Sad Fate [part 2]

Author : Hyeeva

Main Cast : Lee Donghae, Park Hee Rim,

Support Cast : Cho Yoon Sae, Kim Jong Woon, Kim Heechul, other SJ members

Ratong : PG 13

Genre : Romance

Ini merupakan kelanjutan dari chapter yang pertama, jika di chapter 1 cerita diadaptasi dari MV, kali ini cerita di chapter 2, murni dari otak penulis . .

Basa –basinya kelamaan yaa, silahkan dibaca . .

Donghae memutuskan untuk menyudahi kisahnya dengan Yoon Sae. Setelah kejadian itu Hae menjadi sangat terpukul dia sampai sekarang belum bisa merelakan kepergian Rimmi. Donghae dan Yoon Sae kini memilih jalannya masing-masing.

***

1 tahun kemudian . . .

Aku terbaring dikasurku selama beberapa hari ini. Pelayan berulang kali masuk untuk menyuruhku memakan apa yang mereka bawakan, meskipun sudah kukatakan berulang kali kalau aku tidak ingin memakan atau menyentuh apapun yang ada dirumah ini.

Seseorang masuk kekamarku . .

” Rimmi ssi !! aku harap kau menyentuh makananmu, sudah dari kemarin kau tidak makan “. Ucap pria itu

” lebih baik aku mati daripada terus-terusan seperti ini ! “.

” kau tidak akan mati . . . kau masih punya hutang padaku ingat itu ! “. Pria itu pun berlalu pergi meninggalkanku yang lagi-lagi menangis karena tertekan dengan semua ini.

Kim Jong Woon dia adalah orang yang akan kuingat seumur hidupku karena telah membuatku seperti ini. Ayahku dulu rekan bisinis ayahnya, awalnya ayahku secara diam-diam menjodohkan kami. Masalah timbul karena kesalapahaman yang terjadi diantara mereka. Mereka bertengkar hebat yang mengakibatkan Ayah Jong Woon meninggal, semua bukti menuduh bahwa ayahku yang melakukannya, padahal dia meninggal di tangan anak buahnya sendiri dan ayahku yang harus menjadi korbannya.

Ayahku dipenjara, masalah lain timbul karena hutang-hutang keluarga kami yang tidak bisa ditutupi. Demi menyelamatkan adik-adikku aku dipaksa oleh Jong Woon untuk bersamanya sampai aku bisa melunasi hutang-hutangku.

Aku sempat melarikan diri darinya, aku kabur dari rumahnya dan berhasil menyembunyikan diriku dari kejaran para anak buahnya. Aku berdiam disebuah lemari tua sampai aku bertemu dengan seorang pria . . . pria yang tidak bisa aku lupakan sampai sekarang . . . .

***

Aku menatap suram langit pagi ini . .

Apa kabarmu ?? apa kau baik-baik saja ?  . .

Aku mengambil HP-ku yang tergelatk di meja kerjaku dan beranjak ke mobil hitamku. Aku memacunya kencang menuju kantor produser Kim.

” masuk Hae ssi . . “. Ucapnya pelan, dari luar aku bisa mendengar suara seseorang yang sedang berada diruangannya.

” perkenalkan ini Lee Sungmin, dia tangan kanan temanku yang akan menjadi bosmu nanti “. Aku membungkukkan badanku untuk memberi salam padanya

Produser Kim menawarkanku sebuah proyek baru. Ada seorang artis baru yang akan debut dengan menggunakan lagu ciptaanku. Aku menerima banyak pekerjaan kali ini semata-mata untuk menyibukkan diriku dari kejadian setahun yang lalu.

” aku akan menerima materi ini terlebih dahulu lalu, kira-kira minggu depan kita akan membicarakannya dengan atasanku, bagaimana ?”. Jelas Sungmin

” baiklah . . . “.

***

Aku memacu mobilku ke sebuah tempat yang tidak asing bagiku, tempat ini dimana aku pernah menghabiskan waktuku dengannya, pernah sangat dekat dengannya.

Aku sangat bersalah padanya, mungkin kata maafku tidak cukup untuk menghapus apa yang telah kulakukan padanya dulu. Aku meninggalkannya, aku benar-benar menyakitinya . .

Aku menyakiti seseorang yang mulai aku cintai . . .

***

Aku duduk di kursi taman, memandangi bunga-bunga yang berguguran mengikuti musim yang tengah berlangsung. Aku merindukan saat-saat bahagiaku, merindukan keluargaku dan pria itu . .

Memang aku kecewa dengannya, tapi tidak merubah perasaanku padanya, bagaimanapun juga dia pernah menolongku dari hariku yang suram. Aku benar-benar merindukannya sekarang . .

Aku bangkit dari dudukku dan berjalan perlahan, Jong Woon baru saja datang dan diam menatapku dari ujung sana. Aku tidak memperdulikannya dan melanjutkan langkahku masuk kedalam rumah.

Jong Woon menghampiriku dan menarik tanganku keras

” ikut denganku sekarang “.

” lepaskan aku ! “. Aku mencoba memberontak, tapi dia tetap menarikku.

” duduk ! “. Dia menarikku ke ruang makan dan menyuruhku duduk, ruangan makan itu terlihat sepi sekali, aku duduk tepat didepannya. Kini kami saling berhadapan satu sama lain. Dia mengisyaratkan pada seorang pelayan laki-laki untuk membawakan semua hidangan yang telah dipersiapkan.

” tidak usah bersikap baik padaku, karena itu hanya sia-sia “. Ucapku sinis,

Jong Woon memandangku sejenak lalu melanjutkan santapannya

” ini hanya sebagian investasiku padamu . . aku tidak mau mesin uangku kenapa-kenapa . . . “.

” (aku meletakkan garpu dan pisauku dengan kesal ), apa kau belum puas memperlakukan aku seperti ini ?? apa lagi yang kau mau !! “.

” ssstt . . jangan terlalu berisik . . kau menganggu selera makanku . . “. Ucapnya tenang

” kumohonn . . lepaskan aku . . “. Aku mulai mengontrol emosiku yang sudah memuncak

” jika kau benar-benar ingin bebas, maka ikuti peraturanku . . kalau tidak . . aku tidak bisa melakukan apa-apa untukmu . . jadi mari kita saling memberi keuntungan untuk satu sama lainnya “. Dia tersenyum licik . . aku sangat membencinya.

***

” aku tunggu satu jam lagi . . kau tau aku paling benci kata ” menunggu ” “. Jong Woon masuk sepintas kekamarku untuk memastikan aku siap dalam waktu satu jam.

Entah apa lagi yang dia rencanakan kali ini, aku hanya bisa pasrah dan mengikuti kemauannya.

Aku memakai baju yang sudah disiapkan seorang pelayan wanita untukku, setelah memoles sedikit wajahku, aku beranjak turun menemuinya.

Sebuah Porsche Carrera S hitam sudah menungguku disana. Aku duduk tepat disebelahnya, perasaanku campur aduk kali ini, aku memikirkan berbagai cara untuk kabur dari orang ini. Namun, aku ingat adik-adikku yang kini ada diluar negeri bersama ibuku, jika aku kabur lagi maka keselamatan mereka akan terancam.

Kami berhenti di sebuah hotel mewah, aku memandangi sejenak lalu pintu mobilku terbuka dan aku turun melangkah masuk kedalam hotel itu. Kami masuk menuju kesebuah ruangan.

***

Aku dijemput oleh Lee Sungmin, didalam perjalanan dia menjelaskan tentang pimpinannya orang yang menjadi atasanku nantinya. Karena aku benar-benar tidak pernah melihat orangnya, Sungmin menyodorka sebuah artikel koran dimana atasannya pernah masuk kedalam artikel dikoran tersebut.

Aku melihatnya dengan teliti . .

” dia . . . “. Aku bergumam kecil, aku benar-benar kaget . . dia pria yang mengambil Rimmi waktu itu.

” Hae ssi . . apa kau mendengarku ?, kita sudah sampai “. Ucap Sungmin mengagetkanku

***

Aku kaget melihat kertas-kertas yang ada dihadapanku, Jong Woon benar-benar keterlaluan, dia sama sekali belum memberitahukanku tentang rencananya.

” aku tidak mau menjadi penyanyi !! “. Ucapku kesal

” bukankah ini impian masa kecilmu ? aku membantumu mewujudkannya “.

” aku tidak akan meraih impianku karena bantuanmu darimu . . kau hanya memanfaatkanku !! “. Aku berdiri dan berlari sekencang mungkin keluar dari ruangan itu.

” kejar dia !!! “. dari jauh aku mendengar suaranya

Aku terus berlari, aku tidak peduli apapun akibatnya. Kini aku benar-benar ingin lepas dari tekanan ini.

***

Aku melangkah masuk kedalam hotel itu, Sungmin berjalan didepanku. Sesekali aku melirik keadaan disekitarku yang cukup sepi. Tiba-tiba dari kejauhan kulihat ada seorang gadis berlari, kupandangi gadis itu . . wajahnya tidak asing bagiku . .

Hee Rim . . .

Aku memperhatikannya dengan seksama, lalu mengejarnya. Dia berlari cepat sekali, dengan menggunakan gaun hitam dia benar-benar tidak kesulitan melangkahkan kakinya secepat itu. Aku sangat ingin bertemu dengannya kali ini, benar-benar ingin melihatnya dari dekat.

Rimmi berlari kencang, tanpa dia sadari sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi kearahnya. Sebuah sinar putih terang menyilaukan pandanganku . .

” Hee Rim !!!!!! “. teriakku

***

2 minggu kemudian . .

Aku terbangun dari tidurku yang cukup panjang. Aku melihat sekitarku, aku baru sadar kalau sekarang aku ada di rumah sakit. Kepalaku sangat sakit, aku menyentuhnya dan sebuah perban mengelilingi kepalaku. Seorang perawat masuk kedalam kamarku, dia mengecek keadaanku. Tampaknya kecelakaan kemarin membuatku harus bersyukur pada tuhan kali ini. Aku masih hidup . . .

***

2 bulan kemudian . .

Aku sudah sembuh total dari kecelakaan itu. Jong Woon duduk di kasurku memandangku sambil menyodorka sebuah amplop coklat.

” apa ini ? “.

” buka saja “. jawabnya dingin

Aku membuka isi amplop itu, dan ternyata itu sertifikat rumahku . .

” ini . .  apa maksudmu ? “. Tanyaku bingung

” kau bebas . . semua hutangmu sudah lunas . . “.

” apa ??? lunas ??? “.

” seorang pria melunasi hutangmu . . . dan dia menitipkan ini untukmu “. Jong Woon menyodorkan sebuah surat untukku, dia kemudian meninggalkan kamarku.

[ Backsound ” and i love you ” by: Yesung & Luna ]

 

Apa kabar ??

Aku yakin kau pasti sudah sembuh ketika membaca surat ini . .

Aku tidak tau harus bilang apa lagi . .

Aku tidak pantas bertemu denganmu, Maaf . .

Maff karena mengecewakanmu . .

Maaf karena aku menyakitimu . .

Rasanya aku ingin mengulang hari dimana aku membuatkan susu strawberry untukmu . . .

Kau harus jaga kesehatanmu . . jaga dirimu baik-baik . .

Aku menyayangimu . .

” Hae . . “. Aku menangis ketika membaca surat itu, bagaimana dia bisa menemukanku . . dan dari mana uang itu.

[ Backsound ” Late Autumn ” by: Kyuhyun ]

Aku berlari turun sambil membawa beberapa barang-barangku, aku menaiki sebuah taksi. Aku benar-benar putus asa kali ini, aku tidak tau harus mencarinya kemana lagi.

Di dalam taksi aku mengingat apa yang Jong Woon katakan tadi . .

” Aku memintanya untuk menciptakan lagu untukmu, dia ataupun kau sama-sama tidak mengetahuinya. Aku tidak tau kalau dia adalah pria yang pernah menolongmu. Malam itu . . . waktu kecelakaan itu, dia menolongmu. Tubuhnya yang ditabrak oleh mobil itu, dia melindungimu sehingga hanya kepalamu yang terbentur dan kau tidak luka parah . . . Lukanya sangat parah, aku ingat dia masih sempat berbicara padaku dan memberikan sejumlah uang untuk melunasi hutangmu padaku. Dan berpesa untuk menjagamu sampai kau sembuh lalu aku membebaskanmu . . . . “.

Aku turun dari mobil dan berjalan menyusuri sebuah tempat dimana dia dulu pernah mengajakku bermain-main, tempat favoritnya dengan sang ayah. Aku melangkah menuju kesebuah kursi taman, terlihat seorang pria sedang duduk disana . .

” . . . Keadaannya sangat kritis waktu itu, dokter mengatakan padaku bahwa kornea matanya pecah dan dia akan mengalami kebutaan seumur hidupnya . . “.

Air mataku mengalir dipipi seraya kakiku melangkah menghampiri sosok yang sangat kurindukan, dia sangat menikmati angin sore ini, sambil mendengarkan musik. Aku berdiri tepat didepannya dan memandang wajahnya.

[ Backsound “ Hate you Love you by : Super Junior ]

 

Dia tersentak, sepertinya mengetahui kehadiran seseorang disana . .

” siapa itu ?? “. Sekuat mungkin aku menahan isak tangisku melihatnya menerka seseorang yang berdiri didepannya.

Aku memeluknya, memeluknya erat . .

” Kau rupanya, . .  Rimmi ssi . . “. Dia tampak sedikit kaget namun membalas pelukanku.

” Aku merindukanmu  . . . “. Bisik Hae lirih ditelingaku . .

8 thoughts on “Sad Fate [part 2]

  1. Mmh…. Nice FF tp alurnya kecepetan.. Ttp kurang greget pdhl ending nya udh nyesek banget *i’m fishy ga kebayang haeppa. Buta T_T
    Tp nice FF.. :)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s