The Sweet Melodies [part 10/END]

Author                      : AlexaHan

Main cast                 : Lee Dong Hae, Han Yuri

Rating                       : PG 13

Length                       : Chapters

Genre                        : Romance

 

The Sweet Melodies part 10 (end)

“appa…aku bukan anak yang diam saja jika melihat orang tua kesusahan…aku akan berusaha membantu appa menangani masalah appa…..masih ada bibi yang juga akan membantu kita. Aku tidak akan membiarkan usaha appa hancur begitu saja…..jadi aku mohon…..biarkan aku bersama Yuri” Donghae berlutut lagi didepan appanya

“apa kau benar-benar serius?” nada suara Minwoo menurun

“ne……” jawab Donghae mantap

“kalau begitu, appa tidak akan menghalangimu lagi…..berjanjilah kau akan bahagia”

“appa……”

“maaf…appa sudah banyak mengekangmu selama ini…”

“appa gamsahamnida………” Donghae memeluk appanya

“appa…jangan khawatir…..aku akan membantu mengatasi masalah perusahaan”

“tidak usah pikirkan itu…..appa yang akan mengatasinya….raihlah keinginanmu menjadi arsitek”

Donghae dan Minwoo keluar. Yuri dan Minji daritadi menunggu dengan khawatir.

“Yuri maafkan paman…………”

“paman tidak salah……” Yuri tersenyum manis

“sekarang pulanglah….rumah sepi jika tidak ada kalian” kata Minwoo

Mereka ber4 kembali kerumah. Sesampainya dirumah, Minwoo mendapat telpon dari sekertarisnya. Sekertarisnya memberitahu bahwa kontrak kerjanya dengan keluarga Kim corp. tidak jadi dibatalkan. Ternyata Yoojin memohon pada orang tuanya dan bilang urusan bisnis harus dipisahkan dengan urusan pribadi. Minwoo bisa bernafas lega.

“jadi kau tidak akan ke Perancis?” kata Donghae

“siapa bilang? Aku akan tetap kesana. Penerbangan ku yang sebenarnya seminggu lagi”

“MWO? Lalu untuk apa kau kebandara hari ini?”

“aku sudah mengecek kapan ada penerbangan ke Paris. Kebetulan hari ini ada jadi aku ada alasan….lagi pula siapa yang mau menyaksikanmu menikahi orang lain”

“hahhahah…kau cemburu ya??”

“tidak”

“benarkah?”

“oppa kau menyebalkan” Yuri meniggalkan Donghae

1 Minggu kemudian

#backsound – BoA (Stand By)

“oppa….jangan menghabiskan uangmu untuk minum…..makanlah teratur dan tepat waktu…tidur yang cukup…..jangan lupa memakai syal saat musim dingin….jangan terlalu banyak minum es dimusim panas, kau bisa flu. Jika tidak enak badan, cepat minum obat atau kedokter………” nasehat Yuri

“araso Mrs.Lee…………..” Donghae mengacak rambut Yuri pelan

“apa? Mrs.Lee?”

“iya…kau harus terbiasa karena nanti pasti namamu berubah jadi LEE YURI”

“memangnya aku pernah bilang mau menikah dengan oppa? Siapa tahu aku mendapat yang baru di Paris”

“hahhaah….tidak mungkin. Yuri ku sayang, aku tahu kau tidak suka pria bule”

“di Paris bukan berarti hanya ada orang bule. Orang asia juga banyak…..kekkekkekek”

“awas kau kalau berani macam-macam” Donghae menatap Yuri tajam

“cihhhh…yang seharusnya bilang begitu aku. Banyak sekali wanita disekitarmu…..”

“tapi hanya Yuri yang ku mau…..”

“jika mau menikahi ku, jadilah arsitek yang hebat…..”

“tentu saja”

“sudah saatnya….aku pergi dulu”

Donghae dan Yuri berpelukkan.

“jaga dirimu……mengerti?” Donghae mencium pipi Yuri

“emmm…….aku pergi”

Yuri membungkukkan badan ke arah Minji dan Minwoo.

“oppa…aku akan kembali” Yuri tersenyum manis lalu berjalan pergi

“aku akan menunggumu Yuri-ku” Donghae berteriak lalu melambaikan tangan

***

Donghae memutuskan mengikuti wamil.

5 Tahun kemudian

‘oppa maaf aku tidak jadi pulang hari ini’

“MWOYA? Yak!!! Apa kau bercanda? Ada apa lagi?”

‘aku mengikuti study tour ke Warsawa Polandia jadi sepertinya kepulanganku ditunda 2 tahun lagi’

“apa kau mau membuatku gila? Yang benar saja….kau sudah menunda kepulanganmu setahun dan sekarang mau ditunda lagi?”

‘mian oppa….yasudah…aku harus segera masuk kelas’

“Han Yuri…HAN YURI”

***

Donghae merebahkan badannya disofa. Jika sedang stres, Donghae tidak akan pulang ke apartementnya tapi lebih memilih pulang ke Rumah appanya.

“apa bibi percaya? Yuri menunda kepulangannya lagi 2 tahun. Aku ingin gila rasanya….”

“apa yang benar?”

“dia menelponku tadi……”

Tiba-tiba muncul suara yang sangat dikenal Donghae. Suara biola? Siapa yang memainkannya. Donghae segera bangun lalu mencari sumber suara tersebut. Ditaman belakang, Donghae melihat seorang yeoja berambut panjang lurus memainkan biola. Donghae mendekat. Yeoja tersebut berbalik lalu tersenyum kearah Donghae.

#backsound – G.NA (Kiss Me)

“Oppa…………annyeongg!!!!!!!!” Yuri tersenyum manis seperti 5 tahun lalu

“apa kau halusinasiku?” Donghae masih tidak percaya

“aku asli. Aku hanya berbohong, ternyata benar kata bibi, jika oppa sedang badmood, oppa akan pulang kerumah dan curhat pada bibi…ahahahahhaahh….lucu sekali”

“yak!! Kau yang membuatku begitu, kenapa malah senang?”

“tapi yang penting aku sudah pulang kan? Bukankah sudah kubilang aku akan kembali”

Donghae memeluk Yuri

“Han Yuri……aku merindukanmu…..kau tahu, jika kau benar-benar menunda kepulanganmu, rencana yang kusiapkan selama 5 tahun harus ditunda lagi”

“rencana apa?” Yuri menatap Donghae

Donghae berlutut didepan Yuri lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil lalu membukanya dan isinya sebuah cincin

“will you marry me?” Donghae memasang wajah sepolos mungkin

Yuri mengangguk mantap. Donghae memakaikan cincin di jari manis Yuri lalu Yuri memeluk Donghae.

“Saranghae oppa….jeongmal Saranghae………”

“nado Saranghae Lee Yuri”

“Lee Yuri?…emmmm…bagus juga” Yuri tersenyum begitu juga dengan Donghae lalu Chu………

Akhirnya Donghae dan Yuri menikah. Yuri menjadi guru musik. Resort  Minwoo diambil alih oleh Minji. Donghae membuat sebuah rumah untuknya dan Yuri yang dirancangnya sendiri #plakkkkkkkkkk gak penting…abaikannnnnnn

-END –

Epilog

Malam itu hujan sangat deras, Dongho sedang menunggu Donghae pulang dari privat. Tiba-tiba dia mendengar suara rebut dari kamar ayah dan ibunya. Dongho berjalan menuju sumber keributan tersebut. Dia mencuri dengar pertengkaran ayah dan ibunya.

“kenapa kau lakukan ini padaku? Kau laki2 brengsek” terdengar teriakan sang ibu dan barang-barang yang jatuh

“apa kau pernah sedikit saja memikirkanku? Tidak bukan? Jadi apa salahnya aku mencari wanita lain” kata sang ayah

“apa? Aku sudah menikah denganmu selama 10 tahun tapi kau bilang seperti itu” terdengar sang ibu menangis

“kau menikah denganku karena terpaksa. Terpaksa karena kau telah mengandung anak kakak ku. Dia meninggal makanya kau mau menikah denganku. Jadi apa salahnya aku melakukan hal yang sama?” terdengar suara ayahnya yang sedikit terdengar menangis

“jangan mengungkit itu” sang ibu berteriak sambil membanting dan menghamburkan barang yang ada

“kau wanita jahat. Dulu kau menolak dijodohkan denganku tapi sewaktu kau hamil, kau memohon padaku untuk menikahimu. 10 tahun aku merawat anak-anak itu, 10 tahun aku menyimpan rahasia yang pahit dan berharap suatu hari nanti kau membuka hati untukku. Tapi apa balasanmu?” kata sang ayah

“diammmmmmmmmmmmmmm” sang ibu berteriak keras tanpa menyadari Dongho yang sedang menguping dan mendengar semua pembicaraan mereka termasuk fakta bahwa mereka adalah anak dari kakak Minwoo, orang yang dipanggil ayah selama ini bukan ayah mereka.

Donghae yang baru sampai dirumah melihat Dongho didepan pintu kamar ayah dan ibunya kemudian menegurnya

“Dongho…kau sedang apa?” kata Donghae

Mendengar suara anaknya, ayah dan ibu tersebut keluar kamar dan betapa terkejutnya dia melihat Dongho  didepan pintu. Kemudian Dongho berlari kekamarnya dan mengunci diri. Selang beberapa hari setelah malam itu, keluarga ini jadi canggung dan terasa aneh apalagi ibu mereka yang terlihat seperti orang gangguan jiwa. Sepulang sekolah, Donghae  ingin menemui ibunya dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang dibicarakan Ibunya dengan Dongho malam itu sehingga membuat Dongho menjadi sangat pendiam dan kerjaannya hany bermain Biola. Saat memasuki kamar ibunya, betapa terkejutnya Donghae melihat Ibunya tergeletak dilantai dengan banyak darah berceceran dan sebuah biola yang dipenuhi darah dan senar-senar biola yang diikat ke pergelangan tangan ibunya. Dongho yang baru datang pun ikut melihat kejadian mengerikan tersebut. Pembantu yang melihat mereka ber2 lalu membawa mereka pergi dan segera menelpon RS juga Minwoo.

Ibunya tewas bunuh diri dengan memotong urat nadi lalu kehabisan darah. Untuk anak berumur 10 tahun, pemandangan tersebut terlalu mengerikan.

Pemakaman baru saja selesai, Minwoo, Donghae, dan Dongho pulang menggunakan mobil yang disetir Seorang yang bernama Han Kijoo. Han Kijoo telah bekerja selama 5 tahun dikeluarga tersebut. Keluarga Lee juga sering membantu keluarga Han.

Terjadi macet. Dongho memandangi biolanya semenjak dipemakaman. Saat lampu berwarna hijau, tiba-tiba Dongho berlari keluar dan pak Han mengejarnya. Tiba-tiba ada sebuah truk yang melaju kearah Dongho kemudian pak Han mendorongnya sehingga pak Han lah yang tertabrak hingga kritis.

Minwoo segera melarikan Kijoo kerumah sakit dan menelpon istrinya. Istrinya datang dengan anak perempuannya yang baru berumur 8 tahun. Seo Inra menyuruh Yuri menunggu diluar ICU.

#backsound – BoA (Stand by)

Donghae melihat gadis kecil yang sedang menangis diruang ICU lalu menghampirinya

“jangan menangis. Paman Han akan baik-baik saja” kata Donghae polos

Yuri hanya mendongak tapi belum berhenti menangis. Donghae kemudian mengeluarkan sebuah permen lollipop dan sapu tangan lalu mengusap air mata Yuri

“berhenti menangis..wajah manismu jadi berwarna seperti tomat. Ini untukmu” Dongho memberikan permen lollipop tersebut pada Yuri sambil tersenyum.

Dongho hanya melihat Donghae dan Yuri dari kejauhan tanpa berani mendekat. Dia terlalu takut karena dirinya lah yang menyebabkan ayah Yuri kritis. Tiba-tiba terdengar suara tangisan ibu Yuri. Ayahnya baru saja menghembuskan nafas terakhir. Suasana menjadi lirih dengan disertai tiupan angin musim gugur yang dinginnya serasa menusuk hati.

#backsound – 4Men ft Ben of bebe mignon (Hogaeyo)

Pemakaman ayah Yuri selesai. Yuri melihat ibunya berbicara pada Minwoo.

“aku telah berjanji pada Pak Han akan menjaga kalian jadi jika butuh bantuan, jangan sungkan menemuiku. Dan aku minta maaf atas semua ini” kata Minwo sambil membungkukkan badannya dengan sangat lama

“jangan merasa bersalah seperti itu. Ini bukan salah anda” kata Inra lalu berjalan meninggalkan Minwoo dan mengajak Yuri pulang.

-END-

Akhirnyaaaaaaaaaaaaaaaa ending juga :D inikah yang disebut happy ending???? Sebenarnya mau dibikin ending waktu Yuri berangkat ke Paris tapi kayanya gantung jadi diterusin aja…HAHHHAHHAH…. Pake acara ada epilog lagi *kaya novel aja*. Puaskah readers sekalian dengan endingnya? Saya harap puas…..finally….gamsahamnida buat yang udah setia baca dari awal hingga akhir *nangis Bombay lagi*. Gomaewo readers……^^*senyum 3 jari bareng Fishy*. Sampai jumpa dg FF” ku yang lain yang gak kalah Gaje dan abal…..*menghilang*

13 thoughts on “The Sweet Melodies [part 10/END]

  1. sequel thor sequel!!
    penasaran sama meninggalnya dongho, trus juga itu alurnya ga kecepetan ya? -_-a
    itu pendapatku sih kkk~

  2. untung ada epilogi y jadi jelas masa lalu y tu yg tentang dongho,,, shock jg ternyata mereka bukan anak kandung minwoo….
    berarti donghae blm au masalah dia.bukan anak kandung y dong,,,, n sebener y masalah masa lalu y klo dukembangin lg pasti makin seru….
    nice…happy emding…..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s