Sister Complex [part 5]

Author : Pupuputri

Main Cast : Cho Kyuhyun, Lee Donghae

Support Cast : Lee Eunhyuk

Rating : AG (All Ages)

Genre : Love/Friends, Super Junior, Chapter/Parts

Ps : Akhirnya part rising action jadi jugaaaa! Ini part yang paling saya tunggu-tunggu sebenarnya, jari-jari saya langsung lincah menari di keyboard laptop tanpa melihat waktu, wkwk! Ada sedikit part yang pasti bikin kalian berpikir ‘lho kok?!’ dan yang pasti komen dari kalian akan sangat membantu untuk kemajuan cerita FF abal ini, so happy reading~

PERTENGKARAN HEBAT

 

LEE DONGHAE POV

Jam sudah menunjukan pukul 9.45 malam. Hari ini adalah hari spesial bagiku. Kenapa? Karena hari ini aku akan kencan dengan Jooyeon, yeoja yang kusukai selama ini yang juga merupakan dongsaeng dari maknae grup-ku, Cho Kyuhyun.

Hari ini, aku berusaha tampil senormal mungkin karena aku tidak bilang padanya kalau ini adalah kencan. Tapi tidak dapat kupungkiri kalau jantung ini terus berdetak abnormal dan bibirku tak pernah berhenti tersenyum.

Aku sengaja tidak bilang pada member yang lain bahkan pada Hyukjae sekalipun kalau hari ini aku pergi dengan Jooyeon. Aku hanya bilang mau bertemu teman lama. Tak lama kemudian, mobil yang kukendaraipun akhirnya berhenti di depan rumahnya.

Segera ku ambil HP-ku dan menguhubungi nomor yang sudah kuhafal di luar kepala. Terdengar nada sambung dan tak beberapa lama kemudian, telfonkupun di angkat.

“Yoboseyo?” jawabnya.

“Jooyeon-ah~ aku sudah di depan rumahmu” ujarku to the point.

“Eo, arasseo. Tunggu ya, Oppa!”

“Ne~”

Sambungan telfonpun ditutup dan segera kucek lagi penampilanku hari ini. Assa! Semua sudah oke, tinggal siapkan hatimu, Lee Donghae!

 

CHO JOOYEON POV

Hari ini aku ada janji dengan Donghae Oppa dan aku memberitahu Hyorin soal ini. Coba tebak? Dia benar-benar excited saat mendengarnya. Dia pikir aku ini mau kencan apa? Sampai datang ke rumahku dan mendandaniku segala, aish! aku benar-benar risih dengan rok selutut ini.

Yaah aku akui kalau selera Hyorin dalam mode itu bagus tapi kenapa harus pakai rok? Aish! aku tidak suka! Semoga Donghae Oppa tidak meledekku. Aku ini bukan tipe yeoja yang suka bersolek. Bahkan terkahir kali aku memakai rok itu ketika aku masih SMA.

Untungnya telfon dari Eomma-nya Hyorin menolongku dari kebinasaannya dalam mempermak diriku dan menyuruh dia pulang, kalau tidak, aku pasti sudah dia jadikan kelinci percobaan. Dan tak lama kemudian, HP-ku berdering menandakan ada telfon. Dari Donghae Oppa.

“Yoboseyo?” jawabku.

“Jooyeon-ah~ aku sudah di depan rumahmu” ujarnya langsung.

“Eo, arasseo. Tunggu ya, Oppa!”

“Ne~”

Telfonpun ditutup dan aku langsung mengambil tas selendangku dan beranjak turun menuju pintu. Kulihat si Raja setan itu sedang menonton TV, masih dengan pakaian saat dia pulang tadi. Dia melirikku dan ada apa dengan tatapannya itu? Terkejut, heh?

“Mwo?” tanyaku langsung.

Apa ada yang salah dengan dandananku?

“Otti?” selidiknya sambil mendekatiku.

“Jalan-jalan”

“Dengan?”

Aish! dia ini mau tahu saja!

“Donghae Oppa, wae?” tanyaku risih.

Dia berhenti bertanya dan langsung melihat penampilanku dari bawah sampai atas.

“Si ikan kembung itu mengajakmu kencan?” tanyanya, kali ini tangannya dilipat di dada.

“Aniyo, kami hanya jalan-jalan saja. Kalkhaeyo!”

Aku tidak mau ditanya lebih jauh lagi dan langsung melesat ke arah pintu.

Oke, ini aneh. Dia tidak mencegah ataupun menceramahiku, apa dia sedang sakit ya? Ani, dia memang sudah sakit dari dulu. Sakit jiwa. #dilemparsepatusamaSparkyu

Kulihat mobil Hae Oppa sudah berada tepat di depan gerbang rumahku. Dia menurunkan kaca mobilnya dan tersenyum padaku seperti biasa. Kubalas senyumannya dan langsung masuk ke dalam mobil.

“Junbi?” tanyanya saat aku memasang sabuk pengamanku.

 

LEE DONGHAE POV

DEG!

Itulah yang kurasakan ketika dia keluar dari rumahnya. Dia benar-benar cantik hari ini. Dia memakai kaos putih polos dengan jaket coklat kopi selutut dan dia memakai rok. Ini jarang sekali terjadi. Terkahir kali aku melihatnya pakai rok yaitu saat dia masih SMA.

Rambutnya yang lurus sebahu kini agak ikal di bagian ujungnya. Kini, wajahnya yang cantik bertambah cantik dengan riasan make-up yang minimalis tapi manis. Dia balik tersenyum saat aku tersenyum padanya. Baik, ini benar-benar membuatku gugup tapi kututupi semua itu. Aku tidak ingin terlihat bodoh di depannya.

“Junbi?” tanyaku saat dia memasang sabuk pengamannya.

Dia menganggukan kepalanya semangat. Akhirnya, kulajukan mobilku menuju Namsan Tower. Kalian mau tahu kenapa aku mengajaknya kesini? Itu karena disini adalah tempat dimana semua pasangan memasangkan gembok cinta mereka dengan berbagai tulisan. Aku ingin memasang gembok cintaku yang masih bertepuk sebelah tangan dengan orang yang kusukai dan kuharap semoga dia bisa membalas perasaanku suatu saat nanti. Tentunya aku juga sudah menyiapkan gemboknya.

30 menitpun berlalu dan akhirnya kami sudah sampai di Namsan Tower. Segera kurapatkan jaketku, udara sudah mulai dingin karena sebentar lagi musim dingin. Nafas Jooyeonpun mulai mengeluarkan embun dingin dan dia menggesekan tangannya agar lebih hangat.

“Sini, tanganku hangat” ujarku sambil menarik tangannya.

Tiba-tiba saja aku mengatakan itu dan refleks langsung menggenggam tangannya. Entahlah, aku merasa otakku mulai konslet saat ini. Jujur, aku merasa jantungku seperti mau melompat dari tempatnya. Tapi di sisi lain, aku juga senang. Senang bisa bersamanya dan menggenggam tangannya, layaknya pasangan lainnya.

Semburat merah keluar dari pipinya dan itu membuatku ingin menciumnya, aish! kau mulai ketularan mesumnya Hyukjae, Lee Donghae!

“Kajja!” ujarku menariknya ke dalam.

 

CHO JOOYEON POV

Sekitar 30 menit waktu yang kami butuhkan untuk sampai di Namsan Tower. Udara mulai dingin saat ini, kugesekkan tanganku bersamaan agar lebih hangat.

“Sini, tanganku hangat”

Tiba-tiba saja Donghae Oppa menarik tanganku dan menggenggamnya erat. Omo! Jantungku serasa seperti orang jantungan saat ini. Aku merasa pipiku memanas, semoga Donghae Oppa tidak sadar. Tapi, tangannya yang lebih besar dariku itu memang hangat. Dan aku merasa sangat nyaman berada di dekatnya, andai saja Kyuhyun Oppa bisa selembut ini padaku.

“Kajja!” ujarnya menarikku ke dalam.

Keadaan disini masih lumayan ramai, untung Donghae Oppa memakai alat penyamarannya. Kamipun langsung menuju ke lantai paling atas.

“Woaaah!” ujarku ketika kami sampai.

Pemandangan dari atas sini benar-benar indah, lampu-lampu kota berkelap-kelip bagaikan kunang-kunang. Disini juga banyak pasangan yang sedang memasang gembok cinta mereka. Aku heran kenapa Donghae Oppa mengajakku kesini? Harusnya’kan dia mengajak yeoja chingunya.

“Igo..”

Tiba-tiba, Donghae Oppa menyodorkan sebuah gembok berbentuk hati berwarna perak padaku. Aku menatapnya penuh tanda tanya. Dia hanya tersenyum karena tampang bloon-ku saat ini.

“Mungkin kau penasaran dengan mitosnya?” tanyanya lembut.

Aku terkejut dengan jawaban yang diberikannya dan malah terkekeh pelan.

“Wae?” tanyanya bingung.

“Aniya, Oppa..hanya saja, aku bingung kenapa kau malah memberikan gembok ini padaku? Ternyata itu toh alasannya, haha..” aku jadi geli sendiri.

“Aish! sudahlah, Jooyeon-ah~, kalau kau tidak mau juga tidak apa-apa” ujarnya lemas.

“Aniya, aniya! Aku mau kok! Oppa bawa spidol?”

Akhirnya kuputuskan untuk berhenti tertawa dan menerima tawarannya. Dia menyerahkan sebuah spidol hitam padaku, akupun segera duduk di bangku dekat situ dan siap untuk menulis.

“Tulis apa ya?” tanyaku bingung.

“Ehm..terserah kau saja”

“Hm..kalau begitu..begini bagaimana?” tanyaku saat selesai menulis.

Aku menulis ‘Donghae chuigo ya~’ (Donghae Oppa yang terbaik) dan disambut tawa oleh Donghae Oppa.

“Oppa jangan tertawa!” aku mengembungkan pipiku tanda kesal.

“Aigo, aigo~, mianhae Yeon-ah, haha..ya sudah kita pasang ya?”

Akhirnya dia menghentikan tawanya dan langsung beranjak ke tempat gembok itu di pasang.

“Kau mau pasang dimana?” tawarnya.

“Ah..yeogi!” aku menunjukan tempat yang agak kosong di tengah-tengah.

“Arasseo..”

Donghae Oppa-pun memasangnya di tempat yang ku inginkan.

“Kkeut!”

Aku tersenyum melihatnya tapi sayang sekali kami bukan pasangan. Aish! apa yang kau pikirkan Cho Jooyeon? Otakku mulai konslet karena aku masih bertepuk sebelah tangan dengan Minho Oppa.

Tiba-tiba saja, HP-ku berdering menandakan ada telfon.

“Oppa, tunggu sebentar ya!”

Donghae Oppa mengangguk dan akupun langsung menuju ke tempat yang agak sepi.

 

LEE DONGHAE POV

Kami tidak lama berada disana karena hari sudah semakin malam dan dingin. Kamipun sepakat untuk pulang. Ini benar-benar singkat tapi sangat menyenangkan. Kalian tahu? Sewaktu Jooyeon mengangkat telfon, diam-diam aku menambahkan tulisan di gembok itu, tepatnya di bagian belakang tulisan Jooyeon. Tulisannya adalah ‘saranghaeyo, Cho Jooyeon’.

Dan Jooyeonpun tidak curiga sama sekali. Selama perjalanan, dia tidak banyak bicara. Sepertinya dia lelah, omo! Dia tertidur ternyata. Tak lama kemudian, kamipun sampai di depan rumahnya, segera kumatikan mesin mobilku dan berniat untuk membangunkannya.

Sebuah senyuman tersungging di bibirku saat melihat wajah polosnya saat tidur. Kusingkirkan rambut halus yang menutupi wajahnya dan mengelus pipinya lembut. Lagi-lagi jantungku berdetak kencang saat menyentuhnya.

Dia agak tersentak dengan sentuhanku dan bangun dari tidurnya. Dia sedikit membetulkan posisi duduknya dan mengumpulkan semua nyawanya dulu.

“Ki..kita sudah sampai, Oppa?” tanyanya polos.

Akupun terkekeh melihat wajahnya yang lucu itu, aku jadi ingin mencubit pipinya itu.

“Ne, Sleeping Beauty~” ujarku.

Pipinya merona karena aku memanggilnya begitu, haha, kyeopta~

“Kenapa Oppa tidak bangunkan aku lebih awal?” tanyanya sambil melepas seat belt-nya.

“Kau nampak lelah, aku jadi tidak tega” jawabku jujur.

Dia hanya tersenyum menanggapinya dan langsung keluar dari mobil. Kuturunkan kaca mobil dan melihat ke arahnya.

“Jaljjayo~” ujarku.

Hm? Sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu?

“Wae ddo?” tanyaku penasaran.

“Ani..hanya saja, apa benar Oppa sudah memaafkanku?” tanyanya hati-hati.

Aku agak terkejut juga mendengarnya, aigoo! Jooyeon-ah, kau masih memikirkannya?

“Keurom..” ujarku sambil menahan tawaku.

“Jinjja?” tanyanya antusias.

Ku anggukan kepalaku mantap dan tersungginglah senyuman dari bibir tipisnya itu, sialnya itu membuat jantungku berdetak abnormal lagi! Aish! tenanglah jantungku!

“Geuromyeon, jaljjayo!” ujarnya sambil melambaikan tangannya padaku.

Kubalas lambaiannya dan diapun pergi masuk ke gerbangnya. Itulah salah satu sifatnya yang membuatku menyukaimu, Cho Jooyeon. Kau begitu polos dan manis. Sepertinya aku harus berterima kasih pada evil maknae itu karena belum mengizinkanmu untuk pacaran.

 

CHO JOOYEON POV

Flashback

Tiba-tiba saja, HP-ku berdering menandakan ada telfon.

“Oppa, tunggu sebentar ya!”

Donghae Oppa mengangguk dan akupun langsung menuju ke tempat yang agak sepi.

“Yoboseyo?”

“Annyeong dongsaeng-ah~” sapa Ahra Eonnie di seberang sana.

“Eonnieee! Bogoshipoyo!” seruku.

“Nado, Jooyeon-ah. Apa kabarmu?”

“Aku baik, Eonnie sendiri bagaimana?” tanyaku balik.

“Aku juga baik-baik saja, bagaimana dengan Oppa-mu? Apa dia bersikap baik padamu?”

“Haha..dia baik-baik saja. Dia tambah protective padaku Eonnie, ottokhaeyo?” ucapku dengan nada memelas.

“Gwaenchana, itu pasti karena dia menyayangimu. Mana dia? aku ingin bicara dengannya”

“Aniya, aku sedang di Namsan Tower dengan Donghae Oppa, Kyuhyun Oppa ada di rumah” jawabku.

“Mworago? Dia mengizinkanmu pergi dengan namja? Tumben!”

“Aku pikir juga begitu, apa karena Donghae Oppa itu member SuJu? Ah, ani, dia tidak pernah mengizinkan Eunhyuk Oppa menemaniku” aku jadi bingung.

“Ehm..mungkin karena sifat Donghae itu memang jauh berbeda dari si yadong itu, haha!”

“Hahaha, mungkin juga ya?”

Kamipun tertawa bersama. Sekitar 10 menit kami melepaskan rindu kami satu sama lain. Aah..aku benar-benar merindukan mereka, semoga mereka cepat pulang.

***

Sedang enak-enaknya tidur, tiba-tiba kurasakan sebuah tangan mengelus pipiku lembut. Aku agak tersentak karenanya dan langsung bangun dari tidurku. Kubetulkan posisi dudukku dan mengumpulkan semua nyawaku dulu.

“Ki..kita sudah sampai, Oppa?” tanyaku polos.

Dia terkekeh melihat wajahku yang seperti orang linglung.

“Ne, Sleeping Beauty~” ujarnya.

Aish! memalukan sekali! Habis aku ngantuk sekali sih, jadi malah tertidur deh! Bisa kurasakan pipiku merona karena dia memanggilku begitu.

“Kenapa Oppa tidak bangunkan aku lebih awal?” tanyaku sambil melepas seat belt.

“Kau nampak lelah, aku jadi tidak tega” jawabnya jujur.

Aigoo..beda sekali dengan Raja setan itu! Kalau Kyuhyun Oppa, dia pasti membangunkanku dengan kasar -______-“

Aku hanya tersenyum menanggapinya dan langsung keluar dari mobil. Diturunkannya kaca mobil dan melihat ke arahku.

“Jaljjayo~” ujarnya.

Apa benar cuma segitu saja? Rasanya aku tidak percaya kalau ini adalah syarat dia memaafkanku. Tanya jangan ya?

“Wae ddo?” tanyanya penasaran seolah bisa membaca pikiranku.

“Ani..hanya saja, apa benar Oppa sudah memaafkanku?” tanyaku hati-hati.

Donghae Oppa agak terkejut mendengarnya dan aku hanya bisa menundukan wajahku.

“Keurom..” jawabnya kemudian.

“Jinjja?” tanyaku antusias.

Dia menganggukan kepalanya mantap dan tersungginglah senyuman dari bibirku. Syukurlah kalau begitu.

“Geuromyeon, jaljjayo!” ujarku sambil melambaikan tanganku padanya.

Diapun membalas lambaianku dan segera masuk ke dalam rumah. Dengan sangat pelan kubuka pintu dan kukunci dari dalam.

“Sudah selesai bersenang-senangnya?”

Suara itu membuatku hampir jantungan kalau saja aku berpikir macam-macam.

“Aigo, Oppa! Kau mengagetkanku saja!” ujarku sambil masih mengelus dadaku.

Dia berjalan mendekatiku yang masih melepas sepatu boot-ku. Oke, kali ini dia berwajah sangar tapi ada yang lain dari tatapannya kali ini.

“Kenapa baru pulang selarut ini, hah? Neon ara? Daritadi aku menunggumu, tahu!” ujarnya dengan nada sedikit tinggi tapi tidak membuatku takut padanya.

“Siapa suruh Oppa untuk menungguku? Bukannya tidur duluan” jawabku ketus dan berjalan melewatinya.

Belum sempat aku melancarkan langkah ke-3 ku, tiba-tiba tangan Kyu Oppa menahanku dan kembali menarikku untuk berhadapan dengannya.

“Aku belum selesai, Cho Jooyeon” ujarnya, kali ini dia melipat tangannya di dada.

“Aish, Oppa..aku sudah sangat lelah dan mengantuk, bisa kita lanjutkan besok saja?” tawarku ogah-ogahan.

“Tidak bisa” jawabnya tegas.

“Aish! ya sudah, katakan saja apa intinya, oke?” aku mulai risih dengannya.

Dia menatapku geram. Jujur, aku agak takut kalau dia sudah menatapku begini.

“Jauhi Lee Donghae”

Mwo? Apa aku tidak salah dengar? Kali ini dia melarangku untuk dekat dengan Donghae Oppa? Hyung-nya sendiri? Aish! otaknya benar-benar ortodok sekarang!

“Waeyo? Aku’kan hanya berteman saja dengan Donghae Oppa. Oppa juga tahu’kan kalau dari dulu aku memang paling dekat dengannya?” ujarku sabar.

“Tapi aku tidak suka dia terlalu dekat denganmu. Apalagi akhir-akhir ini dia sering mencuri waktu untuk bertemu denganmu”

“Oppa, kumohon jangan mulai..” ujarku memelas. Aku sedang malas berdebat dengannya.

“Kalau begitu, jauhi dia” jawabnya kukuh.

Baik, kalau sudah begini, aku juga tidak bisa bersabar lagi.

“Kenapa sih Oppa selalu melarangku dekat dengan namja? Aku ini sudah besar Oppa! Aku bukan anak berumur 9 tahun lagi”

Aku masih berusaha menjaga nadaku agar tidak naik. Walau bagaimanapun, dia masih Oppa-ku.

“Besar apanya? Sifatmu itu masih kekanak-kanakan! Lagipula, siapa yang tahu kalau mereka adalah namja yang baik, hah?” ceramahnya masih sama seperti dulu.

“Lalu menurut Oppa namja seperti apa yang pantas untukku?” tanyaku balik.

“Aku akan tahu begitu tahu sifat  dasarnya”

“Lalu bagaimana bisa Oppa mengetahui sifat dasar mereka sedangkan Oppa selalu menyuruh mereka untuk menjauhiku lebih dulu?” aku masih berusaha memendam rasa dongkolku.

“Karena mereka memang tidak pantas untukmu, Cho Jooyeon!”  ucapnya dengan nada sedikit tinggi.

“Lalu yang bagaimana yang pantas untukku? Semua jawaban Oppa itu hanya bisa membolak-balikan semua pertanyaanku. Maksudku, ayolah! Kenapa harus sampai Donghae Oppa juga menjauhiku?” tanyaku tertahan.

“Itu karena dia menyukaimu!”

Hening. Aku masih berusaha untuk mengatur nafasku, begitupun dengannya. Mwo? Sepicik itukah pikirannya sekarang ini? Demi Tuhan, apa yang salah dengan kau, Cho Kyuhyun?!

“Oppa dengar. Aku dan Donghae Oppa itu hanya berteman, oke? Dia menyukaiku sebagai dongsaengnya dan aku menyukainya sebagai Oppa-ku, arasseo?”

“Kau pikir aku bodoh apa? Sudah terlihat jelas dia itu menyukaimu!”

“Darimana Oppa tahu?”

“Lihat? Ini yang kusebut kau belum cukup dewasa untuk pacaran, hal seperti ini saja kau tidak tahu? Aku ini tidak buta, Cho Jooyeon! Aku tahu namja mana saja yang sedang menyukai atau tidak menyukaimu!” jelasnya.

Baik, kali ini kesabaranku sudah habis! Rasanya kepalaku sudah mengeluarkan asap hitam dan siap untuk meledak.

“Baik, sekarang aku ingin bertanya pada Oppa. Apa aku pernah mengatur kehidupan Oppa untuk tidak berdekatan dengan yeoja manapun?” tanyaku geram.

“Apa maksudmu?” tanyanya dengan alis berkerut.

“Apa aku pernah meminta Oppa untuk menjauhi Cheonsa atau Victoria Eonnie?”

“Yak! kau..”

Aku terus memotong perkataannya sambil terus mendekatinya dan dia terus mundur seiring majunya langkahku. Kutatap Oppa-ku satu-satunya ini penuh amarah.

“Apa kalau aku meminta Oppa untuk menjauhi Cheonsa dan Victoria Eonnie, Oppa akan menurutiku?” tanyaku lagi.

“Mereka itu temanku, untuk apa aku menjauhi mereka?!” bentaknya tak kalah keras dariku.

“Kalau begitu, berhentilah mengatur hidupku!” jawabku lebih keras lagi.

Nafasku memburu, mataku sudah mulai panas. Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi, aku muak dengan segala peraturannya! Aku ingin menumpahkan segala unek-unekku sekarang juga!

Hening. Aku menghentikan langkahku dan terus menatapnya atau lebih tepatnya, memolototinya. Ada raut terkejut dari wajahnya akan sikapku ini.

“Aku masih bisa tolerir kalau Oppa mengatur hidupku selama 17 tahun sampai aku lulus SMA, tapi sekarang?” tanyaku.

“Aku hanya berusaha melindungimu!” elaknya.

“Dari apa?” tanyaku meremehkannya.

“Dari apa? Dari namja tidak benar yang bisa saja menjerumuskanmu!”

“Itukah yang kau sebut ‘melindungiku’? kau hanya membuatku tertekan dengan semua peraturanmu itu, Cho Kyuhyun!” aku sudah tidak peduli lagi dengan perbedaan umur ini.

Kutahan nada suaraku agar tidak bergetar. Rasanya amarah sudah meluap-luap dan aku ingin mengeluarkan semuanya.

“Jujur, aku tidak suka Oppa mengatur hidupku lebih dari ini! Aku ini sudah besar, aku sudah kuliah, aku tahu apa yang terbaik untukku!” tambahku lagi.

“Dan Lee Donghae adalah yang terbaik untukmu?!” tanyanya keras.

“Kenapa malah Donghae Oppa lagi yang kau sebut? Coba katakan 1 alasan yang logis kenapa aku tidak boleh mendekatinya?” tanyaku beruntun.

“Karena aku tidak suka kau dekat dengannya!”

Mwo?! Alasan macam apa itu?

“Kenapa kau tidak suka dia dekat denganku?!” tanyaku emosi.

“Karena aku menyukaimu!!”

Hening. Mwo? Apa dia bilang? Kyuhyun Oppa-pun sama terkejutnya denganku. Tidak ada suara yang keluar dari mulut kami, kami hanya bisa saling pandang karena perkataannya tadi.

TBC

Jiaaaaaaah! Gimana endingnya? Ngeselin? Seru? Atau apa? Silakan komennya yaaa!

38 thoughts on “Sister Complex [part 5]

  1. Pengumuman buat chingudeul yang belom tahu, saya udah punya blog sendiri #bangga #kibasponi, ada sekitar 5 FF baru yang masih pending di WFF tapi udah saya post di blog saya. Kalo punya waktu, silakan mampir ya~ pupuputri.wordpress.com, gomawo ^_^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s