Sad Fate [part 1]

Author : Hyeeva

Main Cast : Lee Donghae, Park Hee Rim,

Support Cast : Cho Yoon Sae, Kim Heechul, other SJ members

Rating : PG 13

Genre : Romance

PS : untuk chapter 1 diadaptasi dari MV Davichi “ don’t say goodbye “ dan untuk chapter 2 nya Real from my mind. Dan disini penulis sengaja tidak memakai “ POV “ biar terlihat seperti cerita fiksi di novel ^^

 

Dengan Cemass !! saya persembahkan cerita acak kadut ini kepada anda sekalian para permaisuri super junior . .

Semoga tulisan tangan saya yang pertama ini bisa dinikmati oleh para ELF sekalian . . . dengan kekuatan bulan inilah fanfiction “ SAD FATE “ . .

d^_^b . . .

 

05.00 Sore KST

 

Aku terbangun dari mimpi burukku yang sangat mengerikan, napasku terengah-engah. Kini badanku terasa panas dan mengeluarkan cairan keringat yang sangat banyak, aku beranjak turun dari tempat tidurku. Kuraba HP-ku yang tergeletak di atas meja disamping kasurku . .

12 panggilan tak terjawab . .

Aku keluar dan perlahan melangkah ke lemari es untuk mencari sebotol air putih, rasanya lega menenggak air ini. Aku berhenti sejenak dan melirik ke sebuah tanggal yang terpampang di meja kerjaku.

3 Oktober . .

Hari ini deadline-ku menyerahkan materi musikku ke produser Kim . .

***

Aku Lee Donghae seorang composer dan tengah bekerja untuk perusahaan musik terbesar Korea SM entertainment yang sekarang di pimpin oleh Kim Heechul. Aku menjadi composer tetap untuk mereka semenjak 3 tahun belakangan ini. Dan kini aku tengah mempersiapkan 2 lagu untuk salah satu Boyband mereka dan satunya lagi untuk seorang artis solois yang akan memulai debutnya.

***

Aku membuka catatan usangku dan mulai merapikan beberapa materi yang belum kupindahkan dari buku ini ke PC-ku, akibat pesta temanku kemarin yang sampai dini hari, hari ini aku tidak terlalu bersemangat mengerjakan tugas-tugasku yang sedikit lagi akan rampung. Dengan sedikit memaksakan diri aku mulai mengerjakannya. Tiba-tiba HP-ku berdering . .

“ Halo . . “

“ Donghae ahh . . kemarilah ada yang ingin kubicarakan, sekalian bawakan aku materi lagumu “. Produser Kim memanggilku untuk mengunjungi rumahnya sekarang.

Aku bergegas masuk kedalam mobilku dan memacunya menuju rumah produser Kim.

Sesampainya disana aku mengetuk pintu rumahnya, semabari memperhatikan sekeliling rumahnya. Dia tinggal disebuah perumahan yang cukup mewah, perumahan yang hening tidak terlalu ramai. Rumahnya diapit dengan 2 rumah. Disebelah kiri ada sebuah rumah kosong yang beberapa bulan baru ditinggalkan penghuninya. Dan sebelah kanan adalah rumah seorang komedian Korea yang cukup terkenal. Produser Kim membuka pintu rumahnya dan tersenyum melihatku.

“ ini materinya pak “. Ucapku

“ tunggu sebentar disini, aku mendadak kedatangan tamu. Aku bawa masuk ini dan kau tunggu sebentar disini “.

“ baik . . “.

Pak Kim masuk kembali kedalam dan aku memandangi kembali pemandangan yang ada disekiling rumahnya. Rumah ini tidak berpagar langsung berhadapan dengan jalan didepannya. Mataku tertuju pada rumah kosong disebelahnya. Dihalaman rumah itu banyak sekali barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai dibiarkan menghampar begitu saja. Aku mengamatinya satu persatu berharap menemukan barang yang bisa kubawa pulang nantinya.

Lemari itu bergerak . . .

Aku menangkap sebuah lemari using berwarna hitam kusam bergerak-gerak kecil. Aku memperhatikannya dengan seksama. Dengan rasa penasaranku yang tinggi aku perlahan mendekati lemari yang sesekali bergerak itu. Aku memukulnya untuk meyakinkan bahwa tidak ada sesuatu di lemari itu. Namun tiba-tiba lemari itu bergerak kembali dan aku membukanya pelan-pelan, aku sangat kaget, seorang perempuan terkulai lemas tak sadarkan diri diambang pintu lemari itu . . .

***

Aku masih terpaku menatap gadis itu, sampai aku sadar dan melihat keadaan disekelilingku, tidak ada siapa-siapa pikirku, namun mataku mulai waspada pintu rumah pak Kim perlahan terbuka, spontan aku berdiri menutupi gadis itu.

“ Hae, maaf sekali . . sepertinya aku tidak bisa membahas materi itu denganmu sekarang, tamuku masih menunggu didalam, bagaimana kalo besok pagi saja dikantor ? “.

“ I . . iya . . aku akan kesana “. Ucapku sedikit terbata-bata

“ kalau begitu kau bisa langsung pulang “. Pak Kim kembali masuk kedalam rumahnya meninggalkan aku dengan gadis misterius ini.

Sangat lama aku memandanginya, sampai akhirnya aku angkat tubuhnya dan kubaringkan dia di kursi mobilku. Aku pun membawanya pulang kerumahku.

***

Aku membuka pintu rumahku perlahan, dan masuk kekamarku. Aku membaringkannya disana, aku menatapnya lagi untuk yang kesekian kalinya, kemudian kutarik selimut putih bersih agar bisa menyelimutinya malam ini.

Aku kembali larut kedalam aktifitasku, malam ini aku akan menyelesaikan semua pekerjaanku yang masih terbengkalai dari kemarin.

***

Aku menyiapkan sarapan untukku dan gadis itu. Dia sudah bangun dan keluar dari kamarku, dengan muka kaget dia menatapku tanpa bergerak sedikitpun, mungkin dia agak sedikit takut denganku.

“ apa tidurmu nyenyak ? “. Tanyaku padanya yang masih diam tidak bergerak memandangiku.

“ ohh ya, aku tidak tau kau suka susu rasa strawberry atau chocolate, jadi aku putuskan untuk membuatkanmu dua-duanya saja, kemarilah kau pasti lapar . . “.

Gadis itu berjalan perlahan mendekati meja makan yang penuh dengan makanan yang kubuatkan untuknya. Dia meraih segelas susu strawberry dan melahap makanan yang ada didepannya. Dia sangat lapar, dia tidak berhenti menyisakan waktu untuk mengunyah lebih lama makanannya.

“ siapa namamu ? “. Tanyaku disela-sela waktu makan

“ Park Hee Rim . . kau bisa panggil aku Rimmi “.

“ kau . . kenapa bisa ada disana, di . . tempat itu ? “. Tanyaku dengan sangat hati-hati

“ (dia menatapku sejenak ) aku tidak tau mau kemana lagi . . “.

Aku sadar bahwa ada yang sedang dia sembunyikan kali ini, tapi aku berusaha tidak terlalu memperdulikannya.

“ permisi . . “. Gadis itu masuk lagi kedalam kamarku

Aku merapikan meja makan dan meneruskan pekerjaanku yang sedikit lagi akan rampung. Tidak beberapa lama kemudian Rimmi keluar dengan baju yang bersih, dia sudah membersihkan badannya. Dia melihat-lihat sekeliling rumahku, aku hanya menatapnya sejenak.

“ kau siapa ? “. Tanyanya tiba-tiba

“ aku Donghae . . “

“ apa yang sedang kau kerjakan ? “. Dia menatapku dari jauh

“ aku sedang menciptakan sebuah lagu . . kau ingin mendengarkannya ? “.

“ benarkah ? “. Dia tampak antusias sekali, dia berjalan mendekatiku.

Aku memainkan salah satu lagu ciptaanku di PC, dia mendengarkannya dengan seksama

“ lagumu bagus sekali . . “.

“ ku anggap itu pujian yang luar biasa “.

“ kita akan makan apa malam ini ? “. Tanyanya yang membuat aku sedikit kaget

“ hhmm . . sekarang aku harus kekantor dulu, mungkin nanti sore aku akan membelinya untukmu, kau mau makan apa ? “. Tanyaku sembari merapikan barang-barangku dan bergegas bersiap-siap untuk pergi. Tiba-tiba Rimmi memegang tanganku, mukanya panik . .

“ boleh aku ikut denganmu ? “. Pintanya dengan muka memelas

“ kau sebaiknya disini saja, aku sepertinya akan lama disana “.

“ tidak apa-apa, aku mohon aku mau ikut denganmu, aku janji aku tidak akan membuat masalah apapun disana “.

“ baiklah . . aku tunggu dimobil “.

***

Dia tampak tenang duduk disebelahku, seperti anak kecil yang sedang diajak jalan oleh orangtuanya. Tidak lama kemudian kami sampai di SM Building.

“ kau mau disini menungguku atau masuk kedalam ? “.

“ apa aku boleh ikut masuk kedalam  ? “. Aku mengangguk lalu bergegas keluar dari mobilku. Rimmi pun ikut turun dan jalan disampingku masuk kedalam gedung itu.

Aku menelesuri setiap ruangan dan melangkah menuju ruangan produser Kim. Aku membuka pintu dengan perlahan . .

“ oh . . Hae masuklah . . “.

“ kau tunggu disini saja “. Ucapku pelan, namun ternyata pak Kim menyadari kehadiran Rimmi disana

“ siapa dia ? pacarmu ? “. Belum sempat aku menjawab Rimmi membuka mulutnya

“ aku adik sepupunya, Park Hee Rim . . senang bertemu dengan anda tuan “.

“ (pak Kim tertawa kecil), tidak perlu memanggilku tuan, aku Kim Heechul . . senang bertemu denganmu, masuklah . . “.

Aku berbincang-bincang dengan pak Kim cukup lama, dibelakangku Rimmi duduk sambil membuka album foto artis-artis SM.

“ baiklah, aku tinggal menyiapkan segala sesuatunya dan akan menghubungimu lagi untuk jadwal rekamannya “.

“ baik, kalau begitu aku permisi dulu “. Aku da Rimmi berpamitan padanya seraya melangkah meninggalkan ruangan itu.

***

“ kau mau makan apa ? “. Rimmi hanya diam dan memperhatikan jalanan disekelilingnya

“ kenapa kita tidak memasaknya sendiri ? “.

“ kalau begitu kita ke pasar sekarang “. Usulku

 

[Backsound “ No Other “ by : SJ ]

Kami tiba dipasar dekat rumahku, kami memilih beberapa sayuran dan seafood kesukaanku. Setelah puas memilih aku langsung menuju mobilku untuk pulang.

Aku meletakkan semua barang belanjaan kami didapur, sebelum memasak aku masuk kekamar untuk mengganti bajuku terlebh dahulu. Ketika aku keluar dari kamarku, Rimmi sudah membuka barang-barang itu dan mulai membersihkan sayur-sayur dan ikan.

“ biar aku saja yang mencucinya “. Aku tidak sengaja memegang tangan Rimmi, mata kami saling bertemu cukup lama aku memandanginya

“ baiklah aku akan mengerjakan yang lain “. Dia tersenyum kearahku, senyuman yang sangat manis.

Kami menyiapkan makan malam berdua, ini tidak pernah kulakukan sebelumnya, hanya dengannya saja. Dia memasak lalu menyuruhku untuk mencicipinya. Kuakui dia punya bakat memasak yang cukup baik.

Makanan sudah siap diatas meja, aku duduk didepannya menciumi aroma masakan yang mulai membangkitkan selera makanku. Aku pun mulai menikmati makanan itu.

“ hhmm . . kurasa aku tidak bisa membiarkanmu tetap disini “.

“ kenapa ? “.

“ cepat atau lambat, kau tidak bisa tinggal disini lagi “.

“ apa aku harus membayar uang sewa kepadamu ? “ Rimmi mulai bangkit dari kursinya dan melangkah membelakangiku

“ bahkan aku tidak tau harus kemana “. Dia pun masuk kedalam kamar dan meninggalkanku sendiri.

***

Pagi-pagi sekali produser Kim sudah menelfonku

“ Hae ahh . . aku kesulitan mencari model untuk MV baru, kita model yang segar . semalam aku berpikir dan menemukan solusinya, adik sepupumu saja yang dijadikan model MV kita “.

“ apa ?? dia tidak punya bakat sama sekali pak “. Kilahku padanya, aku tau Rimmi pasti akan menolaknya juga

“ coba kau tawarkan dulu padanya, kau tidak akan menolak keinginanku bukan ? “.

“ . . . . . baiklah, aku akan beritahu dia “.

“ ya secepatnya, lalu bawa dia kekantorku lagi besok “.

Aku keluar dari kamarku dan duduk disofa sambil memainkan remote TV-ku, seperti ada suara lain di halaman belakang. Aku berdiri dan menuju halaman belakang rumahku. Disana kulihat Rimmi sedang menjemur pakaian-pakaian, sinar matahari pagi menerpa wajahnya, dia memakai kemeja putih dan celana pendek yang membuatnya sangat cantik, aku terlena sesaat memandanginya.

“ Hae ssi . . sudah bangun rupanya “. Kini dia ada didepanku sambil tersenyum melihatku

“ kau tidak perlu mencuci pakaianku, aku bisa melakukannya sendiri “.

“ tidak apa-apa aku tidak keberatan “. Rimmi bergegas masuk kedalam

“ Rimmi ssi . . ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu “. Aku mengajakknya untuk duduk di meja makan.

“ ada apa ? “.

“ produser Kim memintamu untuk jadi model MVnya “. Rimmi tampak biasa saja mendengar kata-kataku barusan

“ lalu . . . “.

“ dia sangat menginginkanmu untuk bisa menerima tawarannya, ini untuk MV artisnya yang baru akan debut “.

“ hhmmmm . .  aku mau asalkan kau mau mematuhi 2 syarat yang kuberikan “. Ucapnya tenang

“ apa ? “.

“ yang pertama, kau tidak boleh mengusirku . . dan yang kedua jangan pernah tinggalkan aku sendirian “.

“ baiklah . . besok kita akan pergi menemuinya “.

***

01.00 Siang KST

 

Aku dan Rimmi tengah berbincang-bincang dengan produser Kim mengenai keinginannya untuk menjadikan Rimmi model MVnya.

“ apa kau sudah memikirkan siapa manajermu ? “.

“ yah . . dia . . “ Rimmi menunjukku

“ yah, pilihan bagus . . kita akan mulai syuting 2 minggu lagi jadi persiapkan dirimu “.

 

Setelah kedua belah pihak selesai dengan urusannya masing-masing, aku mengajak Rimmi untuk pulang. Aku harus mempersiapkan proses rekaman esok hari. Aku memacu laju kendaraanku membela jalanan sore Seoul.

“ Hae ssi aku lapar “. Aku menatapnya sejenak dan berhenti disalah satu tempat makan, kami turun dari mobil. Dan melangkah masuk kedalam.

Sebelum aku benar-benar masuk kedalam seorang wanita memanggilku dari belakang

“ Hae ssi “. Dia Cho Yoon Sae, dia cinta pertamaku kami pacaran sangat lama dan berpisah ketika dia memutuskan untuk sekolah diluar negeri. Namun sekarang dia kembali . .

“ kau sudah pulang “. Tanyaku datar

Aku dan Yoon Sae masuk kedalam resto dan Rimmi melihatku bersamanya, mukanya sedikit bingung.

“ dia siapa ? “. Tanya Yoon Sae

“ aku adik sepupunya Park Hee Rim “.

“ aku Cho Yoon Sae “. Mereka saling beratapan

“ ayo kita duduk “. Tampaknya Yoon Sae tidak nyaman dengan kehadiran Rimmi

“ aku akan duduk disana, kalian mengobrolah “. Rimmi duduk di meja pojok didepanku, sedangkan aku dan Yoon Sae duduk saling berhadapan.

Kami memesan makanan terlebih dahulu, aku mengamati Rimmi dari tempatku dia kelihatan sibuk memilih makanan, mulutnya terus bergerak-gerak sambil membaca menu-menu itu.

“ sama seperti yang kuprediksikan, kau baik-baik saja disini “. Yoon Sae membuka percakapan kami

“ aku tidak menyangka kau akan menepati janjimu “.

“ aku sudah membuat seseorang menunggu, apa aku akan membiarkannya menunggu terus ? aku tidak akan setega itu “.

“ tapi kau tidak pernah mengabariku selama kau disana “.

“ apa kau tidak menerima surat dariku ? aku menitipkannya pada adikmu “.

“ dia sudah pindah ke Taiwan beberapa bulan yang lalu “.

“ yasudahlah, akhirnya aku bisa kembali bertemu denganmu disini . .  ( Sae mulai memegang tanganku ) ,kita bisa memulainya kembali “.

Aku hanya diam sambil memandanginya, ini terasa berat bagiku. Dia datang kembali, aku sempat berpikir bahwa kisah kami benar-benar sudah tidak bisa dilanjutkan kembali. Aku masih mencintainya, namun untuk memulainya kembali rasanya sangat sulit.

Lagi-lagi disela-sela  pembicaraanku dengan Sae, aku mengamati Rimmi yang sedang menikmati makanannya, dia terlihat lucu sekali sambil memutar-muta garpunya yang dibalut spaghetti, dia mengunyah mi itu satu persatu. Tidak sadar aku tersenyum melihat tingkahnya.

Setelah selesai makan aku memutuskan untuk mengantarkan Sae pulang, Rimmi duduk di kursi belakang. Suasana sangat hening hanya diiringi musik Super Junior ‘ Y ‘ dari kaca aku melihat Rimmi tengah sibuk memandangi lampu jalan yang terang. Aku berhenti disebuah apartemen mewah tempat dimana Sae kini tinggal.  Dia melepaskan seatbeltnya dan memandangiku, dia mulai mendekat kearahku, aku hanya memandanginya dan menoleh kearah Rimmi yang sedang tidur pulas.

“ cepatlah masuk, sudah terlalu malam . . aku juga harus mengantarnya pulang “. Sae kembali keposisi duduknya dan bergegas turun dari mobil. Aku memandanginya masuk kedalam apartemennya, lalu memacu mobilku untuk kembali kerumah.

Aku mengangkat Rimmi dengan hati-hati, aku bawa dia masuk kedalam kamarnya dan kubaringkan dia. Aku menarik selimut untuk menutupi tubuhnya lalu melangkah meninggalkannya . .

“ Hae ssi “. Rimmi tiba-tiba bangun dan duduk dikasurnya

“ tidurlah, kau pasti lelah “.

“ apa karena wanita itu, kau ingin aku pergi ? “.

Aku terdiam sejenak dan berjalan membelakanginya, aku berhenti diambang pintu kamarnya . .

“ mungkin aku tidak akan kembali padanya “. Aku berlalu menutup pintu kamarnya meninggalkan Rimmi yang masih memandangiku.

***

Pagi ini aku bersiap-siap pergi ke studio rekaman, Rimmi juga ikut denganku dia tampak senang sekali. Sepanjang perjalanan dia menyanyikan beberapa lagu yang aku ciptakan, ini membuat suasana hatiku makin baik. Tidak lama kami sampai di studio, penyanyi yang akan menyanyikan laguku sudah bersiap-siap. Aku pun memulai proses rekamannya, Rimmi juga mengikutinya dengan antusias.

***

Kami pulang kerumah setelah seharian melakukan proses rekaman, aku memanaskan makanan  yang tadi kami beli sewaktu perjalanan pulang kerumah untuk kami berdua, aku tau Rimmi pasti sangat lapar. Setelah memanaskannya, aku kembali ke meja kerjaku untuk mengerjakan beberapa pekerjaanku. Rimmi keluar dari kamarnya dan memakan makanan itu. Dia melahapnya sambil menonton acara di TV.

“ kau tidak tidur ? “. Tanyanya

“ belum sebentar lagi, tidurlahh duluan “.

“ kalu begitu aku masuk dulu “.

***

11.00 Pagi KST

 

Aku menunggu Rimmi untuk pergi ke studio lagi hari ini, tapi sudah 2 jam aku menunggunya dia belum keluar dari kamarnya. Aku pun menghampiri kamarnya dan mengetuk pintunya. Dia terlihat masih tebaring diranjang aku menghampirinya. Wajahnya pucat sekali aku memandanginya cemas dan memeriksa keadaannya, aku memegang keningnya, badannya panas sekali. Aku bergegas mengambil air dingin untuk mengompres badannya.

“ Hae ssi . . “. Ucap Rimmi pelan .

“ istirahatlah “. Aku menggenggam tangannya, dia benar-benar lelah karena menemaniku seharian.

Aku mengambil HP-ku dan menelfon produser Kim untuk minta izin padanya . .

“ halo, pak Kim . . aku tidak bisa datang hari ini, Rim sakit dan aku sedang menjaganya, besok aku akan mengerjakannya hingga lembur “.

Untungnya produser Kim mengizinkanku untuk bolos kerja hari ini.

Aku bolak-balik masuk kekamar Rimmi untuk mengecek keadaannya, dia tidur pulas sekali, suhu badannya sudah berangsur normal. Aku keluar kembali ke meja kerjaku, aku bekerja mngeotak-atik PC-ku hingga aku tertidur diatas meja kerjaku.

***

Pagi-pagi aku terbangun, dan menyadari aku sudah berselimutkan kain coklat, pasti Rimmi yang memberikan ini padaku kemarin malam. Aku beranjak dari kursiku dan berjalan menuju dapurku. Disana sudah ada Rimmi yang duduk menungguku . .

“ karena kau suka susu putih dan roti panggang jadi aku buatkan untukmu . . “. Ucapnya sambil tersenyum

“ kau sudah sembuh ? “. Ucapku memegang keningnya

“ terima kasih sudah menjagaku kemarin . . “.

“ apa kau tetap mau ikut denganku hari ini ? “.

“ setelah kupikir-pikir aku akan tinggal disini saja “. Jawaban Rimmi membuatku lega, setidaknya dia tidak perlu sakit lagi karena kelelahan menemaniku bekerja.

***

2 Minggu Kemudian . . . . .

Ini saatnya untuk aku memantau Rimmi dari jauh, sekedar memastikan apa dia baik-baik saja dengan proses syuting yang cukup lama ini.

Sekitar 5 jam proses syuting berlangsung dan Rimmi kelihatan senang sekali, dia menghampiriku dan menceritakan segala perasaannya saat syuting tadi berlangsung. Aku membawa sebagian barang-barangnya masuk kedalam mobil dan mulai menghidupkan mesin mobilku untuk segera pulang.

***

01.00 Siang KST

 

“ kau mau kemana ? “.

“ kita jalan-jalan hari ini . . “. Ucapku sambil menyiapkan beberapa barang-barang.

Aku akan mengajaknya pergi memancing hari ini di danau tempat aku dulu dan ayah selalu bermain. Aku menelusuri jalanan sepi, Rimmi tampak menikmati setiap pemandangan yang kami lewati. Aku masuk kedalam sebuah jalan kecil menuju tempat dimana kami akan bermain-main hari ini.

“ wahh danau yang indah . . “. Ucapnya sambil berlari ke tepi danau

“ ayahku sering mengajakku kemari waktu aku kecil “.

“ pasti menyenangkan . . apa kau ingin memancing ? “.

“ iya, untuk makan siang kita, kemarilahh . . duduk disini “. Aku menuntun Rimmi untuk turun duduk disebelahku. Kami pun mulai memancing.

“ siapa yang tidak mendapatkan ikan, dia yang harus memasak “. Ucapku padanya

“ ahh . . curang sekali, aku tidak tau caranya memancing “ Rimmi bangkit dan meletakkan pancingannya

“ YA ! mau kemana ?!! cepat kembali . . (Rimmi duduk kembali) pegang seperti ini lalu kau harus memutar kailnya seperti ini . . “, aku memegang tangan Rimmi dan membantunya cara menggunakan pancingan yang benar.

“ aku mendapatkannya . . . wooaahh . . . “. Akhirnya dia mendapatkan satu ekor ikan dan aku mendapatkan 2 ekor. Kami memasaknya bersama-sama. Ikan tersebut kami panggang berdua. Aku sudah lama tidak melakukan ini, dulu bersama Yoon Sae aku sering ketempat ini bermain dengannya. Tapi dengan Rimmi ini jauh lebih menyenangkan.

Kami menikmati moment ini berdua, aku duduk di sebuah bangku kayu yang sudah usang, bangku ini mengahadap ke danau. Senja tiba lebih cepat dari dugaanku, Rimmi datang dan duduk disampingku, kami memandangi matahari senja yang sebentar lagi akan tenggelam, sinarnya benar-benar indah.

“ setelah ini apa kau tetap akan mengusirku ? “. Aku menatap Rimmi sejenak

“ mengusirmu ? “.

“ setelah perjanjian diantara kita sudah berakhir, mungkin saja kau akan mengusirku “.

“ benar juga . . aku sama sekali tidak menyadarinya, terima kasih sudah mengingatkannya “. Ucapku sambil tersenyum

“ YA !!! aku serius . . apa kau benar-benar akan mengusirku ? “.

“ baiklah aku akan memikirkannya terlebih dahulu “. Kali ini aku menertawainya

“ aku menyesal menanyakannya !!!! “. Aku masih tersenyum melihat wajah Rimmi yang kesal dengan sikapku, wajahnya sangat lucu diterpa sinar matahari senja. Aku menatapnya makin dalam, kami saling beratatapan, aku perlahan mendekati wajahnya dan mencium bibir merahnya.

“ sudah hampir malam ayo kita pulang “.  Rimmi bangkit dari duduknya, aku pun mengikutinya memegang tangannya dan melangkah pergi menuju mobil.

***

Pagi-pagi sekali aku bangun, aku membersihkan seluruh ruangan. Meja kerja Donghae tampak sangat kotor aku pun merapikan setiap file yang ada. Aku menemukan sebuah album foto milik Donghae. Aku membukanya perlahan. Didalam foto ini terlihat Donghae dan Yoon Sae bersama, mereka terlihat sangat bahagia dan serasi. Aku tidak tau kenapa mereka sekarang berpisah. Tapi satu hal yang pasti aku tau Yoon Sae sangat mencintai Donghae.

***

Aku keluar menuju mobilku, aku hanya bisa memandanginya dengan perasaan miris, mobil hitam ini benar-benar kotor luar biasa. Aku mengambil sebuah selang dan menyirami mobilku.

“ kau tidak melakukannya dengan benar Hae ssi “. Rimmi berdiri di ambang pintu, tiba-tiba muncul sesuatu dikepalaku, aku menyiramnya dengan air, lewat selang yang kupegang.

“ YAA !!! apa yang kaulakukan . . “. Rimmi tampak panik terkena siraman air yang cukup kencang, aku hanya tertawa melihatnya, yang mencoba menghindar dari seranganku.

“ coba katakan lagii, aku tidak bisa melakukannya dengan benar “. Ucapku terus melancarkan serangan

“ YA! Aku hanya bercanda kau tidak perlu seperti ini, rasakan ini !! “. Rimmi mengambil selang lain dan menyemprotkannya ke arahku.

“ YA !! “. Teriakku

Kami terus-menerus saling serang sampai seorang paman melihat kami dengan muka heran, kami langsung menghentikannya dan masuk kedalam rumah . .

“ dasar . .  pasangan muda . . “. Ucap paman itu

***

Tiba-tiba hujan mengguyur kota Seoul siang itu, aku mengurung niatku untuk pergi menemui produser Kim. Aku melihat Rimmi tengah duduk menonton TV, MV’nya sudah rilis hari ini. Aku membawa sebuah selimut lalu menyelimutinya dengan handuk itu. Akibat permainan konyol tadi aku yakin dia kedinginan sekali. Aku duduk disampingnya sambil memegang segelas teh hangat. Rimmi kemudian mengatur letak selimut agar kami bisa menggunakannya berdua.

Tiba-tiba HP-ku berdering, aku bergegas mengangkatnya . .

“ halo . . “.

“ akhirnya, aku bisa menemukannya, kurasa aku harus berterima kasih kepadamu “.

“ ini siapa ? “. Ucapku penasaran

“ tapi kau sekarang dalam masalah ! kau mengambil apa yang bukan menjadi milikmu “.

“ tolong bicara yang jelas ini siapa ?! “.

“ apa kau kenal dengan Cho Yoon Sae ? aku yakin kau pasti mengenalnya “.

“ Yoon Sae ?? “.

“ dia ada bersamaku sekarang, apa kau mau bertukar denganku ? “. Tiba-tiba telfon itu mati . .

Sebuah SMS masuk ke HP-ku . .

Sebuah foto masuk ke HP-ku , foto Yoon Sae dalam keadaan tangannya terikat dikursi

“ aku ingin milikku kembali ketanganku !! bawa Park Hye Rim kepadaku dan kekasihmu bisa selamat ditanganmu !! “.

Aku tertegun memperhatikan SMS itu dengan seksama, aku benar-benar bingung harus berbuat apa. Aku melihat Rimmi yang sedang memandangi dirinya di TV . . .

Apa yang harus kulakukan ?

Rimmi . . Yoon Sae ?

Aku meletakkan HP-ku di meja kerjaku dan menghampirinya. Aku kembali duduk disampingnya dan menatapnya dalam.

“ ada masalah ? “.

“ tidak . . “. Jawabku berusaha untuk tenang

“ kau harus lihat MV’nya . . bagus sekali “. Aku masih menatapnya bingung, begitu banyak pilihan yang ada didalam benakku kali ini.

***

[ Backsound “ Way of Breaking Up “ ] by : Kyuhyun

“ wooahh . . kau selalu membawaku ketempat yang indah . . “.

Aku mengajaknya kesebuah padang ilalang yang luas, sangat indah. Disini hanya terdapat ilalang yang terhampar luas. Aku berjalan menyusuri padang ilalang itu ,dibelakangku Rimmi sedang asik mengitari ilalang  sambil bermain main menggerakkan tangannya kesana kemari.

“ kita mau kemana Hae ssi ? “. Tanyanya padaku yang tetap berjalan.

Rimmi berhenti dan tampak sangat kaget, aku memandanginya. Dia lalu memandangiku dengan tatapan panik. Diujung sana ada sebuah mobil hitam, keluarlah seorang laki-laki dengan seorang perempuan. Aku menatap Yoon Sae dari kejauhan, dia terlihat sangat tertekan.

Aku kembali menatap Rimmi yang sangat panik, dia memegang lenganku . .

“ Hae ssi . . “.

“ kau harus pergi “.

“ tidak !!!! aku tidak mau !! . . bawa aku pergi dari sini !! “.

“ aku  . . “.

“ ku mohonn . . jangan tinggalkan aku . . kumohon . . “.

Aku tetap menatapnya . .

“ Hae ssi . . jangan tinggalkan aku !! “.

Aku menatap tangan Rimmi yang melekat di lenganku. Aku melepas tangannya dan berjalan menghampiri Yoon Sae diujung sana

“ Hae ssi . . “. Ucap Rimmi lirih, dia hanya menatapku yang semakin menjauh darinya

[ Backsound “ Don’t say Goodbye “ ] by: Davichi

Aku menghampiri Yoon Sae dan memeluknya erat, seorang pria menarik Rimmi secara paksa, air matanya mengalir dipipinya. Aku melihatnya, hatiku tidak rela melihatnya seperti itu. Aku menuntun Yoon Sae untuk meninggalkan tempat itu. Dibelakangku Rimmi tengah dipaksa masuk kedalam mobil oleh pria itu

“ Hae ssi . . . . !!! “ . teriaknya

“ jangan pergi !! jangan tinggalkan aku !!! “.

“ kumohon . . jangan pergi !!! “.

Aku melihatnya dari sudut mataku, dia pergi . . dia masih meneriaki namaku . . .

 

5 thoughts on “Sad Fate [part 1]

  1. keren ceritanya seperti di MV nya Davichi Dont Say Goodbye.. penasaran part selanjutnya bagaimana, mudah2an Rimmi tidak disakiti oleh pria misterius tsb.. donghae oppa hrs menolong Rimmi.. so sad ceritanya..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s