Sister Complex [part 2]

Author : Pupuputri

Main Cast : Cho Kyuhyun, Lee Donghae

Support Cast : Member Super Junior

Rating : AG (All Ages)

Genre : Love/Friends, Super Junior, Chapter/Parts

Ps : Jjang! Yeeei part 2 jadiiiiii!!! Kenapa saya senang? Soalnya saya sempat stuck gimana alur ceritanya, muahahaha! hope you like the story, so happy reading ~

DEBARAN LAIN?

 

CHO JOOYEON POV

Hari ini, iblis itu ada jadwal dengan member SuJu KRY. Jadi, kuputuskan untuk pergi menemui Oppadeul di dorm mereka.

TING TONG.

Belpun kubunyikan, menurut jadwal, mereka ada jadwal jam 8 malam jadi kuputuskan untuk datang setelah aku pulang kuliah jam 5.

“Nuguseyo?” ada jawaban!

“Ini aku Oppa, Jooyeon” jawabku.

“Ah Yeonnie, sebentar”

Tampak seorang namja tampan dan tersenyum yang memperlihatkan gusinya, itu Hyukkie Oppa. Seperti biasa dia langsung memelukku.

“Wah kau pasti kangen pada Oppamu yang tampan ini ya?” narsisnya.

“Yak, monyet! Lepaskan dia!” tiba-tiba Hae Oppa datang menolongku, untunglah.

“Aish jinjja! Kau ini lama-lama bisa seperti si setan itu, Donghae-ah” diapun melepaskan pelukannya.

“Masuklah, Yeon-ah”

“Gomawo, Oppa” akupun memasuki ruang TV yang sedang dipenuhi oleh member SuJu.

“Yeon-ah, tumben sekali kau kesini? Kau tidak tahu Kyu sedang ada jadwal?” tanya Teuki Oppa.

“Ani, aku sudah tahu. Aku hanya ingin berkunjung saja, ohya, aku bawa fruit cake nih!” sodorku sambil memperlihatkan fruit cake yang baru kubeli.

Semua memberpun langsung ribut dan mengerubungi cake itu.

“Gomawo Yeonnie!” ujar semua member.

“Ne~, manhi mokgo!” aku jadi ikut senang.

Tapi rasanya ada yang kurang ya? Oh iya, mana Minnie Oppa? Akupun celingukan mencarinya.

“Kau sedang cari apa, Yeon-ah?” tanya Hae Oppa.

“Minnie Oppa mana?”

“Oh dia ada di dapur” jawabnya sambil menunjuk arah dapur.

“Ne, gomawo Oppa!” akupun berlari menuju dapur.

Kudapati seorang namja dengan celemek pinknya yang sedang masak sesuatu.

“Annyeong~” sapaku tiba-tiba. Dia agak tersentak, haha, kyeopta~

“Aigo Yeon-ah, kkapjakkiya” dia agak mengelus dadanya.

“Mian, Oppa. Oppa sedang buat apa?” tanyaku.

“Bereksperimen. Kau sedang apa disini? Kyu’kan sedang ada jadwal”

“Ani, aku ingin main saja. Ehm..Oppa, boleh aku tanya beberapa hal?” aku mulai menjalankan siasatku.

“Boleh, tanya apa?” tanyanya sambil membuka celemeknya.

“Tapi Oppa janji, jangan beritahu hal ini pada siapapun apalagi Kyu Oppa, ara?”

“Arasseo, nah ada apa dongsaengku?” ujarnya sambil mengembangkan senyumannya.

“Ehm..Oppa yang paling dekat dengan Kyu Oppa’kan?”

“Ne, waeyo?”

“Apa Kyu Oppa pernah cerita soal yeoja yang dia sukai? Soalnya kemarin dia keceplosan bilang sedang menyukai seorang yeoja”

Sejenak diapun tercengang dan kemudian tengok kiri-kanan, memastikan keadaannya aman.

“Akan kujawab, tapi kau juga harus janji jangan bilang pada siapapun, arachi?”

Akupun mengangguk mantap.

“Begini, dulu dia pernah bilang kalau dia sedang menyukai seorang yeoja tapi dia tidak bilang siapa namanya. Dia cuma bilang ciri-cirinya saja”

“Jinjja?” tanyaku antusias.

“Ne, ciri-cirinya itu dia lebih muda 3-4 tahun darinya, berambut panjang, lebih pendek darinya dan ceroboh”

Dari ciri-cirinya, sepertinya memang Lee Cheonsa.

“Dia tidak bilang apa-apa lagi selain itu? Marganya mungkin?”

“Ani, hanya itu saja. Waeyo? Tumben kau menanyakan hal ini?” Minnie Oppa malah balik tanya.

“Aniyo, aku hanya kasihan saja padanya. Dia’kan sudah jadi jomblo cukup lama, aku jadi khawatir padanya” bohongku.

“Hm..memang sih..” Minnie Oppa sepertinya percaya dengan alasanku. Mian, Oppa! Aku membohongimu!

“Hm..apa Oppa tidak berpikir kalau yeoja yang dimaksud itu Lee Cheonsa?”

“Lee Cheonsa? Hm..mungkin saja sih kalau dari ciri-cirinya tapi aku tidak tahu kalau Cheonsa itu ceroboh”

Well benar juga sih, baiklah Lee Cheonsa adalah option pertamaku. Apa mungkin yeoja itu bukan artis? Bisa saja sih, aish! Aku jadi bingung sendiri -_____-;

***

Aku pulang tepat pukul 7, tidak ada siapa-siapa di rumah kecuali Kang Ahjumma. Setelah selesai mandi dan makan, aku iseng masuk ke kamar si iblis itu. Dia tidak tahu kalau aku punya duplikat kunci kamarnya, haha! Aish, ige mwoya? Berantakan sekali kamarnya ini! Dia itu paling tidak suka orang lain masuk kamarnya seenaknya saja, tapi aku ini’kan dongsaengnya, iya’kan? Haha, biar saja! Dia juga sering masuk kamarku tanpa izin. Kubereskan beberapa tumpukan buku yang berserakan di meja belajarnya dan merapikan tempat tidurnya yang acak-acakan itu.

Saat sedang membereskan buku-bukunya, kutemukan sebuah album foto mini. Kubuka lembar demi lembar, foto yang terakhir adalah foto kami sekeluarga. Eomma, Appa, Eonnie, kapan kalian pulang? Bososhipo.., tanpa terasa airmataku mengalir begitu saja. Eomma dan Appa ada kerjaan di Amerika sedangkan Eonnie sedang kuliah S2 di Paris dan aku ditinggal dengan iblis ini di rumah, menyebalkan!

Dengan cepat, kubereskan semuanya dan tiduran di sofa ruang santai. Melihat beberapa foto yang kusimpan di HP-ku dan beberapa menit kemudian, semuanya jadi gelap.

 

AUTHOR POV

Pukul 1 pagi, seorang namja baru saja memakirkan mobilnya di bagasi rumahnya. Suasana di rumah itu sangat hening, sepertinya para penghuni rumah itu sudah tertidur pulas. Diapun langsung memasuki rumahnya setelah memasukan kuncinya. Dia agak terkejut dengan keadaan ruang santai yang terang benderang karena biasanya setiap hari sebelum tidur, pasti ruangan ini selalu gelap gulita.

Diapun menemukan sosok yang amat dikenalinya sedang tidur di sofa tanpa bantal dan selimut. Dia adalah yeodongsaengnya, Cho Jooyeon.

“Aish, dia ini” umpat namja itu yang tak lain adalah Oppanya, Cho Kyuhyun.

Diapun langsung membopong dongsaeng satu-satunya itu ke kamarnya di lantai 2. Untungnya, Jooyeon tidak terlalu berat jadi Kyuhyun bisa mengangkatnya dengan mudah. Ditidurkannya Jooyeon di ranjangnya yang cukup besar. Jooyeon agak menggeliat setelahnya. Kyuhyunpun duduk di sampingnya sambil memperhatikan wajah dongsaengnya itu. Dia menyingkirkan rambut-rambut yang menutupi wajah cantiknya.

“Eomma..” sentuhan tangan Kyuhyun membuat Jooyeon mengigau dan malah memegang tangan Oppanya itu.

Kyuhyun agak terkejut tapi kemudian dia tersenyum sambil menghembuskan nafas panjang, dengan teramat pelan, dilepasnya tangannya itu dari genggaman dongsaengnya. Diapun mengelus pelan rambut Jooyeon dan mengecup keningnya pelan. Sesaat kemudian, Kyuhyun bangkit dan menutup pintu kamar dongsaengnya itu, berjalan menuju ke kamarnya di sebelah kamar Jooyeon.

***

Pagi hari yang cerah di hari Rabu, kamar Jooyeon yang gelap gulita itu tiba-tiba saja terang benderang karena gordennya dibuka lebar oleh Oppanya, membuat Jooyeon sedikit kaget dan membuka matanya perlahan.

“Op..pa?” tanyanya memastikan.

“Oh kau sudah bangun? Kalau begitu, cepat turun, kita sarapan bersama” ajak Oppanya sambil keluar dari kamar Jooyeon.

“Ng? Sarapan? Kau mau aku buatkan apa Oppa?” tanyanya yang masih mengumpulkan semua nyawanya.

“Tidak usah, aku sudah masak bubur kok!” jawabnya di balik pintu.

Perkataan dari Oppanya itu membuatnya melotot tak percaya dan langsung pergi ke bawah untuk mengeceknya. Dan benar saja, 2 mangkuk bubur panas sudah tersedia di meja makan. Dia memandangi 2 mangkuk itu dengan takjub dan tak percaya.

“Yak! kalau kau tidak mau makan juga tidak apa-apa, tidak usah dipelototi begitu!” Kyuhyun jadi agak tersindir dengan sikap Jooyeon.

“Aniya~, akan kumakan kok! Tapi..benar ini buatan Oppa?” tanyanya memastikan lagi.

“Ye, aku ini jarang masak jadi kalau rasanya aneh, jangan protes ya soalnya belum kucicipi”

Dan benar, begitu Jooyeon mencicipinya, rasanya asin. Tapi Jooyeon berusaha tidak mengekspresikannya karena jarang-jarang Oppanya baik seperti ini.

“Otte? Massisseo?” tanyanya gugup.

Sebagai jawaban, Jooyeon menyodorkan sesendok bubur itu ke arah Kyuhyun. Kyuhyun agak ragu juga mencobanya dan akhirnya jawabannyapun keluar dengan keluarnya lidah Kyuhyun.

“Yak! ini asin sekali!” dia mengambil segelas air minum untuk mengusir rasa asin itu.

“Tapi menurutku ini enak Oppa, gomabta~” ujar Jooyeon sambil tersenyum manis.

“Kau ini gila ya? Ya sudahlah, kau habiskan saja, aku minum susu saja” Kyuhyunpun bangkit dan pergi ke kulkas untuk mengambil susu.

Melihat kelakuan Oppanya itu, Jooyeon hanya bisa terkekeh. Itu cukup membuat Kyuhyun agak kesal juga dan ditatapnya dongsaengnya itu dengan tatapan tajam.

“Yak! jangan ketawa! Kau tidak kuliah?”

“Aniyo~, ini hari Rabu dan aku tidak jadwal. Oppa pulang jam berapa gitu?” tanyanya balik.

“Aku tidak pulang hari ini, mungkin besok. Jadwalku padat sekali”

Jooyeon hanya menjawabnya dengan anggukan.

“Kenapa kemarin kau tidur di sofa?” tanya Kyuhyun.

“Aku ketiduran” jawab Jooyeon singkat.

“Sampai sebegitunyakah kau menungguku?” tanya Kyuhyun PD.

“Iiiih, siapa juga yang nungguin Oppa pulang?” sindir Jooyeon.

Yang disindir malah terkekeh. Setelah menghabiskan susunya, Kyuhyun beranjak dari duduknya, hendak pergi menuju jadwalnya yang super padat itu.

“Aku pergi dulu ya, hati-hati di rumah” ucap Kyuhyun sambil mengambil kunci mobilnya dan pergi ke menuju pintu.

“Ne, hati-hati Oppa”

 

CHO JOOYEON POV

Kulangkahkan kakiku menuju kelas dengan lemas. Aish, jinjja! Aku benar-benar kesal pada Raja evil itu! Sudah memaksaku untuk menemaninya latihan dan makan di luar di saat menjelang ujian, sekarang dia menyuruhku untuk datang ke konsernya. Bahkan dia memberiku 2 tiket untuk mengajak Hyorin juga.

Kalian tahu? Dia itu seperti anak TK, aku bahkan tidak yakin anak TK kelakuannya seperti itu! Bayangkan saja, dia menyuruhku untuk menemaninya latihan setiap hari, catat itu! SETIAP HARI. Kenapa pula aku harus menemaninya latihan setiap hari? Dia itu akan tampil dengan SuJu Oppadeul bukan denganku. Aku bahkan seperti tidak punya rumah sendiri karena tidak jarang aku dipaksa oleh si Raja evil itu untuk menginap di dorm. Bahkan kami selalu makan di luar.

Si setan itu bilang tidak tega meninggalkanku di rumah sendirian karena dia tidak bisa pulang ke rumah sesering dulu. Ayolah! Aku sudah kuliah, aku sudah 19 tahun! Apa dia tidak bisa membedakan mana anak umur 9 dan 19? Lalu, bagaimana bisa dia memenangkan olimpiade matematika? Aish! mana sebentar lagi aku akan ada ujian. Pokoknya aku tidak mau tahu, kalau sampai nilaiku turun, aku akan salahkan dia! suruh siapa coba?

“Annyeong Jooyeon-ah~” sapa Hyorin begitu aku duduk di bangkuku.

Aku hanya meliriknya sebentar dan langsung memberikan tiket konser SuJu. Setelah itu, aku langsung tertunduk lemas di mejaku.

“Apa ini?” tanyanya.

“Tiket konser Super Junior” jawabku singkat.

“Omo! Jinjja? Gomawoyo, Yeonnie-ah~” ucapnya girang.

Dan hanya kujawab dengan deheman. Melihatku yang begitu, Hyorin langsung menarik bahuku sampai tegak.

“Yak! wae ddo? Omo! Ne nuni waekure? Seperti panda saja!”

Aish! reaksinya berlebihan sekali!

“Aku begadang belajar” jawabku dan langsung tertunduk lagi.

“Mwo? Ujian’kan masih 3 hari lagi?”

“Si setan itu selalu menggangguku belajar jadi aku harus selalu membaca ulang semua bab”

“Mworago? Jeongmalyo?” tanyanya tidak percaya.

Aku hanya bisa menganggukan kepalaku lemah.

“Aish, keterlaluan sekali Kyuhyun Oppa!”

Mwo? Hyorin punya pikiran yang sama denganku? dengan cepat, aku mengalihkan pandanganku padanya dengan pandangan berbinar-binar.

“Jinjja?” tanyaku memastikan.

“Keure! Keunde..Kyuhyun Oppa tetap keren!”

Aku melongo melihatnya girang begitu. Kutatap sahabatku ini dengan garang.

“Yak! Lee Hyorin! Aish!” aku hanya bisa mengacak rambut frustasi mengatasi bocah satu ini.

***

Aku pulang ke dorm (lagi) dengan wajah ditekuk. Lee Hyorin benar-benar membuat mood-ku tambah rusak saja. Setelah kumasukan kombinasinya, langsung saja aku masuk. Aku sudah tahu sejak lama angka kombinasi dorm SuJu Oppadeul. Si setan itu yang memberitahuku kalau-kalau aku dia suruh untuk mengambilkan barang yang ketinggalan. Aish! sebenarnya aku ini dongsaengnya atau pembantunya sih?

Kalian bertanya kenapa aku tidak pulang ke rumah saja? Perlu kalian ketahui, lagi-lagi si setan itu menyuruhku untuk pulang ke dorm saja. Entah apa tujuannya. Sekilas, ada namja yang menengok ke arahku. Oh, ternyata Donghae Oppa ada disini.

“Jooyeon-ah~, wasseo?” tanyanya sambil membantuku melepaskan tasku.

“Eo~, Oppa sendirian?” tanyaku.

“Ne, bagaimana kuliahmu?”

Kulangkahkan kakiku menuju lemari es di dapur dan mengambil air dingin disana.

“Baik, Oppa sendiri kenapa tidak bersama Oppadeul?” tanyaku penasaran.

“Aku sedang tidak enak badan jadi manager Hyung membolehkanku untuk libur hari ini. Kau sudah makan?”

“Jinjja? Oppa sakit apa?” tanyaku khawatir dan langsung menghampirinya.

 

LEE DONGHAE POV

Hari ini aku tidak bekerja karena terlalu capek. Sepi sekali di dorm, untung saja Jooyeon sudah pulang. Akhir-akhir ini, dia sering menginap disini karena dipaksa Kyuhyun. Aish! dasar bocah evil! Tapi, aku juga tidak bisa bohong kalau aku senang Jooyeon ada disini. Seperti punya dongsaeng baru. Apalagi dia juga jago masak, jadi kami selalu makan masakan enak setiap hari dari koki yang berbeda pula.

Tapi aku sedikit kasihan padanya, harus menuruti semua keinginan Kyuhyun. Padahal sebentar lagi dia ada ujian. Bocah evil itu memang keterlaluan, ditambah lagi Eunhyuk yang selalu menggodanya.

“Jinjja? Oppa sakit apa?” tanyanya khawatir dan langsung menghampiriku.

Dia memegang dahiku dan dahinya secara bersamaan untuk membedakan temperatur kami. Kulepaskan tangannya dan tersenyum padanya.

“Gwaenchanayo, aku hanya kecapekan saja. Kau sudah makan?” tanyaku lagi.

“Aniyo, Oppa mau makan apa? Biar kumasakan” tawarnya dan langsung memakai celemek.

“Hm..apa saja deh!” aku langsung duduk di meja makan.

Dengan gesit, dia langsung mengeluarkan bahan-bahan dari lemari es dan mulai mengolahnya. Aah..pasti asyik punya dongsaeng seperti Jooyeon. Baik, pintar masak dan manis.

“Kau tahu? Kuharap ada yeoja yang memiliki sifat yang sama sepertimu di dunia ini” ucapku.

“Waeyo?” tanyanya tanpa menghentikan aktifitasnya.

“Karena namja yang mendapatkanmu itu pasti beruntung karena memiliki calon sitri yang sempurna sepertimu” ucapku sambil tersenyum.

Dia hanya melihatku sekilas dan balik tersenyum.

“Yang jadi calon istri Oppa justru lebih beruntung lagi karena bisa memiliki calon suami yang baik dan pengertian seperti Oppa”

Aku hanya terkekeh pelan menanggapi pernyataannya yang sama sepertiku.

“Oh ya, kau sudah punya namja chingu?”

TAK.

“Auw!” tiba-tiba dia menjerit karena jarinya teriris pisau.

“Gwaenchana?” aku langsung menghampirinya.

“Ne, gwaenchanayo Oppa”

“Kau ini, hati-hati dong! Kalau berbekas bagaimana coba? Kau ini yeoja, Yeon-ah” ucapku sambil mengambil tensoplas di kotak P3K.

“Mianhae..” ucapnya tertunduk lemas.

Aku tidak menjawabnya dan langsung menempelkan tensoplas begitu selesai memberikan alkohol pada lukanya.

“Sudah. Hati-hati ya?”

DEG!

Tepat saat aku meliriknya, tiba-tiba saja jantungku berdebar keras. Omo! Aku baru sadar kalau jarak kami hanya sekitar 10 cm. Aku juga baru sadar, Jooyeon tampak lebih cantik kalau dilihat dari dekat. Aish! yak, Lee Donghae! Dia itu dongsaeng-mu, ingat!

Segera ku alihkan pandanganku dan segera mengontrol detak jantungku yang terus bertalu-talu ini. Kusimpan kotak P3K itu di tempatnya semula. Tapi saking terburu-burunya, aku malah tidak memperhatikan jalan dan..

BRUK!

 

CHO JOOYEON POV

“Oh ya, kau sudah punya namja chingu?”

DEG!

TAK.

“Auw!” aku menjerit karena jariku teriris pisau.

“Gwaenchana?” Hae Oppa langsung menghampiriku.

“Ne, gwaenchanayo Oppa” ucapku tertahan.

“Kau ini, hati-hati dong! Kalau berbekas bagaimana coba? Kau ini yeoja, Yeon-ah” ucapnya sambil mengambil tensoplas di kotak P3K.

“Mianhae..” ucapku tertunduk lemas.

Aku benar-benar kaget! Tiba-tiba saja dia menanyakan hal itu, otomatis otakku beralih pada Minho Oppa dan tanpa sadar malah mengiris jariku sendiri. Aish! tenanglah jantungku! Aku benar-benar ceroboh! Kalau begini, dia pasti tahu bagaimana perasaanku sekarang. Donghae Oppa tidak menjawabku dan langsung menempelkan tensoplas begitu selesai memberikan alkohol pada lukaku.

“Sudah. Hati-hati ya?” ucapnya.

Aku hanya mengangguk pelan sambil terus menunduk. Donghae Oppa langsung menyimpan kotak P3K itu di tempatnya semula. Tapi saking terburu-burunya, dia malah tidak memperhatikan jalan dan..

BRUK!

“Auw..”

Aku sedikit meringis karena tiba-tiba Donghae Oppa jatuh menimpaku. Kulihat isi kotak P3K yang jatuh berserakan di sampingku. Omo! Aku baru sadar dengan posisi kami yang bisa dibilang ‘bahaya’. Donghae Oppa berada di atasku dan menyangga tubuhnya dengan kedua tangannya agar bisa tetap seimbang. Sedangkan aku sendiri ada di bawahnya.

“O..Oppa, kotaknya..”

DEG!

Kenapa dia terus menatapku? Apa ada yang aneh di wajahku? Aish! kenapa jantungku berdebar tidak karuan begini? Dan sepertinya pipiku juga sudah memerah.

“O..Oppa..anu..”

Aku mulai risih dipandangnya begitu. Bukannya tidak suka, tapi kalau dilihat terus menerus seperti itu, nanti jantungku bisa meledak. Omo! Ige mwoya? Kenapa rasanya lama-kelamaan, jarak kami jadi makin pendek ya?

Aish! badanku tidak bisa bergerak dan suaraku tercekat. Jantungku semakin berdebar keras dan pipiku semakin memanas. Ja..jakkaman! masa sih dia mau..? aish! jangan berpikir yang macam-macam Cho Jooyeon! Sekarang jarak kami sudah kurang dari 10 cm. Omo, omo! Ottokhaeyo?? Aku hanya bisa menutup mataku rapat-rapat.

Seseorang! Cepat datanglah datang!

TBC

Akhirnyeuuuu selesai juga part 2 #ngelapkeringat. Otte? Otte? Baguskah? Gajekah? Tulis komen kalian yaa, saran juga saya terima tapi NO bashing, ok?

31 thoughts on “Sister Complex [part 2]

  1. hahahha seru bgt dtunggu ya lanjutannya..
    oia unt yg part1 ada kalimat ‘bagasi rumah’ hehe bukannya harusnya garasi ya? mian ya lucu aja soalnya pas baca bagian itu :p

  2. demi perut kotak kotak donghae (?) FF nya kereenn :D
    aku tunggu part 3 nya ya eonni >< daebakkk
    semoga kyuhyun sepat dateng itu *tunjuk-tunjuk atas* amin
    hwating eonn !!

  3. Pengumuman buat chingudeul yang belom tahu, saya udah punya blog sendiri #bangga #kibasponi, ada sekitar 5 FF baru yang masih pending di WFF tapi udah saya post di blog saya. Kalo punya waktu, silakan mampir ya~ pupuputri.wordpress.com, gomawo ^_^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s