Someone Who Make Me Life


Author             : psCho95

Main Cast        : Cho kyuhun as Him self

Kim Ji Soo (Fiction)

Support Cast   : Super Junior Member

Rating              :PG 17 (In The Last Scene)

Genre              : Angst, romance, thriller

P.S: Annyeong… ini adalah fanfic pertama yang saya publish. Jadi, mian kalau mungkin alurnya terlalu cepat kurang kurang feel. Tapi inilah hasil kerja keras saya. Selamat menikmati…..^_^

Musim dingin telah tiba. Ini adalah musim dingin keduaku, musim dingin yang dia janjikan bahwa dia pasti akan kembali kesisihku. Musim dingin yang panjang sekaligus mendebarkan. Entah apa yang ada difikiran gadis itu hingga melakukan hal yang bahkan orang gila pun enggan melakukannya. Dan entah apa juga apa yang ada di fikiranku hingga aku bisa jatuh cinta setengah mati padanya.

Cantik??? Tentu, gadisku adalah wanita paling cantik yang pernah aku temui bahkan diantara para artis-artis memesona yang selalu mengelilingi diriku. Kulit putihnya, matanya yang lebar, bulu mata yang lentik, bibir yang tipis dan merah meskipun tanpa lipstik tebal yang terkadang membuatku muak. Tubuhnya yang kecil dan terlihat ringkih membuatku selalu ingin mellindunginya, meski aku tahu dia adalah wanita yang paling kuat dan tegar sepanjang hidupku. Sikapnya yang dingin namun sentuhannya yang selalu menenangkan membuatku selalu bermanja dengannya. Tatapan matanya yang penuh keangkuhan dimata semua orang, tatapan yang selalau membuatnya dijauhi sebelum orang itu mengenal hati malaikatnya, namun mata itu telah menghipnotis diriku untuk tidak berpaling pada wanita lain. Pintar??? Jangan ditanya lagi. Dia adalah jenius. Dia terlihat segalanya bagiku. Dia istimewa dengan caranya sendiri yang tidak semua orang mengerti hal itu. Namun aku tahu dan ingin selalu mengerti dirinya.

Bodoh… itulah satu-satunya kata yang paling cocok denganku. Semua keindahan itu, semua keistimewaan itu, dan cinta yang begitu dahsyat itu baru akan kurasakan saat malaikat maut berada begitu dakat dengannya. Aku memang sangat mencintainya. Saat pertama kali melihatnya, aku tahu bahwa dia adalah seseorang yang istimewa. Seseorang yang selamanya  ingin kutawan seumur hidupnya disisihku. Menjadi istriku, ibu dari anak-anakku, menua bersama. Saling menjadi saksi perubahan fisik satu sama lain. Hingga mungkin dia telah menjadi nenek peot aku ingin selalu mengatakan bahwa aku mencintainya dan semakin mencintainya seiring mulai berkurangnya umur kami. Menapaki kehidupan bersama yang aku fikir akan indah asalkan itu bersamanya hingga maut memisahkan. Namun aku benar-benar buta, bahwa tanpa dia disisihku, aku bukanlah manusia.

Bilang saja jika aku naif. Tapi itulah yang aku rasakan. Begitu banyak fantasi yang berkelebat difikiranku. Bayangan- bayangan indah tentangnya, ekspresi saat ia marah, tertawa, bahkan sedih. Semuanya indah dimataku. Meski ia bukanlah tipe orang yang seperti itu, ia adalah “manusia tanpa ekspresi”. Itulah sebutan terbaik dariku untuknya. Salah satu hal yang paling membahagiakanku adalah dia tersenyum padaku. Hanya padaku. Dan itu sangat sangatlah indah. Aku rela melihat wajah datarnya setiap hari dari pada ia mengumbar senyum didepan semua orang. Karena aku takut mereka akan melihat betapa indah dan cantiknya yeojaku. Aku takut seseorang merebutnya dariku.

Sebuah kesalahan besar yang telah kulakukan hingga membuatnya pergi dari sisishku. Ia pergi dengan senyuman yang begitu indah dan wajahnya yang cantik bersinar. aku menahannya, namun ia tetap harus pergi agar tetap bersama denganku. satu hal yang membuatku yakin untuk menunggunya selama ini. Menunggunya yang aku sendiripun tak tahu kapan waktu ia akan kembali.

Flashback

“kyuhyuna, aku ingin kita putus…” CTAR…. bagai petir disiang bolong. Kalimat itu meluncur begitu mudahnya. Meski dia selalu bersikap dingin dan cenderung menutup diri serta aku yang terkadang egois dan sedikit kekanakan, aku benar – benar tak menyangka hubungan kami akan berakhir seperti ini. Perbedaan sifat dan latar belakang. Itulah alasan mengapa ia meminta putus dariku.

Aku hanya diam. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku begitu mencintai gadis didepanku ini. Si angkuh yang sebenarnya hanya sebuah kristal rapuh.

“wae???” kataku dengan nada dingin. Bersusah payah aku menahan emosi. Member super junior yang juga ada disitu, hanya memandangku prihatin. Mereka hanya bisa diam.

“tidak ada alasan. Aku hanya bosan denganmu. Bosan dengan sikapmu yang selalu mengutamakan game, sikap yang selalu sok manja dan menjadi yang terbaik. Padahal kau tak lebih dari namja memuakkan  yang selalu berlindung dibalik hyung-hyungmu yang bodoh, cho kyhyun sshi” mataku pun membelalak lebar. Ini adalah omongannya yang terpanjang yang pernah aku dengar sejak 2 tahun kami berpacaran sekaligus menjadi omongannya yang paling menyakitkan. Aku benar-benar kalah telak sekarang.

“M…mwo???” tanyaku ulang. Aku hanya memastikan bahwa ganggguan telingaku tidak kembali. Untuk pertama kalinya aku akan merasa bersyukur jika aku memiliki ganguan pendengaran sebelum aku dioperasi dulu. Sedangkan member Super Junior lainnya tak kalah syok. Bahkan heechul hyung…

PLAK…

Ia menampar gadisku dengan begitu keras. Aku tidak tega melihatnya. Rasanya seluruh tubuhku ikut merasakan sakitnya. Aku memang manusia  keras kepala dan egois. Namun jika dihadapan gadis ini, aku adalah orang yang lemah. Ia selalu memenangkan segalanya akan diriku. Bahkan disaat yang seharusnya aku memaki dan menyeretnya keluar dari dormku, aku hanya bisa diam.

“kau menjijikkan Ji Soo sshi” komentar heechul hyung.

“hyung… hentikan” hanya itu yang bisa aku katakan. Aku benar-benar tidak sanggup.

“wae??? Aku menjijikkan??? Jinjayo??? Lalu kalian apa? Kalian hanya makhluk memuakkan yang hanya bisa beraegyo ria didepan televisi seperti orang tanpa harga diri???” katanya. Ya tuhan… benarkah ini ji soo ku??? Ji soo yeojaku???

“Kim Ji Soo sshi!!!” teriak leeteuk hyung. Bahkan orang sesabar dirinya kini mulai kehabisan kesabaran. Ji soo ya hentikan…

“Jagiya…” ige mwoya??? Siapa laki-laki yang aku tak tahu dia siapa dan datang dari mana?. Kenapa ia tiba-tiba datang dan memanggil yeojaku jagiya???

Muach…

“dia mencium ji soo!!!” berani beraninya dia lancang masuk kesini dan berbuat seenaknya?

BUGH…

“Berani beraninya kau mencium ji soo ku” teriakku pada lelaki itu setelah sebelumnya sebuah bogem mentah kudaratkan diwajahnya.

“Cho kyuhyun… kau apakan pacarku hah” teriaknya. Mwo??? Pacar

“p…pacar? lalu kau anggap apa aku hah?” teriakku

“kau??? Bukankah sidah kubilang tadi, kau hanya laki-laki tak berguna yang aku sendiripun muak”

PLAK…

Lagi – lagi heechul hyung menamparnya. Aku tidak bisa menerima semua ini. Ini terlalu menyakitkan bagiku. Aku tidak sanggup.

“pergi kau dari sini… kau bahkan lebih terlihat seperti PELACUR murahan kim ji soo sshi. Uri kyuhyun bisa mendapatakn yeoja yang lebih baik darimu. Yeoja yang bisa memperlakukan dia dengan hangat. Yeoja yang lebih bermartabat daripada sampah seperti dirimu.” Teriak heechul hyung. Kau salah hyung. Dia memang dingin. Dia memang selalu diam. Tapi dialah orang pertama yang menenangkanku jika aku sedih. Dia adalah orang yang bisa membuatku terhanyut dengan hanya pelukannya saja. Dia adalah orang yang selalu menyayangi kalian tanpa kalian tahu. Dia adalah malaikat yang tersembunyi hyung.

Kalian fikir siapa yang selalu menyelimuti kalian saat kalian semua tertidur diruang tengah? Kalian fikir siapa yang membersihkan dorm saat kalian sibuk oleh jadwal? Kalian fikir siapa yang terkadang mengirimkan makanan diam-diam saat kalian kelaparan di lokasi syuting??? Aku yakin ada yang tidak beres disini. Tentang sikap diamnya, tentang dia yang begitu mudah datang dan pergi. Aku yakin itu…

“wow… daebak!!! Hanya itukah pendapatmu tentangku cinderella??? Benar-benar tidak penting. Jagiya… gwaenchanayo??? Chaja kita pergi dari sini…” katanya. Sekali lagi ia menoleh kearahku. Ia menyeringai, namun matanya. mata yang selalu menatap dingin itu terlihat begitu tersiksa. Hanya aku yang tahu itu… karena mata itu telah menjadi penghubungku dengan hati Ji soo yang sebenarnya. Tatapan murninya…..

Flashback end…

“Kyuhyuna… waktunya kita tampil” teriak leeteuk hyung. Aku hanya mengangguk. Tuhan… aku berharap penantian ini akan segera berakhir. Walupun hanya didalam mimpi, aku benar-benar ingin berjumpa dengannya. Meminta maaf atas segala apa yang aku lakukan dan memastikan kembali bahwa ia telah mutlak menjadi milikku.

saying that this moment is the last to you whom i loved so much
even if you try to turn it back, even if you hold onto me crying, i was the one who said no and bid our farewell

i always act strong,
but i’m a cowardly man didn’t have the confidence to protect you forever and left

don’t love someone like me again
don’t make someone to miss again
one who looks at only you and needs only you
meet someone who loves you so much they can’t go a day without you.. please

hurting, you try to hold me back,
but i’m a cowardly woman who doesn’t have the confidence to give happiness to anyone beside her

don’t love someone like me again
don’t make someone to miss again
one who looks at only you and needs only you
meet someone who loves you so much they can’t go a day without you

even if we are ever to regret our breakup
i can’t do anything but give you our farewell

don’t cry in pain counting the time that’s passed
don’t miss a foolish love that’s already passed
one who looks at only you and needs only you
meet someone who loves you so much they can’t go a day without you..

please, i hope that you’ll be happy
let’s never meet again..

 

 

 

 

 

 

Aku menyanyikan lagu ballad itu dengan pandangan kosong. Menahan tangisku diatas panggung . Let’s not… itu adalah lagu favoritnya.. Para ELF mungkin tidak akan merasa curiga mengapa aku menangis. Mereka hanya tahu bahwa lagu ini menyedihkan. Namun tidak dengan hyung-hyungku dibelakang. Mereka tahu betul apa arti tangisanku ini. Tangisan yang bahkan aku rela melakukannya sepanjang waktu asalkan dia kembali kesisihku. Kembali memelukku dalam diam namun menenangkan. Aku ingin yeojaku… yeoja yang dulu begitu mencintaiku dan aku cintai namun aku menyia-nyiakannya. Hingga membiarkan takdir yang mengambil alih untuk membalasku.

Leeteuk POV

“hyung… aku benar-benar tidak mengenal kyuhyun lagi sekarang”

“hyung… kyuhyun tidak mau makan”

”hyung… kyuhyun tidak mau tidur”

“hyung… kyuhyun menangis lagi”

Hanya itulah yang selalu kudengar dari para dongsaengku. Uri evil magnae sudah tidak ada lagi. Kyuhyun yang selalu jahil, kyuhyun yang selalu mengumbar skandal hyung-hyungnya, kyuhyun yang selalu berteriak-teriak saat tengah malam karena kalah main game, kyuhyun yang selalu manja, semua itu sudah tidak ada. Yang ada hanya kyuhyun yang selalu murung. Kyuhyun yang hanya menghabiskan waktunya untuk diam diatas kasur sambil sesekali menangisi foto gadis cantik yang ada dipigora itu. Bahkan mayat hidup pun lebih baik dibandingkan dengannya yang sekarang.

Ia hanya akan menjadi kyuhyun yang biasa jika didepan kamera. Disaat-saat itulah kami akan melihat kyuhyun yang lama. Kyuhyun yang hidup. Kyuhyun yang lebih terlihat manusiawi dengan segala tingkahnya yang menyebalkan. Aku benar-benar merindukan kyuhyun yang seperti itu di dorm kami. Kyuhyun yang dulu, sebelum gadis itu, malaikat itu pergi dan menjauh dari kami.

Flashback

Keadaan kyuhyun yang begitu memprihatinkan membuat para hyungnya bekerja ekstra keras.  Kyuhyun, dongsaeng kesayangan mereka kini hampir sekarat. Ia kehilangan oksigennya. Kehilangan pegangan yang selama 2 tahun ini ia gunakan sebagai penopang hidupnya. Kim Ji Soo. ya, wanita hebat yang bisa memberikan dampak sebegitu dahsyat bagi seorang setan seperti cho kyuhyun.

Sejak kejadian ji soo memustuskan hubungan dengan kyuhyun ia benar-benar tidak bisa dihubungi. Ia bagai hilang ditelan bumi. Mereka mencari ke rumah ji soo dan tempat –tempat yang dikunjungi ji soo. semuanya nihil. Mereka semua harus menekan emosi dan harga dri untuk mencari keberadaan ji soo setelah penghinaan yang mereka dapatkan. Itu adalah jalan satu-satunya yang bisa mereka lakukan untuk mengembalikan kyuhyun menjadi seperti semula. Sungguh hal yang mustahil menyuruh cho kyuhun melupakan ji soo. bahkan heechul sendiri menyadari itu dan akhirnya membantu pencarian Ji soo.

Hampir 2 minggu sudah. Namun hasilnya tetap nihil. Mareka kini benar-benar tak ada harapan. Hingga suatu malam, saat mereka pulang dari merayakan sebuah award. Hanya ada super junior. Karena itu adalah kegiatan tak resmi yang mereka adakan sendiri. Segerombolan orang tak dikenal menculik mereka semua. Meski semua anggota super junior adalah laki – laki, tak ada yang berdaya jika obat bius telah berbicara.

Kyuhyun POV

Kami tak mengingat jelas kemana kami dibawa. Kami merasa bahwa semua tiba-tiba gelap. Dan untuk berapa lama kami disekap dalam sebuah ruangan yang gelap dan dingin. Hanya orang gila yang mau tinggal ditempat seperti ini. Bahkan kamar mayatpun akan terlihat lebih baik. setidaknya disana cukup dengan penerangan.

“Kyuhyuna????? Ireona!!! Heechula, haeya, eunhyuka, shindonga, wonnie, minnie, wookiya, yeseunga… ireona dongsaeng. Irona” sayup-sayup kudengap leeteuk hyung memanggil nama kami satu persatu. Ruangan ini memang gelap. Namun aku bisa merasakan bahwa kami diikat kuat secara melingkar. Yang aku tahu bahwa ada leeteuk hyung dan heechul hyung mengapitku.

“Hyung… odiya???” tanyaku

“molla…” hanya itu yang dikatakan hyungku. Kami semua sudah sepenuhnya sadar. Namun tak ada yang berani bersuara diantara kami. Kami benar-banar asing dengan suasana seperti ini. Kami benar-banar ketakutan. Suasana begitu hening dan mencekam. Hanya terdengar suara isakan donghae dan ryeowook.

“chakkaman…” bisik heechul hyung pada kami.

“w…wae???” tanya kami serentak dengan intonasi yang berbisik juga.

“kalian dengar itu???” katanya. Kami semua benar-benar memasang pendengaran dengan sebaik-baiknya. Tak ada suara apa-apa. Hingga…

“kalian dengar itu. Nafas itu… itu bukan suara nafas dari kita kan???” kata heechul hyung memperjelas hal tadi ia maksud. Dari situlah aku mulai menyadari. Ada kehidupan lain selain kami disini. Suara nafas itu terdengar begitu berat dan tersengal. menjelaskan bahwa orang itu sangat tersiksa. Apa itu juga orang yang diculik seperti kami juga???

“n…nuguya??? apa ada orang??? Agashi… tolong jawab kami. Ini dimana. Agashi… agashi…” teriak leeteuk hyung.

CKLEK…..

Dalam seketika ruangan menjadi begitu terang saat saklar lampu dinyalakan. Mataku sedikit sakit saat cahaya mulai menerobos paksa melalui mata kami. Sungguh penyesuaian yang tidak mudah. Pandangan kami perlahan mulai jelas. Tak ada yang istimewa ditempat ini. Hanya sebuah gudang tua berdebu. Untung aku tadi mengenakan masker. Jika tidak, aku yakin pneumotoraxku sudah kumat. Dan seorang yang terikat disebuah kursi. 5 meter dari kami.

Ya tuhan, apa saja yang telah mereka lakukan. Dia seorang wanita. Kami tidak bisa melihat wajahnya karena ia menunduk dengan semua rambut yang hanya sebahunya itu menutupi hampir seluruh wajahnya. Terdapat luka seperti bekas cambukan disekujur badannya. Kami benar-benar ketakutan sekarang. Apakah dia sudah mati??? Apakah kami korban selanjutnya??? Berbagai pertanyaan gila mulai terlintas dibenakku.

BYUR…

Entah dari mana datangnya. Dua orang berbadan besar dengan dandanan preman tiba-tiba datang dan menyiram wanita itu dengan seember air. Tentu itu membuat kami kaget. Perlahan wanita itu, mulai sadar dan mendongakkan wajahnya. Ya… tuhan!!! Hanya itulah lagi-lagi yang bisa aku katakan. Wajahnya babak belur, dengan darah yang sudah mengering diberbagai tempat. Namun satu hal yang mulai aku sadari. Hal yang benar-benar takku duga. Suatu pemandangan yang menyakitkan bagiku. i..itu ji soo ku. Ji soo yang telah dua minggu menghilang dari jangakauanku.

“Ji…jisoya”

“Ji…so sshi”

Kataku, leeteuk hyung, heechul hyung, donghae, dan yeseung berbarengan. Karena hanya mereka yang bisa mendapat lingkup pandang sampai pada tempat Ji soo berada. Sedangkan aku sendiri berada lurus dengannya.

PLAK…

“Ya… apa yang kau lakukan???” teriakku emosi. Begitu pula dengan hyung-hyungku. Mereka semua berontak. Meski aku tahu mereka semua sakit hati pada ji soo, aku yakin hati nurani mereka masih mengenal batas-batas kemanusiaan untuk menghakimi seseorang.

“Ya… nona!!! Bangunlah jika kau tidak ingin melihat teman-temanmu merasakan hal yang sama denganmu” kata salah satu dari mereka sambil menjambak rambut Ji Soo kebelakang. Dengan perlahan aku melihat ji soo mulai membuka matanya. mengumpulkan kesadaran yang entah tinggal berapa persen.

“K…kyu!!! oppadeul !!! Kyuhyuna!!!” ia langsung menyebut namaku saat ia tahu apa siapa yang ada didepannya. Ia juga berusaha berontak namun sepertinya ikatan itu terlalu kuat.

“Ji…jisoya”

“Ji…si sshi”

“Gwaenchanayo???” tanya kami lagi-lagi berbarengan. Dan ia henya mengangguk. Ia tersenyum padaku. Membuatku tidak lagi kuat untuk menahan air mata. Aku benar-benar tidak tega. Aku berjanji akn membunuh siapa saja yang melakukan hal ini.

“Wow… so romantic. Bukankah ini pemandangan yang sangat indah. Antara Ji soo sang pesakitan dan kawan-kawannya” kata laki-laki dengan perawakan mirip siwon. Namun dia terlihat lebih bengis. Kentara sekali bahwa urat kemanusiaannya sudah putus.

“Ya… Hyun sik brengsek. Apa maksudmu membawa mereka semua kasini hah??? Mereka sama sekali tidak ada sangkut pautnya denganmu” teriak ji soo dengan wajah penuh amarah.

“Jinjayo??? Setidaknya mereka bisa membuatmu buka mulut, Ji soo sayang” katanya dan dengan seenaknya dia menjilat pipi ji soo yang sudah penuh luka serta keterlaluannya lagi ia kemudian menampar ji soo dengan keras. Bahkan aku harus menutup mata karena tidak tega.

“Ya… apa yang kau lakukan?” teriak heechul hyung

“wow… apa yang aku lakukan? Aku hanya membuat teman kalian yang begitu cantik ini mengakui sesuatu. Dan sepertinya ini akan menjadi malam yang menarik. Apalagi disini ada cho kyuhyun, kekasih tercinta” kata laki-laki itu sambil mengelus pipiku.

“lepaskan tangan kotormu darinya” teriak ji soo sekali lagi

“ow… leadernim, bagaimana ini? Aku tidak boleh menyentuh evil maknae” rengek orang yang sedari tadi dipanggil hyun sik oleh ji soo pada leeteuk hyung. kulihat leeteuk hyung hanya menanggapinya dengan wajah dingin.hingga pada akhirnya orang itu kembali membelai wajahku. Bukan lagi menggunakan tangannya, melainkan ujung pistol.

“Brengsek… satu saja luka kau timbulkan di tubuh mereka akan kubunuh kau” teriak ji soo membuatku dan yang lain membelalak. Sungguh dia sangat berani.

DOR…

ARGH…

“Ya… brengsek apa yang kau lakukan pada yeojaku hah? Memang salahnya apa? Dan apa hubungannya dengan kami???” teriakku karena aku sudah tidak bisa sabar lagi. Dia denagn seenaknya menembak kaki Ji soo. Jika seperti ini ji soo bisa tewas.

“oh… jadi kalian belum tahu??? Kekasih dan teman kalian ini adalah agen orang janius yang dengan bodohnya membuang harta karun kami. Dia itu ilmuan pilihan dari lab F.B.I. kalian dengar itu??? F.B.I” hyun sik berkali kai menekankan kata FBI pada ku dan anggota super junior lainnya.

“M…mwo???” kata kami serentak. Aku ingin mencari kebenaran dari matanya. namun ia hanya memejamkan mata. Ji soo ya, kumohon bertahanlah.

“hahaha… sebuah ironi yang memuakkan. Cob…” omongan hyun sik terpotong oleh seseorang yang entah membisikkan apa kepadanya. Yang jelas ia langsung pergi begitu saja. Yang ada kini hanya kami dan ji soo yang kini perlahan kembali membuka matanya.

“J…ji soo ya!!! Jelaskan padaku” mohonku padanya.

“mianhae… kyu. Mianhae hyungdeul!!!” hanya itu yang ia ucapkan.

“bertahanlah saeng…”kata leeteuk hyung

“kami akan selalu bersamamu  ji soo sshi. Seharusnya kami yang meminta maaf pada mu” kata heechul hyung tulus. Kami semua meneteskan air mata. Kami benar-benar tidak menyangka tentang hal ini.

“Ji soo ya, ada apa ini? Maukah kau menceritakan hal ini pada kami???” kata leeteuk hyung halus. Dan tanpa menunggu lama, ia pun mulai bercerita tentang segala hal yang membawanya hingga kesini.

Ji Soo POV

“malam itu, sehari setelah aku mendapatkan penglihatan. Setelah 8 tahun pasca aku dilahirkan didunia dalam kondisi buta. Aku menyaksikan kedua orangtuaku dibunuh didepan mataku sendiri. Dan juga kakakku. Kakak yang begitu aku sayangi. Kakak yang selalu mendampingiku saat aku sedih. Karena jujur, kedua orang tuaku sama sekali tak menerima kehadiranku yang cacat. Apalagi cacat penglihatan.

“Oppa… bagaimana bentuk cahaya itu??? Kenapa semua orang bisa melihat dengan cahaya??? Apa oppa bisa membelikanku satu cahaya agar aku bisa melihat wajah oppa???” itulah pertanyaan yang kuajukan pada oppaku setiap harinya. Hingga hari itu datang membuatku untuk yang pertama kalinya bersyukur jika aku masih dalam kondisi buta.

Aku hanya bersembunyi didalam lemari, berkelut dengan ketakutan sekaligus berharap aku bisa selamat. Namun lagi-lagi keberuntungan tidak difihakku. Orang itu menemukanku dan hampir memperkosaku. Entah apa yang aku lakukan hingga akhirnya aku bisa melarikan diri. Mungkin tanpa sadar aku juga membunuh orang itu??? Nan mollayo.

“Soo ya!!!” panggil kyuhyun lirih.

“mianhae ji soo sshi” kali ini leeteuk oppa yang berbicara

“lalu apa hubungannya denagn ini semua?” tanya yeseung oppa.

Dua minggu lalu, aku baru tahu bahwa semua itu sudah disetting. Mereka, yang ternyata para ilmuan besar yang sepuluh tahun lalu dipecat secara tidak hormat oleh FBI karena telah melakukan riset ilegal besar-besaran mengenai virus yang bisa mempercepat evolusi manusia. Terutama mengenai kecerdasan otak. Demi menghasilkan manusia-manusia berkali lipat jenius dari pada einstein di pinggiran california yang terpencil. Pemimpinnya adalah Kim Jong Il. Namun mereka gagal. Karena ayahku yang ternyata juga ahli riset FBI menemukan ada sesuatu yang abnormal disana. Karena itulah mereka sangat marah dan berniat mengahancurkan ayahku. Semua daftar riset itu dipegang ayahku dan disimpan di sebuah ruang khusus di markas FBI yang hanya aku yang tahu kodenya. Karena pada dasarnya kehidupanku daria awal sudah dipersiapkan untuk itu.

Ayahku tau tentang semua pembunuhan tersebut. Makanya dia mentipkanku pada seorang temannya yang merupakan pemegang jabatan tertinggi di FBI saat itu. Mulai dari situlah semua dimulai. Meski awalnya itu adalah ilegal, FBI ternyata juga tertarik untuk mempelajarinya. Hanya mempelajari dan menyempurnakan. Bukan membuatnya sebagai produksi massal. Dan aku adalah orang yang mereka pilih untuk melakukan penyempurnaan itu. Setelah selesai aku langsung menghancurkan riset itu dengan tanganku sendiri disaksikan oleh seluruh petinggi FBI. Mereka ingin membalas dendam padaku kali ini. Tapi sebelum mereka membunuhku, mereka menyuruhku mengatakan dimana arsip asli virus tersebut yang memang belum sempat aku hancurkan.”

“Soo ya… k…kau!!! jadi karena ini kau selalu menutup dirimu pada orang lain? Karena ini kau tiba-tiba meminta putus dariku dan juga menjauhi kami agar mereka tidak mengetahui siapa kami?” kata kyuhyun terbata-bata, aku tahu dia terkejut.

“dan dengan bodohnya kalian malah mengumbar namaku kesana kemari, bertanya sana-sini. Kalian menggagalkan rencanaku tahu?” kataku dengan nada yang kubuat kesal

“kim ji soo… kau tahu betapa takutnya aku? Cemasnya aku? Dan sedihnya aku melihat dirimu seperti ini? Dan sempat-sempatnya kau bercanda?” teriak kyuhyun dengan wajah panik namun air mata terus menetes diwajahnya.

“Kau benar-benar tidak waras Ji soo sshi!!!” sindir heechul oppa. Namun sedikit senyuman terlukis diwajahnya. Hei… sepertinya ia sudah tidak marah lagi denganku.

“leeteuk oppa, heechul oppa, yeseung oppa, shindong oppa, sungmin oppa, donghae oppa, ryeowook oppa, eunyuk oppa, dan kyuhyuna!!! Mianhae karena membuat kalian seperti ini. Tapi jangan khawatir. Aku sudah menduga akan jadi seperti ini. Namun aku sama sekali tidak menyangka akan secepat ini. Jadi aku sudah mengantisipasinya. Kalian sudah kumasukkan daftar sebagai orang dengan prioritas utama FBI. Jadi keamanan dan privasi super junior tetap terjaga. Kalaupun ini akan berlanjut hingga berhari-hari kemudian, tak akan ada yang tahu jika kalian diculik. Kalian aman. Sepertinya orangku sudah ada didepan. Makanya hyun sik sibuk menghalau mereka.”

“kau… wae??? Kenapa hanya kami? Kita bisa keluar dari sini bersama-sama… kita” ucapan leeteuk oppa terpotong saat hyun sik tiba-tiba datang dan menendang perutku hingga aku jatuh bersama kursi yang memang terikat dengan tubuhku.

“ya… apa yang kau lakukan???” teriak kyuhyun dan heechul oppa berbarengan. Orang itu terlalu frontal.

“Berani-beraninya kau mengutus anak buahmu kesini hah? Membunuh semua anak buahku. Setelah apa yang ayahmu lakukan kepada ayahku, membuat keluargaku hancur, sekarang kau ingin menjadi pahlawan bagi manusia-manusia picik ini hah?” teriak hyun sik sabil sesekali menendang ku.

“mereka bukanlah orang seperti itu. Mereka jauh lebih mulia daripada setan sepertimu kim hyun sik” teriakku. Aku benar-benar tidak terima dia menghina super junior.

“jinjayo… kita lihat bagaimana jika orang mulia ini merasakan sedikit sensasi dingin dan sakit sekaligus?” tanpa menunggu jawaban dariku, di langsung berjalan kearah kyuhyun yang sedikit menggoreskas pisau dilehernya. Darah mulai mengucur dari leher kyuhyun.

“BRENGSEK KAU… APA YANG KAU LAKUKAN. AKU AKAN BENAR-BENAR MEMBUNUHMU JIKA DIA SAMPAI MATI” teriakku.

“ow…tenang saja, tidak hanya pangeranmu tapi mereka semua akan aku kirim kesurga” jawab hyun sik santai. Dan sepertinya kali ini dia tidak main-main. Kini dia juga menggoreskan pisau itu dileer heechul oppa.

“BUNUH AKU JIKA ITU YANG KAU MAU. BANUH AKU… ANGGAP SAJA AKU SEBAGAI TEBUSAN UNTUK MEREKA. CUKUP… JANGAN SAKITI MEREKA” teriakku mulai tak tentu arah karena ia memperpanjang goresan yang ia buat tadi hingga hampir setengah lehernya. Dan saat aku teriak seperti itu ia pun berhenti.

“s…so…ya!!! jangan bodoh” teriak kyuhyun. Namun aku mengabaikannya.

“aku tidak akan meminta lebih. Aku hanya ingin tanganmu ji soo sshi”

“m…mwo???” tangan? Apa dia sudah tahu ? bagaimana mungkin?

“steven, marcus, il woo, radit, dan fee! Aku harus berterima kasih pada mereka. Awalnya sulit, tapi akhirnya dengan sedikit paksaan, akhirnya mereka mengaku. Formula itu… ada ditanganmu. Mereka mengukirnya disepanjang  garis tanganmu. Dari pada aku repot-repot membawa seluruh badanmu untuk kuteliti, bagaimana kalau kita potong saja” manusia itu benar benar tak beradab. Ia bahkan telah menyiapkan segalanya dengan baik. sebuah samurai panjang tersemat rapi di belakang coatnya.

“lakukan saja dengan syarat bebaskan mereka. Kalaupun memang mereka harus mati, mereka layak mendapat kematian yang lebih mulia daripada ditanganmu, brengsek” balasku dengan wajah dingin yang biasa kugunakan.  jujur aku sedikit takut. Tapi, membayangkan keselamatan mereka membuatku rela melakukan apa saja. Mereka  orang pertama yang memperlakukanku sebagai manusia. Memperlakukanku sebagai Ji Soo. mengenalkanku apa itu keluarga, mengenalkanku segala hal tentang menjadi seseorang yang manusiawi. Terutama Kyuhyun, he’s someone who make me life. Aku sangat berutang budi karena itu.

“Deal…” teriak hyun sik. Meski aku sudah pasrah, bolehkah aku sedikit berharap bahwa para anak buahku bisa datang tepat waktu???

“Soo ya… apa yang kau lakukan”

“ji soo sshi… jangan gila”

“apa kau ingin mati”

Itulah respon mereka. Namun aku hanya tersenyum pada mereka. Dua tahun bersama kyuhyun dan super junior, tak pernah sekalipun aku ramah pada mereka. Untuk sekali ini saja aku ingin menebus kesalahan itu.

Aku hanya bisa berdo’a dikala hyun sik mulai mengacungkan pedangnya. Pertanda bahwa ia benar-benar akan melakukan niat gilanya itu.

“ada hal yang ingin kau sampaikan pada mereka jika kau nantinya mati kim ji soo sshi???” tanya hyun sih dengan neda mengejek. Namun tak ku hiraukan itu. Yang kufikirkan adalah bagaimana cara memanfaatkan kesempatan ini. Dan satu yang kulakukan adalah…

“kyuhyun oppa… saranghae” meski lirih, aku tahu ia mendengarku. Karena aku lihat dia juga mengucap na do. Kupejamkan mataku. Mencoba mengingat masa-masa bahagiaku yang kusadari hanya saat bersama kyuhyun dan oppaku yang aku sendiri hampir lupa kapan tepatnya itu terjadi. Berharap kebahagiaan yang begitu singkat itu bisa sedikit meringankan sakitku. Kurasakan semilir angin tipis. Ikut terhanyut dalam alam antara hidup dan mati. Sayup sayup kudengar mereka berteriak namaku. Aku hanya tersenyum. Damai. Itulah yang kini aku rasakan. Hingga beberapa saat kemudian suasana menjadi hening bersamaan dengan rasa sakit luar biasa yang dimulai dari kurang lebih 15 cm diatas pergelangan tanganku. Ingin rasanya berteriak sekeras-kerasnya. Tapi hyun sik telah menyumpal kuat mulutku. Mungkin mati akan menjadi pilihan yang lebih baik dari pada merasakan hal ini.

Tetesan air mataku bagai tanda terakhir bahwa sampai disinilah batas kekuatanku. Secara tiba-tiba rasa lelah yang teramat sangat kurasakan. Dingin dan juga beberapa kilasan-kilasan masa lalu terlintas. Sama persis dengan apa yang kyuhyun katakan di acara strong heart saat ia hampir diujung maut karena kecelakaan laknat itu. Kecelakaan yang hampir merenggut hidup kekasihku.

Indah saat kenangan itu bersama kyuhyun dan begitu menyakitkan saat aku kembali melihat begitu dibencinya aku dulu oleh orang tuaku sendiri serta betapa mengerikannya malam itu. Malam berdarah yang mengakhiri kebahagiaanku. Jadi ini rasa menjelang mati yang dikatakan kyuhyun? Kyuhyuna, Aku merasakannya sekarang.

 

 

Cho Kyuhyun POV

Aku benar-benar tidak bisa berkata apa-apa. Ia benar-benar melakukannya demi kami. Ia benar-benar mengorbankan tangannya. Tangan indah yang selalu kupegang, tangan indah yang selalu kukagumi karena hanya dengan sentuhannya bisa membuatku begitu nyaman dan rileks. Tangan yang nantinya kuimpikan akan kupasangkan cincin pengikat kami berdua di jari manisnya. Ia merelakan itu demi kami, demi aku. Soo ya… aku tidak tahu harus berkata apa. Kau terlalu baik atau kau memang gila dan bodoh.

Aku hanya bisa diam. Aku bahkan hampir kehilangan akal sehatku. Aku melihatnya sendiri dengan kedua mataku, saat permukaan samurai itu mulai mendekat dan dengan mudahnya memisakan tangan ji soo dari tubuhnya. Darah segar itu mengalir dengan derasnya. Dan aku sedikit lega, belum sempat orang itu lari, pasukan yang dijanjikan ji soo pun datang. Bukan hanya puluhan melainkan ratusan. Dan secara serentak mereka melepaskan peluru dengan arah sasaran yang sama. Kim hyun sik. aku yakin ini adalah pertandingan gladiator versi abad 21. Kami yang duduk dibawah mulai merasa basah karena darah dari JI soo san hyun sik.

“soo ya… ireona” panggilku sambil memeluknya sesaat ikatan kami dilepas. Namun tak ada respon darinya. Heechul hyung yang ada disampingku sibuk membebat tangan ji soo agar darah yang keluar tidak semakin banyak.

“YA KIM JI SOO. BANGUNLAH…” teriakku sekali lagi. Aku tidak sanggup jika harus kehilangannya sekarang. Aku tidak sanggup.

“KIM JI SOO KAU DENGAN MUDAHNYA MEMBUATKU JATUH CINTA PADAMU, DAN SEKARANG KAU INGIN MATI SEPERTI INI HAH??? DEMI TUHAN, TOLONG JANGAN TINGGALKAN AKU JI SOO-YA. AKU TIDAK BISA HIDUP TANPAMU. JEBAL, JADILAH GADIS BAIK SEKALI INI SAJA. JANGAN LAGI MENJADI WANITA BRENGSEK UNTUK KEDUA KALINYA DIHADAPANKU. YA…KIM JI SOO!!!”

“suaramu membuatku tul…mmpfh” sungguh lega rasanya. Setidaknya dia kini masih hidup. Eksistensinya masih bisa kuraih. Dengan segera aku langsung mencium bibir mungilnya yang kini telah penuh luka. Rasa anyir mulai merasuki rongga mulutku. Sejenak ku mulai tersadar, rencanaku satu bulan lalu. Entah itu pertanda akan hari ini atau apa, tiba-tiba aku ingin mengajaknya menikah. Bahkan aku sudah membeli cincinnya. Persetan dengan umurnya yang masih 17 tahun.

Dengan lembut kulepaskan ciumanku. Ji soo terlihat akan kembali memejamkan mata. Namun aku kembali meneriakinya. Dan bersyukur dia masih bertahan.

“menikahlah denganku” kataku sambil menunjukkan cincin yang sengaja kubawa kemanapun aku pergi. Sungguh miris, karena aku harus mengikat janji suci bersama yeojaku dengan cara seperti ini. Dia memberikan gelengan lemah sebagai jawabannya.

“jebal… untuk kali ini saja. Kau mencintaiku kan???” dengan mantap ia mengangguk

“jadi menikahlah denganku. Hiduplah bersamaku selamanya ji soo… siwona!!! Kau, jadilah pastor untuk kami” aku tak ingin membuang waktu lagi. Sepertinya siwon pun tahu dengan jelas maksudku, dan segera bersiap dihadapan kami.

Aku cho kyuhyun memintamu untuk menjadi pasangan hidupku sekarang dan selamanya. Memintamu untuk menjadi istriku, ibu dari anak-anakku, sahabat sekaligus pendampingku dalam mengarungi kehidupan ini. Menerimaku dalam keadaan sehat dan sakit, suka dan duka, kaya dan miskin. Menerimaku untuk saling menyaksikan perjalanan hidup bersama hingga masing-masing dari kita menua dan tak sanggup lagi menjalani kehidupan. Denagn janji suci bahwa akan selalu menjagamu, membahagiakanmu, dan melindungimu setiap harinya hingga aku tak sanggup lagi melakukan itu  saat maut itu datang menjemput dengan cinta yang semakin hari semakin banyak. Di kehidupan ini dan juga selanjutnya.

Janji itu terucapkan olehku dengan lancar. Ani, karena berkali-kali aku harus menahan tangisku.namun ji soo hanya diam dan memandang lurus kearahku. Ia juga menangis.

“jebal ji soo ya!!!” bisikku

A..ku, Kim…ji…s…sso ber…jan…ji me…nerim…amu cho kyu…hyun un…tuk men…jadi pen…dam…ping hidup…ku sek…arang dan sela…m…anya. Mene…rima…mu da…lam kea…daan seh…at dan sak…it, su…ka dan du…ka, ka…ya dan mis…kin. Ser…ta berja…nji men…cintai…mu seku…at ya…ng ak…u bi…sa. Sek…ara…ng dan ju…ga na…nti.( Aku, Kim ji soo berjanji menerimamu cho kyu hyun untuk menjadi pendamping hidupku sekarang dan selamanya. Menerimamu dalam keadaan sehat dan sakit, suka dan duka, kaya dan miskin. Serta berjanji mencintaimu sekuat yang aku bisa. Sekarang dan juga nanti.)

 

 “Gomawo… jongmal gomawo. Bertahanlah Cho Ji Soo” ucapku setelah aku memasangkan cincin di jari manis kirinya dan ia melakukan hal yang sama dan kemudian aku menciumnya. Setelah itu pihak medis membawanya pergi.

Tak ada jejak yang ia tinggalkan. Semua kembali seperti semula. Hanya saja satu yang berbeda, aku kini telah memiliki pasangan yang telah kupilih secara mutlak menjadi pendamping hidupku. Hingga satu bulan kemudian asistennya datang memberi surat yang katanya dari Ji Soo… ia bilang bahwa ji soo baru saja sadar dari komanya.

Dear kyuhyun,

Haruskah aku memanggilmu nampyeon??? Aish… itu aneh sekali. Aku tidak Membayangkan bagaimana kau yang selalu berteriak gara-gara game, mengusili hyungmu, dan banyak hal Kkonyol lainnya berlaku sebagai seorang suami.

Ya tuhan…

Sepertinya hidupku akan dalam bahaya!!! Oh ya, aku tak akan berbicara banyak padamu. Terima kasih telah memilihku. Aku tidak tahu apa yang kau pandang dariku sebenarnya, padahal semua orang bilang bahwa aku ini monster. Mungkin aku tidak bisa menjadi istrimu yang sempurna, tapi aku akan mencoba yang terbaik.

P.S: Tunggulah aku 2 tahun lagi. Aku akan kembali menjadi orang yeng lebih pantas untukmu dan jangan terlalu dekat dengan seohyun, victoria, sooyoung atau siapa lagi itu. Cemburu itu rasanya tidak enak!!! Arasseo???

Ω

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

We used to love during the many days we were together
We used to hurt together- making each other’s pain our own

Where are you? Can’t you hear my voice?
My pained heart is looking for you
Is calling out to you- crazily

My heart, my tears, my memories of you
Drop by drop, they are falling against my chest
Though I cry and I cry, the memories won’t erase
And again today, I drench my empty heart

We used to like each other- you laughed at my smile
We used to cry together- you were pained by my tears

Where are you? Can’t you see my tired body?
My pained heart is looking for you
Is calling ou to you – crazily

My heart, my tears, my memories of you
Drop by drop, they are falling against my chest
Though I cry and I cry, the memories won’t erase
And again today, I drench my empty heart

Please come back to me- I call out your name every night
And in my exhausted waiting, I wander around and look for you

My love, my tears, our memories
Drop by drop, they are falling against my chest
Though I cry and I cry, the memories won’t erase
And again today, I drench my empty heart

Memories yang kunyanyikan bersama dengan Super Junior KRY dan juga Donghae serta Sungmin Hyung menjadi lagu penutup penampilan kami setelah Mr. Simple, Superman, Sorry-sorry, Let’s Not, dan beberapa lagu lainnya yang telah terlebih dahulu kami nyanyikan. Entah mengapa lagu itu begitu menyayatku. Lagi-lagi kuteringat dengannya. Yeojaku. Cho Ji Soo. Hehehe… benarkah seperti itu?

Tanapa sadar kini aku malah tertawa sendiri membayangkan betapa aneh wajahnya saat aku memanggilnya seperti itu nanti. Marah, malu, tertawa, atau tanpa ekspresi seperti biasanya? Aish… aku benar-benar gila sekarang.

Heechul POV

“Ya… cho kyuhyun, apa kau benar-benar gila sekarang? Sedang apa kau senyum-senyum sendiri disana hah?” bentakku yang mungkin sudah takut setengah mati melihat kyuhyun bertingkah seperti orang gila seperti itu.

“bukankah kau sudah biasa melihatku gila hyung?” tanya kyuhyun dengan muka polos yang dibuat – buat.

“aish… biasanya kau gila saat ada di dorm kyu. Aku tidak mau super junior kehilangan fans gara-gara salah satu membernya  telah terdaftar sebagai penghuni rumah sakit jiwa” kekehku yang mendapat tatapan tajam dari kyuhyun. Tapi bukan master of evil namanya kalau tidak bisa menghadapi evil maknae satu ini. Bukannya takut, aku malah mendekat kearah kyuhun yang kini sedang berdiri di pojok ruangan menghadap cendela. Sejak kepergian gadis itu, entah mengpa berdiri sambil memandang jendela menjadi kebiasaannya. Tanpa ia bilang pada siapa-siapa, semua orang akan tahu jika ia melakukan hal itu, pertanda bahwa ia merindukannya.

“kau merindukannya, kyu?” tanyaku sambil merangkul bahu kyuhyun erat. Kyuhyun sama sekali tak memberi jawaban. Ia hanya mengangguk pelan. Sebisa mungkin kyuhyun menjaga emosinya. Karena ini bukanlah dorm, melainkan tempat umum dimana banyak staff dan fans yang berkeliaran.

“kau masih menunggunya?” tanyaku lagi

“hmm…” jawab kyuhyun mantap

“sampai kapan kau akan menunggunya? Apa kau tidak lelah kyu?” tanyaku dengan hati-hati. Takut kyuhyun tersinggung. Namun jauh dari perkiraanku sebelumnya. Kyuyun menjawabnya dengan santai.

“terkadang aku begitu marah karena ia meninggalkanku begitu saja. Bahkan aku juga bosan untuk menunggunya. Namun ada satu hal yang membuat energiku kembali. Ia bilang akan kembali padaku hyung. Janjinya, meski dia, yah kau tahu sendiri bagaimana Ji Soo, tapi dia adalah orang yang selalu menepati janjinya hyung” kata kyuhyun sambil terkekeh.

“dia tidak tinggi, hanya sebatas lehermu, dia juga kurus meskipun kuakui badannya berbentuk, rambutnya pendek, bajunya selalu serampangan. Tak ada bagus-bagusnya kecuali dia jenius. Oh ya satu lagi dia itu sangat sinis dan galak. Aku heran kenapa kau mau dengannya? Apa jadinya anakmu kelak kyu. Dia pasti akan jadi anak yang kurang kasih sayang. Ck…ck…ck”

“YA!!!HYUNG…Ji soo tidak seburuk itu. Dia itu pecinta anak-anak tau???” teriak kyuhyun

“M…Mwo? aku akan menjadi pembantumu sebulan penuh kalau hal itu terjadi” lawan heechul yang tidak mau kalah. Bukan maksudnya aku mau menjelekkan ji soo. jujur aku juga tidak bisa menyangkal pesona kecantikan alami ji soo. dan juga ketulusan yeoja itu. Hal itu terbukti saat dua tahun lalu, kejadian mengerikan itu sengaja direka oleh sahabat Ji soo agar tidak membuat gempar rekan-rekan ji soo yang lain. dia mengatakan bahwa ji soo mengalami kecelakaan berat sehingga harus dirawat diluar negeri. Kyuhyun yang saat itu benar-benar down, berhari-hari menginap dirumah ji soo. aku sama sekali tak menduga bahwa rumah dari orang sesinis ji soo memiliki suasana yang begitu nyaman.Interiornya berkonsep minimalis klasik. Sangat hangat dan rapi. Kontras dengan penampilan ji soo yang acak-acakan.

Sangat banyak karangan bunga yang datang kealamat ini. Awalnya aku kira bunga itu salah kirim, mengingat pribadi ji soo yang sangat tertutup. Tapi setelah meminta penjelasan dari rekan satu tim Ji soo, kami baru tahu bahwa ia adalah seorang donatur utama di beberapa panti asuhan. Dia juga ternyata pembela HAM di berbagai negara berkembang. Seperti indonesia dan india. Selain itu juga terdaftar sebagai relawan tetap diberbagai negara konflik dan juga miskin. Mulai dari palestina bahkan afrika. Tak heran beberapa karangan bunga ini datang dari duta besar yang merasa terbantu oleh ji soo. meskipun tidak seberapa, namun itu adalah hal yang sangat berarti bukan??? Really unbelieveable for the ice girl lilke her . Kim ji soo yang dua tahun lalu telah berubah nama menjadi Cho Ji Soo.

Cho Ji soo… aku memang tidak percaya adanya tuhan. Namun aku kini cukup percaya dengan adanya keajaiban. bukankah wanita itu sangat hebat? Aku harap kyuhyun dapat kembali tersenyum. Aku lega karena anak itu masih menunggunya. Setidaknya perjuangan Ji soo untuk hidup tidaklah sia-sia. Tunggulah sebentar lagi dongsaenga… kebahagiaan dan nafasmu itu akan segera kembali. Bahkan sebelum kau menutup mata untuk kau membukanya kembali esok hari.

Ω

Kyuhyun POV

Aish.. kemana perginya semua orang bodoh itu? Tidak tahukah mereka kepalaku sudah sangat pusing? Aku ingin tidur… setelah konser tadi mereka langsung mengadakan perayaan. Tapi sepertinya mereka mengerjaiku. Sudah satu jam aku disuruh menunggu disini. Dan mereka belum juga menyusulku.

Saat aku akan menelfon mereka, sebuah foto yang kujadikan sebagai wallpaper handphone menarik perhatianku lebih besar daripada hyung-hyung tak berguna itu. Sambil tersenyum kecil aku mengelus layar handphone itu.

“Bogosipho… Jo-ya…” bisikku lirih

“nado bogosipho kyu…”

 

Author POV

Sebuah hal yang benar-benar tak diduga kyuhyun. Waktu dua tahun yang ia nantikan sebentar lagi akan menjadi sebuah kenyataan. Nafas yang selama ini hampir habis. Mebuatnya berada dalam kepesimisan akan kelangsungan hidupnya. Kini akan segera terisi kembali. Sebuah kenyataan yang akan menjadi babak baru dari kehidupan seorang cho kyuhuyun.

Seorang wanita dengan setelan simple dan dandanan sederhana namun sama sekali tak menutupi kesempurnaan yang ia tampilkan. Skinny jeans, dalaman hitam polos, winter coat putih selutut yang dihiasi aksen bulu di sekeliling lehernya, high heels putih 7 cm, rambut panjang bergelombang yang dibiarkan tergerai, dan make yang hanya sebatas bedak dan lip balm. Perfect…

Dia masuk sebuah ruangan disebuah restoran jepang yang sebenarnya sudah direservasi atas nama super junior. Namun sepertinya sang pemilik sengaja membiarkan ia masuk. Disana. Lagi-lagi dipojok ruangan yang terdapat jendela, dimana view kota seoul terpampang jelas dengan indahnya, seorang laki-laki dengan penampilannya yang acak-acakan duduk. Memperhatikan foto yang ada di handphonenya sambil sesekali menggumamkan sesuatu.

“Bogosipho… Jo-ya…” bisiknya lirih. Hal itu sedikit terdengar jelas saat wanita itu telah berada dekat dengannya.

“nado bogosipho kyu…” jawab wanita itu. Tak ada respon darinya. Hanya gumaman bodoh yang keluar dari mulut laki-laki itu. Ia berkata bahwa memang ia sudah waktunya masuk kerumah sakir jiwa karena ia mulai berhalusinasi.

“kau memang sudah gila Cho kyuhyun… berbicara sendiri dengan foto padahal orang yang asli ada disini”jawab wanita itu dengan nada sinis yang menjadi andalannya. Sejenak laki-laki itu terlihat menegang. Namun ia tetap dengan hati-hati menoleh kebelakang.

 

 

Cho Kyuhyun POV

“kau memang sudah gila Cho kyuhyun… berbicara sendiri dengan foto padahal orang yang asli ada disini”

DEG…

Dengan keberanian  yang sengaja ku kumpulkan beberapa saat, aku memberanikan diri untuk menoleh kebelakang. Mencari tahu apakah ini memang akhir karirku karena aku harus segera dikirim kerumah sakit jiwa.

Sesosok wanita cantik ada disana. Sebuah penggambaran yang sempurna. Salahkah aku jika menganggapnya sebagai maliakat yang turun kebumi dalam balutan coat putihnya itu???

“n…nuguya?” tanyaku sedikit hati-hati. Mungkinkah dia fans fanatik yang sengaja mengikutiku kesini? Namun dia tak menjawab. Ia malah memperlebar bukaan coatnya.

“YA… Apa yang kau lakukan nona? Kau sudah bertindak tidak sopan dengan masuk kesini tanpa izin dan kau malah memb…” omonganku terputus saat sesuatu tergantung indah dileher jenjangnya menarik perhatianku. Kaos hitam yang ia gunakan sebagai dalaman membuat liontin cincin itu tampak bersinar terang. Cincin itu. Aku mengenalnya. Cincin yang sama dengan yang kupakai selama ini. Cincin yang aku simpan dengan baik namun selalu kubawa kemana-mana. Cincin yang aku sematkan di jari manis ji soo dua tahun lalu. Bagaimana dia bisa menggunakannya?

“YA… nona! Kenapa kau memiliki cincin itu. Itu tidak seharusnya menjadi milikmu. Itu milik istriku ARA?” Bentakku. Aku tidak rela wanita manapun memakainya selain ji soo. dengan cepat akupun menarik paksa kalung itu dari lehernya. Dan setelah itu aku mendekap cincin itu. Aku menitikkan air mata lagi… Jo ya… kenapa cincin ini ada pada wanita itu? Kenapa kau tega sekali padaku?

“kau sudah memiliki penggantiku? Apa kau sudah tidak menganggapku sebagai isrtimu lagi? Meskipun pernikahan kita adalah hasil paksaan darimu, tapi aku tetap bersedia. Kenapa sekarang kau mengambil cincin pernikahan kita?” tanya wanita itu. Dengan amarah yang besar, akupun membalikkan badan dan menghadapnya kembali.

“Istriku bukan kau. Memangnya kau siapa hah??? Berani-beraninya mengarang cerita. Kau…” dia tiba-tiba mengelus pipiku sambil memandangku intens. Kembali mengingatkanku pada ji soo. beginilah caranya saat ia menenangkanku. Tanpa bicara. Hanya sebuah sentuhan darinya.

“apa aku mennggalkanmu begitu lama hingga kau melupakanku kyu?”

“ap..apa maksudmu”

“pandang aku kyu. Pandang aku. Cincin itu, cerita pernikahan itu, tidakkah aku mengingatkanmu pada seseorang?” tanyanya. Kini kufokuskan ingatanku. Wajah cantik itu, bibir mungil dan merah itu, mata yang lebar itu, bulu mata yang lentik itu, dan sentuhan yang begitu menenangkan. Itu… aku ingat sekarang. Dia…

TRING…

Cincin yang tadi kupegang pun jatuh. Tubuhku lemas. Bahkan aku hampir jatuh jika dia tidak menahanku. Perlahan ia mendudukkanku di kursiku semula. Aku menyentuh pipinya. Aku takut kalau ini hanya sebuah ilusi. Aku tidak cukup kuat untuk tidak melompat dari atas gedung restoran ini jika ia kemudian pergi lagi. Ia sudah tampak nyata kini didepanku.

“j..joya. kau ji soo ku kan? Kau benar dia kan? Apa aku bermimpi?” racauku. Dan ia mengangguk.

“tap..tapi tangan…”

“aku menjalani pencangkokan di amerika. Otte? Apa kau suka tangan baruku?” tanyanya dengan senyum yang begitu indah. Aku hanya bisa menangis sekarang. Menangisi karena impianku kini menjadi kenyataan dan menangisi kebodohanku karena tidak mengnali istriku sendiri. Tubuhku benar-benar kaku. Hingga kemudian ia memelukku dan sesekali mengecup puncak kepalaku. Salah satu hal yang aku sukai darinya. Bukannya tenang, kau melah menangis keras. Aku tak akan berpura-pura kuat sekarang. Aku hanya ingin melampiaskan semuanya. Aku ingin dia tahu betapa aku takut kehilangannya hingga hampir kehilangan akal sehatku. Dia benar-benar sudah menjadi canduku…

“menangislah… menangislah jika itu membuatmu tenang. Menangislah kyu…” bisiknya. Ya tuhan aku benar-benar merindukannya…

 

 

Cho Ji Soo POV

Separah inikah keadaan kyuhyun selama ini? Apakah aku keterlaluan meninggalkannya pergi selama dua tahun tanpa ada kabar sama sekali? Kyuhyun terus saja menangis. Bahkan coat putihku kini telah basah oleh air mata dan keringat kyuhyun. Sudah hampir satu jam seperti ini. Aku berdiri sambil memeluknya dan ia juga melakukan hal yang sama. Bedanya kyuhyun melakukannya dengan posisi duduk dikursi.

Kurasakan kyuhyun sudah mulai tenang. Ia hanya sesekali terisak dan nafasnya masih tersengal. Aku rasa dia tertidur. Perlahan kulepaskan pelukannya. Benar dugaanku. Matanya terpejam. Wajahnya terlihat benar-benar damai. Kuusap air mata yang tersisa dan peluhnya yang mengucur.

“kyu… kyuhyuna!!! Bangunlah. Lanjutkan tidurmu dirumah kyu… kyu” berkali-kali aku membangunkan kyuhyun. Namun ia hanya meggumam tidak jelas hingga kusadari, dia demam. Suhu tubuhnya tinggi sekali.

“kyuhyuna… bertahanlah. Aku akan membawamu pulang” batinku.

Ω

Mentari pagi menyusup dengan mudahnya. Membuat tidur seorang diranjang king size itu terusik. Dengan perlahan namun pasti, ia mulai membuka matanya. sesekali ia mengerjap untuk menyesuaikan cahaya yang datang. Menggeser kaki dan tangannya disamping tempatnya berbaring. Untuk beberapa lama ia mulai tersadar. Memori malam itu. Kemarin direstoran. Apakah itu hanya sebuah mimpi? Batin laki-laki itu karena jika itu nyata pasti tempat disampingnya kini tidak kosong.

Cho Kyuhyun POV

Harusnya aku memang tidak berharap terlalu banyak. Pada akhirnya ini lagi-lagi mimpi. Seperti biasanya. Dan kamar ini, kenapa hyung-hyung bodoh itu membawaku kesini? Apa mereka mau membuatku semakin tersiksa???

Kepalaku masih sangat pusing. Aku kembali berbaring sambil memeluk foto ji soo. hatiku terlalu sakit untuk kembali mengingatnya setelah aku bahkan merasakan kehadirannya yang begitu nyata kemarin. Tuhan jika kematian akan membuatku lebih baik, ambilah nyawaku saat ini juga. Aku rela. Setidaknya jika aku mati, aku bisa terus melihat ji soo dari surga sana. Kemudian seperti kebiasaanku jika mengingatnya, air mata ini tak bisa ku cegah untuk tidak turun.

Aku terlonjak saat kurasakan sebuah tangan memeluk pinggangku dari belakang. Dan saat aku membalikkan badan,tuhan apakah ini benar-benar nyata atau mimpi? Jika mimpi, jangan pernah bangunkan aku. Asalkan aku bisa bersamanya aku akan melakukan apapun…

“wae??? Kenapa kau menangis lagi?” katanya sambil menghapus air mataku. Aigo… kyuhyun, sepertinya kau sudah bisa menggantikan donghae sebagai prince of tears!

“peluk aku. Peluk aku jika ini nyata dan pergilah jika ini mimpi. Aku tak akan sanggup hidup lagi jika ini adalah sekedar ilusiku seperti biasa. Aku tak sanggup soo ya” bisikku. Bahkan aku tak sanggup lagi untuk sekedar berbicara. Tanpa basa-basi dia memelukku yang kemudian kubalas dengan pelukan yang lebih erat. Kali ini bukan tangis rindu dan kesedihan melainkan tangis kebahagiaan yang aku luapkan.

“bangun dan mandilah setelah itu kutemani kau dedorm suju. leeteuk oppa bilang kau ada jadwal” katanya yang kemudian melepas pelukan kami. Namun aku tidak rela. Aku masih sangat merindukannya. Dengan sigap aku menariknya yang sudah berdiri hingga jatuh tepat diatasku.

“YA…KYUHYUNA!!!NEO…mmpf”

Cho Ji Soo POV

“YA…KYUHYUNA!!!NEO…mmpf” dengan seenaknya ia menciumku. Ani. Dia bahkan menekan tengkukku semakin kuat dan melumat bibirku kasar saat aku berusaha untuk bangun. Namun perlahan aku membalas ciumannya saat ia mulai melembut. Kuletakkan tanganku didadanya sekedar membut posisi kami nyaman.

Kyuhyun benar-benar sudah terbawa dengan nafsunya sendiri. Dia terus menjelajahi bibirku. Dan tak kupungkiri aku pun menikmatinya. Semakin lama, kyuhyun semakin menuntut lebih. Dia menggigit kecil bibir bawahku. Mengerti apa yang ia butuhkan, aku membuka sedikit bibirku.  Memberinya celah bagi kyuhyun untuk memperdalam ciuman kami.

“emmmh…” desah kyuhyun saat lidah kami mulai berpaut. Entah sejak kapan posisiku sudah dibawah badan kyuhyun. Dalam kata lain ia menindihku. Ia memperlakukanku begitu lembut dan hati-hati. Perlahan tengannya mulai menelusup kedalam kemeja putihku. Tangannya yang kokoh dan halus mengelus punggungku dan aku tahu apa yang dia lakukan selanjutnya…

Ω

Cho Kyuhyun POV

Ji Soo meremas pundakku kuat saat tubuh kami mulai bersatu. Aku tahu ia menahan sakit. Melihatnya seperti ini membuatku ingat saat dua tahun lalu. Aku tak tega, sungguh. Dengan perlahan aku menghentikan aktifitasku. Meredam hasrat yang sudah memuncak. Tak peduli jika aku tersiksa daripada melihat ji soo kesakitan.

“w…wae?” tanyanya saat aku sudah menghentikan kegiatanku. Hanya saja aku masih menindihnya. Meletakkan kepalaku ditengkuknya. Berharap dengan menghirup aroma tubuhnya aku bisa melupakan keinginanku.

“aku tidak ingin melihatmu kesakitan karnaku” kataku lirih. Namun ia malah membuatku untuk memandangnya. Wajahnya pucat dengan peluh dimana-mana. Sama sepertiku. Ia mengelus wajahku.

“lakukanlah. Aku tahu kau ingin. Jangan menahannya, ini sudah menjadi resiko jika kita berhubungan badan tuan cho. Lakukan apapun yang kau mau padaku. Anggap saja ini permintaan maafku karena kemarin telah membuatmu tersiksa begitu lama” tanpa menunggu apa-apa lagi, aku langsung meneruskan apa yang tadi tertunda. Desahan-desahan kenikmatan keluar dari mulut kami.serta decakan yang merupakan hasil perpagutan bibirku dan ji soo pun semakin keras terdengar saat ia menyerahkan dirinya denga pasrah padaku. Tubuh indah itu, bibir merah itu, dan harta yang begitu berharga baginya seorang wanita. Semuanya telah menjadi milikku. Dengan ini aku akan mengikatmu selamanya Ji soo sshi. Biarkan aku menjadi egois untuk kali ini. Karena kau adalah milikku sekarang.

“aku telah menunggu begitu lama. Aku mengejar cintamu. menanggung sakit hati karena kepura-puraanmu, ketakutan karena berkali-kali hampir kehilanganmu dan harus menantimu sebegitu lama. Aku tidak akan rela melepaskanmu begitu saja. Kau sekarang mutlak milikku Cho Ji Soo sshi. hanya milikku. Aku tidak akan membiarkan laki-laiki lain merebutmu dariku. Karena kalau ia, ku pastikan siapapun itu akan mati ditanganku” bisikku disela-sela kenikmatan kami berdua. Dan ia hanya mengangguk.

“gomawo… gomawo untuk tetap bertahan demi diriku, gomawo karena kau mau kembali dan menyerahkan dirimu padaku, gomawo atas pagi ini cho ji soo sshi” bisikku sebelum kami memutuskan untuk istirahat sejenak. Tak terasa, kami bercinta hampir 2 jam. Masih ada waktu satu jam untuk istirahat sejenak dan kemudian kembali kerutinitasku.

Ω

Pada akhirnya tak ada yang berubah pada kami, aku tetaplah kyuhyun yang keras kepala, kurang ajar pada hyungnya dan aku tetaplah kyuhyun yang selalu kalah pada ji soo. sedangkan dia tetaplah yeoja dingin yang hanya dengan sentuhannya membuatku bagai tidur ditemani semilir angin surga. Menenangkan. Meski dia kini sudah sedikit bisa berbicara panjang. LOL… Satu lagi, yeoja itu kini telah mutlak 100 % menjadi milik cho kyuhyun. Jadi sama saja mengambil lowongan ke alam baka jika ada yang mencoba untuk merebutnya dariku….

End

ps from admin : author, kamu gak masukin gambarnya sebagai attach. Jadi gak masuk pas kita copy ke wordpress.

23 thoughts on “Someone Who Make Me Life

  1. aaa keren min bkin yg laen lg dong kaya gini ini mah keren banget! :D
    bkin etrharu trus kyuhyun jadi cocweet gituuu aaa <3

  2. wuussshhh…
    cerita nya kueren banget…
    nyilu sendiri mbayangin tangannya jisoo diiris..
    sedih baca betapa tersiksanya kyu
    seneng karena happy ending + skinship nya
    hihihi
    pokoknya daebak lah!!

  3. wow , ff-nya keren banget
    cuman alurnya agak bikin bingung , kayak kurang dijabarin gitu + jedanya yang diatas itu panjang banget sebelum lagu yg liriknya panjang
    tp tetep menyentuh lah

  4. agak tragis krn tangannya sempet d potong, tp untung akhirnya dia pnya tangan lg fiuh.. selamat atas kebahagian kalian stlh penantian yg panjang :-D

  5. makasih atas commentnya…
    hehehe… karena yang comment lumayan banyak…jadi yang aku balas cumayang firs aja ya…:)

    sungguh bikin saya semangat. sebagai gantinya….
    aku bakal bikin ff special ultahnya kyuhyun…
    gimana???

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s