CHANGE [part 1]

AUTHOR: CLAUDYA PARK

GENRE: FANTASY ROMANCE, SAD STORY, FRIENDSHIP & CONTINUE

RATE: PG15

MAIN CAST:

-LEE HYUK JAE (EUN HYUK)

-LEE DONG HAE (DONG HAE)

-CHOI YI KYUN (AUTHOR)

SUPPORT CAST: FIND THEM IN THIS FF *LOL~

 

WARNING: Please Don’t Be A PLAGIATISM !!! Ini MURNI dari ide author ^^

 

PS: NEED MORE COMMENTS FOROM YOU. BECAUSE YOUR COMMENT CAN GIVE ME A NEW INSPIRATION FOR THE NEXT CHAPTER FF. THANKYOU FOR YOUR ATTENTION, GUYS ^^

LET’S READ !!!

* * * * * *

“ You Never Changed During This Time. You Always Keep Yourselves

But Everything Have Changed Slowly. . When The Day Comes. . .”

 

Hujan deras sedang mengguyur kota Seoul siang itu. Kemacetan lalu lintas terjadi dimana-mana. Seorang pria dengan baju jas formalnya sedang duduk disebuah mobil sedan bewarna silver. Dirinya yang saat itu sedang menyetir mobil merasa sangat terburu-buru dan tidak fokus dengan kemacetan lalu lintas tersebut. Sebentar-sebentar matanya melihat ke arah jam tangannya, dan terkadang dia mengetukan ujung jarinya ke setir mobil.

 

“ Aish…”

 

Dia mendesah sesaat dan terus menatap jam tangannya, sampai akhirnya dia mencoba pasrah pada kemacetan yang sedang dialaminya namun dirinya malah merasa kesal.

 

“ Aku akan terlambat kalau terus diam dalam kemacetan.”

 

Dia mengeluh, sampai akhirnya dia melakukan hal yang tergolong, nekat.

Dia turun dari dalam mobil sedannya, berlari ke tepi jalan meninggalkan mobil sedannya dan jasnya yang formal dan rapi itu sudah setengah basah karena hujan yang cukup deras.

Dia berlari ke tepian jalan dan mencari tempat untuk berteduh sejenak, sampai ia menemukan sebuah halte bus dan berdiri disana.

Dia mengambil handphone-nya dari dalam saku celananya dan tampak menekan nomor lalu menelepon.

 

“ Apakah ini tempat penderekan mobil??? Saya ingin minta tolong untuk dilakukan penderekan mobil dengan plat mobil ********* (sensor) di jalan bla…bla…bla… Aku akn mengambil mobil tersebut nanti malam. Ne, kamsha hamnida.”

 

Dia memutuskan teleponnya, dan dalam hitungan detik dirinya langsung berlarian di tengah derasnya hujan dan kemacetan lalu linta. Direlakannya baju jasnya itu basah kuyup karena hujan asalkan dirinya dapt sampai tujuan.

* * * * * *

 

Di Tempat Lain, Di Sebuah Gereja yang Megah

 

“ Haduh… Kemana dia??? Kemana dia??? Acara pemberkatan akan dimulai 10 menit lagi tapi pengiring pengantin pria nya belum datang.” Seorang wanita dengan gaun pengantinnya yang anggun dan cantik ala bridal itu mondar-mandir sendiri diruang tata rias.

“ Tenang, unnie pasti dia akan datang sebentar lagi.” Lalu seorang gadis lain yang memakai gaun putih yang hampir sama anggunnya dengan gaun wanita itu menepuk-nepuk pelan pundak pengantin wanitanya itu. Tampaknya gadis ini pengiring pengantin pria nya.

“ Aahhh…. Mana bisa aku tenang kalau dongsaengku satu itu belum datang kesini, tega sekali dia terlambat di hari pernikahan noonanya.” Pengantin wanita itu duduk lemas disebuah kursi dan tampak kecemasan di wajahnya.

“ Mungkin Eunhyuk terjebak macet di jalan bla..bla..bla.. Aku dengar di daerah sana macet total. Jadi bersabalah unnie dan tunggu dia sebentar lagi.” Gadis itu turut duduk disebelah pengantin wanita tersebut dan menepuk pelan pundaknya.

“ Ne. Aku mengerti. Gomawo, Yikyun. Kau memang bisa membuat hati unnie tenang.” Pengantin wanita itu menggenggam erat tangan gadis pengiring penganti pria yang bernama Choi Yi Kyun itu.

 

BRAK!

Yikyun dan pengantin wanitanya dikejutkan dengan suara pintu ruang tata rias yang terbuka.

“ Noona.. hosh..hosh..hosh.. mianhae…hosh…hosh..hosh…jeongmalnayo…mianhae…” seorang pria masuk ke dalam ruangan tersebut dengan kondisi benar-benar basah kuyup.

“ Eunhyuk-ah?!! Apa yang terjadi denganmu dan jas pengiring pengantinmu…. basah??” si pengantin wanita langsung berdiri dari tempat duduknya dan berlari kearah pria tersebut.

“ Ah, aku tadi terjebak kemacetan total, jadi daripada aku terlambat di pernikahan noonaku satu-satunya aku memutuskan untuk menerobos hujan kesini.” Pria itu tertawa nakal.

“ Ah, dongsaeng.. kau…” tidak dapt melanjutkan kata-katanya pengantin wanita itu langsung memeluk erat tubuh pria di hadapannya itu, tapi langsung dilepas paksa oleh pria itu.

“ Jangan noona, nanti gaunmu basah.” Pria itu tersenyum lembut kepada noonanya.

“ Ne, baiklah aku tidak akan memelukmu sampai kau kering.” Pengantin wanita itu mengedipkan matanya lalu mengelus pipi pria dihapadapannya itu.

“ Eunhyuk… Kau semakin dewasa dan tampan.” Bisik pengantin wanita itu.

“ Ah, sudah hentikan noona. Aku basah.” Jawab pria bernama Eunhyuk itu.

“ Okeh! Sekarang cepat keringkan bajumu dan jangan lupa tata cara yang telah kita praktekan kemarin.” Pesan pengantin wanita itu.

“ Hey! Lee Sora sejak kapan dongsaengmu yang tampan ini lupa akan sesuatu yang berati dalam hidupnya??” Eunhyuk menggida pengantin wanita yang merupakan noonanya.

“ Ya!! Dasar dongsaeng tidak sopan. Kapan kau berani menyebut namaku itu,hah?!!!!!” pengantin wanita itu langsung menjitak kepalanya.

“ Mianhe… Noona… Mianhe… Auh… Sakit… Sakit…” Eunhyuk memohon.

 

BRAK!

Pintu terbuka lagi lalu masuk lah pengantin priannya.

“ Apa semua sudah siap?? Acara akan dimulai 5 menit lagi.” Tanya pengantin pria tersebut.

“ Ne, yeobo. Semuanya sudah siap tapi…. Eunhyuk jasnya basah karena hujan. Dia harus…” belum selesai Lee Sora, nama pengantin wanita itu berbicara. Seorang anggota panitia penyelenggara pesta pernikah mereka masuk ke ruangan tersebut dan memberitahu bahwa mereka harus bersiap-siap di aula gereja karena acara pemberkatan pernikahan akan dimulai sekarang.

“ Sekarang?? Bukannya jam 08.30??? ini baru 08.26.” protes pengantin prianya.

“ Tidak ada waktu.” Jawab orang tersebut lalu pergi meninggalakan ruang tata rias pengantin.

“ Tapi adik iparku lagi….” belum selesai pengantin pria itu berbicara, panitia tadi sudah pergi keluar entah kemana.

“ Sudah.. Sudah.. Tenang lah, Noona dan Hyung. Aku tidak masalah harus basah kuyup begini yang penting kalian bisapemberkatan pernikahan ini berjalan dengan lancar.” Eunhyuk mengidipkan matanya dan langsung mempersiapkan dirinya. “ Aku juga sudah mulai sedikit kering kok.” Lanjutnya lagi.

Sora dan calon yeobonya itu hanya dapat menatap pasrah tingkah Eunhyuk.

“ Loh?? Kok kalian menatapku begitu??? Ayo.. bersiaplah ke aula.. aku dan Yikyun akan menysul.” ucap Eunhyuk.

“ Baiklah kalau begitu. Segera menyusul yah… Yikyun, Eunhyuk.” Pesan pengantin oriannya sambil tersenyum.

“ Ne. Kalian harus cepat yah.” Pesan Sora. Lalu dirinya dan pengantin priannya pergi keluar dari ruang tata rias meninggalkan Eunhyuk dan Yikyun sendirian.

 

“ Ya!!! Lee HYUK JAE !!! Kenapa kau bisa terlambat di hari paling penting dalam kehidupan noonamu.” Yikyun langsung mendekati Eunhyuk dan memukul kepalanya.

“ Auh.. Ya! Yikyun-ah kenapa kau jadi seperti noonaku suka memukul kepala begini.” Protes Eunhyuk.

“ Ya! Itu karena kau menyebalkan! Dasar, monyet!!!”

“ Apa kau bilang??? Monyet???”

“ Ne. Memang kenapa???”

“ Ya!! Kau tidak lihat aku ini setampan Wonbin. Bahkan noonaku mengakui itu tadi.”

“ Mata noonamu tadi sedang ada gerhananya jadi begitu.”

“ Wae!! Kau ini….”

“ Weekk… :P”

 

Yikyun berlari keluar meninggalkan Eunhyuk yang sudah setengah terbakar emosi.

* * * * * *

 

Acara pemberkatan pernikahan pun segera dimulai. Kedua penganti sudah siap begit juga dengan pengiringnya. Yikyun dan Eunhyuk.

Acara dimulai dengan pidato singkat mengenai pemberkatan pernikahan oleh seorang panitia. Lalu dilanjutkan dengan khotbah dari Pastur, sampai akhirnya tiba dimana pengantin pria diiringi pengapit pengantin masuk ke dalam gereja menuju altar. Berjalan lah dengan gagah pengantin pria tersebut diiringi dengan Yikyun yang tampak anggun sebagai pengiring penganti priannya.

Tidak lama kemudian disusul oleh pengantin wanita dan diiringi oleh pengapit pengantinnya masuk ke dalam gereja berjalan perlahan ke altar.

Pengantin wanitanya berjalan dengan sangat anggun diiring dengan pengantin prianya yang…………..hmhmhmhmh *author berdehem dulu yah* basah kuyup, kucel, berantakan dan sangat tidak gagah (karena Eunhyuk itu lagi menahan malu.).

 

Semua keluarga maupun kerabat yang hadir awalnya terpukau dengan kehadiran pengantin pria dan pengapitnya, namun sedikit kaget dan syok ketika pengantin wanitanya yang begitu anggun dan cantik diapit oleh pengapit yang berantakan kacak kadul.

Tapi, mereka berusaha untuk tidak bergosip atau menyindir Eunhyuk sebagai pengapit pengantin wanitanya, meningat ini adalah acara yang suci dan sakral sekali.

 

Hampir 1 jam acara sakral itu berlalu dan kedua pengantin telah selasai memasang cincin dan juga diberkati, membuat sumpah dan sebagainya layaknya acara pemberkatan pernikahan. Sampai akhirnya acara pemberkatan benar-benar selesai, kedua pengantin itu naik ke podium altar untuk melemparkan buket bunga.

Semua yang hadir dalam acara itu berkumpul untuk berlomba-lomba menangkap buket bunga tersebut. Kecuali Eunhyuk dan Yikyun yang memilih duduk di pojokan.

Keduanya diam. Dan tidak ada yang berbicara satu sama lain. Sampai akhirnya Eunhyuk memulai topik pembicaraan dan saat itu jas nya sudah setengah kering.

“ Hmmhhmm… Yikyun..” panggil Eunhyuk.

“ Apa??” jawab Yikyun pelan.

“ Kau.. Anu… Errr… Ang..” Eunhyuk gugup.

“ Apa?? Kenapa??? Kok kau jadi gugup??” tanya Yikyun.

“ AH, tidak aku hanya ingin tanya… Kau.. Kau…” Eunhyuk terbata-bata.

“ Sudah punya pacar atau belum.” Lanjut Yikyun santai.

“ HAH!!! DARI MANA KAU BISA MENEBAKNYA KAU PUNYA INDRA KE ENAM YAH??? Oopsss…” Eunhyuk langsung membungkam mulutnya sendiri.

“ Semua pria hanya akan gugup kalau bertanya tentang itu kepada wanita. Apalagi pria sepertimu.” Jawab Yikyun santai.

“ Ne… Kau benar pria bodoh sepertiku pasti mudah sekali ditebak oleh wanita sepertimu.” Jawab Eunhyuk lemas.

“ Tidak. Dasar!! Polos mana mungkin aku punya yang aneh-aneh seperti itu. Aku belum punya pacar.” Jawab Yikyun.

“ Aah.. Be.. Belum yah… Kau tidak laku yah???” Eunhyuk tersenyum lalu menggoda Yikyun.

“ Bukan tidak laku, tapi menolak.” Jawba Yikyun.

“ Ah… Baiklah kalau begitu…” Eunhyuk menundukan kepalanya lalu senyum-senyum sendiri.

Yikyun menatap Eunhyuk, lalu tersenyum penuh arti. Tiba-tiba…

Plek!! Sebuah benda jatuh tepat ketangan Yikyun. Benda itu adalah sekumpulan bunga yang diikat dengan pita pink, biru, ungu, dan putih yang dililit jadi satu ditangkai bunga tersebut.

 

“ Waaaa!!! Selamat yah Yikyun kau mendapatkan buket bungannya artinya kau akan dapat jodoh sebentar lagi.” Semua orang yang tadi berkumpul didepan podium untuk menunggu buket bunga sekarang berkumpul disekitar temapat duduk Yikyun dan Eunhyuk.

“ Hey??? Kok bisa kau dapat buket noonaku??” tanya Eunhyuk.

“ Mana aku tau. Tiba-tiba saja jatuh kesini.” Jawab Yikyun.

“ Ah, Yikyun itu artinya sebentar lagi kau akan dapat jodoh.” Ucap salah satu tamu yang hadir.

“ Benar. Dan jodohnya biasanya adalah pria yang ada didekatmu saat itu.” Sambung tamu-tamu yang lain.

Yikyun diam, lalu menatap buket bunga itu.

“jodohku adalah pria yang ada didekatku??” bisik Yikyun dalam hati lalu menoleh kearah Eunhyuk yang hanya menatap Yikyun dengan tatapan yang dibaca seperti ini: “ yah mungkin memang kita jodoh”.

Lalu Eunyuk tersenyum menatap Yikyun dan Yikyun hanya tertawa. Semua tamu pun mengerumuni mereka dan menyoraki mereka.

“ Wah.. Noonanya baru menikah dongsaengnya sudah mau menyusul. Hahahaha…”

* * * * * *

 

Gereja sedang dalam pembersihan sekarang setelah tadi digunakan untuk acara pemberkatan pernikahan Sora dan yeobonya tadi siang. Seorang cleaning service sedang membersihkan sebuah kursi di deretan paling depan. Saat dia menyodok-nyodokan kain pel dibawah kursi. Tiba-tiba munculah seorang pria dengan memakai baju jas juga namun terlihat sangat berantakan. Baju jas itu bahkan tidak terlihat baru, seperti baju jas bekas orang pakai lalu dipakai lagi olehnya.

“ WAAA!!!” Cleaning service yang sedang melakukan pembersiahan itu berteriak karena kaget dengan sosok yang muncul tiba-tiba dari kolong kursi gereja.

Namun pria yang baru keluar dari kolong kursi itu tidak menunjukan reaksi yang sama, dia malah menguap dan menggaruk-garuk kepalanya.

“ Astaga sudah jam berap ini?? Aku pasti tidur terlalu lama di bawah kursi tadi. Hoah.. habis acaranya lama sekali.” Pria itu memutarkan badannya ke kanan ke kiri layaknya orang senam untuk merenggangkan otot-ototnya.

“ Kau… Kau.. Kau.. Siapa???” tanya si cleaning service itu terbata-bata karean efek kagetnya tadi.

“ Hah… Aku???” tanya pria itu.

“ Ne… Ka.. Kau…” jawab cleaning srvice itu.

“ Aku?” tanya pria itu lagi.

“ NE!! Memangnya siapa lagi selain dirimu.” Jawab cleaning service itu sidikit membentak.

“ Ah, tenang tuan. Akan aku perkenalkan namaku kepadamu. Hmhmhm… Namuku… Lee Dong Hae.” Pria itu menyodorkan tangannya tanda berkenalan kepada cleaning service itu.

 

“ Lalu kenapa kau bisa ada dikolong kursi??” tanya cleaning service itu saambil menjabat tangan Donghae.

“ Aku tadi sedang dikejar-kejar orang kebetulan aku lewat depan gereja ini, aku lihat ada keramaian jadi aku memutuskan untuk bersembunyi dan masuk ke kolong tempat duduk ini. Eh, ternyata tadi ada resepsi pernikahan yang berlangsung cukup lama. Karena lelah aku jadi ketiduran deh, bangun-bangun sudah sepi begini.” Cerita Donghae panjang lebar.

“ Hah?? Memang kenapa kau dikejar orang???” tanya cleaning service itu.

“Haaauuuuuh…” Donghae menarik nafs panjang namun tidak menjawab pertanyaan si cleaning service itu, melainkan dia berjalan mendekati cleaning service itu. Lalu mendekatkan wajahnya ke depan wajah cleanig service itu

“ Entahlah… Mungkin karena aku…. TAMPAN.” Jawab Donghae sambil mengedipkan sebelah matanya lalu tertawa nyengir dan setelah itu langsung berlalri ke arah pintu keluar gereja dan langsung menghilang entah kemana. Sedangkan si cleaning service tadi hanya bisa bengong.

* * * * * *

 

DUAR!!! DUAR!!! DUAR!!!

Suara kembang api terdengar sepanjang malam di hari pernikahan Lee Sora dengan yeobonya. Pesta pernikahan mereka berdua diadakan di rumah baru mereka yang besar dan mewah ditambah taman yang luas, cukup untuk menampung banyak tamu undangan mereka.

Dan acara itu sangat meriah semua keluarga besar dari kedua pihak berkumpul bersama sahabat-sahabat mereka dari jauh. Semua merasa penuh kebahagiaan kecuali seorang wanita bernama Yikyun yang sedang duduk sendirian di sebuah rumah pohon yang dibuat oleh Sora dan yeobonya untuk anak mereka kelak.

Di dalam rumah pohon itu Yikyun duduk menerawang ke langit malam. Mengingat kejadian tadi siang dimana dia mendapatkan buket bunga yang sungguh membuatnya tidak percaya.

“ Hey,…” seseorang tampak menegru Yikyun.

“ Hah??? Eunhyuk. Sedang apa kau disini??” tanya Yikyun.

“ Harusnya aku yang tanya, kau sendiri sedang apa disini??” tanya Eunhyuk balik.

“ Tidak sedang apa-apa. Kau sendiri??” jawab Yikyun.

“ Mencarimu.” Jawab Eunhyuk sambil tersenyum.

“ Hahaha… pintar kau dapat tau aku ada disini.” Yikyun membuka topik pembicaraan.

“ Yah, habis aku cari disekeliling rumah kau tidak ada, di taman juga. Akhirnya aku coba kesini. Ternyata kau ada disini.” Jawab Eunhyuk.

“ Memang ada apa kau mau mencariku??” tanya Yikyun.

“ Hah?? Ehm.. Ehm… Aaa…” Eunhyuk mendadak gugup.

“ Kenapa??” Yikyun mendesak.

“ Errr… Tidak ada apa-apa sih hanya ingin mencarimu saja.” Jawab Eunhyuk, tampak menyembunyikan sesuatu.

“ Ya!!! Jujur saja lah.” Yikyun mendesak.

“ Oke.. Baiklah.. Hemh.. Aku… Aku.. Haaauuuhhh… Aku… Aku suka padamu, kau mau tidak jadi pacarku???” Eunhyuk langsung berucap dengan sangat cepat, membuat Yikyun mengangkat sebelah alisnya.

“ HAHAHAHAAHA… Kau lucu sekali Eunhyuk. Kau suka denganku?? Tidak mungkin, gadis sepertiku tidak baik untuk pria sepertimu. Aku ini preman loh.” Jawab Yikyun sambil tersenyum datar.

“ Aku serius, Yikyun. Dengarkan aku! Aku sudah lama suka padamu sejak dulu kita masih kecil sampai detik ini. Aku selalu menunggumu dan terus menunggu waktu yang tepat aku bisa mengutarakan isi hatiku. Aku sudah terlalu lama memendam ini. Aku takut kalau aku tidak mengutarakannya sekarang. Kau akan jadi milik orang lain duluan apalagi belakangan ini banyak sekali pria yang mengagumi dan menyatakan cinta padamu. Tapi, untungnya kau tolak mereka jadi itu masih menjadi sebuah kesempatan untukku dan aku tidak mau terlalu lama memendam hingga kau jadi milik orang lain. Yah, dan kalau kau juga akan menolakku seperti kau menolak pria lain dan tidak menerimaku itu tidak masalah yang penting aku sudah megutarakn semuanya padamu, Yikyun-ah…” Jelas Eunhyuk panjang lebar.

“ Hah.. Eunhyuk-ah kau ini tetap polos sepeti dulu yah??” tanggap Yikyun singkat.

“ He?? Maksudmu???” tanya Eunhyuk dengan muka innocentnya yang seperti anak monyet *peace jewel*

Yikyun memegan kepala Eunhyuk dan menepuknya pelan, “ Kau harus lebih peka lagi, Hyuk. Kalau aku tidak suka denganmu untuk apa aku menolak pria-pria tampan yang mengutarakan perasaan mereka kepadaku??? Dibandingkan denganmu, semua pria itu lebih tampan. Tapi, entah kenapa hanya wajahmu lah yang aneh itu membuat aku tertarik.” Jawab Yikyun.

“ Hah??? Maksudmu, wajahku itu jelek sekali yah??” tanya Eunhyuk dengan muka sedih dan Yikyun hanya mengangguk sambil tersenyum.

“ Eh.. Tapi tadi barusan kau bilang: Kalau aku tidak suka denganmu untuk apa aku menolak pria-pria tampan yang mengutarakan perasaan mereka kepadaku. Apa itu artinya kau…” Eunhyuk menghentikan ucapannya.

“ Ne. Aku juga suka padamu.” Sambung Yikyun.

“ Mwo???” tanya Eunhyuk.

“ Tidak ada siaran ulang, bayar 10000 won kalau mau siaran ulang.” Tegas Yikyun.

“ YAEH!!! WUU!!! YES!! YES!!! YEAAAAHHHHHHH!!! YIKYUN-AH GOMAWO…” Eunhyuk berteriak kegirangan samapi tanap sadar dia memeluk Yikyun.

“ Ne.. Ne..” jawab Yikyun tampak sedikit kesulitan bernafas. “ Sekarang bia kau lepaskan aku??” pinta Yikyun tegas.

“ Aniyo. Tidak bisa melepaskanmu.” Jawab Eunhyukm, lalu menatap dalam wajah Yikyun, lalu mengelus pipi Yikyun yang saat itu posisi wajahnya hanya berjarak 10 cm dari wajah Eunhyuk.
“ Yikyun-ah… Gomawo… Saranghae…” bisik Eunhyuk sambil tersenyum penuh kebahagiaan.

“ Ne.. Cheonma, nado saranghae..” jawab Yikyun.

 

Eunhyuk menatap dalam mata Yikyun. Lalu perlahan-lahan mendekatkan wajahnya ke wajah Yikyun. Sedangkan Yikyun yang melihat itu juga sedikit memajukan wajahnya lalu perlahan memejamkan matanya. Eunhyuk tetap menatap wajah Yikyun yang benar-benar tenang, sungguh tampak sangat cantik lebih cantik dari biasanya.

Wajah Eunhyuk dan wajah Yikyun semakin mendekat sampai akhirnya Eunhyuk memejamkan matanya lalu bibir mereka berdua bertemu. Mereka berciuman tempel pada awalnya sampai akhirnya mereka semakin memperdalam ciuman mereka di tengah malam yang dingin. Setelah berciuman cukup lama mereka melepaskan ciuman mereka dan saling menatap satu sama lain, lalu tertawa dan berpelukan.

* * * * * *

 

~TO BE CONTINUED~

Ditunggu yah NEXT PART nya. Karena mulai Part 2 sampai Part berikutnya cerita ini akan benar-benar menjadi cerita Fantasy. Siapkan imaginasi kalian semua.

Annyeong… Please, RCL before you leave this page… SEE U IN NEXT PART OF CHANGE ^^

7 thoughts on “CHANGE [part 1]

  1. Wehh g kyk biasanya eunhyuk jd ank polos…
    Btw ngap donghae smbunyi dikolong…pencuri kah dy??
    Ehh jgn” td donghae smbunyi didket” eunhyuk ma yikyun…

    Ahh banyak p’tanyaan yg b’putar dikepalaku!!!!
    Lanjuuuuuuuuuuuutttttttt!!!!!!!!

  2. yeeeeeaah,,,
    eunhyuk akhirnya bisa dapetin cinta pertamanya,,,hehehe
    tapi,,, jangan2 jodoh yikyun,,,, donghae lg??? duuuh,,,, T___T

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s