My Neighbor [part 7]

Author : Pupuputri

Main Cast : Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Im Yoona

Support Cast : Kim Donghyun

Rating : PG13

Genre : Love/Friends, Boyfriend, Chapter/Parts, SNSD

Ps : Uwoooow gak kerasa udah part 7 lagi! Rencananya akan saya tamatkan di part 10, tapi rencana tetaplah rencana, jadi tunggu saja. Muahahaha! baiklah, semoga kalian suka FF yang semakin galau ini. Happy reading~

AWKWARD

 

JO YOUNGMIN POV

“Mian lama” tiba-tiba suara Yoona Noona membuyarkan lamunanku.

Aku minta janjian pada Yoona Noona untuk membicarakan masalah Kwangmin di sebuah kedai samgyupsai. Serius, ini agak menggangguku sebenarnya. Aku tidak bisa seolah-olah tidak tahu dan tidak peduli apalagi kalau itu saudaraku sendiri.

Sebenarnya ini agak berbahaya juga karena kami janjian jam 9 malam karena keadaan disini masih ramai. Tapi, sudahlah. Ini juga untuk Kwangmin.

“Gwaenchana Noona.., maaf mengganggu Noona malam-malam begini” aku jadi merasa tidak enak padanya.

“Aniyo, gwaenchana. Jadi, kali ini mereka kenapa?” tanyanya langsung.

“Begini, kemarin malam Kwangmin bilang padaku kalau dia sudah menyerah soal perasaannya pada Cheonsa Noona..”

“MWO?!”

Kontan aku yang belum selesai ceritapun langsung memegang dadaku karena kaget dengan suaranya.

“Waekure? Dia sudah sejauh ini dan dia mau menyerah?” ucapnya tidak percaya. Kali ini suaranya sudah kembali normal.

“Molla. Dia bilang dia melupakan perasaan Cheonsa Noona. Dia juga bilang dia terlalu egois karena hanya memikirkan diri sendiri dan tidak memikirkan perasaan Cheonsa Noona” jelasku.

“Aish! tahu apa dia soal perasaan Cheonsa!” ucapnya dengan nada kesal.

“Lalu dia cerita apa lagi?” tanyanya dengan nada tetap kesal.

“Obseoyo. Aku tidak berani memaksanya cerita karena sepertinya dia sedang tidak enak badan, tadi pagi saja wajahnya sedikit pucat” ucapku agak khawatir.

Yoona Noona hanya bisa berdecak kesal mendengarnya. Aku mengerti bagaimana perasaannya karena dia juga ikut membantu PDKT Kwangmin. Jelas dia kecewa dengan keputusan Kwangmin.

“Ottokhaeyo Noona?” tanyaku kemudian.

Dia kelihatan berpikir sambil melihat ke luar jendela, sampai akhirnya pesanan samgyupsai kami datang. Tiba-tiba saja dia memanggang daging?

“Aku lapar, kita makan dulu ya”

Aish! kupikir dia kenapa! Ya sudahlah, makan saja dulu.

“Oh! Aku ingat!” ucapnya tiba-tiba sambil menyuapkan samgyupsainya.

Aish! kenapa sih dia selalu membuatku kaget?

“Ingat apa, Noona?” tanyaku.

“Dulu waktu kusuruh Cheonsa untuk menelfon Kwangmin waktu di Pulau Jeju, dia menangis”

“Menangis? Waeyo?”

“Molla. Dia tidak pernah cerita, tapi sepertinya Kwangmin duluan yang menutup telfonnya. Apa jangan-jangan..” dia kembali berpikir.

Oh!

“Jangan-jangan itu waktu Kwangmin bilang sudah menyerah soal perasaannya?!” ucapku semangat.

“Maja! Bisa saja dan apa karena itu juga Cheonsa menangis?” tanyanya lagi.

“Jangan-jangan..” ucap kami berbarengan.

“Cheonsa juga menyukai Kwangmin?”

“Cheonsa Noona juga menyukai Kwangmin?”

Wah, jinjja daebak! Pertama, karena kami punya pemikiran yang sama dan menyebutkan di saat yang sama pula. Kedua, ternyata Cheonsa Noona juga menyukai Kwangmin. Apa ini sungguhan?

“Jakkaman! Bagaimana dengan Kyuhyun Sunbae? Bukankah Cheonsa Noona menyukainya?” aku jadi ingat pada Kyuhyun Sunbae.

“Aish! lupakan dia! dia itu menyukai yeoja lain! Yang terpenting sekarang, apa benar Cheonsa mulai menyukai Kwangmin?” ucapnya cuek.

“Molla. Tapi kalau memang benar begitu, berarti mereka menyukai satu sama lain?” tanyaku memastikan.

“Dan Kwangmin sudah menyerah soal perasaannya?” tambah Yoona Noona.

“Aaaaarrgh!!!” ucap kami berbarengan. Lagi.

Bisa kulihat dari ekor mataku, orang-orang mulai melihat kami dengan pandangan aneh. Aku memegang kepalaku dengan kedua tanganku sedangkan Yoona Noona tertunduk lemas di atas meja. Aish! jadi mereka memang suka satu sama lain dan di saat Kwangmin punya kesempatan emas, dia malah menyerah? aish! aku jadi kesal! Kwangmin babo!

“Kita tidak bisa diam saja!” ucapku semangat.

“Keurom! Dan aku sudah punya rencana brilian!” ucapnya berbinar-binar.

“Jinjja?” aku jadi ikut semangat.

“Ne!”

Yoona Noona membisikan rencananya padaku dan perlahan seulas senyuman keluar dari bibirku. Boleh juga!

***

“Kau yakin HP-mu tidak ada di kamar?” tanya Kwangmin sambil terus mencari HP-ku yang sebenarnya tidak hilang di ruang latihan kami.

“Sudah kucek, tapi tidak ada” ucapku sambil terus mendekat menuju pintu.

Kuharap rencana ‘mengunci mereka berdua di ruangan latihan’ berhasil. Segera ku ambil HP Kwangmin di meja. Yoona Noona bilang dia sudah berada disini dan menuju ke ruangan latihan kami. Aku sudah memberitahu member lain dan mereka akan membantu kalau ada apa-apa.

“Dimana terakhir kali kau menyimpannya?” tanyanya tanpa mengalihkan perhatiannya.

“Kusimpan di sekitar situ, coba cari lagi” ujarku sambil keluar dari ruangan.

Tidak lama kemudian, kudengar suara Yoona Noona dan Cheonsa Noona yang semakin jelas kudengar. Segera aku sembunyi di ruangan di depan ruang latihan kami.

 

IM YOONA POV

“Aish, Eonnie! Kita mau kemana?” tanya Cheonsa begitu kami sampai di tempat latihan Boyfriend.

“Saudaraku yang training disini adalah penggemarmu, dia ingin sekali bertemu denganmu” bohongku.

“Kenapa tidak bertemu di tempat lain saja?” tanyanya curiga.

“Itu karena dia tidak punya banyak waktu dan lagi ini hari ulang tahunnya, aku ingin memberikannya kejutan, ya?” pintaku dengan puppy-eyes.

“Aish, arasseo” ucapnya pasrah.

Kudorong tubuhnya yang tidak bersemangat itu menuju tempat latihan Boyfriend. Untungnya dia tidak curiga mau kupertemukan dengan Kwangmin. Youngmin bilang dia sudah menempatkan Kwangmin di TKP.

Segera kupencet tombol lift lantai 8. Begitu kami keluar, selintas kulihat Youngmin yang bersembunyi di depan ruangan latihan. Assa! Ini saatnya!

Begitu kami tepat di depan ruangan latihan, segera kudorong Cheonsa masuk.

BRUK!

“Auw!” ringisnya.

BRAK!

Pintupun segera kututup dan dengan cepat Youngmin datang dan mengunci pintunya.

“Berhasil Noona!” ucap Youngmin senang.

“Rencana pertama berhasil, sekarang kita tinggal menunggu, hehe!” tawa evil-ku pun akhirnya keluar.

Kami berduapun langsung menempelkan telinga kami di depan pintu. Terdengar Cheonsa yang masih menggedor-gedor pintu dan kami berdua hanya bisa terkikik mendengarnya. Keluarkan keberanianmu, Kwangmin-ah!

 

LEE CHEONSA POV

“Auw!” ringisku.

Appo! tiba-tiba Yoona Eonnie mendorongku ke sebuah ruangan.

BRAK!

Pintupun ditutup dan dengan cepat dikunci. Yak! apa-apaan ini?!

“Eonnie! Keluarkan aku dari sini!” aku terus menerus menggedor-gedor pintu.

Belum sempat kesakitan pantatku mereda, kini sebuah suara membuatku berhenti dari aktifitasku dan membuatku sesak nafas.

“Cheon..sa?”

Itu Kwangmin, aku kenal suara itu. Begitu kubalikan badanku dan sosok itu sudah berada di depanku. Kurasakan wajahku memanas dan jantungku mulai berdetak lebih kencang dari biasanya. Aish! apa aku mengidap penyakit jantung ya?

 

JO KWANGMIN POV

BRUK!

Tiba-tiba saja sebuah suara membuatku menghentikan aktifitasku. Sepertinya ada yang jatuh.

“Auw!” ringisnya.

Yeoja?

BRAK!

Kudengar pintu ditutup dan dikunci dari luar.

“Eonnie! Keluarkan aku dari sini!”

DEG!

Itu suaranya. Lee Cheonsa. Apa yang dia lakukan disini? Mendadak tubuhku perlahan mendekatinya.

“Cheon..sa?” kupanggil pelan namanya.

Bisa kulihat tubuhnya yang tiba-tiba menegang dan mulai berbalik ke arahku. Kontan jantungku tambah berdetak abnormal begitu kulihat wajahnya yang merona. Mataku tidak bisa lepas darinya, aku benar-benar merindukannya. Matanya yang coklat. Eye-smile-nya yang memukau. Semuanya dan tidak kurang satupun dari dirinya yang tidak kurindukan.

Tiba-tiba saja dia mengalihkan pandangannya dan itu menyadarkanku dari lamunanku. Segera kututup mulutku yang sepertinya daritadi terus menganga, aish! benar-benar memalukan! Dia pasti merasa risih karena daritadi aku melihatnya seperti pengemis yang melihat makanan.

Akupun langsung berbalik dan kembali mencari HP Youngmin yang entah dia simpan dimana. Aku harus segera mengontrol emosiku dan debar jantungku. Baiklah, aku mulai menyadari sesuatu. Youngmin pasti menjebakku! Karena sebelum latihan dia memang tidak membawa HP-nya, aish! ini modus dan aku dengan mudahnya terjebak!

Segera ku alihkan pandanganku pada HP-ku yang kusimpan di meja. Eh? Mana HP-ku? Sial! Ini juga pasti salah satu rencananya!

“Kau..cari apa?” tiba-tiba dia bertanya dengan nada takut-takut.

“Kau lihat HP-ku tidak? Kusimpan disini” ujarku sambil terus mencari.

“Ani, mungkin tertinggal di kamarmu?” ujarnya sambil ikut mencari.

“Aniyo~, aku yakin tadi menyimpannya disini. Ah, kau bawa HP’kan? Coba hubungi manager-ku”

Dia segera merogoh sakunya dan sepertinya HP-nya juga tidak ada. Kelihatan dari raut paniknya sambil meraba saku jins-nya.

“Aish! HP-ku’kan ada pada Yoona Eonnie tadi!” dia menepuk jidatnya.

Sudah kuduga, mereka pasti sudah merencanakan ini. Aish! apa mereka itu tidak tahu kalau aku sudah menyerah soal Cheonsa? Yoona Noona memang tidak tahu, tapi Youngmin? Aish! mereka pasti sekongkol!

Dia terduduk lemas sambil menekuk lututnya, menyadari bahwa dia telah dijebak oleh Eonnie-nya sendiri. Akupun ikut duduk agak jauh darinya. Kulirik dia sebentar, dia agak kesal. Haha, kyeopta~ mwoya? Apa yang kukatakan? Lupakan pikiran itu, Jo Kwangmin!

Baiklah, sudah 10 menit kami terkunci disini dan ini sangat canggung. Tidak ada satupun dari kami yang mengeluarkan sepatah kata. Semoga dia tidak mendengar debar jantungku yang terus bertalu-talu ini. Jo Youngmin, aku akan membunuhmu!

“A..apa kabar?” tanyanya tiba-tiba.

“Ba..baik.., kau sendiri?” tanyaku balik, tak kalah gagap.

“Nado..” jawabnya nyaris tak terdengar.

Hening.

Aish! aku benci kondisi seperti ini!

“Sepertinya mereka menjebak kita” ucapku memecah keheningan.

“Hm..” jawabnya singkat.

Apa dia merasa tidak nyaman berada di dekatku? Rasanya sakit sekali mengetahui gadis yang kau cintai merasa tidak mau berada di dekatmu. Oh Tuhan, lempar aku ke ujung dunia sekarang juga! Aku hanya bisa mengutuk Youngmin dan Yoona Noona atas perbuatan mereka ini. Apa mereka tidak tahu ini akan lebih menyulitkanku untuk melupakannya?

“Neo..apa maksud ucapanmu waktu itu?”

“Ne?” tanyaku karena tidak memperhatikan sepenuhnya.

“Yang ditelfon itu, waktu aku di Pulau Jeju.., kau bilang akan menyerah soal aku, apa maksudmu?”

Apa ini memang perasaanku saja atau memang suaranya sedikit bergetar? Ani, aku saja yang ke-GR-an. Segera kutengokan kepalaku menatapnya, dia masih dalam posisi menekuk lututnya dan menatap ke lantai.

“Apa..kau serius?” tanyanya lagi.

Kali ini dia menatapku. Langsung menusuk manik mataku. Segera ku alihkan perhatianku ke arah lain karena tidak bisa menatapnya lama-lama.

“Ne..”

 

LEE CHEONSA POV

“Ne..”

DEG!

Kenapa dada ini rasanya sakit? Ada apa denganku? bukankah itu berita bagus? Dengan begitu, aku bisa dekat dengan siapapun yang kusuka’kan?

Sebulir airmata jatuh tanpa kukomando. Segera kuhapus airmata itu, aku tidak mau terlihat lemah di depannya. Di depan bocah itu. Di depan orang paling menyebalkan itu. Di depan Kwangmin. Tapi kenapa airmata ini terus menerus keluar dan tidak bisa berhenti? Segera kusembunyikan wajahku darinya dengan mengalihkan perhatian.

“Ji..jinjja? haha..syukurlah..” ucapku tertahan.

Aish! kenapa malah itu yang keluar dari mulutku? Aku tidak berani menatapnya kali ini.

“Sebegitu risihnyakah kau dengan perasaanku?” tanyanya kemudian.

Kuberanikan untuk menatapnya dan ya Tuhan! Cabut nyawaku sekarang juga! Kenapa tiba-tiba dia sudah berada di depanku? Jarak kami begitu dekat, sekitar 20 cm. Dia menatap mataku dalam, tatapan matanya begitu serius dan menusuk ke dalam mataku. Seolah terhipnotis oleh mata besarnya itu, aku tidak bisa beralih dari pandangan matanya.

“Apa..kau benar-benar membenciku?” tanyanya lagi.

Kenapa aku tidak bergerak? Kenapa suaraku tidak mau keluar?

Perlahan jarak kami mulai memendek. Dia terus maju perlahan sambil terus menatapku. Dia memiringkan kepalanya dan jarak kami sudah kurang dari 5 cm. Bisa kurasakan hembusan nafasnya.

CUP.

Kurasakan bibirnya yang mendarat tepat di bibirku. Dan aku tidak bisa menolak ataupun membalasnya. Aku hanya bisa menutup mataku rapat-rapat. Kurasakan wajahku yang terus memanas. Dia melumat pelan bibirku dan aku hanya bisa diam saja. Aish! Lee Cheonsa babo! Kenapa kau tidak menolaknya?

Tak lama kemudian, dia melepaskan ciumannya dan perlahan kubuka mataku. Kutatap mata itu sekali lagi. Kenapa mendadak aku jadi suka sekali pada matanya? Jarak kami masih sangat dekat, sehingga bisa kurasakan deru nafasnya. Pipinya agak merona dan kami masih terus berpandangan.

Tiba-tiba dia mengalihkan pandangannya dan menjauh dariku. Dia berjalan menuju pintu.

“Youngmin-ah, aku tahu kau disitu. Cepat buka pintunya, katanya Cheonsa tidak enak badan” ucapnya.

Tidak enak badan? Kenapa dia berbohong? Aku tidak pernah bilang begitu. Perlahan airmataku keluar lagi dan hatiku tambah sakit. Kenapa lagi? Aku tidak mengerti. Dia kembali menghampiriku yang masih mematung.

“Mianhae..aku akan mencoba untuk melupakan perasaan ini. Kau tidak perlu khawatir lagi, oke?” ucapnya sambil tersenyum dan menghapus airmataku.

Kenapa aku tidak senang dengan ucapannya? Hatiku benar-benar sakit kali ini dan ini lebih menyakitkan dibandingkan dulu. Dia kembali beranjak dan merangkulku keluar menuju pintu yang sudah dibuka. Kulihat raut kekhawatiran dari wajah Yoona Eonnie.

“Noona, sebaiknya bawa dia pulang. Neo! Ikut aku!” ucapnya sambil menyerahkanku pada Yoona Eonnie dan menyeret Youngmin.

“Yak! Kwangmin-ah, beginikah perilakumu pada Hyung 6 menitmu?!”

Masih bisa kudengar teriakan Youngmin karena tidak terima diperlakukan seperti itu. Sedangkan aku? Masih mematung. Tidak bisa menangis dan suaraku kembali tercekat.

 

JO KWANGMIN POV

“Ji..jinjja? haha..syukurlah..” ucapnya.

DEG!

Jadi itukah perasaannya padaku selama ini? Lagi-lagi hatiku sakit gara-gara yeoja ini. Dia tidak menatapku kali ini.

“Sebegitu risihnyakah kau dengan perasaanku?” tanyaku kemudian.

Segera kudekatkan diriku dengannya yang hanya berjarak 3 meter dariku. Sepertinya dia baru menyadari kalau aku sudah berada di depannya. Jarak kami kini begitu dekat. Kutatap yeoja itu lekat-lekat. Kini dia tidak mengalihkan pandangannya dariku, dia balik menatapku, seperti mencari sesuatu di dalamnya. Begitu banyak sifat dan pikirannya yang tidak kumengerti.

“Apa..kau benar-benar membenciku?” tanyaku lagi.

Entah setan apa yang merasukiku sekarang. Perlahan kuperpendek jarak antara kami. Aku terus maju perlahan sambil terus menatapnya. Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi, matanya seperti menghipnotisku dan itu cukup untuk membuat seluruh tubuhku berada di bawah kontrolku. Perasaan ini begitu meluap-luap dan sudah tidak bisa kutampung lagi. Kurasakan deru nafasnya yang hangat. Perlahan kumiringkan kepalaku dan jarak kami sudah kurang dari 5 cm.

CUP.

Kukecup bibirnya. Dia tidak menolak ataupun membalasku. Segera lumat pelan bibirnya dan tetap tidak ada reaksi. Baiklah, ini sudah cukup menggambarkan bagaimana perasaannya saat ini.

Kulepaskan ciuman kami dan menatap mata coklatnya. Dia menatapku dengan pandangan yang tidak bisa kugambarkan. Kami berpandangan agak lama. Kulihat pipinya yang merona itu dan itu menyadarkanku dengan apa yang barusan kulakukan. Segera ku alihkan pandanganku dan menjauh darinya. Aku langsung bangkit dan berjalan menuju pintu.

“Youngmin-ah, aku tahu kau disitu. Cepat buka pintunya, katanya Cheonsa tidak enak badan” ucapku.

Aku tidak bisa kalau terus seperti ini dan berlama-lama dengannya karena itu akan membuat perasaanku kembali tidak terkontrol. Kuhampiri dia yang masih mematung. Kulihat dia menangis lagi. Sudah cukup, aku tidak akan mengganggunya lagi. Lihat bagaimana hasilnya?

“Mianhae..aku akan mencoba untuk melupakan perasaan ini. Kau tidak perlu khawatir lagi, oke?” ucapku sambil tersenyum dan menghapus airmatanya.

Aku kembali beranjak dan merangkulnya keluar menuju pintu yang sudah dibuka. Kulihat raut kekhawatiran dari wajah Yoona Noona. Segera kuserahkan Cheonsa padanya dan langsung menatap tajam Youngmin.

“Noona, sebaiknya bawa dia pulang. Neo! Ikut aku!” ucapku sambil menyeret Youngmin.

“Yak! Kwangmin-ah, beginikah perilakumu pada Hyung 6 menitmu?!” dia berusaha melepaskan cengkramanku.

Aku tidak berani menatap ke belakang. Segera kulepaskan cengkramanku dari bajunya begitu sampai di dorm kami. Kududukan diriku di sofa di ruang tengah dan menghela nafas berat. Semua member langsung mengerubungiku.

“Bagaimana?” tanya Youngmin.

“Apanya?” tanyaku sambil terus menutup wajahku dengan bantal sofa.

“Apa kalian baikan?” tanya Donghyun Hyung.

Aish! kenapa mereka malah menanyakan hal itu sekarang? Pikiranku sedang mumet! Segera kulangkahkan kakiku menuju kamarku dan membanting sedikit pintunya.

Kuhempaskan badanku di atas kasur sambil menutup mataku. Selesai sudah perjuanganku selama ini.

 

LEE CHEONSA POV

Aku masih dengan wajah pongoku saat Yoona Eonnie mengantarku pulang. Wajahku terus memanas saat mengingat kejadian tadi dan mataku memanas saat memikirkan kata-katanya. Perasaanku kini campur aduk. Aku masih bisa merasakan bibirnya saat menempel dengan bibirku. Rasa yang sama dengan waktu di Everland dulu. Aku tidak bisa berhenti memikirkannya dan terus memegangi bibirku.

“Kenapa kau tidak bilang kalau kau sedang tidak enak badan?”

Pertanyaan dari Yoona Eonnie memecahkan lamunanku. Kupandang Yoona Eonnie yang masih fokus dengan jalanan. Apa aku harus cerita padanya? Dan lagi ini bukan yang pertama kalinya dia menciumku. Aish! aku jadi ingat lagi.

“Eo..Eonnie..” panggilku.

“Hm?” jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya.

“Kwangmin..dia..” ucapku tertahan.

Apa aku benar-benar harus cerita padanya?

“Kenapa dengan dia?” tanyanya.

“Dia..men..menciumku..” ucapku dengan mata ditutup rapat-rapat.

Aaarrgh! Terkutuklah Dewi Fortune!

CKIIIIITT!

Tiba-tiba dia mengerem mobilnya dengan sekuat tenaga. Untung saja jarak kami dengan mobil di belakang kami jauh.

“MWO?!”

TBC

Gimana? Masih mau baca kelanjutannya? Tanggung baca segini jauh, mending tamatin aja okeh? #plak!

Baiklah, komen tolong~

6 thoughts on “My Neighbor [part 7]

  1. huaah author kenapa dri kmarin hubungan kwangmin sama cheonsa jadu begini ? Hikss ,, kan jadi sedih bacanya ..

    Habis ini mreka baikan ya terus jadian hehe happy ending gitu .. :D
    Nice ff ,, lanjut ya .

  2. Pengumuman buat chingudeul yang belom tahu, saya udah punya blog sendiri #bangga #kibasponi, ada sekitar 5 FF baru yang masih pending di WFF tapi udah saya post di blog saya. Kalo punya waktu, silakan mampir ya~ pupuputri.wordpress.com, gomawo ^_^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s