The Sweet Melodies [part 6]


Author                      : AlexaHan

Main cast                 : Lee Dong Hae, Han Yuri

Rating                       : PG 13

Length                       : Chapters

Genre                        : Romance

 

The Sweet Melodies Part 6

Summary : “aku ngantuk. Sudah dulu” Yuri segera mematikan Hpnya, dia tidak ingin berharap lagi setelah malam ini terlebih setelah percakapan 4 matanya dengan Minwoo beberapa saat yang lalu saat Donghae mengantar Yoojin.

“Yuri…paman mengerti apa yang terjadi antara kamu dan Donghae..tapi bisakah paman meminta tolong padamu?”

“…………….tentu saja” kalimat tersebut keluar dengan terpaksa

“tolong………jauhi Donghae….tolak perasaannya padamu. Paman tahu ini sangat jahat tapi ini paman lakukan demi kebaikan Donghae…………”

Yuri tak bisa berkata apa-apa. Badannya terasa beku.

“resort paman di ambang kehancuran………”

Yuri sekarang mengerti arah pembicaraan Minwoo kemana, “Resort bangkrut? Banyak hutang? Paman melakukan pertunangan ini untuk mencari partner yang kuat. Jika aku memaksakan egoku, akan lebih buruk kedepan. Aku bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika semua yang dibangun paman betahun-tahun ini hancur tak bersisa. Yang pasti orang yang kucintai akan menderita juga” semua kalimat itu memenuhi pikiran Yuri. Dengan berat  Yuri mengeluarkan sebuah kalimat

“jangan khawatir paman…………tidak ada apa-apa diantara kami. Aku juga tidak akan menyimpan rasa lagi………….” Kalimat Yuri menggantung, dia tidak sanggup melanjutkan kalimatnya “aku bisa mengerti maksud paman. Jadi……….paman jangan cemas tentang hal ini lagi”

“Yuri..terima kasih banyak….paman tidak tahu bagaimana caranya berterima kasih padamu”

“justru aku yang harus berterima kasih pada paman karena telah mengurusku….aku kembali kekamar dulu”

***

Setelah sampai kerumah, Donghae segera menuju ruang kerja Ayahnya.

“appa….bisakah aku masuk? Ada yang ingin kubicarakan”

“masuklah…….ada apa?”

“aku tidak ingin bertunangan. Jadi aku mohon appa berhenti………”

“appa sudah terlalu lelah. Dari dulu kau tidak pernah mau appa jodohkan dengan siapapun. Kali ini appa tidak akan mengalah lagi. Jangan pernah meminta pembatalan lagi karena akan sia-sia saja”

“hajiman……….appa…aku menyukai seseorang….bukan sekedar menyukai, aku mencintainya…..”

“jangan mengunakan alasan seperti itu. Sudah…kembalilah kekamar mu”

“appa….nan mothe…….jeongmal mothe………”

“kenapa kau selalu melawan perintah appa? Kenapa tidak pernah sekali saja menurut seperti Dongho” nada suara Minwoo meninggi

“aku tidak mau jadi seperti Dongho….aku tidak mau jadi boneka….apa menurut appa Dongho senang? Dia tidak pernah senang dengan yang dilakukannya. Saat dia ingin menjadi musisi, appa menyuruhnya belajar bisnis agar bisa meneruskan usaha appa. Kenapa appa tidak bisa melihat keinginan kami.  Kami memang kembar tapi aku berbeda dengannya, aku tidak mau lemah seperti dia…selalu pasrah dengan perintah appa sekalipun dia tidak menyukainya”

“appa lelah berdebat denganmu. Pergilah….masih banyak pekerjaan yang harus appa lakukan.tidak ada pembatalan. Pernikahan mu akan dilaksanakan setelah Yoojin lulus”

Donghae keluar dengan hati berkecamuk, dia tidak tahu lagi apa yang harus diperbuat untuk membatalkan semua ini. Baru kali ini appanya bersikeras soal perjodohan sampai membawa-bawa saudaranya yang telah tiada.

***

Donghae keluar kamar dengan langkah gontai. Banyak hal memenuhi pikirannya. Seulas senyum muncul diwajahnya saat melihat Yuri namun senyuman itu hilang lagi saat melihat seorang gadis yang tidak lain adalah Yoojin.

“Yuri-ssi……apa oppa sudah bangun? Aku ingin pergi kesekolah dengannya?” Tanya Yoojin dengan wajah sumringah

“molla……….” Jawab Yuri datar

“kau kenapa? Apa kau sakit?” suara Donghae seketika membuat kedua gadis itu menoleh

Donghae melihat 2ekspresi berdeda. Ekspresi Yoojin terlihat senang, sedangkan Yuri datar-datar saja.

“Yoojin-ssi….aku pergi duluan, sampai bertemu disekolah” Yuri melambaikan tangan dan memaksakan seulas senyum

“kau tidak makan dulu?” Tanya Donghae

“tidak usah. Aku makan disekolah saja” jawab Yuri tanpa melihat Donghae lalu berjalan pergi

Donghae melangkahkan kaki untuk mengejar Yuri tapi tangannya ditahan Yoojin

“oppa….ayo kita sarapan dulu….” Yoojin menggelayut dilengan Donghae

“apa kau kurang kerjaan ya? Kenapa datang sepagi ini kerumah orang? Apa kau datang untuk numpang makan?” Donghae melepaskan tangannya

“ani…….aku kesini karena ingin melihat oppa”

Donghae terkejut mendengar jawaban Yoojin. Dia heran kenapa gadis ini tidak tersinggung sedikitpun dengan ucapannya lalu pergi meninggalkannya.

“sudah puas melihatku? Aku harus pergi”

Donghae pergi meninggalkan Yoojin dan segera menyusul Yuri.

“oppa….jakkamannn…….” plukkkkkkkkkkk Yoojin terjatuh karena mengejar Donghae, lututnya berdarah

Donghae berbalik kebelakang dan segera pergi menolong Yoojin. Dia memang ingin menemui Yuri tapi tidak mungkin juga dia tega meninggalkan Yoojin yang terluka.

“apa kau bodoh? Kenapa mengejarku?”

“bukankah aku bilang aku kesini karena mau bertemu oppa. Jika oppa pergi begitu saja, berarti sia-sia”

“….ayo kita obati lukamu” Donghae membantu Yoojin berdiri dan masuk ke rumah untuk mengobati luka Yoojin

***

#backsound – Krystal ft Luna (F(x)) (Calling Out)

Yuri berjalan sambil menendang-nendang kerikil yang ada didepannya. Kenapa perasaannya hari ini benar-benar terasa buruk. Berulang-ulang Yuri menghembuskan nafas panjang.

“ingatlah janjimu Han Yuri. Bersikap biasalah didepannya. Tunjukkan kalau kau mendukung rencana Minwoo Ahjussi….sembunyikan rapat-rapat perasaanmu. Aishhhhhhhhhhhh….menyebalkan…aku tidak bisa….” Yuri menghentakkan kakinya

Akhirnya sampai juga Yuri dihalte bus. Rasanya perjalanan dari rumah kehalte jauh sekali, tidak seperti biasanya.

***

“Yuri!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriakan tersebut membuyarkan lamunan Yuri, sudah bisa ditebak itu suara sahabatnya Chaerim.

“tidak usah berteriak begitu aku juga dengar…telingaku sakit tahu”

“hehehehehhhehheh……o…ya…kapan kau akan menunjukkan pacarmu itu?”

“lupakan….aku tidak punya Namjachingu”

“Mwo? Tapi kemarin……..”

“aku sudah tidak menyukainya. Jadi jangan dibahas lagi. Ayo kita makan….aku lapar” ujar Yuri sambil menarik tangan Chaerim kekantin

Selama makan, Yuri tidak mendongakkan kepala sama sekali. Yuri makan dengan lahap seperti orang yang tidak makan 3 hari.

“apa kau kehabisan beras?”

“Mwo?”

“kau kehabisan beras ya sampai tidak makan 3 hari?”

“aku makan. Hanya saja aku tidak sarapan”

“Cuma tidak sarapan? Aigoo…aigooo….kau seperti orang yang tidak makan berhari-hari. Wajahmu juga agak pucat. O…ya…kemana pacarmu itu?”

“pacar apa?”

“benda yang kau bawa kemana-mana itu”

“biola ku?….aduh mana ya? Apa aku lupa bawa?”

“hey….ceritakan padaku apa yang terjadi. Aku kan sahabatmu”

“aku akan menceritakanya tapi bukan sekarang. Mian Chaerim-ah…”

“…………”

“aku sudah kenyang. Ayo kekelas….kajja….”

Tiba-tiba ada suara yang sangat tidak diharapkan Yuri memanggilnya.

“Yuri-ah………………..”

“aishhhhhhhhhhhhhh….kenapa disaat seperti ini” umpat Yuri dalam hati

“Yuri-ah….Chaerim-ah…kalian ada waktu setelah pulang sekolah nanti?” tanya Yoojin dengan semangat luar biasa

“ad……”

“tidak ada”

Belum Yuri selesai mengatakan kalau mereka ada acara, Chaerim menjawab ‘tidak ada’ dengan mantap. Yuri menatap garang kearah Chaerim. Chaerim terlihat salah tingkah.

“kalau begitu, aku akan traktir kalian makan. Karena kalian sahabat baruku jadi aku ingin kalian tahu sesuatu….ayo kita kekelas sama-sama”

“apa lagi yang mau dilakukannya? Jangan bilang dia ingin pamer Donghae oppa pada kami” umpat Yuri lagi dalam hati

Tengggggggggggggggg…….bel yang dikhawatirkan Yuri akhirnya berbunyi juga.

“saatnya menderita Han Yuri” kata Yuri pelan

“apa?” tanya Chaerim

“a….anio…kaja….”

“Yoojin-ah kita mau kemana?” tanya Yuri

“kita akan makan direstoran onnie ku” jawab Yoojin yang sibuk memasukkan buku kedalam tasnya

“lalu apa yang mau kau beritahu pada kami?” Chaerim terlihat penasaran

“nanti saja. Jika disini tidak seru” Yoojin tersenyum 3 jari

***

“Yoorim onnie……” Yoojin  berpelukan dengan onnienya

“perkenalkan onnie…ini sahabatku….Han Yuri dan Nam Chaerim” Yuri dan Chaerim membungkukkan badan

“senang berkenalan. Semoga kalian suka makanan disini” kata Yoorim sambil tersenyum hangat

Yuri, Chaerim, dan Yoojin duduk dimeja dekat jendela. Yoojin terlihat sibuk memencet Hpnya. Lalu pelayan datang dan mereka memesan makanan.

10 menit kemudian Yuri dibuat kaget karena Donghae tiba-tiba muncul.

“oppa….kau sudah datang” Yoojin tersenyum penuh arti, Yuri sedikit jengkel melihat adegan ini

“hey…..itu pacarnya ya? Wuahhhh tampan sekali” Chaerim menyikut-nyikut Yuri

Yuri tidak perduli dan kembali meminum jus apelnya.

“tunjukkan wajah senormal mungkin. Kau pasti bisa” Yuri menyemangati dirinya sendiri dalam hati

“apa-apaan kau ini? Katanya kau pingsan disini?” Donghae marah saat mengetahui Yoojin berbohong padanya

“kalau aku tidak bicara begitu, oppa pasti tidak datang. Ayolah…aku kenalkan pada teman-temanku….” Yoojin menggandeng tangan Donghae dengan mantap tapi Donghae melepaskannya dengan mantap juga. Yoojin mengerucutkan mulutnya.

“Yuri-ah…Chaerim-ah…perkenalkan ini namjachiguku….eh…yang lebih betul dia akan jadi suamiku”

Mata Donghae melotot lebar saat melihat Yuri. Yuri memaksakan wajah sedatar mungkin lalu memaksa tersenyum kearah Yoojin dan berjabat tangan dengannya.

“chukkae Yoojin-ah…..semoga kau bahagia selalu. Dan selamat juga untukmu…….” Yuri tersenyum kearah Donghae. Donghae sedikit kesal karena melihat ekspresi Yuri yang seolah tidak mengenalnya.

“wuahhh….Yoojin-ah….selamat ya…..kau duluan….” Giliran Chaerim yang berjabat tangan dengan Yoojin

Yuri merasa dirinya orang paling bodoh didunia. Seharusnya daritadi dia mencari alasan untuk bisa pergi dari tempat ini. Tapi mulutnya terasa terkunci. Yuri hanya menundukkan kepala menikmati makanannya dan mendengarkan Yoojin berkoar-koar. Dari ekor matanya, Yuri tahu Donghae sedang menatapnya dengan tatapan kesal. Yuri tak ambil pusing.

#backsound – Super Junior KRY (Stop Walking By)

“kami akan menikah setelah lulus nanti”

Mata Yuri tiba-tiba berkaca-kaca mendengar ucapan Yoojin. Secepat inikah? Kenapa begini?….air mata Yuri jatuh kemangkuk supnya. Dia mencari tisu.

“Yoojin-ssi kau berlebihan sekali” Donghae sangat marah

“o…op..oppa…..” Yoojin terlihat ingin menangis  mendengar Donghae membentaknya

Chaerim hanya bisa bengong.

“maaf……” Donghae menundukkan kepalanya pada Chaerim yang terihat sedikit shock karena menyadari suasana semakin tidak enak. Chaerim menoleh kearah Yuri….dia tahu Yuri sedang menangis.

“Yuri….neo gwenchana????” bisik Chaerim

Tiba-tiba Donghae berdiri dan menarik tangan Yuri lalu membawanya keluar. Yoojin dan Chaerim bingung dengan yang saat ini terjadi. Yoojin ingin mengejar Yuri dan Donghae tapi ditahan Chaerim. Chaerim merasa ini ada hubungannya dengan Yuri yang murung terus.

TBC…………………

Bagaimana? Bagaimana? *bingung mau cuap” apa lagi jadi aku menghilang aja*….o..ya gomaewo bertubi-tubi yang udah setia baca FF ini TT_____TT *nangis Bombay*

16 thoughts on “The Sweet Melodies [part 6]

  1. yoojinnnnnn….#ksel mnta ampun ma ni ank.. heheheh
    yuri yg tbh ea…
    ap yuri bklan ngmbil beasiswa k prncis nya???
    ohhh semoga aj yuri ma hae happy end..
    #wish
    :D

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s