The Sweet Melodies [part 7]


Author                      : AlexaHan

Main cast                 : Lee Dong Hae, Han Yuri

Rating                       : PG 13

Length                       : Chapters

Genre                        : Romance

The Sweet Melodies part 7

“lepaskan aku….” Yuri melapaskan tangannya dengan kasar dari genggaman Donghae

“apa kau bodoh? Apa dengan menangis semua akan selesai? Jika tidak suka melihatku dengannya, kenapa menghindariku?”

“hanya menangis yang bisa kulakukan….hanya itu yang mampu kulakukan saat ini…kelak aku tidak akan menangis lagi melihat oppa bersamanya….tidak akan”

“ada apa denganmu? Kenapa kau menyerah secepat ini? Aku membutuhkanmu untuk penyemangatku…..” Donghae memeluk Yuri erat “jangan menyerah secepat ini. Kita pasti bisa melewati ini. Ini hanya masalah ringan, aku sudah biasa membereskan masalah seperti ini. Jadi percaya padaku…..jebal….” Donghae semakin mempererat pelukannya

“aku tidak pernah menyerah karena aku memang tidak pernah berjuang…………” Yuri tidak bisa menahan air mata, begitu juga Donghae yang terkejut dengan ucapan Yuri.

Yuri melepaskan pelukan Donghae, lalu menundukkan kepala “oppa…..kau tidak perlu bersikap seperti ini padaku hanya karena kau merasa bersalah pada appa ku.  Aku sudah tahu kalau appaku tertabrak karena menolong Dongho oppa, aku tidak menyalahkan kalian. Jadi…..jangan merasa bersalah lagi……..dan kau tidak perlu memaksakan perasaanmu padaku hanya karena rasa bersalah itu karena aku tidak punya perasaan spesial padamu………..”

“lihat aku dan ulangi kata-kata mu!!”

“kuharap tidak ada lagi kesalahpahaman karena semua sudah jelas. Sepertinya Yoojin shock melihat kejadian barusan, temui dia” Yuri berjalan meninggalkan Donghae yang terpaku

“Han Yuri……sudah bagus….kau pasti bisa…..jangan berbalik ke belakang…….” Yuri mengatakan kalimat tersebut berulang-ulang sambil mengusap air matanya.

Yuri sampai direstoran, terlihat wajah Yoojin yang kusut.

“Yuri-ah…..waegeuraeyo?” tanya Chaerim

“tidak ada apa-apa. Ayo kita pulang” Yuri mengambil tasnya lalu berpamitan pada Yoojin yang terlihat masih shock

Yuri berjalan secepat kilat tanpa memperhatikan Chaerim yang sedari tadi mengekor dibelakangnya.

“yak!!! Ada apa? Jangan seperti ini!!!” Chaerim menarik lengan Yuri lalu membalikkan tubuhnya dan terlihat Yuri sedang menangis “kenapa kau menangis? Ada apa? Jangan begini…aku jadi sedih juga” lanjut Chaerim

“Chaerim-ah………………..aku tidak sanggup……..a…a..aku sungguh menyukainya” Yuri terduduk ditrotoar sambil menangis

“ya….jangan menangis disini. Ayo berdiri…..ceritakan padaku” Chaerim mengangkat Yuri lalu membawanya naik taxi menuju rumah Chaerim

***

“duduklah….aku buatkan minum dulu”  Chaerim melesat kedapurnya

5 menit kemudian Chaerim datang dengan segelas teh hangat “ini……minum dulu”

Yuri meminum tehnya lalu kembali menangis.

“euljima Yuri-ah….aku jadi ikut menangis juga…..ceritakan padaku” Chaerim memeluk sahabatnya tersebut

Yuri menceritakan yang terjadi, kini yang menangis adalah Chaerim. Chaerim memeluk Yuri.

“takdir yang mempertemukan kalian tapi takdir juga yang memisahkan kalian” ujar Chaerim dalam hati

“Chaerim-ah…..bisakah aku menginap disini malam ini?”

“tentu saja”

“aku mau kesekolah lagi….”

“mau apa? Apa ada yang ketinggalan? Aku temani ya…..” tawar Chaerim

“tidak usah. Kau istirahat saja. Aku hanya mau bertemu Park songsaengnim”

“baiklah hati-hati”

***

“permisi…………..” Yuri mengetuk ruangan guru musiknya

“iya masuk……Yuri, ada apa?”

“saya sudah memikirkan penawaran guru. Saya menerimanya”

“benarkah? Kalau begitu sebentar………”

Guru musik yang bernama Park tersebut membuka lacinya lalu mengambil sebuah map,

“ini…..semua ini harus diisi lalu ditanda tangani oleh walimu. Setelah itu serahkan pada songsaengnim…..yang lain akan songsaengnim urus”

“gamsahamnida…….kalau begitu saya pergi dulu”

“iya hati-hati”

Yuri akhirnya memutuskan mengambil beasiswa musik di perancis yang ditawarkan sekolah. Ini kesempatan bagus untuk mewujudkan mimpinya dan kesempatan bagus juga untuk menjauh dari situasi tidak menyenangkan yang terjadi.

***

“bibi Jung….Yuri masih belum pulang?” Donghae khawatir sekali pada Yuri yang belum pulang padahal sudah jam 11 malam

“belum tuan……”

Kringggggggggggggggg…………..telpon rumah berbunyi

“yeoboseyo…….kediaman keluarga Lee”

“bibi ini aku Yuri….maaf baru menelpon sekarang….aku tidak pulang. Aku menginap dirumah teman”

“baik nona……tapi tuan muda mau bicara”

“jang………….” Belum sempat Yuri menolak, Donghae sudah terdengar marah-marah diujung sana

“yak!!! Kemana kau semalam ini belum pulang? Kenapa tidak memberi kabar? Kenapa tidak mengangkat telpon dan membalas sms ku?”

“mianhae……Hp ku lowbat dan kunon-aktifkan sampai sekarang. Oppa jangan khawatir…..cepat tidur sudah malam”

“yakkkk!!! Tahukah kau betapa khawatirnya aku? Aku pergi kesemua tempat mencarimu…..Yuri!!! kau masih mendengar kan? Yuri…..yeoboseyo….Yak HAN YURI” telpon terputus……

Donghae meletakkan telponnya dengan kasar. Lalu kekamarnya dan merebahkan diri.

***

“mian oppa……aku tahu kau sangat khawatir tapi yang bisa kulakukan hanya menjauh. Aku senang mendengar suaramu….jangan marah-marah padaku lagi karena sebentar lagi aku akan pergi”

“seharusnya kau mengatakan itu sebelum menutup telpon” ujar Chaerim

Yuri hanya tersenyum tipis lalu berbaring. Chaerim tahu benar sahabatnya tersebut sedang sedih jadi dia tidak akan banyak tanya.

***

“Yuri-ah…..ada yang ingin kubicarakan” kata Yoojin saat bel sekolah berbunyi

Yuri dan Yoojin bicara diruang musik. Tidak ada orang latihan disini jadi mereka pikir ini tempat yang tepat. Tadinya Chaerim ingin ikut tapi Yuri memberi kode kalau dia akan baik-baik saja.

“apa hubunganmu sebenarnya dengan oppa?”

“tidak ada” jawab Yuri berusaha sesantai mungkin

“BOHONG!!!!!!!!!” Yoojin meninggikan suaranya. Yuri sedikit kaget mendengar Yoojin

“lalu menurutmu bagaimana? Aku mengatakan ‘tidak ada’ tapi kau bilang bohong. Itu berarti kau punya pendapat sendiri tentang hubunganku dan Donghae oppa” sadar ucapannya sedikit aneh, Yuri menggigit bibirnya ‘bodoh…apa yang barusan kau katakan. Seharusnya kau membuatnya tidak salah paham’

“oppa sepertinya menyukaimu…..” Yoojin tersenyum pahit

“dia menyukaiku sebagai kakak, aku dan dia kenal sejak kecil jadi hubungan kami hanya seperti kakak-adik. Kau tidak perlu khawatir Yoojin-ssi………..kalau begitu aku kembali kekelas dulu”

Yoojin dan Yuri tidak bertegur sapa sama sekali. Mereka terlihat kikuk dan canggung. Pulang sekolah, Yuri dan Chaerim dikejutkan dengan seorang wanita yang kelihatannya berumur 27an berlari kearahnya dan memeluknya.

“Yuri………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” panggil wanita tersebut dengan semangat dan langsung memeluk Yuri.

“maaf….anda siapa?” tanya Yuri bingung

“heheheh,…maaf aku pasti membuatmu bingung. Nama ku Lee Minji…aku adik Lee Minwoo….bibinya Donghae…..”

“jadi Minwoo ahjussi memiliki yeodongsaeng…..bangapseumnida Minji Immo……Han Yuri imnida” Yuri tersenyum manis

“aishhh….jangan memanggilku ‘immo’, panggil saja ‘onnie’”

“ne……” Yuri, Minji, dan Chaerim tertawa bersama-sama

“eh….ini temanmu ya?” tanya Minji sambil menunjuk Chaerim.

“Nam Chaerim imnida…….” Chaerim membungkukkan badannya

“sebagai tanda perkenalan, ayo ikut aku….aku traktir makan”

“ne…Immo” kata Yuri dan Chaerim bersamaan lalu dibalas tatapan tajam Minji

“e….mian….ne onnie” jawab Yuri dan Chaerim serentak

***

“aku ke toilet dulu” kata Yuri setelah sampai direstoran. Setelah Yuri menghilang, Chaerim dan Minji merencanakan sesuatu

“Minji onnie……apa onnie tahu permasalahan yang sedang terjadi?”

“tentu saja. Aku kesini karena tadi malam Donghae menelpon meminta bantuan jadi aku langsung terbang dari Perancis”

“…..aku sedih melihat Yuri. Dia menghindar dari Donghae oppa tapi aku tahu sekali sebenarnya dia sangat rindu…………”

“bagaimana kalau Yuri kita tinggalkan disini?”

“APA?….maksud onnie apa?”

“aku akan menyuruh Donghae kesini tapi aku tidak akan memberitahu kalau ada Yuri jadi setelah dia datang, kita pergi. Bagaimana?”

“ide bagus onnie……”

5 menit kemudian Yuri kembali

“maaf menunggu lama” Yuri duduk kembali dikursinya

“tidak apa-apa. Ayo makan”

Mereka makan…..sesekali Minji dan Chaerim saling memandang. 10 menit kemudian Donghae datang.

“Donghae-ya……lama tidak bertemu…….” Minji memeluk keponakannya tersebut

Yuri terkejut tapi mencoba bersikap biasa.

“kau pasti belum makan…ayo duduk makan! Tapi maaf aku ada urusan jadi harus pergi. Tidak apa-apa kan?” lanjut Minji

“ehhh….aku ada janji dengan eomma ku” sambung Chaerim

“kalau begitu berdua saja tidak apa-apa kan? Kami pergi dulu ya……daaaaaaaaaaaa” Minji dan Chaerim melesat secepat kilat

“Chae………………..” Yuri hendak memanggi Chaerim tapi sahabatnya tersebut sudah lari begitu saja ‘aishhhh….apa mereka sengaja’ kata Yuri dalam hati

“aku sudah makan….bagaimana denganmu?” kata Donghae memecah sepi

“aku juga sudah…..”

“kalau begitu kita pergi saja……”

“aa…..ne……”

Yuri mengekor dibelakang Donghae

“o…op…oppa…..” kata Yuri ragu-ragu

“ada apa?” jawab Donghae dingin

“emmmmmmmmm……apa oppa mau jalan-jalan sebentar? Aku bosan dirumah”

‘ada apa dengannya?’ Donghae menautkan alisnya “kemana?”

“kemana saja…..” Yuri tersenyum manis…..senyum yang sepertinya sudah lama tidak dilihat Donghae. Tidak seperti senyumnya belakangan ini yang terkesan dipaksakan

Donghae melajukan mobilnya…….Donghae memutuskan mengajak Yuri ke arena Ice Skating.

“oppa….aku tidak bisa main Ice Skating…..”

“ya ampun….kau ini hidup dijaman apa sebenarnya?”

Yuri menggembungkan pipinya “dijaman batu mungkin…….” Jawabnya santai

“akan aku ajari jadi tidak perlu khawatir”

#backsound – 4Minute (Making Love)

Yuri memegangi tangan Donghae dengan erat karena takut jatuh. Donghae hanya senyum-senyum melihat Yuri yang ketakutan.

“yak!!! Oppa….kenapa kau malah senyum-senyum??”

“kau lucu….hahahahha”

“memangnya aku pelawak……”

“ayolah….masa daritadi tidak bisa”

“jangan memaksa…..jika kau memaksa, akan lebih lama aku bisa”

Tiba-tiba Yuri kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh tapi dia menarik syal yang dipakai Donghae. Donghae tercekik. Yuri tertawa cekikikan.

“hahahahaha….maaf, aku tidak sengaja….”

“kau hampir membunuhku……” Donghae batuk-batuk

Yuri masih tertawa lalu Donghae menatapnya tajam. Yuri menutup mulutnya dengan tangan berusaha menahan tawa.

Lelah bermain Ice Skating, Donghae mengajak Yuri ke taman bermain. Mereka naik biang lala, roler coaster. Berfoto bersama lalu membeli permen kapas. Donghae sedikit bingung dengan perubahan Yuri yang tiba-tiba namun Donghae tidak ambil pusing. Yang penting Yuri ada bersamanya.

“kenapa tidak bersikap seperti ini dari kemarin? Kau tahu….kau membuatku takut” kata Donghae lalu menggandeng tangan Yuri

Yuri hanya tersenyum

#backsound – Super Junior KRY (Stop Walking By)

Yuri tiba-tiba menangis

“ada apa? Kenapa menangis?”

Yuri tidak menjawab lalu Donghae memeluknya

“apa kau memikirkan masalah itu lagi? Bukankah sudah kubilang akan kubereskan. Aku tidak ingin kau menangis lagi…..euljima” Donghae mempererat pelukannya, dia tidak perduli ada banyak pasang mata yang melihat mereka

“aku sangat senang hari ini. Aku tidak akan melupakannya. Terima kasih karena mau jalan-jalan denganku sebagai perpisahan. Ini adalah perpisahan yang sangat manis” kata Yuri lirih

TBC…………….

Nantikan kelanjutannya!!!!!!!!!!! *itupun kalau ada yang nunggu” kelanjutannya :P* *gubrakkkkkkkkkkk*

12 thoughts on “The Sweet Melodies [part 7]

  1. oh my,,,
    yuri kasian bgt,,,, tapi donghae jg kasian krn dy bakal ditinggal yuri,,,, T__T
    eonni smangat y buat next part nya,,,

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s