Lend Me Your Heart [part 6/END]

Title : Lend Me Your Heart (part 6 of 6)

Author : @gyumontic

Cast : Cho Kyuhyun , Kim Junsu, Song Hyejin (OC)

Support Cast : Choi Siwon, Kang Hamun (OC)

Genre : G – Romance

Annyeoooooong!! @gyumontic kembali lagi.. Last Part.. Semoga suka ya.. Btw, FF ini sudah pernah di publish di blog ff pribadiku http://admirefanfiction.wordpress.com . VISIT yaaaa :) kamsahamnida…

 

Hope you enjoy :)

 

Hyejin sedang bernyanyi bersama anak-anak penderita sakit jantung yang dirawat di RS milik keluarga Cho saat Kyuhyun datang menghampirinya dengan riang. “Adik-adik, dokter pinjem tante Hyejin-nya sebentar ya,” ijin Kyuhyun kepada para pasiennya.

“Ne, dokter,” sahut anak-anak itu dengan ceria. Kyuhyun pun segera menarik Hyejin menuju sebuah taman. Mereka bicara sambil bergandengan menyusuri taman. “Hyaa! Jangan panggil aku tante! Aku ini masih muda tahu! Kalau aku tante berarti kau om-om. Om-om senang,” protes Hyejin. Kyuhyun pun hanya tertawa terbahak-bahak.

“Apa kau suka dengan pekerjaan barumu? Anak-anak itu tampaknya suka denganmu,” tanya Kyuhyun, mengenai pekerjaan yang baru saja ia berikan untuk Hyejin : penghibur orang sakit.

Hyejin memainkan bibir dan keningnya seolah ia berpikir. “Sebenarnya, aku lebih suka kerja di kantor tapi melihat kerjanya yang berat dan gaji yang tak seberapa aku jadi berpikir kembali. Di sini, aku hanya bekerja beberapa jam, cuap-cuap, nyanyi-nyanyi, ngobrol sana-sini, senang-senang, bisa dapat mobil dan rumah gratis. Menyenangkan,” jawab Hyejin.

Kyuhyun lalu mendorong kepala Hyejin pelan dengan jarinya. “Matre. Kau itu cinta aku atau hartaku sih?”

“Keduanya. Kalau aku mau mendapatkan hartamu, aku harus mendapatkanmu dulu.” Kyuhyun mengernyitkan keningnya. Hyejin lalu menyengir memamerkan deretan giginya yang putih dan rapi. “Bercanda. Aku mencintai Cho Kyuhyun, mau dia punya aset triliunan ataupun tidak sama sekali.”

“Yakin?”

Hyejin mengangguk dengan mantap lalu melingkarkan kedua tangannya di pinggang Kyuhyun. Mereka saling berhadapan tanpa jarak sekarang. “Jadi berita apa yang mau kau sampaikan padaku? Hmm?”

“Pertama, kau dinyatakan tidak bersalah. Siwon berhasil menemukan pelaku sebenarnya, Jessica. Kantor-mu dulu sudah mencabut tuntutannya.”

“Apa kantor meminta aku bekerja kembali?”

“Tampaknya tidak. Kalaupun iya, aku akan menolaknya.”

Hyejin tampak kecewa tapi ia buru-buru menghapus wajah itu. “Lalu yang kedua?” tanya Hyejin.

“Junsu hyung sudah berada di Geongju bersama kekasihnya. Sesuai janjiku, aku mengangkatnya jadi kepala RS.”

Hyejin melongo kaget mendengar berita yang terakhir. “Mwoo? Junsu oppa sudah punya pacar tapi tidak bilang padaku? Parahnya, dia bilang padamu?! Berani sekali dia! Lihat nanti aku akan mengomelinya habis-habisan! Huh! Siapa pacarnya?”

Kyuhyun hanya bisa menggeleng melihat gadis-nya menjadi hiperaktif begitu mendengar Junsu memiliki kekasih. “Pacarnya seorang dokter juga di RS yang sama. Namanya Son Ye Jin. Suatu saat juga kau akan tahu,” kata Kyuhyun.

Hyejin lalu melepaskan tangannya dari tubuh Kyuhyun dan pamit kembali menemui anak-anak yang tadi bersamanya. “Anak-anak itu pasti merindukanku. Sampai jumpa, dokter Cho -ku yang tampan. Jangan nakal yaaa.”

Sambil tertawa terkekeh, Hyejin berjalan meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun menyusul Hyejin dan kembali menarik Hyejin. “Aku lebih merindukan kau dibanding mereka.”

Pletak. Sebuah jitakan ringan penuh kasih sayang mendarat sukses di kepala Kyuhyun membuat Kyuhyun memonyongkan bibirnya tanda ia ngambek, meskipun hanya pura-pura. “Kau ini sudah tua kok gak ada ngalahnya sama anak-anak sih? Setiap hari juga kita kan ketemu.”

“Iya, cerewet. Dasar berisik.” Kyuhyun lalu memeluk Hyejin dengan erat. “Sebentar saja,” pinta Kyuhyun.

Hyejin tersenyum bahagia. Ia membalas pelukan Kyuhyun yang semakin erat.

“Apa kau sudah membuat jawaban atas lamaranku?” bisik Kyuhyun tiba-tiba membuat Hyejin nyaris jatuh saking kagetnya.

“Be..belum. Berikan aku waktu sebentar lagi,” jawab Hyejin gugup, karena sesungguhnya ia sudah mempunyai jawaban yang tidak bisa ia sampaikan.

Kyuhyun mengelus punggung Hyejin dengan lembut dan kembali berbisik, “Aku akan menunggu, tenang saja.”

Hyejin hanya bisa mengangguk dalam pelukan Kyuhyun. Pikirannya melanglang buana ke waktu seminggu yang lalu.

 

.flashback.

Hyejin sedang duduk menonton di kamarnya saat Kyuhyun tiba-tiba menghambur masuk sambil menyodorkan sebuah cincin berlian ke hadapan Hyejin. “Menikahlah denganku,” ucap Kyuhyun tanpa basa-basi ataupun romantisme seperti bunga atau makan malam. Semua serba to the point.

Meskipun begitu, Hyejin merupakan salah satu gadis yang paling bahagia malam itu. Kyuhyun, pria yang sangat ia cintai, mengajaknya menikah. Siapa yang sanggup menolak? Kalau saja saat ini statusnya bukanlah pengangguran.

Hyejin tersenyum memandang Kyuhyun lalu mengambil cincin itu. “Boleh aku memikirkannya?” tanya Hyejin takut-takut.

“Tentu saja asal tidak membuatku sampai jadi perjaka tua.”

Sejak saat itu, Hyejin memikirkan jawaban yang tepat untuk Kyu. Ia mau menikah dengan Kyu asal ia sudah mendapatkan pekerjaan tetap tapi Hyejin tidak tahu bagaimana menjelaskannya pada Kyuhyun. Alhasil, sampai saat ini tidak ada keputusan.

.flashback end.

 

Sedikit salah tingkah, Hyejin melepaskan diri dan berlari ke tempat anak-anak yang tadi ia tinggalkan. Jantungnya berdegup kencang memikirkan lamaran Kyuhyun. Ia ingin sekali menjadi nyonya Cho tapi tidak sekarang.

 

 

Begitu pulang ke rumah, Kyuhyun menuju salah satu kamar yang sedang ditempati sepupunya, Kang Hamun. Tanpa permisi, Kyuhyun langsung masuk ke dalam kamar.

“Hamun, aku butuh bantuanmu. Jebaaaal,” ucap Kyuhyun memohon kepada Hamun.

“Bantuan apalagi? Pasti gak jauh-jauh dari onni yang menempati kamar di sebelah kamarmu kan alias Hyejin?” sahut Hamun yang sudah hafal tabiat kakak sepupunya itu.

Kyuhyun pun menyengir kuda tanda setuju. “Aku mohon bujuk dia agar mau menikah denganku. Yaa?” pinta Kyuhyun nyaris memelas.

“Demi apa dia belum menjawab lamaranmu?!” seru Hamun nyaris meruntuhkan seluruh rumah.

Kyuhyun hanya tersenyum. “Karena itu, kau kan sudah dekat dengannya jadi tolong bicara dengannya agar menerima lamaranku. Ya, Hamun ya? I’m begging you.”

Hamun tentu saja akan membantu meski Kyuhyun tidak memohon sampai seperti itu tapi sikap cuek dan santai Hamun kadang sering membuat orang khawatir tidak ditepati.

“Baiklah, aku akan bicara dengan onni besok.”

“Jangan besok! Malam ini juga.”

Mata Hamun membesar, mencoba meminta penjelasan Kyuhyun tapi ia sudah keburu ditarik dan dijebloskan ke kamar Hyejin oleh Kyuhyun.

“Annyeong, unni,” sapa Hamun sambil mendekati Hyejin yang sedang membaca novel di meja kerjanya.

“Hamun, kenapa belum tidur? Sudah malam loh,” sahut Hyejin hangat.

“Aku belum ngantuk, unni. Makanya aku main ke kamar unni. Unni sedang baca apa sih?” tanya Hamun basa-basi. Matanya mengintip judul novel yang sedang dibaca Hyejin : Marriage in middle 20s. Hamun tersenyum. Matanya lalu menyisir seluruh ruangan. Banyak foto keluarga Hyejin terpajang di sana-sini. Lalu ada lemari besar yang hanya berisi 1/3 barang-barang Hyejin. “Mana benda mungil itu?” batin Hamun sambil mencari kotak cincin lamaran Kyuhyun yang tak kunjung ia temukan. Hamun menyerah.

“Unni, kapan kau akan menikah dengan Oppa? Aku ingin segera punya keponakan,” kata Hamun to the point membuat Hyejin terkejut.

“Pasti Kyuhyun yang menyuruhmu ya?”

Sekedar informasi, Kyuhyun berada di luar kamar untuk menguping pembicaraan ini dan sekarang dengan sangat menyesal ia harus menepuk jidatnya karena Hyejin sudah mengetahui kedoknya. Kyuhyun kembali mencuri dengar.

“Aku hanya belum siap, Hamun. Selama ini aku selalu merepotkan Kyu. Aku tidak mau jadi istri yang merepotkan, yang hanya diam di rumah, merengek ini-itu. Aku ingin jadi istri yang tidak tergantung pada suami.”

Untuk kesekian kalinya, Kyuhyun merasa kecewa. Ia merasa Hyejin tidak mempercayai dirinya untuk bertanggung jawab sepenuhnya. Tidak ada yang lebih buruk dibanding tidak dipercaya orang.

Kyuhyun menjatuhkan diri di atas tempat tidurnya dan bergerak-gerak gelisah sampai akhirnya ia tertidur dengan sendirinya.

 

 

Hyejin menelepon Junsu karena ia sangat merindukan sahabatnya itu. “Oppa, bagaimana di Geongju? Nyaman? Kata Kyuhyun, kau sudah punya pacar? Kenapa tidak bilang padaku?”

Junsu terdengar tertawa-tawa. “Aigoo Jinni, banyak sekali pertanyaanmu. Aku jawab satu-satu ya. Geongju sangat nyaman, kau harus berkunjung kesini. Iya, pacarku namanya Ye Jin. Dia baik sepertimu dan pintar. Nanti aku kenalkan kau padanya. Kau sendiri kapan akan menikah dengan Kyu?”

“Hyaaa Oppa! Kenapa kau malah bertanya masalah itu? Aku belum memikirkannya.”

“Serius?! Kami pikir kalian akan segera menikah. Di sini kabar itu sudah heboh sekali loh!”

Hyejin menghela nafas berat lalu menceritakan segala duduk permasalahannya. Junsu menanggapinya dengan bijak. “Kau tahu kadang rejeki itu datang ketika kau justru menikah. Pekerjaan paling mulia di dunia ini adalah menjadi seorang istri dan ibu. Kau tidak perlu khawatir. Kyuhyun pasti akan menjagamu dengan baik.”

“Bagaimana oppa bisa begitu yakin?”

Junsu pun mulai menjelaskan alasannya yang didengar seksama oleh Hyejin. Perlahan, Hyejin mengeluarkan kotak kecil dari bawah bantalnya lalu mengambil cincin yang ada di dalamnya dan menyematkannya di jari manisnya. Terasa cincin itu mengalirkan rasa tenang sampai ke pembuluh darahnya. Tidak mengerikan seperti bayangan Hyejin.

“Gomawo, oppa,” ucap Hyejin sebelum memutus koneksi handphone-nya.

Hyejin memandangi cincin yang sekarang sudah duduk dengan indah di jarinya. “Harusnya aku mencobanya dari dulu,” gumam Hyejin sedikit menyesal dan merasa bersalah.

 

 

Hyejin beranjak ke kamar Kyuhyun sambil membawa nampan berisi pie anggur, susu coklat dan kotak cincin yang sudah kosong. Hyejin ingin memberitahukan keputusannya dengan cara yang sulit.

“Selamat pagi, Tuan Cho! Sarapan sudah datang,” seru Hyejin yang hanya dibalas erangan dari Kyuhyun. Hyejin lalu membuka jendela sehingga sinar matahari dan angin segar bisa masuk ke dalam kamar.

“Hei, tuan muda. Ayo bangun. Jangan malas-malasan,” seru hyejin lagi sambil menarik Kyuhyun sampai terbangun.

“Kenapa kau bangunkan aku pagi-pagi sekali. Ini kan hari minggu,” protes Kyuhyun.

“Lalu kalau hari minggu kau boleh malas-malasan? Enak saja. Ayo makan sarapanmu,” ujar Hyejin.

Kyuhyun lalu mengambil pie-nya dan dengan jelas ia melihat kotak cincin lamarannya berada tepat di samping susu coklatnya. Dengan sumringah, Kyuhyun mencari cincin itu di jari Hyejin tapi tidak ia temukan. Dengan kecewa, Kyuhyun menghabiskan sarapannya lalu kembali tidur. Kotak itu tidak digubrisnya.

“Hyaaa cho kyuhyun! Kenapa kau tidur lagi? Hyaa!” seru Hyejin dan dengan susah payah menarik tubuh Kyuhyun.

“Kyu, ayo bangun,” bujuk Hyejin. Hyejin bahkan sudah duduk di atas perut Kyu dan memberikan kecupan tapi Kyuhyun masih enggan bangun.

“Minggir. Kau berat,” ucap Kyu sambil menggeser tubuh Hyejin dari tubuhnya.

“Haish. Kau jahat sekali,” ucap Hyejin masih tidak mengerti.

“Lebih jahat mana dengan dirimu? Kalau mau menolakku, seharusnya kau bilang baik-baik bukan menaruh cincin itu beserta kotaknya di sarapan pagiku. Aku jadi kehilangan moodku tahu!” sahut Kyuhyun.

Hyejin tersenyum jahil. Ia tahu penyebab Kyuhyun ngambek sekarang. Itu berarti Kyuhyun sudah terperangkap dalam rencananya, tinggal menyelesaikannya dengan mulus.

Hyejin sengaja menggulung rambutnya sampai atas dan memakai kaus berleher V agar cincin pemberian Kyuhyun yang ia jadikan kalung tidak terlalu sulit untuk dilihat.

Hyejin lalu duduk di pinggir tempat tidur yang berhadapan dengan Kyuhyun. “Tadi aku menelepon Junsu oppa. Katanya Geongju sangat nyaman. Aku jadi ingin ke sana,” kata Hyejin sambil mengelus rambut Kyuhyun dengan tangannya.

“Pergilah,” sahut Kyuhyun lalu membalikkan tubuhnya membelakangi Hyejin.

Hyejin menarik Kyuhyun akan kembali menghadapnya dan dengan sengaja mencondongkan badannya ke wajah Kyuhyun.

“Percuma. Aku tidak akan tergoda meski harus kuakui, kau sangat seksi pagi ini,” kata Kyuhyun sok tidak peduli. Padahal kini kepalanya sudah bertengger di paha Hyejin dan tangan kanannya merangkul pinggang Hyejin. Hyejin hanya tersenyum geli melihatnya.

“Apa kau benar-benar tak mau menikah denganku, Hye? Apa yang kau rasa kurang dariku? Apa kau tidak percaya padaku?” Kyuhyun terus bertanya-tanya membuat Hyejin geli sekaligus kasihan.

Tanpa banyak bicara, Hyejin menuntun tangan Kyuhyun untuk meraba cincin yang sedikit tersembunyi di balik kausnya.

“A…apa ini? Kk…kau mau apa?” tanya Kyuhyun gugup.

Hyejin tersenyum. “Itu cincinmu. Aku menerimamu. Aku sengaja memasangnya di kalung agar kau sedikit cemas. Maaf, sudah mengerjaimu.”

Kyuhyun mengeluarkan cincin itu perlahan dari balik kaus Hyejin. Senyum bahagia dan kelegaan terpancar jelas di wajah Kyuhyun begitu melihat cincin itu. “Kau benar-benar jahat. Tega menyiksaku sampai seperti ini,” gumam Kyuhyun yang masih memperhatikan cincinnya yang tergantung di leher Hyejin. “Aku bersumpah akan menghukummu.”

Hyejin lalu mencium Kyuhyun dengan tulus dan lembut tanpa ada beban tertentu. “My pleasure,” bisik Hyejin, membuat Kyuhyun menjadi gila dan kehilangan kontrol atas dirinya.

Kyuhyun dengan tegas memojokkan Hyejin dan mengunci calon istrinya itu di bawah tubuhnya. Ditatapnya Hyejin dan disusurinya seluruh permukaan kulit tubuh Hyejin dengan jari-jarinya tanpa ada yang terlewat. Hyejin hanya tersipu malu sekaligus merinding geli menerima sentuhan-sentuhan Kyuhyun. Padahal, di dalam tubuhnya ada sesuatu yang siap meledak.

 

 

“Hyaaa! Kyu!” seru Hyejin sambil berlari-lari masuk ke ruangan Kyuhyun dengan sebuah amplop di tangannya.

“Ada apa? Kau hamil?” sahut Kyuhyun.

“Bukan. Iih. Tidak semudah itu menghamiliku. Ini ada undangan pernikahan Junsu oppa dan Yejin,” kata Hyejin lalu membuka undangan itu. “Omo! Yejin cantik sekali! Junsu oppa juga tampan. Mereka memang serasi! Aku tidak sabar menghadiri pernikahan mereka. Hihihi.”

Kyuhyun menangkap wajah gembira Hyejin. Ia juga senang akhirnya Junsu menikah. Tentu saja, mereka akan menghadiri pernikahan itu.

“Tanggal berapa?” tanya Kyuhyun.

“20 Desember,” jawab Hyejin.

“Maksudku hari ini tanggal berapa?”

“2.”

Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya lalu mengunci pintu ruangannya. Matanya memandang Hyejin dalam penuh arti. “Seingatku saat ini adalah masa suburmu. Tidak ada salahnya jika kita coba lagi kan?”

Kyuhyun menggendong Hyejin menuju ruang rawat khusus. Hyejin tersipu malu dibuat Kyuhyun. Wajahnya merona merah.

“Kyu, ini RS,” ucap Hyejin malu-malu. Ia ingin menghindar tapi juga menginginkan Kyuhyun.

“Aku tak peduli. Ini RS-ku jadi suka-suka aku. Kau ikuti saja.”

Hyejin tertawa melihat suaminya yang keras kepala dan pantang menyerah. Meskipun sudah ratusan kali Hyejin menyapu wajah Kyuhyun dengan matanya tapi tidak pernah ada kata bosan menghampirinya. Yang ada, semakin lama ia semakin mencintai Kyuhyun. Seluruh tubuhnya tidak lagi bisa tanpa Kyuhyun, seolah Kyu sudah menjadi candu dirinya. Kyuhyun adalah hidupnya, nyawa Hyejin. Kehilangan Kyuhyun berarti kehilangan nyawa bagi Hyejin.

 

.the end.

11 thoughts on “Lend Me Your Heart [part 6/END]

  1. yg nerima lamaran kyk di princess hours wkt cha gyeong ngalungin cincin pangeran shin deh,, tp disini adegan ranjang y, aigooo~ itu critanya pas junsu mw nikah, kyu-hyejin udh nikah y?
    bikin side story dong thor *puppy eyes*

  2. wewwww,,, ga bisa di ungkapin dgn kata2,, suuukkkaaaaaaa banget dech ma endingnya,,,, brasa diri ku yang jadi hyejin,,*ngarep*..
    DAEBAK-lah pokoknya,,,,^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s