True Destiny [part 1]

Author                  : ChoiHanChul

Main Cast            : Cho Kyuhyun (Super Junior)

Han Hyena

Kim Hyojin

Support Case     : Kim Jaehoon

Other Member Super Junior

Rating                   : 13+

Genre                   : Romance

Warning               : 1 part ini penuh dengan flashback. Banyak typo sepertinyah._.v

PS                           : Kalo merasa adegannya atau kata-katanya rada mirip sama ff di KyuNa Territory wajarin ya, langganan baca disitu authornya. Tapi ga copy kok, cuma MIRIP. Dan ngomong2 aku…..KyuNa shipper :3 aku juga mencontoh panggilan sayang (author muntah) dari cerita KyuNara-_- sering baca disitu juga, terus ga dapet inspirasi panggilan apa lagi wakakak. Oke happy reading~

Kyuhyun’s POV

Aku sedang berdiri di tepi danau di malam yang sepi ini. Menatap bintang yang bertebaran malam ini. Seakan-akan ingin memperhatikan kegalauan yang sedang ku alami. Sepi. Satu kata itu sangat cocok dengan hatiku saat ini.

Tiba-tiba sebuah bintang jatuh. Aku langsung berharap “aku ingin menemukan seseorang yang bisa membuatku lupa dengannya”. Aku sudah bosan dengan semua ini. Kesibukkan yang tidak pernah berhenti menghampiriku seakan-akan tidak tahu bahwa tubuhku ini sudah lelah, hatiku yang sedang sakit.

Kenapa semua orang tidak pernah memperhatikanku? Sparkyu pun hanya bisa memanggil-manggil namaku, memuji-muji diriku. Bukannya aku tidak bersyukur dengan semua ini, aku bersyukur, sangat bersyukur. Tapi aku bosan dengan semua ini. Bosan dengan kehidupanku yang seperti ini. Dan karena kehidupanku ini dia…………………dia pergi menyakitiku. Dia memanfaatkanku. Karena semua ini! Entah kenapa setiap kali mendengar SparKyu memanggil namaku atau memuji-muji diriku, aku ingin sekali menyumpal mulut mereka satu per satu agar mereka diam.

Tidak terasa sudah 2 jam aku termenung disini. Aku melirik jam tanganku, 02:17 am. Sebaiknya aku kembali ke dorm. Sepertinya aku bisa kembali beberapa jam lagi. Aku ingin mengingat kembali saat bersamanya. Aku masih ingat. Sangat ingat. Sampai dia meninggalkanku pun aku masih ingat.

Hyojin’s POV

Aku sangat bahagia. Aku sangat bahagia hidup seperti ini. Aku bahagia bersamanya.

Saat ini, aku memakai gaun dan dia memakai tuxedo. Foto pre wedding, kami sedang melakukan itu. Setelah beberapa tahap usaha kami untuk bersama, dan akhirnya kami sampai tahap akhir.

Tapi…….semua ini karena dia. Kalau bukan karena dia mungkin aku tak akan bertemu dengan orang yang kucintai ini. Kalau bukan karena dia, mungkin aku dan orang yang kucintai ini tidak akan mendapatkan restu.

Tapi aku tahu ini membuatnya sakit. Aku tahu aku jahat. Aku tak akan pernah melupakannya. Aku masih mengingat setiap detik bersamanya. Sampai….dia tersakiti karena aku.

=^=

Flashback~ 3 bulan yang lalu

Kyuhyun’s POV

Aku sedang berjalan dengan riangnya. Karena ada wanita ini di sampingku, Kim Hyojin. Yeojachingu ku selama 2 tahun 364 hari 23 jam 47 menit ini. Tak terasa 13 menit lagi adalah hari dimana aku dan Nara tepat 3 tahun bersama.

Tidak terasa selama 3 tahun ini, kami menjadi seseorang. Seseorang yang lebih berarti dari sebelumnya. 3 tahun yang lalu aku hanya namja yang di otakku hanya ada game saja. Tapi 3 tahun belakangan, ada seseorang yang merebut sebagian posisi untuk game di otakku, yaitu Kim Hyojin.

3 tahun yang lalu aku masih mahasiswa biasa yang tanpa sengaja bertemu dengan seorang anak SMA. Walaupun pertemuan pertama kami buruk, tapi semenjak itulah kami terus bertemu secara tidak sengaja dan…… jatuh cinta. Aku bertemu dengannya karena kebetulan kami mengikuti audisi untuk menjadi trainee di SM entertainment. Tapi, sayangnya dia tidak lolos dan aku lolos. Padahal menurutku dia mempunyai bakat yang luar biasa.

Kim Hyojin, yeoja yang terlahir dari keluarga yang berkecukupan ini, setelah 2 tahun aku debut bersama Super Junior menerima pernyataan cintaku. Aku sudah berkali-kali menyatakan cinta padanya sebelum itu. Tapi aku merasa ada yang janggal dengan hubungan ini. Aku tidak tahu kenapa, aku hanya merasa bahwa Hyojin tidak mencintaiku.

Terkadang aku bertanya-tanya apakah dia menerimaku hanya agar aku tidak mengganggunya lagi? Agar aku tidak berulang-ulang menyatakan cintanya padaku. Atau, karena dia kasihan padaku? Aku tak bisa hidup tanpanya, karena semenjak aku bertemu dengannya, aku tak bisa melihat yeoja lain. Di mataku hanya ada dia. Seakan-akan hatiku sudah diambil olehnya.

Walaupun bagaimanapun aku tetap bertahan. Dia yeoja yang menarik, kami sering bertengkar karena hal-hal kecil, seperti saat bermain game. Itulah salah satu daya tariknnya dia seorang gamer. Jarang sekali wanita menjadi seorang gamer. Aku juga suka panggilan darinya untukku “Cho Kyuhyun yang Tampan”. Mungkin menurut sebagian dari kalian itu menggelikan, tapi menurutku 1 kalimat yang lumayan panjang untuk sebuah panggilan itu berarti spesial. Aku merasa itu berarti bahwa dia hanya akan melihatku saja, walaupun menurutku sifatnya menunjukkan dia tidak mencintaiku.

“hei, Cho Kyuhyun yang tampan! Mau sampai kapan kau melamun? Ini sudah 30 menit kau melamun! Kau mau membiarkanku membatu?” teriak Hyojin membangunkanku dari lamunanku.

Tunggu! 30 menit? Itu berarti sekarang sudah 3 tahun kami bersama! Secara reflek aku langsung memeluknya. Pertamanya, aku merasakan tubuhnya menegang merasakan pelukanku tapi beberapa menit kemudian dia mulai memukul kepalaku.

“yak, Cho Kyuhyun! Lepaskan aku! Kau pikir aku apa seenaknya kau peluk-peluk, hah?” teriaknya, tapi aku tetap tidak melepaskan pelukanku. “lepaskan, Cho Kyuhyun!”

“tidak bisakah kau diam, Kim Hyojin sayang?” seruku, “Kim Hyojin sayang” adalah panggilan untuknya dariku. “kita sudah 3 tahun bersama! Biarkanlah saat-saat seperti ini ada, walaupun hanya sekali seumur hidup” aku tak percaya aku bisa mengucapkan hal itu. Mau dikemanakan mukaku? Mau dikemanakan harga diriku?

“ada apa denganmu? Kau sakit, hah? Kenapa kau jadi penggombal seperti ini? Kau tahu ini adalah hal yang paling menjijikan selama kita berpacaran! Jadi, lepaskan aku!!!! Aku….tak…bisa..ber…napas!” serunya, akupun melepaskannya karena mendengarnya kesulitan bernapas.

Aku memasang senyuman evil ku padanya. “yak! Bilang saja kau tidak bisa bernapas karena baru pertama kali kupeluk Kim Hyojin sayang!” aku tertawa sambil berjalan meninggalkannya.

 

Hyojin’s POV

Dia pergi meninggalkanku, setelah mengatakan hal itu. Seandainya itu bisa kujadikan alasan, Cho Kyuhyun. Betapa jahatnya aku telah menyakitinya secara tidak langsung seperti ini. Sebenarnya, aku ingin mencintaimu Cho Kyuhyun, mencintaimu seperti kau mencintaiku. Tapi hatiku tidak bisa menerimamu. Aku hanya terbiasa dengan kehadiranmu.

Aku pun tersadar dari lamunanku dan menyadari dia telah berjarak 50 meter dan hampir menghilang di keramaian kalau aku tidak mengejarnya. Aku ingin berteriak “Cho Kyuhyun berhenti!”. Tapi aku cepat sadar bagaimana respons orang-orang, seorang Super Junior Kyuhyun berkeliaran di dekat mereka. Hah, aku masih punya hati. Tahan Kwan Nara.

Walaupun aku bertahan dengannya dengan status dia sebagai Super Junior Kyuhyun, aku tidak merasakan apapun. Hubungan kami juga disembunyikan dari publik. Aku tahu aku bisa mati bila sparkyu tahu aku adalah yeojachingu seorang Cho Kyuhyun. Aku tahu sparKYU bisa mencintai Kyuhyun dengan baik daripada aku. Aku hanya bisa menyakitinya.

Aku berjalan sambil melamun. “AAWWW!!” ucap seseorang saat aku merasakan aku menabrak seseorang.

Aku langsung cepat-cepat membungkuk dan minta maaf, “ah, mianhae! Jeongmal mianhae! Aku melamun” kataku.

Baru kusadari ternyata yang aku tabrak adalah seorang namja. Dan namja itu…..ah tidak…. dia sangat tampan. Mulutku hanya bisa terbuka memandangnya.

“ah, tidak aku juga yang salah aku berlari di jalan yang ramai seperti ini! Aku yang harusnya meminta maaf” katanya berulang-ulang sambil membungkuk. Aku hanya bisa terpana melihatnya.

Hatiku sedikit tergelitik saat dia juga terpana saat melihatku. Atau hanya perasaanku saja? Aku yakin wajahku sudah memerah melebihi kepiting rebus!!! Karena aku tidak mau memberikan kenangan yang buruk dengan memperlihatkan wajahku dengan mulut menganga ini pada pandangan pertama, aku buru-buru menguasai diriku kembali. Aku pun memberikan senyum termanisku padanya.

“mianhae agassi, jeongmal mianhae!” katanya  lagi.

Dengan senyum yang masih terpampang di wajahku aku berkata “ah tidak ini salahku”, kami terus seperti ini kira-kira selama 5 menit.

Akhirnya, dia mengakhiri dengan berkata “ah sudahlah, kita tidak bisa begini terus. Lebih baik kita berkenalan. Perkenalkan namaku Kim Jaehoon”, katanya sambil tersenyum dan memberikan tangannya untuk bersalaman.

Dengan cepat aku menyambut tangannya untuk bersalaman, “Kim Hyojin imnida”.

“nama yang bagus! Oh ya, maaf aku menabrakmu tadi”, aku hampir menyela, tetapi dia sudah melanjutkan penjelasannya lebih dulu, “aku tadi berlari karena aku sedang dikejar eomma ku, dia mau memaksaku untuk menikah dengan anak temannya. Katanya sih, karena aku tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun”, jelasnya panjang lebar. Aku hanya bisa diam memperhatikan matanya yang ternyata sangat indah.

“keluargaku adalah keluarga miskin, jadi eomma ku mau aku menikah dengan orang kaya, ya kau tahu sifat ibu-ibu itu”, katanya, aku sedikit kecewa karena mendapat fakta bisa-bisa aku tidak direstui ibunya karena keluargaku hanya sedikit di atas mereka mungkin? Apa yang kau pikirkan Hyojin? Kau sudah memiliki Kyuhyun.

“oh iya, aku mengerti”, kataku sambil terkekeh kecil.

“kalau kau?”, katanya. Aku menatapnya bingung. Apakah aku harus bilang bahwa aku sudah punya namjachingu? Tapi kalau dia bertanya siapa, aku tak mungkin berkata bahwa Kyuhyun namjachingu-ku, kan?

“hah? Aku hanya melamun. Aku tidak sedang apa-apa. Aku juga tidak tahu aku mau kemana”, kataku. Kata-kata itu tiba-tiba saja meluncur dari mulutku ini.

“kalau begitu, ayo kita ke taman!”, ajaknya. Aku terkaget, “hah, benar! Maaf aku sok dekat denganmu begini. Aku hanya ingin mencari teman baru. Menurutku, kau menarik”, katanya. Aku hanya tersenyum kecil melihatnya.

“baiklah! Kita berteman sekarang!”, ujarku, disambut senyuman cemerlang di wajahnya.

“yak! Kita berteman sekarang!”, katanya, sambil mengangkat tangan yang dikepalnya. Kami pun tertawa bersama.

=^=

3 minggu kemudian…..

Sudah 3 minggu terakhir, aku dan Jaehoon menjadi teman. 3 minggu ini pula, aku selalu pergi dengannya. Dan 3 minggu ini pula, aku…………………….melupakan Kyuhyun.

Drrt drrt drrt.

Cho Kyuhyun calling….

“yeoboseyo”, ucapku.

“yak, Kim Hyojin! Kemana saja kau akhir-akhir ini? Setiap aku menelponmu kau tak mengangkatnya!”, teriaknya. Aku menjauhkan handphone ku dari telingaku. Teriakannya bisa menyebabkan telinga tuli permanen.

“apa yang kau lakukan? Kau mau membuat telingaku tidak berfungsi lagi?”, ucapku. Mood ku langsung hancur berantakkan karena menjawab teleponnya. Aku menyesal menjawabnya.

“aku tidak mau tahu. Kita harus bertemu! SEKARANG JUGA!”, ucapnya penuh tekanan di setiap katanya.

“shireo! Di luar dingin, kau tahu?”, ucapku agak kasar.

“kau keluar atau aku yang datang ke rumahmu?”, ucapnya. Aku mulai pusing dibuatnya. Tiba-tiba handphone ku mati.

Batery Empty….

Ah, saved by the phone, right? Tunggu, apa yang akan dilakukan Kyuhyun nanti? Apa dia akan datang ke rumahku? Aku tak peduli, yang penting aku mau tidur.

=^=

Keesokkan harinya….

Jam menunjukkan pukul 11:47 am. Aku baru ingat pukul 1 ini aku ada janji dengan Jaehoon untuk pergi ke taman hiburan.

Saat aku membuka pintu apartemenku, ada hal yang mengagetkanku. Ada Kyuhyun yang sedang tertidur di depan pintu rumahku. Sejak kapan dia ada disini? Jangan katakan dia sudah menunggu disini sejak tadi malam.

“hei, Cho Kyuhyun! Apa yang kau lakukan disini?”, teriakku. Dia mengerjap beberapa kali, lalu menggeliat dan dia……tertidur lagi??? Senyaman itukah tidur di depan pintu apartemenku?

“hei, Cho Kyuhyun ireonna! Mau sampai kapan kau disini? Kau tidak malu, hah?” teriakku lagi. Akhirnya dia terbangun.

“aish, kau ini!! Salah kau sendiri! Kenapa tadi malam kau tak membukakan pintu untukku? Lalu kenapa kau memutuskan telepon?”, apa yang dia lakukan? Baru bangun dan dia sudah memarahiku. Harusnya dia bersyukur karena aku tak menendangnya.

Baru aku akan menjawab menjawab pertanyaan-pertanyaannya, dia sudah memotong ucapanku, “tunggu kau mau kemana pagi-pagi sudah rapi?”, tubuhku menegang, kenapa aku gugup seperti ini? Kenapa tiba-tiba aku ketakutan seperti ini? Seperti orang yang ketangkap basah mau selingkuh.

Tunggu, aku tidak selingkuh! Aku hanya pergi bersama Jaehoon, temanku, “aku hanya ingin pergi bersama temanku  Memangnya tidak boleh?”, ucapku dengan suara nyaring. Tetapi sesaat kemudian, aku tesadar ini sama saja memancing perhatian orang lain untuk melihatku bersama seorang Cho Kyuhyun.

“kau mau melanjutkan perdebatan ini atau menyudahinya? Aku sedang tidak mau berdebat, Cho Kyuhyun yang Tampan! Jadi, bisakah kau kembali ke dorm mu dan melanjutkan tidurmu disana?”, ucapku dengan nada datar, sebenarnya emosiku sudah meluap-luap, tapi aku sadar ini tempat umum. Seorang Kim Hyojin harus menjaga sikap!

“yeoja macam apa kau ini? Namjachingu mu datang sejak malam sampai tertidur disini karena yeojachingu nya tidak mau membukakan pintu tapi saat dibuka kau malah mengusirku, hah?”, ucapnya dengan nada yang sangat tinggi.

Aku menarik Kyuhyun untuk masuk ke dalam apartemenku sebelum salah seorang dari penghuni apartemen disini menyadari bahwa seorang Super Junior Cho Kyuhyun sedang berkeliaran disini.

Aku baru menyadari bahwa bibirnya memutih. Pucat. Satu kata itu mewakili keadaan wajahnya saat ini. Bagaimana bisa aku baru menyadarinya sekarang?

Aku mengulurkan tanganku ke keningnya, “kau panas. Kau sakit?”, ucapku dengan nada tak berdosa.

“mungkin iya, karena aku langsung ke sini dari bandara, dan tertidur di depan pintu apartemenmu!”, katanya, nada suaranya sudah menggambarkan bahwa dia sedang marah.

“itu bukan sepenuhnya salahku! Siapa suruh kau datang ke sini tanpa kuundang malam-malam?”, ucapku, tetapi aku tiba-tiba merasa sangat bersalah saat melihat wajahnya yang lelah sedang tertidur di atas sofa dengan kepala bersandar ke sandaran sofa. Walaupun aku tidak mencintainya, aku tetap manusia yang bisa merasa bersalah, kan?

Aku membaringkan badan Kyuhyun di atas sofa dan memberinya bantal dan selimut. Aku tersenyum kecil, “Cho Kyuhyun yang Tampan, kau memang tampan! Kenapa kau mencintai seseorang yang tidak mencintaimu?” batinku sambil tersenyum kecil.

Aku memang sudah lama berniat untuk mengakhiri hubungan ini tapi aku tahu, Kyuhyun tidak akan memutuskan hubungan ini tanpa alasan yang jelas. Aku sudah pernah mencobanya, hasilnya? Gagal total! Dia marah padaku sampai jatuh sakit selama 1 bulan. Setelah dipaksa oppadeul, akhirnya aku datang ke dorm dan melihat keadaanya. Hanya melihat tapi secara tidak sengaja, aku tertidur di lantai dengan kepala bersandar ke kasur yang ditempatinya. Dan ajaibnya, keesokkan harinya dia sembuh.

Drrt drrt drrt.

From: Kim Jaehoon

kau dimana? Ini sudah jam 12:20 dan kau belum datang.

Aahh!!! Aku sampai lupa dengan janjiku dengan Jaehoon! Aku langsung berlari cepat-cepat mengambil mantel dan menulis sebuah catatan “Cho Kyuhyun yang Tampan, mianhae aku pergi. Aku sudah bilang aku mempunyai janji dengan temanku, kan? Aku tidak mungkin membatalkannya. Karena tidurmu sangat lelap aku tak berani membangunkanmu. Kim Hyojin”, aku menaruh catatan itu di meja di dekat sofa dimana Kyuhyun tertidur.

 

Kyuhyun’s POV

Dimana aku? Setelah berkali-kali megerjapkan mata, akhirnya aku sadar aku berada di rumah Hyojin. Darimana selimut ini? Apa dia yang menyelimutiku? Aku tersenyum lebar memikirkan seorang Kim Hyojin menyelimutiku. Tapi satu pertanyaan, dia ada dimana?

Saat aku mencoba untuk duduk, aku menemukan sebuah catatan di atas meja tang bertuliskan “Cho Kyuhyun yang Tampan, mianhae aku pergi. Aku sudah bilang aku mempunyai janji dengan temanku, kan? Aku tidak mungkin membatalkannya. Karena tidurmu sangat lelap aku tak berani membangunkanmu. Kim Hyojin” Apa-apaan ini? Dia meninggalkanku sedangkan dia pergi bersama temannya? Yeojachingu macam apa dia?

Drrt drrt drrt.

Park Jungsoo calling…

“yeoboseyo”, ucapku, saat telepon kuangkat.

“yak, Kyuhyun-ah! Kau ada dimana, hah? Sebentar lagi kita ada jadwal dan kau tidak pulang sejak tadi malam? Kemana saja kau?”, pertanyaannya keluar panjang lebar. Aku berpikir pada saat-saat seperti ini dia tidak pantas disebut angel. Karena saat ini, dia tidak mempunyai aura angel sama sekali.

“mianhae, hyung! Aku sedang ada di rumah Hyojin. 20 menit lagi aku akan sampai ke dorm”, jelasku dengan nada datar.

“apa? Di rumah Hyojin? Apa yang kalian lakukan disana, hah?”, teriaknya. Aish, otaknya mulai tertular otak Eunhyuk hyung.

“aish, hyung! Aku tak melakukan apa-apa! Sudahlah 20 menit lagi aku sampai di dorm!”, ucapku.

Hampir saja aku mematikan telepon tiba-tiba dari telepon ada suara teriakan, “tidak ada 20 menit! 5 menit kau harus sampai sini!”, hahh, Heechul hyung mengeluarkan suara mautnya. Setelah itu, hubungan diputus.

“aaarrggghhh!!”, teriakku sambil menggaruk kepalaku. Aku harus cepat-cepat ke dorm.

 

Hyojin’s POV

Sudah 2 jam aku di taman bermain bersama Jaehoon. Aku sangat menikmati jalan-jalan ini, salah, aku selalu menikmati apabila jalan-jalan dengannya. Apa aku jatuh cinta padanya? Tapi, ibunya menginginkan punya menantu orang kaya, sedangkan aku hanya bekerja sambilan di sebuah kafe dan gajinya hanya cukup untuk bertahan hidup selama sebulan. Orang tuaku juga sudah meninggal, aku tak punya apa-apa saat ini. Aish, apa yang kupikirkan saat ini? Menantu? Bermimpi sajalah Kim Hyojin.

“Hyojin~a!”, panggil Jaehoon tiba-tiba.

“ne?”, panggilku dengan suara yang kecil tapi aku yakin dia masih bisa mendengarnya.

“aku jatuh cinta dengan seorang gadis. eottoke?”, ucapnya. Hatiku bagaikan tersambar petir. Sakit.

“mwo? Nugu?”, ucapku dengan nada yang diusahakan tidak terdengar seperti orang yang mau menangis.

“kau”, ucapnya singkat sambil tersenyum. Aku hanya melongo melihatnya. Apa benar yang dia katakan? Atau aku yang salah dengar?

“kau bercanda?”, ucapku.

“aniyo, aku tidak bercanda. Ini sungguhan”, katanya, apa yang harus kujawab. Dia memang sudah tahu aku berpacaran dengan Kyuhyun, tapi ottoke?

“aku tahu kau sudah berpacaran dengan Cho Kyuhyun. Tapi bukankah kau tidak mencintainya?”, ucapnya dengan dahi berkerut. Memang aku sudah menceritakan SEMUANYA. Dari A sampai Z. Aku mempercayainya, jadi aku menceritakan hal ini padanya.

“kita bisa backstreet, kan? Tapi kalau kau memang tidak mau juga tidak apa-apa”, katanya sambil tersenyum.

Entah karena senyumannya atau karena ada setan di dekatku, aku menganggukkan kepala sambil tersenyum. Dia memelukku erat, erat sekali. Ya Tuhan, jantungku berdetak kencang sekali. Aku tidak pernah merasakan hal ini dengan Kyuhyun. Jadi aku bisa mengambil kesimpulan, aku, Kim Hyojin memang telah jatuh cinta pada Kim Jaehoon.

Dia melepaskan pelukannya dan berkata, “aku mau menikah denganmu”, aku kaget sekali. Kami baru ‘pacaran’ beberapa menit yang lalu dan dia sudah mau melamarku?

Aku tersenyum dan sesaat kemudian aku baru menyadari “bagaimana dengan eomma-mu? Aku bukan orang kaya, Jaehoon~ah”, dan sesaat kemudian sebuah ide muncul di otakku. Aku tahu ini bisikkan setan, tapi aku mencintai Jaehoon. “ah! Bagaimana kalau kita memanfaatkan Kyuhyun? Uangnya banyak(?)”, memang ini jahat. Sangat jahat, tapi mau bagaimana lagi? Aku terlalu mencintainya dan bukankah dengan ini hubunganku dengan Kyuhyun akan berakhir dengan mudah?

“tidakkah itu jahat? Hahaha, kau memang evil Hyojin!”, ucap Jaehoon sambil tertawa puas dan mnegacak-acak rambutku.

“dia juga jahat, tidak membiarkanku bebas. Seolah-olah aku memang sudah sah menjadi miliknya”, ucapku tanpa dosa. Ya! Aku memang jahat! Karena kau yang memulainya Cho Kyuhyun! Kenapa aku jadi jahat begini? Aku tak peduli!

 

Author’s POV

Saat Hyojin berdebat dengan pikirannya. Tiba-tiba Jaehoon mengeluarkan smirk nya. ‘aku tak menyangka aku telah jatuh cinta pada gadis sejahat ini. Padahal aku tidak bermaksud memanfaatkan Kyuhyun. Kau yang memulai Hyojin~a’ batin Jaehoon.

Sepertinya memang benar pepatah itu, everything is true in love and war. Memang benar. Sangat benar.

“kalau begitu, ayo pulang”, kata Jaehoon sambil memberikan tangannya untuk digandeng. Ternyata, yang ditanya malah melamun. Jaehoon mengibaskan tangannya tepat di depan wajah Hyojin. Hyojin pun mengerjapkan matanya beberapa kali dan tersadar dari lamunannya.

“ah ah, ada apa?”, tanya Hyojin bingung.

Jaehoon hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, “ayo kita pulang, Hyojin~a!”, ucapnya dengan nada lembut sambil tersenyum.

“oh, ayo!”, kata Hyojin sambil menggandeng tangan Jaehoon dan tersenyum.

=^=

Hyojin’s POV

Sepanjang perjalanan pulang, jantungku berdebar sangat kencang. Mungkin karena tangan Jaehoon terus mengenggam tanganku sedari tadi. Ya Tuhan, aku tak menyangka namja tampan di sampingku adalah namjachingu ku!!!

“Hyojin~a”, panggil Jaehoon dengan nada lembut.

“ne?”, jawabku sambil tersenyum. Aahhh, dia sudah membuatku seharian ini terus tersenyum! Sangat berbeda dengan Kyuhyun, dia selalu membuatku kesal. Aish, kenapa aku membandingkan Jaehoon dengan Kyuhyun? Sudah pasti Jaehoon yang terbaik. Karena aku mencintainya.

“apa yang mau kita lakukan terhadap Kyuhyun?”, tanyanya. Pertanyaannya itu sontak membuat tubuhku menegang. Benar, apa yang akan kami lakukan? Itu terdengar jahat. Sudahlah biar saja, aku tak peduli.

“ya, memanfaatkan uangnya. (-_-) Memang itu tujuan kita, kan?”, jawabku santai dan merebahkan kepalaku ke bahunya.

“ya, aku tahu. Uangnya itu akan kita lakukan untuk menyenangkan hati eomma ku, kan?”, aku mengangguk dan mengerutkan dahi, “lalu, kita akan melakukan apa dengan uangnya? Kalau eomma ku tahu bahwa kamu tidak kaya bagaimana?”, tanyanya panjang lebar.

Aku menghembuskan napasnya, “ah, benar!”, aku berpikir dan hasilnya adalah, “kita akan membelikan eomma mu baju atau perhiasan? Apapun yang disukainya!”, jelasku.

“lalu, kalau eomma tahu semuanya, eottoke?”, tanya Jaehoon.

Aku berpikir lagi, “bagaimana kalau kita memanfaatkan Kyuhyun sambil bekerja? Kita akan mencari pekerjaan yang menghasilkan gaji yang besar. Walaupun aku berkecukupan aku masih mempunyai bakat di bidang design grafis dan aku sempat kuliah beberapa tahun”, jelasku. Setidaknya itu tidak jahat, kan? Aku dan Jaehoon masih berusaha walaupun memanfaatkan Kyuhyun.

“ah benar. Aku bisa bekerja sebagai pekerja di perusahaan kontruksi dan design interior itu”, katanya sambil menjentikkan jari, “aku juga pernah kuliah sampai menjadi sarjana walaupun memakai beasiswa. Setidaknya, pasti aku bisa diterima, ya kan?”, ucapnya.

Aku hanya mengangguk sambil tersenyum dan menatap wajahnya.

“kau memang pintar, Hyojin~a!”, kata Jaehoon sambil mengacak-acak rambutku. Lalu, kami tertawa bersama.

=^=

Beberapa minggu kemudian…

Kyuhyun’s POV

Sudah beberapa minggu terakhir, jadwal konser Super Junior sangat padat. Jadi, beberapa mingu ini pula, aku tidak menghubungi Hyojin dan dia juga tidak pernah menghubungiku. Pagi ini aku tidak ada jadwal apapun. Jadi aku hanya di dorm. Hyungdeul sibuk mengurus urusannya. Jadi, tinggllah aku di dorm sendirian.  Apa lebih baik aku ke rumah Hyojin? Ya, mungkin itu memang lebih baik. Aku bisa mengajaknya bermain game.

=^=

Sekarang, aku berada di tempat parkir apartemen Hyojin. Aku sudah memakai masker, kacamata hitam dan topi sebagai alat penyamaranku. Tanpa sepengutahuan siapapun, akhirnya aku sampai di depan pintu apartemen Hyojin. Tapi ada sesuatu yang mebuatku tercengang, ada suara tangisan. Suara Hyojin? Hyojin menangis? Seorang Kim Hyojin menangis? Ini tidak mungkin ini mustahil. Ada apa dengannya?

Hyojin’s POV

Hari ini, aku sendirian di rumah. Aku tidak mempunyai janji dengan Jaehoon. Seperti yang dia bilang waktu itu, dia akan bekerja di perusahaan konstruksi dan design interior. Dia menepati kata-katanya waktu itu, beberapa hari setelah dia mengucapkan kata-kata itu dia melamar kerja disana dan ajaibnya, dia diterima dan keesokan harinya ia mulai bekerja.

Aku belum pernah meminta pada Kyuhyun sekalipun. Akupun beum mengeluarkan usaha untuk menarik perhatian eomma nya Jaehoon sekalipun, aku juga belum pernah bertemu eomma nya. Tiba-tiba air mataku menetes dan aku terhisak cukup keras. Mengapa aku ini? Aku tidak bisa mengendalikan air mataku sendiri? Aku tak akan menangis karena apapun.

Tok tok tok.

Ada yang mengetuk pintu. Aku segera menghapus air mataku dan segera membuka pintu.

‘BRUKK!!’, aku tak sengaja tersandung sesuatu. “AAHH!!” teriakku.

“Hyojin~a!! Ada apa?” teriak seseorang, Kyuhyun.

 

Kyuhyun’s POV

‘BRUK!!!’ terdengar suara keras dari dalam dan terdengar teriakkan Hyojin. Ada ape dengannya? Apa yang terjadi? Tadi menangis dan sekarang terdengar suara teriakkan, apa dia…….bunuh diri?

“Hyojin~a!! Ada apa” teriakku panik.

Aku mencoba membuka pintu dan untungnya tidak terunci. Saat aku membuka pintu, aku melihat Hyojin yang sedang tengkurap di atas lantai.

“apa..apa yang kau lakukan?” ucapku. Ada rasa lega melihatnya baik-baik saja. Tidak melakukan apa yang kupikirkan.

“aww, tadi aku tersandung” katanya. Aku membantunya berdiri dan untungnya hanya lecet sedikit. Tidak apa-apa.

“gwaenchana?” tanyaku.

“ne, nan gwaenchana” ucapnya setelah dia duduk di atas sofa.

“kau ini macam-macam saja! Tadi menangis dan sekarang terluka seperti ini”

“kau..kau mendengarnya?” katanya. Gugup. Kata itu yang bisa menggambarkan keadaannya sekarang. Ada apa dengannya?

“yak! Kau kenapa?”

 

Hyojin’s POV

“yak! Kau kenapa?”, tanyanya. Matanya menatap mataku dalam, dengan cepat aku menjauhkan tatapan mataku dari matanya. Matanya terlalu menuntut.

Kenapa saat ini aku memikirkan cara untuk menjalankan misi memanfaatkan Kyuhyun itu? Sejahat itukah aku? Tapi memang sekarang saat yang tepat! Aish apa memang itu yang harus aku lakukan?

“Kyuhyun~ah, aku banyak masalah akhir-akhir ini”, kataku. Aku melihat dia terkejut. Karena, aku tidak pernah sekalipun bercerita dengannya. Apa kemampuan mengarangku sekarang ini sedang diperlukan? Kurasa iya, kalau tidak aku tidak akan memiliki kemajuan dalam hubunganku dengan Jaehoon. “sepertinya aku akan pindah ke Busan, aku tak bisa tinggal disini lagi”, jelasku. Busan adalah tanah kelahiranku, disana masih ada nenekku. Mungkin ini bisa dijadikan alasan yang paling masuk akal.

“MWO??? Wae, Hyojin~a? Apa masalahmu sebenarnya?”, tanyanya sambil membelalakkan mata. Aku tahu dia sangat terkejut, maafkan aku Kyuhyun~ah.

“aku dipecat. Aku sudah tidak punya uang lagi untuk tinggal disini. Aku juga belum membayar uang sewa apartemenku ini selama 2 bulan terakhir”, apa yang kukatakan?  Ini kebohongan publik. Pada faktanya aku tidak dipecat, malah akhir-akhir ini bosku sering sekali memberiku bonus.

“mwo? Apa kau tidak bisa mencari pekerjaan lain? Memangnya berapa uang yang kau butuhkan? Aku bisa membantumu. Apa kau sudah lupa kau sudah memiliki namjachingu seorang artis terkenal, Hyojin~a?”, tanyanya panjang lebar.

BINGO! Ternyata semudah ini memancingnya membantuku. Sekarang yang kubingungkan adalah berapa banyak uang yang akan kuminta? “1.000.000 won?”, ucapku asal. “ah, tidak tidak! 750.000 won juga cukup!” ucapku. Semoga ini terkesan lebih wajar.

“tidak, tidak. Aku akan memberikanmu 5.000.000 won” ucap Kyuhyun. Apa setan yang ada di tubuhnya sudah keluar? Kenapa auranya mengalahkan aura Leeteuk oppa?

“ada apa denganmu, Cho Kyuhyun yang Tampan? Kau sakit? Kenapa hari ini kau baik sekali?” ucapku.

“yak! Aku sudah membantumu dan kau malah seperti ini padaku?” ucapnya. “mungkin ini akan terdengar menjijikkan tapi…aku hanya tidak mau kau hilang dari jarak pandangku, Kim Hyojin sayang” lanjutnya. Kata-katanya membuatku tercengang. Betapa bodohnya aku ini, aku tidak bisa mencintai seorang namja yang mencintaiku dengan baik. Sangat baik. Jeongmal baboya!

To Be Continued….

=*=

Waaa, part 1 selesai? Gimana gimana? Bagus ga? Wakakak. Oh ya, belum kenalan. Choi HanEul imnida, 14y.o. Ini dibikinnya sebelum comeback 5jib mereka. Alurnya ngawur abis wakakakak. Sebenernya ini ff buat hadiah temen, dia udah baca kok tapi. Castnya juga awalnya bukan ini muehehehe. Comment di tunggu~ J

18 thoughts on “True Destiny [part 1]

  1. kyuna shipper yaa?
    yuli eon wanna be dong?hahaha
    kenapa ga ikutan lomba ff aja kmrn? kan lumayan kan tuh kalau menang, wkwk
    btw, aku blm baca ini ff, komen dulu baru baca*aneh

    • iya!!! Aku kyuna shipper :3 bukan kak yulli wanna be, tapi kak yuli’s fans u,u lomba? Ngeliat winner nya aja udah telen ludah, ga bakal menang~ aku gabisa jabarin sifatnya hyena. Ayo dibaca2

    • iya!!! Aku kyuna shipper :3 bukan kak yulli wanna be, tapi kak yuli’s fans u,u lomba? Ngeliat winner nya aja udah telen ludah, ga bakal menang~ aku gabisa jabarin sifatnya hyena. Ayo dibaca2

  2. mau mau part2. blahh part1 aja bikin emosi setngah mati. astagaaaaaaaaa manusia macem apa sih hyojin kurang ajar, tapi seru thor, jarang2 kan kyu dijahatin begitu~~~~~~~ hyenaa cepatlah datang T_________________T

  3. kyu!! Knpa kmu mncntai hyojin?? Knpa bkan aku #plakkk# :xp

    eh, itu. Aku bl0m trllu ngrti nih sma critnya. Kyknya critnya trllu kcptan. Pnsaran apa z yg kyuhyun ‘n hyojin slama 3thn pcran. Kok bsa”nya hyojin gk cnta sma kyuhyun. Pdhal kan biasanya klo lma” pcran bkal trbiasa, dan akhirnya jtuh cnta dh *wkwkwkwk*

    ok, dh. Aku tnggu part slnjtnya. Pnsaran sma aksi”nya hyojin. Sm0ga mkin sruuu
    hwaiting!!! ;)

  4. ehh td nama hyojin ma nara sempet ketuker ya???
    tp hyojiiiiiiiiiiiinnnn!!!!!!!!!!! buang aja dy ke laut!!!!!!!
    authoooorrr lanjuuuuuuuuuuttttt!!!!!!!!!!!!!

  5. Ada bbrapa Typo thor.. Kwan Nara masih nyempil2..
    Aq KyuNaraTion, pembaca Kyuna jg.. ^^
    Ada panggilan KyuNara n kata2 Kyuna.. Tp dsini Kyu gk kliatan aura Evil-nya.. Jd panggilan Kim Hyejin sayang jd brasa panggilan syg bkn panggilan ejekan kyk di Kyunara

  6. Hyojin jahat bgt sumpah :( kesian kyunya :(
    Ayo pertemukan dia sama hyena !!! Tapi aku bingung. Kwan nara itu siapa ?
    Lanjut part 2 ya :) kekeke

  7. Hello! aku suka ide ceritanya karena peran antagonisnya daebak banget. ide jahatnya benar-benar brilliant. Tapi, hati-hati! Di sini aku lihat banyak typo. Mulai dari nulis nama tokoh, Kwan Nara yang sempat disebut itu Kim Hyojin, kan? Ayo! Lebih teliti lagi! Karena aku KyuNaration dan KyuNaFfections:D
    Terus hati-hati juga sama point of view, contohnya “Aku menghembuskan napasnya…” gak mungkin kan ada kalimat seperti itu? Kecuali yaaaa kalo memang keadaannya mau dibuat seperti itu. Keep iy up!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s