Fallen for Angel [part 1]

Author: Dinda
Judul: Fallen for Angel (Part. 01)
Main Cast:
–          Lee Hyukjae as Eunhyuk
–          Cho Hana as Hana
Support Cast:
–          Park Hyojin as Park Hyojin
–          Lee Donghae as Lee Donghae
–          Lee Jungmoo as Lee Jungmoo
Rating: Pg-13
Genre: Love/Friends
Warning: Typo

Ps: Annyeonghaseyo~ Dinda imnida, author freelance di sini. Sebenernya fanfic ini ada 3 chapter, maklum karna masih awam 1 chapter pun ngga nyampe 3 halaman -_- makannya dipendekkanlah menjadi twoshot (bener kan nulisnya ?). Anyway, karna masih baru di dunia fanfic, jadi mohon kemaklumannya atas typo, cerita ngga nyambung, dan sejenisnya. Butuh komen untuk part selanjutnya, sama ngga bakal ngomongin tentang silent readers kok~ ! Sekian pesan dari saya, mari kita mulai !!

***

27 Maret 2012

EUNHYUK’S POV

Mataku terpaku kepada papan pengumuman yang terpasang di dinding sekolah, bukan, aku tidak mengagumi papan itu, tapi mengagumi isinya. Di papan itu terpampang dengan jelas hasil foto dari klub fotografer sekolahku, Kangnam Sangdan Kodeunghakkyo (SMA Kangnam Sangdan). Ada satu foto yang berhasil membuatku tertarik untuk melihatnya, sebuah foto yang menggambarkan seorang pria dan wanita yang sedang berlatih balet, tentu saja aku tertarik dengan wanita itu. Menurutku, dia seperti… malaikat? Terdengar berlebihan mungkin, itu benar. Ia tidak cantik, tidak manis, hanya.. ada sesuatu yang membuatku berkata seperti itu. Mungkin aku jatuh cinta, hah.. secepat inikah ? Tapi itu wajar, dan aku akan mendapatkannya dengan caraku sendiri.

“YAAA!! LEE HYUKJAE IREONA!!” teriak seorang laki-laki tepat di depan kuping kananku

“Lee Donghae, kau mau mati? Tak usah berteriak seperti itu. Ada apa?” ujarku sambil berbalik ke arah laki-laki yang bernama Donghae dan memberikan tatapan mautku kepadanya

“Aku sudah meneriakimu dari tadi, kau mau reputasimu sebagai ketua OSIS di SMA ini hancur? Kau seperti orang bodoh yang sedang melihat papan itu tanpa berkedip,” Donghae mempraktekkan apa yang tadi dilakukan olehku “Kalau aku tidak meneriakimu tadi, air liurmu pasti sudah menetes dari mulutmu.”

“Lalu… kau datang kesini hanya untuk meneriakiku dan mengajakku?”

“Ah, tadi Kang Songsaenim bilang, ‘dia akan pergi tolong bilang ke Hyukjae untuk mengambil alih posisiku.’” sambil berbicara, Donghae meniru cara bicara Kang Songsaenim yang membuat aku melemparkan tatapan aneh kepada Donghae.

“Itu aku sudah tahu. Lalu kau sepertinya senang sekali meniru orang lain,” aku masih memberikan tatapan anehnya kepada Donghae “Ah, lupakan. Kau tahu siapa wanita dalam foto ini?”

Donghae melihat foto yang ditunjuk olehku, mukanya terlihat berpikir sesaat. Tiba-tiba senyum jahil terbentuk di mukanya

“Kau menyukai wanita ini Lee Hyukjae? Ya Tuhan.. sesempurna apakah wanita itu sampai ia bisa merebut hati seorang Lee Hyukjae?” Donghae tertawa sekeras-kerasnya, tetapi tawanya langsung terhenti melihat tatapan serius dariku, dia berdeham dan melanjutkan “Dia adalah hoobae kita, namanya Cho Hana, blasteran Jepang-Korea. Kudengar di—“

“Gomawo atas infonya Donghae, aku permisi dulu. Kita bertemu lagi di ruang kelas nanti. Annyeong.” Hana.. Cho Hana, nama yang indah, sesuai dengan pemiliknya. Aku bergegas menuju ruang OSIS yang saat itu kosong dan memasuki ruangan khusus untuk menyimpan dokumen-dokumen siswa. Segera saja aku mencari data siswa kelas 1 dan mencari nama yang berawal dari huruf C. Ini dia!

Nama: Cho Hana

Asal: Chiba, Kepulauan Jepang

Tempat/tanggal lahir: Syizuoka; Kepulauan Jepang, 19 September 1996

Prestasi;

–          Juara 1 dalam Konkursov Artistov Baleta ‘Kirov Baleta’ di Rusia (2009)

–          Juara 3 dalam Bareekonkūru ‘Homuratomoi Baree’ di Jepang (2010)

–          Juara 1 dalam Balle Daehoe ‘Chung Ang Balle’ di Korea Selatan (2011

Dilihat dari prestasinya, sepertinya ia sudah terkenal dalam dunia balet. Apakah dia ada di ruang latihan balet? Pikiranku bekerja sama dengan kakiku, melangkah menuju ruang latihan balet.

AUTHOR’S POV

Eunhyuk melangkahkan kakinya menuju ruangan klub balet. Setelah sampai, secara diam-diam ia melihat kedalam ruangan klub itu melalui jendela kecil yang terpasang di pintu ruangan itu. Sesaat dia menangkap sesosok siluet yang familiar. Cho Hana. Matanya mengikuti setiap gerakan Hana, saat Hana melakukan *Pirouette, mata Eunhyuk memancarkan kekaguman. Tiba-tiba pintu terbuka, dan mata Eunhyuk masih tertuju kepada Hana.

“Sunbaenim, ada apa? Apakah ada seseorang yang dicari oleh sunbaenim?” Eunhyuk tersadar dari lamunannya.

“Ah, kau. Park Hyojin, geurae? bisakah kau memanggilnya?” perempuan –yang dipanggil Park Hyojin- itu memiringkan kepalanya. Tidak mengerti. “Cho Hana maksudku, bisakah kau memanggilnya?” Eunhyuk mengulangi perkataannya kembali. Hyojin mengangguk dan memanggil Hana yang sedang beristirahat. Eunhyuk kembali memperhatikan Hana, ketika Hana melihat ke arah pintu, sekejap ekspresi muka Hana menjadi datar lalu senyum formal terbentuk di mukanya.

“Annyeonghaseyo sunbaenim, ada perlu apa denganku?” suara Hana yang jernih malah membuat Eunhyuk terus menatap Hana. Mata yang jernih sama dengan suaranya, hidung mungil dan bibirnya yang.. kissable. ‘Sempurna’ batinnya.

“Chogiyo sunbaenim, ada perlu apa denganku? Sebentar lagi aku harus kembali latihan.” ucapan Hana menyadarkan lamunan Eunhyuk. Lagi.

“Ah, ne. Lee Hyuk Jae imnida, dan kau pasti.. Cho Hana?” Hana terkejut, pikirannya bertanya-tanya bagaimana caranya seorang Lee Hyuk Jae –yang notabenenya seorang- ketua OSIS mengetahui namanya? Ekspresi muka Hana yang terkejut tidak bisa disembunyikan. Eunhyuk tersenyum “Kau tak usah kaget seperti itu, aku sudah hafal nama-nama anak kelas 1 sekarang,” Eunhyuk makin tersenyum –mencoba menahan tawanya dengan menggigit pipi bagian dalam agar mukanya tetap datar. Tapi gagal- saat melihat ekspresi Hana yang berganti; mengangguk-anggukan kepala dengan polosnya “Dan kau yang paling terkenal di antara para siswa lain. Jung songsaenim –guru danceku- selalu memuji tentang kehebatanmu di dunia balet. Dia merekomendasikanku untuk membuatmu mengikuti perlombaan balet di Seoul nanti. Kau tertarik?” penjelasan Eunhyuk membuat Hana sedikit melamun. Tapi ia segera menyudahi lamunannya “A-ah geuraeyo? Aku.. aku tak tahu sunbaenim, aku harus membicarakan hal ini kepada eomma-ku. Setelah mendapat konfirmasinya, aku akan memberi tahu sunbaenim.” senyuman Eunhyuk berubah menjadi tawa kecil “Aku tak memaksamu untuk mengatakan ‘ya’ atau ‘tidak’. Dan, yah, tentu saja aku akan menunggu jawabanmu Hana-ssi.” Eunhyuk tersenyum dalam hati ia berfikir, betapa senangnya kalau jawaban itu adalah pernyataan cinta dari Hana untuknya. Tapi tidak mungkin, khayalannya terlalu tinggi.

“Cho Hana! Latihan segera dimulai! Cepatlah bergabung!” teriakan dari Jung songsaenim menyudahi percakapan antara Hana dan Eunhyuk.

“Geurom, aku takut guru yang satu itu memarahimu. Aku menunggu jawabanmu, Hana-ya. Annyeong.” Eunhyuk segera berbalik dan tertawa secara diam-diam. Merasa senang sendiri dapat memanggil Hana seperti temannya sendiri.

***

01 April 2011

EUNHYUK’S POV

Karena tugas yang banyak dari para guru, membuatku tak bisa bertemu Hana selama 4 hari ini. Salah satu hal yang kubenci menjadi seorang ketua OSIS, terlalu banyak tugas yang dibebani kepadaku. Kakiku terus melangkah tanpa arah, sambil memikirkan Hana. Tanpa sadar aku berhenti dan melihat ke atas. Terdapat plang bertuliskan ’10-5’ kelas Hana? Sepertinya aku terlalu merindukannya. Aku melihat kedalam, terlihat Hana sedang berbicara dengan Hyojin. Dia sedang tertawa. Dalam benakku, dia sangat… manis. Lalu aku teringat akan pesan Jung songsaenim untuknya melaluiku. Sebenarnya aku berpikir, betapa beruntungnya aku dalam posisi ketua OSIS, para guru akan meminta tolong kepadaku untuk hal seperti ini. Aku tersenyum, dan tanpa sadar, aku memanggil namanya dari depan kelas.

“Hana-ya” Hana berhenti berbicara dengan temannya. Dia menoleh kepadaku. Hanya dengan menoleh saja dia sudah terlihat cantik. Rambutnya yang tergerai lurus dan berwarna hitam alami bergerak sesuai gerakan kepalanya, terlihat sangat lembut, dan menambah tingkat kecantikan dan kemanisannya. Ya Tuhan, sepertinya aku benar-benar jatuh cinta kepadanya.

“Ne sunbaenim?” Dia menghampiriku. Aku tersenyum, sepertinya aku sudah banyak tersenyum sejak kemarin.

“Kau sudah mempunyai jawabanmu? Jung songsaenim terus menagihku tentang jawabanmu. Kau sudah menanyakannya kepada orangtuamu?”

“Ah, ne sunbaenim. Eomma-ku sudah mengizinkan aku untuk mengikutinya. Kira-kira, latihannya  kapan sunbae?”

“Baguslah. Latihan dimulai hari Rabu, bersiap-siaplah Hana-ya,” dia menundukkan kepalanya secara tiba-tiba. Ah, apakah dia malu karena aku memanggilnya seperti itu? Cute “Lalu.. karena aku sudah memanggilmu dengan sebutan ‘Hana-ya’ bagaimana kalau kau memanggilku tanpa embel-embel ‘sunbaenim’?” dia mengangkat kepalanya, sekilas semburat merah semu terdapat di pipinya.

“N-ne? Lalu.. aku harus memanggil, sunbaenim apa?” Hana memelankan kata ‘sunbaenim’. Membuat aku terseyum. Lagi.

“Bagaimana kalau kau memanggilku Hyuk oppa? Atau Eunhyuk oppa, itu sudah cukup” Hana terdiam, sepertinya sedang memikirkan kata-kataku “Ah, ne. Eunhyuk.. oppa? Tapi, aku baru saja mengenal Eunhyuk oppa, dan sudah diizinkan untuk memanggil oppa?” Hana terlihat kebingungan, membuatku terkekeh dan secara tidak sadar syaraf tanganku bergerak mengacak rambutnya secara lembut dan merapikannya kembali. Lembut.

“Ani, kau sudah kuanggap sangat dekat kepadaku. Lagipula jika kau berbicara kepadaku anggaplah aku oppa-mu. Ottae?” lucu sekali, kuperhatikan dari tadi semburat merahnya tidak pernah hilang dari pipinya itu dan bertambah merah. Jika aku tak menahan tanganku dan diriku, mungkin aku sudah mencubit pipinya dan memeluknya di depan umum. Mungkin.

“Benarkah sunbae-, maksudku, oppa?” Tanyanya, sekilas aku melihat ada ketakutan di matanya, tapi segera berganti menjadi sebuah harapan.

“Ne, tentu saja Hana-ya” ia pun tersenyum dan mengangguk.

Tiba-tiba suasana canggung datang, membuat kami berdua terdiam. Aku mengaduk-aduk pikiranku, mencari sesuatu untuk dibicarakan. Saat aku ingin berbicara, dia sudah berbicara duluan.

“Oppa.. kau pasti menyukai.. ah ani, ani oppa. Lupakan saja” saat ia berbicara seperti itu, jantungku seperti ingin lepas. Apakah dia mengetahui bahwa aku menyukainya? Jangan-jangan di dahiku tertulis ‘aku mencintai Cho Hana’ secara besar-besar? Atau.. Donghae memberitahunya? Tapi mana mungkin, tapi.. bisa saja terjadi.

“Ada apa? Kau mengira aku menyukai.. Hyojin? Ah, aniya. Aku menganggapnya biasa saja” Mukanya terlihat sedikit lega. Aku semakin penasaran tentang dirinya, saat ia mengangkat mukanya –yang sejak tadi tertunduk- sesaat matanya mengungapkan rasa keinginan tahu. Hey.. jangan-jangan dia ingin mengetahui aku menyukai siapa? Tidak mungkin. Dan aku tak akan membiarkan dia mengetahui perasaanku sebelum aku yang menyatakannya. Menyatakan bahwa dia adalah duniaku, oksigenku, dan hidupku. Menyatakan bahwa aku mencintainya, dari segala yang ia punya. Aku tak peduli kalau aku baru mengenalnya dan baru berbicara dengannya 1 hari kemarin dan tadi. Aku sudah menetapkan hatiku. Bahwa.. Aku mencintainya, aku mencintai seseorang yang telah merebut hatiku, Cho Hana.

To be Continued

Gimana? Gagal ya? TT__TT maafkan diriku. Sama sekali tidak berbakat di dunia fanfic dan ini total GOMBAL! Ya Tuhan, aku gagal! Sekali lagi maafin, maafin banget. Janji bakalan meningkat di part selanjutnya atau di fanfic lainnya. Need a comment and I’ll keep say thanks to admin who I appreciating so much because (maybe) publishing my fanfiction. And of course to my reader(s)! And.. Hai silent readers, I’ll always appreciate to you (all) too. Wait for next part! Annyeong~!

One thought on “Fallen for Angel [part 1]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s