! ”, seru Kyuhyun dari seberang sana. Tanpa sadar bibirku tertarik ke belakang membentuk sebuah senyuman.

“nado saranghae! Nado bogoshipoyo!”, balasku dengan nada kecil disertai tawa kecilku.

“baiklah. Aku harus cepat kembali berlatih, hyungdeul sudah menungguku latihan untuk tampil di stage nanti”, katanya.

“stage?”, tanyaku.

“ne, nanti pukul 8 Super Junior akan tampil. Doakan kami!”, jawabnya. Super Junior? Apa maksudnya?

“Super Junior? Apa maksudmu, Kyuhyun~a?”, tanyaku.

“boleh aku jujur, Na~ya?”, tanyanya. Pertanyannya membuatku bingung.

“tentu saja. Kenapa tidak?”, jawabku.

“kau tidak akan marah, kan?”

“mollayo~”

“Na~ya!”, ucap Kyuhyun.

“ne, ne arasseo”

“aku adalah salah satu member Super Junior”, pernyataan itu seakan-akan membuat tubuhku membeku.

“mwo? Kau serius, Kyuhyun~a?”, tanyaku tak percaya.

“ne”, deg! Jantungku berdetak lebih kencang. Air mataku tiba-tiba saja menetes.

“kenapa kau bohong padaku, Kyuhyun~a? Kau bilang kau adalah orang biasa. Kenapa kau berbohong, Kyuhyun~a?”, jawabku. Hatiku sakit. Aku membenci semua artis. Apalagi, yang berhubungan dengan….Super Junior.

“aku bisa menjelaskannya, Na~ya!”

Sambungan terputus. Ah, kenapa? Kenapa di saat ada namja yang aku cintai sepenuh hati ternyata dia adalah orang yang berhubungan dengan hal yang sangat kubenci?

To Be Continued

=^=

This is it. Part 3 nya True Destiny. Hehehe, gimanagimana? Membaikkah? Atau memburuk? Part 4 ending~ Makasih syudah baca~ Comment ditunggu u,u *kisseu readers

 

12 thoughts on “True Destiny [part 3]

  1. sukur…. hyojin itu nmanya karma!!!!!
    ehh np kug gto???
    aph jgn” hyena buta scr ta’ lngsung gra” super junior??
    huwaa pnasaran…
    cpet lanjuuuuuuuuuuuuuttttttt!!!!!!!!!!!!

  2. Kyaaaaaaa akhirnya hyena tau juga kyu itu member suju kekekekekek^^ aduh author lanjutin lagi hehe aku pengen liat gimana si hyena nanti pas bisa lihat muka bumi ini dan lihat wajah namja super cool cho kyuhyun kekeke *plak-_-. Fighting authorrr kutunggu lanjutannya^^

  3. knp hyena bisa benci sama yg berhubungan sama suju,,,, pa dia buta ada sangkut paut y sama yg berbau suju…..
    seneng hyojin ternyata dimainin jg sama pacar y biar tau rasa…..

  4. aku rada bingung pas hyena angkat telepon dari kyu yg ngajak ke taman bermain itu kan masih pagi, kenapa pas udah selesai telponan jadi udah sesiang itu? oh! Hyena bangun kesiangan apa? doh! #abaikan
    masih ada typo beberapa, tapi udah ga gitu parah. terus nama Nara juga udah ga muncul lagi :D

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s