Saengil Cukhahaeyo, Lee Sungmin

Author : ichaichu

Main Cast : Lee Sungmin, Hwang Sungrin

Support Cast : Kim Gyuri

Genre : Romance

Rating : General

Warning! : banyak typo #maybe, gak terlalu bagus -,-

Ps : pernah dipublish di blog pribadi saya http://ichaichu.wordpress.com/

Length : One Shoot

 

–oOo–

 

Hwang Sungrin’s POV

 

@minriii: Sedang bersama Jiho oppa merayakan tahun baru di Namsan Tower <3

 

@haejin1106: It’s time to BBQ party! Yeay~ Happy New Year semua!! ^^

 

Aku mendengus kesal membaca tweet teman-temanku yang sedang merayakan malam tahun baru bersama keluarga dan kekasih mereka. Sungguh menyebalkan! Kenapa setiap akhir tahun aku hanya merayakannya dengan diam di rumah seperti ini. Duduk di depan laptopku sambil menatap hampa tweet-tweet mereka yang sedang bergembira menyambut tahun baru.

 

Yah, setiap akhir tahun keluargaku tak pernah merayakannya dengan pesta BBQ atau sekedar jalan-jalan ke pasar malam. Keluargaku tidak suka dengan hal seperti itu. Mereka lebih suka diam di rumah sambil menonton TV atau membaca buku. Appa pernah bilang, diam di rumah lebih baik daripada pergi keluar melakukan hal yang kurang berguna. Selain membuat badan lelah juga menghabiskan uang. Itulah yang membuatku heran. Sebenarnya keluargaku yang kelewat kaku atau mereka memang pelit -_-

 

Tiba-tiba laptopku berbunyi, menandakan ada mention yang masuk. Wah, mention dari Kim Gyuri ternyata. Ia pasti sedang bersenang-senang dengan keluarganya. Haah..

 

@Gyuri_: Hey! @imSungrin kau tidak merayakan tahun baru? Tumben dari tadi diam saja tak ada tweet apapun. Kasian sekali :p

 

Sialan! Sahabat macam apa kau? Aku sedang bersedih seperti ini malah makin membuat moodku memburuk. Grrr..

 

@imSungrin: @Gyuri_ Ne, aku sedang diam di rumah seperti kura-kura kelaparan. Puas kau?! -_-

 

@Gyuri_: @imSungrin kkkkkkkk~ :p Mudah emosi sekali dirimu.

 

@imSungrin: @Gyuri_ kau yang membuat moodku makin hancur Nona Kim Gyuri.

 

@Gyuri_: @imSungrin aku kan hanya bercanda Sungrin. Sudahlah jangan marah. Aku jadi membayangkan bagaimana tampangmu. Pasti menyeramkan haha.__.v

 

@imSungrin: @Gyuri_ Menyeramkan? Tidak mungkin. Wajahku terlalu imut. Mana mungkin bisa berubah menjadi iblis menyeramkan :3

 

@Gyuri_: @imSungrin hah? Imut? =_= Narsismu memang tak pernah sembuh Sungrin ya~

 

Hahaha.. Tenyata bermention ria dengan Gyuri sedikit membangkitkan moodku. Hihihi terima kasih Kim Gyuri. Kalau kau ada di hadapanku sekarang pasti aku sudah memelukmu erat dan kau pun meronta-ronta minta dilepaskan.

 

I’ll keep on feelin’ everytime

Kokoro niha kun gairu

Baby don’t cry it’s all right now

Futari deitayo

 

I’ll keep on dreamin’ everytime

I know I’ll just find your love

Daki atta ude no naka de

Bokura hatadahitotsuninantte

 

Kulirik ponselku yang berkedip ria di samping laptop. Lee Sungmin oppa? Langsung kuraih ponselku dan menjawab telponnya.

 

“Yoboseyo?”

 

“Yoboseyo Sungrin-ah, kau sedang merayakan tahun baru bersama keluargamu kah?” aku mendengus kesal. Ahh, oppa.. Bisa-bisanya kau mengungkit hal tabu itu lagi.

 

“Tidak oppa. Huee.. Aku hanya diam sendirian di kamar. Huhu tahun baru yang sangat suram ya oppa.” Bisa kudengar Sungmin oppa tertawa kecil mendengar rengekanku.

 

“Hahaha.. Kebetulan sekali. Maukah kau menemaniku jalan-jalan berdua? Sekalian merayakan malam tahun baru.” Aku hanya diam melongo mendengar ajakannya. Menemaninya jalan-jalan? Hanya berdua? Ya Tuhan, mimpi apa aku semalam?

 

“Yaa~ Hwang Sungrin, kau masih hidupkan? Kenapa diam saja? Kau tidak mau menemaniku? Oh.. Ya sudah-“

 

“Yak! Yak! Aku mau oppaa!!” seruku bersemangat. Enak saja, aku belum memutuskan apa-apa, dia main sambar saja. Dasar tidak sabaran.

 

“Hahaha.. oke. Aku tunggu setengah jam lagi ya. Nanti aku jemput di rumahmu ya? Oke sampai jumpa Sungrin-ah. Annyeong.”

 

“Ne, oppa. Annyeong.”

 

Aku langsung melonjak kegirangan. Asik.. Asik.. Akhirnya aku bisa merayakan tahun baru dengan layak.

 

@imSungrin: @Gyuri_ Gyuri-ah.. Aku tidak jadi merayakan tahun baru dengan suram. Hihi XD

 

–oOo-

 

Kini aku sudah di dalam mobil bersama Sungmin Oppa. Ahh.. Senang sekali. Akhirnya bisa jalan-jalan juga. Menikmati malam tahun baru bersama Sungmin Oppa. Malam ini ia tampan sekali. Walau hanya mengenakan baju hangat dipadukan dengan syal merah ia terlihat lebih menawan. Eh, kenapa aku jadi deg-degan seperti ini.

 

“Kenapa kau mentapku seperti itu? Aku tahu aku memang tampan. Jadi tidak usah memandangiku dengan tampang anehmu itu.” Oops, ketahuan. Jangan-jangan ia bisa membaca pikiran orang.

 

“Oppa, narsismu itu tidak pernah sembuh ya.” Aku mencibir mendengar ucapannya itu.

 

“Aku tidak narsis kok. Memang kenyataannya seperti itu kan? Haha.” Ceria sekali tawanya. Aku hanya mengerucutkan bibir mendengar tawa riangnya.

 

“Tak usah cemberut seperti itu. Aegyomu itu gagal. Haha.”

 

“Heh? Mentang-mentang kau jago aegyo hah? Seenaknya menghina orang.” Ia hanya tersenyum menahan tawa.

 

“Oppa, kita sebenarnya mau kemana?” Sejak tadi aku bingung sebenarnya aku mau dibawa ke mana.

 

“Lihat saja nanti.” Ia terkekeh. Memperlihatkan gigi bunny-nya.

 

“Oppa tidak berniat menculikku kan?” aku memasang wajah ketakutan.

 

“Memang wajahku terlihat seperti penculik yang menyeramkan.” Ia menatapku heran.

 

“Oppa, apakah seorang penculik harus memiliki wajah menyeramkan? Bisa saja ia punya wajah sepolos dirimu tapi ternyata ia penculik kelas kakap haha.” Ia melempar death glare nya ke arahku.

 

“Evilmu gagal oppa. Haha” Aku tertawa melihat wajah tak terima dengan ucapanku tadi.

 

“Yak! Kau mencoba balas dendam hah?” Ia mencibir kesal. Aku tersenyum memandang wajah kesalnya. Lucu sekali wajahnya haha. DEG! Kenapa perasaan ini muncul lagi.

 

Aku mengalihkan wajahku ke luar jendela. Mencoba menyembunyikan wajahku yang sudah merah padam. Aku menatap salju putih yang menutupi sisi jalan. Sesekali aku menghembuskan nafasku yang sedikit berat.

 

“Oppa, kau tidak merayakan malam tahun baru dengan Super Junior Oppadeul?” aku mencoba mengalihkan pembicaraan.

 

“Para member masih sibuk dengan job mereka. Walau malam tahun baru tetap saja ada kerjaan. Mungkin kami akan merayakannya bersama jika sudah lewat pergantian tahun. Tapi aku free. Oleh karena itu, daripada aku kebingungan mau melakukan apa, akhirnya aku mengajakmu jalan-jalan.” Ia tersenyum manis sekali. Senyumannya menyihirku untuk menatapnya lagi.

 

“Yuhu sudah sampai!” seru Sungmin Oppa yang sedikit mengagetkanku. Aku memandang sekeliling.

 

“Hah? Pasar Malam?” Aku melongo kaget memandang tempat ramai di hadapanku ini.

 

“Oppa, kau tidak takut ketahuan fansmu?” Aku menatap serius wajahnya yang menyengir lebar.

 

“Tenang saja.” Ia mengambil sesuatu dari jok belakang. Sebuah topi sweater dan kacamata hitam. Ia mengenakannya dan mengeratkan syal untuk menutupi sebagian wajahnya. “Bagaimana?”

 

“Ahh.. Oppa, apa kau yakin menggunakan itu akan menutupi identitasmu?” Aku mengerutkan dahi menatap penyamarannya yang menurutku percuma saja.

 

“Haha.. Sudahlah.. Percaya padaku. Ayo keluar!” Ia membuka pintu mobil, akupun mengikutinya.

 

“Ayo!” Sungmin Oppa langsung meraih tanganku dan menarikku menuju kerumunan orang-orang. Sumpah demi apapun! Sentuhan tangannya membuat darahku mendesir cepat menuju wajahku. Dan aku yakin, pasti wajahku berubah merah seperti tomat.

 

Aku memutuskan untuk mengalihkan perhatianku dengan memandang sekeliling. Tempat ini ramai sekali. Banyak pedagang yang berjualan aneka macam. Lampu warna-warni menghiasi sekeliling jalan. Ada seorang anak kecil yang sedang memegang gulali rambut di tangannya. Ia tersenyum manis ke arahku. Ahh, lucunya.

 

“Oppa, aku mau gulali rambut.” Aku menunjuk salah satu penjual gulali rambut.

 

“Sungrin-ah, kau seperti anak kecil saja.” Sungmin Oppa tertawa sambil mencubit pipiku. Aku meringis kesakitan sambil mengelus bekas cubitan tadi.

 

Walau meledekku seperti itu, Sungmin Oppa langsung menarik tanganku menuju penjual gulali rambut. Asik asik, baik sekali kau oppa.

 

“Gomawo oppa.” Aku memberikan senyum aegyo termanisku padanya.

 

“Yak! Jangan cubit pipiku lagi!” aku langsung menangkis tangannya yang hendak mencubit pipiku.

 

“Kenapa tidak boleh? Aku cuma mencubit pipimu. Apa kau ingin aku menciummu?” ia menaikkan sebelah alisnya berusaha menggodaku.

 

Bisa kurasakan pipiku memanas lagi. Sialan! Senang sekali dia menggodaku. Aku langsung membalikan tubuhku menjauhinya. Ia tertawa melihatku yang salah tingkah.

 

“Yak! Yak! Tunggu aku. Haha kau ini lucu sekali Sungrin.” Ia mengejarku kemudian merangkul bahuku. Sontak aku langsung melepaskan lengannya. Aku memasang wajah cemberutku. Sungmin Oppa hanya tersenyum melihat tingkahku. Tiba-tiba ia menarikku menuju permainan ball toss. Permainan melempar bola untuk menjatuhkan susunan kaleng.

 

“Lihat ya Sungrin, apa aku bisa menjatuhkan semua kaleng dengan tiga bola ini.” Sungmin Oppa menyengir lebar. Ia melempar bola pertama. Semua kalengnya jatuh. Aku hanya melongo melihatnya.

 

“Haha, oke bola kedua.” Ia melempar bola lagi. Sama seperti sebelumnya. Semua kalengnya jatuh lagi!

 

“Bola terakhir.” Ia mengamati bola di tangannya. Haha tingkahmu oppa. Seperti atlit yang sedang berjuang mendapatkan medali emas. Ia melempar bola terakhir dengan sekuat tenaga. Gila. Semua kalengnya jatuh lagi dan sekarang susunan kaleng lain yang disampingnya ikutan runtuh.

 

“Yuhu! Ahjussi aku minta hadiahnya boneka panda itu ya?” ia menunjuk sebuah boneka panda yang berukuran sedang. Setelah menerima boneka itu, ia langsung memberikannya padaku. Aku hanya menatap boneka di pelukanku dengan tampang bodoh.

 

“Nah, sekarang tak usah ngambek lagi ya? Kan aku sudah menghadiahkan boneka panda untukmu. Anggap saja itu permintaan maafku.” Ia tersenyum sambil mengelus pelan puncak kepalaku.

 

“Kajja! Kita jalan-jalan lagi.” Ia menggandeng tanganku mengajak aku berkeliling lagi. Aku menatap boneka pemberiannya sejenak. Ahh, panda. Aku pun tersenyum. Bisa saja ia tahu kalau aku suka dengan boneka panda.

 

Semakin lama, tempat ini semakin ramai saja. Tapi di tempat seramai ini penyamaran Sungmin Oppa belum ketahuan juga. Haha daebak!

 

Aku melihat seorang gadis remaja sedang tersenyum menatap boneka di tangannya. Boneka itu terlihat seperti… Onew? Sedang memeluk ayam goreng? Lucu sekali. Ahh, aku jadi ingin punya boneka Taemin yang sedang bermain piano. Tunggu sebentar, jika ada boneka SHINee, pasti Super Junior juga ada dong? Aku memandang berkeliling mencari penjual boneka SJ. Kemudian mataku menangkap sesuatu, boneka Lady HeeHee. Ahh, lucu sekali.

 

“Oppa, ayo kita ke sana! Di sana ada yang menjual boneka SJ dan SJ stuff lainnya.” Aku menunjuk ke arah penjual SJ stuff itu dengan semangat.

 

“Kau yakin Sungrin-ah?” Sungmin Oppa mengerutkan dahi memandang ke arah penjual itu.

 

“Tentu saja oppa. Aku ingin membeli sesuatu.”

 

“Tapi Sungrin-ah, pasti banyak ELF di sana. Mereka mudah sekali mengenaliku.” Ahh, iya benar juga. ELF itu terlalu pintar.

 

“Kalau begitu, oppa tunggu di sini saja. Aku hanya sebentar kok hihi.” Aku menyengir lebar. Kemudian aku langsung menitipkan bonekaku ke Sungmin Oppa yang memasang wajah kebingungan. Aku pun langsung berlari ke arah kerumunan ELF yang sedang membeli SJ stuff.

 

Mataku berbinar menatap berbagai macam SJ stuff yang dijual di situ. Ada boneka, sticker, poster, gantungan kunci, headphone, kaos, dan sebagainya. Tapi mataku langsung tertarik pada satu boneka. Aku langsung membelinya dan berlari lagi ke arah Sungmin Oppa.

 

“Oppa, ini untukmu. Pajang ini di kamar kalian berdua.” Aku memberikan sebuah boneka Kyuhyun dengan tawa evilnya sedang menjitak kepala Sungmin Oppa yang meringis kesakitan.

 

“Hah? Lucu sekali. Kau berniat memberiku hadiah atau meledekku?” Sungmin Opppa menatap boneka di tangannya dengan tatapan tidak percaya.

 

“Sudah terima saja. Haha.” Aku tertawa dan mengambil boneka pandaku lagi.

 

“Gomawo Sungrin-ah.” Ia tersenyum menatap boneka pemberianku. Ekspresinya cepat berubah. Tadi ia seperti tidak terima dengan boneka itu. Dan sekarangiIa terlihat senang sekali.

 

“Cheonma Oppa.” Aku pun membalas senyumnya.

 

“Sungrin-ah, sebentar lagi jam 12 dan pasti ada kembang api.” Ia melirik jam tangannya. “Ayo naik itu!” Ia menunjuk bianglala yang berputar pelan. Aku hanya melongo sebelum ia menyeret tanganku ke arah bianglala. Hobi sekali orang ini menarik tangan orang ke sana kemari.

 

Kami pun menaiki bianglala. Aku menatap pemandangan kota Seoul yang tertutupi salju. Wah, dari sini pemandangannya terlihat sangat indah. Tapi tiba-tiba bianglala ini berhenti.

 

“Oppa, jangan bilang kalau bianglala ini rusak.” Aku panik. Apalagi bianglala kami berhenti tepat di paling puncak.

 

“Tidak kok. Aku yang meminta petugasnya untuk memberhentikan di puncak seperti ini. Agar kita bisa lihat kembang api dengan lebih jelas.” Ia menyengir lebar. Ada saja ide-ide aneh yang bermunculan di otaknya. Tapi ini membuatku agak merinding. Kurasakan sekujur tubuhku sedikit bergemetar dan dingin.

 

“Aku agak takut dengan ketinggian oppa.” Aku memandang ke bawah dengan ngeri. Tapi ia mengenggam erat tanganku.

 

“Tidak apa-apa Sungrin-ah. Haha. Tanganmu dingin sekali.” Ia menggosok tanganku dengan kedua tangannya. Ia tersenyum menatapku. Lagi-lagi tatapan itu menyihirku dan mebuat wajahku memanas lagi.

 

Kami bertatapan cukup lama sebelum akhirnya terdengar suara tiupan terompet dan ledakkan kembang api. Aku langsung menengok keluar dan melihat kembang api. Sungmin Oppa benar. Dari sini kembang apinya terlihat sangat jelas. Indah sekali. Tak sadar aku menarik kedua sudut bibirku untuk tersenyum.

 

“Happy New Year Sungrin-ah.” Kualihkan pandanganku ke Sungmin Oppa yang sedang menatap kobaran kembang api.

 

“Tidak oppa.” Ucapanku membuat Sungmin Oppa menatapku bingung. Aku mengambil sebuah kotak dari dalam tasku kemudian kubuka tutupnya. Terlihat sebuah cake coklat kecil dengan sebuah lilin kecil di atasnya. Akupun mengeluarkan korek dan menyalakan lilin itu.

 

“Saengil Chukkahamnida Lee Sungmin Oppa.” Aku tersenyum menatap kedua manik matanya. Ia membalas senyumanku.

 

“Ayo make a wish dan tiup lilinnya.” Ia pun menutup kedua matanya sejenak. Kemudian membuka mata dan meniup lilin kecil itu. “Oppa, tadi aku sudah memberikan boneka kepadamu, anggap saja itu hadiahnya. Tapi aku ada hadiah lain.”

 

Aku meletakkan cake itu disampingku dan mengambil sesuatu dari tasku lagi. Kemudian aku memberikan kotak hadiah itu ke Sungmin Oppa. Ia membuka kotak itu dan mengeluarkan isinya. Sebuah syal berwarna hijau tosca dengan sedikit motif di atasnya.

 

“Kau membuatnya sendiri?” Aku mengangguk.

 

Ia langsung melepas syalnya dan mengenakan syal pemberianku. “Bagus sekali Sungrin-ah. Gomawo.” Ia tersenyum lebar ke arahku.

 

“Tapi aku minta satu hadiah lagi.” Ia menatap penuh arti kearahku.

 

“Apalagi oppa?” aku membalas tatapannya dengan bingung. Tiba-tiba ia mengecup bibirku lembut.

 

“Jadilah yeojachinguku.” ucapnya membuatku membulatkan mataku. Aku tak percaya dengan apa yang dikatakannya. Setelah menciumku tiba-tiba, ia memintaku untuk jadi yeojachingunya. Gila. Benar-benar gila.

 

“Bagaimana?” ia menatapku lekat-lekat. Mencoba menembus kedua manik mataku. Aku mencoba mengatur nafasku sejenak sebelum akhirnya aku menganggukan kepala menyetujui permintaannya.

 

“Maafkan aku Sungrin-ah. Aku bukanlah pria romantis yang menyatakan perasaan menggunakan deretan kata-kata indah dan puitis.” Ia memegang kedua pipiku dengan kedua tangannya sambil menatapku lembut.

 

“Bodoh. Siapa bilang ini tidak romantis oppa. Kau mengajakku jalan-jalan ke pasar malam berdua, menggandeng tanganku kesana kemari, memberikan boneka panda kesukaanku ketika mengambek dengan permainan bolamu yang hebat itu, mengajakku menaiki bianglala agar dapat melihat kembang api dengan lebih jelas.” Ia hanya tersenyum memandangi wajahku.

 

Kami diam dan saling menatap. Ku tatap kedua matanya. Tak ada kebohongan di sana. Semua perasaan yang ia ucapkan lewat kedua matanya dengan tulus. Dan ia menciumku lagi.

 

“Saranghaeyo Hwang Sungrin.”

 

“Nado Saranghae Lee Sungmin Oppa. Neomu Saranghae.”

 

I wanna hold your hand.

I wanna kiss to your lip.

I wanna fall in love with you.

It must be beautiful lovely day.

 

—-THE END—-

 

Duh, gimana? Jelek ya? Banyak typo ya? Maklum FF pertama nih ._. Maaf juga ya kalo kependekan T__T FF ini aku buat untuk memperingati ulang tahun Sungmin Oppa yang juga dirayakan di seluruh dunia!! Telat? Oh, sangat. Dia bukan bias utamaku. Tapi dia bias kesayanganku XD *ditendang yesung*

Mohon kritik dan sarannya juga ya. Biar nanti FF selanjutnya bisa lebih baik lagi daripada yang ini. Yang mau ninggalin komen saya mengucapkan Gomawo semuanya!! Saranghae!! :*

Dan tidak lupa SAENGIL CHUKKAHAMNIDA LEE SUNGMIN OPPA!! Wish all the greatest for you! Saranghae! Saranghae! Saranghae~~!! <3

Sekian. Cium manis dari Mrs. Lee

Lee Sungmin’s wife, Kim Jong Woon’s sister, and Cho Kyuhyun’s girlfriend (?)

5 thoughts on “Saengil Cukhahaeyo, Lee Sungmin

  1. Ini ff bikin envy!!! Ah aku jadi inget malam tahun baru aku yg suram T~T
    Walaupun pas bagian naik bianglala itu udah biasa tapi tetep bagus critanya hehe

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s