Lend Me Your Heart [part 2]

Title : Lend Me Your Heart (part 2 of 6)

Author : @gyumontic

Cast : Cho Kyuhyun , Kim Junsu, Song Hyejin (OC)

Support Cast : Choi Siwon, Kang Hamun (OC)

Genre : G – Romance

 

Annyeoooooong!! @gyumontic kembali lagi.. Kali ini dengan part 2 FF series LMYH.. Semoga suka ya.. Btw, FF ini sudah pernah di publish di blog ff pribadiku http://admirefanfiction.wordpress.com . VISIT yaaaa :) kamsahamnida…

 

Hope you enjoy :)

 

Hyejin memencet huruf-huruf pada keyboard laptopnya dengan kasar. Sesekali ia mengacak-acak rambutnya sambil berseru kesal, “Aaargh! Cho Kyuhyun, apa yang inginkan? Haish!”

Junsu yang hanya terpisah oleh sebuah pintu mendengar seruan Hyejin dan segera menghampiri gadis itu. “Kau kenapa, Jinni? Apa Kyu membuatmu susah?” tanya Junsu.

Hyejin menatap Junsu dengan salah tingkah. Otaknya memanggil ingatan dimana Kyuhyun tiba-tiba menciumnya dan saat itu juga Hyejin merasa dunianya berhenti.

“Eumm.. Gwencana, Oppa. Nae gwencana. Relax. Hanya stress dengan nota analisa ini,” jawab Hyejin setengah berbohong. Dia benar stres mengerjakan nota analisa kredit RS tapi penyebab ia teriak tentu bukan itu.

Junsu tertawa kecil sambil mengelus kepala Hyejin. “Ayo aku bantu, Jinni. Mumpung sedang tidak ada pasien.”

Junsu lalu duduk di sebelah Hyejin dan mengambil alih sebagian pekerjaan Hyejin. Junsu membaca-baca sebentar lalu mulai mengerjakan. Hyejin memandang Junsu dengan takjub. Bagaimana bisa seorang dokter memahami pekerjaan banker? Hyejin tersenyum melihat Junsu lalu meletakkan kepalanya ke bahu Junsu. “You’re the best, Oppa. Saranghaeyo.”

“Jinja?”

“Oppa sahabatku, mana mungkin aku tidak mencintai Oppa.”

Junsu hanya tersenyum lesu dan menepuk-nepuk pelan kepala Hyejin. “Ayo bekerja. Jangan malas-malasan.”

“Ne, oppa. Song Hyejin, hwaiting! Kim Junsu, hwaiting!” Tangan Hyejin mengepal dengan penuh semangat. Junsu yang menertawai tingkah Hyejin justru membuat Hyejin ikut tertawa.

 

 

Kyuhyun mendatangi ruangan Junsu untuk membicarakan mengenai operasi jantung yang akan dilakukan terhadap salah satu pasien muda, tapi Kyuhyun tidak menemukan pemiliknya. Yang ada dia mendengar suara tawa dan cekikikan seorang wanita. “Oppa, wajahmu sok serius! Aku geli melihatnya. Hihihi. Bwahahaha.”

“Jinni-ya, jangan ketawa terus. Ayo selesaikan pekerjaanmu.”

“Auw! Oppa, jangan menjitakku. Sakit.”

Kyuhyun tahu Hyejin sedang berada di dalam. Seketika perasaannya kacau. Tiga hari setelah perbuatan bodohnya yang membuat hidupnya jadi tidak normal, Kyuhyun kembali merasakan degup jantungnya yang mulai tidak beraturan. “Ini tidak lucu. Masa dokter jantung sakit jantung?” Kyuhyun menertawai dirinya sendiri.

Senda gurau Hyejin dan Junsu semakin terdengar, membuat Kyuhyun memutuskan membuka pintu ruangan pribadi Junsu. “Hyung, aku butuh bantuanmu,” ujar Kyuhyun. Mata Kyuhyun mencuri pandang pada Hyejin yang menatapnya sebentar lalu mengalihkan wajahnya.

“Ada apa, Kyu?” tanya Junsu.

“Bisa minta tolong observasi Tuan Cha yang mau operasi besok pagi. Kita butuh memastikan kondisinya sekali lagi.”

“Baiklah.” Junsu lalu berdiri dan berpamitan pada Hyejin. “Istirahat saja dulu, Jinni. Jaga kesehatanmu.”

“Ne, oppa. Gomawo.”

Junsu meninggalkan ruangannya bersama asistennya sedangkan Kyuhyun masih berdiri di depan pintu memandang Hyejin. Tubuhnya ingin sekali mendekat, duduk di samping gadis itu dan membantunya. Tapi ia tidak cukup yakin dengan perasaannya.

“Dokter, apa kau masih disitu?”

“Ehm. Wae?” Kyuhyun cukup gelagapan menghadapi Hyejin yang sudah menatapnya.

“Temani aku makan siang.”

Kyuhyun terperanjat dengan ajakan Hyejin. Dengan gengsinya, Ia menutupi keterkejutannya. “Kau yang traktir. Nasabah tidak boleh membayari bank kan?”

“Aigoo. Direktur satu ini. Ne, aku akan mentraktir dokter. Kajja!”

Hyejin lalu berjalan menuju kantin dan Kyuhyun mengikutinya dari belakang. “Dokter, ppaliwa!” seru Hyejin yang lebih dulu sampai di meja. Kyuhyun sedikit mempercepat langkahnya dan segera duduk.

“Mau makan apa, dok?” tanya Hyejin.

“Pancake blueberry.”

Hyejin tersenyum lalu segera memesankan makanan untuk dirinya dan Kyuhyun. Sebuah pancake blueberry dan waffle blueberry.

“Tampaknya kita punya selera yang sama, dok. Blueberry. Humm, yummy!” celoteh Hyejin dengan riang.

Kyuhyun tertawa kecil melihat Hyejin yang sangat menikmati makan siangnya. Terlebih lagi mengetahui bahwa mereka sama-sama suka blueberry. What a coincidence!

“Aaah!” seru Hyejin melihat jam tangannya.

“Wae?” tanya Kyuhyun kaget.

“Sudah jam 2. Aku harus kembali ke kantor. Tadi aku ijin kesini hanya sampai jam makan siang. Aku duluan ya, dok. Sampai jumpa.”

Dengan terburu-buru Hyejin meninggalkan Kyuhyun tapi belum ada 10 langkah ia sudah kembali. “Apa dokter suka wine?” tanya Hyejin pada Kyuhyun.

“Ne. Wae?”

“Aku akan membuatkan pancake wine blueberry untuk dokter. Kujamin nanti ketagihan. Annyeong!”

Kali ini Hyejin benar-benar meninggalkan Kyuhyun yang sudah tertawa sambil menikmati pancake-nya.

 

 

Junsu memanggil Kyuhyun ke ruangannya untuk memastikan bahwa ia siap melakukan operasi. “Kyu, tuan Kim Ahndo siap operasi. Kau sudah siap?”

Kyuhyun tersenyum memandang Junsu. Wajahnya tampak sangat ceria membuat Junsu kebingungan. “Kau kenapa, Kyu? Sedang jatuh cinta?” tanya Junsu yang tampaknya tepat sasaran.

Kyuhyun meringis kecil dan tertawa-tawa. Guratan-guratan wajahnya dengan jelas mengatakan, “Tampaknya begitu, hyung…”

“Aaah, jadi kau mulai suka pada Vicky?”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan pelan. “Aniyo.”

“Then who?”

Kyuhyun menjawab dengan senyum. Ia tidak cukup bodoh untuk mengatakan yang sesungguhnya pada Junsu bahwa ia menyukai Hyejin, gadis yang sudah lama juga disukai Junsu.

Junsu menatap Kyuhyun dengan heran. “Aigoo, siapa gadis yang bisa meluluhkan si hati besi ini. Aku penasaran,” ujar Junsu.

Lagi-lagi Kyuhyun hanya tersenyum. “Sudah, tidak usah dipikirkan. Ayo kita segera ke ruang operasi.”

Kyuhyun beranjak dari ruangannya dengan mood yang luar biasa baik, membuat orang-orang di sekitarnya sedikit heran. Kyuhyun tidak pernah sesumringah ini sejak kedua orang tuanya meninggal 10 tahun lalu.

 

 

“Nota sudah, laporan keuangan sudah, dokumen legalitas sudah. Hem…” Hyejin melihat tumpukan kertas-kertas hasil kerjanya dengan semangat. “Selesai! Tuan Lee, nota analisaku sudah jadi. Tolong direview ya.”

Tuan Lee, atasan Hyejin, menerima hasil pekerjaan Hyejin dan mulai memeriksanya. “Good job, Hye. Aku akan memeriksa lebih detilnya besok. Sekarang, kau boleh pulang tapi jangan lupa siapkan materi untuk komite kredit.”

Hyejin tertawa sumringah. Badannya dibungkukkan dengan penuh semangat. “Ne. Aku akan berusaha. Kamsahmnida, tuan Lee.”

Hyejin pun kembali ke rumah dan teringat janjinya untuk membuat pancake. Dalam sekejap, Hyejin membeli bahan-bahan dan mulai memasak.

“Hummm, yummy!” ucap Hyejin ketika bau pancake-nya mulai menguar tanda sudah matang. Hyejin mengangkat pancake itu dari penggorengannya lalu menuangkan beberapa cairan ke atasnya.

“Wine blueberry untuk dokter Kyu. Yumm! Honey lemon untuk Junsu oppa. Kuharap mereka suka.”

Hyejin pun segera berangkat ke RS untuk menyerahkan pancake tersebut. “Oppa, odiseoyo?” tanya Hyejin melalu ponselnya begitu sampai di rumah sakit.

“Di ruang rapat. Sebentar lagi kembali. Wae?”

“Aku bawakan pancake untukmu. Kutunggu di ruangan Oppa ya.”

“Ne.”

Hyejin lalu menutup ponselnya dan berjalan menuju ruangan direktur Cho. Hyejin mengintip ke dalam, ternyata tidak ada orang.

Puk. Seseorang menepuk punggungnya. “Nona Song, anda mencari dokter Kyu?” tanya orang itu.

Hyejin membalikkan badannya dan menemukan asisten dokter Kyu berdiri memandangnya. “Ah Sora-ya. Ne, aku mencari dokter Kyu. Apa dia sedang pergi?”

“Ani. Itu dia sedang kemari.”

Hyejin melihat Kyuhyun yang sedang berjalan ke arahnya bersama seorang gadis yang terus bergelayut manja di lengan Kyuhyun. “Vic, aku harus bekerja. Lepaskan ya,” ucap Kyuhyun.

Vicky tersenyum kecil sambil melepaskan tangan Kyuhyun. “Selamat bekerja.” Vicky lalu mencium Kyuhyun baru meninggalkannya.

Hyejin melihat kejadian itu dan merasa hatinya sedikit sakit. Ia merasa dipermainkan meskipun sebenarnya ia juga tidak tahu maksud Kyuhyun menciumnya waktu itu.

“Hyejin-ssi, apa yang kau lakukan disini?” tanya Kyuhyun.

Hyejin mencoba tersenyum tapi tingkahnya menunjukkan bahwa ia marah. Ia hanya pura-pura bersikap manis untuk melindungi dirinya sendiri. “Hanya ingin memberitahu besok lusa mungkin akan perjanjian kredit. Kehadiran dokter diperlukan. Permisi,” ujar Hyejin.

Hyejin berbalik badan meninggalkan Kyuhyun. Tangannya memegang erat tempat makan yang dibawanya untuk Kyuhyun. Kekecewaannya tidak bisa ia bendung lagi ketika masuk ke ruangan Junsu. Air matanya mengalir sembari memeluk Junsu.

Junsu memeluk Hyejin dengan heran. “Jinni-ya, kau kenapa? Kok nangis?” tanya Junsu.

Hyejin terus menangis. “Oppa, aku kecewa. Aku melihat dokter Kyu berciuman dengan seorang dokter perempuan. Aku sedih.”

Beruntung bagi Junsu, Hyejin sedang tidak bisa melihat wajahnya karena saat ini wajah tampan Junsu tidak lebih dari sebuah mayat, pucat dan kosong.

“Kkk..kau menyukainya, Jinni?” tanya Junsu ketika sedikit mendapatkan kesadaran.

“Entahlah. Beberapa minggu lalu saat kami survey, dia menciumku. Aku tidak tahu apa maksudnya tapi yang jelas saat itu aku bahagia,” jawab Hyejin.

“Kau bahagia bersamanya?”

“Aku tidak tahu. Aku baru saja mengenalnya.”

Junsu mengelus-elus punggung Hyejin dengan lembut dan dalam sekali helaan nafas panjang, Junsu melepaskan pelukannya. “Kalau kau menyukainya, aku akan membantumu. Setahuku dia masih single.”

Mata Hyejin membelalak antara senang dan terkejut. “Jinja? Kotjimal, Oppa!”

“Aku tidak bohong. Sekarang berikan pancake-ku.”

Hyejin mengambil dua tempat makan berisi pancake. Wine blueberry yang tadi untuk Kyu jadi milik Junsu. Junsu pun segera melahapnya tanpa berhenti sedetik pun. Tidak ada yang tahu bahwa ia juga sedang kecewa dan berusaha menutupinya selihai ia bisa.

 

 

Junsu membunyikan bel rumah Hyejin dan melihat Hyejin sendiri yang membukakan pintu untuknya. Hyejin terlihat baru bangun tidur. Wajahnya masih kusut. Matanya pun setengah terpejam. “Ada apa Oppa pagi-pagi ke rumahku?” tanya Hyejin.

Junsu tersenyum. Tangannya membalikkan tubuh Hyejin dan mendorongnya masuk. “Kau mandi sekarang. Dandan yang cantik. Aku mau mengajakmu jalan-jalan,” jawab Junsu.

“Kita mau kemana?”

“Gak usah banyak tanya. Cepat mandi.” Junsu mendorong Hyejin masuk ke dalam kamar mandi dan memberikan waktu kepada gadis itu untuk siap-siap.

Hyejin keluar dari kamarnya dengan baju dan dandanan yang sangat cantik. “Kita mau kemana, Oppa?”

“Sudah ikut saja.” Junsu lalu menarik tangan Hyejin menuju mobil.

Hyejin hanya bisa keheranan melihat tingkah Junsu. Junsu begitu penuh dengan misteri. Hyejin disuruh dandan cantik tanpa tahu buat apa. Hyejin juga disuruh naik ke mobil Junsu tanpa tahu akan dibawa kemana.

“Oppa,” panggil Hyejin.

“Wae?” sahut Junsu.

“Kita mau kemana?”

Junsu hanya tersenyum sambil terus melajukan mobilnya menuju sebuah hotel. “Ayo turun. Kajja!” ajak Junsu begitu mereka sampai. Hyejin hanya dapat memandang Junsu dengan heran.

“Sebenarnya Oppa ini mau ngapain sih?” pikir Hyejin.

Junsu menggandeng Hyejin menuju sebuah restoran dimana ada Kyuhyun dan Vicky yang menunggu mereka. “Aku akan membantumu memastikan perasaanmu,” ujar Junsu.

Wajah Hyejin seketika bengong. Dia hanya sanggup mengikuti kata-kata Junsu. Jika Junsu bilang A maka Hyejin akan melakukan A. Dia terlalu kaget.

 

 

“Omona, Junsu-ya! Pacarmu cantik sekali!” seru Vicky dengan lantang begitu Junsu dan Hyejin muncul di hadapannya. Junsu hanya tersenyum. Kyuhyun yang tidak kalah kaget dari Hyejin hanya bisa menundukkan kepalanya untuk menutupi perasaannya.

Hyejin mencoba untuk tersenyum tapi melihat langsung Vicky, gadis yang pernah mencium Kyuhyun terang-terangan di RS, Hyejin merasa tidak enak. “Ah ani, aku dan Oppa hanya teman dekat,” sahut Hyejin.

Vicky tertawa. “Aigoo. Junsu ini dokter terbaik loh. Gak rugi pacaran sama dia! Serius!”

Kyuhyun menarik Vicky agar kembali duduk. “Vic, kau sudah kebanyakan bicara. Duduklah.”

Vicky duduk dan mulai bercerita panjang lebar. Hyejin hanya tersenyum mendengarkan omongan Vicky sedangkan Kyuhyun dan Junsu mempunyai pembicaraan lain yang tentu tidak semembosankan cerita Vicky.

“Aaah, lipstik ku sudah pudar. Aku ke toilet dulu ya,” kata Vicky lalu pergi ke toilet.

Junsu yang merasa ini kesempatan bagus bagi Hyejin untuk bicara dengan Kyuhyun pun ikutan pergi ke toilet. “Perutku tidak enak. Permisi.”

Kyuhyun memandang Hyejin yang sedang mengaduk-aduk moccalatte-nya dengan santai lalu menyeruputnya pelan-pelan. “Kau libur? Kenapa ikut kesini?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.

Hyejin menggeleng. “Junsu oppa begitu saja menarikku. Aku tidak bisa melawan,” jawab Hyejin.

Keadaan kemudian diam. Hyejin memandang Kyuhyun dan pertanyaan-pertanyaan mulai muncul di pikirannya. Ia ingin mengetahui beberapa hal tentang Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi,” panggil Hyejin pelan-pelan.

“Hmm?”

“Aku pernah melihat kau dan Vicky berciuman di RS, apa kalian pacaran?” tanya Hyejin pada akhirnya.

“Tidak,” jawab Kyuhyun.

“Apa hal itu biasa bagimu?”

“Vicky selalu begitu. Aku sudah lelah melarangnya.”

“Lalu apa dengan gadis lain kau juga seperti itu?”

Kyuhyun menatap Hyejin dengan serius. “Wae?”

“Aniya. Aku hanya bertanya.” Hyejin kembali mengaduk-aduk moccalatte-nya dan bergumam pelan, “Berarti ciuman itu tidak ada artinya.”

Terselip rasa kecewa di hati Hyejin. Dia sadar bahwa dirinya mulai menyukai Kyuhyun meski tampaknya tidak begitu dengan Kyuhyun.

Junsu kembali dengan sumringah tapi Hyejin yang begitu proaktif menariknya membuat senyuman itu hilang begitu saja.

“Oppa, antar aku ke kantor. Aku lupa ada kerjaan penting,” ujar Hyejin.

Junsu mengikuti Hyejin masuk ke dalam mobil. Wajahnya tampak jelas mencemaskan Hyejin. “Ada apa, Jinni?”

Hyejin memandang jendela mobil Junsu dan mulai menangis meluapkan kekecewaannya. “Aku menyukai Kyuhyun tapi dia tidak. Dia menganggapku biasa saja bahkan ciumannya waktu itu tidak punya arti.”

Junsu menggenggam erat setir mobilnya, berusaha menyalurkan emosinya. Junsu begitu marah mendengar Kyuhyun mencium Hyejin dan menganggap hal itu bukanlah masalah besar. Junsu tidak terima jika Hyejin hanya jadi bahan mainan untuk siapapun!

 

 

Kyuhyun duduk di ruangannya dengan kepala penuh pikiran mengenai Hyejin. “Mengapa dia bertanya-tanya hal seperti itu? Apa yang ingin dia tanyakan sebenarnya?” Pikiran Kyuhyun mulai kisruh. Kekisruhan itu bertambah buruk ketika Junsu tiba-tiba muncul di ruangannya.

“Aku ingin bicara denganmu,” kata Junsu. Dengan kaku, Junsu duduk di hadapan Kyuhyun.

“Apa yang ingin dibicarakan, hyung?” tanya Kyuhyun bingung melihat tingkah Junsu.

“Hyejin. Aku mohon jangan mempermainkan dia. Kalau kau memang tidak menyukainya, jangan seenakmu menciumnya.” Junsu berbicara dengan penuh wibawa dengan kesan hanya menasihati Kyuhyun, bukan cemburu.

Kyuhyun menegakkan duduknya dan menatap Junsu dengan serius. “Hyung, mianhaeyo. Aku rasa aku suka pada Hyejin,” kata Kyuhyun.

Junsu nyaris saja memukul Kyuhyun untuk melampiaskan kekesalannya. Untung saja, dia masih bisa bertahan. Junsu mendengarkan Kyuhyun bicara.

“Maaf aku sudah menyukai gadismu. Aku tidak pernah berharap jadi seperti ini tapi Hyejin begitu menarik. Jwisonghamnida, hyung.”

“Kyu, kau boleh menyukai bahkan memiliki semua gadis di dunia ini tapi tolong jangan Hyejin. Aku mohon padamu.”

“Mianhe, hyung.”

Junsu menatap Kyuhyun memelas kasihan dari juniornya itu sedangkan Kyuhyun hanya menatap penuh rasa bersalah. Tidak ada yang mau mengalah.

 

 

Hyejin sibuk sekali mempersiapkan segala dokumen yang harus ia bawa untuk ditandatangani Kyuhyun. Saat itu Junsu mendatanginya. Dengan segala keresahan yang dirasakannya, Junsu berusaha mencegah Hyejin menemui Kyuhyun.

“Kau tidak bisa diwakilkan? Aku ingin bicara denganmu,” tanya Junsu.

Hyejin tersenyum. “Oppa, kita bisa bicara nanti. Aku harus memastikan dokter Kyu dan profesor menandatangani perjanjian kredit ini. Ya?”

“Hyejin, aku mohon jangan pergi.”

“Oppa…”

Hyejin nyaris melangkahi batas antara ruangannya dan pintu keluar tapi Junsu lebih dulu menarik Hyejin ke dalam pelukannya. “Aku mohon tetaplah di sampingku. Aku mencintaimu.”

Hyejin nyaris saja menjatuhkan seluruh dokumen yang sudah ia susun rapi dari tangannya. Hyejin begitu terkejut sekaligus malu karena ia sekarang sedang ditonton oleh teman-teman kantornya.

“Oppa, lepaskan aku ya? Kita akan bicara nanti,” ujar Hyejin pelan, nyaris berbisik.

Perlahan Junsu melepaskan Hyejin dan membiarkan Hyejin pergi. Hyejin meninggalkan Junsu dengan setengah hati. Pikirannya kini terbagi karena pernyataan tiba-tiba dari Junsu. Hyejin kehilangan fokusnya.

 

 

Hyejin menghela nafas panjang sebelum memasuki ruangan profesor Cho. “Maaf menunggu lama,” ucap Hyejin begitu bertatap muka dengan Profesor Cho dan Kyuhyun.

Profesor Cho tersenyum, berbeda dengan Kyuhyun yang kaku. “Tidak apa, Hyejin-ssi. Bagaimana perjalananmu?” tanya profesor Cho.

“Lancar, profesor,” jawab Hyejin sambil mengeluarkan dokumen-dokumen. “Silahkan tanda tangan di atas materai, Profesor. Nanti semua biaya langsung saya debit dari rekening ya, Prof?”

“Oke. Silahkan,” jawab Profesor sambil tanda tangan disaksikan juga notaris. Setelah itu dokumen diserahkan pada Kyuhyun agar membubuhkan tanda tangannya juga.

“Kamsahamnida,” ucap Hyejin sambil mengumpulkan semua dokumen tersebut dan menyusunnya dengan rapi. “Kredit sudah bisa digunakan besok pagi, Profesor. Kamsahamnida.”

Hyejin membungkukkan tubuh sebagai tanda terima kasih sekaligus pamit pulang. Profesor balas membungkukkan tubuh dan mengantarkan Hyejin keluar ruangan.

“Biar aku antar. Permisi, kek,” ucap Kyuhyun lalu berjalan mengantarkan Hyejin.

Hyejin memandang Kyuhyun dengan bingung. “Buat apa mengantarku? Aku bisa pulang sendiri,” kata Hyejin.

Kyuhyun tidak banyak bicara. Ia hanya menggandeng Hyejin dan masuk ke dalam mobil. “Aku tahu apa yang ingin kau tanyakan kemarin,” kata Kyuhyun tiba-tiba.

“Tanya apa?” tanya Hyejin bingung.

“Aku menciummu karena aku suka. Aku menyukaimu.” Kyuhyun mengucapkan dengan lancar dan tenang, tanpa ada gejolakkan emosi. Semuanya begitu meyakinkan.

Hyejin menatap Kyuhyun dan merasa bahwa Kyuhyun sedang gila. “Jangan gila, Kyu.”

“Aku masih waras.”

“Kalau begitu aku yang gila. Tadi sahabatku menyatakan cinta padaku. Sekarang kau, yang bahkan tidak mengenalku dengan baik. Malahan kau sudah punya pacar.”

“Aku tidak punya pacar. Vicky, jika itu maksudmu, hanya tergila-gila padaku. Aku tidak suka padanya.”

Hyejin tertawa sinis. Pikirannya terlalu kalut untuk memikirkan Junsu dan Kyuhyun sekaligus. Meskipun terselip rasa bahagia tapi kekalutan itu lebih menguasai. “Apa yang sebenarnya ada di otak kau dan Junsu oppa? Hhh…”

“Kau,” sahut Kyuhyun. Hyejin menatap Kyuhyun meminta penjelasan lebih lengkap. “Aku tahu Junsu oppa juga menyukaimu, sudah sejak dulu bahkan. Tapi aku tidak akan membiarkan perasaanku.”

Hyejin mengacak-acak rambutnya dan nyaris berteriak frustasi. “Kalian membuatku bingung. Aku menyukaimu tapi aku tidak mungkin menyakiti Junsu oppa,” ucap Hyejin.

Kyuhyun tersenyum lembut lalu mencium Hyejin untuk kedua kalinya. “Itu saja cukup. Kita bisa pelan-pelan bilang pada Junsu hyung.”

“Tidak mungkin. Aku tidak ingin menyakitinya sedikit pun. Dia terlalu berharga. Asal kau tahu, separuh hidupku ada padanya.”

Kyuhyun terdiam dan memperhatikan Hyejin dengan seksama. “Apa sebenarnya Hyejin menyukai Junsu? Apa Hyejin tidak menyadarinya? Lalu apa yang dia rasakan padaku?” Kyuhyun terus memperhatikan Hyejin yang tidak banyak bergerak. Hyejin hanya duduk sambil menopang kepalanya di jendela. Otaknya terlalu penuh untuk Junsu dan Kyuhyun. Pilihan yang sulit.

 

.to be continued.

10 thoughts on “Lend Me Your Heart [part 2]

  1. hyejin mau y gmn sih,,,, kyu udah nyatain dia bimbang tp kyu telat jg sih nyatain y….
    hyejin bakal milih siapa ya kira2????
    aku sedikit bingubg sama kalimat “Aku tahu Junsu oppa juga menyukaimu,
    sudah sejak dulu bahkan. Tapi aku tidak
    akan membiarkan perasaanku.” ini sebener y dialog y siapa?? kyu kan??? klo iya kok kyu manggil junsu oppa bukan y hyung……
    q berharap author lebih merhatiin kata2 yg d pake d sini,,, q bukan y mau menggurui tapi ini cuma saran pas d part 1 jg ada beberapa kata yg kurang enak klo d baca,,,, tu menurut q…. Contoh waktu prof.Cho ngobrol ma hyejin tentang minjam meminjam tu ada kata “oke deh” n pas or junsu yg ngomong q lupa ada kata “yuk” menurut q kurang tepat ja lebih baik klo busa menurut q d ganti apalagi pas kata “oke deh” kan yg ngomong tu kan seorang profesor jd kurang wajar ja klo ngomong begitu apalagi tentang bisnin……
    n satu lg yg baru q tegesin,,, kan ada penjelasan pas junsu bilang kyu lg jatuh cinta n ma siapa trus ada kata yg inti y orang tua kyuhyun meninggal krn kecelakaan pokok y bg deh q lupa *maaf ya klo q salah* d part 1 kyu manghil prof.Cho itu “appa” n d part 2 ini yg jd profesor dupanggil “kek” sama kyuhyun, ,,,, jd yg bener gmn????
    maaf ya q baru komen d part 2,, abis part 1 y udah d tutup comment y……
    maaf ya klo q banyak omong ini itu n ada kata2 yg salah q tanyain krn q kueang teliti baca y to apa gt,,,, q cuma ngeluarin uneq2 yg ada ja setelah baca ff ini…
    tapi q suka kok sama cerita y bener q ngak bohong……
    Lanjut………

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s