Me is Genoid? [part 3]

Author : Viehyun♥

Genre : Fantasy,Romance and friendship

Type: countinue

Rating : 13

Cast :

Cho kyuhyun aka lee kyumin/kyuhyun

You aka Nam Hyo Ra

lee hyuk jae aka eunhyuk

kim heechul aka heechul

choi siwon aka siwon

lee donghae aka donghae

cover credit : the original photo doesn’t belong to me, but I edited it as needed

SAY NO TO PLAGIAT, AND SAY NO TO BASHING

THIS STORY 100% MY IMAGINATION

Annyeong..annyeong..chingu ^0^.. akhirnya ketemu di part 3.. mianhae kalau kelamaan maklum lgi sibuk .. hehe meksi telat tp moga tetep inget ma ff ini yach..buat yang puasa gg usah khawatir ff ini aman kok gg da NCnya.. oke biar gg lama-lama denger author ngomong trs mending langsung ke tkf oke..>>>>

Kyuhyun POV(kyumin)

“coba sekarang kalian amati, mata teman kalian itu dan ada apa saja di mata mereka?” ucap dosen Han memberi intruksi.

Ini kesempatan bagus untuk melihat siapa diantara donghae dan heechul yang merupakan anggel! Ucapku dalam hati. Kebetulan sekali aku duduk dengan heechul dan donghae tepat ada di sampingnya, jadi aku bisa melihat kedua pasang mata namja-namja itu.

“oke, sekarang kalian bisa memulainya!” ucap dosen Han yang langsung membuat para mahasiswa menatap mata teman yang ada di samping mereka, begitupun dengan aku.

“wah, ini sangat menggelikan!” ucap heechul, saat mulai menatap mataku.

Aku hanya berkonsentrasi untuk menatap kedua pasanga mata yang ada di hadapanku itu. Kini sudah berjalan 2 menit aku menatap mata heechul. Tapi belum ada perubahan sama sekali.

‘berapa lama aku bisa melihat perubahannya?’ tanyaku frustasi dalam hati.

Tunggu, bukankah matanya tidak berwarna seperti ini tadi, apa mungkin ini yang disebut perubahan warna pada mata anggel saat melihat genoid ? berarti dia ini benar-benar anggel. Mungkin kah?

Ku lihat lagi lekat-lekat kedua pasang bola mata itu, dan benar semakin lama warna bola mata itu menjadi semakin kemerahan di penglihatanku, berarti dugaanku selama ini salah, bukan heechul yang menjadi anggel tapi donghae.

“oke, cukup!” ucap dosen Han menghentikan aktifitas para mahasiswanya.

“ada apa?” tanya heechul saat aku masih mematung.

“ne ?anni!” jawabku dengan cepat.

>>>>

>>>>

“kyumin-ah, apa kita bisa bicara sesuatu?” ucap donghae saat aku baru saja keluar dari kelas.

“ada apa?” tanyaku sedikit menjaga jarak dengannya setelah apa yang ku lihat tadi.

“ikut saja!” ucapnya sambil menyunggingkan senyum khasnya padaku.

Apa mungkin dia sudah menyadari aku mengetahui status dia yang sesungguhnya?

Aku berjalan mengikutinya dan kami berdua berjalan menuju sebuah taman yang ada di belakang kampus, mungkin bisa dibilang taman itu sangat sepi karena hanya ada aku dan donghae ditaman ini.

“kenapa kau membawaku kesini?” tanyaku saat kami sudah memasuki taman itu.

“kurasa, kau sudah tahu jawabannya!” ucapnya datar.

“hah, aku tidak mengerti!” jawabku berpura-pura tak mengerti apa yang donghae maksudkan.

“kalau ini?” ucap donghae yang langsung berubah menjadi sosok seorang yeoja.

“kau!” ucapku kaget ketika melihat sosok yeoja itu, benar tidak salah lagi wajah yeoja itu adalah wajah yeoja yang memperhatikanku saat di taman waktu itu.

“apa kau ingat!” ucap donghae sambil merubah kembali penampilannya menjadi seorang namja.

“apa kau anggel?”  tanyaku tak percaya.

“menurutmu!” jawabnya singkat sambil menyunggingkan senyum sinisnya.

“hah, sudah ku duga akan semudah ini mendapatkan mu!” ucapku tak kalah sinis padanya.

“sombong sekali kau!” ucapnya dan tiba-tiba kini donghae sudah ada di belakangku.

Cepat sekali pergerakannya? Apa ini yang dinamakan kekuatan anggel?

“kalian disini!” ucap seseorang di belakangku saat donghae sudah kembali berada di hadapanku.

“heechul!” ucapku saat melihat sosok namja itu.

“sedang apa kalian berdua di sini?” tanyanya penasaran padaku dan donghae.

“ne? aku disini sedang mencari udara segar!” ucapku mencoba sebiasa mungkin.

“oh!” jawab heechul datar.

“kenapa kau kesini?” kini giliran donghae yang bertanya pada heechul.

“aku memang sering kesini untuk tidur siang!” jawab heechul acuh.

“wah, kebiasaanmu itu cukup unik, benarkan kyu?” ucap donghae sok akrab padaku.

Aku sedikit muak dengan tingkahnya, padahal aku dan heechul lah incarannya selama ini. Tapi dia berpura-pura baik pada kami. Tapi aku juga tidak bisa membongkar identitasnya pada heechul karena itu sama saja membantu anggel bernama donghae itu semkin mudah menghancurkan takdir yang akan ku perbaiki.

“ne!” jawabku singkat.

“hem..sepertinya aku ada kelas sebentar lagi, aku masuk ke kampus dulu oke!” ucap donghae sambil berpamitan padaku dan heechul.

“urusan kita belum selesai!” bisik donghae ketika dia berpapasan denganku.

“aku juga ada kelas!” ucapku pada heechul saat donghae sudah berjarak sedikit jauh dari kami.

Aku berlari kecil untuk mengejar donghae yang sudah ada jauh di depanku.

“OMO!” ucapku kaget ketika eunhyuk tiba-tiba sudah ada tepat di hadapanku.

“jangan mengejarnya!” ucap eunhyuk dengan wajah serius.

“wae? Aku harus cepat-cepat melenyapkan anggel itu, agar aku bisa segera melakukan tugasku yang selanjutnya!” ucapku pada eunhyuk dengan sedikit kesal.

“kau pikir semudah itu melenyapkan anggel!” ucap eunhyuk sinis.

“aku kan punya dua kekuatan, itu tidak masalah untukku!”

“hah, sombong sekali kau ini, apa kau tidak lihat kekuatan anggel bernama donghae itu tadi!” eunhyuk menghardikku dan menunjuk kearah donghae berjalan tadi.

“aku lihat, lalu sekarang apa yang harus kulakukan!” tanyaku pada eunhyuk dengan nada sedikit menantang.

“sekarang kau harus menjaga terlebih dahulu heechul dan Hyora, karena pasti sekarang anggel bernama donghae itu akan mengincar mereka, dan kau harus tau membunuh anggel itu tidak bisa kau lakukan dengan tangan kosong!” jelas eunhyuk padaku.

“lalu aku harus memakai apa?”

“pakai ini!” jawab eunhyuk sambil memberikan sebuah belati yang berukuran sangat kecil.

“apa kau bercanda, kau bilang membunuh anggel itu tidak semudah yang dibayangkan tapi kau malah memberiku mainan seperti ini!”ucapku ketus.

“jangan lihat ukurannya, belati ini lebih hebat di bandingkan dengan senjata nuklir sekalipun !” jawab eunhyuk sambil mengacung acungkan belati kecil berwarna perak itu di depan wajahku

“benarkah?” jawabku meremehkan.

“asal kau tahu anggel hanya akan mati bila dibunuh dengan benda yang berasal dari daerah mereka sendiri, yaitu dari diamond mind!” ucap eunhyuk menyakinkanku.

“diamond mind? Bukankah itu tempat misterius di rusia?” jawabku balik bertanya.

“tepat sekali, jadi ambilah!” ucap eunhyuk sambil menyodorkan benda itu kearahku. Akupun menerima benda itu dan memasukkannya kedalam saku celanaku.

“sebenarnya aku datang kesini bukan hanya untuk mencegahmu mengejar donghae dan memberikan belati ini tapi  ada hal yang harus ku sampaikan padamu!” ucap eunhyuk kembali serius.

“apa itu?” tanyaku penasaran.

“kau harus membawa heechul dan hyora bersamamu pergi ke tempat kita!” ucap eunhyuk dengan sangat serius.

“memang ada apa?” tanyaku semakin tak mengerti.

“yang mengejarmu sebenarnya bukan satu anggel saja, tapi ada 4 anggel!” jelas eunhyuk yang membuatku membelalakan mata.

“mwo sebanyak itu?” tanyaku frustasi.

“ne, itu info yang baru aku dapatkan dari siwon satu menit yang lalu!” ucap eunhyuk yakin.

“dan sekarang kau harus bisa mengajak heechul dan hyora menginap di rumah kita sampai masalah ini berakhir, gunakan semua alasan untuk mengajak mereka tinggal bersama kita tapi jangan pernah kau menyebutkan alasan sebenarnya, itu sama saja menjemput kematianmu lebih cepat!” lanjut eunhyuk yang langsung menghilang setelah menyelesaikan kalimat terakhirnya itu.

“hah, orang itu, selalu datang dan menghilang seenaknya saja, aissh… sekarang aku harus bagaimana!” gerutuku.

“kenapa kau masih disini?” tanya sebuah suara di belakangku dan kurasa itu suara heechul,

“ah, heechul-ssi! em.. aku tadi tidak jadi turun dengan donghae karena aku….eu..!”

“kau malas masuk kelas!” ucap heechul tiba-tiba di tengah ucapanku.

“ah, ne aku malas masuk kelas!” jawabku langsung menginyakan pemikiran heechul tentangku yang masih berada disini.

“em…tidur siangmu sudah selesai!” ucapku mengalihkan pembicaraan.

“ne!” jawabnya acuh sambil melanjutkan langkahnya.

“kenapa kau selalu tidur siang di taman ini? Apa setiap malam kau tidak cukup tidur?” tanyaku pada heechul di tengah perjalanan kami.

“mungkin!” jawab heechul masih acuh padaku.

“ah…!” ucapku merasa malas dengan tanggapannya padaku.

“apa di rumahmu ada kamar kosong?” tanya heechul tiba-tiba saat kami sudah sampai di dalam kampus.

“ne?” tanyaku bingung.

“tempat tinggalku sekarang kurang nyaman, jadi ku rasa itu penyebab aku selalu tidur siang di taman itu!” jawabnya dengan raut wajah yang tetap datar.

Apa ini yang dinamakan jodoh, sebelum aku memintanya pindah ke rumahku dia sudah ingin pindah sendiri . wah tak disangka akan semudah ini menyuruhnya tinggal dirumahku padahal ku kira ini akan memakan waktu lama,

“kurasa ada, apa kau mau pindah kerumahku!” jawabku sambil balik bertanya padanya.

“boleh juga, ku dengar rumahmu cukup besar dan mewah, tapi berapa aku harus membayar?” ucap heechul sambil melirikku sekilas dan kemnali memandang lurus kearah jalan.

“em..kalau hal itu kau tanyakan pada hyungku saja nanti!”

“oke!”jawab heechul singkat dan meninggalkanku di belakangnya.

“tinggal hyora yang harus ku ajak, tapi alasan apa yang harus ku pakai?” aku menggaruk kepalaku berusaha mencari idea untuk membujuk hyora.

Author POV

Setelah mengambil barang-barang dirumah lamanya, heechul dan kyuhyun pun bergegas menuju rumah kyuhyun. Sesampainya disana siwon dan eunhyuk sudah menunggu kedatangan mereka di ruang tamu rumah mewah itu.

“annyeonghaso!” heechul membungkukan tubuhnya pada siwon dan eunhyuk yang ada di ruang tamu saat dia tiba.

“ah, ini ternyata teman dongsaeng ku yang bernama kim heechul, senang bisa bertemu denganmu dan sepertinya kita akan jadi keluarga disini!” eunhyukpun tersenyum ramah menyambut kedatangan heechul.

“ne!”jawab heechul singkat.

“kyumin sudah menceritakan kalau kau akan pindah kesini, kalau begitu akan ku tunjukan kamarmu!” eunhyuk mengajak heechul kelantai dua dengan beberapa pelayan yang membawakan barang-barang heechul yang tidak terlalu banyak, sementara siwon mengajak kyuhyun menuju ruang kerjanya.

“ku dengar anggel yang mengejarku ada empat orang, apa itu benar?” tanya kyuhyun pada siwon sesampainya di ruang kerja siwon.

“ne,itu yang ku dengar dari para angel!”siwon  menatap kyuhyun serius.

“mwo, angel?” kyuhyun mengerutkan dahinya.

“sebenarnya informan para genoid itu adalah para angel, dan tadi siang ada salah satu angel datang kesini untuk menyampaikan info itu padaku.” Jawab siwon sambil duduk di sofa yang ada di hadapan kyuhyun

“apa setiap genoid akan selalu di ikuti oleh anggel lebih dari satu sepertiku, ku kira setiap genoid hanya akan di kejar satu anggel saja!” kyuhyun menatap siwon tak percaya.

“sebenarnya teorimu itu benar, setiap genoid hanya akan di ikuti oleh satu anggel saja. Tapi untuk kasusmu ini akupun tidak mengerti kenapa sampai ada 4 anggel sekaligus yang mengikutimu!” jawab siwon sambil menopang dagunya dengan salah satu tangannya.

“hhah!, apa sespecial itu kah aku ini, mulai dari kekuatanku yang ganda dan sekarang ada 4 anggel yang mengejarku, sedangkan jodohku dan sang penggantipun belum aku jodohkan!’ kyuhyun menggerutu dan ikut duduk di samping siwon

“sepertinya kau harus segera menyatukan mereka, karena waktumu semakin menipis, sebelum para anggel itu menghalangi jalanmu lebih jauh lagi!” ujar siwon.

“tapi bukankah tidak semudah itu menyatukan perasaan dua manusia!” ucap eunhyuk yang baru saja memasuki ruangan siwon.

“tentu saja, dan itulah masalah tersulit kedua!” siwon bangkit dari duduknya dan menghampiri eunhyuk yang ada di ujung pintu ruangannya.

“aissh, lalu aku harus bagaimana  Sekarang?” Tanya kyuhyun frustasi.

“waktumu tinggal satu setengah bulan lagi, mungkin dengan waktu yang tersisa itu heechul dan hyora bisa dekat, jadi tetap tenanglah!” siwon menepuk pundak kyuhyun untuk menenangkannya.

“memang waktunya tinggal satu setengah bulan lagi, tapi apa mungkin dalam waktu sesingkat itu akan timbul rasa cinta dalam hati mereka, apalagi di tambah pasti akan banyak halangan dari para anggel itu!” kyuhyun menatap frustasi kedua namja yang ada dihadapannya.

“untuk masalah para anggel itu mungkin aku akan meminta bantuan para angel, dan mungkin dari sekarang kau harus berlatih mengembangkan kemampuanmu agar kau juga bisa melindungi dua orang itu!”

“baiklah siwon hyung!”.

>>>> 

>>>> 

Gadis itu menatap kosong kearah jalan dari jendela bis yang melaju cukup kencang. Dia hanya menghela nafas berat beberapa kali. Matanya cukup bengkak dan terlihat sangat letih. Maklum saja beberapa hari ini dia selalu menangis dimalam hari karena ketidak pastian kondisi sahabatnya yang sekaligus pria yang dia cantai sejak lama di rumah sakit. Hari-harinya sekarang cukup hambar tanpa kehadiran sahabatnya itu, tapi ada sedikit rasa aneh yang menggelitik hatinya beberapa hari ini. Perasaan yang hampir sama saat dia berada di dekat sahabatnya kyuhyun. Perasaan yang selalu membuat jantungnya berdetak semakin cepat setiap detiknya. Ya, saat dia ada disamping kyumin teman barunya di kampus tapi bukan hanya pria itu saja yang membuat hatinya sedikit terganggu , ada satu pria lagi yang membuatnya frustasi. pria itu bernama kim heechul memang dia tidak dekat dengan namja itu tapi entah kenapa saat di dekat namja itu dia merasa gugup bahkan hanya dengan melihatnya dia merasa jantungnya akan keluar dari rongga dadanya.Hal itu membuat hyora meragukan rasa cintanya pada kyuhyun selama ini meski pria yang dicintainya itu tidak mengetahui perasaannya, tapi dia ingin menjaga perasaannya itu.

DRTDRTDRRT

Ponsel wanita itu bergetar hebat di saku seragamnya. Dia melihat terlebih dahulu nama orang yang menelfonnya sebelum mengangkat telfon itu. Ternyata donghae teman kampusnya.

“yobuseyo?” hyora menghela nafas sebelum menjawab telpon itu dan berusaha mengubah suaranya sedikit lebih ceria.

“apa kau ada waktu sekarang!” tanya namja bernama donghae itu.

“ada apa memangnya?” tanya hyora penasaran.

“ada yang ingin aku bicarakan, penting!” jawab pria itu terdengar nada ketus dikata terakhir yang diucapkannya.

“oke, dimana?” hyora hanya menjawab singkat tanpa menghiraukan nada bicara pria yang menelfonnya.

“di kampus!”.

“arraso!”

Berbeda dengan hyora . Pria yang bernama donghae itu sekarang sedang duduk di taman kampus yang ia kunjungi dengan kyumin tadi siang, tempat dimana iya menyuruh yeoja itu datang. Dia memutar-mutar kunci mobil dengan jari telunjuknya untuk mengusir rasa bosannya saat menunggu yeoja yang baru saja ia telfon. Di wajah tenangnya terlihat sekilas senyuman sinis karena kini diotak pria itu sudah ada beberapa rencana untuk membuat yeoja bernama Hyora itu menghilang dari dunia ini. Bukan hal sulit bagi anggel sepertinya melenyapkan  manusia biasa seperti hyora. Dia bisa sangat mudah membunuh gadis itu tanpa meninggalkan jejak yang membuat manusia curiga padanya.

“Donghae-ssi!” hyora memanggil nama namja yang sedang duduk di bangku taman itu.

“kau sudah datang!” donghae berdiri dari duduknya saat hyora sudah ada dihadapannya.

“hal penting apa yang ingin kau bicarakan?” hyora sedikit mengatur nafasnya mungkin dia berlari saat menuju ke taman ini.

“mungkin ini akan sedikit mengejutkanmu!” donghae menyunggingkan senyum sinisnya pada hyora sekilas.

“maksudmu?” hyora mengeryitkan dahinya tidak mengerti.

“ajalmu sudah dekat!” bisik donghae tepat di daun telinga hyora yang membuathyora bergidik.

“hahaha, cara bercandamu berlebihan, sebenarnya ada hal penting apa?” hyora tertawa mendengar bisikan donghae yang menurutnya hanya lelucon belaka.

“apa kau kira aku bercanda!” donghae menatap tajam hyora tak lupa dia menyungingkan senyuman sinis di wajah tampannya.

“apa maksudmu!”

kini hyora sudah menyadari bahwa yang dikatakan donghae padanya itu bukan main-main. Wanita itu mulai mengambil jarak dari donghae dengan mengambil beberapa langkah mundur.

“sudah ku bilang bukan tadi, ajalmu sudah ada di depan matamu sekarang!” donghae mengeluarkan sebuah belati berwarna keemasan dari saku celananya dan dengan cepat menyekap tubuh hyora dari belakang dengan belati tepat di leher hyora.

“apa kau gila? Aku salah apa?” hyora terlihat sangat ketakutan dengan tingkah donghae yang menyerupai pisikopat yang haus darah.

“kau tidak salah apa-apa padaku, tapi kalau kau terus hidup itu akan menjadi kesalahan terbesarmu padaku!” donghae semakin mendekatkan mata pisau belatinya kearah leher jengjang hyora. Hyora hanya menutup matanya karena tak kuasa menahan rasa takut. Kini mata pisau itu semakin mendekati kulit leher hyora dan hyora hanya menutup matanya semakin rapat karena mungkin kalau dia berteriak belati itu akan langsung menancap di lehernya.

“ini tidak akan sakit, aku akan melakukannya dengan cepat, jadi bersiaplah!” bisik donghae ketika belati itu sudah menyentuh kulit leher hyora.

-TO BE CONTINUE-

Gimana?gimana ceritanya ? makin penasaran tau biasa aja ? biar author gg bingung please komen yach gg papa dech kalau mau kritik pedes juga atau Cuma ninggalin jejak juga boleh, yang penting dengan kalian kasih komen berarti dah menghargain ff buatan author.. bwt yg suka ninggalin jejak lewat komen gomawo yach.. bwt yg belom ayo komen gg dosa kok..hehehe

5 thoughts on “Me is Genoid? [part 3]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s