You’re Just Too Nice and I Hate It [part 5]

It’s me Kei and I’m back again.

And now, Hyori will be back with her original pair.

Hope you’ll like it. Don’t forget to comment n silent readers are welcome ^^

You’re Just Too Nice and I Hate It (part 5)

Kalau memang hubungan ini harus berakhir, biarlah berakhir dengan baik dan tidak meninggalkan kesalahpahaman. Kata Hyori dalam hati.

**

“Kita harus bicara.” Kata Hyori memecahkan kesunyian.

“Tentang?”

“Tentang kejadian tadi. Itu tidak seperti yang kau pikirkan, Hae.”

“Aku tidak bisa berpikir dengan kepala dingin malam ini Hyo. Kurasa kita bisa membicarakannya lain kali.”

“Tidak. Tidak ada lain kali. Aku mau semuanya selesai malam ini juga.” Kata Hyori persistent.

“Kita tidak akan menghasilkan apapun kalau memaksa membicarakannya malam ini.”

“Kalau begitu besok malam?”

“Aku ada meeting besok malam.”

“Kutunggu sampai selesai.”

“Mungkin akan sampai larut malam…” kata Donghae mengambangkan jawabannya.

“Aku tidak peduli. Kutunggu sampai kau datang. Di apartementmu?”

“Sudah sampai.” Jawab Donghae sambil menghentikan mobilnya.

“Besok malam kutunggu kau di apartemenmu karena kita harus membicarakannya.” Kata Hyori sebelum turun dari mobil dan naik ke apartemennya.

Yoboseyo, oh kau Siwon. Bagaimana?” Tanya Hyori sewaktu Siwon menelponnya hampir tengah malam.

“Aku harap semuanya berjalan seperti yang seharusnya.” Jawabnya lemah.

“Hyera-ssi baik-baik saja kan?”

“Iya. Tadi sewaktu ku jelaskan semuanya sih dia bisa mengerti. Tapi aku tidak tahu bagaimana reaksi selanjutnya.”

“Haruskah aku menemuinya untuk menjelaskannya lagi?” tawar Hyori.

“Aku rasa tidak perlu, Hyo. Tapi kalau keadaan menjadi memburuk, kau harus membantuku.”

“Siap, captain.”

“Bagaimana dengan Donghae-ssi?”

“Buruk.”

“Maksudmu?”

“Dia tidak mau membicarakannya malam ini. Kurasa dia benar-benar marah padaku.”

I’ll call him.”

No no no, I’ll talk to him tomorrow. Just wish me luck okay, buddy.”

Always, babe.”

“Kurasa kita harus menghentikan kebiasaan kita memanggil dear, baby, dan lainnya deh.” Kata Hyori sambil menghela nafas pendek. “Dan kurasa aku harus mulai membiasakan memanggilmu oppa.”

“Hahahahaaa, itu akan terdengar aneh, Hyo. Ide kau memanggilku oppa saja sudah membuatku geli. Apalagi sekarang kau akan memanggilku itu.” Kata Siwon sambil tersenyum.

“Aku juga berpikir seperti itu. Kau tahu mengapa aku tidak mau memanggilmu oppa selama ini?” Tanya Hyori.

“Tidak” jawab Siwon sambil menggelengkan kepalanya dan mulai berkonsentrasi pada suara Hyori.

“Kau tahu kan arti sebutan oppa?”

“Untuk laki-laki yang lebih tua?” jawab Siwon tidak yakin dengan jawabannya sendiri.

“Selain itu?”

“Untuk sebutan kepada kekasihnya.” Jawab Siwon lagi kali ini lirih.

“Kau pasti lupa sejak kapan aku tidak pernah memanggilmu oppa lagi.” Kata Hyori sambil membenarkan posisi duduknya. “Dulu pertemuan pertama kita, aku memanggilmu sunbae, Siwon sunbae, sampai akhirnya kau menjadi pacarku dan aku memanggilmu Siwon oppa.”

“…”

“Setelah itu terjadi ‘perang dingin’ antara kita dan aku memutuskan untuk tidak memanggilmu dengan embel-embel oppa atau sunbae lagi setelah kita berteman lagi. Kau tahu kenapa?”

“Kenapa?”

“Karena aku ingin mengenalmu lagi dan berteman denganmu dengan membuka lembaran baru. Bukan Siwon sunbaeku semasa kuliah ataupun Siwon oppaku yang telah menjadi pacarku.”

“…”

“Dan sekarang karena kau sudah menemukan seseorang yang spesial dan juga menurutku orang-orang sudah menganggapku kurang ajar padamu karena tidak memanggilmu oppa, maka aku akan mulai memanggilmu oppa. Siwon oppaku yang selalu menjadi kakak laki-lakiku selamanya. Siwon oppaaaaa.”

“Kau tidak perlu memaksakannya kalau kau tidak nyaman.”

“Tidak kok. Kau adalah Siwon oppa dan Hyera onnie.”

“Terserah kau sajalah, Hyo.” Kata Siwon mengalah.

“ Terima kasih untuk segalanya Siwon-ah. Aku benar-benar beruntung memilikimu dalam hidupku. Aku akan melakukan apapun untuk bisa membalas semuanya.”

“Yang benar?”

“Iyaaaaa. Sebutkan saja permintaanmu.”

“Putuskan pertunanganmu dan menikahlah denganku.”

“Gila kau! Akan kututup telponnya.” Ancam Hyori.

“Heeeee, jangan!! Aku hanya bercanda. Mau dikemanakan si cantik Hyeraku?” Tanya Siwon sambil tertawa lirih. “Hyo, cepat selesaikan kesalah pahaman ini dengan Donghae dan aku tidak mau menerima berita buruk. Yang mau aku dengar adalah kau menelponku untuk double date, arra?”

Yes, captain Choi. Your wish is my command.” Jawab Hyori sambil memberikan hormat.

Good nite and have a sweet dream, my lil sissy.”

**

 

“Sudah berapa tahun sih dia tidak memberskan apartemennya?” Tanya Hyori monolog sewaktu memasuki apartemen Donghae yang berantakan.

Hampir semua tempat penuh dengan bulatan-bulatan kertas dan juga kertas-kertas berisi beberapa neraca pekerjaan Donghae. Di bak cuci piring ada sebuah panci dan beberapa mangkok, piring, dan gelas yang belum sempat di cuci. Di lemari es nya pun ada beberapa botol yang hampir kosong dan belum di buang.

“Waktunya membersihkan.” Kata Hyori sambil menaruh tas plastik belanjaannya beserta tas tangannya di salah satu sudut sofa dan menyingsingkan lengan kemejanya.

Dia mulai membereskan kertas-kertas yang betebaran dan menyusunnya di tepi meja agar Donghae mudah untuk menyortirnya. Lalu dia menuju ke dapur dan mencuci. Tidak lupa dia membuang botol-botol dan makanan yang sudah basi dan hampir basi dari lemari es. Dia menggunakan vacuum cleaner untuk membersihkan karpet dan yang terakhir adalah menyiapkan hidangan makan malam spesial buatannya yaitu spaghetti cream sauce.

 

To: My Donghae

Kau sudah berapa lama sih tidak bersih-bersih apartemen? Kotor sekali  >.< Oh ya, jam berapa pulang?

 

From: My Donghae

Mungkin aku akan pulang terlambat. Lebih baik kau pulang saja.

 

To: My Donghae

Kita harus membicarakan hal yang kemarin. Aku akan tetap menunggumu disini. Btw aku memasak spaghetti kesukaanmu. Cepat pulang yaaaa. Chu~~~

 

Kurang lebih setengah jam kemudian dua buah spaghetti cream sauce sudah tertata cantik di meja makan. Hyori melepaskan celemek yang dia gunakan dan mulai melirik jam dinding. Sudah pukul sembilan malam dan belum ada tanda-tanda kalau Donghae akan pulang dalam waktu dekat. Dia megintip melalui beranda apartemen Donghae yang menghadap ke jalan dan berharap kalau dia akan menemukan sosok mobil Donghae ditengah keremangan malam. Tapi sayang beberapa mobil hanya berjalan melewati gedung apartemen tanpa berhenti seperti yang diharapkannya.

Dia menghela nafas perlahan sambil mencoba untuk tersenyum dan berpikiran positif. Mungkin memang rapat hari ini memakan waktu lama sehingga dia pulang terlambat. Pikir Hyori. Dia lalu masuk ke dalam, mengunci jendela besar yang berubah fungsi menjadi pintu pembatas luar dan dalam lalu menyalakan televisi untuk menemaninya menunggu Donghae.

“Aduh.” Erang seseorang perlahan karena menabrak vacuum cleaner yang telah berpindah tempat. Dia berjalan tertatih mengembalikan benda itu ke tempat biasa dia menyimpannya yaitu di dekat dapur. Dia melihat meja makannya yang masih tersaji dua buah spaghetti cream sauce yang dingin dan seorang perempuan yang meringkuk tidur di sofanya. Televisi saat ini menayangkan sebuah opera sabun Amerika dengan seorang perempuan yang sedang menangis di tepi sebuah tebing yang menghadap ke arah laut.

Donghae tersenyum memandang perempuan itu. Dia sejenak berpikir untuk membangunkan perempuan itu atau tidak. Tapi karena wajah perempuan itu yang sangat menikmati tidurnya membuat Donghae tidak tega membangunkannya dan memutuskan untuk mengambilkan bantal dan selimut untuknya. Sewaktu membenahi selimut di tubuh Hyori, Donghae membenarkan beberapa anak rambut Hyori yang terbebas dari ikatan rambutnya. Dia memandangi wajah perempuan yang telah menjadi kekasih hatinya itu sambil tersenyum lembut. Dia menyusuri garis wajah Hyori, berhenti di ujung hidungnya, dan mengetuk-ketukkan jarinya lembut.

“Kenapa sih semua ini harus terjadi sekarang?” tanyanya monolog. Tersirat perasaan frustasi disana. Dia lalu duduk membelakangi Hyori dan mengganti-ganti channel TV tanpa bisa menemukan apa yang dia cari.

“Kau mengganggu tidurku, Hae.” Kata Hyori lembut tanpa mengubah posisi tidurnya.

“Benarkah? Kalau begitu lebih baik kau pindah ke kamar sekarang. Biar aku yang tidur di sini.” Jawabnya tanpa mengubah pandangannya ke televisi.

“Kau baru datang? Aku sudah terbagun dari tadi gara-gara kau menabrak sesuatu tadi.” Kata Hyori mencoba untuk membangun suasana.

“Maaf, tadi aku menabrak vacuum cleaner.”

“Kau sudah makan malam? Mau mencoba spaghetti buatanku? Akan kupanaskan. Atau kau mau makan makanan lain?” tawar Hyori.

“Tidak, aku sudah makan.”

“Aku belum makan karena menunggumu dan aku mau kau makan spaghetti buatanku atau aku akan marah padamu.” Rajuk Hyori sambil memeluk leher Donghae dari belakang dan menaruh dagunya di pundak Donghae.

“Aku capai. Aku mau tidur. Kau yakin tidak mau pindah?” Tanya Donghae sambil melepaskan tangan Hyori dari lehernya.

Ya! Lee Donghae! Aku daritadi mencoba untuk membangun sebuah conversation disini dan kau daritadi mematikannya. Apa sih maumu?” Tanya Hyori kesal.

“Sudah malam, Hyo. Sudah waktunya tidur.”

“Tunggu.” Kata Hyori sambil menarik tangan Donghae yang mulai berdiri dan beranjak pergi. “Kita harus bicara.”

“Tidak sekarang.”

“Kapan?” Tanya Hyori dengan pandangan tajam. “Kau tidak bisa menghindarinya terus, Hae. Ini harus diselesaikan sekarang juga. Aku tidak suka menunda-nunda menyelesaikan sesuatu apalagi ini cuma sebuah hal sepele.”

“Sepele katamu? Jadi selingkuh itu hal sepele.” Kata Donghae miris.

“Oh, ayolah. Aku sudah menjelaskan ini semua padamu. Aku dan Siwon itu hanya teman. Memang aku dulu pernah pacaran dengannya tapi itu sudah lama berlalu dan sekarang kami hanya bersahabat. Dia sudah mempunyai pacar yang cantik, Han Hyera, kalau kau ingat. Perempuan yang kemarin itu.”

“…”

“Yang kemarin kau dengan tentang I love you itu hanya sebuah ungkapan sayangku padanya. Hanya sebagai sahabat tidak lebih. Kau seharusnya mendegarkan seluruh percakapan kami sore itu. Bukannya hanya kalimat terakhirnya.”

“Buat apa? Agar akau tahu seberapa jatuh cintanya kalian berdua dan seberapa bodohnya aku karena mengira kau mencintaiku?”

“Hae, aku harus menjelaskan dengan apa lagi sih?” Tanya Hyori frustasi. “Aku mencintaimu.”

“…”

“Jawab aku, Hae. Jangan diam seperti itu.”

“…”

**

Hyori melihat pantulan dirinya di cermin panjang yang ada di kamarnya sekali lagi untuk mengecek penampilannya. Siwon menelpon kemarin malam untuk mengajaknya dan Donghae double date di taman bermain. Dia prihatin dengan hubungan mereka yang tidak membaik setelah insiden sore itu. Dia memaksa Hyori untuk ikut padahal Hyori sudah setengah mati menolak dan meyakinkan Siwon bahwa Donghae tidak akan datang.

“Dia akan datang, Hyo. Percayalah padaku, oke?!” kata Siwon di telpon kemarin malam.

Hyori memakai dress terusan berwarna oranye pucat dengan gambar bunga-bunga di seluruh bagiannya. Dia juga memakai wedges dengan warna senada dan tas yang terbuat dari akar tanaman berkuran sedang. Rambutnya dibiarkan tergerai dengan hiasan berupa jepit kecil berbentuk bunga krisan. Ponselnya berbunyi dan wajah Siwon menghiasi layarnya. Dengan segera dia mengambil tasnya dan turun menghampiri Siwon yang sudah menunggu di bawah.

“Wow, kau terlihat cantik Hyo.” Puji Siwon dari kursi pengemudi.

“Ini gara-gara kau.” Kata Hyori mengerucutkan bibirnya.

“Aku? Hyera yang menyuruhku.” Kata Siwon tidak mau disalahkan.

“Jadi sekarang salahku?” Tanya Hyera dari kursi penumpang disebelah Siwon.

“Iya, onnie. Ini salahmu. Aku memakai dress seperti ini disaat kita akan bermain di taman bermain. Lebih asik aku memakai celana sehingga bisa bergerak dengan bebas.”

“Tapi kau terlihat sangaaaaaaaaat cantik dengan itu Hyori.” kata Hyera sambil menolehkan tubuhnya menghadap Hyori di kursi penumpang belakang.

“Pasti Donghae akan sangat menyukainya. Aku bertaruh pasti dia akan terkejut melihatmu berdandan semanis ini.” Kata Siwon sambil melirik Hyori. “Hei, jaga cara dudukmu agar dress mu tidak kusut.”

“Terserah.” Kata Hyori merajuk dan mengalihkan padangannya dari kaca tengah ke jalanan.

Jalanan siang itu tidak begitu padat karena hari itu bukanlah hari libur. Tidak memerlukan waktu lama sebelum mereka sampai di taman bermain. Setelah memarkirkan mobil, merekapun berjalan perlahan menuju sebuah air mancur yang menjadi pusat dari taman hiburan ini. Disana Donghae menunggu dengan kaos putih yang dilapisi dengan kemeja kotak-kotak biru muda dan kacamata hitamnya. Dia berdiri dan melambaikan tangannya sewaktu melihat Hyori, Siwon, dan Hyera datang.

“Maaf menunggu lama. Hyori lama sekali berdandan.” Kata Siwon sambil berjalan mendekati Donghae.

“Ah, tidak apa-apa. Aku juga baru datang kok.” Kata Donghae sambil mencopot kacamatanya dan menaruhnya di saku baju.

“Jadi kita mau main apa dulu?” Tanya Siwon sambil berjalan ke arah sebuah papan pengumuman yang menempelkan peta lokasi taman bermain tersebut.

Mereka memutuskan untuk bermain di arena yang paling luar dulu. Awalnya Siwon berjalan bersama dengan Donghae dan meninggalkan para perempuan di belakang mereka karena Hyori tidak bisa berjalan cepat-cepat dengan wedgesnya itu. Namun setelah bermain beberapa wahana, Siwon kini sudah berjalan berduaan dengan Hyera dan meninggalkan Hyori dan Donghae dibelakang.

Hubungan Hyori dan Donghae yang belum membaik semenjak malam itu berakibat dengan Donghae yang berjalan dibelakang Siwon-Hyera dan meninggalkan Hyori dibelakang yang berjalan perlahan sendirian.

“Sejak kapan sih kau jadi kura-kura? Jalanmu perlahan sekali.” Kata Siwon sewaktu mereka makan siang di food corner.

“Sejak kalian menyuruhku memakai sepatu sialan ini.” Kata Hyori sambil mendengus sebal.

“Tapi kau terlihat cantik, Hyori.” kata Hyera membela pacarnya sambil tersenyum.

“Aku tidak suka terlihat cantik tapi tersiksa, onnie.” Kata Hyori sambil memijit betisnya.

“Dia terlihat cantik dan manis kan, Donghae-ssi?” Tanya Hyera pada Donghae yang sedang mengunyah makanannya itu.

Donghae hanya tersenyum tipis sambil melihat Hyori secara keseluruhan dan kembali lagi pada makanannya itu.

“Jadi kita mau main apa lagi sekarang?” Tanya Siwon di luar food corner sambil melakukan sedikit peregangan tangan. “Bagaimana kalau kita main itu?”

“Jangan main itu, nanti kita basah. Kau tidak lihat mereka kebasahan?” Tanya Hyera sambil menunjuk kepada orang-orang yang keluar dari wahana tersebut dengan baju yang basah.

“Yang basah hanya yang duduk di kursi depan, Hyera. Kita bisa duduk di barisan belakang.” Rajuk Siwon. “Main itu saja ya.”

Hyera hanya memandang Siwon sambil menimbang-nimbang permintaan kekasihnya itu. Dia melihat Hyori dan Donghae yang berdiri berjauhan tidak jauh dari mereka. “Bagaimana menurutmu Hyori?”

“Kalau kalian mau naik, aku tunggu disini saja. Aku tidak mau kebasahan.” Kata Hyori memberikan pendapat sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.

“Bilang saja kau takut, Hyo. Iya kan?” kata Siwon memancing. “Bukan karena dress mu ataupun wedges mu. Bahkan kalau kau kesini dengan celana dan sneakers pun kau tidak akan menaikinya.”

“Siapa bilang?” Tanya Hyori terpancing. “Ayo kita naik!”

“Kalau begitu kalian berdua saja yang naik.” Kata Hyera memutuskan. “Donghae-ssi kalau kau mau ikut naik, naiklah.“

“Tidak usah. Aku akan menunggu di sini saja.” Tolak Donghae.

“Ayo, agashi!” kata Siwon sambil menarik tangan Hyori dan memasuki arena tersebut. Mereka mengantri sebentar dan akhirnya menaiki wahana tersebut. Siwon sekali lagi menantang Hyori untuk duduk di kursi terdepan dengan akibat mereka akan sangat kebasahan. Karena sifat Hyori yang tidak mau kalah, maka dia pun menerima tantangan tersebut.

Mereka turun dari wahana tersebut dengan baju yang lumayan basah. Rambut Siwon dan polo shirtnya pun tidak jauh berbeda. Begitu juga dengan poni Hyori dan juga dress nya basah sehingga sekarang mereka terlihat seperti anak anjing yang kehujanan.

“Oh, lihatlah tampang kalian.” Kata Hyera sembil tersenyum dan mengangsurkan sebuah sapu tangan ke arah Hyori untuk sedikit mengeringkan bajunya.

“Sial kau Siwon.” Kata Hyori sambil melap bagian dada dari bajunya.

“Hey, itu salahmu sendiri untuk menyetujui ajakanku.” Kata Siwon tidak mau kalah.

“Lebih baik sekarang kita duduk untuk mengeringkan baju kalian.” Usul Hyera dan mengajak mereka untuk duduk di bangku.

Hyori duduk dibangku sambil melap rambut dan bajunya dengan sapu tangan yang Hyera berikan. Walaupun tidak bisa menolong tapi lebih baik dari pada bajunya basah. Dia juga melepaskan wedgesnya untuk mengurangi penderitaannya hari itu. Basah dan tersiksa. Perpaduan yang sempurna untuk hari itu. Oh ya, ditambah lagi dengan pemandangan saling mencintai dari Siwon-Hyera yang sedari tadi mereka pamerkan. Mulai dari hal-hal kecil sampai saat ini, Hyera yang sedang membantu Siwon untuk mengeringkan rambutnya dengan tisu. Sementara itu Donghae hanya berdiri di sampingnya dan terdiam memandangi antrian orang.

**

Tags: Choi Siwon, Lee Donghae

17 thoughts on “You’re Just Too Nice and I Hate It [part 5]

  1. yeeyyyy~ siwon-hyera beres masalahnya!
    yg nyebelin donghae nih! udh deket bgt sm mantan, ngelarang hyori sgala,,
    aduuhhh~ klo msh mw tunangan sm hyori jgn gtu dong!
    thor, kependekan nih. next part dipanjangin yaaa :D

  2. akhirnya publis juga….
    donghae keras kepala banget y..dah dibela2in nunggu di apartement,bersih2,masak…tapi kok g luluh juga…
    kasian bagt tuh hyori…
    kelanjutanya thor ditunggu…jgn lama2 y…gomawo

  3. aku nunggu ff ini looh hahaha XD
    ih si donghae tuh galauers sejati ye? udah dbilangin hyo tuh gak ada apa2 sama siwon ==’

    semangat lanjutinnya! saya tunggu, asli! X3

  4. Hoho, udah lama gamampir kesini.. Udah ada ini aja ^^
    seperti nya Na ktinggalan di part part sebelum nya. Soal nya waktu itu Na baca part awal nya doang :)

    dan hey, author.
    Tau kah kau bhwa kau itu author fav Na? ^^v
    haha, Na suka sm setiap ff buatan mu.. Dr segi crta nya slalu beda dan bikin menarik ;) ditamah sm konflik yg slalu buat pnasaran. Bahasa yg dipake jg nambah jd gabosen baca nya :) and, segi pemeran karakter nya pun beda dr yang lain..
    well, love it!

    Keep writing ne?
    Fighting! :)

  5. dinghae bener2 ngambek n marah,,, serius kali ini,,,sedikit kesel sih sama donghae pas dua ma mantan y n dapet tlpn dr cwe lain hyo bis diluluhin sekarang giliran hyo donghae ngak mau damai……
    Lanjut……

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s