Sister Complex [part 6]

Author : Pupuputri

Main Cast : Cho Kyuhyun, Lee Donghae

Support Cast : Lee Eunhyuk

Rating : 15PG

Genre : Love/Friends, Super Junior, Chapter/Parts

Ps : Di part ini mungkin kalian akan sedikit de-javu karena scene ini ada di FF ‘My Neighbor 4’, disini semua akan agak membingungkan. Saya juga menambahkan beberapa teks yang saya kutip dari komik favorit saya. Jadi, lebih baik langsung dibaca saja, okeh? Cekidot!

MY NIGHTMARE

 

CHO JOOYEON POV

“Karena aku menyukaimu!!”

Hening. Mwo? Apa dia bilang? Kyuhyun Oppa-pun sama terkejutnya denganku. Tidak ada suara yang keluar dari mulut kami, kami hanya bisa saling pandang karena perkataannya tadi.

“M..mwo?” tanyaku tak percaya.

“Po..pokoknya kau harus menjauhi Lee Donghae, arasseo?!” perintahnya sambil berjalan pergi meninggalkanku.

Sedangkan aku? Aku hanya bisa melongo dengan perilakunya yang seperti bocah itu dan perkataannya tadi. Dia bilang apa tadi? Dia, Cho Kyuhyun, menyukaiku? Apa aku harus pergi ke THT? Atau dia yang harus pergi ke RSJ? Aish! molla!

Kuhentakan kakiku kesal dan menutup pintu kamarku dengan kasar. Aku benar-benar kesaaaaaaaall!!!

***

Keesokan harinya, kantung mataku punya kantung mata. Sial! Saking kesalnya, aku jadi susah tidur! Dan ini semua gara-gara si setan itu! pagi-pagi mood-ku sudah jelek dengan melihat tampangnya di meja makan tadi. Dia bahkan tidak minta maaf padaku! Melihatku saja tidak! Aish! benar-benar namja menyebalkaaaaan!!!

Untung Hyorin tidak tanya macam-macam soal ini, karena dia sudah tahu kalau aku sedang kesal, maka jalan terbaik adalah jangan menanyaiku dengan berbagai pertanyaan. Dan sekarang, coba tebak? Si setan itu malah menyuruhku untuk datang ke MuBank! Entah apa tujuannya.

Dengan wajah ditekuk, aku mulai mencari sosok setan itu. Pencarianku terhenti saat sebuah tangan tiba-tiba mendarat di kepalaku. Dengan penasaran, segera kutengokan wajahku dan munculah wajah tampan dengan tatapan lembutnya, itu Donghae Oppa.

“Eo, Oppa?”

“Mencari Kyuhyun?” tanyanya tepat.

Mood-ku yang agak membaik jadi rusak lagi gara-gara nama setan itu disebut.

“Wae? Wajahmu jadi jelek tahu?” godanya.

“Sudahlah, Oppa! Aku tidak mau membahasnya” ujarku ketus.

Dia tersenyum lembut dan mengelus puncak kepalaku.

“Arasseo, ehm..bagaimana kalau kita cari minum?” tanyanya masih dengan tersenyum.

Aku sedikit ragu karena aku yakin dia pasti mau aku menceritakan apa yang terjadi antara aku dan si setan itu.

“Aku tidak akan membicarakannya kok..” ucapnya seolah bisa menebak apa yang ada di kepalaku.

Kutengokan wajahku kembali padanya dan menatap matanya, mencari kebenaran dari kata-katanya itu.

“Hem?” tawarnya sambil mengulurkan tangannya.

“Janji ya?” ujarku sambil meraih tangannya.

“Arasseo, ka~” diapun menarikku menuju kafé.

 

LEE DONGHAE POV

Kami sedang berada di MuBank, sengaja kami datang lebih awal dari jam yang sudah ditetapkan supaya santai. Kalian tahu’kan kalau member kami cukup banyak? Di saat aku sedang berjalan-jalan, tiba-tiba aku menangkap sosok yang selalu membuat otakku mogok akhir-akhir ini.

POK.

Kutepuk kepalanya dan diapun menengokan kepalanya ke arahku.

DEG!

Aish! sampai kapan dia akan terus membuat jantungku berdetak abnormal?

“Eo, Oppa?” tanyanya.

“Mencari Kyuhyun?” tanyaku.

Sepertinya tebakanku tepat karena perubahan wajahnya yang drastis. Pasti mereka bertengkar lagi.

“Wae? Wajahmu jadi jelek tahu?” godaku.

“Sudahlah, Oppa! Aku tidak mau membahasnya” ujarnya ketus.

Omo! Kyeopta~ tapi aku tidak boleh membuatnya kesal, bisa-bisa dia ilfil padaku. Akupun tersenyum lembut dan mengelus puncak kepalanya pelan.

“Arasseo, ehm..bagaimana kalau kita cari minum?” tanyaku masih dengan tersenyum.

Dia sedikit ragu karena dia pasti berpikir aku mau dia menceritakan apa yang terjadi antara dia dengan Kyuhyun.

“Aku tidak akan membicarakannya kok..” ucapku kemudian.

Dia menengokan wajahnya kembali padaku dan menatap mataku. Sialnya itu berhasil membuat jantungku seperti mau melompat dari tempatnya sekarang. Dia benar-benar manis saat sedang marah, haha!

“Hem?” tawarku sambil mengulurkan tanganku.

“Janji ya?” ujarnya sambil meraih tanganku.

“Arasseo, ka~”

Akupun menariknya menuju kafé dekat sana. Setelah kami memesan minum, dia tidak mengucapkan sepatah katapun dan malah menunduk. Padahal kalau sudah bersamaku, dia selalu menceritakan apa yang sudah dia alami akhir-akhir ini.

Ini berarti pertengkaran mereka memang hebat kali ini, sampai-sampai Jooyeon tidak mau bicara. Begitu pikirku.

“Jadi, bagaimana ujianmu?” tanyaku memulai pembicaraan.

“Lumayan..” jawabnya singkat.

Aku jadi kasihan melihatnya. Hem..ah!

“Jooyeon-ah~” panggilku.

Dia melirikku dan..

“Muahahaha!!”

Dia langsung tertawa keras begitu melihat ekspresi wajah lucu yang kubuat.

“Waeyo, Yeonnie-ah~?” kubuat ekspresi lucu lainnya.

“Wahahahahaha!!” kali ini tawanya lebih besar daripada tadi.

“Apanya yang lucu~?” kubuat aegyo semanis mungkin.

“Hahahaha! Hentikan, Oppa! Hahahaha!!” ujarnya sambil memegangi perutnya.

Lihat? Cara ini selalu berhasil dari dulu sampai sekarang untuk membuatnya tertawa. Kulihat dia yang masih asyik tertawa, aku lebih suka melihatnya tertawa seperti ini daripada tadi. Perlahan tawanya mulai berhenti.

“Sudah?” tanyaku.

“Haha..ne, sudah..” ujarnya sambil mengambil bulir airmatanya saking gelinya.

Aku tersenyum puas melihatnya yang ceria lagi.

“Gomawo, Oppa..kau selalu tahu cara membuatku kembali bersemangat” ujarnya sambil tersenyum manis ke arahku.

DEG!

Lagi-lagi debaran abnormal itu terjadi lagi. Ada apa ini? Rasanya aku benar-benar senang. Perasaan ini semakin menjadi-jadi dan aku sudah tidak tahan untuk menampungnya lagi.

“Jooyeon-ah..” panggilku sambil meraih tangannya.

Dia agak kaget dan langsung memfokuskan matanya padaku. Aku benar-benar suka mata itu dan perasaan ini semakin meluap-luap di hati ini.

“Aku..”

GREP!

Tiba-tiba sebuah tangan menarik paksa Jooyeon ke luar dari kafé dan membuat yeoja itu meronta-ronta.

“Yak!”

Aku tidak sempat untuk mencegahnya, dia sudah pergi menarik Jooyeon kembali ke MuBank. Dia namja dan aku tahu siapa itu.

“Kyuhyun?”

 

CHO JOOYEON POV

“Gomawo, Oppa..kau selalu tahu cara membuatku kembali bersemangat” ujarku sambil tersenyum.

Aku benar-benar tidak tahu lagi harus bagaimana, bahkan Hyorin saja tidak bisa membuatku kembali bersemangat hanya dengan cara seperti ini. Sejak dulu, kalau aku sedang kesal pada si setan itu, hanya Donghae Oppa yang bisa membuatku kembali tersenyum dan melupakan kejadian yang sudah lalu.

“Jooyeon-ah..” panggilnya sambil meraih tanganku.

Aku agak kaget dan langsung memfokuskan mataku padanya. Waeyo? Sepertinya dia mau bicara sesuatu yang penting.

“Aku..”

GREP!

Belum sempat Donghae Oppa bicara, tiba-tiba sebuah tangan menarik paksa aku ke luar dari kafé dan membuatku itu meronta-ronta. Sial! Lagi-lagi si setan itu!

“Yak!”

Donghae Oppa tidak sempat untuk mencegahnya, si setan itu pergi menarikku dengan semena-mena kembali ke MuBank. Dia benar-benar sakit jiwa! Oppa macam apa yang memperlakukan dongsaengnya seperti ini?

“Yak! oppa, hentikan!” aku masih berusaha melepaskan cengkraman tangannya dariku.

Dia tidak mendengarkanku dan masih terus menarikku menuju atap gedung. Orang-orangpun mulai memperhatikan kami. Jangan bilang dia mau membunuhku! Eomma, tolong akuuu!!!

“Oppa, sakit!” aku mulai putus asa dengannya.

Akhirnya dia mau melepaskan cengkramannya dariku dan menatapku garang. Aish! neomu appo! Aku masih mengusap tanganku dan tidak menghiraukannya.

“Apa yang kukatakan padamu kemarin, hah?! Apa kau mulai babo?!” bentaknya.

“Bisakah Oppa tidak berteriak? Aku tidak tuli!” aish! telingaku berdengung.

“Bagaimana mungkin aku tidak berteriak kalau kau tidak mendengarkan perintahku!” teriaknya lagi.

“Lalu bagaimana dengan perasaanku?!” tanyaku yang membuatnya bungkam.

“Apa Oppa pernah memikirkan bagaimana perasaanku, hah?! Oppa selalu seenaknya!”

“Aku begini karena aku ingin melindungimu, Cho Jooyeon!”

“Melindungi apa?! Oppa hanya bisa seenaknya saja dan tidak pernah mau mendengarkanku!”

“Aku akan mendengarkanmu kalau kau mau mendengarkanku!” balasnya cepat.

“Aku selalu mendengarkan Oppa! Aku selalu menuruti apa perintah dan mau Oppa! Aku selalu berusaha sabar atas semua keinginan Oppa! Tapi apa pernah sekali saja Oppa mau mendengarkanku?! Tidak pernah!!” teriakku panjang lebar.

“Kau mulai berani melawanku kali ini, hah?” tanyanya geram.

“Aku sudah muak dengan semua ini, Oppa! Apa Oppa tidak mengerti? Aku tidak suka kau..”

CUP!

Tiba-tiba saja dia menarik leherku dan tahu-tahu saja bibirnya sudah menempel di bibirku. Mataku melebar. Aku sangat panik. Kenapa…kenapa dia tiba-tiba melakukan ini? Aku mencoba untuk memberontak. Namun, tangannya malah semakin kuat memegang tanganku.

PLAK!

Refleks kupukul pipinya dan segera menjauh darinya. Nafasku memburu, hatiku sesak, kepalaku pusing, suaraku tercekat, wajahku panas dan mataku sudah tidak tahan untuk membendung airmata ini. Dia nampak syok, begitupun aku.

Dia berjalan mendekatiku, hendak memegang tanganku tapi langsung kutepis. Aku tidak tahu apa yang kulakukan, langsung saja kularikan diriku menuju pintu keluar.

Aku tidak menghiraukan panggilannya dan terus berlari. Aku bahkan tidak tahu siapa saja yang sudah kutabrak. Yang ada di pikiranku sekarang adalah pulang ke rumah.

 

CHO KYUHYUN POV

Jinjja baboyaaaaa!!! Kemarin kau sudah kehilangan kontrol dengan mulutmu dan sekarang kau sudah kehilangan kontrol akan segalanya. Ottokhaeyo?

CHO JOOYEON POV

Dia tidak pulang ke rumah. Aku bersyukur kali ini karena kalau sampai dia pulang ke rumah, aku tidak tahu apa yang harus kukatakan padanya. Aku terus mendekam di kamar selama 2 jam dan yang bisa kulakukan hanyalah menangis.

Aku bahkan tidak tahu apa yang kutangisi. Begitu banyak pertanyaan di benakku tapi tidak tahu harus kutanyakan pada siapa. Kenapa dia menciumku? Kenapa dia berbuat begitu? Apa yang harus kulakukan? Aku ingin bertemu dengan Eomma, Appa dan Ahra Eonnie.

Hatiku sakit, kepalaku terus berkunang-kunang dan airmata ini tidak pernah berhenti mengalir. Tiba-tiba kurasakan HP-ku berdering. Kurapikan dahulu penampilanku dan mengatur suaraku agar tidak terdengar seperti habis menangis.

“Yoboseyo?”

“Jooyeon-ah~, kenapa begitu lama mengangkat telfonnya?”

Itu suara Ahra Eonnie. Kali ini aku tidak bisa membendung tangisku lagi dan akhirnya tangiskupun pecah. Itu membuat Ahra Eonnie kelabakan.

“Yak! waekure? Kenapa kau menangis?” tanyanya panik.

“Eo..Eonnie..aku..”

Akupun menceritakan semuanya dari awal sampai akhir, bahkan ke bagian dia menciumku.

“Aish! bukankah tidak masalah kalau dia menciummu? Dia itu Oppa-mu’kan?” bantahnya.

“Eonnie kau tidak mengerti! Dia bukan menciumku di pipi atau di dahi” aku mulai putus asa.

“Lalu?” tanya kemudian.

“Dia men..menciumku di..di..” aku malu untuk mengatakannya!

“Di..?” tanyanya lagi.

“Di bi..bibir..” jawabku pelan tapi aku yakin Ahra Eonnie mendengarku.

“MWORAGO?!”

Aish! suaranya keras sekali, spontan kujauhkan HP-ku dari telingaku.

“Jinjjayo?” tanyanya tak percaya.

“Ne..ottokhaeyo, Eonnie?” tanyaku memelas.

Memikirkannya membuat mataku kembali memanas dan rasanya ingin menangis.

“Ehm..” Ahra Eonnie juga nampak bingung.

“Kenapa dia berbuat begitu, Eonnie? Kita ini saudara’kan? Kenapa dia menciumku?” tanyaku beruntun.

Tidak ada jawaban dari seberang sana.

“Aku tidak tahu harus bersikap bagaimana kalau bertemu dengannya lagi..hiks..” airmatakupun jatuh lagi.

“Jooyeon-ah..uljima..” Ahra Eonnie menghiburku.

“Ada apa sebenarnya ini, Eonnie? Kenapa dia berbuat begitu?” tanyaku lagi.

Hening. Tap sejenak kemudian, Ahra Eonnie menghela nafas panjang dan bersiap untuk mengatakan sesuatu.

“Sepertinya, memang sudah saatnya kuceritakan hal ini padamu..”

“Mwo? Apa maksud Eonnie?” tanyaku tidak mengerti.

“Sebenarnya..kau bukan keluarga kami, Jooyeon-ah..”

“M..mwo?!”

Apa maksud perkataannya? Aku bukan keluarga Cho?

“Nama aslimu adalah Park Jooyeon. Ini terjadi saat kau masih bayi. Orangtuamu adalah sahabat orangtua kami, saat itu mereka menitipkanmu pada kami karena mereka akan pergi dinas ke luar negeri untuk beberapa hari..”

Dia berhenti sejenak dan aku masih menunggu kelanjutannya.

“Tapi kemudian pesawat yang mereka tumpangi tergelincir saat mendarat dan 2 korban di antaranya adalah orangtuamu”

Airmataku kembali mengalir, aku masih terpaku pada ceritanya.

“Kami berniat untuk mengadopsimu dan jadilah sekarang kau, Cho Jooyeon. Kau tahu? Di antara kami semua, Kyuhyun-lah yang paling menyayangimu..”

“Ne..?” tanyaku tertahan.

“Iya, dia sangat menyayangimu. Tapi seiring berjalannya waktu, kulihat ada sesuatu dari caranya melihatmu. Dia begitu menyayangimu sampai-sampai terlalu protective padamu..”

Jinjja?

“Sejak saat itu, aku sudah curiga kalau dia sudah mulai tidak menganggapmu sebagai adik lagi dan kecurigaanku terbukti saat dia curhat padaku. Appa dan Eomma bersikukuh untuk memberitahumu soal ini saat kau sudah dewasa kelak. Mereka tidak mau kau sedih, otomatis akupun menyuruh Kyu untuk terus memperlakukanmu sebagai dongsaeng, walaupun aku tahu itu sulit baginya..”

“Jadi..” aku masih berusaha menyimpulkan cerita Ahra Eonnie.

“Sekarang kau tahu’kan kenapa dia begitu protective padamu?” tanyanya.

Aku tidak menjawab. Aku masih berusaha mencerna semua cerita ini.

“Sudah bertahun-tahun dia berusaha memendam perasaannya padamu, sudah bertahun-tahun dia berusaha untuk tidak terlihat kalau dia menyukaimu. Tapi, aku juga tidak menyalahkannya kalau sekarang dia sudah bisa berbuat senekat itu karena kalau aku berada di posisinya, aku pasti sudah melakukan hal yang lebih konyol daripada itu..” jealsnya lagi.

Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Semua ini bagai mimpi. Aku bukan keluarga Cho? Kyuhyun Oppa menyukaiku? Bagaimana bisa?

“Padahal aku juga sudah menasihatinya untuk mencari yeoja lain tapi sepertinya memang tidak bisa. Dia sudah terlanjur menyukaimu atau bahkan mencintaimu..”

KLIK.

Kuputuskan sambungan telfon dan menangis sejadi-jadinya.

Kenapa jadi begini? Apa ini mimpi burukku? Tuhan, kalau memang benar ini mimpi buruk, tolong bangunkan aku sekarang juga.

***

Cahaya matahari pagi yang menyilaukan masuk melalui jendelaku dan membuatku terbangun. Ehm? Sudah pagi? Apa benar itu hanya mimpi? Kulihat pantulan diriku di cermin. Aku benar-benar seperti gembel. Aku tertidur masih dengan baju kemarin, rambutku berantakan dan mataku sembab.

Perhatianku teralihkan pada sebuah nampan berisikan roti bakar dan susu di meja belajarku. Ada catatan di sebelahnya. Dari siapa ya? Segera saja kubuka note itu dan membacanya.

‘Mianhae..’

Hanya kata itu yang tertera di kertas kecil itu. Walaupun tidak ada nama di dalamnya, tapi aku tahu itu tulisan siapa. Itu tulisan Kyuhyun Oppa.

Dia pasti pulang tadi malam dan langsung pergi pagi-pagi sekali. Lagi-lagi mataku memanas dan bulir-bulir itu kembali jatuh tak terkontrol. Aku hanya bisa terduduk sambil terisak.

Tuhan..mimpi buruk macam apa yang kau berikan padaku?

***

Oke, panggil aku gila. Sekarang aku berada di gedung SM dan berniat untuk meluruskan kejadian ini. Aku tidak mau begini terus. Ini benar-benar membuatku tersiksa.

Hatiku berdebar tak karuan saat tiba di depan ruangan Super Junior. Tapi aku sudah membulatkan tekadku. Hufft! Kuhela nafas panjang sebelum mengetuk pintunya.

TOK TOK TOK.

Tak lama kemudian, seorang namjapun keluar menyambut panggilanku. Itu Donghae Oppa.

“Jooyeon?”

Kupaksakan bibirku untuk tersenyum. Ada raut kekhawatiran dari wajahnya.

“Annyeong Oppa, Kyuhyun Oppa ada di dalam?” tanyaku langsung.

“Aniya, dia masih ada di ruang latihan. Kenapa matamu?” tanyanya karena melihat mata panda-ku.

“Gwaenchana, Oppa..gomawo. Annyeong” pamitku langsung.

Bisa kulihat dari jendela dia sedang berlatih keras dengan dance-nya sendirian. Segera kuhampiri dirinya yang berada di ruang latihan. Dia nampak kelelahan, terlihat dari nafasnya yang memburu dan keringat yang bercucuran dari tubuhnya.

DEG!

Dia melirik ke arahku dan terlihat kaget. Akupun tak kalah kagetnya, aku merasa pipiku memanas begitu melihatnya.

“O..Oppa..” panggilku pelan sambil menunduk.

Dia tidak menggubrisku. Aku tidak berani menatapnya. Rasanya aku ingin menangis saja.

POK.

Tiba-tiba dia memukul pelan kepalaku dan membuatku menatapnya.

“Yak! kenapa kau ada disini? Kau tidak kuliah?”

“Ne?” tanyaku dengan tampang bloon.

Apa aku tidak salah dengar? Kenapa dia bersikap seolah tidak terjadi apa-apa?

“Kau sudah makan?” tanyanya lagi.

“N..ne..” jawabku tidak percaya.

Dia langsung berjalan ke arah meja, tempat handuk dan air minumnya disimpan. Dia mengelap keringatnya lalu meminum air minumnya.

Hening.

Kenapa jadi begitu canggung? Rangkaian kata yang sudah kususun rapi, tiba-tiba menghilang begitu saja. Pikiranku dipenuhi banyak pertanyaan tapi tidak bisa kulontarkan.

“Ahra Noona sudah menceritakan semuanya padaku” ujarnya kemudian.

“Ne?”

“Jadi, kau sudah mengetahui semuanya’kan Park Jooyeon?” tanyanya berbalik menghadapku.

Agak aneh juga saat dia memanggilku dengan nama ‘Park’. Aku hanya bisa mengangguk lemas.

“Lupakan saja..” lanjutnya yang membuatku menengadah ke arahnya.

“Ne?”

“Lupakan saja soal kemarin dan juga soal perasaanku. Aku tidak mau membebanimu, kau bebas sekarang. Aku tidak akan mengaturmu lagi” ucapnya tegas.

Entah kenapa, aku jadi merasa tidak enak padanya.

“Tapi..”

“Jooyeon-ah.., kau tidak mencintaiku’kan?” tanyanya dengan senyum dipaksakan.

Mana bisa..

“Aku..ingin kita tetap selalu jadi saudara..” ujarku dengan airmata yang mati-matian kutahan.

Melupakannya…

“Uljima..kita tetap saudara. Aku dan Ahra Noona. Kamu sangat berarti bagi kami..”

Dia mendekat ke arahku dan mengecup keningku pelan.

“Dongsaeng yang sangat berarti..” lanjutnya lagi.

Aku takut. Baik itu untuk melangkah maju ataupun melihat situasi di sekelilingku. Rasanya..menakutkan. Aku tetap ingin berada dalam lingkup sebagai ‘saudara’.

TBC

Inilah akhir part 6! Bagaimana? Belum puas? Tunggu lanjutannya yaa! Tapi sebelumnya komen dulu, oke?

42 thoughts on “Sister Complex [part 6]

  1. makin penasaran >.<
    perasaan setiap baca FF kalau ada perebutan cinta sama Kyu. EvilKyu selalu jadi pemenangnya dah~ emank pesonanya membutakan?? kekekeke
    keren" . penasaran. lanjut baca dulu ^^

  2. Pengumuman buat chingudeul yang belom tahu, saya udah punya blog sendiri #bangga #kibasponi, ada sekitar 5 FF baru yang masih pending di WFF tapi udah saya post di blog saya. Kalo punya waktu, silakan mampir ya~ pupuputri.wordpress.com, gomawo ^_^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s