Me is Genoid [part 4]

Author : Viehyun♥

Genre :Fantasy,Romance and friendship

Type: countinue

Rating :13

Cast :

Cho kyuhyun aka lee kyumin/kyuhyun

kim heechul aka heechul

You aka Nam Hyo Ra

lee hyuk jae aka eunhyuk

choi siwon aka siwon

lee donghae aka donghae

Dennis, Vincent, Joshua

cover credit : the original photo doesn’t belong to me, but I edited it as needed

SAY NO TO PLAGIAT, AND SAY NO TO BASHING

THIS STORY 100% MY IMAGINATION

Annyeong reader seneng dech qt dah nyampe part 4 moga part ini kalian suka yach, qt langsung ke cerita ja yah….

Author POV

Dua orang laki-laki mengendari sebuah mobil sedan silver dengan kecepatan sangat cepat. Terlihat raut kecemasan dari wajah kedua namja itu. Salah satu namja sibuk menekan gas mobilnya agar terus melaju dengan cepat sedangkan satu orang lagi sibuk berbicara dengan seseorang melalui ponselnya.

“apa wanita itu sudah mati?” pekik namja yang memakai kemeja biru tua itu terburu-buru.

“baiklah kami sebentar lagi akan sampai!” ujar namja itu lagi dan menutup flip ponselnya.

“bagaimana? Bagaimana keadaan hyora?” tanya namja yang sedang sibuk mengemudi disampingnya.

“tenanglah kyu, hyora belum terluka tapi kita harus cepat!” ucap namja itu menenagkan orang yang ada di sampingnya.

>>>>

>>>>

“apa kau gila? Aku salah apa?” hyora terlihat sangat ketakutan dengan tingkah donghae yang menyerupai pisikopat yang haus darah.

“kau tidak salah apa-apa padaku, tapi kalau kau terus hidup itu akan menjadi kesalahan terbesarmu padaku!” donghae semakin mendekatkan mata pisau belatinya kearah leher jengjang hyora. Hyora hanya menutup matanya karena tak kuasa menahan rasa takut. Kini mata pisau itu semakin mendekati kulit leher hyora dan hyora hanya menutup matanya semakin rapat karena mungkin kalau dia berteriak belati itu akan langsung menancap di lehernya.

“ini tidak akan sakit, aku akan melakukannya dengan cepat, jadi bersiaplah!” bisik donghae ketika belati itu sudah menyentuh kulit leher hyora.

BRUUKK

Suara itu terdengar nyaring di telinga hyora, karena pukulan itu melintas tepat di  samping telinganya.dan langsung mengenai wajahpria yang akan membunuhnya.

“kyumin!” hyora meneriakkan nama namja yang baru saja merobohkan orang yang akan membunuhnya itu.

“ikut aku!” tapi tiba-tiba seorang pria menarik tangannya.

“eunhyuk oppa!” hyora mengikuti perintah namja yang menariknya itu. Dia memasuki sebuah mobil sedan berwarna silver bersama namja yang di panggilnya eunhyuk oppa itu.

“ada apa ini?” hyora terlihat sangat kebingungan saat eunhyuk menyalakan mesin mobilnya.

“disini terlalu bahanya untukmu!” ujar eunhyuk tanpa memalingkan wajahnya kearah gadis yang duduk disampingnya itu.

“bagaimana dengan kyumin, kita tidak bisa meninggalkannya sendiri disini!” hyora mencoba membuka kembali pintu mobil yang berwarna silver itu, tapi di hentikan oleh cengkraman tangan eunhyuk.

“dia akan baik-baik saja, tenanglah !” eunhyuk melepaskan cengkraman tangannya dan kembali menekan gas mobilnya yang langsung melaju meninggalkan tempat itu.

Kyuhyun POV

“Lancang sekali kau memukulku!” pria yang baru saja aku pukul itu membelalakan matanya menatapku dengan geram.

“kau memang pantas untuk di pukul!” ujarku menatapnya remeh.

BUUKK

“Ah!”  pekikku ketika pukulan anggel bernama donghae itu telak mengenai perutku. Gerakannya sungguh cepat sehingga aku tidak bisa menangkis pukulan itu. Dan kini dia sudah berdiri di hadapanku mungkin jarak kami sekitar 5 meter.

“hah, kau tangguh juga!” ucapku menyulut amarahnya.

Aku melakukan itu sesuai perintah eunhyuk, sesuai yang dia bilang anggel itu mudah sekali emosi jadi sulut saja emosinya agar kekuatannya cepat menipis.

“KAU!” teriaknya yang langsung berlari dengan cepat kearahku. Aku hampir tidak bisa melihatnya berlari mungkin karena saking cepatnya.

BUUKK, BUUUKK, BUUKK

Dia memukulku bertubi-tubi dan aku tidak melakukan perlawanan sama sekali.

“kenapa kau tidak membalas pukulanku, bukankah kau yang memulai duluan tadi!” ujar anggel itu meremehkanku.

“ku..pi..kir..aku ..tidak..per.lu membuang-buang tenagaku dengan membalas pukulanmu!” jawabku terbata-bata karena aku berusaha menetralkan rasa sakit yang menimpa tubuhku karena pukulannya tadi. Aku bukan tidak ingin menyerangnya tapi untuk apa kemampuan mengobatiku kalau aku tidak memakainya kali ini, lagi pula siwon bilang kemampuan pengobatan atau pemulihanku lebih baik dari pada kemampuan menyerangku dan kemampuan pemulihanku ini tidak terlalu memakan banyak energi.jadi dari pada buang-buang energy dengan membalas pukulannya lebih baik melakukan pemulihan karena kekuatan itu membuat pukulan-pukulannya seperti gigitan semut saja di tubuhku.

“tidak perlu? sombong sekali kau!” ucapnya geram dengan diakhiri seringayai sinis dari bibirnya. Dia kembali berlari kearahku  tapi kini dia tidak memukulku dia malah mengitariku dengan berlari sangat cepat.

“hah, apa yang kau lakukan, kau ingin bermain-main denganku?” ucapku ketika anggel itu terus berlari mengitariku.

“kau akan merasakannya nanti!” ucap donghae disela-sela ia berlari.

Dan benar saja kini aku sulit untuk bernafas, tindakannya itu membuat oksigen di sekelilingku lenyap dan membuat oksigen dari luar lingkaran ini sulit untuk masuk.

“apa sudah terasa?” tanyanya padaku, mungkin kini wajahku sudah terlihat membiru karena tidak bisa bernafas.

Bagaimana ini? Apa yang harus ku lakukan sekarang?

Tubuhku mulai sangat lemas dan kini aku sudah tersungkur ke tanah karena kakiku yang tidak bisa menopang lagi tubuhku, apa ini semua sudah berakhir sekarang, secepat inikah aku gagal? Tiba-tiba belati kecil pemberian eunhyuk melintas di kepalaku. Aku berusaha merogoh belati itu di dalam saku ku, keringat dingin sudah mengalir di pelipisku, hanya belati itu satu-satu harapanku sekarang.

Dapat! Pekikku dalam hati saat aku menyemtuh belati itu. Segera ku keluarkan dari tempatnya dan aku mengayunkannya asal.

SREET

“PANAS!” teriak anggel itu karena belatiku mengenai kakinya dan otomatis dia menghentikan aktifitasnya.

Ternyata benar meski belati ini kecil tapi bisa membuat anggel yang hebat ini kewalahan, buktinya dia terus mengerang dan memegang kakinya yang terkena sabetanku padahal lukanya hanya luka goresan kecil.

“aku akan menghabisimu nanti!” ucap anggel bernama donghae itu dan menghilang seperti angin.

Aku mengatur nafasku karena kini oksigen sudah mulai memasuki rongga dadaku yang semula kosong.

“apa kau berhasil?” tanya seseorang di belakangku.

“hah, tentu saja!” ucapku meremehkan kejadian yang baru saja ku alami.

“ayo pulang, kita harus menjelaskan hal ini pada hyora!” ajak namja itu padaku.

“arraso siwon hyung!” ucapku sambil mengikuti langkahnya  keluar dari taman itu.

“tunggu, kalau kau disini kenapa kau tidak menolongku!” pekikku saat kami memasuki mobil hitamnya.

“ini latihan untukmu kalau aku menolongmu kau tidak akan bisa menyelesaikan masalah seperti ini lain kali!” jawabnya bijaksana.

“arra..arra…!”

Author POV

“jelaskan padaku, apa yang sebenarnya terjadi?” wanita itu terlihat panic saat di ajak oleh eunhyuk memasuki sebuah rumah putih ala eropa yang ada di hadapannya.

“akan ku jelaskan saat kita sudah di dalam jadi tenanglah, oke!” eunhyuk sedikit mengeraskan suaranya karena dia sudah sangat kesal pada yeoja yang ada disampingnya itu, mana mungkin dia tidak kesal karena sejak pertama kali menjemputnya di taman kampus  yeoja itu hanya mengajukan pertanyaan yang sama dan eunhyukpun hanya menjawab dengan kalimat yang sama pula.

“oke sekarang akan ku jelaskan!” eunhyuk memulai penjelasannya saat mereka sudah ada di salah satu ruangan di rumah itu.

Wanita itu terus menatap eunhyuk menantikan penjelasan tentang kejadian yang menimpanya hari ini. Bagaimana mungkin dia tidak terkejut karena kejadian yang baru menimpanya itu adalah peristiwa percobaan pembunuhan yang mungkin saja dia tidak akan melihat matahari lagi saat ini jika kyumin dan pria yang ada di hadapannya ini tidak datang.

“ku rasa aku yang akan jelaskan padanya!” kyuhyun memasuki ruangan itu dengan siwon yang mengikutinya dari belakang. Terlihat wajah lega dari eunhyuk ketika kyuhyun dan siwon datang. Memang saat dia akan menjelaskan pada yeoja yang ada di hadapanya itu dia sedikit bingung untuk mencari alasan lain karena tidak mungkin untuknya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

“apa bisa kalian meninggalkan kami berdua!” ucap kyuhyun meminta ijin pada siwon dan eunhyuk.

Siwon dan eunhyuk segera keluar dari ruangan itu dan meninggalkan kyuhyun dan hyo ra. Terlihat raut khawatir dari sorot mata hyora saat melihat kyuhyun yang tampak sangat kotor dan letih  di hadapnnya.

“apa kau baik-baik saja!” hyora mendekatika kyuhyun yang berdiri di hadapannya.

“ne, aku baik-baik saja, jangan khawatirkan aku!” kyuhyun berusaha menghibur yeoja yang ada di hadapannya itu dengan tersenyum simpul.

“sebenarnya apa yang terjadi pada donghae, kenapa dia ingin membunuhku?” hyora menatap kyuhyun lekat-lekat karena ia tidak mau kehilangan satu momen pun saat kyuhyun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

“ini semua salahku!” ucap kyuhyun tertunduk.

“maksudmu?” hyora terlihat kebingungan dengan jawaban yang di berikan kyuhyun.

“donghae melakukan itu padamu karena kau memiliki hubungan denganku!” kyuhyun melanjutkan penjelasannya.

“aku belum mengerti apa maksudmu!” hyora mengerutkan dahinya saat mendengar penjelasan kyuhyun.

“oke, anggap saja aku adalah seorang yang memiliki banyak musuh, dan donghae adalah orang yang benar-benar membenciku, maka dari itu dia ingin membunuh siapapun yang dekat dan memiliki hubungan denganku!” jelas kyuhyun kembali.

“begitu inginkah dia menghancurkanmu, sebenarnya siapa kau ini?” hyora mulai sedikit takut dengan namja yang ada dihadapannya itu.

“mungkin sekarang aku tidak bisa menjelaskan siapa aku yang sebenarnya padamu, tapi saat waktunya tiba aku akan jelaskan semuanya, dan sekarang untuk keamananmu sebaiknya kau tinggal disini terlebih dahulu !” kyuhyun berusaha menampilkan senyuman di wajahnya yang semula mengeras tapi hal itu malah membuat hyora semakin curiga dan takut padanya.

“aku ingin pulang sekarang!” bentak hyora mengacuhkan perkataan kyuhyun dan dia segera berlari keluar dari ruangan itu.

Nam Hyora POV

Apa namja itu gila, dia meyuruhku tinggal di rumahnya ? sebenarnya siapa dia? Apa dia itu teroris sampai-dampai dia tidak bisa membocorkan identitasnya padaku?

“aissh, hari ini aku benar-benar sial!” gerutuku saat melintasi lorong yang ada di dalam rumah besar ini.

“kau mau kemana?” seseorang berteriak di belakangku dan aku tahu suara siapa itu. Aku tidak menjawab pertanyaannya karena aku sudah malas dan kesal.

“tunggu!” ucap suara itu tapi kini dia sudah mencengkram lengan kananku.

“aku akan laporkan hal ini pada polisi !” teriakku pada namja yang ada di hadapanku itu.

“polisi tidak mungkin bisa menyelesaikan masalah ini, kau tahu!” kyumin balas berteriak padaku dan aku sedikit terkejut dengan teriakannya itu.

“lalu apa maumu sekarang, aku harus bagaimana?” tanyaku frustasi karena aku benar-benar tidak mengerti situasi ini.

“kau harus tinggal disini untuk sementara waktu!” kyumin mulai menurunkan suaranya padaku.

“aku akan tinggal disini, tapi kau harus memberi tahu terlebih dahulu siapa kau sebenarnya!” pintaku padanya.

“untuk permintaanmu itu aku tidak bisa mengatakannya sekarang,sudah  ku katakan anggap saja aku adalah orang yang banyak memiliki musuh !” jawabnya mempertegas penjelasannya.

‘oke terserah kau mau menganggapku ini apa, tapi yang jelas kau harus disini, ini semua untuk keamananmu juga”kyumin melanjutkan penjelasannya karena sedari tadi aku tidak menanggapinya.

“untuk berapa lama?” tanyaku langsung.

“mungkin sekitar satu setengah bulan, karena masalah ini mungkin sedikit sulit untuk diselesaikan!” jawabnya santai.

“lama sekali, bagaimana kalau orang tuaku menanyakan semua ini?”

“jangan bercanda, kau yatim piatu dan kau hidup sendiri di daerah namsan bukan?” kyumin sedikit tertawa sinis.

Sial dia tau kalau aku tidak punya orang tua, padahal itu satu alasan untukku agar tidak tinggal disini.

“apa keputusanmu?” tanyanya lagi padaku.

“apa selama tinggal disini aku masih boleh keluar untuk kerja part time ?” tanyaku lagi padanya.

“tidak itu berbahanya dan untuk sementara ini ku rasa kau tidak boleh untuk kuliah juga!” ucap kyumin yang membuatku terkejut.

“separah ini kah? Bagaimana dengan nilai dan poin absenku?” teriakku panic padanya.

“siwon hyung akan urus semuanya oke!” jawabnya tegas.

“hah, kau kira aku ini apa? Aku juga punya kehidupan sendiri, bagaimana mungkin aku harus terkurung di rumah ini selama satu setengah bulan , dengan orang-orang yang belum aku kenal, dan aku harus mengorbankan kuliahku? Kau gila!” ucapku perotes pada keputusannya yang egois.

“kalau kau melangkah keluar dari rumah ini satu langkah saja maka nyawamu akan melayang!” tiba-tiba terdengar suara seorang namja yang sedikit berat di belakang kyumin.

“hyung!” ucap kyumin terlihat terkejut sama denganku.

“kau harus memilih apa kau diam di rumah ini untuk sementara waktu atau keluar dari rumah ini dan mati sia-sia di luar sana!” ucap kembali namja jangkung itu kini dia ada di hadapnku dan menatapku dengan tajam. Aku menelan ludah mendengar pernyataan namja itu. Apa aku ini sedang mimpi buruk? Tanyaku dalam hati karena biasanya kejadian seperti ini hanya terjadi di film-film dan aku tidak pernah berhanyal untuk ada dalam situasi seperti ini.

“baiklah kalau kau ingin keluar, pintu ini terbuka lebar untukmu!” ucap namja itu membukakan pintu rumah terbuat dari kayu jati itu.

“siwon hyung, apa yang kau lakukan!” cegah kyumin saat namja jangkung yang di panggilnya siwon hyung itu membukakan pintu.

“aku hanya butuh satu kata darimu, ya atau tidak?” namja bernama siwon itu kembali menatapku dan menghentikan gerakan tangannya membuka pintu.

“baiklah aku akan tinggal dirumah ini!” aku menghela nafas perlahan. Cukup berat memutuskan hal ini tapi di lihat dari raut wajah dua namja yang berdiri di hadapanku sepertinya masalah ini cukup sulit dan memang membahanyakan. Tapi aku tidak akan berhenti disini. Aku pasti akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan siapa mereka ini.

>>>>

>>>>

Seorang pelayan membukakan pintu berbahan kayu jati yang cukup besar dan penuh ukiran yang ada di hadapanku. Menurut ucapannya tadi padaku ruangan ini akan menjadi kamarku saat tinggal disini. Ku akui rumah ini memang besar dan indah dengan paduan ornament modern dan klasik yang dipadupadankan dengan harmonis. Aku melangkahkan kakiku memasuki ruangan yang terbuka di hadapanku, ruangan itu sangat besar semua barang yang ada di dalam ruangan ini berwarna putih bersih dan semua barang yang ada di tata dengan rapih dan indah. Aku cukup terkesiap dengan apa yang kulihat ini. Bisa di bilang kamar ini sangat mewah dan tidak pantas untuk orang yang hanya akan tinggal di rumah ini dalam waktu sementara. Ku rasa mereka salah memilih kamar untukku.

“em, apa kita tidak salah ruangan!” tanyaku pada pelayan wanita yang mengantarkanku ke kamar ini.

“tidak nona ini memang kamar anda!” jawab pelayan itu dan tesenyum ramah padaku.

“apa aku bisa keluar sebentar dari rumah ini? Kurasa aku harus mengambil beberapa baju di rumah lamaku karena aku butuh baju gantikan saat disini!” ucapku pada pelayan itu

“ah, tuan bilang anda bisa menggunakan baju yang ada di lemari ini!” pelayan itu menunjuk jejeran lemari berwarna putih di sisi kanan dinding kamar ini. Aku semakin terkejut saat pelayan itu membuka satu persatu pintu lemari itu yang langsung menghadirkan lukisan indah untuk para shopaholic. Ada ratusan baju wanita di dalamnya dengan berbagai macam mode dan style, bukan ! bukan ratusan tapi ribuan kurasa karena benar-benar banyak lengkap dengan sepatu dan tas yang sangat terlihat bermerk dan mahal.

“kalau begitu saya tinggal dulu, selamat beristirahat nona!” pelayan itu membungkukan tubuhnya dan keluar dari ruangan yang sedang ku tempati ini.

Author POV

Kyuhyun melangkahkan kakinya gontai menuju ruangan kecil yang ada di dalam kamarnya. Tadi malam dia kurang tidur karena terus memikirkan kejadian kemarin yang bisa saja merenggut nyawa hyora. Pria itu mencuci mukanya kilat dan menepuk-nepuk pipinya yang mengakibatkan semburat warna merah dipipinya. Dia memandang lurus wajahnya yang terpantul di dalam cermin. Mungkin masih canggung untuknya melihat pantulan dirinya sendiri sekarang di cermin. Terlihat raut kesedihan di bola matanya yang kecoklatan. Tapi ada senyuman tipis dibibirnya sekarang, mungkin karena kini dua orang yang bisa menyelamatkan takdir yang sekarang berantakan sudah ada di dalam perlindungannya.

“kyu, cepat bangun siwon ingin bicara denganmudi ruangannya !” eunhyuk berteriak di balik pintu kamar kyuhyun setelah dia mengetuk pintu kamar itu beberapa kali tapi tidak ada tanggapan dari pemilik kamar.

“ne!” kyuhyun balas berteriak dan segera keluar dari kamar mandi dan bergegas menuju ruangan siwon, tapi langkahnya terhenti ketika cahaya yang menyilaukan memancar dari jendela kamarnya. Kyuhyun menyipitkan matanya untuk melihat objek yang memantulkan cahanya itu. Cahaya itu muncul di taman yang tepat berada di depan kamarnya. Cahaya itu perlahan redup saat kyuhyun semakin mendekati jendela itu. Setelah penglihatan kyuhyun kembali normal kini dia bisa melihat sosok yang memantulkan chanya itu. Ternyata ada tiga sosok yang  berdiri sekarang di taman itu. Tiga sosok pria dengan tiga pasang sayap dipungung mereka, sanyap putih seperti sayap angsa yang mengembang indah. Tiga pria itu berjalan anggun namun sangat gagah dan berwibawa.

>>>>>>

>>>>>>

“Dennis, Vincent, Josua. Sudah lama kita tidak bertemu!” siwon tersenyum ramah ketika melihat tiga sahabat lamanya yang sudah lama dia tidak jumpai.

“ada angin apa kalian datang kerumah kami ?” tanya eunhyuk penasaran karena jarang sekali tiga ngel sehebat mereka meluangkan waktu datang kerumahnya.

“ada hal penting yang ingin kami sampaikan!” jawab namja jangkung beramput kecoklatan itu.

“apa itu?” siwon mengerutkan dahinya ketika mendengar penyataan namja jangkung bernama josua itu.

“ini tentang masalah kyuhyun atau bisa dibilang tentang masalah yang akan berimbas pada  keberlangsungan hidup semua kaum Genoid!”

TO BE CONTINUE

Gimana ff.a chingu? Oke kritik dan saran tulis d coment yach.. gomawo^^

5 thoughts on “Me is Genoid [part 4]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s