Sister Complex [part 9/END]

Author : Pupuputri

Main Cast : Cho Kyuhyun, Lee Donghae

Support Cast : Lee Sungmin, member Super Junior

Rating : 15PG

Genre : Love/Friends, Super Junior, Chapter/Parts

Ps : Akhirnya sampai juga pada part terakhir FF abal ini, gomawo yang sudah mau membacanya sampai akhir. Tapi bukan berarti sudah selesai, nanti (kalau ada waktu) saya mau bikin cerita specialnya. Kalau begitu, selamat membaca~

MY BRIGHT STAR

 

LEE DONGHAE POV

Kini berakhir sudah semuanya. Jooyeon sudah menyatakan kalau dia juga menyukai Kyuhyun dan aku kalah. Tanpa sepengatahuan member lain, kulangkahkan kakiku menuju pintu. Aku tidak bisa melihat mereka berdua, rasanya sesak.

“Donghae Oppa!”

Kuhentikan langkahku. Itu suaranya. Yeoja yang kucintai tapi tak bisa kumiliki. Kubalikan badanku dan berusaha tersenyum padanya. Aku tidak boleh terlihat lemah di depannya.

“Chukhae..” ucapku.

“Oppa..”

Jangan perlihatkan ekspresi itu padaku, Jooyeon-ah. Aku benci saat kau memperlihatkan ekspresi bersalahmu itu, itu akan membuatku merasa seperti orang jahat.

“Akhirnya kau sudah bisa menentukan siapa sebenarnya yang kau cintai. Yang langgeng ya?” ucapku sambil tersenyum.

GREP!

Dia memelukku secara tiba-tiba. Aku kaget juga dibuatnya. Tapi kemudian ku usap pelan puncak kepalanya.

“Mianhae, Oppa..”

Andwae. Jangan katakan maaf. Kau membuatku semakin bersalah padamu. Padahal akulah yang sebenarnya yang paling tersiksa.

“Selamanya..kau akan jadi Oppa favoritku” ucapnya sambil melepaskan pelukannya.

Aku terkekeh mendengarnya. Dia ini polos sekali sih.

“Kau juga akan selalu jadi dongsaeng kesayanganku, Jooyeon-ah~” ujarku sambil mengacak-acak rambutnya.

“Gomawo, Oppa..” ujarnya sambil tersenyum manis.

“Ne, sekarang kembalilah sebelum mereka berpikiran yang tidak-tidak” perintahku.

“Haha.., annyeong Oppa~” ujarnya sambil melambaikan tangannya padaku dan pergi menjauh.

Kuhela nafas panjang. Hari ini aku sudah jadi orang baik ya? Entah kapan aku bisa menemukan pengganti Jooyeon, rasanya yeoja sepertinya hanya ada satu di dunia. Tapi selama dia bahagia, akupun turut bahagia untuknya.

 

CHO JOOYEON POV

Hari ini adalah hari yang penting. Segera kulangkahkan kakiku, ani..lebih tepatnya berlari menuju ruangan SuJu. Benar, hari ini adalah konser SuJu. Masih ingatkah kalian? Bukan Super Show sih tapi..yaah..entahlah, aku tidak mengerti pola pikir pekerjaan seperti ini. Dan aku terlambat. Aku pasti dibunuh si Raja setan itu.

Kenapa terlambat? Aku harus berurusan dengan Kwon Seosaengnim dulu. Kalian tahu’kan dia itu dosen killer? Akhirnya sampai juga, segera kubuka pintunya dan tampaklah member SuJu yang sedang bersiap-siap.

“Yeon-ah~, kenapa baru datang? Kyuhyun daritadi uring-uringan menunggumu tuh! Keke..” ujar Hyuk Oppa.

Wajahku agak panas mendengarnya.

“Jangan dengarkan dia”

Suara itu tepat di belakangku. Suara Kyuhyun Oppa. Kubalikan badanku dan omo! Jantungku serasa mau melompat dari tempatnya kini. Kenapa dia begitu tampan? Kuharap dia tidak menyadari kegugupanku sekarang ini.

“Eyy, kotjimal!” kini Sungmin Oppa yang menggoda kami.

“Neon ara? Daritadi dia mencoba menghubungimu bahkan sampai mencoba dengan HP kami satu persatu tapi katanya kau tidak menjawab” ujar Teuki Oppa.

“Oh itu karena HP-ku mati, batereinya habis” jawabku polos.

“Kau dengar itu Kyuhyun-ah? Dia baik-baik saja dan dia sudah ada disini. Kau tidak perlu mengkhawatirkannya lagi!” Yesung Oppa menimpali.

“Nah bagaimana kalau kau peluk dia sekarang? Atau kalau perlu cium saja dia, otte?” Hyuk Oppa beraksi lagi.

“Aish! diam kalian!”

“Muahahahaha!!!” semua member langsung tertawa terbahak-bahak.

Wajah Kyuhyun Oppa begitu merah sekarang. Jinjja? Dia mengkhawatirkanku?

“Oppa..benarkah itu?” tanyaku tapi tak dijawabnya.

“Yak! jawablah, Cho Kyuhyun! Atau harus kami yang menjawabnya?” tanya Shindong Oppa.

Wajahnya jadi merah, mungkin perpaduan malu dan marah juga. Omo! Tatapannya menyeramkan! Kenapa aku jadi gampang takut padanya ya?

Tiba-tiba dia menarik tanganku dari sana, meninggalkan Oppadeul yang masih tertawa. Baru sekali ini, dia tidak bisa melawan Oppadeul. Dia’kan Raja evil?

“Oppa, ottiga?” tanyaku karena dia tidak berhenti berjalan.

Tiba-tiba dia berhenti berjalan dan melepaskan tanganku. Dia berbalik dan omo! Aku takut! Sepertinya dia akan memarahiku. Kututup mataku rapat-rapat.

PLETAK!

“Auw, appo!” ringisku.

GREP!

Dia memelukku tiba-tiba. Omo! Omo! Jantungku! Jantungku!

“Kenapa kau baru datang? Apa kau tidak tahu seberapa takutnya aku kalau terjadi apa-apa padamu?” tanyanya pelan.

Dia..benar-benar mengkhawatirkanku? Kubalas pelukannya dan mengelus punggungnya.

“Gwaenchana Oppa, mianhae sudah membuatmu cemas..”

Dia tidak membalasku. Dia masih memelukku erat dan rasanya nyaman.

 

CHO KYUHYUN POV

“Oppa, ottiga?” tanyanya karena aku tidak berhenti berjalan.

Kuhentikan langkahku dan berbalik menghadapnya. Kupandang dia dengan geram. Sepertinya dia tahu aku marah padanya dan langsung menutup matanya rapat-rapat.

PLETAK!

“Auw, appo!” ringisnya.

GREP!

Kupeluk dia erat. Demi Tuhan, aku benar-benar panik saat dia tidak menjawab panggilanku dan HP-nya tidak aktif. Aku benar-benar takut terjadi sesuatu padanya. Aku takut kejadian itu terulang lagi.

Flasback

“Aish! mana Jooyeon? Lama sekali” ujarku sambil melihat jam tanganku.

Aku sedang menunggu yeodongsaengku, Jooyeon. Dia mau mengantarkan barangku yang kelupaan. Ini sudah hampir 1 jam dan dia belum menampakkan batang hidungnya juga. Apa dia terjebak macet ya? Ani..dia’kan naik sepeda, mana mungkin terjebak macet.

“Kyuhyun-ah!” teriak seorang namja.

Itu salah satu teman sekelasku. Dia berlari seperti dikejar setan begitu. Ada apa ya?

“Yak, waeyo? Kau seperti dikejar setan saja” tanyaku saat dia sedang mengatur nafasnya.

“Joo..Jooyeon..dia..” ujarnya terengah-engah.

“Jooyeon? Dia kenapa?” tanyaku penasaran.

Entah kenapa perasaanku jadi tidak enak.

“Dia..dia..tertabrak mobil!”

Pernyataan itu membuatku seakan kehilangan oksigen untuk bernafas.

“Di..dimana dia sekarang?!” tanyaku panik.

“Di RS dekat sini”

Segera aku berlari tanpa menunggu apapun lagi. Yang ada dipikiranku hanyalah Jooyeon. Sesampainya di RS, akupun segera pergi ke kamar rawatnya setelah menanyakannya pada Suster.

“Kepalanya terbentuk lumayan keras, tapi kini keadaannya sudah membaik” ujar Dokter pada Eomma dan Appa.

Appa, Eomma dan Ahra Noona datang setelah kutelfon. Appa dan Eomma sedang bicara dengan Dokter. Sedangkan aku terus memandangi Jooyeon dari luar kamar. Dia terlihat lemah.

“Kkokjonghajima, dia akan baik-baik saja” ujar Ahra Noona.

“Ini semua salahku. Kalau saja aku tidak menyuruhnya menemuiku, dia pasti akan baik-baik saja..” ucapku lemah.

“Aniya, ini karena dia memang kurang hati-hati saja. Jangan terlalu dipikirkan Kyuhyun-ah..” Ahra Noona mengusap punggungku.

“Kalau saja aku tidak menyuruhnya untuk tidak buru-buru, pasti ini semua tidak akan terjadi, Noona..” aku masih menyalahkan diri sendiri.

Bisa kudengar helaan nafas Ahra Noona. Aku tahu keadaannya memang sudah membaik sekarang tapi tetap saja ini salahku, walaupun Appa dan Eomma tidak menyalahkanku tapi aku masih saja merasa bersalah.

“Kalau begitu berjanjilah. Mulai sekarang kau akan menjaganya, apapun yang terjadi” ucap Ahra Noona sambil menatapku.

Dan sejak saat itu aku berjanji pada Ahra Noona dan pada diriku sendiri, aku akan terus menjaganya bahkan seumur hidupku. Mungkin saat itulah aku mulai mencintainya.

“Kenapa kau baru datang? Apa kau tidak tahu seberapa takutnya aku kalau terjadi apa-apa padamu?” tanyaku pelan.

Dia membalas pelukanku dan mengelus punggungku pelan.

“Gwaenchana Oppa, mianhae sudah membuatmu cemas..”

Aku tidak membalasnya. Masih kupeluk erat dirinya. Setelah beberapa saat, kulepas pelukanku dan menatap dirinya.

“Aigoo! Lihat dirimu! Jelek sekali, kau benar-benar berlari ya?” tanyaku sambil merapikan rambutnya yang berantakan.

“Itu’kan karena aku takut kau marah kalau aku telat, makanya..”

Mwo? Dia masih berpikir kalau selama ini aku akan memarahinya kalau telat? Aigoo, Jooyeon-ah! Itu’kan waktu kau belum jadi milikku. Aku memarahimu karena kau pasti sedang berduaan dengan namja lain dan aku tidak suka. Hey, tapi..sepertinya bagus juga kalau kugoda dia sekarang, keke..

“Ne, aku memang marah” ujarku berakting.

“M..mwo?” tanyanya kaget.

Dia menunduk lemas. Dia ini benar-benar polos! Aku jadi tambah semangat untuk menggodanya.

“Keunde, akan kumaafkan. Kalau..” ucapku menggantung.

“Kalau apa?” tanyanya penasaran.

“Tapi tutup dulu matamu” perintahku.

“Ne?”

“Mau kumaafkan tidak?” ujarku ketus.

“Ne, ne. Algesseoyo!” dia buru-buru menutup matanya rapat-rapat.

Hihi.., tidak kusangka dia benar-benar melakukan apa yang kusuruh. Segera kudekati wajahnya yang sempurna itu. Kupegang pipi kanannya dengan tangan kananku sedangkan tangan kiriku memegang pinggangnya. Kututup mataku perlahan dan menempelkan bibirku di bibirnya.

CUP.

 

CHO JOOYEON POV

“Tapi tutup dulu matamu” perintahnya.

“Ne?”

“Mau kumaafkan tidak?” ujarnya ketus.

“Ne, ne. Algesseoyo!” buru-buru kututup mataku rapat-rapat.

Kurasakan pipi kananku dipegang dan tangannya yang satu lagi memegang pinggangku. Mau apa dia? tapi aku tidak banyak protes dan masih menutup mataku. Beberapa saat kemudian, kurasakan hembusan nafasnya menerpa wajahku. Jangan-jangan dia..

CUP.

Omo! Kubuka mataku dan tebakanku benar! Dia menciumku lagi! Aish! dia menipuku kali ini. Segera aku memberontak dari ciumannya itu dan berusaha melepaskan tangannya yang menahan pemberontakanku.

Entah setan darimana yang merasukiku. Perlahan aku mulai terbuai dengan irama ciumannya. Kecupannya begitu lembut dan manis. Kubalas pelan kecupannya pelan, kukalungkan tanganku di lehernya dan mengusap rambutnya pelan. Tiba-tiba dia menggigit bibir bawahku dan lidahnya berhasil masuk ke dalam mulutku. Aku kaget! Ottokhaeyo?

Dia menghisap lidahku dan menjelajahi rongga mulutku. Entah kenapa aku jadi terbawa suasana dan mulai terbiasa dengan gerakan yang dia buat. Akupun menikmati perlakuannya itu, terbukti lidah kami saling bertautan satu sama lain.

Akhirnya ciuman kamipun berakhir. Aku segera mengatur nafasku yang tersenggal karena ciuman kami yang bisa dibilang tidak sebentar. Kulepaskan tanganku dari lehernya dan turun di dadanya.

Wajahku pasti memerah kali ini, aish! kenapa aku malah ingin mengecupnya lagi? Sadarlah, Cho Jooyeon! Kenapa kau jadi semesum Eunhyuk Oppa?

“Kau menikmatinya, heh?”

DEG!

Kutatap Kyuhyun Oppa dengan ekspresi kaget. Dia tersenyum evil memandangiku. Segera aku mengatur jarak kami tapi tidak bisa. Dia menahan pinggangku dan smirk-nya yang menyebalkan itu sedang mengejekku kali ini.

Dia mendekatkan wajahnya lagi padaku, spontan aku langsung agak memundurkan wajahku. Ya Tuhan! Jantungku seperti bom yang siap meledak! Wajahku pasti sangat merah kali ini! Sialan! Aku dikerjain!

“Ya..yak, Oppa, kau mau apa?” tanyaku takut-takut.

“Kenapa wajahmu merah begitu, Jooyeonnie?” tanyanya terus memojokkanku.

Aku masih berusaha menahannya hanya dengan berjalan mundur dan menahan dadanya dengan tanganku. Sialaaan! Tangannya benar-benar kuat! Aku tidak bisa lepaaaass! Seseorang, tolong akuuuuuu!!!

“Apa saat ini kau sedang deg-degan?” tanyanya lagi.

“A..aniya..aku..” ucapku terbata-bata.

“Kenapa bicaramu jadi gagap begitu, hem?”

Dia mulai mendekatkan wajahnya lagi padaku dan badanku menabrak tembok. Siaaall!! Aku terpojok!!

“O..Op..Oppa..” panggilku lagi.

“Hm..?”

Eomma! Kini nafasnya mulai berhembus di wajahku. Dia pasti mau menciumku lagi!

PLETAK!

“Auuw!!” ringisku.

“Dasar! Untuk apa kau menutup matamu, hah? Kau pikir aku akan menciummu lagi?” tanyanya dengan senyum kemenangan.

Siaaaall!!! Dia berhasil mengerjaiku lagiiiiiiii!!!!!

“Kau sudah mulai mesum rupanya, Jooyeon-ah~”

“Ya..yak! itu’kan..”

CUP!

Dia menciumku kilat. Aku tidak bisa menolaknya dan malah cengo dengan apa yang telah dilakukannya.

“Kajja! Yang lain sudah menunggu”

Dengan entengnya, dia berjalan pergi tanpa mempedulikan wajah bloonku saat ini. Aku terus memperhatikan punggungnya dengan tatapan tidak percaya.

“Oh iya!” dia berbalik lagi menghadapku.

“M..mwo?” aku jadi gugup lagi.

“Ciumanmu tadi hebat juga”

DUAR!

Jantungku meledak kali ini. Bisa kalian dengar? Wajahku sudah sangat panas. Dia bahkan mengucapkannya sambil mengusap bibirnya dengan jempolnya.

“Tapi aku lebih suka rasa strawberry”

“Mwo?!”

“Muahahahahaha!!!!!” tawa evilnya kini membudal.

“YAK! CHO KYUHYUN!!!”

Berbagai hal akan terus berubah. Manusia, tempat, kenangan akan berubah secara perlahan dan lembut. Kalau aku menutup mata, maka aku akan melihatnya. Perasaan yang telah kau berikan ini merupakan sesuatu yang amat sangat berarti bagaikan sebuah kiriman berwarnakan bintang-bintang.

THE END

Horeeeee!!! Selesai juga!! Otte? Sukakah kalian endingnya? Harap komen yaaa!!!

45 thoughts on “Sister Complex [part 9/END]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s