Sister Complex [part 4]

Author : Pupuputri

Main Cast : Cho Kyuhyun, Lee Donghae

Support Cast : Lee Eunhyuk

Rating : AG (All Ages)

Genre : Love/Friends, Super Junior, Chapter/Parts

Ps : Kali ini, Donghae Oppa yang showing-off dan ada sedikit dialog untuk Eunhyuk Oppa, seperti biasa dia paling suka menggoda Donghae Oppa. Oke, lebih baik dibaca saja ya~

IT’S MORE CLEAR NOW

 

LEE DONGHAE POV

Baiklah, ada yang aneh denganku. Akhir-akhir ini, jantungku sering lompat-lompat tidak karuan, wajahku sering panas dan aku selalu senyam-senyum secara tidak sadar. Ada yang tahu aku sakit apa?

“Itu artinya kau sedang jatuh cinta, Donghae-ya” jelas Hyukjae.

“Mwo?” tanyaku tak percaya.

Akhirnya kuputuskan untuk menceritakannya pada Hyukjae dan itulah jawabannya. Ini gila! Aku jatuh cinta?

“You’re in love, man” jawabnya dengan logat Inggris yang dibuat-buat.

“Pada siapa?” tanyaku dengan tampang bloon.

“Mana kutahu! Yang jatuh cinta itu’kan kau”

Oke, ini konyol. Hyukjae bilang aku jatuh cinta. Apanya yang jatuh cinta? Aku bahkan tidak tahu aku jatuh cinta pada siapa!

“Geu saram nuguya?” tanyanya kemudian.

“Kalau aku tahu, aku tidak akan tanya kau, Hyuk-ah”

Aish! kali ini pertanyaannya yang konyol!

“Yak! kau ini masa tidak tahu sedang jatuh cinta pada siapa? Sekarang aku tanya kau, akhir-akhir ini kau dekat dengan yeoja mana?” tanyanya lagi.

“Hm..obseoyo..” jawabku ragu.

“Masa tidak ada? Memangnya kau ini sedang jatuh cinta atau sedang sakit?” tanyanya bingung.

“Molla..aku tidak dekat dengan yeoja manapun, hanya Jooyeon saja” jelasku.

Tampak sebuah keterkejutan terpampang pada wajah sahabatku ini. Dan sebuah senyuman lebar langsung terpampang di bibirnya dan memperlihatkan gusinya. Jakkaman! Senyumannya kali ini tidak biasa!

“Ya..yak, kenapa kau tersenyum seperti itu? Mengerikan sekali tahu” aku jadi agak merinding.

“Kotjimal” ucapnya sambil terus mendekatiku.

“M..mwo? bohong apanya?” akupun ikut mundur seiring majunya wajah Hyukjae.

“Kau bilang sedang tidak dekat dengan yeoja manapun, hem?” tanyanya jahil.

“Ne, waeyo?” aku jadi makin bingung.

“Lalu Jooyeon?” dia menghentikan memajukan wajahnya.

“Apa maksudmu?”

Dia memundurkan kembali wajahnya dan tersenyum penuh arti sambil melipat tangannya di dada. Akupun segera membetulkan posisiku dan menatapnya dengan tatapan bingung.

“Neo Jooyeon johahae?”

DEG!

Sedetik kemudian wajahku kembali panas dan jantungku langsung bertalu-talu lagi.

“Ya..yak! kau ini bicara apa? Mana mungkin aku menyukai Jooyeon!” elakku.

Aish! kenapa bicaraku jadi gagap begini?

“Apa yang tidak mungkin di dunia ini, Donghae-ya?” dia balik bertanya.

“Mwo?”

“Akui sajalah Lee Donghae. Kau memang menyukai Cho Jooyeon, matji?” tanyanya sambil berlagak seperti detektif.

“Aniya! Johahae aniya!” aku kembali mengelak.

“Aah..geuromyeon, aku ingin tanya beberapa hal padamu dan jawab yang jujur, Lee Donghae!”

“Tanya apa?” aku mengerutkan sebelah alisku.

“Apa kau berdebar setiap kali melihat Jooyeon?”

“I..itu..”

“Apa kau senang setiap kali bertemu atau memikirkannya?”

“Ehm..”

“Apa kau merasa ingin selalu berada di dekatnya dan melindunginya?”

“Yah..”

“Kalau semua jawabanmu itu iya, itu berarti kau memang menyukainya. Na mideo” ujarnya sambil berbalik pergi meninggalkanku.

Dan aku? Aku hanya bisa cengo. Jujur, semua jawabanku memang iya. Jadi, itu artinya aku menyukai Jooyeon? Keurego, eonje buteo?

Kembali jantungku berdebar abnormal lagi. Bisa kurasakan wajahku memanas hanya karena memikirkannya saja. Nan Jooyeon johahae?

 

CHO JOOYEON POV

Hm..lembut sekali! Aku suka sekali teddy bear pemberian Donghae Oppa ini, aku bahkan memberinya nama ‘BonBon’. Dengan begitu, aku merasa seperti Donghae Oppa ada di sisiku. Sekali lagi, kupeluk BonBon erat-erat.

“Boneka dari siapa itu?”

“Aish, Oppa! Kau mengagetkanku saja!”

Ternyata si setan itu yang masuk ke kamarku, tidak aneh sih -_____-

“Apa aku kelihatan seperti setan bagimu?” tanyanya.

Pertanyaan konyol.

“Kau bahkan sudah ku anggap Raja setan, Oppa” ujarku sambil memutar bola mataku.

PLETAK!

“Appo!” geramku.

“Kau tidak sopan, Cho Jooyeon! Jadi, siapa yang sudah memberimu ini?” ujarnya sambil mencolek BonBon-ku.

“Ini dari Donghae Oppa, lucu sekali’kan?” tanyaku girang.

“Cih, kekanak-kanakan! Kau ini sudah kuliah, bukan anak SD lagi!” cerocosnya.

“Huh! Kelakuan Oppa jauh lebih kekanak-kanakan!” aku tak mau kalah.

“Terserahlah..” dia langsung duduk di kursi meja belajarku.

“Jadi, bagaimana lukamu?” tanyanya.

“Sudah membaik” jawabku singkat.

Hening. Dia hanya memperhatikanku yang masih memeluk bonekaku.

“Si ikan kembung itu baik sekali ya padamu?” tanyanya tiba-tiba.

“Ne?”

“Jangan-jangan dia suka padamu?”

“Mwo? Haha..itu tidak mungkin, Oppa!” konyol sekali pertanyaannya.

Dia tidak bilang apapun lagi dan langsung beranjak ke luar kamarku.

“Sudah pasti tidak ya? Mana mungkin ada yang suka pada yeoja kekanak-kanakan sepertimu? Muahahaha!!!”

“YAK!”

Kulempar dia dengan bantalku tapi terlambat. Si setan itu sudah pergi dan lemparanku tidak mengenainya. Aish! dia itu benar-benar menyebalkan!

 

LEE DONGHAE POV

Uugh silau sekali! Sudah pagi ya? Segera kuregangkan otot-ototku dan menggeliat pelan. Perlahan aku bangun dan mengucek mataku. Sudah jam 7, kami ada jadwal jam 8 tapi kenapa Teuki Hyung belum membangunkanku ya? Apa dia lupa?

Setelah mengumpulkan semua nyawaku terlebih dahulu, akupun beranjak ke luar kamar. Masih sepi, apa jadwalnya di undur dan aku tidak tahu ya?

“Selamat pagi, Oppa!”

DEG!

Lagi-lagi suara itu bisa membuat jantungku bertalu-talu. Kulihat dia, Cho Jooyeon, sedang memakai celemek dan memasakan sarapan untuk kami semua. Entah kenapa bibirku langsung menyunggingkan sebuah senyuman. Langsung saja kuhampiri dia dan duduk di meja makan.

“Selamat pagi, Jooyeon-ah~” sapaku balik.

“Kenapa Oppa sudah bangun? Ini’kan baru jam 6?”

“Mwo?”

Jam 6? Mataku masih baik-baik saja kok.

“Waeyo?” tanyanya bingung.

“Bukannya ini sudah jam 7 ya?” tanyaku memastikan.

“Haha..aniyo, Oppa. Ini masih jam 6, mungkin jam Oppa rusak” ucapnya sambil memberikan jam HP-nya.

“Aish! kupikir Teuki Hyung lupa membangunkanku” ujarku sambil menepuk jidat.

“Haha, ya sudah. Oppa mau sarapan sekarang? Aku sudah masak nasi goreng kimchi” ujarnya sambil memberiku segelas susu.

“Boleh, asal kau juga ikut makan denganku”

Aish! mulutku mulai mengatakan hal yang ngelantur. Dia melirikku dan tersenyum. Omo! Kenapa senyumannya itu bisa membuat wajahku panas?

“Igo..” ujarnya sambil memberiku sepiring nasi goreng kimchi.

“Gomawo..”

Dia duduk di sebelahku dan mulai makan dengan tenang. Tapi tidak denganku, rasanya jantungku mau meledak! Dia begitu dekat denganku dan jantungku kembali berdetak abnormal.

“Otte? Massiseo?” tanyanya sambil melirikku.

“N..ne, massita!” jawabku gugup.

“Jinjja? Manhi mokgo, Oppa” ujarnya sambil tersenyum lagi.

Aish! bisakah dia tidak membuat jantungku seperti orang jantungan?

“N..ne..”

Tuhan! Cepat lempar aku ke kutub utara sekarang! Wajahku rasanya seperti kebakaran!

“Huaahm..oh! kau sudah bangun Donghae-ya?” tiba-tiba Hyukjae datang sambil mengacak-acak rambutnya.

“Eo, tumben kau sudah bangun Hyuk-ah?” tanyaku.

“Aku selalu bangun lebih awal daripada yang lain, kau sendiri tumben sudah bangun jam segini? Kau benar-benar sudah lapar ya?”

“Uhuk..uhuk!”

“Omo! Oppa, gwaenchana?” tanya Jooyeon sambil memberikan segelas air padaku.

Aish, sial! Kenapa aku merasa dia seolah sedang menyindirku ya? Kulihat dia mengeluarkan smirk-nya sambil terus melihatku. Aish! senyumnya itu sudah mirip sekali dengan bocah setan itu! Apa dia belajar privat padanya ya?

“Gwaenchana..” jawabku kemudian.

“Jadi, bagaimana pagimu hari ini, Donghae-ya? Pasti indah ya?” tanyanya jahil sambil duduk di depanku.

“Biasa saja. Jam-ku rusak, jadi kupikir ini sudah jam 7” jelasku sebiasa mungkin.

“Hm..arasseo..” ujarnya sambil menyendok nasi goreng kimchinya.

Awas saja kau Lee Hyukjae!

“Oppa, aku berangkat duluan ya! Aku ada janji dengan Han Seosaengnim hari ini jadi tidak boleh terlambat” ujar Jooyeon sambil mengambil tasnya.

“Mau ku antar?” tawarku.

“Pfft..” bisa kudengar si monyet itu sedang menahan tawanya.

Kulirik dia tajam dan dia langsung bersikap biasa lagi.

“Ani, gwaenchanayo Oppa. Aku bisa naik bis kok!” tolaknya lembut.

“Gwaenchana Jooyeon-ah, lagipula Donghae sudah selesai sarapan kok! Kau mau’kan mengantarnya dengan senang hati, Donghae-ya~?” tanyanya sambil menyenggolku.

Bisa kulihat alisnya yang naik turun itu sambil tersenyum jahil. Aish! dia benar-benar ingin menggodaku rupanya!

“Aniya, aku naik bis saja” Jooyeon kembali menolak.

“Jangan, biar ku antar saja. Kalau jahitan lututmu itu terbuka lagi bagaimana coba?” tanyaku khawatir.

Segera ku ambil kunci mobil dan alat penyamaranku.

“Maseumnida, Yeon-ah. Donghae akan mengantarmu sampai selamat, matji?” tanyanya padaku.

Aish! aku malas kalau sudah digoda oleh makhluk ini!

“Kajja!” ujarku sambil menarik lengannya.

“Hati-hati ya Donghae-ya! Jangan mampir kemana-mana dulu! Haha!”

Dasar monyet gunung! Akan kuberi pelajaran setelah aku pulang nanti!

 

CHO JOOYEON POV

“Gomawo, Oppa~” ujarku setelah keluar dari mobilnya.

“Ne, hwaiting!” ujarnya memberiku semangat.

“Haha..hwaiting!” balasku.

Setelah itu, dia melambaikan tangannya dan mobilnyapun perlahan mulai menjauh dari pandanganku. Donghae Oppa benar-benar baik, berbeda sekali dengan Raja evil itu! Akupun langsung pergi memasuki kawasan kampus.

***

Aish! padahal aku masih tingkat 2, tapi tugas dari dosen ini membuatku kelabakan saja. Segera kubereskan buku-bukuku dan hendak pulang. Tapi, tiba-tiba saja HP-ku berdering.

“Yoboseyo?” tanyaku tanpa melihat siapa yang menelfon.

“Yeon-ah~, ottiga?” oh, ternyata Hae Oppa.

“Eo, Oppa~, aku masih di kampus. Waeyo?”

“Mau kujemput? Aku sedang free sekarang” tawarnya.

Ah, kebetulan sekali. Aku memang sedang malas menunggu bis.

“Boleh, kutunggu di depan gerbang ya?” ucapku senang.

“Arasseo, annyeong~”

“Ne~” kututup telfonnya dan melangkahkan kakiku menuju gerbang.

Kampus sudah mulai sepi karena ini sudah 6 sore. Badanku rasanya pegal semua, aku ingin cepat-cepat mandi dan tidur. Tapi kemudian, HP-ku berdering lagi.

“Kyu Oppa?” itulah nama si penelfon kali ini.

Segera ku angkat sebelum dia mengomel karena aku lama mengangkat telfonnya.

“Yoboseyo?”

“Jooyeon-ah, kau sudah pulang?” tanyanya.

“Ne, waeyo?”

“Tunggu di depan gerbang ya, akan kujemput sekarang!”

TUT.

Telfonpun diputus dan aku belum sempat menolaknya.

“Aish! seenaknya bilang mau jemput dan tidak membiarkanku bicara dulu!”

Aku mengumpat Raja evil itu dalam hati. Aish! Ottokhaeyo? Aku jadi tidak enak pada Donghae Oppa, tapi aku juga tidak bisa membantah si Raja evil itu. Apa boleh buat, kutelfon saja Donghae Oppa.

Ige mwoya? HP-ku mati? Aish! ottokhaeyo? Mana tidak ada telfon umum lagi!

10 menit kemudian, tampak sebuah mobil yang akan menepi ke arahku. Aish! ini mobil Donghae Oppa. Kaca mobilpun turun dan munculah Donghae Oppa.

“Annyeong~, ayo masuk” ujarnya sambil tersenyum.

“An..annyeong Oppa.., ehm..anu..”

Belum sempat aku menolak, sebuah mobil tiba-tiba datang dan langsung parkir di depan mobil Donghae Oppa.

Si setan itu malah mengklaksoniku, pertanda aku harus cepat masuk. Ada sedikit raut bingung di wajah Donghae Oppa dan dia kembali menatapku. Aigoo! Ottokhaeyo? Aku jadi merasa bersalah.

“Yak! palliwa!” teriak si setan yang menyembul dari kaca mobil.

“Mi..mianhae, Oppa!” segera aku membungkuk dalam-dalam dan langsung masuk ke mobil Kyu Oppa.

Selama di perjalanan, aku terus kepikiran padanya. Untungnya, Kyu Oppa membawaku pulang ke rumah bukan ke dorm. Kalau sampai ke dorm lagi, aku tidak tahu harus berwajah apa padanya. Donghae Oppa pasti marah padaku.

***

Sesampainya di rumah, segera ku charge HP-ku dan langsung menyalakannya. Kupencet nomor yang sudah kuhafal di luar kepala dan terdengarlah nada sambung.

“Yoboseyo?”

“Mianhae!” teriakku langsung begitu telfon di angkat.

“Ne?” tanya Donghae Oppa bingung.

“Harusnya aku beritahu Oppa lebih awal, tapi tidak bisa karena HP-ku mati. Setelah Oppa menelfonku, tiba-tiba Kyu Oppa telfon dan bilang akan menjemputku. Aku tidak sempat membertahu Oppa karena HP-ku benar-benar mati dan tidak ada telfon umum di sekitar sana. Jeongmal mianhae..” jelasku panjang lebar tanpa jeda.

Hening. Aku masih mengatur nafasku dan Donghae Oppa-pun tidak mengatakan apapun. Apa dia benar-benar marah?

“Oppa? Kau marah?” tanyaku hati-hati.

“Kumaafkan dengan 1 syarat” ujarnya kemudian.

“Syarat?”

“Besok jam 10 malam kau harus menemaniku ke Namsan Tower, oke?”

“Namsan Tower?”

Itu’kan..

“Wae? Kau tidak mau?” tanyanya dengan nada kecewa.

Aish baboya! Jangan membuat keadaan semakin buruk, Cho Jooyeon!

“A..aniya, arasseo, jam 10’kan?” tanyaku memastikan.

“Ne. Nanti akan kujemput”

KLIK.

Sambungan telfonpun diputus. Segera kuhempaskan badanku di kasur, aah setidaknya dia memaafkanku.

 

LEE DONGHAE POV

Aku sudah selesai dengan semua jadwal hari ini. Kamipun bersiap-siap pulang ke dorm. Tiba-tiba aku jadi kepikiran Jooyeon. Apa dia sudah pulang ya? Ah, kutelfon saja. Segera kupencet dial 2 untuk panggilan cepat.

“Yoboseyo?” telfonpun di angkat tak lama setelah tersambung.

“Yeon-ah~, ottiga?” tanyaku.

“Eo, Oppa~, aku masih di kampus. Waeyo?”

“Mau kujemput? Aku sedang free sekarang” tawarku.

“Boleh, kutunggu di depan gerbang ya?” ucapnya.

“Arasseo, annyeong~”

“Ne~”

Sambungan telfonpun ditutup dan segera ku ambil kunci mobilku.

“Yak, donghae-ah! Ottiga?” tanya Hyukjae.

“Aku ada janji, duluan ya!” jawabku sambil berlari cepat.

Aku yakin dia sudah tahu aku mau kemana dan aku tidak mau digoda lagi olehnya seperti tadi pagi.

Untung jalanan tidak terlalu macet sehingga aku bisa sampai di kampus Jooyeon dengan cepat. Kampusnya sudah sepi karena ini memang sudah larut, kulihat seorang yeoja yang sedang berdiri di depan gerbang. Itu Jooyeon. Lagi-lagi jantungku berdetak abnormal ketika melihat wajahnya. Segera kuturunkan kaca mobil dan menyapanya.

“Annyeong~, ayo masuk” ujarku sambil tersenyum.

“An..annyeong Oppa.., ehm..anu..”

Ada dengannya? Belum sempat dia melanjutkan kata-katanya, sebuah mobil tiba-tiba datang dan langsung parkir di depanku.

Mobil itu mengklaksoninya, seperti menyuruhnya untuk cepat masuk. Mworago? Siapa itu? Jooyeon melihat ke arah mobil di depanku dan kembali menatapku. Kenapa dengannya? Seperti raut wajah menyesal.

“Yak! palliwa!” teriak seseorang yang menyembul dari kaca mobil.

Kyuhyun?

“Mi..mianhae, Oppa!” dia membungkuk dalam-dalam dan langsung masuk ke mobil Kyuhyun.

Aish! apa-apaan ini? Hatiku kecewa. Yak, Lee Donghae! Kyuhyun itu Oppa-nya Jooyeon, kau harus mengerti! Mobil Kyuhyunpun langsung pergi begitu Jooyeon masuk ke dalam.

Ada rasa kesal dan kecewa dalam hati ini. Tapi aku berusaha mengerti karena Kyuhyun’kan memang keras pada adiknya. Tanpa menunggu apapun lagi, segera kulajukan mobilku menuju dorm.

Wajahku kutekuk begitu sampai di dorm. Beberapa member menanyaiku aku darimana, tapi tidak kugubris sama sekali. Aish! kenapa aku begitu kesal? Kurebahkan tubuhku di kasur dan memejamkan mataku, hendak tidur. Tapi tiba-tiba HP-ku berbunyi. Aish! siapa sih yang menelfon di saat seperti ini? Ku angkat saja tanpa melihat nama si penelfon.

“Yoboseyo?”

“Mianhae!” teriak si penelfon begitu telfon di angkat.

Aku hafal suara ini. Ini suara Jooyeon. Spontan, badanku langsung bangkit dari posisiku tadi.

“Ne?” tanyaku bingung.

“Harusnya aku beritahu Oppa lebih awal, tapi tidak bisa karena HP-ku mati. Setelah Oppa menelfonku, tiba-tiba Kyu Oppa telfon dan bilang akan menjemputku. Aku tidak sempat membertahu Oppa karena HP-ku benar-benar mati dan tidak ada telfon umum di sekitar sana. Jeongmal mianhae..” jelasnya panjang lebar tanpa jeda.

Hening. Jinjja? Jadi dia juga terpaksa ikut Kyuhyun? Dan dia langsung memberitahuku begitu sampai di rumah? Ada sebuah rasa aneh yang hinggap di hatiku saat ini. Rasanya aku benar-benar senang, tanpa sadar, bibirkupun menyunggingkan sebuah senyuman.

“Oppa? Kau marah?” tanyanya kemudian dengan hati-hati.

Akupun tersadar dari lamunanku. Hahaha..jadi dia benar-benar kepikiran ya? Tiba-tiba saja, aku punya ide brilian.

“Kumaafkan dengan 1 syarat” ujarku kemudian.

“Syarat?”

“Besok jam 10 malam kau harus menemaniku ke Namsan Tower, oke?”

“Namsan Tower?” ada nada penolakan dari ucapannya.

“Wae? Kau tidak mau?” tanyaku dengan nada kecewa.

“A..aniya, arasseo, jam 10’kan?” tanyanya memastikan.

“Ne. Nanti akan kujemput”

KLIK.

Kuputuskan sambungan telfon dan langsung kembali merebahkan badanku sambil tersenyum lebar. Aku akan kencan dengannya besok malam, semoga dia tidak sadar kalau sebenarnya aku mengajaknya kencan.

Tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata bagaimana hatiku kali ini, tapi yang pasti aku benar-benar senang. Sepertinya Hyukjae memang benar, aku memang menyukai Jooyeon.

TBC

Baiklah, selesai membaca, saya yakin kalian pasti tahu apa yang harus kalian lakukan selanjutnya, iya’kan? NO bashing, oke?

35 thoughts on “Sister Complex [part 4]

  1. waah.. akhirnya donghae ngaku juga
    terus si kyu gmn???? kyknya kyu jg suka ya ma adeknya???? maksa banget pz jemput, pdhl kan ada donghae, kok kyu g nyapa donghae??? katanya temen???
    ceritanya bagus kok, aku mau nebak2 tp meleset terus hehehe
    ditunggu deh kelanjutannya…….

  2. ini FF buat penasaran deh ~~~
    aduh donghae nya ituloh (@..@) kyu nya juga err… kerena lah pokoknya ma (^-^)
    lanjutkan thorrr ~~~
    semangat 45 thorr !!

  3. Pengumuman buat chingudeul yang belom tahu, saya udah punya blog sendiri #bangga #kibasponi, ada sekitar 5 FF baru yang masih pending di WFF tapi udah saya post di blog saya. Kalo punya waktu, silakan mampir ya~ pupuputri.wordpress.com, gomawo ^_^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s