Lend Me Your Heart [part 5]

Author : @gyumontic

Cast : Cho Kyuhyun , Kim Junsu, Song Hyejin (OC)

Support Cast : Choi Siwon, Kang Hamun (OC)

Genre : G – Romance

 

Annyeoooooong!! @gyumontic kembali lagi.. PART 5!!! One part before the ending.. Semoga suka ya.. Btw, FF ini sudah pernah di publish di blog ff pribadiku http://admirefanfiction.wordpress.com . VISIT yaaaa :) kamsahamnida…

 

 

Hope you enjoy :)

 

Hyejin kembali masuk kantor yang langsung disambut surat pengunduran diri dari manajernya. “Kau dipecat, Song Hyejin. Ternyata kau memiliki hubungan khusus dengan debiturmu,” ujar manajernya.

“Tapi aku tidak melakukan apapun,” kata Hyejin membela diri.

“Apa kau tahu, seorang banker tidak boleh mempunyai hubungan istimewa dengan nasabah, debitur ataupun pihak-pihak lain yang bekerjasama? Kalau tidak, kau bisa fraud.”

“Saya paham, Pak tapi saya benar-benar tidak mempunyai hubungan khusus dengan debitur saya, Pak.”

“Lalu, ini apa?” Manajer Hyejin mengeluarkan beberapa tabloid gosip yang menjadikan Kyuhyun headline-nya beserta foto mereka berdua di Eropa.

“Calon Ratu Pewaris Kerajaan Cho.” Begitu judul headlinenya. Hyejin kemudian membaca berita yang dimuat yang lebih seperti diary Kyuhyun dan Hyejin selama berada di Eropa. “Keduanya terlihat mesra ketika berkencan di Eiffel saat malam hari. Mereka berpindah ke Roma dan tampaknya menginap dalam satu kamar.”

“Bagaimana mereka mengetahui sampai sedetil ini?” gumam Hyejin pelan sekali.

Manajer Hyejin kembali berkoar. “Setauku kau minta istirahat 2 minggu karena sakit bukan karena ingin ke Eropa.”

“Tapi, Pak…”

“Segera bereskan barangmu dan pulanglah.”

Hyejin tidak bisa lagi melawan. Dia melangkahkan kaki keluar dari ruangan manajernya dan menuju mejanya. Dikemas semua peralatannya dan dibawanya pulang. Sesampai di rumah, Hyejin hanya duduk termangu. Bolak-balik ia menatap handphone-nya tapi ia tidak juga menghubungi siapapun untuk menghiburnya, tidak Junsu ataupun Kyuhyun.

Meskipun begitu, tampaknya Kyuhyun mengetahui segala yang tidak diketahui Hyejin. Ketika malam datang dan Hyejin sudah meringkuk di dalam selimutnya, Kyuhyun datang dan membawanya pergi ke suatu tempat tanpa ia sadari sedikitpun. Hyejin terlalu lelap dalam tidurnya.

Kyuhyun meletakkan Hyejin di atas tempat tidurnya dan menyelimuti gadis itu dengan selimut yang biasa ia pakai. Sambil duduk, Kyuhyun menyisir seluruh sisi wajah Hyejin dan rambut gadis itu.

“Aku akan melindungimu,” ucap Kyuhyun sambil memandang Hyejin yang sudah sembap dan tak bersemangat.

 

 

Hyejin membuka mata dan menyadari bahwa ia sedang berada di tempat yang tidak ia kenal meski orang yang sedang tidur duduk di sebelahnya sangat ia kenal. “Kyu, kyu, ” panggil Hyejin sampai Kyuhyun terbangun dan menyadari Hyejin bertanya padanya. “Ini dimana? Kenapa aku disini?”

“Ini kamarku. Aku merasa tempat ini yang paling aman. Yah, gara-gara tabloid itu kau jadi kehilangan pekerjaan dan incaran wartawan. Aku hanya ingin melindungimu.”

Hyejin menatap Kyuhyun dengan bingung. “Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Hyejin.

“Ya, tahu saja. Aku juga bingung bagaimana menjelaskannya. Yang pasti, aku ingin kau aman di sini,” jawab Kyuhyun.

Hyejin sedikit terharu dengan niat baik Kyuhyun tapi dia tidak ingin jadi parasit. Dirinya paling anti menumpang. “Aku berterima kasih sekali tapi aku tidak bisa menerimanya. Aku harus mencari pekerjaan dan kembali ke rumahku. Aku tidak mau merepotkanmu, Kyu.”

“Tapi itu akan sulit untukmu. Perusahaan-perusahaan pasti banyak yang meragukan kredibilitasmu karena berita itu. Selain itu, aku tidak mau kau susah.”

Hyejin bangkit berdiri dari tempat tidur dan dengan tegas ia berbicara, “Aku bukan gadis manja yang akan dengan senang hati hidup di bawah ketiak dan hartamu. Aku gadis mandiri, yang tidak takut menghadapi apapun, maut sekalipun!”

Kyuhyun mendesah pusing menghadapi Hyejin yang keras kepala. Dengan sabar, Kyuhyun menjelaskan, “Song Hyejin dengarkan aku baik-baik, masalah ini tidak semudah yang kau kira. Seluruh negeri ini sekarang menganggap kau adalah calon istriku, pewaris Kakek. Banyak orang di luar sana yang ingin menghancurkan Kakek. Kalau mereka menyerangmu, aku akan repot, bisnis Kakek pun akan terganggu. Jadi aku mohon padamu…”

“Kau egois, Kyu. Aku memang milikmu tapi bukan berarti aku tidak berkuasa atas diriku. Permisi.” Hyejin pun keluar dari rumah Kyuhyun dengan perasaan campur aduk. Kecewa, sedih, marah, bingung. Hyejin sendiri pun tidak tahu pasti apa yang dia rasakan.

Dengan kekalutan yang ia rasa, Hyejin berjalan kaki menuju rumahnya. Segalanya bertambah parah karena Junsu sama sekali tidak bisa dihubungi. Kali ini, Hyejin harus menanggungnya sendirian.

“Oppaaa… Junsu oppa…” jerit Hyejin sambil menangis sendirian di rumahnya, tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Berkali-kali ia menelepon Junsu, tidak ada satupun yang diangkat apalagi dibalas.

 

 

Kegiatan Hyejin selama seminggu ini hanyalah melamar pekerjaan, yang semuanya menolak Hyejin karena menganggap Hyejin tidak baik. Hal ini membuatnya duduk meringkuk frustasi ditemani berbotol-botol wine di ruang tivi-nya. Yang lebih parah, sekarang Hyejin dituntut kantornya karena dianggap melakukan kecurangan padahal Hyejin merasa dia tidak pernah berbuat curang sedikit pun.

Dengan terpaksa, Hyejin datang ke kantor polisi untuk melakukan pemeriksaan. Ah, penyiksaan lebih tepatnya karena mereka tidak hanya menginterogasi Hyejin tapi juga menekan Hyejin secara mental.

“Sudah saya bilang, saya tidak melakukan kecurangan apapun. Semuanya sesuai prosedur. Pencairan yang terakhir saya lakukan adalah 8,5 milyar. Saya tidak tahu menahu yang 10 dan 12 milyar.”

“Tapi ini buktinya. Kau mencairkan 22 milyar ke rekeningmu di London bukan ke vendor atau debitur,” desak petugas sambil menyodorkan kertas-kertas yang ingin sekali disobek Hyejin.

“Pak, saya ini pegawai negeri yang bapak tahu sendiri gaji saja tak seberapa. Punya rekening satu ada isinya saja bagus. Tidak mungkin punya di London.”

“Kami cek ke sana terbukti anda membukanya beberapa hari minggu lalu saat berada di London bersama dokter Cho.”

Hyejin merasa kepalanya sangat sakit, sampai rasanya ia ingin memenggal kepalanya sendiri saking tidak kuat menahan sakitnya. Hyejin mengambil handphone-nya dan menghubungi Kyuhyun. “Kyu, aku menyerah. Bantu aku. Aku di kantor polisi sekarang. Bank menuduhku melakukan fraud. Tolong aku, Kyu…” Tangis Hyejin pecah dan membuat Kyu panik. Secepat kilat Kyuhyun menyusul ke kantor polisi bersama pengacara kepercayaannya.

Kyuhyun langsung memeluk Hyejin yang nyaris seperti mayat pucatnya begitu ia melihat Hyejin. Hyejin duduk bersandar pada Kyuhyun dan langsung menangis.

“Apa yang terjadi?” tanya Kyuhyun pada petugas yang memeriksa Hyejin. Petugas pun menjelaskan duduk perkara Hyejin yaitu penggelapan uang 22 miliar dari rekening Kyuhyun dan debitur lain.

“Kapan kejadiannya?”

“Dua minggu lalu.”

“Apa kalian telah memeriksa pegawai lain yang mungkin saja melakukannya, terutama yang menggantikan Hyejin?”

“Sampai saat ini kami masih memeriksa nona Hyejin saja.”

Kyuhyun tertawa terbahak-bahak. “Dengar, Nona ini sudah hampir sebulan tidak memegang akun dan dia juga tidak membuka rekening di London. Uang saja dia tidak punya, bagaimana bisa membuka rekening yang tentu meminta setoran awal minimal kan? Selain itu, saya sudah menutup kredit saya sehari setelah nona ini dipecat. Jadi tidak mungkin Hyejin bersalah,” ujar Kyuhyun penuh dengan cerdas dan wibawa, nyaris membuat petugas itu terdiam.

“Tapi kami punya bukti yang menunjukkan Hyejin bersalah.”

“Apa kalian sudah periksa keaslian bukti itu? Jika kalian belum yakin, jangan seenaknya memeriksa orang.”

Dengan galak, Kyuhyun mendebat semua perkataan polisi dan jaksa penuntut yang tiba-tiba muncul entah darimana. “Saya yakin Hyejin hanya jadi kambing hitam atas perbuatan orang lain. Jadi saya mohon pelajari lagi kasus ini baik-baik. Selain itu, saya bisa menuntut balik. Kenapa rekening saya masih bisa cair padahal sudah saya tutup.”

Kyuhyun kemudian pergi bersama Hyejin yang sudah lemah di dalam pelukannya. Kyuhyun menyerahkan kasus ini kepada pengacaranya, Choi Siwon. Ia yakin Siwon pasti dapat menyelesaikan kasus tersebut dengan baik, sebaik dirinya menjaga Hyejin.

“Siapkan kamar rawat khusus yang ada di ruangan Kakek. Untuk sementara aku akan merawat Hyejin di sana. Tubuhnya sangat lemah,” perintah Kyuhyun pada Ryeowook. Setelah itu, tanpa Hyejin ketahui Kyuhyun menghubungi Junsu.

 

 

“Aku tahu hyung sudah di Korea dan takut menemui Hyejin tapi aku mohon padamu sekali ini saja, temui dia. Dia membutuhkanmu, hyung. Dia sedang banyak masalah. Saat ini aku merawatnya di ruangan Kakek. Aku mohon, datanglah,” ucap Kyuhyun melalui ponsel yang cukup membuat Junsu menegang. Kecemasan bertubi-tubi mendatangi Junsu dan membuatnya segera berlari ke RS untuk menemui Hyejin.

Setelah sebulan, untuk pertama kalinya Junsu menemui Hyejin. Selama ini ia takut menghadapi jika Hyejin memutuskan untuk meninggalkannya, apalagi setelah membaca berita di tabloid fenomenal itu. Jelas sekali Hyejin bahagia bersama Kyuhyun.

Junsu masuk ke dalam ruang rawat Hyejin dan menemukan sahabatnya itu terbaring lemah dengan infus yang menusuk pergelangan tangannya. Junsu juga bertemu Kyuhyun yang sedang menunggu Hyejin.

“Apa keadaannya buruk?” tanya Junsu cemas.

Kyuhyun menggeleng. “Dia sudah baikan. Bicaralah dengannya. Aku tahu dia berkali-kali mencarimu tapi tidak kau gubris, hyung,” jawab Kyuhyun.

Hati Junsu langsung mencelos karenanya. Ia sengaja mengabaikan Hyejin untuk mengamankan dirinya sendiri tanpa ia tahu bahwa Hyejin menjadi seperti ini akibatnya. Junsu pun duduk di sebelah Hyejin begitu Kyuhyun pergi. Tangannya membelai lembut wajah Hyejin yang kuyu. “Maafkan aku, Jinni. Aku tidak maksud membuatmu susah. Aku hanya takut. Mianhe,” ucap Junsu, nyaris menangis. Penyesalannya begitu dalam telah mengabaikan Hyejin dan bersenang-senang dengan Yejin, gadis yang baru sebulan dikenalnya.

“Junsu oppa, apa itu kau?” suara Hyejin terdengar sangat lemah, membuat Junsu semakin bersalah. Junsu memegang tangan Hyejin lalu membantunya duduk.

“Iya, ini aku Jinni. Maaf baru bisa menemuimu. Maaf juga tidak bisa membantu,” sahut Junsu.

Hyejin tersenyum meskipun lemah. “Tidak apa. Aku tahu Oppa sibuk. Lagipula, Kyu menjagaku dengan baik. Aku saja yang keras kepala,” kata Hyejin.

Junsu mengelus kepala Hyejin dengan lembut. “Apa kau senang bersama Kyuhyun?” tanya Junsu.

Hyejin mengangguk. “Dia sangat baik padaku. Hampir sama seperti Oppa.”

Junsu masih mengelus kepala Hyejin dengan lembut meski patah hati sudah merasuk ke dalam perasaannya. “Syukurlah. Aku jadi tenang menyerahkanmu padanya.”

“Oppa.”

Wajah bingung Hyejin dalam kekuyuan membuat Junsu semakin sedih. Patah hati membuatnya menjadi melankolis parah, yang mungkin mendengar jarum jatuh saja bisa menangis. “Aku bahagia jika kau bahagia, Jinni. Kau jangan membebani dirimu sendiri dengan perasaan kasihan padaku. Jika kau mencintai Kyu, maka dialah yang harus kau pilih bukan aku.”

Hyejin menatap Junsu sedih dan dengan penuh emosi, ia mendekap Junsu. “Oppa, mianhaeyo. Maafkan aku. Aku sungguh minta maaf.”

Junsu mengelus punggung Hyejin untuk menenangkan gadis itu. “Sst. Tidak ada yang salah jadi tidak usah minta maaf. Lebih baik kau kembali istirahat. Ya?”

Junsu lalu membantu Hyejin kembali ke posisi tidurnya. Sepanjang malam, junsu berjaga di samping Hyejin karena Hyejin terus menggenggam tangannya. Genggaman itu melemah dini hari ketika Hyejin sudah nyenyak. Junsu pun mengambil kesempatan itu untuk meninggalkan Hyejin. Ia tidak bisa berada di sisi Hyejin lebih lama lagi.

Junsu sekali lagi melihat Hyejin sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan Hyejin. “Sampai jumpa, Jinni. Aku akan menemuimu lagi ketika aku siap,” bisik Junsu hanya untuk dirinya sendiri.

“Aku akan menjaga Hyejin dengan baik. Hyung tenang saja,” ucap Kyuhyun yang menunggu di luar ruang rawat. Junsu hanya tersenyum.

Junsu lalu mengambil handphone-nya dan menghubungi nomor sebuah ponsel. “Yejin-ssi. Aku mau ke Hongkong. Apa kau mau ikut?” tanya Junsu begitu tidak lagi di ruangan profesor Cho.

“Tentu saja aku mau. Kapan kita berangkat?” jawab Yejin bersemangat, membuat junsu sedikit tertawa.

“Pagi ini jam 10. Aku tunggu kau di bandara.”

 

 

Hyejin terbangun dan melihat bukan lagi Junsu yang di dekatnya, melainkan Kyuhyun yang sangat tampan dengan jas putihnya. “Selamat pagi. Apa tidurmu nyenyak, sayang?” sapa Kyuhyun sambil membawakan sarapan.

Kyuhyun meletakkan sarapan di hadapan Hyejin yang tampak lebih segar pagi ini.

“Apa Junsu oppa sudah pulang?” tanya Hyejin yang sama sekali tidak berkaitan dengan sapaan Kyuhyun. Toh, Kyuhyun tetap menjawab.

“Junsu hyung dinas ke Hongkong sebelum aku menempatkannya ke Geongju bulan depan. Aku memutuskan dia untuk jadi kepala RS di sana.” Kyuhyun sedikit berbohong mengenai dinas. Yang ia dengar, Junsu memang berencana ke Hongkong entah untuk apa.

“Jeongmal? Ah, kau memang baik Kyu. Tidak salah aku memilihmu.”

“Jadi kau sudah bicara dengan Junsu hyung?” tanya Kyuhyun pura-pura tidak tahu. Bagaimana tidak? Kyu berada tepat di depan pintu ruang rawat Hyejin semalam saat Junsu dan Hyejin sedang bicara. kyuhyun mendengar semuanya.

Hyejin mengangguk. “Aku tahu dia sedih tapi dia menerima keputusanku. Lega rasanya meski aku belum sepenuhnya enak. Aku masih merasa bersalah padanya. Junsu oppa orang baik, terlalu baik malah tapi aku malah menyakitinya. Menurutmu apa Junsu oppa akan bahagia?” Hyejin bicara panjang lebar sampai melupakan sarapannya.

Kyuhyun mengambil sendok dan menyuapkan 2 sendok bubur sekaligus ke mulut Hyejin. “Kau cerewet sekali. Junsu hyung itu orang baik jadi dia pasti akan mendapat gadis baik yang bisa membahagiakannya, bukan gadis cerewet yang selalu merepotkannya sepertimu,” goda Kyuhyun diiringi senyum jahilnya.

“Kyu…”

“Telan dulu makananmu baru bicara.”

Hyejin pun buru-buru menelan makanannya. “Apa aku merepotkanmu?” tanya Hyejin serius.

Kyuhyun mengangguk. Tampang polosnya dibuat serius.

“Sungguh?” tanya Hyejin lagi mulai cemas.

“Yah, aku kan tidak sebaik Junsu hyung jadi wajarlah mendapatkan dirimu.”

“Yaaa Kyu! Berani-beraninya kau mengejekku. Aku tarik lagi perkataanku. Aku menyesal memilihmu. Mulai hari ini aku mau mencari pria lain dengan pesonaku.”

“Coba saja. Aku berani tak akan ada yang nyantol.”

“Kyu!”

Sebuah cubitan mendarat di tangan Kyuhyun yang membuatnya menjerit gila-gilaan tapi itu tidak mengurangi keinginannya untuk terus menggoda Hyejin dan membuat Hyejin terus mengomel panjang lebar. Suster yang tidak sengaja lewat hanya bisa tertawa mendengar candaan mereka.

 

 

Junsu menghirup udara Hongkong dengan lega. Semua bebannya sudah ia lepaskan. Kini saatnya, mencoba sesuatu yang baru yang mungkin bisa membawa kebahagiaan yang lebih untuk dirinya.

“Oppa, lihat sini!” panggil Yejin. Cekrik! Yejin mengambil photo Junsu lalu memamerkannya kepada Junsu. “Oppa tampan sekali. Kacamatamu itu gak kuat! Hahahaha.” Yejin tertawa lepas melihat pose Junsu yang polos dengan kacamata setengah melorot ke hidungnya.

Junsu lalu menjitak kepala Yejin dengan sayang. “Dasar bandel. Selalu saja menjadikanku bahan tertawaan. Lihat nanti balasanku,” protes Junsu yang disambut dengan ceria oleh Yejin.

“Hahahaha. Coba saja kalau bisa.”

Junsu lalu dengan cepat berusaha merebut kamera Yejin tapi Yejin lebih cepat berkelit. Dengan sekuat tenaga, sambil tertawa-tawa, Yejin berlari melarikan diri dari Junsu. Junsu mengejarnya sampai berhasil.

Junsu berhasil menangkap tangan Yejin, yang membuat Junsu lupa bahwa ia menginginkan kamera Yejin. Dalam diam, Junsu membetulkan posisi tangannya sehingga betul-betul menggenggam tangan Yejin.

“Aku lapar. Ayo kita cari makanan,” kata Junsu. Kehangatan yang mengalir dari tangan Yejin membuat Junsu lebih tenang dan nyaman. Sampai tidak terasa bahwa mereka sudah berjalan nyaris 3 km tanpa mampir ke penjual makanan manapun yang terhampar di sepanjang jalan. Tampaknya, keduanya sedang hilang ingatan karena cinta.

 

.to be continued.

6 thoughts on “Lend Me Your Heart [part 5]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s