Sister Complex [part 3]

Author : Pupuputri

Main Cast : Cho Kyuhyun, Lee Donghae

Support Cast : Lee Eunhyuk

Rating : AG (All Ages)

Genre : Love/Friends, Super Junior, Chapter/Parts

Ps : Di part ini ada bagian Kyuhyun POV-nya, akhirnya saya keluarkan juga! Disini Kyuhyun Oppa bakal mengeluarkan sisi baiknya, gak percaya? Cekidot aja deh!

ACCIDENT

 

CHO JOOYEON POV

Seseorang! Cepatlah datang!

CKREK.

“Donghae-ya~, kami pulang”

Itu suara Eunhyuk Oppa! Dengan cepat Donghae Oppa berdiri dan merapikan kotak P3K yang jatuh tadi. Akupun segera membetulkan posisiku dan segera mengontrol wajah juga jantungku. Dengan terburu-buru, akupun kembali ke dapur dan memasak lagi.

“Huufft..” kuhela nafas panjang.

Kali ini aku benar-benar berterima kasih pada Hyukkie Oppa. Entah bagaimana jadinya kalau dia tidak datang tadi. Masih teringat jelas kejadian tadi di benakku. Tatapannya, hembusan nafasnya, aish! jinjja! Lupakan Yeonnie-ah! Lupakan kejadian itu!

“Yak, kau kenapa? Geleng-geleng kepala seperti orang gila begitu” tiba-tiba Kyuhyun Oppa datang.

Aish! aku harus bersikap biasa saja. Bisa-bisa dia curiga lagi.

“A..aniyo~, aku hanya sedang bersenandung saja” jawabku tanpa melepaskan pandanganku dari panci yang sedang kupakai.

 

LEE DONGHAE POV

“A..aniyo~, aku hanya sedang bersenandung saja” jawabnya tanpa melepaskan pandangannya dari panci yang sedang dia pakai.

Aish! jinjja baboya, Lee Donghae! Kenapa denganmu tadi, hah? Kalau saja member yang lain tidak datang, apa yang..? aish, molla!

Tadi begitu aku melihat matanya, entah kenapa, aku tidak bisa mengalihkan pandanganku darinya. Matanya yang coklat itu seolah menghipnotisku. Semburat merah di pipinya seperti magnet yang menyuruhku untuk terus mendekatinya. Dan aku tidak bisa berpikir jernih saat itu.

Aish! Ottokhae? Aku tidak bisa bersikap biasa lagi padanya. Apa yang harus kukatakan padanya nanti? Dia pasti berpikiran yang macam-macam tentangku. Aish! aku hanya bisa mengacak-acak rambutku frustasi.

“Yak! waekure?” tanya Eunhyuk.

Aku hanya bisa tersenyum canggung padanya dan langsung pergi ke kamarku. Babo! Babo! Babo!

 

CHO JOOYEON POV

“CHO.JOO.YEON!”

“Ne?”

Tiba-tiba sebuah suara membuyarkan lamunanku.

“Kau ini tuli atau apa? Daritadi kupanggil tidak menyahut terus!” cerocos Hyorin.

“Ji..jinjja? mianhae..” ucapku pelan.

Segera kubenarkan posisiku. Aku bahkan tidak sadar kalau ini sudah jam istirahat. Aku masih memikirkan kejadian kemarin. Jujur, aku tidak bisa berhenti memikirkannya. Sejak saat itu, aku jadi tidak bisa menatap mata Donghae Oppa lagi. Aku benar-benar malu! Bukan cuma aku, tapi Donghae Oppa juga jadi ikut canggung padaku.

“Yak! kenapa dengan pipimu itu? Kau demam?” tiba-tiba saja Hyorin memegang dahiku.

Lihat’kan? Begitu memikirkannya, pipiku langsung memerah. Aku tidak menjawab pertanyaan dan malah menunduk. Apa aku ceritakan saja ya?

“Hyorin-ah, aku..”

***

“Mungkin itu hanya perasaanmu saja, bersikaplah biasa padanya..”

Aku terus teringat akan kata-kata Hyorin tadi padaku. Sekarang sekolah sudah bubar dan lagi-lagi aku harus pulang ke dorm karena si setan itu menyuruhku membereskan kamarnya. Apa yang harus kulakukan kalau bertemu dengan Donghae Oppa?

Aku hanya bisa menutup wajahku sambil jongkok. Aku tidak mau pulang. Sialnya, Hyorin ada urusan jadi dia tidak bisa menemaniku. Ottokhae?

“Yeon-ah, kau mau pulang tidak?”

Jakkaman! Aku kenal suara itu! Suara yang tidak ingin kudengar saat ini. Kudongakan kepalaku ke arahnya yang berdiri tepat di depanku.

“Dong..hae Oppa?”

***

Sekarang kami ada di kafé tidak jauh dari kampusku. Keadaan jadi canggung lagi begitu kami selesai memesan makanan dan minuman. Aku benar-benar tidak nyaman dengan keadaan ini. Masalahnya, aku benar-benar dekat dengan Donghae Oppa dibandingkan dengan SuJu Oppadeul yang lain.

“Hmm..mianhae..” ucapnya tiba-tiba.

“Ne?” kutengokan kepalaku.

“Itu..yang kemarin, tolong jangan salah sangka..aku hanya mau menyingkirkan sesuatu di matamu..”

“Jinjja?” tanyaku mulai senang.

“Ne, kemarin itu bulu matamu jatuh. Mianhae, malah membuat keadaan jadi tidak enak” terangnya.

“Bu..bulu mata?” refleks aku langsung memegang mataku.

Melihatku yang sepertinya seperti orang bego, Donghae Oppa terkekeh melihatku. Aish! memalukan!

“Kalau sekarang sudah tidak ada, Yeon-ah..”

“A..haha.., syukurlah..” aku mulai tenang.

“Jadi kau mau pulang ke dorm atau ke rumah?” tanyanya.

Sekarang keadaan kami sudah seperti dulu lagi. Kami sudah bisa bercanda dan mengobrol seperti biasa. Aish! ternyata memang aku saja yang ke-GR-an. Untung saja aku hanya cerita ke Hyorin saja, kalau sampai si Raja evil tahu, dia pasti langsung mentertawakanku.

Akhirnya setelah mengobrol dan makan, kami langsung pulang ke dorm. Well, sebenarnya hanya aku saja sih yang pulang ke dorm. Donghae Oppa bilang dia mau ke SuKiRa karena Hyukkie Oppa menyuruhnya membelikan cake dulu.

Yaah..setidaknya aku sudah tenang sekarang. Sekarang waktunya membereskan kamar si setan.

“Aish! berantakan sekali! Bahkan kamar Hyukkie Oppa jauh lebih bersih daripada miliknya” ujarku sambil memakai celemek.

“Here we go!” ucapku pada kemoceng yang kupegang.

Eh? Apa ini? Buku diary? Si setan punya buku diary? Seperti yeoja saja!

Ah, mumpung orangnya tidak ada. Kubaca saja aah..

Tepat sebelum aku membukanya, suara gitar akustik dari HP-ku berbunyi nyaring. Wah, Ahra Eonnie! Segera ku angkat telfonnya dan menyimpan kembali buku diary itu.

 

LEE DONGHAE POV

Akhirnya masalah ini selesai juga. Untungnya Jooyeon mau percaya. Aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku berbuat begitu, yaah untuk sementara ini, biarlah seperti ini dulu.

 

CHO KYUHYUN POV

“Aish! mana bukuku?” segera ku acak-acak ranselku.

“Kyuhyun-ah, gwaenchana?” tanya salah seorang temanku, Go Hyena.

“Kau lihat buku tugasku tidak, Hyena-ya?” tanyaku.

“Ani, ketinggalan mungkin?”

“Aniya. Rasanya sudah kumasukan ke dalam tas tapi sekarang tidak ada” ujarku sambil terus mencari.

“Coba telfon Hyung-mu, siapa tahu memang ketinggalan?” usulnya.

Segera kuraih HP-ku dan menekan tombol dial 1. Percuma menelfon Hyung-ku, mereka semua pasti tidak ada di dorm.

“Yoboseyo?” jawab Jooyeon.

“Jooyeon-ah, kau sedang di dorm?” tanyaku cepat.

“Ne, waeyo?”

“Tolong carikan buku tugas milikku yang berwarna biru di meja belajarku”

“Jakkaman..”

Sepertinya dia sedang mencarinya sekarang. Kuharap ada, kuharap ada. Kalau tidak ada, matilah aku!

“Ah isseo!” jawabnya kemudian.

Aku menghela nafas lega mendengarnya.

“Bagaimana?” tanya Hyena dengan nada khawatir.

“Isseo..” jawabku pelan sambil memberikan jempol ke arahnya.

“Yeonnie-ah, tolong antarkan ke kampus ya sekarang. Aku benar-benar butuh itu sekarang, jebal!” ucapku memohon.

“Arasseo, tunggu di lobby saja ya!”

“Arasseo” segera kututup telfonku dan pergi ke lobby.

 

CHO JOOYEON POV

Segera ku ambil buku tugas milik Kyu Oppa. Aish! dia benar-benar ceroboh, bisa-bisanya meninggalkan buku tugasnya sendiri? Apalagi Kwon Seosaengnim itu dosen killer. Dengan cepat ku ambil hoodie putihku dan langsung pergi ke tempat pemberhentian bis.

Untungnya bis datang tepat setelah aku datang. 10 menit kemudian, aku sudah sampai di Kyunghee University. Jalanan cukup sepi sore ini dan ini membuatku tidak berhati-hati. Jadi saat aku akan menyebrang dan kukira tidak ada kendaraan apapun disana, aku langsung saja melangkahkan kakiku tanpa menoleh kiri-kanan terlebih dahulu.

Tiba-tiba saja, sebuah motor dengan kecepatan tinggi datang dari arah yang berlawanan dengan bis tadi dan kejadian itupun tak terhindarkan lagi.

 

CHO KYUHYUN POV

Aish! mana bocah itu? Ini sudah 20 menit dan dia belum sampai juga. Memangnya sudah tidak ada bis ya jam segini?

Perhatiankupun teralihkan pada kerumunan orang-orang di gerbang kampus. Bisa kulihat beberapa orang juga ikut berlarian ke arah sana. Ada apa ya? Apa ada tabrakan?

Entah kenapa, perasaanku jadi jelek. Ige mwoya? Sepertinya ada sesuatu yang buruk terjadi. Tidak mungkin’kan Jooyeon kenapa-ke..? apa mungkin? Karena penasaran, akupun ikut pergi ke kerumunan itu.

Bisa kulihat sebuah motor yang sedang diparkirkan ke pinggir jalan dengan lecet dimana-mana. Aish! penuh sekali! Akupun langsung memaksakan untuk masuk ke kerumunan itu.

Demi Tuhan, aku benar-benar merasa seperti jiwaku melayang entah kemana saat itu juga. Disana kulihat Jooyeon dengan lutut yang sobek dan dahinya yang lecet. Dia dikerumuni orang-orang yang sedang membantunya berdiri.

“Ah Oppa, ini bukumu!” teriaknya padaku.

Kontan semua orang langsung melihat ke arahku dan memberiku jalan untuk lewat. Kakiku benar-benar lemas, aku bahkan tidak peduli lagi dengan buku tugasku itu. Yang kupikirkan sekarang adalah dia. Dia, Cho Jooyeon, masih bisa tersenyum walaupun lutut dan dahinya terluka.

Tanpa sadar, aku langsung memeluknya erat. Aku tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang melihat kelakuanku.

“Op..pa?”

Sepertinya dia juga kaget karena dia tidak membalas pelukanku.

“Yak, aku tidak menyuruhmu untuk terburu-buru” ucapku pelan tanpa melepaskan pelukanku.

“Aniya, aku hanya tidak berhati-hati saja. Gwaenchanayo, Oppa” dia mengelus punggungku.

Segera kulepaskan pelukanku dan langsung kugendong dia melewati orang-orang.

“O..Oppa, apa yang kau lakukan? Turunkan aku!” pintanya.

“Kita ke Rumah Sakit sekarang, lukamu tidak boleh dibiarkan” ujarku tanpa menatapnya.

“Aniyo, gwaenchanayo, Oppa. Sekarang, turunkan aku!”

Aku tidak menghiraukan ocehannya. Yang kupikirkan sekarang adalah membawanya ke RS. Segera kumasukan dia ke dalam mobil dan melajukan mobilku menuju RS terdekat.

Selama di perjalanan, dia hanya bisa menekuk wajahnya sambil melipat tangannya di dada. Setelah memparkirkan mobil, segera kugendong dia kembali dan kini dia hanya bisa pasrah. Tidak ada ocehan yang keluar darinya, mungkin dia juga sadar percuma saja melawanku.

 

CHO JOOYEON POV

Aku hanya terserempet motor dan kenapa dia harus membawaku ke RS? Dia benar-benar berlebihan. Selama perjalanan, aku tidak bicara sepatah katapun karena aku tahu itu sia-sia saja. Jadi, saking kesalnya, aku hanya bisa menekuk wajahku dan melipat tanganku di dada selama perjalanan. Begitu sampai, lututku langsung dijahit dan dahiku di obati.

“Jangan terlalu sering menggerakan lututmu dulu ya? Karena robeknya agak lebar juga, jadi kau harus harus berhati-hati” jelas Dokter.

“Ne, kamsahamnida Dokter” ujarku sambil membungkuk.

Dokterpun segera keluar dari ruangan dan tak lama kemudian, Kyuhyun Oppa datang menyambut. Dia duduk di sebelahku sambil melihat lututku yang sudah dijahit. Agak lama juga kami saling diam. Jujur, aku belum pernah melihatnya begitu panik sebelumnya. Apakah sebegitu khawatirnya dia?

“Sepertinya sakit” ujarnya kemudian.

Aku tidak membalas ucapannya. Aku hanya bisa menatapnya dengan pandangan bingung.

“Berjanjilah 1 hal padaku, Cho Jooyeon..” ucapnya lagi.

Dia tampak berpikir lagi dan kemudian menghela nafas berat. Tapi, tiba-tiba saja dia memegang tanganku sambil menunduk. Sesaat kemudian dia menatapku dalam. Tatapannya kali ini benar-benar meperlihatkan kalau dia memang khawatir padaku.

“Berjanjilah kalau kau akan selalu sehat..apapun yang terjadi…”

Aku benar-benar takjub dengan apa yang dia katakan tadi. Aku bahkan tidak tahu harus berkata apa. Tapi yang pasti, aku benar-benar senang. Itu artinya dia memang menyayangiku’kan?

“Ne, Oppa. Aku berjanji..” ujarku sambil tersenyum memandangnya.

Sebuah senyuman tiba-tiba keluar dari sudut bibirnya. Kali ini bukan senyum evil yang biasa dia tunjukan padaku. Ini benar-benar senyuman tulus. Bisa kulihat sedikit kekhawatirannya mulai berkurang. Tapi tiba-tiba saja, aku jadi teringat pada buku tugasnya.

“Oppa, bukunya! Kau harus mengumpulkannya’kan?” ujarku mengingatkannya.

“Aish! kau benar! Tapi..sudahlah, besok saja” ujarnya santai.

“Mwo? Waeyo? Cepat pergi! Mumpung belum terlalu malam, memangnya Oppa mau mengulang mata kuliah Kwon Seosaengnim lagi?” ucapku dengan nada ancaman. Hey, aku melakukan ini untuk kebaikannya juga.

“Gwaenchana, aku bisa bilang kalau kau kecelakaan dan langsung pergi ke RS. Besok saja kuberikan bukunya, dia juga pasti mengerti”

“Tapi, Oppa..” aku jadi merasa tidak enak.

“No more but! Sekarang tidurlah, aku akan menemanimu disini. Kkokjonghajima..na mideo..” ucapnya lembut sambil mengelus puncak kepalaku.

Aku tidak percaya ini. Seorang Cho Kyuhyun bisa selembut ini? Aku bahkan tidak bisa mengedipkan mataku saking kagetnya. Tapi, sungguh, aku senang dengannya yang seperti ini. Jarang-jarang sekali’kan?

***

Keesokan harinya, Kyuhyun Oppa melarangku masuk kuliah. Aish! dia ini berlebihan sekali sih? Ini hanya lecet bukan patah tulang. Tapi kalian juga tahu’kan, seberapa keraspun aku menolaknya, aku tetap tidak akan bisa melawannya.

Jadi, yang bisa kulakukan adalah pasrah dengan semua perintahnya. Dan disinilah aku. Sendirian, di dorm. Hyukkie Oppa bersikeras ingin menemaniku tapi Kyuhyun Oppa melarangnya. Well, tidak hanya Kyu Oppa saja sih, Oppadeul juga melarangnya. Aku jadi merasa kasihan padanya.

Rasanya sudah lebih baik sih daripada kemarin, walaupun agak sakit saat aku berjalan. Aish! membosankan sekali! Aku ingin jalan-jalan!

TING TONG.

Oh terima kasih, siapapun kau!

“Yoboseyo?” tanyaku lewat intercom.

“Na ya~” jawabnya. Aku kenal suara itu.

“Donghae Oppa? Kenapa Oppa tidak langsung masuk saja?” tanyaku sambil membukakan pintu.

“Darimana kau tahu itu aku?” tanyanya.

“Keuromyon, Oppa pikir sudah berapa lama aku mengenal Oppa?”

“Hahaha..igo!” dia menyodorkan sebuah boneka teddy bear coklat raksasa.

“Ne?”

“Aku tahu kau pasti kesepian sendirian di dorm, jadi kuberikan kau teddy bear supaya kau tidak kesepian lagi” ujarnya sambil tersenyum manis.

“Woah! Kyeopta~, gomawo Oppa!” jawabku sambil memeluk teddy bear itu.

 

LEE DONGHAE POV

Kemarin aku dengar Jooyeon masuk RS karena keserempet motor sampai lututnya harus dijahit. Kyuhyun memaksanya untuk tidak masuk kuliah hari ini dan untuk kali ini, aku setuju dengannya. Tapi aku merasa kasihan pada Jooyeon yang ditinggal di dorm sendirian. Dia pasti kesepian, tapi aku juga tidak bisa menemaninya karena ada jadwal.

“Eomma, aku ingin boneka itu!”

Saat kami sedang berjalan menuju gedung MBC, tiba-tiba aku melihat seorang anak kecil merengek minta dibelikan boneka pada Eommanya. Oh teddy bear. Haha, neomu kyeopta~. Sebuah ide muncul dibenakku secara tidak sengaja.

“Kalian duluan saja, nanti aku menyusul” ujarku pada member lain.

Akupun langsung memasuki toko boneka itu dan membeli boneka teddy bear raksasa berwarna coklat. Entah kenapa aku ingin membelikannya untuk Yeonnie. Setidaknya dia tidak akan kesepian lagi kalau sendirian di dorm.

Setelah membelinya, akupun langsung pulang ke dorm. Segera kupencet tombol dorm kami. Kalian bertanya kenapa aku tidak langsung masuk saja? Selain terburu-buru, aku juga ingin memberikan kejutan untuknya. Tak lama kemudian sebuah suara menyambut panggilanku.

“Yoboseyo?” tanyanya lewat intercom.

“Na ya~” jawabku.

“Donghae Oppa? Kenapa Oppa tidak langsung masuk saja?” tanyanya sambil membukakan pintu.

“Darimana kau tahu itu aku?” tanyaku takjub.

“Keuromyon, Oppa pikir sudah berapa lama aku mengenal Oppa?”

Haha, benar juga sih. Dia’kan paling dekat denganku dibanding member yang lain selain Kyuhyun.

“Hahaha..igo!” aku menyodorkan teddy bear coklat raksasa itu padanya.

“Ne?” dia agak bingung ternyata.

“Aku tahu kau pasti kesepian sendirian di dorm, jadi kuberikan kau teddy bear supaya kau tidak kesepian lagi” jelasku sambil tersenyum.

“Woah! Kyeopta~” jawabnya sambil memeluk teddy bear itu.

DEG!

Lho? A..apa ini?

“Gomawo, Oppa!”

“Ka..kalau begitu, aku pergi dulu ya?” pamitku.

“Oh Oppa sudah mau pergi lagi?” tanyanya yang langsung mengalihkan pandangannya padaku.

DEG!

Yak! ige mwoya?!

“N..ne, aku sudah ditunggu member lain. Jadi, annyeong!” ujarku langsung pergi.

“Ne, hati-hati Oppa!”

Aish! ada apa denganku? apa aku punya penyakit jantung? Wajahku juga panas sekali! Aku merasa seolah oksigen di sekitarku langsung berubah jadi karbon dioksida. Hatiku rasanya senang sekali dan aku tidak bisa berhenti tersenyum.

Kenapa aku bisa sesenang ini?

TBC

Mianhae, readers! Kali ini ceritanya lebih pendek dari yang kemarin soalnya saya emang pengen cut part ceritanya sampai bagian ini aja. Semoga kalian gak kapok baca FF abal saya dan semoga kalian mau baca sampai FF ini tamat ya! Gomawo ˄__˄ #bow.

24 thoughts on “Sister Complex [part 3]

  1. Yeaaahhh…uda mule suka nih si Ikan..ihhiiieeww…
    apa reaksi kyuhyun ya klo tau donghae suka??
    ehm…penasaran..:)
    lanjut ya eonni…
    :)

  2. yeaaahh…donghae mule sadar klo dy suka Jooyeon.
    jd pngen tau reaksi kyu klo dia tau hyung na suka ama dongsaeng na?? hhihi..
    pasti dia bakal meledaakk…hahaahha :D
    lanjut ya eon…ditunggu part selanjutnya :)

  3. makin seruuu ~~~
    itu donghae mulai suka, kyu mulai menunjukan dia suka (?)
    ahh yonnie kau pasti sulit untuk memilih *kalau udah selasai milih salah satu lempar ke aku ya #dirajam author
    lanjut ~~

    • saya malah mau jooyeon ga pilih siapa-siapa, supaya hae sm kyu oppa langsung aku ambil, haha..
      kidding! terus baca lanjutannya chinguu~

  4. hah,, smpat ketinggalan prt 3 nya..
    kekek..
    kyuppa kwtirny lebeh..
    hehehe.. ketahuan deh klo dya suka ma adknya,,
    ck..
    :)

  5. asyik banget CHO JOOYEON dapet boneka teddy besar … jadi mw, apalagi kaau dibeliin Eunppa. mueheheheehe XD
    sepertinya getar” asmara lagi menghinggapi fishy..kekekeke
    penasaran. lanjut baca next chap dulu
    anneyeong ^0^/

  6. Pengumuman buat chingudeul yang belom tahu, saya udah punya blog sendiri #bangga #kibasponi, ada sekitar 5 FF baru yang masih pending di WFF tapi udah saya post di blog saya. Kalo punya waktu, silakan mampir ya~ pupuputri.wordpress.com, gomawo ^_^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s