The Sweet Melodies [part 8]

Author                      : AlexaHan

Main cast                 : Lee Dong Hae, Han Yuri

Rating                       : PG 13

Length                       : Chapters

Genre                        : Romance

The Sweet Melodies part 8

#backsound – Monday Kiz (Goodbye my princess)

“a…apa?” Donghae tidak mengerti apa maksudnya ‘perpisahan’

Yuri melepaskan pelukan Donghae namun masih menangis dan tidak berani menatap Donghae dan hanya diam dalam tangis

“katakan apa maksud mu?” wajah Donghae berubah khawatir

Yuri mengusap airmatanya lalu menatap Donghae

“aku akan ke Paris……..”

“…………….” Donghae menatap Yuri lekat-lekat

“aku akan kuliah di Paris. Jadi hari ini adalah perpisahan kita”

“apa kau mau lari dariku” kali ini mata Donghae berkaca-kaca

“ani…..ini tidak ada hubungannya dengan itu……”

“aku tidak percaya…………”

“oppa….bukankah sudah kubilang tidak ada rasa apa-apa….dan hal itu tidak akan berubah….”

“kenapa kau tidak melarangku?………”

“apa?”

“jika kau melarangku bertunangan dengan Yoojin, maka sekarang juga aku akan membatalkannya apapun resikonya…..”

Yuri serasa ada batu yang menghantam hatinya

“aku tidak akan melarangmu….ini hidupmu….lagipula untuk apa aku melarangmu”

“benarkah? Coba katakan lagi dan tatap aku!”

Yuri menghembuskan nafas panjang lalu menatap Donghae

“aku tidak punya perasaan padamu. Aku tidak akan melarangmu melakukan apapun……aku harap oppa mengerti maksud ku kali ini…..aku pergi…”

Yuri berjalan meninggalkan Donghae. Donghae segera menarik tangan Yuri

“kau bercanda? Katakan kalau kau hanya bercanda”

“oppa!!!!!!!!!!!” Yuri menaikkan nada bicaranya dan menepis tangan Donghae dengan kasar “kenapa kau seperti ini? Aku tidak sanggup…………….” Yuri tidak bisa menahan airmata ‘aku tidak sanggup melihatmu menderita karena egoku’

“mulai sekarang dan seterusnya hapuslah perasaan itu…..aku tidak bisa melihatmu seperti ini terus….tahukah kau betapa menderitanya aku jika kau terus seperti ini……” lanjut Yuri

“ada apa denganmu sebenarnya? Apa yang appa ku katakan?” Donghae juga meninggikan suaranya

“seberapapun kita berusaha….semuanya akan sia-sia….ada penghalang besar diantara kita. Tidakkah oppa sadar???”

“aku juga lelah tapi aku bertahan karena kau….kau lah alasanku bertahan”

“kalau begitu jangan bertahan untukku karena aku tidak mampu bertahan untukmu” Yuri segera pergi lalu naik taxi

“ya….Yuri….Han Yuri….” Donghae menggedor-gedor kaca taxi tersebut namun Yuri tidak perduli.

‘Han Yuri…kau orang paling jahat dan kejam. Kenapa kau memperlakukan orang yang kau cintai seperti itu?………..jika dia pada akhirnya bahagia, maka aku rela melakukan hal yang lebih jahat………..’ airmata Yuri mengalir deras “oppa….mianhae….jeongmal mianhae…………”

***

“Yuri-ah….mana Donghae?” tanya Minji saat Yuri sampai rumah

“Oppa…..dia……katanya ada urusan jadi kami pulang terpisah. Aku naik dulu onnie….selamat malam” Yuri buru-buru melesat takut Minji bisa membaca situasi

“pasti terjadi sesuatu sampai matanya sembab begitu” Minji mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Donghae ‘the number you are calling is not acctive…please try again in few minutes’ “kemana bocah itu…..”

***

“sial……kenapa aku tidak bisa berfikir sama sekali…jika semua ini berlanjut, tersiksalah aku” Donghae melempar-lempar batu ke sungai Han dengan kesal

Donghae merogoh ponselnya dan ada banyak panggilan tak terjawab dari bibinya. Donghae segera menelpon bibinya tersebut.

“yeoboseyo…Immo ada apa?”

‘ada apa kepalamu….cepat pulang…ada yang ingin kubicarakan’ titttttttttttt bibinya memutuskan telpon

“ya ampun…..dia masih segalak dulu rupanya” Donghae segera melajukan mobilnya

***

“kalian bertengkar?” Minji menatap Donghae tajam

“molla…..” jawab Donghae cuek “apa dia sudah dirumah?”

“sudah daritadi. Apa yang kau lakukan padanya? Kenapa matanya sampai sembab begitu?”

‘apa? Mata Yuri sembab? Dia menangis? Kenapa tadi dia seperti tidak perduli padaku? Dasar bocah…..aktingnya jelek…’ Donghae tidak sadar bibinya sedang memperhatikannya

“yak!!!!!!!!!!!”

“eh…….bibi…aku naik dulu” Donghae segera menuju kamar Yuri

Satu ketukan….dua ketukan….3 ketukan……ketukan berkali-kali tapi tidak ada jawaban. Donghae memutuskan membuka pintu kamar Yuri. Yuri tidak ada dikamarnya.

“kemana lagi dia?” Donghae menggaruk kepalanya yang tidak gatal

“oppa…apa yang kau lakukan?” suara tersebut mengejutkan Donghae

Yuri heran Donghae ada didepan kamarnya dan sepertinya Donghae baru saja masuk kamarnya lalu keluar.

“kau darimana?” Donghae melihat map yang dibawa Yuri “apa itu?”

“ini……..ini aku tadi minta tanda tangan dari Minwoo ahjussi….”

“untuk apa?” Donghae merasakan sesuatu yang aneh

“wali ku sekarang adalah Minwoo ahjussi jadi aku perlu tanda tangan dan persetujuannya untuk bisa ke Perancis”

Donghae menatap Yuri tajam

“HAN YURI KAU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Donghae tidak percaya bahwa gadis ini benar-benar mau meninggalkannya

“aku capek. Aku mau tidur dulu. Selamat malam oppa”

Donghae segera ke ruang kerja Ayahnya.

“appa……aku boleh masuk?”

“masuk saja….ada apa?”

“appa…aku benar-benar tidak ingin menikah dengan Yoojin……tolong jangan paksa aku” Donghae berlutut didepan appanya, matanya memerah

“kenapa kau membahas ini lagi….sudah appa bilang keputusan appa sudah bulat…..”

“apa alasan appa bertahan? Kenapa appa bersikeras mau aku menikah dengan Yoojin padahal appa tahu aku tidak menyukainya sama sekali…..” airmata Donghae keluar “appa……..jebal…..”

“pergilah….appa lelah…..bersikap lah dewasa karena kau akan jadi penerus appa…..”

“apa ini ada hubungannya dengan perusahaan? Appa menjodohkanku demi mendapat partner kuat? Begitu? Apa mengorbankan anak appa demi usaha appa?”

Plakkkkkkkkkk…..tamparan mendarat di pipi Donghae. Minji yang sedari tadi menguping segera masuk karena sepertinya suasana menjadi tegang.

“Donghae-ya ayo keluar….biar bibi yang bicara dengan appamu” Minji membawa Donghae keluar.

Minji dan Minwoo bicara 4 mata.

“oppa…..bukankah Donghae sudah bilang tidak mau…kenapa oppa memaksanya, tidak biasanya oppa seperti ini…ada apa?”

“tidak ada apa-apa. Jangan membantu anak itu terus……pergilah….aku lelah…”

“bukannya aku mau ikut campur tapi jangan memaksakan ego sendiri. Dulu oppa sudah memaksakan Dongho mengikuti semua kemauan oppa. Dia tersenyum tapi sebenarnya menangis……..jangan sampai Donghae seperti itu juga”

“…….”

“maaf….aku tidak bermaksud membawa-bawa Dongho….aku pergi…..”

Minwoo merenungi apa yang dikatakan adiknya barusan. Dia juga sadar kalau memang dia memaksa Dongho mengikuti semua maunya karena Dongho lebih penurut dari Donghae.

Pesta kelulusan

2 minggu ini terasa sangat melelahkan bagi Yuri. Mati-matian menjauh dari Donghae. Mengacuhkan Donghae membuat hatinya sakit tapi dia harus menepati janjinya. Hari yang tidak diinginkan Yuri dan Donghae akhirnya datang juga. Lusa…..upacara pernikahan Donghae dan Yoojin akan dilakukan.

Selama pesta kelulusan berlangsung, Yuri sama sekali tidak bersemangat. Semua guru memberinya selamat karena mendapat beasisiwa. Chaerim akhirnya membawa Yuri ke taman.

“Yuri-ah…apa kau yakin dengan keputusanmu?”

“keputusan apa?”

“keputusan pergi dari Korea dan melepaskan cintamu”

Yuri menghembuskan nafas berat “iya….ini yang terbaik”

“…….”

“yasudah….inikan kelulusan, ayo kita bersenang-senang, bagaimana kalau kita ke Lotte World?”

“ide bagus…..” Yuri memaksakan senyum

***

Lagi-lagi menghindar adalah ide yang paling bagus. Yuri juga merasa Donghae sudah menyerah, Donghae tidak segiat dulu. Sepertinya rencana Yuri membuat Donghae tidak menyukainya berhasil. Tapi kenapa hatinya malah makin menangis padahal rencananya sukses? Donghae sekarang sangat dingin padanya.

TBC……………

Readers yang setia baca FF ini….makasih banyak ya…^^ jangan bosen baca dan comment selaluuuuuuuuu……………*menghilang*

13 thoughts on “The Sweet Melodies [part 8]

  1. yeay!!! Seruuu thor ;) ga sabar sama part selanjutnya….

    Dan, aku berdoa supaya author membuat ayahnya donghae sadar kalau donghae sukanya sama han yuri soalnya semua jalan cerita ini cuma author yang bisa membuatnya (?) susah ah nyusun kata2 hehehe

  2. mudah2n donghae nikahnya ma Yuri,,,
    nasib yuri napa harus sengsara coba gara2 appa nya donghae,,, T___T
    Author smangat y buat next chapternya,,, ^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s