Find The Way [part 3]

Author            : Blackpearl

Cast                : Cho Kyuhyun, Park Hyeo Rin

Support Cast : Kang Rae Na, Lee Donghae, Choi Shinn Bi

Rating             : PG 16+

Genre             : Romance

Type               : chapters

Seoul

Author pov

 

Hyeo rin pulang sendirian dari tempatnya bekerja. Jam sudah menunjukan pukul 9 malam. Jalanan begitu lengang dan sepi. Gadis ini turun dari subway yang ia naiki. Dan berjalan sendiri menuju apartmentnya yang jaraknya sedikit agak jauh dari halte tempat ia turun.

 

Dia sedikit bergidik takut sebenarnya.tiba tiba ia merasakan sesuatu yang tidak enak. Ia berbalik menoleh ke belakang. Dan mendapati  3 orang lelaki hidung belang yang sedang mabuk di belakangnya. Hyeo rin sedikit takut dan berjalan secepat yang ia bisa.

 

Tapi naas kakinya sedikit terkilir karna sepatu hak yang ia kenakan. Sebenarnya hak sepatunya tidak terlalu tinggi. Tapi karena ia berjalan terburu-buru. Itu membuat kakinya keseleo.

 

Pria-pria hidung belang itu akhirnya berhasil mengejar hyeo rin dan mengepungnya. Pria pria itu menyudutkannya dan merayunya. Hyeo rin berusaha berontak, tapi apalah yang bisa dilakukan nya. Dia tetaplah seorang gadis dan melawan 3 pria di hadapannya adalah hal yang sebenarnya sia-sia.

 

“Agassi, kau sangat cantik.” Kata pria berbadan hitam. Memegang-megang lengannya

 

“Leppaskan!”. Ketiga pria kesetanan itu malah semakin tertawa terbahak mendapati perlawanan dari hyeo rin

 

“Ayo temani kami. Kami akan memberikanmu kesenangan” kata pria berbadan kurus. Menoel-noel pipi hyeo rin.

 

“Jangan sentuh aku!!”

 

“Ayolah nona manis, jangan jual mahal begitu”. kata si pria gendut.

 

Si pria gendut mencolek-colek pipinya dan mulai bertindak  hal yang tidak senonoh.

 

Hyeo rin memukul kepala si pria gendut itu dengan tas nya. Teman-teman nya malah menertawakan si pria gendut itu. Hyeo rin sudah mulai gemetar ketakutan. Si pria gendut yang di pukulnya Melotot marah. Mukanya menyungut kesal. Gadis ini sangat ketakutan membayangkan hal buruk apa yang akan menimpanya sebentar lagi.

 

“SIALAN!! KAU BERANI HAH!!!!” teriak si pria gendut. Ia sangat murka

 

Ia menggertakan giginya dan mengayunkan tangannya siap memumukul hyeo rin. Hyeo rin yang ketakutan langsung memejamkan matanya.

 

Tapi tiba-tiba sebuah tangan menghentikan tangan itu.

 

“Ya~ kau beraninya melawan wanita!” hyeo rin membuka matanya. matanya melebar mendapati sosok pria yang menggenggam pergelangan tangan  si gendut

 

“kau tidak punya malu ya!”

 

“cuih! dasar bocah tengik!” si pria gendut meludah

 

“ kau berani melawanku ha! Mau cari mati?” ujarnya lagi

 

Kyuhyun mengeluarkan seringainya lebar Dan langsung menghajar pria gendut itu. Pria gendut itu tersungkur dan tak dapat membalas serangan dari kyuhyun.

 

2 temannya tidak tinggal diam. Si pria kurus menyungut dan ikut mengayunkan tangannya hendak meninju kyuhyun. Tapi sayang, gerakannya sudah terbaca oleh kyuhyun. akhirnya 2 pria itu terkapar. Tinggal si pria berbadan hitam dan berotot besar.

 

Kali ini tak semulus seperti sebelumnya. Si pria hitam ini ternyata lebih kuat dari 2 teman bodohnya yang sudah di lumpuhkan kyuhyun tadi. Dia tak semabuk 2 temannya tadi.

 

Kyuhyun sebenarnya tidak memiliki riwayat berkelahi selama ini, dan kalau boleh di sebut ini kali pertama ia memukul orang.

 

Tangannya sebenarnya sudah kesakitan dan memerah karna menghajar 2 pria tadi . Tapi karna demi gengsinya ia menahannya. Sangat tidak keren kan kalau dia meringis kesakitan? Apa lagi ada seorang gadis di sini. Dia memilih menahan untuk tidak meringis dan tetap dengan gaya sok jago.

 

Kyuhyun menghujamkan tinju di muka lelaki hitam besar tersebut dengan sekuat tenaganya. Tapi ternyata lelaki itu lebih kuat, ia membalas memukul kyuhyun. Membuat pertahanan kyu runtuh dan tersungkur.

 

Pria itu berjalan mendekati kyuhyun. Kyuhyun meringis merasakan nyeri yang berdenyut2 di pipi kanannya dan kepala nya masih terasa pusing . Kyuhyun menoleh ke belakang dan mendapati pria hitam itu berjalan mendekatinya, sambil meremas kedua tangannya  bersiap mengepalkan tangannya dan menghujamkan tinju ke arah kyuhyun.

 

ia sudah ketakutan setengah mati sebenarnya. Tapi tiba-tiba pria hitam itu jatuh tak sadar di sampingnya. Matanya masih melebar.

 

Ternyata Hyeo rin mengambil tongkat kayu yang berada di jalan dan menghujamkan pukulan ke belakang kepala pria hitam itu. Dan tentu hasilnya sudah dapat kita tebak pria hitam itu terkapar seketika.

 

Kyuhyun belum beranjak dari posissinya sama sekali. Kesadarannya masih belum kembali sepenuhnya.

 

“Kau betuntung cho kyuhyun.”batinnya

 

Hyeo rin membawa kyuhyun ke apartment  miliknya. Dengan terpaksa sebenarnya. Ini sudah larut malam dan kyuhyun cukup babak belur. Ada luka bekas pukulan di pipi kanan  dan pelipis kirinya, tangannya juga lebam dan sedikit terkelir.

 

Atas dasar kemanusiaan dan rasa terimakasih tidak mungkin gadis ini tega membiarkan pria ini dengan begitu saja walaupun pada akhirnya hyeo juga yang menyelamatkan kyu.

 

Kyuhyun meringis menahan sakit saat hyeo membersihkan luka di wajahnya.

 

“Arghh…..pelan pelan sedikit, argh…”ringisnya

 

“Tenanglah dan jangan banyak bergerak,kau itu cerewet sekali,”

 

“Argh…”kyuhyun meringis kembali

 

“Makanya, jangan berlagak sok pahlawan! tidak bisa berkelahi sok melindungi orang segala. Lihat sekarang akibatnya..”cerocos gadis ini.

 

Dia tak berhenti mengomel dari tadi. Dan kyuhyun baru mengetahui bahwa gadis yang biasanya sedingin es dan diam seribu bahasa, bisa sangat cerewet juga.sesekali ia meringis merasakan perih saat cairan antiseptic itu menyapu permukaan kulitnya yang luka.

 

Kyuhyun meringis menahan perih. Tapi ringisannya berhenti saat jarak hyeo rin dan dirinya semakin dekat. Dari sini kyuhyun bisa melihat warna bola mata gadis itu yang coklat, bulu mata yang panjang, hidungnya yang tegak,dan bibir nya yang berwarna merah muda juga lesung pipi di sisi pipi kanan dan kiri. Ia baru menyadari bahwa gadis ini benar-benar cantik.

 

Ia juga bisa mencium wangi sampoo nya. Menyegarkan. Itulah kesimpulan yang dapat ia tangkap. dan satu lagi, gadis ini tak sedingin yang yang ia kira selama ini. Dia bisa merasakan kehangatan gadis ini di setiap sentuhannya. Dan entah kenapa jantungnya berdegub lebih cepat dari biasanya.

 

Hyeo yang menyadari kyuhyun sedang menatapnya terang-terangan menghentikan aktifitas membersihkan lukanya sejenak. Dalam batinnya dia pun mengakui bahwa ternyata kyuhyun itu jauh kebih tampan dari bayangannya (?). Hyeo balas menatap kyuhyun. Mereka saling berpandangan satu sama lain dalam waktu yang tidak sebentar.

 

Perlahan keduanya saling mencondongkan tubuh mereka. Ini membuat jarak di antaranya semakin tipis. Bahkan bibir mereka hanya berjarak 5 cm saja. Hyeo bisa merasakan terpaan nafas kyuhyun di wajahnya.hangat. Dan ia merutuki dirinya sendiri karna merasa nyaman dengan hal ini tapi kelihatanya akal hyeo lebih dulu kembali. Ia nyaris saja terlena tadi.

 

Hyeo menekan keras pelipis kiri kyuhyun yang terluka. Ini membuat laki laki itu berteriak dan meringis kesakitan

 

“Arrggghhh!!!Yak!!apa yang kau lakukan!”

 

Hyeo tidak menggubris kyuhyun dan mengambil obat merah dan mengoleskannya ke luka kyuhyun.

 

“Jangan cari kesempatan! aku berbaik hati padamu kali ini saja. Jangan harap ada lain kali! Jadi jangan berbuat yang tidak-tidak! Araseo.” Jawab Hyeo rin sambil merapikan obat2 yang ia pakai dan meletakkannya di tempatnya.

 

“Aku sudah mengobatimu. Dan aku rasa tanggung jawabku sudah sampai di sini. Jadi sebaiknya kau pulang.”

 

“Yak!kau mengusirku? Akh..jadi begitu perlakuan mu pada orang yang baru saja menyelamatkanmu?”

 

“Jangan lupa, di bagian klimaks nya aku juga menyelatkanmu. Jadi kita sudah impas.”

 

“itu tidak adil! aku melawan 2 dan kau hanya melawan satu.”ucap kyuhyun tak mau kalah.

 

Kekanak-kanakan! bagaimana bisa ada pria yang menolong tapi dengan hitung-hitungan begitu? aigoo….,

 

“Baiklah tuan cho, aku sangat berterikasih sekali karna kau sudah menyelamatkan hidupku. Aku tidak tahu apa jadinya aku jika kau tak datang. Ghamsahamnida.” hyeo dengan nada lembut yang di buat-buat dan senyuman yang terkesan di paksakan lalu membungkukkan kepalanya.

 

“Hanya itu saja? Itu tidak cukup.”

 

“Lalu mau mu apa he?”

 

“Eummp…..kau berhutang 1 permintaan.”

 

Hyeo rin memicingkan matanya, mencoba menangkap maksud dari kata-kata kyuhyun.

 

“Kau harus mengabulkan keinginanku. Begitu baru impas.” Lanjutnya Dengan senyum tanpa dosa

 

“Huh?Kenapa aku harus mengikuti kemauanmu?”

 

“Tentu saja , hidup mu itu kan berharga, jadi harus di tebus dengan sesuatu yang setimpal.”

 

Gadis itu mendengus. Sedikit kesal sebenarnya. Tp mau tak mau dia harus mengakui bahwa kyuhyun sudah menyelamatkannya.

 

“Apa yang kau inginkan?”

 

“Akan ku pikirkan, lain waktu akan ku tagih, kau punya hutang padaku.” Katanya dengan senyum puas.

 

Tapi hyeo tidak hilang akal. Hyeo menyeringai menatap pria di hadapannya ini.

 

“Baiklah, Dalam 2 hari jika kau tidak mengatakan keinginan konyolmu itu, maka semua akan hangus.” Mati lah kau cho kyuhyun. Memangnya Cuma kau saja yang bisa begitu.batinnya

 

“Yak! Mana bisa begitu?”

 

“Wae? Kau tidak terima? Baiklah, Kalau begitu ku rubah, perjanjian ini jadi besok siang,”

 

“Mwoya!”

“tidak mau juga? baiklah kalau begitu bes-”

 

“Yak!yak!baik!baiklah, besok siang. Cish… menyebalkan!”

 

“Terimakasih.” Jawab hyeo dengan senyuman kemenangan, dia berhasil mendesak mkhluk ini.

 

Hyeo berdiri, dan bersiap ke kamarnya,

 

“Tuan cho ini sudah malam. Sebaiknya kau pulang.”

 

“Kau mengusirku lagi!”

 

“Berhentilah berteriak2 seperti itu. Kau mau membuat semua orang se isi apartment ini terbangun eh? Kau tak berniat untuk bermalam di sini bukan? Maaf saja, tapi aku tidak menyediakan tumpangan menginap. Pulanglah. Aku juga ingin istirahat dan tidur.”

 

Hyeo rin hendak berbalik menuju kamarnya sebelum sebuah tangan menghentikan langkanya. Kyuhyun menarik dan menggenggam tangan hyeo rin lembut. Membuat gadis ini duduk kembali. Gadis ini mentap aneh pria di hadapannya. Mau apa lagi sebenarnya pria ini.

 

“Bisa kah aku menginap di sini untuk malam ini saja. Orang tua ku akan membunuhku jika tahu aku pulang dengan keadaan wajahku yang hancur seperti ini.”

 

“Kau masih punya rasa takut juga ternyata?”cibir hyeo

 

“Jangan meledekku! aku serius. ijinkan aku menginap malam ini saja. Aku tidak akan berbuat macam-macam jika itu yang kau takutkan.”Gadis ini mendesah..

 

“ya~ aku ini gadis baik-baik, apa kata tetanggaku jika tau ada pria yang menginap di rumahku.”

 

“Aku akan pulang pagi pagi sekali atau aku akan pulang siang hari saat mereka sudah pergi.”

 

“Seperti yang kau lihat tuan cho. Rumahku yang kecil ini tak memiliki kamar untuk tamu. Di sini hanya ada satu kamar.”

 

“Aku bisa tidur di kamarmu! ah ani, di sofa ini juga tidak apa-apa.”

 

“Terserah kau saja!” Gadis itu berlalu meninggalkan kyuhyun dan masuk ke kamarnya.

 

Kyuhyun bebaring di sofa sedang memikirkan penjelasan apa yang akan dia berikan pada orang tua dan nuna nya esok pagi tentang keadaannya. Dia mendengus lemas, besok mereka pasti akan menanyai dan menceramahinnya seharian. Aishh…

 

“Apa yang sedang kau pikirkan? “Suara hyeo rin memecah lamunannya.

 

“Ah, ani..”

 

“Ini selimut dan bantal, suhu malam di musim ini sangat dingin sekali dan……..ini gantilah bajumu . itu sudah sangat kotor. ” Hyeo menyerahkan bantal dan selimut yang ia pegang kepada kyuhyun juga baju kaos dan celana olahraga.

 

Hyeo rin sebenaranya bingung sendiri dengan dirinya kenapa dia mau repot-repot menyiapkan ini semua untuk kyuhyun. Hyeo rin memilah memilah pakaiannya yang paling besar dan muat untuk kyu dan hanya kaos dan celana olahraga itu yang dia miliki.

 

Kyuhyun menerimananya dan matanya sedikit melotot melihat celana olah raga yang menurutnya warnanya sangat menjijikan.

 

“Yak, kau menyuruhku memakai celana mu yang berwarna merah jambu ini?”

 

“Hanya itu aku rasa muat di badanmu. Kau itu cerewet sekali! Tidak mau? Sini.”hyeo meraih baju dan celana yang ada di tangan kyuhyun. Tapi detik itu juga kyuhyun merebutnya kembali.

 

“Siapa bilang aku tidak mau!”

 

“Cish..”gadis itu mendengus. Dan melanagkahkan kakinya pergi

 

“Chan..channkamman..”

 

“Apa lagi?”

 

“eumm…Gomaweo.” Ucapnya sambil menunduk.

 

Biar bagaimana pun dia harus tetap berterimakasih bukan. hyeo menganggukan kepalanya sambil menyunggingkan senyum di wajahnya membuat lesung pipinya terukir sempurna membingkai wajahnya yang cantik. Ini membuat kyuhyun terpesona.

 

“Istirahatlah..” jawab Hyeo rin beranjak dari kursi dan melangkah kan kakinya menuju kamar,

 

“Ah..hyeo rin-ah~…”

 

“Hmm…ne?”

 

“Jaljayo~”

***

 

Hyeo rin , mengerjab-ngerjabkan matanya. Cahaya matahari masuk menerobos di celah-celah tirai yang menutup jendela. Sudah pagi ternyata. Gadis itu bangkit dan duduk di tempat tidurnya. Mengumpulkan segenap nyawanya. Sesekali ia masih menguap. Ia beranjak dari tempat tidurnya dan masuk ke kamar mandi yang ada di dekat ruang tamu.

 

Ia keluar dari kamar nya dan melewati sofa tempat kyuhyun tidur. Ini masih pagi dan kyuhyun masih memejamkan matanya. Pada awalnya dia bermaksud langsung ke kamar mandi tapi entah kenapa kakinya nya berhenti bergerak tepat di depan sofa dimana kyuhyun berbaring. Hyeo rin menatap sejenak wajah polos yang matanya sedang terpejam itu.

 

`Tampan`.

 

Kata itu meluncur begitu saja tanpa bisa ia sadari dari bibirnya. Tapi ia segera tersadar dan menutup mulutnya. Dan dengan segera masuk kedalam kamar mandi.  Tanpa ia ketahui perlahan permilik wajah itu membuka matanya. Dan menyungging senyuman evilnya. Kyuhyun ternyata pura-pura tidur dan ia mendengar dengan sangat jelas apa yang baru saja meluncur dari bibir gadis ini.

 

***

 

Hyeo  rin  dan kyuhyun duduk di meja makan dengan posisi saling berhadap-hadapan. Mereka berdua menikmati sarapan. Tak ada menu special. Ini adalah akhir bulan dan hyeo rin sama sekali belum belanja untuk kebutuhan dapur. Hanya segelas susu dan roti. Hyeo rin mengambil beberapa potong roti dan mengolesinya dengan selai coklat, lalu meletakannya di piring yang ada di depan kyuhyun. Kyuhyun tersenyum.

 

“Kau baik sekali mau mengoleskan selai nya di rotiku.”

 

“Selai ini hanya tinggal sedikit, jika ku biarkan kau mengambilnya sendiri, kau pasti akan menghabiskanya,”Kyuhyun yang mendengarnya langsung menngerucutkan bibirnya,

 

“Pelit sekali,” gumamnya nyaris seperti berbisik, tapi tampak nya hyeo cukup mendengarnya,

 

“Tentu saja, harus! kau tak tahu biaya hidup sekarang itu sangat mahal”

 

“Iya iya miss.efisien!” cibirnya.

 

kyuhyun mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Ia menatap setiap sudut apartment ini. Kecil tapi tersusun dengan rapi dan teratur. Gadis ini punya selera yang bagus juga ternyata.batinnya

 

“eumm, sudah berapa lama tinggal disini?”

“Siapa?aku?”

 

“Bukan. Semut! Tentu saja kau, memang siapa lagi manusia di ruangan ini”

 

“Oh..belum lama baru…2 tahun kurasa,”

 

“Ya~ itu sudah lama,”

 

“Wae??”

 

“sendirian saja”

 

hyeo rin mulai memasukan roti selai itu kedalam mulutnya, dan menggangguk.

 

“Setelah ini kau harus pulang”

 

Kyuhyun meraih rotinya dan baru akan menggigigitnya. Tapi nafsu makan nya langsung menguap saat mendengar kalimat yang terlontar dari bibir gadis ini.

 

“Ya~, aku bahkan belum sempat menikmati rotiku kau sudah mengusirku lagi. Kenapa kau suka sekali mengusir orang he?aisshh..”

 

kyuhyun langsung memasang muka cemberut. Hyeo rin yang melihatnya tersenyum geli. Ini kali pertama dia bisa bersikap sealami ini di depan makhluk yang berjenis kelamin namja. Khusus nya makhluk ini. Cho kyuhyun. Hyeo rin bahkan tak pernah membayangakan ia bisa satu meja makan dengan mantan musuh bebuyutannya ini. Mantan musuh bebuyutan? Jadi apakah hyeo sekarang sudah tak menganggap makhluk di depannya

 

“ kau itu sensitive sekali..” ujarnya sabil tersenyum geli.

 

Dia sebenarnya tak bermaksud mengusir kyuhyun. Tapi dia sedikit takut jika `orang itu` tiba-tiba datang dan menemukan kyuhyun di sini.

 

“ kau yang keterlaluan”.kyuhyun menyungut dan masih cemberut. gadis itu malah terkekeh pelan

 

“Ting Tong……………”

 

suara bel memecah lamunan mereka.

 

Hyeo rin beranjak dari kursinya dan membuka pintu. Dan Bingo! Akhirnya yang di takutkan hyeo rin terjadi

 

“Ya~ kau lama sekali membukanya,tsskk…”  seru seseorang yang tiba-tiba langsung menerobos masuk.

 

Hyeo rin belum sempat mengatakan apa-apa tapi rae na sudah menerobos ,masuk ke dalam ruangan. Ia gugup mendapati sahabatnya ini masuk saja. Biasanya memang seperti itu, tapi ini tak akan jadi masalah jika ia sendiri. Masalahnya sekarang di dalam rumahnya ada seorang mkhluk berjenis kelamin namja. Hyeo rin mencoba menghalang-halangi rae masuk

 

“Kau ini kenapa si, aku mau masuk, aku lapar belum sarapan”

 

“Itu rae ya..eummh…tungg-tunggu.” Hyeo rin mencoba menghalangi rae na yang hendak masuk. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi sahabatnya jika menemukan ada namja di rumahnya. Terlebih lagi cho kyuhyun.

 

Terlambat,

 

Rae sudah terlanjur melihat kyuhyun yang berdiri salah sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Mulut rae menganga melihat pria ini, wajahnya juga sedikit lebam. di perparah lagi pakaian pria ini yang membuatnya berfikir yang tidak-tidak Kyuhyun mengenakan kaos yang ia yakini itu adalah milik hyeo rin dan celana panjang olahraga berwarna merah muda yang hanya mampu menutupi sampai tulang keringnya saja. Dia lebih syok lagi saat mendapati celana jeans panjang dan kaos yang teronggok di sofa yang ia yakini sebagai milik kyuhyun.

 

“YA!!KA-EEMMMPppppHH-“

 

Rae na baru mau mengeluarkan teriakan tapi hyeo rin sudah mengantisipasi apa yang akan terjadi, dengan cepat hyeo membungkam mulut rae. Sedangkan yang di bungkam mulutnya melotot marah melirik ke arah gadis di belakangnya.

 

Hyeo rin menyengir. tersenyum salah tingkah menatap kyuhyun dan perlahan membawa sahabatnya ini masuk ke kamarnya.

 

Rae na menepis tangan hyeo rin. Dan menatap penuh selidik ,

 

“YA!!!!APA-EMMPHHH” lagi lagi hyeo rin mengambil langkah tepat yaitu menutup mulut sahabatnya ini. Sebelum ia menggemparkan seluruh penghuni apartment.

 

“ssttthhh…..ku mohon, jangan berteriak lagi, aku aku akan menjelaskannya padamu.tapi berjanjilah kau tak akan berteriak, Araseo”

 

Rae hanya bisa menggangguk dan penasaran apa yang di lakukan namja itu di sini.

 

***

 

“Dia menyelamatkanku tadi malam, dan aku bertanggung jawab karna dia terluka karna aku”. Hyeo rin menjelaskan pada rae perihal yang terjadi tadi malam.

 

“tapi kenapa dia harus tidur di sini?”

 

“dia memohon padaku, memang aku bisa berbuat apa lagi”

 

“ah, bukan itu maksudku! Dia tidur dimana?”

 

“ tentu saja di sofa”

 

Pletak

 

“auww…,appo. Kenapa memukulku!” Hyeo rin meringis sambil memegangi kepalanya

 

“Aissh…kenapa kau biarkan dia tidur di sofa? Neo jeongmal baboya!”

 

“Memangnya di mana lagi! Masak aku harus tidur seranjang dengannya”

 

Pletak

 

“yak! Kenapa memukulku lagi,”

 

“aku justru rela membiarkanmu yang tidur di sofa.” Ucap rae na tanpa dosa

 

“Kau itu sahabatku atau bukan si!”

 

“Aku sahabatmu, tapi biar bagaimana pun aku adalah penggemarnya. Yang benar saja kau membiarkan seorang cho kyuhyun tidur di sofa yang keras. Arrgghhh……kepala ku jadi sakit” rae na memegangi kepalanya yang mendadak sakit. Dia benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran hyeo rin.

 

“Aisshhh…kau itu benar-benar” hyeo rin mendengus sebal mendapati rae na yang lebih mementingkan kyuhyun dari pada dia.

 

“hei…”

 

“apa?” jawab hyeo rin ketus

 

“ kau yakin sudah menjelaskan semuanya padaku?”

 

“apa maksudmu?”

 

“kalian tidak melakukan apa-apa kan tadi malam?”

 

“ MWOYA!!”hyeo rin setengah berteriak “ Kau Pikir Aku Gadis Macam Apa Ha!”

 

“Kecilkan suaramu bodoh!”

 

“ aku tidak akan melakukan hal seperti itu sebelum menikah”

 

“ah….syukurlah! aku tenang…”ujarnya sambil tersenyum “kyuhyunku masih perjaka ternyata” lanjut rae na

 

“Aissh!!! kau-” hyeo rin baru akan memukul kepala rae na sebelum suara seseorang mengetuk pintu kamarnya

 

tok..tokk.tokk.. !

 

“hyeo-ya~ bisakah kau keluar sebentar” terdengar suara kyuhyun dari balik pintu

 

“a..ah, nne..” hyeo rin beranjak dari tempat tidurnya dan keluar meninggalkan rae.

 

rae na sendiri masih mematung dengan apa yang baru saja di dengarnya.

 

“mwo??? `hyeo-ya~` dia memanggilnya apa?”

 

***

PS:

Annyeong yorobeum…^^

Kira-kira kyuhyun minta apa ya? Kissue?*plakk*

Ghamsahamnida buat admin (selalu) & reader yang dah nyempetin baca dan comment di sini,

Oh ya, part ini juga dah aku post di blog-q www.myownmiracle.wordpress.com. Kalo sempet, pada mampir ya^^. gomaweo

7 thoughts on “Find The Way [part 3]

  1. hihihi
    suka banget sama ceritanya.
    suka banget sama fanfic ini..
    kyu minta apa ya?
    mungkin minta buat hyeo jadi tawanannya seumur hidup.
    hehehe
    suka suka suka
    aku tunggu part 4 nya chingu :)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s