Married to Cho Kyuhyun Part III

Sunghyo‘s POV

Aku menggeliat pelan dalam tidurku. Kuhirup wangi maskulin dari pria yang tangannya melingkari perutku. Aku tersenyum mengingat kejadian semalam, kusentuh kedua pipiku, pasti merah seperti tomat,pikirku

“pagi nyonya Cho,“ mata Kyuhyun terbuka, senyum tersungging dibibirnya
“pagi tuan Cho,“ balasku ikut tersenyum. Dia mencoba duduk menyamaiku dengan cara menopang tubuhnya dengan kedua sikunya. Lalu wajahnya mendekat kearahku. Aku hanya diam saat dia mengecup bibirku, Kyuhyun melepas bibirnya lalu tersenyum manis. “gomawo untuk semalam, sayang,“ ucapnya lalu memelukku. Ada getaran tersendiri saat dada kami yang polos itu bersentuhan. Aku melingkarkan tanganku di pinggangnya dan menenggelamkan  wajahku pada dada bidangnya. “cheon, sudah seharusnya kan?“ ucapku sembari mencium dadanya. “ya! Jangan menggodaku sayang atau kalau tidak kau akan tertahan di tempat tidur ini bersamaku seharian,“

Aku melepaskan pelukan kami, “apa semalam belum cukup ha? Kita melakukannya lebih dari 3 jam suamiku sayang,“ aku membelai pipinya lalu menepuknya pelan. “ja! Kau mandi sana, akan kusiapkan sarapan untukmu,“ aku bangkit dari dudukku menggunakan selimut, membuka lemari lalu mengambil dress santai dan memakainya.

Kurasakan tangan melingkar di perutku, “ arraseo, buatkan aku sarapan yang istimewa eo?“ ujarnya lalu pergi memasuki kamar mandi sebelumnya ia mencium pipiku.

Aku mulai memasak, menumis bumbu bumbu yang kubutuhkan. Aku

tersenyum mengingat

statusku sekarang yang sudah bersuami. Akan sangat seru sepertinya menjalankan aktivitas yang belum pernah kulakukan. Bangun dipagi hari dan mendapat ciuman selamat pagi, membuat sarapan untuknya, menyiapkan pakaiannya. Aku masih tersenyum sampai aku mencium bau gosong. Sialan, gara gara Cho Kyuhyun. Terpaksa aku mengulang masakanku.

__···__

Hari ini hari Senin, itu artinya aku dan Kyuhyun sudah harus kembali ke kantor setelah libur seminggu yang abonim berikan pada kami. Rutinitasku pagi ini masih sama seperti hari hari sebelumnya setelah aku menikah. Hanya bedanya kali ini kami akan pergi ke kantor bersama sama. Aku membayangkan teman teman kantorku yang akan memberondong pertanyaan tentang pernikahanku dengan anak presdir yang terkenal ketampanannya itu, Cho Kyuhyun.

Ya, aku akui, suamiku itu tampan, sangat malah. Apalagi sehabis  mandi, saat dia mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ugh itu sangat mempesona.

“cantik,“ ucap sebuah suara yang menyadarkanku dari lamunanku. “kau juga tampan,“ ucapku sambil memoles sedikit blush on pada pipiku. “keurom, dan anak kita pasti akan sangat cantik dan tampan seperti orangtuanya,“ sifat narsisnya muncul lagi, seminggu kami libur cukup bagiku untuk mengenalnya. Aku meletakkan alat riasku pada satu kotak khusus. Berdiri sembari meneliti penampilanku, perfect! “kajja,“ aku mengulurkan tanganku pada Kyuhyun yang duduk di sofa yang tersedia dikamarku, yang sedang konsentrasi pada tabletnya, membaca berita mungkin? Sesaat kemudian, dia mematikan tabletnya dan menerima uluran tanganku.

Kyuhyun memberhentikan mobilnya di pintu utama perusahaan, aku keluar setelah petugas membuka pintu untukku.  Aku dan Kyuhyun berjalan beriringan. Kurasakan semua pandangan tertuju pada kami. Aku hanya membungkuk. Kenapa perjalanan dari pintu utama menuju lift terasa sangat lama, keluhku dalam hati. Aku sangat risih  dipandangi oleh banyak orang, rasanya seperti orang yang melakukan hal buruk. Langkahku terhenti saat kurasakan langkah pria disampingku terhenti. Aku mangankat wajahku menghadapnya, menerka apa yang akan ia lakukan. Sejurus kemudian, ia menggenggam tanganku lembut. “ kembalilah kalian bekerja dengan benar, aku tidak suka dengan pandangan kalian yang membuat risih istriku,“ ucapnya lantang, aku shock mendengarnya, kurasa dia agak kesal dengan karyawan disini.

Kemudian Kyuhyun menggenggam tanganku lalu menggiringku memasuki lift. Para karyawan yang sudah menunggu lift menyingkir dengan sendirinya saat aku dan Kyuhyun memasuki lift. Mungkin mereka masih agak shock dan takut mendengar perkataan Kyuhyun tadi. Dan jadilah disini, di dalam lift, kami berdua. Menuju lantai 15.

“Kyu, tidak seharusnya kau berkata seperti tadi,“ ucapku setelah sebelumnya hanya diam mengunci mulut. “anni, mereka wajar kuperlakukan seperti tadi, aku tidak suka mereka memandangimu seperti itu,“ ia menghadap kearahku, tangannya menangkup wajahku dan mengecup bibirku. Perlahan kecupan ini berubah menjadi lumatan yang hangat. Tanpa sadar aku mengalungkan kedua lenganku pada leher Kyuhyun, ia melingkarkan tangannya pada pinggangku dan mengelus punggungku. Jemariku menelusuri rambut rambutnya yang halus. Aku menarik ciuman kami, nafas kami sama sama tersengal. Kyuhyun tersenyum menatapku lalu mengecup bibirku kilat.

“sepertinya kita harus melakukan kegiatan baru kita ini setiap hari, sebagai penyemangat kerja,“ ucapnya sambil terkikik geli. “dan aku harus membetulkan make up ku setiap hari, kau lihat lipstick ini sudah pudar karena ulahmu,“ gerutuku. Sudah canti cantik tapi hancur karena ulah suamiku itu. “tapi kau senang kan?“ ucapnya menggoda. Aku hanya mengerucutkan bibirku.

TING!

Pintu lift terbuka, itu menandakan kami sudah sampai di lantai 15. Kami keluar beriringan. Kuhentikan langkahnya, kubetulkan letak dasinya yang sudah tidak karuan. Serta kutata kembali rambutnya yang berwarna coklat moka tersebut. “terimakasih sayang,“ ucapnya lalu mengecup pipiku dan aku hanya tersenyum. “kita bertemu saat makan siang hm?“ dan aku membalasnya dengan anggukan. Dia lalu berjalan ke arah yg berlawanan denganku, tempat dimana ruangannya berada. Aku berbelok ke kamar mandi sebelum memasuki ruanganku. Apa kata Jae In kalau dia melihat dandananku yang sudah seperti wanita penggoda dengan lipstick yang sudah berantakan.

“akhirnya pasangan baru ini kembali juga,“ ucap Jae In diiringi tawa kecilnya. “ ya! Diam kau,“ aku menaruh tas ku lalu menyalakan tabletku untuk mengecek jadwal yang telah diberikan sekertaris Hwang padaku

“eonni, bagaimana rasanya menikah? Apakah menyenangkan? Dan bagaimana malam pertamamu?“ ucapannya yang terakhir membuatku yang sedang meminum jus stoberi yang memang selalu disediakan untukku setiap pagi berceceran dimejaku karena aku memuncratkannya. Aku menatapnya garang. “wae eonni? Aku kan hanya bertanya,“ katanya sok polos. “kalau kau ingin tahu bagaimana rasanya, menikah saja dengan Joongki oppamu itu,“ Jae In lalu menunduk, tak lama keluar semburat merah di kedua pipinya, pasti anak itu sedang membayangkan dirinya menikah dengan Joongki oppa. Anak itu kan senang sekali menghayal.

_····_

Kyuhyun‘s POV

Ini baru jam sebelas siang dan aku sudah merindukannya. Kami memang belum pernah terpisah lebih dari tiga jam setelah kami menikah. Karena kami melakukan kegiatan selalu bersama sama. Aaah aku merindukan wajahnya yang manis itu. Sedang apa dia?

Sayang, sedang apa?

Aku mengetik sebuah pesan padanya

Kau tahu aku sedang bekerja.

Sebuah balasan darinya tiba. Aish wanita ini

Aku merindukanmu sayang

Ya Tuhan Cho Kyuhyun, kita baru berpisah selama empat jam. Kau kenapa?

Anni, cha gwenchanha. Keunyang, bogosipeo :*

Kita bertemu saat makan siang nanti suamiku sayang

Arraseo, sampai bertemu saat makan siang istriku

Ne, na ddo bogosipeo :*

aku tersenyum membaca pesan terakhirnya. Ternyata eomma tidak salah memilih istri untukku karena pilihan eomma ini tidak bisa mengalihkan mata hati dan pikiranku.

_····_

Sunghyo‘s POV

Aku menemani Kyuhyun yang terduduk pada sofa ruang televisi kami yang didepannya terdapat laptop dan lembaran lembaran laporan tugas kantor yang harus ia kerjakan. Seminggu ini kerjaannya bertambah karena minggu lalu kami diberi libur oleh abonim. Aku sedikit kesal pada Kyuhyun. Besok sabtu dan kantor libur. Kenapa dia harus mengerjakannya sekarang?! Aku mengganti saluran televisi secara acak dengan tidak minat.

“Kyu sayang, kenapa kau harus mengerjakan pekerjaan ini sekarang? Besok akhir pekan sayang,“ ucapku manja, berharap dia akan berhenti mengerjakan tugas kantornya tersebut

“maaf sayang, aku harus mengerjakan ini sekarang supaya besok aku bebas ne?“ pintanya

“tapi Kyu….“

“setengah jam lagi hm?“

Aku mengangguk mengiyakan dan kembali memfokuskan diriku pada televisi. Aku tersenyum saat merasakan bibir Kyuhyun mendarat di pipiku

_····_

Aku mengikat rambutku keatas dan merapikan hoodie berwarna hijau tosca milikku.
“aigoo yepeunde, kyeowo“ Kyuhyun mencubit pipiku gemas. “appo,“ aku mengerucutkan bibirku. Aku baru sadar, ternyata aku sering bersikap manja belakangan ini. Ternyata bersikap manja pada seseorang yang kita sayang dan menyayangi kita sangatlah menyenangkan

“aigoo mianhae sayang,“ Kyuhyun mengelus pipiku. Aku mengangguk sembari tersenyum. Aku memandang Kyuhyun yang begitu tampan malam ini, jaket kulit hitamnya begitu pas dibadannya. Celana jeans hitam, kaus putih, dan converse putihnya sangat serasi.

“kajja,“ Kyuhyun menarikku keluar apartment lalu memasuki pelataran parkir, dan kemudian berhenti tepat disamping motor sport miliknya.  Kyuhyun bilang dia akan mengajakku jalan jalan malam setelah ia menyelesaikn pekerjaannya. Sepanjang jalan aku terus memeluk pinggangnya. Kyuhyun mengelus punggung tanganku dan itu membuatku semakin nyaman.

Kami berhenti di pinggiran sungahi Han. Masih banyak pasangan yang menikmati malam. Aku menjatuhkan kepalaku pada bahunya yang nyaman. Kyuhyun mengusap kepalaku sayang, “johaeyo?“ tanya. “hm, gibuni joha,“ aku mengangkat kepalaku lalu menatap wajah tampannya, “gomawo tuan Cho,“ aku mengucapkannya cepat lalu membuang mukaku karena aku malu. “kau lucu sayang, dan sama sama,“ selanjutnya yang ia lakukan adalah mengacak rambutku. Inilah kebiasaan barunya setelah menikah.

Kudengar bisikan orang orang disekitar kami bahwa ada bintang jatuh. “Hyo sayang, ada bintang jatuh, ucapkan permintaanmu,“ katanya cepat lalu menghadapku dan menggenggam tanganku. “Tuhan, terimakasih atas hidup yang kau berikan padaku, berikanlah cinta yang indah dalam kehidupan pernikahanku dan jagalah cinta yang ada di antara ku dan suamiku, Cho Kyuhyun. Serta berilah suamiku kehidupan yang indah,“ aku membuka mataku setelah mengucapkan keinginanku dihadapan suamiku. “kau yang terbaik Hyo ah, terima kasih,“ Kyuhyun memelukku. Ini malam yang indah, Tuhan kabulkanlah permintaanku…

To be continue….

Huwaaaaaa akhirnyaaaaaa entah seneng banget nulisnya, mood lagi bagus banget… maaf kalau updatenya terlalu lama karena saya sibuk kuliah dan terima kasih buat semua yang udah baca.. semoga part ini memuaskan kalian :)

53 thoughts on “Married to Cho Kyuhyun Part III

  1. Mreka psangan suami istri yg harmonis yah??
    Kaya aku dan yesung =D
    *dibunuhClouds
    bagus min… Slanjutnya q tunggu loh..
    Whaiting

  2. KYAAAA~~~
    author BAIKK!!!! jangan ada Kyu evil lagi yah? untuk di FF ini aku maunya Angelic-Kyu *pemaksaan

    author gimana sih, n dari mana skill bikin FFnya? iri tw >///<
    DAEEBAK ABIS !

  3. aaah,,,,,setelah lumutan + karatan nunggu ni FF akhirnya update juga….
    woaaa,,, sungHyo istri yg baik ya….ngerti ngt mau nya suami….
    tpi,,,,beeuuhhh,,, 3 jam lebih … kuat bgt Kyu oppa…. msh mau lagi lanjut paginya…ckckcckck… semangatnya pengantin baru…
    semoga langgeng ya oppa…^^

  4. aku suka min ceritanya tp ko udah syang2 an lg yah?
    apa gk kecepetan, ngerasa gk ada prosesnya gitu kan sblumnya gk saling kenal :D
    tp keren ko. ditunggu selanjutnya :)

  5. Ahhh,,, akhirnya keluar juga lanjutannya! Udh capek nih nungguinnya! Tpi ceritanya keren bgt kok thor,,, aku ska bgt sifatnya Kyu yg sperti ï†ü̥̊ !! Cute,cute gimana getoohh!! Tggu lanjutannya yah thor! Hwaiting Eonni and Saranghae Kyu oppa^^

  6. Kyaaa omo omo omo suka bgt sama ceritanya :)) please pertahankan ya !!!!
    Part 5 belum ada ya eon ? :( ga sabar nih

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s