Fans to be Girlfriend

Title : Fans to be Girlfriend

Author : Asuchi

Cast :

*) Lee Jinki [SHINee]

*) Yang Yeonram [OC]

Other Cast :

*) Lee Sungyeol [Infinite]

*) Kim Kibum [SHINee]

Genre : Romance

Disclaim : Para cast dibayar pake cinta, jadi mereka hak milik author terserah mau digimanain /plakk…

a/n : annyeong, ini author yg numpang nampangin ff’a disini… ^^ semoga pada suka yaa…

-o0o-

Yang Yeonram menunggui Lee Jinki yang berada di ruang ganti namja anggota klub drama. Wajahnya terlihat malu-malu, sikapnya juga memperlihatkan kalau dia sedang gugup. Tapi Yeonram sudah memantapkan diri kalau dia harus menyatakan cintanya saat itu juga. Dia tak ingin membuang waktu setelah tujuh bulan hanya dianggap sebagai fans Jinki. Dia ingin statusnya jelas. Apakah Jinki akan menaikkan status dari fans menjadi kekasih atau statusnya yang seorang fans akan tetap bertahan selamanya.

Selama tujuh bulan Yeonram menyatakan kalau dia mengagumi seorang Lee Jinki di hadapan Jinki sendiri. Bahkan teman satu klub drama tak ada yang tidak tahu karena Yeonram menyatakan kalau dia adalah fans Lee Jinki di hadapan semua anggota klub drama. Dan Yeonram ternyata mendapat reaksi positif dari Jinki. Setidaknya sunbae satu tingkat di atasnya itu tidak menjauhi atau merasa risih dengan pernyataan Yeonram. Jinki justru malah senang dan sering membanggakan dirinya yang memiliki satu fans tetap.

Awalnya Yeonram memang hanya sekedar mengagumi Jinki yang sangat pandai berakting. Selain kepandaiannya dalam berakting, jiwa kepemimpinan Jinki juga tinggi. Makanya di tahun ketiganya di kampusnya, Jinki diangkat menjadi ketua klub. Tapi jiwa kepemimpinannya itu tidak menutupi jiwa konyol dan kekeluargaan Jinki pada rekan seklubnya. Alasan itulah yang membuat rasa kagum yang semula dimiliki Yeonram berubah menjadi cinta.

Suara riuh saat pintu ruang ganti namja dibuka membuat Yeonram menegang. Waktunya sudah sangat dekat. Wajahnya kini berubah jadi pucat saking gugupnya dia.

“Eh, Yeon noona, sedang apa di sini?” Tanya Kibum, salah satu hoobae Yeonram sekaligus anggota klub drama juga. Dia orang pertama yang keluar dari ruang ganti.

Yeonram menoleh pada Kibum yang menatapnya meminta pertanyaannya dijawab. “Aku… aku sedang menunggu Jinki oppa.” Jawab Yeonram pelan.

“HYUNG~~ FANSMU SEDANG MENUNGGUMU..!!!” Teriak Kibum tanpa ampun. Membuat wajah Yeonram makin pucat. “Eh, noona kenapa? Sakit?” Tanya Kibum begitu melihat kondisi Yeonram. Terakhir Kibum melihat Yeonram sepucat itu saat Yeonram akan menyatakan kalau dia adalah fans dari Lee Jinki.

Yeonram menggeleng. “Anniyo. Tadi mungkin aku kelelahan setelah latihan. Sudah, kau pulang saja. Aku akan menunggu Jinki oppa di sini.” Jawabnya sambil mendorong tubuh Kibum agar segera pergi.

Sesaat setelah kepergian Kibum, Jinki muncul dengan memakai kaos putih bergambar kelinci. Tangan kanannya tengah memegang handuk yang dia gunakan untuk mengeringkan rambutnya karena memang tidak disediakan pengering rambut di klub tersebut.

Yeonram langsung membeku melihat Jinki yang ada di hadapannya.

“Waeyo Yeon-a?” Tanya Jinki sambil tetap mengusap rambutnya dengan handuk di tangannya.

“Op… oppa, aku tunggu oppa di ruang visual 2 setelah ini.” Ucap Yeonram sambil kemudian berlari meninggalkan Jinki yang terlihat heran.

-o0o-

Yeonram PoV

 

‘Aigoo…. Apa yang aku lakukan? Kenapa sulit sekali mengatakan kalau aku mencintainya? Padahal aku sudah terlalu tua untuk bertingkah kekanakan seperti tadi, kabur karena malu untuk menyatakan cinta. Yeonram babo!’

Aku merutuki diriku sendiri sambil berjalan menuju ruang visual dua yang berada di seberang gedung tempat klub drama latihan. Usiaku sudah sembilan belas tahun saat ini, tapi aku masih saja seperti murid SMA yang akan menyatakan cinta. Tapi memang ada bagusnya juga aku tadi tidak langsung menyatakan cintaku. Nasibku bisa sama seperti tujuh bulan yang lalu, diledek oleh teman-teman seklubku selama satu bulan. Semuanya tidak masalah karena Jinki oppa ternyata malah senang. Bagaimana kalau saat aku menyatakan cinta aku ditolaknya? Aku akan sangat malu saat bertemu Jinki oppa juga teman-teman yang lain.

Terus memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi nanti, aku tersadar kalau aku sudah berada di depan ruang visual dua. Aku pun masuk ke dalam, duduk di kursi yang berada tak jauh dari pintu masuk. Aku berusaha menenangkan diri agar tidak terlalu gugup menghadapi Jinki oppa nanti.

“Yeon-a.”

Aku kaget mendapati Jinki oppa sedang duduk di sampingku sambil menatapku. Sepertinya aku terlalu serius menenangkan diri sampai tidak sadar kalau Jinki oppa sudah ada di sampingku.

“Op… oppa.” Aku bangkit dari dudukku. Dan menunduk. Tak sanggup kalau harus melihat wajah Jinki oppa yang tampan juga manis itu.

“Kau memanggilku kemari ada apa?” Tanya Jinki oppa dengan wajah bingung namun tetap tampan itu.

Jinki oppa menghampiriku dan berdiri tepat di depanku. Aku menutup mataku. Mengambil udara sebanyak-banyaknya lalu menghembuskannya perlahan. “Saranghaeyo oppa.” Kataku kemudian tetap menutup mataku.

Hening.

Aku tidak mendengar ada suara lain selain detak jantungku yang cepat. Perlahan aku membuka mataku lalu memberanikan diri untuk menatap Jinki oppa.

Sebuah senyuman manis yang membuat mata Jinki oppa menghilang menyambutku. “Na do saranghae.” Ucap Jinki oppa.

Aku merasa jantungku loncat keluar dari tubuhku.

“Kau memang fansku nomor satu dan yang paling spesial. Tentu saja aku sangat mencintaimu.” Tambah Jinki oppa.

Aku terhenyak mendengar ucapannya. Bukan itu yang aku maksud. “Anniyo oppa, saranghae.” Kataku. Jinki oppa terlihat menaikkan sebelah alisnya tak mengerti. “Aku mencintai oppa sebagai yeoja kepada namja. Bukan fans pada idolanya.”

“Eh?” Jinki oppa hanya memperlihatkan wajah bingungnya padaku. Gosip itu ternyata benar jinki oppa adalah orang yang sangat pintar berakting, pandai menyanyi, cerdas dalam perkuliahan, tapi payah untuk mengerti soal cinta.

Dan entah apa yang merasuki saat itu, melihat tampang bingung jinki oppa justru menggoda imanku. Aku mendekati Jinki cepat dan menempelkan bibirku di bibirnya setelah lagi-lagi aku mengatakan kalau aku mencintanya. Setelah itu aku langsung berlari meninggalkan kelas.

Yeonram PoV End

-o0o-

Yeonram menghembuskan nafasnya beberapa kali. Kini dia sedang duduk di halte bis, menunggu bis yang akan mengantarkannya pulang ke rumahnya. Jari tangan kanannya terus memegangi bibirnya. Pikirannya melayang ke beberapa saat lalu saat dia dengan lancangnya mencium sunbaenya.

Tapi kemudian Yeonram disadarkan oleh suara klakson bis yang datang. Yeonram langsung bangkit dari duduknya karena bis yang datang adalah bis tujuannya. Yeonram naik ke dalam bis begitu pintu terbuka, dia berdiri di dekat pintu karena bagian dalam bis sudah sangat penuh.

“Jwaesonghamnida ahjusshi.” Ucap seseorang yang merangsek masuk ke dalam bis. Dia meminta supir bis tersebut untuk tidak dulu melajukan bisnya. Orang tersebut kemudian melihat Yeonram dan tanpa ba bi bu langsung menarik lengan Yeonram hingga gadis itu terseret keluar bis. Begitu keduanya berada di luar, bis pun melaju.

Yeonram menoleh dan mendapati Kibum lah yang menarik tangannya. “YA, ige mwoya?” Tanya Yeonram bingung juga sedikit kesal.

“Noona ikut aku sekarang. Noona harus bertanggung jawab.” Ucap Kibum sambil terus menarik lengan Yeonram agar mau mengikutinya.

“Kau mau membawaku kemana?” Tanya Yeonram yang pasrah ditarik oleh Kibum.

“Klinik kampus.” Jawab Kibum pendek tanpa menoleh ke arah Yeonram yang berjalan di belakangnya.

Yeonram menghentikan langkahnya, membuat Kibum juga berhenti dan melihatnya. “Siapa yang sakit? Dan kenapa aku harus bertanggung jawab?”

Kibum mencebik lalu  kembali menarik lengan Yeonram tanpa menjelaskan apapun.

Tujuh menit kemudian keduanya pun sudah sampai di klinik kampus.

Kibum menoleh ke arah Sungyeol, mahasiswa jurusan keperawatan yang juga anggota klub  drama, yang sedang berdiri di depan klinik. “Bagaimana keadaan Jinki hyung?” Tanya Kibum pada Sungyeol.

“Masih pingsan.” Jawab Sungyeol.

Yeonram menatap kedua hoobaenya itu. “Jinki oppa kenapa?” Tanyanya dengan tampang cemas.

“Semua salahmu noona.” Ucap Kibum.

“M… MWO???” Yeonram kini dibuat bingung dengan tuduhan Kibum. “Apa maksudmu ini salahku?”

“Apa noona tidak tahu kalau Jinki hyung itu trauma dengan ciuman? Dia pernah dicium paksa secara membabi buta oleh seorang nenek-nenek jelek saat dia SMP, sejak saat itu Jinki hyung akan pingsan jika seseorang menciumnya.” Kali ini Sungyeol yang bicara.

“M… MWO???” Yeonram kaget dengan penjelasan yang dituturkan Sungyeol. Hampir dua tahun Yeonram mengenal Jinki, satu tahun mengagumi namja itu, Yeonram tidak pernah mendengar fakta itu.

“Dan karena noona yang sudah membuat hyung pingsan, noona lah yang harus bertanggung jawab. Aku tadi mengikuti noona karena curiga dan melihat semuanya.” Ucap Kibum dengan mata berkilat.

Ekspresi Yeonram kini campuran kaget, bingung, malu dan khawatir.

“Aku dan Sungyeol harus pulang sekarang, dan noona harus menunggui Jinki hyung sampai dia sadar.” Perintah Kibum kemudian meninggalkan Yeonram sendirian di depan pintu klinik.

Perlu waktu lima menit untuk Yeonram berpikir sebelum akhirnya dia masuk ke dalam klinik. Yeonram berjalan sangat perlahan agar langkah kakinya tidak terdengar. Dia tidak ingin keberadaannya diketahui siapapun yang mengenalnya. Yeonram berjalan mengitari ruang rawat di klinik tersebut. Ekspresinya kembali berubah cemas begitu melihat Jinki tengah terbaring di kasur yang menjadi satu-satunya kasur yang terisi pasien.

Perlahan namun pasti Yeonram mendekati Jinki yang masih menutup matanya. Tangannya memegang pinggiran kasur tempat Jinki terbaring. “Oppa mianhae. Jeongmal mianhae. Aku sama sekali tidak tahu kalau oppa punya trauma seperti itu. Mianhae.” Ucap Yeonram penuh penyesalan sambil terus menatap wajah tampan Jinki. Matanya terihat memerah bukti rasa bersalahnya.

“Gwenchana. Tapi lain kali kau bilang dulu padaku kalau kau mau menciumku. Aku benar-benar syok tadi.” Ucap Jinki yang kemudian membuka kedua matanya sambil tersenyum.

Yeonram kaget karena Jinki yang tiba-tiba sadar. “Op… oppa…”

“Wae?” Tanya Jinki dengan tampang polosnya.

“Oppa mengerjaiku?”  Yeonram menatap Jinki kesal.

Jinki menggeleng. “Anniyo. Tadi di kelas aku benar-benar tidak sadar walaupun bukan pingsan.” Terang Jinki yang membuat Yeonram berjengit bingung. “Kau yeoja pertama selain eomma yang lancang merebut keperawanan bibirku.” Jelasnya lagi sambil memegangi bibirnya.

Wajah Yeonram kali ini berubah sangat merah.

“Kalau bukan karena Sungyeol yang menyadarkanku, aku tidak tahu akan berada di kelas sampai kapan.” Terang Jinki yang kini sudah duduk di tempat tidurnya. “Dan kau sudah mengacaukan semuanya.” Tambahnya sambil menatap Yeonram tajam.

“Maksud oppa?” Tanya Yeonram. Dia mendongak sebentar tapi kemudian kembali tertunduk karena malu.

“Persiapanku sudah 80%. Besok aku mau menyatakan cintaku padamu. Tapi kau malah mendahuluiku. Pakai acara merebut fisrt kiss ku segala.” Kata Jinki dengan nada dibuat seolah kesal.

Yeonram yang sedari tadi menunduk kini menegakkan kepalanya, menatap jinki. “Eh?” Dia hanya bisa berucap sedikit. Otaknya masih mencerna apa yang baru saja dia dengar dari mulut Jinki.

Jinki tersenyum, menyisakan garis di matanya. “Saranghae Yang Yeonram.” Ucapnya romantis.

Yeonram membeku di tempat.

Jinki tersenyum melihat reaksi fans nomor satunya itu. Dia tahu gadis di depannya tidak menyangka akan mendapatkan pernyataan cinta dari seorang Lee Jinki. Karena masih tak ada reaksi dari Yeonram, Jinki akhirnya menarik lengan gadis itu dan memeluknya.

“Ya, Yeon-a, aku sudah bilang cinta padamu. Kenapa kau malah diam saja? Apa kau mau aku mencabut pernyataanku barusan? Baiklah kalau begitu.” Bisik Jinki.

Yeonram langsung sadar dari kebekuannya dan melepaskan pelukan Jinki. “Anniyo oppa, jangan dicabut.” Pinta Yeonram sedikit panik.

Jinki tertawa melihat tingkah Yeonram. “Tentu saja tidak akan. Babo!” Ucapnya sambil menjitak kepala Yeonram.

“Oppa jahat~~” Yeonram ber-aegyo sambil memegangi kepalanya.

Jinki tertawa lagi. Dia kemudian mendaratkan sebuah kecupan di kening kekasih resminya itu. “Aku tidak bisa sepertimu, aku harus belajar dulu agar bisa memberikan sebuah ciuman seperti yang kau berikan tadi.” Ucap Jinki.

Wajah Yeonram kembali memerah. “Ya oppa! Jangan bahas itu lagi. Aku malu kalau mengingat kelancanganku tadi.” Protes Yeonram sambil memukul pelan  lengan Jinki.

“Tapi rasanya benar-benar manis. Lebih manis dari permen manapun.” Goda Jinki yang sukses membuat wajah Yeonram makin merah menjelang gosong(?).

“Oppa cukup!” Kata Yeonram. Kali ini dia memukul lengan Jinki berkali-kali juga bertenaga.

“Ara ara ara.” Ucap Jinki menyerah sambil terus berusaha menghindari pukulan Yeonram.

Yeonram pun akhirnya berhenti begitu dia merasa puas memukuli Jinki. “Oh iya oppa. Oppa bilang tadi kalau Sungyeol menyadarkan oppa di kelas. Terus kenapa oppa ada di sini?” Tanyanya.

“Itu ide Kibum. Karena kau sudah mengacaukan persiapanku untuk besok, akhirnya kami mengerjaimu sebentar. Asalnya aku ingin membuatmu menangis dulu baru aku bangun. Tapi aku tidak tega. Hahaha….” Terang Jinki.

“Kau menyebalkan oppa.” Kata Yeonram sambil lagi-lagi memukul Jinki.

::Annyeongiral marhwa….::

Yeonram mengambil ponselnya yang berada di sakunya. Sebuah pesan masuk terpampang di layar ponselnya itu

From : Kibum

Noona, bilang pada hyung dia bisa belajar k*sseu padaku. Kekeke~~~

Yeonram langsung mengedarkan pandangannya begitu selesai membaca apa yang terpampang di layar ponselnya itu. Dia lalu berjalan menuju ujung ruang rawat itu. Yeonram melihat siluet dua orang di balik tirai kasur pasien paling ujung, dan begitu tak ada jarak, Yeonram menyibakkan tirai tersebut.

“Noona annyeong.” Ucap Kibum dan Sungyeol bersamaan sambil melambaikan tangan mereka.

“YA!” Wajah Yeonram memerah karena marah. “Pergi kalian dari sini!!!” Perintahnya sambil mendorong tubuh Kibum dan Sungyeol yang sudah pasti tidak sukses karena perbedaan tenaga ketiganya.

“Hyung…. Mencium itu mudah loh hyung. Aku private hyung deh, sehari juga langsung mahir. Mau tidak?” Tawar Sungyeol sambil terus terkikik.

Yeonram geram. Tahu dia tidak akan berhasil jika mendorong dua hoobae menyebalkan itu, Yeonram pun langsung mencubit pinggang keduanya sekuat tenaga.

“AAAWWW~~~” Teriak keduanya sambil meringis.

“Ne noona. Kami akan berhenti.” Mohon Kibum yang berusaha melepaskan pinggangnya dari cubitan Yeonram.

-end-

7 thoughts on “Fans to be Girlfriend

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s