Sister Complex [part 1]

Author : Pupuputri

Main Cast : Cho Kyuhyun, Lee Donghae

Support Cast : Member Super Junior, Kim Taeyeon, Im Yoona, Choi Minho

Rating : AG (All Ages)

Genre : Love/Friends, Super Junior, Chapter/Parts, SNSD, SHINee

Ps : Akhirnya FF Kyuhyun Oppa part 1 selesai jugaaa! Harap berikan komen positif dan sarannya untuk referensi part selanjutnya yaa! Untuk part-part pertama, saya nggak akan kasih Kyuhyun POV karena akan ada kejutan di akhir cerita. Baiklah, silakan dibaca~

NEW FACT

 

CHO JOOYEON POV

Annyeong haseyo, choneun Cho Jooyeon imnida. Aku berumur 19 tahun, sekarang aku memasuki semester 3 di Universitas Kyunghee jurusan modern music. Aku anak bungsu dari 3 bersaudara, Eonnie-ku, Cho Ahra adalah yang paling sulung, sedangkan Oppa-ku, Cho Kyuhyun adalah anak ke-2. Mungkin, ani.., kalian pasti familiar dengan nama Cho Kyuhyun. Yup, dia adalah maknae Super Junior dan aku adalah yeodongsaengnya. Bangga? Tidak juga. Oke, aku akui kalau dia itu memiliki suara yang indah dan agak tampan, tapi ketahuilah, kalian pasti merubah pikiran itu dalam sekejap kalau tahu sifat aslinya.

Asal kalian tahu, dia itu adalah Raja iblis. Mungkin kalian sudah tahu fakta basi itu, tapi kalian tidak tahu’kan seberapa evilnya Oppa-ku ini? Yang hanya bisa menaklukannya hanyalah Ahra Eonnie. Tapi sialnya, Eonnie-ku sedang kuliah di luar negeri dan aku selalu jadi bulan-bulanannya si Raja evil ini.

“Yak! aku lapar! Buatkan aku makanan!”

See? Panjang umur sekali dia! aku baru pulang kuliah dan dia sudah memerintahku seperti itu, Oppa macam apa dia?

Kulirik sebentar makhluk itu yang ada di ruang santai, dia sedang memainkan PSP-nya dengan sekali-kali mengumpat. Tanpa kuhiraukan perintahnya tadi, akupun pergi ke kamarku di lantai 2. Setelah menutup pintu, kulemparkan tasku ke tempat tidurku dan langsung membantingkan badanku di atasnya. Kuambil nafas panjang dan menutup mataku dengan tanganku. Aku hanya ingin beristirahat, semua kegiatan di kampus membuat badanku remuk. Di saat aku sudah akan memasuki alam mimpi, tiba-tiba pintu kamarku terbuka dan munculah makhluk tak diundang itu.

“Yak! kau tidak dengar ucapanku tadi hah? Aku lapar, buatkan aku sesuatu” dia menyender di pintu sambil terus memainkan gamenya itu.

“Hello? Knock much?” akupun mengubah posisiku jadi duduk bersila.

“Yeah, not really. Yak, buatkan aku jajangmyeon dong!” dia masih berkutat dengan gamenya tanpa melihat ke arahku.

Aku tidak menggubris perkataannya dan hanya kembali tidur sambil membelakanginya. Sadar kucuekin, diapun mempause gamenya dan duduk di sebelahku. Bisa kurasakan nafasnya di telingaku, apa yang mau dia lakukan?

“Kalau tidak, aku akan menyebarkan fotomu yang memalukan waktu di pesta ulang tahunmu”

Kata-kata itu langsung membuat mataku melotot dan langsung bergegas turun ke dapur.

“Aish, arasseo, arasseo!”

Dapat kudengar tawa evilnya di kamarku. Kenapa aku sial sekali sih?

Dengan muka yang kusut, akupun mulai memasakannya jajangmyeon. Diapun kembali dan mendekatiku dengan senyum evilnya.

“Yak! senyuuum!” dia memaksaku senyum dengan menarik kedua pipiku. Appo T__T

“Oppa, mau kukasih 1 saran? Gratis”

“Kau beri aku uangpun, aku tidak mau mendengar saranmu” sialan! Aku kalah lagi!

“Belajarlah masak Oppa, aish! Bisa apa kau tanpaku?” aku benar-benar jengkel padanya!

“Shireo! Aku’kan yang membiayaimu kuliah, harusnya itu pertanyaanku” dia membalas kata-kataku.

“Terserah Oppa sajalah!” dengan sedikit membanting mangkuk yang berisi jajangmyeon dan kembali ke kamarku.

“Cuci piringnya!” aku berteriak dari arah tangga.

Jinjja! Sampai kapan aku harus dibully olehnya? Aish! Kalau saja Appa, Eomma dan Eonnie ada disini, mereka pasti sudah membelaku! Bisa kudengar pintu kamarku terbuka lagi, mau apa lagi dia kali ini? Aku hanya pura-pura tidur tanpa mempedulikannya.

“Jangan pura-pura tidur, igo!” dia menyodorkan sebuah lollipop pelangi tepat di mataku.

Dan bodohnya, kenapa aku selalu mau menerima lollipop darinya meskipun aku sedang marah padanya? Dia duduk di lantai sambil memakan jajangmyeonnya, sedangkan aku sendiri mengemut lollipop itu tanpa mengubah posisiku. Hening. Hanya ada suaranya yang sedang melahap makanan favoritnya itu dengan lahap.

“Besok ikut aku ke dorm ya!”

“Shireo” jawabku pendek.

“Yak! kau ini seorang gadis, mana bisa kau kutinggalkan di rumah sebesar ini sendirian saja?”

“Kan ada Kang Ahjumma, aku akan baik-baik saja” aku tetap bersikukuh.

“Kang Ahjumma sudah tua, mana bisa dia menjagamu” dia tidak mau kalah.

“Aku sudah besar, aku bisa jaga diriku sendiri!” aku juga tidak mau kalah.

“Yak!”

***

“I’m so don’t wanna be here at all…”

Dan adu mulut itu berhasil dimenangkan oleh Raja evil ini, lagi-lagi dia mengancamku dengan foto itu. Ini hari minggu, sebenarnya aku ingin sekali tidur-tidur di rumah selagi libur. Tapi iblis ini malah menyeretku ke dormnya yang seperti kapal pecah. Dan sekarang, kami sudah di depan pintu dorm Super Junior dan si iblis itu sedang menekan beberapa angka kombinasi.

“Kajja!” dia menarik tanganku ke dalam.

Keadaan di dalam benar-benar melebihi kekacauan tenggelamnya kapal Titanic. Baju-baju kotor bertebaran, sepatu yang berantakan dan tidak sesuai dengan pasangannya, piring-piring kotor yang belum dicuci. Aku sudah sering kesini dan baru sekarang dorm mereka sekacau ini.

“Mana Han Ahjumma?” tanyaku padanya yang sedang melepas sepatunya.

“Dia sedang pulang kampung, jadi untuk sementara ini, kami harus beres-beres sendiri”

Ini yang namanya beres? Aku hanya bisa menganga membuka mulutku dengan kata-kata iblis ini. Beres darimananya?

“Hari ini kami sedang tidak ada jadwal, jadi kami mau beres-beres selagi ada waktu. Kamu ikut bantu ya!” diapun masuk ke dalam menuju ruang TV.

Kontan satu kalimat itu membuatku menghentikan aktifitasku yang sedang membuka sepatu. Sudah kuduga, dia menyuruhku ke dorm, pasti karena ada maunya! Tahu gini, lebih baik aku pura-pura ada acara di kampus deh!

“Wah ada Jooyeon! Masuklah, Yeon-ah!” Donghae Oppa muncul dengan celemek birunya.

“Ne, Oppa” jawabku ramah.

Dia adalah Oppa SuJu favoritku, Donghae Oppa. Dia ini beda sekali dengan si iblis itu! Dia itu baik, tampan dan romantis. Pantas saja banyak teman-temanku yang tergila-gila padanya.

“Oh Yeon-ah, annyeong~!” Siwon Oppa yang datang dari arah toiletpun ikut menyapaku.

Jamkkamman! Kenapa Wonnie Oppa ada disini?

“Apa yang Oppa lakukan disini?” tanyaku.

“Ah ini, aku disuruh yang lain untuk ikut bantu beres-beres di dorm. Yaah, mumpung aku juga sedang tidak ada acara” aigoo, dia ini baik sekali! Beda dengan si iblis itu.

“Aigoo, uri Yeonnie ada disini rupanya! Annyeo..ng” tepat sebelum yadong Oppa ini memelukku, si iblis sudah menarikku duluan dan itu hampir membuat Hyuk Oppa terjatuh.

“Hyung kita disini untuk bersih-bersih’kan? Kalau tidak, lebih baik aku pulang saja” ancamnya sambil menyembunyikanku di balik badannya yang cungkring.

“Aigoo~, Kyuhyun-ah, santai saja dong! Aku’kan hanya menyapa Yeonnie-ku saja” ucap Hyuk Oppa membela diri.

“Enak saja Yeonnie-mu!” ucapnya tidak terima.

“Hyukkie, sudahlah. Dia’kan memang sister complex” tiba-tiba Teuki Oppa datang nimbrung.

“Ne, aku memang sis-com, puas?” dia hanya berbalik badan menuju ruang tengah dan aku hanya bisa menghela nafas panjang melihat kelakuannya ini.

“Ya sudah, ayo kita mulai saja bersih-bersihnya! Jadi aku bagiannya dimana?” ucapku melerai mereka.

“Mwo? Kau ini bilang apa Yeon-ah? Kau duduk saja, biar kami yang bersih-bersih” ujar Teuki Oppa sambil mendudukanku.

“Ani, Oppa. Aku kesini untuk membantu kalian, kalau aku diam saja, bukan membantu namanya” aku jadi tidak enak.

“Aish, ya sudah, kamu ke dapur saja. Bantu Wookie masak saja ya?”

“Ne, Oppa” akupun langsung pergi menuju dapur yang tak jauh dari situ.

Kamipun langsung melaksanakan tugas yang sudah dibagikan. Soal yang sister complex itu, aish aku juga tidak tahu bagaimana menjelaskannya -,-. Sikapnya saat di depan orang lain itu jauh berbeda dengan saat kami berdua saja di rumah. Ini salah satu sifatnya yang tidak kusuka.

Diantara semua member SuJu, aku paling dekat dengan Donghae Oppa, Eunhyuk Oppa dan Wookie Oppa. Donghae Oppa itu sudah kuanggap sebagai Oppa kandungku sendiri karena dia yang paling sering jadi tempat curhatanku dan dia selalu membantuku kalau aku sedang ada masalah. Meskipun sifatku dengan sifat Eunhyuk Oppa itu bertolak belakang, tapi dia selalu bisa membuatku nyaman berada di sisinya. Terkadang, dia juga mengajariku ngedance. Tapi yaah, itu dia, dia selalu saja seenaknya memelukku kalau seandainya Kyu Oppa tidak menghalaunya duluan. Sedangkan Wookie atau Ryeowook Oppa memiliki hobi yang sama denganku yaitu memasak, kami sering membuat makanan percobaan bersama dan yang sering jadi kelinci percobaan adalah Hyukkie Oppa, haha!

“Akhirnya selesai juga!” Kyu Oppa langsung berbaring di sofa setelah semua pekerjaan sudah selesai.

“Aish jinjja, panas sekali! Yak! Kyu! Beli cola sana di supermarket!” perintah Shindong Oppa.

“Shireo! Kenapa selalu aku sih?” tolaknya.

“Karena kami ini Hyungmu, haha!” jawab Yesung Oppa.

“Aish jinjja! Yak! Yeon-ah, beli cola sana” dia malah re-order.

“Yak, kenapa kau malah menyuruh Yeonnie?” Hyuk Oppa tidak terima. Aku juga.

“Karena aku ini Oppanya, haha!” dia malah mengulangi kata-kata Yesung Oppa. Aigoo benar-benar seperti bocah!

“Gwaenchana Oppa, biar aku saja yang pergi. Lagipula tadi juga aku tidak melakukan pekerjaan yang berat kok!” akupun mengalah.

“Yeonnie-ah, aku antar ya!” Hyuk Oppa menawarkan diri.

“Andwae! Biar aku saja yang antar!” si iblis ini malah menarikku keluar.

“Aish, jinjja! Bocah satu itu, benar-benar sis-com ya?”

Pertanyaan dari Hyuk Oppa itu dijawab dengan gelengan kepala semua member. Dan sekarang aku sedang dalam lift bersama iblis ini.

“Oppa..” panggilku.

“Hm?”

“Kenapa tadi bukan Oppa saja yang pergi? Aku pergi dengan Hyuk Oppa juga sama saja’kan?” tanyaku.

“Kau itu seperti tidak mengenal si yadong itu saja. Kalau kau pergi dengannya, habislah kau!” jawabnya.

“Aish, Oppa, seyadong-yadongnya Hyuk Oppa, dia tidak akan macam-macam denganku!” aku agak kesal juga mendengar alasannya yang konyol.

“Yak! kau itu belum tahu dalamnya saja!” lagi-lagi dia tidak mau kalah. Ini juga salah satu sifatnya yang kubenci, padahal aku ini dongsaengnya. Harusnya dia bisa mengalah’kan?

“Aku tidak mengerti, kenapa Oppa protective sekali padaku. Bagaimana kalau Oppa punya pacar nanti? Pasti protectivenya melebihi protective padaku!”

“Kau ini masih bocah, jangan campuri urusan orang gede!” dia menepuk kepalaku pelan.

“I’m 19 years old, I’m not a child” aku menepis tangannya itu.

“Selama kau masih kuliah, kau ini masih bocah di mataku” dia mengacak-acak rambutku begitu pintu lift terbuka dan kabur begitu saja.

“Yak! Oppa!” akupun mengejarnya yang sudah lari agak jauh.

***

“Jangan lupa, sepulang kuliah langsung ke MBC ya. Kita makan di luar” ujar Kyu Oppa setelah memberhentikan mobilnya di depan gerbang kampusku.

Inilah rutinitasku hampir setiap hari. Sesibuk apapun dia, dia pasti mau menyempatkan mengantarku ke kampus. Sekalinya tidak mengantarku, pasti segudang nasehat dia lontarkan sebelum aku berangkat. Apa dia tidak sadar ya kalau sifatnya itu lebih bocah daripada aku?

“Hm” aku hanya menjawab dengan malas sambil keluar dari mobil.

Percuma aku melawan perkataannya, dia tidak akan mau mengalah. Akupun melangkah masuk menuju gerbang dimana sahabatku, Lee Hyorin, berdiri menungguku.

“Pagi Yeon-ah~!” sapanya.

Lee Hyorin ini sudah jadi sahabatku sejak kami masih SD. Aku ini sulit sekali bergaul, karena itu temanku di kampus juga sedikit. Artis-artis yang dekat dengankupun hanya SuJu, SHINee, SNSD dan F(x) saja. Teman namja yang kupunya saja lebih sedikit daripada teman yeoja, itu karena si iblis itu. Setiap kali ada namja yang mendekatiku, pasti dia akan mengintrogasinya dan mengancamnya sampai namja itu menyerah. Karena itu, sampai sekarang aku tidak punya pacar. Menyedihkan sekali aku ini -_____-

“Pagi juga Rin-ah~!” kamipun langsung pergi ke kelas bersama.

“Seperti biasa ya, dia mengantarmu pagi ini. Aigoo dia makin tampan saja!” aku sudah sering mendengar ocehannya itu setiap kali dia bertemu dengan si iblis itu.

“Dilihat dari sudut manapun, dia itu tetap sama saja. Kurus, jerawatan dan menyebalkan. Raja iblis begitu darimana tampannya?”

“Aigo Yeon-ah, kau ini! Kenapa sih selalu menjelek-jelekan Oppamu sendiri?” tanyanya tidak percaya.

“Aku hanya membicarakan fakta saja Rin-ah, selama aku belum lulus, dia tidak akan melepaskanku. Eomma, Appa, Eonnie, tolong aku..” ucapku lemas.

“Hm, agak kejam juga ya? Tapi aku suka sifat evilnya itu!” ujarnya antusias.

“Mwo? Kau lebih memihak dia daripada aku, sahabatmu?” tanyaku tidak percaya.

“Aniyo Yeonni-ya, jangan berpikiran begitu! Dia pasti sangat menyayangimu jadinya dia terus mengekangmu, sabarlah” dia mengelus pundakku.

“Ne, dia itu memang sister complex! Bisa-bisa aku dikira gak laku deh!” aku memanyunkan bibirku tanda kesal.

“Yak! kau itu cantik dan pintar memasak, santai saja! Kau pasti bisa mendapatkan namja idamanmu suatu saat nanti!” dia menghiburku dengan gayanya yang lebay.

“Ne, saat aku lulus nanti dan itu masih lama” aku jadi makin lemas saja.

Andai saja, Eomma, Appa dan Eonnie tahu bagaimana kelakuannya selama ini padaku. Bayangkan saja, dari kecil sampai sekarang, aku tidak pernah pisah dengannya. Eomma dan Appa sengaja memasukanku dengan Kyu Oppa di satu sekolah yang sama, katanya sih supaya dia bisa menjaga dan melindungiku. Cih! Menjaga dan melindungi apanya? Yang ada, malah membuatku merasa tertekan!

“Yaah walaupun protective, aku tidak keberatan kalau Oppa-ku itu Kyuhyun Oppa” mulai lagi deh ni anak!

Tidak kuhiraukan ucapannya itu, aku langsung pergi melesat meninggalkannya yang masih asyik dengan angan-angannya itu.

“Yak, Cho Jooyeon!”

***

Tepat pukul 5 sore, aku sudah sampai di MBC untuk menunggu iblis Oppa dengan acaranya. Beberapa kru MBC menyapaku ramah, mereka sudah mengenalku jadi mereka membiarkanku masuk ke belakang panggung. Dimana ya ruangan SuJu? Kulihat sekitarku tapi tidak kutemukan ruangannya, begitu banyak orang disini, aku jadi pusing. Beberapa artis juga menyapaku dengan ramah, akupun balas menyapa mereka. Tiba-tiba kurasakan tepukan di pundakku, kontan akupun langsung membalikan tubuhku dan kutemukan seorang gadis cantik berperawakan kecil, itu Taeyeon Eonnie.

“Oh ternyata benar itu kau Jooyeon-ah” dia bersama dengan Yoona Eonnie.

“Annyeong Eonnie” sapaku.

“Annyeong, kamu mau kemana?” tanya Taeyeon Eonnie.

“Aku mau ke ruangan gantinya SuJu, Eonnie tahu dimana ruangannya?” tanyaku.

“Ne, mau kami antar? Oh ya, kau sudah makan?” kali ini Yoona Eonnie yang bertanya.

“Jinjja? Aku belum makan, waeyo?”

“Wah kebetulan, kami mau cari makan. Kamu ikut dulu saja, nanti Eonnie antar”

“Tapi, nanti Kyu Oppa..” aku jadi teringat si iblis itu.

“Ah tidak apa-apa, nanti biar kami yang jelaskan padanya. Kajja, kita ke kantin!” tanpa persetujuanku, Taeyeon Eonnie langsung menarik tanganku dari situ.

Kantin ini penuh dengan orang-orang yang berlalu lalang dengan makanan mereka. Sebuah pemandanganpun membuat nafasku terhenti sesaat, itu’kan Minho Oppa? Dia sedang dengan bersama yeoja, aku tahu dia. Dia adalah Lee Cheonsa, penyanyi baru itu. Waah mereka kelihatan akrab sekali! Aish jinjja! aku jadi tidak suka melihat mereka jadi seakrab itu. Sejak Lee Cheonsa itu jadi penyanyi baru di SM, dia jadi dekat sekali dengan Minho Oppa. Bahkan ada gosip yang mengatakan kalau mereka berpacaran, walaupun aku tahu itu tidak benar, tapi kedekatan mereka malah justru semakin mengundang rasa cemburuku.

Aku akui, Lee Cheonsa itu cantik, suaranya bagus dan dia juga supel tapi kenapa sih diantara semua artis yang ada, kenapa harus Minho Oppa yang paling dekat dengannya? Apalagi kami seumuran, aish! Benar-benar membuatku kesal. Saking seriusnya memperhatikan mereka, aku jadi tidak sadar dengan perubahan raut mukaku dan Yoona Eonnie menyadarinya.

“Akrab sekali’kan?” tanyanya membuyarkan lamunanku.

“Ne?”

“Tapi tenang saja, mereka tidak pacaran kok! Mereka itu cuma sahabatan, percaya deh!” ujarnya sambil tersenyum lembut.

“Ke..kenapa Eonnie malah bicara begitu? Aku tidak tanya apapun kok” akupun mengalihkan perhatianku pada makanan yang di hadapanku.

Aku yakin wajahku sudah memerah sekarang! Aish jinjja! Kenapa Yoona Eonnie tahu apa yang ada di kepalaku? Apa terlihat jelas di wajahku? Tapi percaya atau tidak, kata-katanya itu bisa membuat perasaanku lega. Hanya Hyorin yang tahu kalau aku suka pada Minho Oppa, ya Choi Minho, member SHINee. Aku sengaja tidak memberitahu siapapun karena pasti cepat menyebar dan kalau sampai ketahuan Kyu Oppa, habislah masa remajaku! Aku tahu, aku cuma bertepuk sebelah tangan saja, tapi meskipun begitu, aku tetap menyukainya diam-diam.

Setelah makan, kedua member SNSD ini memenuhi janjinya untuk mengantarku ke ruangan SuJu. Untung saja, Kyuhyun Oppa tidak bertanya yang macam-macam.

“Kau tunggu disini ya, begitu selesai, kita langsung makan, ara?” peringatnya padaku begitu dia akan pergi untuk tampil.

“Ara..ara.., sekarang pergilah” ucapku sambil mendorong tubuhnya keluar dari ruangan.

Hening. Aku di ruangan ini sendirian saja, kalau aku berani macam-macam pada ucapannya, aku bisa dibunuh! Jadi aku diam saja disini sambil memeluk tasnya. Kubuka tasnya itu, ada PSP putih kesayangannya, dompet, headphone, i-pod, handuk kecil dan HP-nya.

Iseng kumainkan HP-nya dan aku menemukan wajahku tertampang di layarnya, aish jinjja! Kapan dia akan mengganti wallpaper HP-nya dengan gadis lain? Kubuka kotak masuknya, tidak ada sms dari seorang gadis, hanya ada aku, SuJu Oppadeul, dan teman-temannya. Lalu kubuka file managernya, kulihat beberapa foto SuJu Oppadeul dan teman-temannya, foto kami sekeluarga dan fotoku dengan si iblis itu. Kuperhatikan wajahnya itu dengan saksama, sebenarnya dia itu tampan..aish! apa yang kukatakan? Dia pasti bisa besar kepala kalau mengetahuinya. Kadang, aku berpikir, kenapa wajahku dengannya berbeda ya? Ah mungkin karena dia itu setan dan aku ini malaikat ya? Haha!

Sekitar 2 jam aku menunggunya, dan langsung terdengar suara riuh di luar sana. Ah pasti acaranya sudah selesai, akhirnya! Para memberpun langsung berhamburan masuk ke dalam ruangan.

“Yeon-ah, Oppa capek sekaliii!” Hyuk Oppa langsung memelukku.

“Aish jinjja, Hyung! Apa yang kau lakukan? Lepaskan dia!” si iblis datang menyelamatkanku.

Aku hanya bisa tertawa melihat kelakuan mereka. Donghae Oppapun mendekatiku dan duduk di sampingku.

“Daritadi kau disini saja?” tanyanya.

“Seperti biasa Oppa, Kyu Oppa tak memberiku izin keluar dari ruangan kecuali ke toilet” aku mengehembuskan nafasku.

“Aigoo, kau ini baik sekali ya? Beda sekali dengan Oppamu itu” ucapnya sambil mengelus rambutku.

“Yak, Yeon-ah, kau tunggu di luar sebentar ya. Aku mau ganti baju dulu, nanti kita langsung pergi” perintahnya (lagi).

“Pergi? Kemana?” tanya Hae Oppa.

“Kami mau makan, Oppa mau ikut?” tawarku dan dibalas dengan jitakan dari si iblis.

“Appo!” aku hanya mengelus kepalaku.

“Yak! kau ini kejam sekali sih Kyu! Aniyo Yeonnie, kau pergi berdua saja dengan Oppamu itu, sepertinya dia tidak rela kalau kami ikut dengan kalian” Hae Oppa ikutan mengelus kepalaku.

“Itu karena kalian makannya rakus Hyung” lengosnya pergi.

Aigoo! Kenapa dia bisa jadi Oppa-ku ya? Ahra Eonnie saja tidak pernah menjitak kepalaku! Akhirnya akupun menurut perkataan si iblis itu dan menunggu di luar. Sedang bete-betenya menunggu, tiba-tiba ada seseorang yang berhenti di depanku. Lee Cheonsa, mau apa dia?

“Kau Jooyeon ya?” tanyanya.

“Ne, waeyo?” aku berusaha menahan suaraku agar tidak terdengar ketus.

“Aigo, kyeoptaaa!” tiba-tiba memelukku, aku kaget!

“Cheonsa-ah, kalau kau memeluknya begitu, dia bisa sesak” ada seseorang yang melepaskan pelukannya yang memang membuatku agak sesak.

Sesaat wajahku langsung memerah, itu Minho Oppa! Omo! Jantungku, jantungku! Berhentilah bertalu-talu seperti itu!

“Ah mian, Yeon-ah~, aku sudah dengar kalau Kyu Oppa punya seorang yeodongsaeng yang seumuran denganku tapi tidak kusangka, wajahnya selucu ini, neomu kyeopta!” dia langsung tersenyum lebar.

Kupikir aku mengerti sekarang, kenapa dia begitu disenangi dan akrab dengan banyak artis. Dia benar-benar supel dan gampang sekali mengekspresikan perasaannya. Aku juga baru sadar kalau dia punya eye-smile, benar-benar manis.

“Ah kamsahamnida..” aku jadi agak malu juga.

“Maafkan dia ya Yeon-ah, dia itu memang selalu begitu kalau melihat yang lucu-lucu” Minho Oppa mengacak-acak rambutnya.

“Aish Oppa! Rambutku jadi berantakan’kan!” dia menghentikan gerakan tangan Minho Oppa.

Akrab sekali, aku juga ingin bisa seakrab itu pada Minho Oppa. Lagi-lagi perasaan cemburu itu keluar, tapi aku berusaha mengontrol raut wajahku supaya tidak ketahuan.

“Apa kabar Yeon-ah?” tanya Minho Oppa kemudian.

“Ah ne, aku baik-baik saja. Oppa sendiri?” tanyaku balik, jantungku kembali melompat-lompat tak karuan.

“Nado, kau sedang menunggu Kyuhyun Hyung ya?” tanyanya lagi.

“Ne, Oppa” ucapku sambil berusaha wajahku yang merah.

“Oh iya, choneun Lee Cheonsa imnida. Kita seumuran’kan? Panggil saja aku Cheonsa ya!”

“Ne” aku mengangguk sambil tersenyum.

Tiba-tiba saja, pintu ruangan SuJu terbuka dan munculah Raja iblis. Dia sudah siap dengan segala macam bentuk penyamarannya.

“Oh, ada Cheonsa dan Minho ya?”

“Ne, annyeong Hyung! Kalian mau pulang ya?” tanya Minho Oppa.

Merekapun asyik ngobrol berdua dan begitu kualihkan perhatianku pada Cheonsa, omo! Apa ini? Wajahnya memerah! Diapun terhanyut dalam obrolan 2 namja itu. Tidak ada yang menyadari kalau pipinya memerah, dia berhasil menyembunyikannya dengan tawanya tapi aku masih bisa melihatnya. Waeyo? Padahal daritadi dia biasa saja, jangan-jangan…

“Baiklah kalau begitu, kami duluan ya!” pamit Kyu Oppa sambil menarik tanganku.

“Ne, annyeong!” merekapun melambaikan tangan mereka.

Sepertinya aku dapat hal yang menarik nih, hihi! Sepanjang perjalanan, kususun rencanaku dengan sebaik mungki. Kalau rencanaku ini berhasil, kemungkinan besar, aku bisa lepas dari iblis ini dan menjalani masa remajaku yang indah.

***

“Yak! berhentilah tersenyum seperti itu! Kau membuatku takut”

Aku tersadar dari lamunanku karena ucapan si iblis ini. Aish! Menganggu kesenanganku saja, padahal aku sedang membayangkan obrolanku tadi dengan Minho Oppa.

Sekarang kami berada di salah satu restoran Jepang di pusat Seoul. Cukup ramai disini, tapi kebanyakan pasangan yang sedang makan disini. Aish! Membuatku iri saja! Dan tidak ada yang mengetahui penyamaran si iblis ini, padahal dia tidak jauh beda dengan tidak memakai penyamaran.

“Cepat habiskan makananmu dan kita langsung pulang, aku lelah sekali” dia mempercepat menghabiskan makanannya.

Akupun kembali memakan sushi yang kupesan. Tapi kuhentikan aktifitasku lagi dan memandangi Oppa-ku satu-satunya itu. Apa aku lakukan saja ya rencanaku tadi?

“Berhenti memangdangiku, memang aku setampan itu ya?”

“Aish! Kau narsis sekali Oppa!” aku mengalihkan pandanganku ke sushi utuh yang ada di hadapanku.

“Lalu ada apa?” tanyanya menghentikan acara makannya.

“Aniyo” bohongku.

“Yak, aku ini sudah mengenalmu dari dulu. Katakan ada apa?” kali ini dia memandangku, menelusuri manik mataku.

Itu benar. Setiap kali aku ingin bicara sesuatu yang penting dengannya, aku pasti akan memandanginya. Aku jadi sedikit kagum dengannya yang masih ingat dengan kebiasaanku sejak kecil.

“Kelihatannya Oppa dan Cheonsa dekat ya?” tanyaku memulai strategi.

“Kau kenal Cheonsa?” dia balik bertanya.

“Begitulah. Ehm..Cheonsa itu cantik ya?”

“Hm..” dia kembali melanjutkan makannya.

“Dia juga cukup tinggi, kira-kira setinggi Yoona Eonnie..”

“Hm..” jawabnya datar.

“Anaknya supel dan manis, iya’kan?” aku malah jadi antusias.

“Apa poin dari pembicaraan kita ini?” dia langsung tahu aku punya maksud tersendiri.

“Hehe..” aku hanya memamerkan senyum tiga jariku.

“Bukannya malah ‘hehe’, aku tahu kau punya maksud dibalik pembicaraan ini, iya’kan?”

“Hm..aku hanya berpikir..dia itu masuk kriteria gadis idaman Oppa, jadi..bagaimana pendapat Oppa tentangnya?”

“Well..dia memang bisa dibilang masuk kriteriaku sih..” dia mengangguk mengiyakan.

Ini dia!

“Uh-huh..” aku menanti jawabannya yang menggantung.

“Dia juga baik dan supel..”

“Jadi?”

Dia menatapku sejenak dan mungkin sadar dengan inti pembicaraan ini.

“Jadi apa? Itu saja” dia mengalihkan perhatiannya pada piringnya.

Aish! Kau pikir aku akan menyerah hah? Lihat saja Cho Kyuhyun!

“Kenapa tidak coba pacaran saja dengannya? Kupikir dia juga menyukaimu”

Satu kalimat itu berhasil membuatnya berhenti dan kembali menatapku dengan tatapan ‘apa kau bercanda?’

“Kupikir, kalian itu cocok. Lagipula, apa Oppa tidak bosan jomblo terus?” jawabku meyakinkannya.

“Yak! jangan campuri urusanku! Lagipula, aku tidak pernah memiliki perasaan yang istimewa padanya!” aish! Makanan yang dia kunyah sedikit muncrat ke arahku, menjijikan!

“Aish! Oppa, aku hanya mengeluarkan pendapat saja! Tidak usah muncrat seperti itu!” aku mengelap wajahku dengan tissue.

“Lagian pendapatmu itu aneh sekali tahu!” dia membela diri.

“Waeyo? Memangnya Oppa menyukai yeoja lain?”

“Ne! Aku memang menyukai yeoja lain!”

Kontan kalimat itu membuatku tercengang. Kelihatannya dia juga kaget dengan apa barusan dia ucapkan. Sepertinya ada rahasia yang tidak kuketahui.

“Jinjja? Nugu?” selidikku.

“A..aniyo..aku salah bicara, sudah cepat habiskan makananmu atau kutinggal” ancamnya.

Aku jadi makin curiga, omongannya jadi gagap. Jangan-jangan memang benar dia sedang menyukai yeoja lain? Tapi siapa? Apa aku kenal? Apa SuJu Oppadeul tahu? Itu dia! akan kutanyakan pada mereka! Mereka pasti tahu! Haha, lihat saja nanti kau Cho Kyuhyun, aku akan membongkar rahasiamu dan merebut kembali masa remajaku!

TBC

Nah? Nah? Penasarankah kalian? Beritahu komen kalian oke? Thank youuuuuuu!!!

31 thoughts on “Sister Complex [part 1]

  1. aaa ini pasti kyu suka ama adenya ya? ya? ya? dr hp nya aja keliatan ada fto ade nya wkwkwk *soktau* lanjut thor! daebakkkk :D

  2. kyk’a si Kyu oppa suka ma adek’ deh,,
    pasti jooyeon bkn adek kndng’ kyu oppa
    aishhhh,, aQ jdi pnsran,, next part jgn lma2,, :)

  3. Uwooo… parah amat Syndrom Sister Complex nya kyu, kasian tuh Si Jooyeon nya!! Hyukie jg kasian kena tabok mulu ma kyu…!! Haha..

    Siapa yg kyu suka?? jgn2 adeknya sdri nih…

  4. wkwkwk, q dibikin ngakak waktu kyuhyun muncrat. Kalo dibayangin, bkin ngakak.haha
    q mau tebak dulu deh sebelum next ke chap selanjutnya. Kyuhyun suka ya ama jooyeon, terus cheonsa suka ama kyuhyun. Kyuhyun ama jooyeon bukan saudara kandung. Tebakanku bener ga yaa? Haha, langsung aja deh next baca chap selanjutnya.

  5. bau-baunya Kyuhyun jatuh cinta sama JOOYEON nih #plak..emangbau?? =.=
    iya-iya.. jooyeon bukan adik kandungnya Kyu.
    Wuaahh~ bakalan seru nih. lanjut baca dulu ah #hWuZzz..hilang :D

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s