Notice Me

Author: shalsasya

Main Cast: Super Junior’s Cho Kyuhyun, Shin Ha Seul (Ocs)

Support Cast: Super Junior’s Lee Donghae, Super Junior’s Lee Sungmin

Genre: Romance

Length/type: Oneshot/songfic

Rating: General

Disclaimer: FF ini murni dari pemikiran sendiri, cover FF ini hasil karya choco eonni (thanks eonni!:D)

Terimakasih kepada david archuleta yang sudah menciptakan lagu ‘Notice Me’ yang menjadi inspirasi saya dalam membuat FF ini. oke, selamat membaca. Please, leave a comment. Respect me as the author J

 

I try to find the words when you walk by

 

“kau mau kemana, Ha Seul-ah?” tanya Kyuhyun saat melihat ha Seul segera beranjak begitu bel berbunyi.

 

“ke tempat biasa,” ia menyunggingkan senyum tipis sambil menyisir rambut panjangnya tanpa melihat ke arah kyuhyun sedikitpun.

 

“mengintip si ikan itu bermain bola, huh?” Kyuhyun mendengus.

 

“ne! Mau ngapain lagi?” Ha Seul cekikikan sambil berjalan santai keluar kelas, ia sudah tak sabar menonton Donghae bermain bola. Ya, sudah sejak lama Ha Seul menyukai sunbae nya itu.

 

But words just can’t explain the way I feel inside

 

Kyuhyun’s PoV

 

kyuhyun menghembuskan nafasnya, “aku disini, Ha Seul-ah. Kenapa kau tidak pernah melirik ku sedikitpun?” ia menyenderkan kepalanya ke dinding kelas yang kosong itu. Kenapa kau malah mengejar namja playboy itu? Kyuhyun tertawa miris. Kau tidak perlu mencari namja lain, aku setia menunggu mu, Ha Seul. Coba lirik aku sedikit saja..

 

Ha Seul.. sudah 2 tahun aku mengenalnya, dan selama 2 tahun itu pula dia menjadi sahabatku. Ya, sahabat. Tidak lebih dan tidak kurang. Status ‘sahabat’ saja sebenarnya sudah cukup. Sudah cukup menjadi sosok yang selalu mendengar curhatnya dikala ia sedih dan selalu berada disampingnya. Tapi tetap saja, aku menginginkan status ku naik sebagai namjachingu nya. Huh, buang angan-angan mu itu, Cho Kyuhyun.

 

My friend keep saying you’re untouchable

 

Aku melihat Sungmin berjalan menghampiriku. “gwaenchanayo, kyu-ah?” tanyanya padaku. Seperti biasa, sahabatku ini selalu care terhadapku, ya memang tipe sahabat sejati. Aku hanya menggeleng pelan, “pasti ha seul?”

 

pertanyaan sungmin sangat tepat sasaran. Aku memalingkan muka ku. Ia mendengus, “sudahlah, masih banyak yeoja lain, Kyu-ah…” ucapnya sembari meninju pelan lenganku.

 

“aku terlalu mencintai nya, sungmin. Dan bodohnya aku baru menyadarinya sekarang, saat ha seul sudah menyukai namja lain… harusnya daridulu aku sadar,” ucapku. Menyesal? Tidak, aku tidak menyesal.tapi, lebih dari menyesal.

 

and I can’t help this feeling invisible

 

“move on, kyu-ah… masih banyak yeoja lain. Tidak hanya ha seul saja,” sungmin memberi jeda pada perkataannya, dengan hati-hati ia melanjutkan, “kau kuat berada di sampingnya tanpa ‘dilihat’?”

 

Untuk kesekian kalinya, aku menghela nafasku. Aku menggeleng pelan, “makanya aku harus mengejar nya sungmin.”

 

Ya, aku harus mengejar Ha Seul. Mengejar cintaku. Aku tidak boleh menyerah agar ha seul dapat ‘melihatku’.

 

I’d give anything to catch your eyes so you can see me in a different light

 

Seperti hari hari lainnya, aku sebagai sahabat ha Seul selalu pulang bersamanya. Dan kebiasaan kami ketika pulang sekolah adalah mampir ke salah satu kedai eksrim didekat rumahnya. Aku memesan es krim vanilla, sedangkan dia memesan es krim cokelat. Selalu.

 

“kenapa kau memandangku begitu, kyu?” ucap Ha Seul. Eh… aku tak sadar daritadi aku memandangnya. Wajah nya terlalu menghipnotis kedua manik mataku.

 

“tidak, jangan geer ya,” jawabku sambil mehrong

 

“aaah, jangan-jangan kau mau es krim ku, ya? Nih,” lalu tanpa basa-basi ia menyodorkan sesendok es krim cokelat. Atau kalau dipersingkat, ia menyuapiku. Tapi aku tidak membuka mulutku.

 

“apa-apaan kau? Memangnya aku anak kecil huh,”

 

“sudahlah kyu, aku tahu kau menginginkan es krim ini. Cobalah, es krim cokelat itu sangaaat enak,”

 

Aku tertawa kecil melihat ekspresi nya yang berubah-rubah. Demi tuhan, gadis ini terlalu sempurna. Lalu dengan ragu aku membuka mulutku dan sesendok es krim dengan mulus mendarat dilidahku.

 

“enak, kan?” ucapnya sambil tersenyum. Aku hanya mengangguk. Sesaat kemudian, suasana menjadi hening. Ha seul sibuk menghabiskan es krim nya, sedang kan aku sibuk mengamati lekuk-lekuk wajahnya. Neomu yeppeo.

 

“mm… kyu,” ucapnya

 

“ne?”

 

“aku mau minta tolong,” ujarnya ragu

 

Aku tersenyum kecil, “apa?”

 

“maukah kau menjadi namjachinguku?” ucapnya serius.

 

Aku terhenyak kaget, ia………?

“maksudku bukan namjachingu beneran kyu, aku cuma mau kamu jadi pacar pura-pura ku,” lanjutnya

 

Duniaku runtuh seketika, ternyata dia tidak serius. Haishhh! Apa yang kaupikirkan bodoh? Tentu saja, ha seul kan mencintai donghae. Aku tahu benar itu. Cho Kyuhyun bodoh.

 

Ha seul masih menatapku, nampaknya ia tidak sadar akan perubahan sikapku. “hmm, mau nggak?” ia malah bertanya lagi. Bertanya tanpa sedikitpun memikirkan perasaanku, tak bisa kah kau peka sedikit terhadapku ha seul?

 

“buat apa?” tanyaku. Ia terdiam sejenak, “aku mau membuat donghae oppa cemburu,”

 

Aku membulatkan mataku, sakit hati? Tentu saja. Aku hanya di jadikan aset agar ia bisa meraih namja impiannya. Aku sadar, aku bukan apa-apa di matanya.

 

Tell me what’s you gonna take, Cause I wish you would notice me

 

“baiklah,” ucapku pada akhirnya. Bagaimanapun juga, aku mencintainya.  Senyumannya lebih penting daripada hatiku. Maka, aku memutuskan untuk membantunya mendapatkan kebahagiaannya, kalau ia bahagia. Aku juga bahagia.

 

“jinjja? Ah kau memang sahabat paling keren sepanjang masa, kyu. Aku sayang kyuhyun~” eitsss, jangan salah paham dulu. Sayang disini sayang sebagai sahabat. Ia sudah pernah mengatakan hal ini sebelumnya. Hanya sebatas sahabat, tak lebih. Dia tertawa renyah lalu memelukku dari samping. Pelukannya itu membuat hatiku berdesir. Ia sudah sering memelukku dan sering pula jantungku berdegup lebih kencang karenanya.

 

Aku menatapnya, “jadi apa yang harus kulakukan, chagiya?” kataku padanya, hahaha bodoh. Aku terlalu mendalami peranku menjadi namjachingu nya sampai-sampai memanggil nya dengan ‘chagiya’.

 

“YAA! Kyu” dia tertawa, “kita ini cuma pura-pura. Kau hanya boleh memanggilku ‘chagi’ jika kita sedang dekat donghae oppa saja. Arraseo?”

 

Tidak sadarkah kau, Ha Seul? Aku ingin memanggil mu chagi setiap saat.

 

“arraseo,” jawabku pada akhirnya.

 

“kau memang teman paling baik, kyu,” ucapnya. Aku hanya tersenyum.

 

“kajja, aku antar kau pulang,”

 

If you’d only give me just one chance, I could be the one, here I am

 

“kau diet?” kataku pada yeoja yang setengah mati aku cintai yang sedang duduk dihadapanku. Ya, kami sedang di kantin.

 

Dia hanya nyegir. Aku mendengus.

 

“buat apa? Badanmu itu sudah bagus, Ha Seul-ah.. kau tak perlu melaksanakan diet bodoh mu itu,”

 

“aku gendut!” bantahnya sambil menggembungkan kedua pipi manisnya.

 

“gendut? Ayolah ha seul, kau ini sudah kurus!”

 

Dia menatapku lekat, “ini demi donghae, kyuhyunnieeee…”

 

Demi donghae? Cih.

 

“terserah kau saja lah,” aku menyeah. Diapun diam.

 

Tak lama kemudian…

 

“Kyunnie! Donghae datang,” bisiknya sambil menendang kaki ku di bawah meja, seheboh inikah dia bila bertemu donghae? Berbanding terbalik apabila ia bertemu denganku. Lalu ia cepat-cepat pindah posisi duduk menjadi di sebelah ku dan mulai menggelayut manja di lenganku.

 

Deg. Desiran ini ada lagi. Setiap ia bersentuhan denganku, selalu begini. Apakah aku sudah terlalu dalam mencintaimu, ha seul?

 

Ha seul melambaikan tangannya ke arah donghae dan memasang senyum terbaiknya. “hae!” ia berteriak. Setelah selesai melambai ia kembali menggenggam tanganku. Sadarlah cho kyuhyun, ini hanya akting. Ya, akting.

 

Kini donghae berjalan ke arah kami sambil tersenyum juga. “ayo, kita makan sama-sama,” ajak ha seul padanya. Tapi donghae menggeleng, “mian, aku ada latihan. Mungkin lain kali ya, ha seul?”

 

Ia menolak ajakan ha seul. Sorot mata ha seul berubah saat itu juga. Ia kecewa? Pasti. “oke, gwaenchanayo,”

 

“ne, ppyeong, ha seul…” lalu donghae pun dengan cepat menghilang dari pandangan kami berdua.

 

“hufffft,” ha seul melepaskan genggaman tangannya dan menunduk. “rencana kita gagal, kyu,”

 

“masih banyak kesempatan lagi, ha seul…” akupun mengusap rambutnya pelan dengan penuh rasa sayang.

 

Kalau kau mau memberi ku kesempatan, aku bisa menjadi namjachingumu, ha seul-ah. Aku selalu disini, disampingmu.

 

~

 

Sorenya, ia mengajak ku ke tempat biasa tim futsal latihan, “mau ngapain?”

 

“lihat donghae, dong. Ngapain lagi?” sahutnya enteng seenteng-entengnya tanpa mengetahui seberapa besar perkataannya dapat melukaiku.

 

Akhirnya kami pun sampai, ia kembali memeluk lenganku. Lalu kami menghampiri donghae.

 

“hae-ah, ini.. aku bawakan minum,” dia memberi satu buah botol minum pada donghae.

 

“ah, gomawo,ha seul-ya”

 

“ne, cheonma,” senyum ha seul pun mengembang. Dapat kurasakan ia mulai merengangkan pelukannya pada lenganku.

 

“mau pulang bersama, ha seul-ah?” ajak donghae

 

“i…iya,”

 

“tunggu sebentar ya, aku mengambil tas ku dulu,” saat donghae berbalik, ha seul berbisik senang. “berhasil kyu,” aku hanya mengangguk. “ne, aku pulang ya? Kau ‘kan pulang bersama donghae.” ucapku dengan nada sedatar mungkin.

 

“oke, gomawo kyunnie. Hati-hati ya,”

 

Aku pun berbalik pulang. Bodoh. Kurasakan mataku mulai memanas. Bahkan seorang shin ha seul pun dengan mudah dapat membuat ku menangis.

 

You’ve got a light that never seems to fade, I’m drawn to you and I can’t look away

 

Dengan lincah dia memainkan setiap tuts piano yang ada. Setiap denting yang dihasilkan selalu sempurna. Permainan piano nya sangat memukau. Aura kecantikannya terpancar jelas membuat semua penonton yang menyaksikan nya di grand auditorium ini tercengang, termasuk aku. Takjub? Jelas.

 

Ting. Permainan piano nya pun berakhir, suara tepuk tangan yang panjaaaaang mulai menyesaki ruangan ini. Ha seul pun membungkuk dan berjalan ke luar dari panggung. Seperti nya bukan hanya aku saja yang tertarik dengannya, cahaya nya yang tak pernah hilang itu bisa menyihir semua namja. Jujur, aku tak bisa berpaling darimu, ha seul.

 

I wonder if you know how amazing you are

You leave me breathless

You didn’t even try but you stole my heart

And I don’t want it back

 

~

 

“bagaimana penampilanku, kyu-ah?” tanyanya kepadaku saat kami berdua duduk di bangku taman ini.

 

“seperti biasa, menakjubkan”

 

“huffft, untunglah, sebenarnya tadi aku salah memainkan nada,” ucapnya sambil memainkan rambut nya yang digerai.

 

“mwo? Dibagian mana? Aku tidak menyadarinya.. dan sepertinya penonton yang lain juga tidak sadar,” ucapku seraya mengangkat kedua bahuku. Ia hanya tersenyum senang.

 

Lalu kami pun mengobrol, apa saja. Mulai dari A sampai Z, kami tidak pernah kehabisan topik. Akankah ia tetap bersikap riang seperti ini kalau ia mengetahui perasaanku padanya?

 

Lalu penganggu pun datang. Ya, namja bernama donghae itu menghampiri kami.

 

“annyeong ha seul-ah, kyuhyun-ssi,”

 

“oppa?” seketika itu juga ha seul tersenyum senang, dapat kulihat binar-binar di matanya.

 

“hmm, kyuhyun-ssi, sebaiknya kau pulang duluan saja. Aku mau membicarakan sesuatu dengan yeoja cantik disebelahmu ini,” ucapnya. Oke, aku diusir.

 

“ne, ppyeong ha seul.” aku pun langsung beranjak dari situ tanpa menoleh ke belakang lagi. aku mengepalkan kedua tanganku untuk meredam emosi.

 

~

 

Hufft, untung saja jungsoo songsaenim menerima pr ku. Aku lupa mengumpulkannya kemarin.

 

“kyunnie!” seseorang memanggilku. Ya, siapa lagi kalau bukan ha Seul, hanya yeoja itu yang mempunyai suara nyaring yang halus dan mengetahui nama ‘kecilku’.

 

Aku berbalik. Oow, dia sedang duduk di bawah pohon bersama namja yang menyerupai ikan. Dengan berat hati aku menghampiri mereka.

 

“ne?”

 

“sebagai sahabat yang baik aku mendedikasikan kau sebagai orang yang pertama tahu,” ujarnya lalu memandang donghae sambil tersenyum kecil.

 

“kau pasti terkejut!!! Aku dan donghae resmi pacaran sejak kemarin!!” pekiknya senang

 

Oke. Aku. Hancur. Sekarang.

 

“oya? Chukkae ya! Semoga kalian langgeng, dan donghae-ssi hati-hati ya, ha seul sangat merepotkan,” kataku, bagaimanapun juga aku tidak boleh menunjukan ke-patah hatianku disini.

 

“tenang saja, aku akan menjaga gadis cantik ini,” lalu donghae pun didepanku, ya kutekankan DIDEPAN MATAKU mencium pipi ha seul. Ha seul pun tersipu malu.

 

“kalau begitu duluan ya.” aku pun cepat-cepat berbalik dan menuju parkiran. Masa bodoh, aku ingin pulang.

 

DUKK

 

Aku meninju mobilku, aku kesal! Tak kuhiraukan pandangan orang lain yang menatapku seolah aku ini orang gila. Ya, aku memang gila. Gila karena yeoja yang setengah mati aku cintai itu, Shin ha Seul.

 

~

 

Tugas ku sudah selesai, tugasku menjaga ha seul sudah selesai. Sudah ada namja lain yang merebut posisi ku bahkan satu tingkat lebih atas dariku. Ha seul sudah menemukan orang yang cocok baginya, aku sudah tidak diperlukan. Baiklah…Aku menyerah.

 

“appa, aku sudah menandatangani kontrak itu. Kapan aku berangkat ke New york?”

 

“ne, pihak sana sudah memberitahu appa. Katanya minggu depan kau sudah bisa berangkat.”

 

Secepat itu?

 

“oh oke, aku akan merapikan barang yang akan kubawa.”

 

“mau kubantu?” tawar ahra noona

 

Aku hanya mengangguk.

 

~

 

“kau yakin kyu akan menjadi musisi disana?” tanya ahra noona. Memang kakak yang sangat perhatian.

 

“ya-yakin” ucapku. Jujur, aku ragu. Sebenarnya tadi malam aku sudah memikrkan keputusan ini. Pergi ke belahan dunia yang lain mungkin akan membuatku lupa akan ha seul.

 

Akhirnya aku membereskan semua perlengkapan yang akan kubawa, tak jarang otakku memikirkan Ha Seul. “apakah mencintai berarti harus memiliki?” gumamku, tapi ahra noona mendengarnya.

 

“mencintai tidak harus memiliki, kyu,” ia menjawab gumamanku, aku terlonjak kaget.. tapi ia kembali berkata-kata, “kalau kau benar benar sayang dengannya kau harus bisa merelakannya, kyu,”

 

“tapi aku ingin memilikinya, noona!”

 

Ahra noona menatapku, raut matanya jelas memancarkan kekhawatiran.

 

“baiklah, kita manusia memang munafik….sebenarnya kita juga ingin memiliki,”

 

“dia tidak pernah menatapku, noona!” aku mulai menumpahkan semua yang kurasa setahun belakangan ini.

 

Ahra noona tercengang, ia membelai rambutku, “kalau begitu cari orang yang bisa ‘melihatmu’ kyu. Aku yakin banyak yeoja diluar sana yang akan mencintaimu sebagaimana kau mencintai..ha seul,”

 

Aku menggeleng pelan, harus kuakui, aku tidak bisa.

 

~

 

Udara kota Seoul begitu dingin sore ini, aku hendak membeli makanan ke supermarket didekat rumahku, jadi kuputuskan untuk berjalan kaki.

 

Aku melihat sekeliling, lumayan ramai. Lalu pandanganku tertuju pada sebuah café diujung jalan, dan aku memandang sebuah pasangan dengan lebih intens lagi. seperti nya aku kenal mereka….i- itu donghae! Dengan…. Siapa yeoja itu? Aku menyipitkan kedua mataku untuk melihat lebih jelas, tunggu! Itu bukan ha seul. Lalu siapa yeoja itu? Hey jangan bilang ia selingkuh!

 

Tak lama kemudian semua prasangka yang muncul dibenakku terjawab…donghae dan yeoja-entah-siapa itu berciuman. Grrrr! Sialan kau donghae! Jadi gossip kalau kau playboy itu benar,huh!?

 

~

 

“ha seul! Donghae itu playboy!”

 

PLAKKK

 

Sebuah tamparan mendarat dengan indah di pipi kyuhyun. Ha seul menamparnya.

 

“I swear! Aku melihatnya kemarin saat mau membeli makanan! Ia tengah berduaan dengan seorang yeoja lalu mereka berciuman!” teriak kyuhyun, tak dihiraukannya tamparan yang tadi mengenai pipinya.

 

“kau bohong!!!! Kau bohong, kyu!! Jangan sekali-kali kau memfitnahnya!!”

 

“aku tidak bohong!! Jadi kau lebih percaya dengan namja yang baru kaukenal 3bulanan itu daripada aku? Sahabatmu yang selalu disampingmu selama 1 tahun ini, huh!?” kyuhyun menatapnya tajam, menerima tatapan kyuhyunha seul hanya bisa menunduk. Perkataan kyuhyun ada benarnya juga, tapi ia tidak rela donghae dituduh seperti itu.

 

“bohong!!! Aku tidak percaya!! Jangan menuduhnya sembarangan, kyu!!! Aku benci kamu!!”

 

“tolong kali ini saja percaya denganku, ha seul… ini demi kebaikanmu!!!” seru kyuhyun tak kalah keras. Untungnya taman sekolah sedang sepi saat ini sehingga mereka berdua tak jadi tontonan.

 

“memang dia digossipkan seorang playboy, tapi dia bukan kyu!! Dia nggak kayak gitu”

 

Kyuhyun menghentakkan tangan ha seul yang sedari tadi ia pegang.

 

“terserah kaulah! jangan menyalahkan ku kalau terjadi apa-apa, aku sudah memperingatimu”  ucap kyuhyun lalu berbalik pergi.

 

“YAA! TERSERAH! AKU BENCI PADAMU, MANTAN SAHABATKU!” teriakan ha seul mampu membuat kyuhyun hancur. Mantan sahabat? Aku tak menyangka kau berubah secepat ini, ha seul…..

 

~

 

Sudah 2 hari kyuhyun dan ha seul tak saling bertegur sapa, saling melihat pun tidak. Keduanya merasa enggan untuk saling menyapa seperti biasanya walau tanpa mereka sadari ada sebesit rasa rindu.

 

Sekarang ha seul sedang dalam perjalanan ke rumah donghae untuk memberi namjachingu nya itu kejutan. Ia tidak bilang-bilang kalau ia akan datang kerumahnya sore ini. Setelah sampai didepan rumah yang cukup megah, ha seul turun dari taksi.

 

Tok tok tok

 

Tidak ada yang menjawab. Ha seul mencoba menekan bel yang ada tetapi tidak bisa, bel itu sepertinya rusak. Lalu iapun memutuskan untuk langsung masuk. Hitung-hitung kejutan untuk donghae. Ia pasti akan senang kalau aku datang, pikir ha seul sambil mengumbar senyum manis di wajahnya.

 

“oppaaa! Ini a-“ seruan ha seul tertahan.

 

Kedua insan didepannya sedang berciuman mesra satu sama lain. Donghae berciuman dengan wanita lain.

 

“oppa….” Ucapnya lirih melihat adegan yang menyesakkan hati didepan matanya.

Donghae pun menoleh, begitu juga dengan yeoja disebelahnya. Mereka diam sambil menatap ha seul remeh.

 

“apa yang kaulakukan?” dengan takut-takut ha seul bertanya.

 

“apalagi, bodoh!? Kau menganggu saja! Sana pulang!”

 

“oppa… kenapa?” ha seul terperangah atas apayang donghae ucapkan tadi, hatinya mencelos mendengar ucapan namja yang berstatus namjachingunya itu.

 

“makanya dengarkan perkataan kyuhyunmu itu, bodoh. Itu benar! Aku memang playboy!” seru donghae sambil memasang tampang ‘cool’-nya.

 

“KA-KAU TEGA!” ha seul membanting kado yang berisi cupcake buatannya dan berlari keluar rumah donghae.

 

Hiks….hiksss… ia berlari sambil menangis, “kyuhyun…kau benar. Mianhae…”

 

~

 

Ha seul celingak-celinguk. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan kelas tapi tak kunjung menemukan orang yang ia cari.

 

“mana kyuhyun?”

 

Bel pun berbunyi, ia memutuskan untuk meminta maaf hari ini. Tapiiii…besok sajalah, mungkin kyuhyun sakit. Pikirnya.

 

~

 

TING TONG

 

Suara bel membahana rumah besar, kini ha seul sedang berdiri didepan rumah kyuhyun menunggu seseorang membukakan pintunya. Ia hendak mengantarkan catatan hari ini, ia akan meminta maaf pada kyuhyun hari ini… huffft, semoga saja kyuhyun mau memaafkanku, aku keterlaluan waktu itu..

 

Seorang yeoja berparas cantik pun membukakan pintu, “ahra eonni!” sapa ha seul

 

“annyeong ha seul-ah,” ahra membalas sapaan ha seul

 

“bolehkan aku bertemu kyuhyun, eonni?” ucap ha seul

 

“kyuhyun? Ia sudah pergi ke bandara, ha seul-ah…”

 

“bandara!??”

 

“ne, ia tidak memberitahu mu?” sekarang ganti ahra yang menatap heran ke arah ha seul. Ha seul menggeleng. “ia mau kemana?”

 

“new york, ia ditawari menjadi musisi disana”

 

Kedua mata ha seul membulat, “berapa lama!?”

 

“paling lama setahun, ha seul-ah….”

 

Mendengar perkataan ahra, ha seul tertunduk lemas. Ahra menatap ha seul iba, tanpa disadari ia menarik lengan ha seul. “ayo, kita susul!”

 

Ha seul menatap ahra, “eonni?”

 

“ayo kita susul!! Tidak ada yang lebih tidak mengenakkan daripada sebuah penyesalan,”

 

Ha seul mengangguk dan memasuki mobil ahra.

 

~

 

Setibanya di bandara, ha seul segera berlari menyusul kyuhyun. Masih ada setengah jam tapi ha seul seakan tidak mau melewatkan setiap detikpun. ‘tidak ada…dimana kyuhyun’

 

‘kumohon jangan tinggalkan aku’ tanpa disadari kedua pipinya mulai membasah, ha seul menangis.

 

‘a…aku tidak bisa kalau kau tidak menemani ku lagi kyuhyun… tolong jangan tinggalkan aku..’

 

Setelah berkeliling akhirnya ha seul menemukan kyuhyun sedang duduk membelakanginya. “KYUHYUN!” ha seul berteriak dan berlari ke arah kyuhyun.

 

‘ha seul?’

 

Tanpa diduga sebelumnya, ha seul memeluk kyuhyun..

 

“huhuuu, jangan pernah tinggalkan aku bodoh,” ucap ha seul dalam pelukan kyuhyun, ia memukul dada kyuhyun pelan

 

“memangnya kenapa? ‘kan ada donghae…” ucap kyuhyun lirih

 

Kini ha seul menatap kyuhyun lekat, “aku tidak butuh donghae. Selama kau masih ada disampingku, semua nya beres,”

 

“ha seul……”

 

“kau tidak pernah bilang kau akan pergi ke NY….” Isak ha seul

 

“mianhae….”

 

Kyuhyun mengangkat dagu ha seul dan menatap nya lekat. “mianhae ha seul..” ucapnya lagi

 

Ha seul mengangguk. “mmm, kyuhyun?”

 

“ne?”

 

“bolehkah aku mengatakan sesuatu?”

 

“apa?”

 

“mianhae aku baru menyadari nya tadi saat mengetahui kau akan pergi begitu saja…. Ternyata, aku mencintai mu kyuhyun, tidak apa-apa kalau kau tidak membalas perasaanku, aku hanya ingin kau tau sebelum kau pergi ke New York,”

 

Kyuhyun menatap ha seul tak percaya, “kalau begitu, tunggu aku setahun lagi ha seul-ah….”

 

“ne, aku janji.”

 

Lalu kyuhyun pun mengecup bibir ha seul, pelan, lembut, tanpa nafsu, hanya ada rasa sayang disitu.

 

-FIN-

 

How? Hehehehe.

 

Mianhae kalau alur nya kecepetan nyaaaa, jeongmal mianhae~

 

Tapi sejelek-jelek nya FF ku ini tolong comment dong yaaa?

 

Saya kasih FF, kalian kasih comment.

 

Okeeee, terimakasih sudah membaca! *lambai-lambai bareng kyuhyun*

14 thoughts on “Notice Me

  1. Ceritanya keren. Tapi sosok hae nggak pantes jadi playboy. Kalo kembarannya hae si monyet pasti lebih ngena ceritanya
    Tapi ini udah keren kok chingu,kyu beda banget disini. Jadi cowok lemah hahaha

  2. Huwaaaaa..
    Koq donghae-ku dbikin playboy sie ??

    Tp ga pp ,, cerita seru ..
    Cuma agak kpndekan jdi ga trlalu nyentuh bnget pas baca ny..

  3. seru and keren dech ffnya,, feelnya dapet bgt apa lg sambil ndengerin lagunya david achileta yg notice me
    pokoknya nice ff :)

  4. senasib ama abang kyuhyun. . .
    hohoho~^^
    haeppa. .napa ga prnah t0bt dr sft playb0ynya yah. .
    skli kali gnti thu, bkin yg playboy tobat. .kekeke
    nice ff~ i like it..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s