True Destiny [part 2]

Author                  : ChoiHanChul

Main Cast            : Cho Kyuhyun (Super Junior)

Han Hyena

Kim Hyojin

Support Case     : Kim Jaehoon

Other Member Super Junior

Rating                   : 13+

Genre                   : Romance

Warning               : Banyak typo sepertinyah._.v

PS                           : Mulai ada KyuNa momment disini….u.u happy reading~

 

Previous Part….

“tidak, tidak. Aku akan memberikanmu 5.000.000 won” ucap Kyuhyun. Apa setan yang ada di tubuhnya sudah keluar? Kenapa auranya mengalahkan aura Leeteuk oppa?

“ada apa denganmu, Cho Kyuhyun yang Tampan? Kau sakit? Kenapa hari ini kau baik sekali?” ucapku.

“yak! Aku sudah membantumu dan kau malah seperti ini padaku?” ucapnya. “mungkin ini akan terdengar menjijikkan tapi…aku hanya tidak mau kau hilang dari jarak pandangku, Kim Hyojin sayang” lanjutnya. Kata-katanya membuatku tercengang. Betapa bodohnya aku ini, aku tidak bisa mencintai seorang namja yang mencintaiku dengan baik. Sangat baik. Jeongmal baboya!

=^=

Part. 2

Aku sedang berada di apartemen Jaehoon hari ini. Kyuhyun juga sudah memberikan uangnya kepadaku pada hari itu juga. Dia serius. Kukira akan sulit meminta uang padanya.

Sudah 2 jam aku menunggu di apartemen Jaehoon, Jaehoon belum pulang dari kantornya. Jam sudah menunjukkan pukul 05:47 pm. Aku sudah menyiapkan makan malam untuknya. Ah, beginikah rasanya menjadi seorang istri? Menanti kedatangan suami dari kantornya, menyiapkan makan malam untuknya.

Tok tok tok.

Aku cepat-cepat mebukakan pintu untuknya. Ah suamiku sudah pulang! Aish, apa yang kupikirkan? Memangnya dia sudah sah menjadi suamiku, hah?

“annyeong, jagiya!”, (sebenernya agak geli dengan kata ‘jagi’ tapi apa lagi?) katanya sambil memelukku dan mencium puncak kepalaku. Ah, hangat. Jantungku berdegup kencang.

“annyeong! Cepat mandi! Lalu kita makan malam bersama, aku sudah menyiapkan makan malam untuk kita!”, ucapku masih dalam pelukannya. “cepatlah! Agar aku pulang tidak terlalu larut”, kataku. Walaupun kami sudah seperti suami-istri tapi tetap saja, aku tidak mau menginap satu atap bersamanya. Bagaimanapun kami belum menjadi suami-istri. Lagipula, apartemen ini sangat kecil.

=^=

“Jaehoon~a, Kyuhyun sudah mengirimkanku uang! Dan kau tahu berapa jumlahnya? 5.000.000 won!”, kataku. Aku bisa melihat mata Jaehoon membulat.

“MWO? JINJJA? Bagaimana bisa?”, katanya dengan nada tinggi, setengah berteriak.

“molla, aku hanya bilang aku membutuhkan uang, dan dia langsung memberinya”, jawabku secara singkat dan padat.

“baiklah besok kita harus membelikan berbagai macam barang yang eomma inginkan! Kita mulai pendekatan antara calon menantu dan calon mertua! Jaehoon-Hyojin, hwaiting!”, kata Jaehoon sambil mengepalkan tangannya. Aku pun ikut mengepalkan tanganku. Aku memang sudah berkenalan dengan eomma nya Jaehoon. Dan benar, aku ditanyai asal-usulku, aku menjawabnya dengan jujur. Kata Jaehoon eomma nya tidak setuju dengan hubunganku dengannya. Tapi kita lihat saja nanti. Hahaha.

=^=

Author’s POV

Hari ini, Hyojin dan Jaehoon pergi ke mall untuk membeli barang yang diinginkan eomma Jaehoon. Mereka berdua masih bingung apa yang eomma nya inginkan. Akhirnya, dengan uang sebanyak itu mereka membeli semua barang yang mereka pikir akan disukai eomma nya Jaehoon.

“wah!” “Beli itu!” “Beli itu!” “Yang itu bagus!” “Yang itu cocok!” “Wah, ini keren sekali!” “Ayo, kita masuk ke toko itu!”, kata-kata ini selalu mereka sebutkan setiap kali melihat barang bagus dan akhirnya mereka membelinya.

Sekarang tangan mereka sudah dipenuhi dengan kantong plastik. Dari mall, mereka langsung pergi ke rumah eomma Hyojin.

=^=

“akhirnya, kita sampai!”, ucap Jaehoon ke Hyojin setelah mereka sampai di rumah eomma nya Jaehoon.

“ya! Jaehoon-Hyojin, hwaiting! Tinggal beberapa langkah lagi kita akan hidup bahagia!”, kata Hyojin dengan mata berbinar penuh semangat. Lalu, mereka berdua mengambil semua hadiah untuk eomma Jaehoon.

Tok tok tok.

Jaehoon mengetuk pintu dengan sangat hati-hati, kemudian ia melihat Hyojin seakan berkata kita-bisa!

Beberapa menit kemudian, pintu terbuka. Hati Hyojin berdegup kencang setelah melihat penolakkan eomma Jaehoon terhadapnya saat ia pertama kali kesini. Ia tidak mau itu terulang lagi. Kali ini ia harus berhasil.

“a..annyeong haseyo, ahjumma!”, sapa Hyojin sopan sambil membungkuk. Hyojin bisa melihat bahwa eomma Jaehoon masih belum menerima Hyojin, tatapan sinis dari eomma Jaehoon tambah meyakinkan Hyojin.

“mau apa kau kesini, gadis miskin?”, DEG! Ucapan eomma Jaehoon yang sangat tajam membuat nyali Hyojin ciut.

“eomma”, kata Jaehoon. “Hyojin, membawakan ini semua untuk eomma. Dia sudah berbuat baik terhadap eomma”, jelas Jaehoon. Saat itu pula, eomma Jaehoon langsung merebut salah satu dari kantong plastik yang dipegang Jaehoon. Ternyata kantong plastik yang diambil eomma Jaehoon berisi sebuah kalung. Saat itu pula, terlihat sekali mata eomma Jaehoon membelalak.

seperti inikah calon mertuaku? Materialistis! Bagaimana bisa ia adalah orang  Bagaimana bisa ia adalah orang yang melahirkan Jaehoon? Sifatnya pun tidak mirip sama sekali dengan Jaehoon, batin Hyojin.

“ini semua darimu, Hyojin~ssi?”, tanya eomma Jaehoon yang disambut anggukkan kepala Hyojin. “jinjja? Kamsahamnida! Maaf atas perbuatan yang tadi!”, ucap eomma Jaehoon dengan mata berbinar-binar.

“ah, gwaenchana, ahjumma!”, kata Hyojin sambil mengeluarkan senyum termanisnya. aish, baru sekarang dia berbuat baik padaku! Jaehoon~a, kenapa kau punya eomma seperti ini? Sabar Kim Hyojin, demi kebahagiaan kau dan Jaehoon. Demi berakhirnya hubunganku dengan ……Kyuhyun?

Saat itu pula, tiba-tiba ia teringat Kyuhyun, apa yang akan ia rasakan nanti setelah mengetahui aku memanfaatkannya? Aish, aku sangat merasa bersalah padanya. Tapi sekarang aku sudah tak bisa mundur lagi, tinggal beberapa langkah lagi, Hyojin~ya! Dan sepertinya aku harus menyiapkan diri saat aku menjelaskan semuanya kepada Kyuhyun, batin Hyojin.

“panggil saja aku eomma! Bagaimanapun, aku adalah eomma nya Jaehoon, namjachingu mu, yang berarti akan menjadi calon ibu mertuamu” ucap eomma Jaehoon yang membuat Hyojin sedikit membelalakkan mata.

 

Hyojin’s POV

“panggil saja aku eomma! Bagaimanapun, aku adalah eomma nya Jaehoon, namjachingu mu, yang berarti akan menjadi calon ibu mertuamu” ucap eomma Jaehoon yang membuatku agak terkejut. Aku bisa melihat dari ujung mataku Jaehoon tersenyum dan seperti berkata rencana-kita-berhasil.

“baik ahjumma, eh enng, eomma” kataku dan membuat semuanya tertawa.

“ngomong-ngomong darimana kau bisa membelikanku semua ini? Waktu kau datang kemari beberapa minggu yang lalu, kau mengatakan kau..” eomma Jaehoon berdeham sebelum melanjutkan perkataannya, “orang yang kurang mampu” lanjutnya.

Aku hanya bisa tersenyum kecil. “iya, eomma! Setelah perjuangan kerasku beberapa minggu yang lalu dan dibantu dukungan dari Jaehoon aku mendapat pekerjaan sebagai asisten perancang busana di sebuah butik yang cukup ternama di Seoul” jelasku. Semua itu memang benar. Aku diterima sebagai asisten perancang busana di sebuah butik yang cukup ternama di Seoul, itu benar. Atas dukungan Jaehoon, itu juga benar. Aku hanya mengurangi satu bagian, bantuan dari Kyuhyun. Memanfaatkan Kyuhyun demi wanita yang sedang duduk berhadapan denganku ini. Aku memang sudah mendapat pekerjaan, tapi aku masih dalam tahap percobaan jadi aku belum digaji.

“wah, itu bagus! Memang seharusnya begitu! Jaehoon tidak salah pilih, kau cantik dan sukses. Sungguh tipe menantuku!” ucap eomma Jaehoon. Aku tersenyum kecil melihatnya.

Setelah terjadi keheningan beberapa saat, tiba-tiba eomma Jaehoon berkata, “jadi, kapan kalian akan menikah?” ucapnya yang membuatku kaget. Sifatnya ini mirip sekali dengan anaknya, blak-blakkan. Baru saja dia menyetujui hubunganku dengan Jaehoon, tiba-tiba saja dia sudah bertanya tentang pernikahan.

“akan kami usahakan secepatnya eomma. Aku dan Hyojin masih perlu menyiapkan uang untuk segalanya, kan?” akhirnya Jaehoon menjawab. Aku hanya mengangguk-anggukkan kepalaku bertanda aku setuju.

“ya, tapi lebih cepat lebih baik” kata eomma Jaehoon.

=^=

Jam sudah menunjukkan pukul 09:58 pm. Sekarang aku sedang berada di mobil bersama Jaehoon menuju perjalanan pulang. Kami tidak menginap di rumah eomma nya Jaehoon karena besok kami harus bekerja.

“Hyojin~a”, ucap Jaehoon memecah keheningan sekaligus lamunanku.

“Ne?”, jawabku singkat.

“kau mau benar-benar mau menikah denganku, kan?” tanya Jaehoon. Aku mengerutkan dahiku menandakan aku bingung dengan apa yang sedang terjadi.

“kau tentu sudah tahu jawabannya, Jaehoon~a! Kenapa kau masih bertanya?” ucapku.

“aniyo, hanya memastikan saja. Aku tidak mau kau terpaksa menikah denganku dengan alasan apapun itu” ucap Jaehoon sambil melirikku sebentar lalu berkonsenterasi pada jalan yang sedang kami lewati.

“aku tak punya alasan untuk menolak, kan? Kita sudah berusaha sampai sini itu tujuannya agar kita bisa menikah, kan?” ucapku sambil melirik Jaehoon dan aku melihat ujung bibir Jaehoon terangkat.

Tiba-tiba Jaehoon meminggirkan mobilnya ke tepi jalan dan berhenti. “wae? Kenapa berhenti? Kita belum sampai, kan?” kataku sambil mengerutkan dahi menandakan aku bingung.

Jaehoon memutar badannya mengadap ke arahku dan tersenyum. Aku masih bingung dengan apa yang mau dilakukannya. Dan tiba-tiba saja dia mencium pipiku pelan, secepat itu pula pipiku memerah.

“apa yang kau lakukan?” tanyaku sambil menunduk. Entah kenapa dalam hati aku bersorak gembira. Efek jatuh cinta. Haha.

“hanya memberikan calon istriku kecupan di pipi. Aku sudah memberikanmy cap bahwa kau hanya milikku, orang lain tidak boleh ikut-ikutan memilikimu. Itu juga cap yang menandakan kau tidak boleh melirik namja lain selain diriku”, ucap Jaehoon yang memberi efek pipiku makin memerah. Jantungku berdebar kencang, aku berusaha menahan tanganku untuk tidak menari-nari saking senangnya.

“aaaa, neomu kyeopta!“”, katanya sambil mencubit pipiku. Aaa, aku sangat senang hari ini.

=^=

Kyuhyun’s POV

Tak ada yang kulakukan hari ini. Hah, aku bosan. Lagipula, tak ada orang sama sekali di dorm, aku juga sedang malas ke dorm lantai 12.

Oh ya, akhir-akhir ini aku juga sudah lama tak menghubungi Hyojin semenjak aku bertemu dengannya waktu itu. Apa kabarnya? Apa dia makan dengan baik?

Ah, sepertinya aku rindu padanya. Sudah pasti aku merindukannya, aku mencintainya. Dan merindukannya itu, sangat menghabiskan tenaga. Itu berarti aku harus bertemu dengannya. Ya, aku harus bertemu dengannya.

“Kyuhyun~ah, ayo temani aku bermain game aku sedang bosan. Di lantai atas semuanya sedang sibuk. Heebum sedang tidur, aku tak mau mengganggunya”, bisa kau tebak siapa, kan? Heechul hyung.

Aish, dia mengganggu saja. Aku mau pergi ke apartemen Hyojin. Tidak bisakah dia membiarkanku bertemu dengannya sebentar.

“kalau kau sedang tidak mau bermain game, ayo kita ke toko game. Aku mau mencari kaset game yang menarik. Kau pasti tahu game apa yang menarik, kan?”ucap Heechul hyung. Melihatku diam saja, dia melanjutkan bicara, “ayolah! Aku akan membelikanmu kaset game yang kau mau! Ayolah aku sedang berbaik hati padamu! Kajja!”, ajak Heechul hyung sambil menarik tanganku.

Ah, sepertinya mood nya memang sedang bagus, dia tidak memarahiku padahal aku tidak menjawab pertanyaannya. Sebaiknya, aku tidak menghancurkan mood nya karena itu sama saja dengan membangunkan harimau yang sedang tidur. Lagipula, imbalannya tidak buruk, kan? Hyojin pasti bisa menunggu. Haha, namjachingu macam apa aku ini.

“baiklah, hyung. Aku kalah”, ucapku dengan nada lemas.

“haha, kau memang harus patuh padaku, Kyu~ah”, ucapnya dengan nada penuh kemenangan.

=^=

Akhirnya aku selesai menemani Heechul hyung hari ini. Dia benar-benar baik hari ini. Aku dibelikannya 2 kaset game sekaligus. Walaupun aku memang merayu-rayunya terlebih dahulu.

Sekarang aku dan Heechul hyung sedang berjalan menuju dorm. Kami sudah memakai semua alat penyamaran. Masker, topi, kacamata, sepertinya itu memang sudah menjadi barang-barang wajib untuk kami pakai apabila keluar dorm.

“Kyuhyun~a..”panggil Heechul hyung sambil menggoyang-goyangkan bahuku. Sehingga aku tersadar dari lamunanku.

“ne, Hyung. Wae?”, tanyaku. Aku melihat Heechul hyung membelalakkan mata.

“bukankah itu Hyojin?”, tanyanya. Sontak aku langsung melihat ke arah yang Heechul hyung lihat. Dan benar, aku melihatnya tapi…..bersama seorang namja? Di toko perhiasan? “apa yang dia lakukan?” tanya Heechul hyung.

Mood ku langsung turun saat melihat mereka. Hyojin tersenyum dan tertawa dengan namja itu. Itu suda cukup membuat hatiku panas. Aku langsung berjalan cepat menuju dorm meninggalkan Heechul hyung dengan banyak pertanyaannya. Kau menghancurkanku, Hyojin. Kenapa, Hyojin~a? Kenapa kau tega?

“Kyuhyun~a!”, panggil Heechul hyung. Aku melirik ke tempat Hyojin berada. Dia tidak sama sekali menyadari keberadaanku. Bahkan teriakan Heechul hyung yang maha dahsyat saja tidak membuatnya menyadari keberadaanku. Sebegitu tidak pedulinyakah kau terhadapku, Hyojin~a?

=^=

Author’s POV

“kenapa dia?”, tanya Eunhyuk yang melihat Kyuhyun datang dengan wajah marah dan langsung membanting pintu dan mengunci kamarnya. Aura evil nya membuat semua orang takut.

Semua hanya bisa menatap Kyuhyun dengan tatapan bingung. “biar aku saja yang berbicara padanya”, ucap Sungmin tiba-tiba. Semua hanya bisa mengangguk. Kalau sudah seperti ini, yang bisa membuat Kyuhyun kembali seperti semula hanya Sungmin

“Kyuhyun~a, kau kenapa? Mau cerita?”, kata Sungmin pelan-pelan sambil mengetuk pintu kamar yang tadi dimasuki Kyuhyun.

Kyuhyun membuka pintu. Sungmin membelalakkan mata melihat kondisi Kyuhyun sampai seperti ini. Sungmin baru pertama kali melihat Kyuhyun seperti ini. Wajahnya memerah mungkin akibat menahan amarah, rambutnya acak-acakkan seperti orang frustasi.

Masalah ini sepertinya parah sekali melihat keadaan Kyuhyun seperti ini. Apa ini karena Hyojin? batin Sungmin.

“karena Hyojin, kan?”, tanya Sungmin. Kyuhyun hanya mengangguk lalu berjalan ke arah kasur dan duduk di atas kasur itu. Sungmin mengikuti Kyuhyun dan duduk di samping Kyuhyun.

“aku melihatnya bersama namja lain, hyung”, kata Kyuhyun memulai cerita. Nada suaranya sangat sarat emosi.

“lalu?”, tanya Sungmin berusaha meyakinkan Kyuhyun apa yang dia lihat belum tentu sesuai fakta.

“dia pergi dengan namja itu ke toko perhiasan dan Hyojin……tersenyum dan tertawa padanya”, jelas Kyuhyun.

Aish anak ini sepertinya memang sudah sangat parah. Kenapa dia tidak bisa berpikir dewasa, hah? Itu hal biasa. ucap Sungmin dalam hati. “lalu, apa masalahnya, Kyuhyun~a?”, tanya Sungmin.

“senyuman dan tawanya tidak seperti senyuman dan tawa yang dia tunjukkan padaku. Itu menyakitkan, hyung!”, jelas Kyuhyun sambil memegang dadanya.

“Kyu~a, bisa saja laki-laki itu saudara atau hanya temannya saja. Tunggu dulu, memangnya kau pernah membuatnya tersenyum atau tertawa? Sepanjang hubungan kalian 3 tahun ini, aku bahkan belum pernah melihat Hyojin tersenyum, apalagi tertawa. Kalian hanya bisa bertengkar, kan?”, kata Sungmin panjang lebar.

“tapi hyung, dia kelihatan bahagia sekali bersama namja itu”, ucap Kyuhyun sambil menundukkan kepala.

“memangnya kau tidak membolehkan dia bahagia, Kyu~a? Semua orang menunjukkan bahwa dia bahagia yang sesungguhnya dengan cara yang berbeda, Kyu~a. Dia memperlakukan kau istimewa! Dia terus memarahimu, mungkin itu salah satu caranya untuk menunjukkan bahwa dia mencintaimu”, jelas Sungmin. Memang, Sungmin sangat dewasa dalam bersikap. Maka dari itu, Kyuhyun sangat bergantung pada Sungmin.

“tapi, hyung…”, kata Kyuhyun, tapi buru-buru disela oleh Sungmin.

“sudahlah Kyu~a. Kalau kau seperti ini terus masalah tidak akan selesai, kan? Kalau kau mau keterangan lebih pasti, kau bisa menanyakan padanya secara langsung, kan?”, kata Sungmin sambil menepuk-nepuk pundak Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk.

=^=

Hyojin’s POV

“jadi kita langsung menikah atau bertunangan dulu?”, tanya Jaehoon oppa.

“terserah oppa saja. Apapun alasannya aku akan setuju”, ucapku sambil tersenyum manis kepada Jaehoon oppa. Saat ini, aku dan Jaehoon oppa sedang berada di apartemenku. Membicarakan pernikahan kami.

“kita langsung me…nikah?”, katanya dengan nada ragu-ragu.

“kenapa ragu-ragu seperti itu?”, ucapku bingung.

“aniyo, hanya takut kau belum siap atau tidak setuju dengan keputusanku”, ucapnya sambil tersenyum.

“aish oppa, kan aku sudah bilang aku akan setuju dengan semua keputusan oppa. Selama tidak merugikanku”, kataku.

“jadi bertunangan atau menikah deganku itu, tidak merugikanmu sedikitpun?”, katanya.

“kau tahu jawabannya, oppa. Tentu saja itu tidak merugikanku”, kataku yang disambut belaiannya di rambutku yang memberi efek pipiku memerah dan seperti biasa, mengancam keselamatan jantung! Aish, bisakah dia berhenti tidak membuat jantungku seperti ini?

“aaa, pipimu memerah! Kau belum terbiasa dengan sentuhanku, ya jagi? Atau….”, dia menggantungkan ucapannya, “aku terlalu mempesona bagimu? Hahaha”, katanya disambut tawanya.

Dia tidak salah. Aku memang belum terbiasa. Dan alasan yang paling kuat adalah karena dia terlalu mempesona bagiku.

“kembali ke topik utama! Kita jadi langsung menikah, tadi kita juga sudah ke toko perhiasan. Dan ternyata harga cincin pernikahan itu sangat mahal, otte?”, tanyaku. Dia kelihatan berpikir keras.

“bagaimana kalau kita memeras Kyuhyun seperti dulu lagi? Ah, ini kedengarannya terlalu jahat. Dia sudah memberikan kita uang sebesar 5 juta won. Sekarang sisanya tinggal 3,25 juta won. Ini hanya cukup untuk melangsungkan pesta pernikahan kita, bahkan mungkin kurang. Gaji kita juga masih kecil karena masih dalam masa percobaan. Jadi, kita harus kembali meminta tolong Kyuhyun”, jelasnya panjang lebar.

Aku tahu dia amat merasa bersalah. Akupun juga begitu. Tapi ini supaya aku dan Jaehoon bersatu. Supaya Kyuhyun bisa melepaskanku.

“ya, mau bagaimana lagi. Uang kita belum mencukupi”, jelasku.

Tok tok tok.

Aku berjalan menuju pintu untuk membuka pintu. Saat aku membuka pintu, aku terkejut. Tubuhku hanya bisa menegang.

Kyuhyun’s POV

Ah, akhirnya selesai sudah jadwalku hari ini. Masih pukul 03:45, masih banyak waktu untuk beristirahat. Aku mengendarai mobil sendiri, hyungdeul langsung ke dorm.

Tiba-tiba aku teringat ucapan Sungmin hyung untuk mengklarifikasi masalahku dengan Nara. Baiklah, aku memutuskan untuk ke apartemennya.

Sesampainya di depan pintu apartemennya dengan semua alat penyamaranku, saat aku berniat untuk mengetuk pintu, aku mendengar suara.

“aaa, pipimu memerah! Kau belum terbiasa dengan sentuhanku, ya jagi? Atau….aku terlalu mempesona bagimu? Hahaha”, seorang namja. Siapa dia? Aku kembali menajamkan pendengaranku.

“kembali ke topik utama! Kita jadi langsung menikah, tadi kita juga sudah ke toko perhiasan. Dan ternyata harga cincin pernikahan itu sangat mahal, otte?”, itu…itu suara Hyojin. Sedang apa Hyojin dengan namja itu? Menikah? Cincin pernikahan? Dia mau menikah?

“bagaimana kalau kita memeras Kyuhyun seperti dulu lagi? Ah, ini kedengarannya terlalu jahat. Dia sudah memberikan kita uang sebesar 5 juta won. Sekarang sisanya tinggal 3,25 juta won. Ini hanya cukup untuk melangsungkan pesta pernikahan kita, bahkan mungkin kurang. Gaji kita juga masih kecil karena masih dalam masa percobaan. Jadi, kita harus kembali meminta tolong Kyuhyun”, katanya.

Memerasku? Aku mulai mengerti dengan semua ini. Aku mengepalkan tanganku berusaha untuk menahan emosiku yang sudah meluap-luap. Yeojachingu ku yang selama ini aku cintai dengan sepenuh hati, mengkhianatiku?

“ya, mau bagaimana lagi. Uang kita belum mencukupi”, itu suara Hyojin. Hyojin, ada apa denganmu? Kenapa kau mengkianatiku? Sebelum aku benar-benar mendobrak pintu, aku mengetuk pintu apartemen Hyojin.

Aku bisa melihat tubuhnya menegang. Hah, ketahuan selingkuh, ya?

“a..annyeong Kyu~a”, ucapnya dengan nada yang terdengar gemetaran.

“tidak usah pakai basa-basi”, sergahku tajam. Aku bisa melihatnya langsung menundukkan kepala.

Saat aku melihat seorang namja yang duduk di dalam apartemen Hyojin ingin berdiri, Hyojin cepat-cepat melarangnya dan berkata, “biarkan aku bersama Kyuhyun dulu, oppa! Ini resiko yang harus kutanggung”, oppa? Bahkan dia tidak pernah memanggilku dengan kata itu sekalipun.

Namja itu mengangguk dan mungkin pergi ke dapur. Membiarkanku dan Hyojin di depan pintu apartemennya.

“apa maksud semua ini, Hyojin~ssi?”, ucapku dengan penuh penekanan di setiap katanya.

“mianhae, Kyuhyun~a. Jeongmal mianhae”, ucapnya dengan suara gemetar. Kepalanya masih tertunduk.

“kenapa kau melakukan ini? Kenapa kau membalasku seperti ini? Memangnya apa salahku sampai kau berbuat begini? Apa kau tidak tahu sangat sakit rasanya?”, serangku dengan banyak pertanyaan. Kini tangisnya mulai pecah, aku bisa mendengar isak tangisnya.

“mianhae, Kyuhyun~a”

“apa kau tidak bisa mengatakan kata lain  selain ‘mianhae’, Kim Hyojin~ssi?”, kali ini dia menatapku. Wajahnya memerah. Ada sungai kecil dipipinya yang dialiri oleh air matanya.

“aku tidak tahu harus bagaimana lagi”

“jelaskan semuanya! Sekarang!”

“dari awal hubungan kita, aku memang tidak pernah mencintaimu, Kyuhyun~a. Aku sudah mencoba meminta padamu untuk mengakhiri hubungan ini. Tapi, kau memaksaku untu bertahan. Lalu, aku bertemu dengan Jaehoon oppa dan jatuh cinta padanya..”, jelasnya, air matanya tetap mengalir di pipinya itu.

“tapi, kenapa kau memanfaatkanku?”, tanyaku.

“kupikir dengan menyakitimu, aku bisa mengakhiri hubungan ini. Aku begitu merasa ditawan bersamamu, Kyuhyun~a! Kau terus memaksaku untu bertahan di sisimu, tapi ini membuatku tersakiti. Mianhae Kyuhyun~a!”

“hah, kau berhasil menyakitiku! Dan kau juga berhasil mengakhiri hubungan ini”

“mianhae Kyuhyun~a”, katanya sambil menahan lenganku saat aku ingin pergi meninggalkannya.

“Kau pikir jika kau terus menangis, hatiku akan luluh? Akan memperbaiki semuanya?” kataku tajam padanya.

“oh, dan selamat atas pernikahanmu!”, aku segera pergi meninggalkannya.

Tapi ternyata dia menahanku lagi, “kau boleh melakukan apa saja padaku, Kyuhyun~a! Kau boleh memukulku! Kau boleh menamparku! Kau boleh mencaci-maki diriku!”, ucapnya sambil menangis lagi.

“aku tak perlu melakukan hal itu padamu. Cukup aku saja yang tersakiti”, ucapku kesal sambil berusaha melepaskan genggamannya di lenganku.

“lakukan itu! Aku merasa sangat bersalah padamu!”, teriaknya. Untung saja, di lorong ini tidak ada orang. Kalau ada, kami bisa dijadikan bahan tontonan.

“kau memang harus merasa bersalah, Hyojin~ssi! Sekarang cepat lepas tanganku!”ucapku kasar dan meninggalkannya yang kini terduduk di lantai sambil menangis.

Kau sangat merasa bersalah, Hyojin~a? Kau memang harus! Karena aku sudah memberikan cintaku untukmu dan kau membalasnya seperti ini.

flashback end….

=^=

Sampai saat ini, belum ada yeoja yang menggantikan dirimu, Hyojin~a. Masih tersisa luka yang besar di hatiku ini. Kau menyatiku Hyojin~a. Dan sedihnya, aku tak bisa melupakanmu.

Kudengar, dia akan menikah sebentar lagi dan dia dengan tidak tahu malunya kabarnya akan mengundang hyungdeul dan……aku. Aku tidak tahu, apa aku sanggup untuk menghadirinya atau tidak.

“aigoo!!!”, teriakku saat kurasakan sesuatu menghantam lenganku. Tiba-tiba aku mendengar suara gonggongan anjing.

Aku melihat seorang yeoja, dia sangat mempesona. Cantik. Sempurna. Bahkan tidak ada kata lagi untuk mendeskripsikan dirinya. Dia berjalan dengan tangan kiri yang memegang tali anjing yang dipakai anjing yang tadi menggonggong, dan tangan kanannya menggenggam tongkat? Apa dia buta?

“ah mianhae! Aku sedang bermain dengan anjingku tapi malah mengenaimu. Kupikir sudah tidak ada orang”, jelasnya. Lalu aku berdiri. Aku terpana melihatnya.

Guk guk guk.

Gonggongan anjing yang dibawa yeoja itu menyadarkanku dari pesonanya. Aku melihat matanya. Dia buta? Karena tatapannya kosong.

“ah, nan gwaenchana, aggashi”, ucapku halus sambil tersenyum. Ah, dia membuatku melupakan……Nara? Apa mungkin aku melupakannya secepat ini? Atau karena pesona gadis ini terlalu kuat untukku sehingga aku melupakan Nara?

“sekali lagi mianhae, jeongmal mianhae. Aku buta, jadi aku asal melempar saja. Ya kau tahu? Bermain dengan anjing”, ucapnya sambil tertawa. Tawanya membuatku ingin memeluknya. Tapi tunggu, dia buta? Akupun tidak yakin dia buta, sifatnya tidak seperti orang buta.

“ah, kan aku sudah bilang tidak apa-apa”, ucapku sambil tersenyum. Tiba-tiba anjing peliharaan gadis ini, mengulurkan lidahnya ke arahku bahagia. Seperti tersenyum.

“ah, sepertinya anjingku menyukaimu”, ucapnya. Bagaimana dia tahu? Dia buta, kan?

“aku sudah tahu suaranya apabila ia bertemu dengan orang baik yang dia sukai”, kata yeoja ini seakan-akan menjawab pertanyaanku.

“ah, neomu kyeopta! Siapa namanya?”, ucapku sambil mengelus kepala anjing ini, dan anjing ini malah semakin mendekatiku. Bermanja-manja padaku.

“choco”, katanya singkat sambil tersenyum kecil. “anjing ini sudah sejak SMA kupelihara, dia seperti menjadi mataku. Seakan-akan apa yang dia lihat bisa kulihat dengan mendengar suaranya. Mungkin itu sebabnya anjing dibilang sahabat manusia”, jelasnya.

“nama anjingmu seperti nama anjingnya Eunhyuk”, kataku tanpa sadar.

“Super Junior Eunhyuk? Ah ne, aku memberi nama itu juga karena terinspirasi darinya”, katanya sambil tersenyum miris. Kenapa?

“oh ya, kita belum berkenalan. Cho Kyuhyun imnida”, kataku sambil tertawa kecil. Apa dia tahu aku adalah Super Junior Kyuhyun? Saat aku ingin menjelaskan padanya, tiba-tiba aku terpikir untuk tidak memberi tahu identitasku yang sebenarnya. Aku tidak mau mengalami hal-hal seperti yang Nara lakukan padaku.

“ah, jadi, namamu siapa?”, tanyaku mengingat dia belum memberi tahu namanya.

“choneun Han Hyena imnida”, katanya sambil tersenyum. Hyena…hyena. Lebih bagus lagi apabila namanya diubah menjadi Cho Hyena, kan? Ah, apa yang kupikirkan?

Tiba-tiba dia duduk di samping tempatku berdiri. “hah, aku lelah”, katanya sambil menghela napas.

“silakan istirahat, Hyena~ssi”, jawabku sambil tertawa.

“aish, jangan panggil aku Hyena~ssi! Seperti formal sekali”, jawabnya. Ah, baguslah kalau begini aku bisa mendekatinya dengan mudah.

“ne, kalau begitu kau juga jangan memanggilku Kyuhyun~ssi”, kataku disambut anggukkan kepalanya. Aku tidak sadar kapan anjing yang dipelihara Hyena hilang.

“Choco mana?”, tanyaku pada Hyena yang sedang menatap, ah mungkin bukan menatap, badannya mengarah ke danau.

“ah ya, Choco! Choco! Kau dimana?”, tanya Hyena mulai panik.

“kau tidak melihatnya pergi kemana Kyuhyun~a?”, tanyanya, aku menggeleng. Menyadari dia tidak bisa melihat aku langsung menjawab tidak.

“ah, Choco kau dimana?”, kata Hyena sambil berdiri dan mulai berjalan mencari Choco.

“aku mau membantu mencari”, kataku menawarkan bantuan.

“ah, ne. Kamsahamnida”, katanya sambil tersenyum dan terus mencari Choco.

Kami mencari Choco kira-kira selama 30 menit. Akhirnya, kami beristirahat dulu di bangku dekat danau di bawah pohon.

“ah, dia ada dimana, Kyuhyun~a?”, katanya panik.

“tenang Hyena~ya, kita pasti bisa menemukannya”, kataku.

Aing.

Setelah mencari arah suara itu, aku menemukan Choco tertidur di bawah bangku yang kami duduki.

“ah, ini dia!”, kataku sambil menggendong Choco.

“dimana?”, tanyanya.

“ini”, kataku sambil menyerahkan anjing yang sedang tertidur itu dia pangkuan Hyena.

“hah, anjing nakal! Bagaimana kalau kau tidak bisa ditemukan?”, kata Hyena sambil mengelus puncak kepala anjing yang sedang tertidur nyenyak itu.

“kenapa malam-malam seperti ini kau malah bermain-main dengan anjingmu?”, kataku.

“aku tidak mau membuatnya berbeda dengan anjing lain. Aku mau memperlakukannya seperti anjing lain. Mengajaknya berjalan, bermain, bersenang-senang. Karena pada siang hari danau ini sangat ramai, kami tidak bisa bermain karena setiap kali kami bermain, hasilnya adalah aku selalu mengganggu orang lain. Entah itu menginjak makanan untuk piknik mereka, atau mengenai mereka seperti yang kulakukan padamu tadi”, ceritanya. Tak kusangka, walaupun matanya buta, tapi hatinya tidak sama sekali.

“tapi kan kau tidak sengaja”, kataku.

“tetap saja, itu namanya mengganggu Kyuhyun~a. Oh ya, lalu apa yang kau lakukan disini? Malam-malam seperti ini, bukankah seharusnya kau tidur seperti yang orang-orang lain lakukan?”, tanyanya.

“aniyo, bagaimana aku bisa tidur, kalau aku memiliki banyak masalah? Aku hanya menjernihkan pikiranku disini”, kataku.

“masalah apa?”, tanyanya.

Akupun menjelaskan semuanya. Dia hanya bisa mengelus pundakku saat pundakku sedikit bergetar. Aku tidak menangis, aku hanya menahan sakit hati yang masih terasa. Rasanya sangat sakit.

“ah, Kyuhyun~a, walaupun begitu kau tidak boleh terus terpuruk dalam masalahmu ,kan? Masih banyak yeoja yang bisa kau jadikan pilihan untuk kau jadikan pasangan hidup”, jelasnya saat aku menyelesaikan ceritaku.

“contohnya kau”, kataku dengan nada bercanda sambil menyenggol lengannya pelan.

“haha, tidak mungkin Kyuhyun~a. Aku buta. Mana ada namja yang mau padaku?”, katanya merendahkan diri.

“pasti ada, Hyena~ya! Setiap orang memiliki jodohnya masing-masing, kan?”, kataku.

“tidak. Tidak semua. Ah, sudah hampir pagi sepertinya, aku harus pulang Kyuhyun~a”, katanya tiba-tiba.

“mau kuantar? Tidak baik untuk seorang gadis pulang ke rumah sendiri”, tawarku.

“ah, tidak usah, Kyuhyun~a. Aku bisa pulang sendiri”, tolaknya. Aku percaya dia bisa pulang sendiri. Walaupun dia pulang pasti dia mempunyai insting rumahnya ada dimana, kan?

“tidak, kau akan kuantar. Lagipula, Choco sedang tertidur, kan? Aku bisa menemanimu, setidaknya jadi teman bicara untuk pulang ke rumah”, jawabku.

“baiklah”, katanya sambil berdiri.

Sepanjang perjalanan, kami bercerita banyak hal. Sebenarnya bukan kami, tapi dia. Aku bercerita bahwa aku hanya seorang pekerja kantoran biasa. Katanya, dia hanya gadis biasa, dia tinggal bersama ibunya dan ayahnya.

Orang tuanya sudah tahu kebiasaan anaknya pulang pagi seperti ini. Mereka mempercayakan dirinya pada Choco, “mungkin kau tidak akan percaya, tapi orang tuaku bilang seperti itu pada Choco. Aneh, bukan?”katanya. Choco masih terlelap di gendongan Hyena. Senyaman itukah tidur di gendongannya? Kami juga bertukar nomor telepon, hebat, bukan? Walaupun dia buta dia masih bisa menggunakan handphone seperti orang biasa. Handphone khusus orang buta katanya, handphone nya bisa membacakan pesan yang masuk dan hanya dengan bicara handphone itu bisa mengetik sendiri.

“akhirnya, kita sampai!”, katanya saat kami berada di sebuah rumah yang terlihat mewah.

“ah, akhirnya. Bolehkan kapan-kapan aku main ke sini?”, kataku sambil tersenyum.

“tentu saja! Kita teman sekarang, Kyuhyun~a!”, katanya.

“baiklah, aku pulang sekarang. Annyeong higaseyo!”, ucapku. Lalu aku berjalan pulang ke dorm. Ah, rasa lelahku hilang! Bahkan aku bisa melupakan Nara. Sepertinya aku sudah jatuh cinta pada Hyena pada pandangan pertama.

=^=

03:56 am. Wah, tidak terasa sudah pagi seperti ini dan aku belum tidur. Sesampainya di dorm aku langsung merebahkan diri di kasur melepas rasa kantukku.

=^=

Aku terbangun dari tidurku saat cahaya matahari masuk melalui celah-celah tirai jendela kamarku. 09:57 am. Wah, sudah pagi rupanya.

Aku langsung pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan diri. Setelah selesai, aku pergi ke ruang makan ternyata hyungdeul sedang makan. Entah kenapa, pagi ini aku sangat bersemangat. Mungkin karena Hyena masuk ke dalam mimpiku. Hahaha.

“kenapa kau tersenyum sendiri, Kyuhyun~a? Kemarin kau masih murung, dan sekarang kenapa kau malah bahagia sekali. Kau sudah gila?”, celetuk Eunhyuk hyung.

“kita tidak tahu apa yang akan terjadi, hyung”, kataku sambil duduk dan memakan masakan yang sudah tersedia di atas meja makan.

Aku bisa melihat para hyungdeul melongo melihat perubahanku pagi ini. Kau hebat Han Hyena! Dalam semalam, kau sudah bisa membuatku seperti ini!

“sepertinya uri magnae sedang jatuh cinta”, kata Donghae hyung. Aku hanya melihatnya sebentar lalu melanjutkan makanku.

To Be Continued

=^=

Muehehehe, beginilah part 2 nya. Gimana gimana? Unyu? Apa ancur? Makin ngawur? Buahaha *ngumpetdibalikheechul. Okeoke makasih udah baca dan comment dums u,u

18 thoughts on “True Destiny [part 2]

  1. author namanya banyak yg ketuker……
    tp kereeeeeeeeeennnnnnnn……….
    g nyangka hyena ternyata buta….
    ahhh lanjuuuuuuuuuuuutttttttt!!!!!!!!!!!!
    pnasaraaaaaaaaaaannnnnnn!!!!!!!!!!!

  2. yaampun kyu asian amat dimanfaatin gthu…
    tp untung skrg da penggantinya,,,
    jd penasarann
    ditunggu next part nya author ^^^

  3. waaahhh mkin seruuu..!!
    Akhirnya han hyena dtang jga. Nah, l0h, kok, hyena’nya buta sih?? Knpa? Knpa?
    Pnsraaaan,,, T_T

    aku tnggu part slnjtnya ya…
    Sm0ga mkin sruuu ‘n mkin bkin pnsaran pstnya :D
    hwaiting!!!

  4. Kok dari part 1 mpe yg 2 neh
    masih suka muncul nama NARA seh,,

    Klu gitu kesannya neh cerita nyontek,,

    Tapi tetep keren kok ^^

  5. Masih harus hati-hati sama typo, nih. Hyojin ga punya orang tua, kan? Tapi, ada kalimat “… pergi ke rumah eomma Hyojin.” itu seharusnya rumah eomma Jaehoon. Mencegah biar reader ga bingung aja. Terus nama Kwan Nara lagi-lagi muncul di akhir cerita, itu bikin reader tambah bingung lagi. Tersu usahakan juga mencegah penggandaan kata, contohnya “kau mau benar-benar mau menikah denganku, kan?”.
    Pokonya jalan ceritanya gaada masalah, pengemasan ide ceritanya juga oke. Tapi, yaaaaa… itu. Typo-nya mesti dikurangin :D

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s