My Neighbor [part 6]

Author : Pupuputri

Main Cast : Jo Kwangmin, Cho Kyuhyun, Jo Youngmin

Support Cast : Choi Minho, Song Joongki

Rating : PG13

Genre : Love/Friends, Boyfriend, Super Junior, Chapter/Parts, SHINee

Ps : Setelah berbingung dan bergalau ria mau ngetik apaan dan inilah hasilnya! Fiuuuh! #ngelapkeringat. Kali ini saya ngasih dikit dialog buat Joongki Oppa yang saya paksain buat keluar di part ini, haha! dan ekstra dialog buat Kyu Oppa #tetep. Maka, cekidot!

THIS FEELING

 

LEE CHEONSA POV

Aku benar-benar menyedihkan. Lihat ini, kantung mataku punya kantung mata lagi. Sepulangnya dari Pulau Jeju, aku meminta Yoona Eonnie untuk menginap di apartemenku. Yoona Eonnie tidak mengerti karena aku tidak menceritakan hal yang sebenarnya padanya. Dan sekarang aku sedang di kafé dekat kampusku, sendirian. Menunggu Hyora Eonnie sampai jam 3 sore nanti. Aku ingat saat pertama kali aku bertemu dengan Kwangmin setelah 3 tahun dia pergi ke Inggris. Tanpa kusadari, airmataku kembali mengalir. Segera kuhapus airmataku, entahlah, apa aku terlalu banyak persediaan airmata sampai-sampai tidak mau berhenti keluar?

Kafé ini agak sepi karena ini sedang jam kerja. Sedang asyik-asyiknya menyesap milk soda, tiba-tiba sepiring cheese cake disimpan di mejaku.

“Juisonghamnida, tapi aku tidak pesan ini” ucapku pada orang yang kukira pelayan.

“Tidak apa, aku yang traktir”

Suara itu begitu familiar di telingaku, kutengokan kepalaku dan kudapati namja dengan topi hitam dan masker yang menutupi hampir seluruh wajahnya.

“Kyu..hyun Oppa?” tanyaku memastikan.

“Annyeong” sapanya padaku sambil tersenyum manis.

Senyuman yang kurindukan. Sudah lama aku tidak mengobrol dengannya lagi sejak aku pergi ke Pulau Jeju.

“Kenapa Oppa ada disini?” tanyaku lagi.

“Karena aku mau bicara denganmu 4 mata. Tapi sebelumnya, bagaimana kabarmu? Kau menghilang akhir-akhir ini, aku jadi khawatir”

“Nan..gwaenchanayo, Oppa sendiri apa kabar?” tanyaku balik.

“Aku juga baik-baik saja. Jadi, kau mau cerita ada apa?”

DEG!

“Cerita apa?” tanyaku berkelit.

“Tentang masalahmu”

Baik, dia memang pintar. Apa sebegitu kelihatan aku memang sedang memiliki masalah?

“Masalah apa, Oppa? Aku tidak mengerti..” aku masih mencoba berbohong.

Aku tidak ingin membahasnya lagi dan terlebih lagi aku tidak ingin Kyuhyun Oppa tahu soal perasaanku padanya.

“Tidak mungkin matamu sembab tanpa alasan’kan?”

Dia mengelus pipiku pelan. Hatiku jadi sesak lagi dan sebulir airmata keluar lagi dari mataku.

“Nan..mollasaeyo Oppa..”

Aku mengalihkan pandanganku darinya. Berusaha menutup kelemahanku.

Dia menghela nafas panjang dan mengelus kepalaku lembut. Kutatap kembali cinta pertamaku ini, dia tersenyum padaku. Manis sekali. Membuatku tambah sesak saja.

“Tidak apa kalau kau tidak mau cerita, tapi kau harus kembali seperti dulu oke? Jadilah Cheonsa yang selalu bersemangat. Aku suka kau yang begitu”

Perasaan ini begitu meluap-luap. Aku sudah tidak tahan lagi.

“Kenapa Oppa begini?”

“Ne?” tanyanya karena suaraku yang nyaris tidak terdengar.

“Kenapa Oppa selalu bersikap baik padaku? Tolong hentikan sikapmu ini, Oppa! Berhenti membuatku tambah menyukaimu!” kutahan mati-matian suaraku agar tidak terdengar ketus.

Sejenak dia berhenti mengelus kepalaku. Sepertinya dia syok. Aku sudah tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang melihatku dengan pandangan aneh. Aku sudah tidak peduli dengan airmata yang terus mengalir ini. Aku sudah tidak peduli dengan sakit hati ini. Aku sudah tidak peduli lagi kalau Kyuhyun Oppa sudah menyukai yeoja lain. Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi.

Ingin rasanya aku berteriak kalau aku benar-benar menyukainya. Aku ingin dia tahu perasaanku yang sudah kupendam selama bertahun-tahun ini. Aku ingin dia membalas perasaanku walau itu sudah tidak mungkin lagi. Aku sudah tidak ingin menyembunyikan perasaan ini lagi. Aku terus menunduk menunggu jawabannya.

Kumohon, katakan sesuatu Kyuhyun Oppa. Jangan membuatku terus menunggu. Jebal!

CHO KYUHYUN POV

“Kenapa Oppa ada disini?” tanyanya lagi.

“Karena aku mau bicara denganmu 4 mata. Tapi sebelumnya, bagaimana kabarmu? Kau menghilang akhir-akhir ini, aku jadi khawatir”

Sekarang kami ada di kafé dekat kampus kami. Tadi aku menelfon Hyora Noona untuk memberitahukan dimana Cheonsa. Aku benar-benar khawatir padanya. Sudah 2 minggu dia tidak memberi kabar apapun, padahal biasanya dia tidak pernah absen mengunjungiku ataupun menghubungiku.

“Nan..gwaenchanayo, Oppa sendiri apa kabar?” tanyanya balik.

“Aku juga baik-baik saja. Jadi, kau mau cerita ada apa?”

Dia terlihat syok tapi satu detik kemudian nada bicaranya mulai biasa lagi.

“Cerita apa?” tanyanya berkelit.

“Tentang masalahmu”

Ayolah, Cheonsa-ya, aku ini tidak bodoh. Terlihat jelas dari sikapnya akhir-akhir ini dan mata pandanya itu.

“Masalah apa, Oppa? Aku tidak mengerti..” dia masih mencoba berbohong.

“Tidak mungkin matamu sembab tanpa alasan’kan?”

Ku elus pipinya pelan. Mengambil airmata yang kini mulai keluar lagi dari matanya.

“Nan..mollasaeyo Oppa..”

Dia mengalihkan pandangannya dariku. Sepertinya dia memang tidak mau cerita, ya sudahlah. Aku menghela nafas panjang dan mengelus kepalanya lembut. Dia kembali menatapku masih dengan airmatanya yang mengalir deras itu.

“Tidak apa kalau kau tidak mau cerita, tapi kau harus kembali seperti dulu oke? Jadilah Cheonsa yang selalu bersemangat. Aku suka kau yang begitu” ucapku sambil tersenyum.

Sesaat dia diam membisu sambil menunduk.

“Kenapa Oppa begini?”

“Ne?” tanyaku karena suaranya yang nyaris tidak terdengar.

“Kenapa Oppa selalu bersikap baik padaku? Tolong hentikan sikapmu ini, Oppa! Berhenti membuatku tambah menyukaimu!” ucapnya dengan suara tercekat.

Jakkaman! Apa dia bilang? Menyukaiku? Haha, setelah sekian lama dia baru mau menyatakan perasaannya itu? Aigoo, kyeopta! Kutatap dirinya yang masih menunduk, sepertinya dia benar-benar mengeluarlan seluruh keberaniannya itu. Kulihat orang-orang yang melihat kami dengan pandangan aneh.

“Aish, yak! jangan membuatku seperti namja kejam yang sudah membuatmu menangis, uljima” ucapku sambil mengapus airmatanya.

“Op..pa..?” dia sepertinya sedikit bingung.

“Uljima, kau ini sudah besar tapi masih saja cengeng!” aku tidak menghiraukan panggilannya.

Tapi tiba-tiba saja dia menepis tanganku, omo! Wajahnya mengerikan!

“Jebal Oppa..jeongmal jebal..jangan buat aku lebih berharap padamu!” dia sedikit berteriak.

Sepertinya dia benar-benar ingin bicara serius denganku. Akupun tersenyum dan kembali mengelus kepalanya. Dia sedikit mendongakan kepalanya kaget.

“Arasseo.., aku juga menyukaimu Cheonsa-ah..”

Baik. Kali ini ekspresinya lebih kaget lagi. Sepertinya dia salah paham.

“Tapi hanya sebatas yeodongsaeng saja..”

Raut wajahnya yang sudah senang itu langsung sirna dan dia kembali menunduk.

“Aku tahu harusnya aku mengatakan ini lebih awal..” ucapnya pelan.

“Haha! Neo-ya~ walaupun kau bilang itu dari dulu, aku tetap tidak akan bisa menyukaimu lebih dari itu. Aku sudah jatuh cinta pada yeoja yang sama semenjak pertama kali aku bertemu dengannya” jelasku.

“Yeoja itu benar-benar beruntung karena bisa mengambil hatimu, Oppa..” dia semakin tertunduk lemas.

“Yak, lagian kenapa kau baru bilang sekarang? Kupikir kau tak’kan pernah menyatakan perasaanmu” ucapku ringan.

“Aniyo..nan..” ucapannya terputus.

“Waeyo?” tanyaku.

“Berarti Oppa sudah tahu perasaanku dari dulu?”

Sepertinya dia baru ngeh kalau aku sudah tahu dia suka padaku sejak dulu.

LEE CHEONSA POV

“Yeoja itu benar-benar beruntung karena bisa mengambil hatimu, Oppa..” aku semakin tertunduk lemas.

“Yak, lagian kenapa kau baru bilang sekarang? Kupikir kau tak’kan pernah menyatakan perasaanmu” ucapnya ringan.

“Aniyo..nan..”

Jakkaman! Apa dia bilang? Berarti dia..?

“Waeyo?” tanyanya karena tiba-tiba aku memutuskan ucapanku.

“Berarti Oppa sudah tahu perasaanku dari dulu?” tanyaku memastikan.

Kutatap Kyuhyun Oppa dengan tatapan tak percaya. Darimana dia..? kenapa..?

“Darimana Oppa tahu..?” tanyaku.

“Tanpa diberitahupun, aku sudah tahu kok. Terlihat jelas dari sikapmu” ucapnya sambil memakan cheese cake-nya.

Aku hanya bisa menganga tidak percaya. Kalau memang dia tahu dari awal, kenapa dia..? aish! aku bahkan sudah kehilangan kata-kata menanggapi hal ini.

“Apa sebegitu jelasnya?”

“Keurom! Kau itu gampang sekali menggambarkan isi hatimu. Caramu memperlakukanku itu jelas sekali mengatakan kalau kau suka padaku” jelasnya.

“Tapi kalau Oppa tahu dari dulu, kenapa Oppa tidak langsung menjauhiku saja? Bukannya Oppa suka pada yeoja lain?” aish! mengatakan hal itu membuatku kesal saja.

“Yak, siapapun bebas menyukaiku, selama dia tidak menggangguku. Kau itu sudah ku anggap seperti dongsaengku sendiri” ucapnya sambil mengacak-acak rambutku.

Aah kenapa dia begitu manis? Membuatku tambah menyukainya saja.

“Hentikan bersikap manis begitu Oppa, kau membuatku semakin berharap saja padamu” kusingkirkan tangannya dari kepalaku.

“Lho? Bukannya kau mencintai namja lain ya?”

Hah?

“Maksud Oppa?” tanyaku dengan alis setengah naik.

“Maksudku kau memang menyukaiku tapi kau mencintai namja lain’kan?”

“Apa karena itu Oppa menolakku?”

Aku jadi curiga alasan ‘menyukai yeoja yang sama’ itu hanyalah sebuah alasan saja.

“Buahahaha! Aniyo Cheonsa-ya~, kau ini masih belum sadar juga ya?” dia tertawa meledek.

Apa sih? Aku jadi makin tidak mengerti.

“Maksud Oppa?”

“Bukannya kau mencintai Kwangmin ya?”

DEG!

Kenapa jantungku ini? Akhir-akhir jadi sering berdetak tak karuan. Omo! Kenapa wajahku begitu panas?

“Aha! Memang benar’kan?” tanyanya menggodaku.

“A..aniyo~, dia itu cuma teman masa kecilku saja Oppa. Lagipula..”

Lagipula dia sudah bilang mau menyerah soal perasaannya padaku. Yak! kenapa jadi terdengar seolah aku ini kecewa ya?

“Lagipula apa?” dia terdengar penasaran.

“Ani, gwaenchana. Sudahlah tidak usah dibahas, oh ya, kenapa Oppa ada disini? Oppa tidak ada jadwal?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

“Sebentar lagi, sekalian menunggu pasangan homo itu selesai makan di restoran sebelah” tunjuknya pada restoran sebelah.

Aku hanya terkekeh pelan mendengarnya menyebutnya ‘pasangan homo’, ternyata dia punya pemikiran yang sama denganku, haha!

“Baiklah, sebaiknya aku pergi sekarang. Sepertinya mereka juga sudah selesai” ucapnya sambil beranjak dari duduknya.

Kontan akupun langsung mengantarnya menuju pintu keluar.

“Cerialah. Karena kalau tidak, kau akan mendapatkan hukuman!” ancamnya sebelum dia pergi.

“Oh ya? Dan apa hukumannya itu, Tuan Cho?” tantangku.

“Lebih baik kau tidak tahu Nona Lee” dia memberikan senyum evil khasnya itu.

Entah kenapa aku suka sekali saat dia tersenyum evil begitu. Aish! lupakan Cheonsa-ya! Dia sudah memiliki yeoja yang dia sukai.

“Arasseo, ka~” ujarku sambil mendorongnya.

“Oh iya, satu lagi!” ucapnya 3 meter dari tempatku berdiri.

“Ne?”

“Kau hanya belum menyadarinya saja, nanti kau juga tahu sendiri perasaanmu padanya. Annyeong!” ujarnya sambil melambaikan tangan.

Hah? Maksudnya? Aku hanya bisa mengerutkan kening tanda tidak mengerti. Padanya? Nugu? Aish, sudahlah! Lebih baik aku juga bersiap-siap pergi saja.

Entah kenapa, walaupun ditolak, aku merasa bebanku selama ini sudah hilang entah kemana. Kecewa sih, tapi..entahlah, kenapa aku tidak terkejut ya saat dia bilang ‘menyukai yeoja yang sama sejak dulu’? apa aku benar-benar sudah mengikhlaskannya?

***

“Aish! mana sih Minho Oppa?”

Disinilah aku, sendirian, menunggu Minho Oppa. Dia bilang sedang di kantin dan aku minta dia untuk membelikanku roti melon dan susu vanilla. Tapi ini sudah 30 menit berlalu dan dia belum kembali juga, apa dia beli roti dan susunya di Bali? Aish! yang benar saja!

“Baiklah, sudah cukup! Akan kususul dia!”

Tapi begitu terkejutnya aku ketika melihat siapa yang tepat berada di depan pintu ruanganku. Lagi-lagi jantungku berdetak abnormal ketika melihat mata itu.

“Kwangmin..?”

Namja itu masih terus mematung sampai kusebut namanya.

“Igo, dari Minho Hyung..” dia menyodorkan sebuah roti melon dan susu vanilla padaku.

“Ah ne..” segera ku ambil roti dan susunya.

“An..annyeong!” dia langsung pergi setelah ku ambil roti dan susunya.

Entah kenapa, suaraku mendadak tidak mau keluar dan kakiku tidak bisa di ajak kompromi. Kupandang lagi roti dan susu itu, semburat senyum tiba-tiba keluar dari bibirku. Aku tidak tahu kenapa, aku merasa senang saja saat melihatnya salah tingkah begitu.

“Gomawoyo, Kwangmin-ah..” ucapku pelan.

JO KWANGMIN POV

Aku sedang berada di MBC bersama member Boyfriend lainnya untuk menyanyikan lagu kami. Aish! membosankan sekali! Kulangkahkan kakiku keluar menuju kantin untuk mencari sesuatu yang bisa mengganjal rasa lapar ini.

Aish! penuh sekali, rasanya mood-ku mencari cemilan sirna seketika begitu melihat kerumunan orang-orang ini.

“Kwangmin-a!” tiba-tiba kudengar seseorang memanggil namaku.

“Minho Hyung?”

Saat aku dalam masa PDKT pada Cheonsa, aku jadi dekat dengan Minho Hyung. Yah, sama halnya seperti Yoona Noona yang kujadikan sebagai tempat curhat. Karena itu, dia kupanggil Hyung. Tapi sekarang masa-masa itu sudah lewat. Aish, sudahlah! Jangan dibahas lagi.

“Eo, Hyung?” tanyaku sambil menghampirinya.

Tangannya penuh sekali dan kenapa dia seperti sedang terburu-buru begitu?

“Aku mau minta tolong, boleh gak?” tanyanya.

“Minta tolong apa?”

“Igo. Tolong berikan ini pada member SHINee dan Cheonsa ya! Aku sakit perut, sudah tidak tahan! Tolong ya!”

DEG!

Cheonsa? Belum sempat aku menolak, dia sudah pergi duluan ke WC. Aish! kalau pada member SHINee sih tidak apa-apa, tapi Cheonsa? Ayolah, aku ini sedang dalam masa ‘menyerah atas perasaanku padanya’ dan kenapa sekarang aku harus menemuinya? Aku harus berwajah bagaimana saat menemuinya?

Yah sudahlah, lebih baik kuberikan yang member SHINee dulu deh! Biar kusimpan milik Cheonsa di depan pintu ruangannya saja. Dengan begitu, aku tidak harus menemuinya’kan?

Baiklah. Ini saatnya. Aku sudah di depan pintunya. Kenapa jantung berdegup tak karuan? Aish! tenanglah jantungku! Semuanya akan baik-baik saja. Simpan saja plastik ini di kenop pintu, ketuk pintunya dan segera pergi. Baiklah, tarik nafas.

CKLEK.

Baik. Jantungku lebih abnormal daripada tadi. Kulihat Cheonsa yang juga mematung sama sepertiku. Agak lama juga kami berpandangan sampai akhirnya dia memanggil namaku. Segera aku tersadar dari lamunanku.

“Igo, dari Minho Hyung..” kusodorkan sebuah roti melon dan susu vanilla padanya.

“Ah ne..” dia segera mengambil roti dan susunya.

“An..annyeong!”

Aku langsung pergi setelah dia mengambil roti dan susunya. Aku tidak mau kehilangan kontrol dan malah memeluknya. Bisa kurasakan wajahku yang memanas begitu aku pergi. Jantungku tidak mau berdetak normal, tidak kuhiraukan panggilan orang-orang di sekitarku.

Aku hanya ingin segera pergi darinya. Ingin segera melupakan perasaan ini dan menghilangkannya. Tapi kenapa begitu sulit? Kenapa malah aku semakin mencintainya? Aish! aku malah mengacak rambutku frustasi.

***

Akhirnya acara MBC ini selesai juga. Kulihat beberapa artis masih menyalami Miss A atas kemenangan mereka. Aku sudah ingin segera pulang ke dorm, rasanya kepalaku sakit. Tapi sebelum aku kembali ke ruanganku, kulihat dia, Lee Cheonsa, dengan namja yang tidak kuketahui namanya. Lagi.

Aish! melihat mereka membuat mataku sakit saja dan anehnya, aku tidak bisa pergi begitu saja. Kakiku benar-benar sudah tidak mau menuruti perintahku. Aku hanya bisa melipat tangan di dadaku dan melipat wajahku rapat-rapat. Yak! apa yang kau lakukan, Kwangmin-ah? Menonton adegan yang membuatmu naik pitam?

“Jangan cemburu, mereka hanya teman” ucap seorang namja di sampingku.

“Ne?” tanyaku pada namja yang ternyata Minho Hyung.

“Namanya Song Joongki, aktor. Mereka memang akrab sejak Cheonsa jadi bintang tamu di Running Man” ucapnya sambil tersenyum.

Oke, apa ini perasaanku saja atau memang Minho Hyung sedang tersenyum mengejek padaku?

“Mwoya? Aku tidak bertanya apapun kok!” kilahku tetap di tempatku.

“Kau tidak perlu menyembunyikannya, Kwangmin-ah~. Maksudku, aku sudah tahu kalau kau memang menyukainya” jelasnya.

“Tapi aku sudah memutuskan untuk menyerah, Hyung”

“Well, you’ll never know. But I told you, it could be hard, Kwangmin-ah” ucapnya sambil pergi ke belakang panggung.

Entah kenapa, aku merasa kalau perkataannya itu memang benar. Tapi aku juga tidak pernah bilang ini akan mudah’kan? Baiklah, mau teman atau apa, aku tidak peduli tapi yang pasti aku harus segera pulang karena kepalaku semakin sakit saja.

LEE CHEONSA POV

“Nugu?”

Tiba-tiba pertanyaan dari Joongki Oppa menyadarkanku dari lamunanku.

“Ne?”

“Namja itu, yang daritadi kau perhatikan” ucapnya sambil menunjuk pada..

Kwangmin?

“Ani, aku tidak memperhatikan siapapun kok!” kilahku.

Sial! Kenapa bisa sampai ketahuan kalau daritadi aku diam-diam memperhatikan Kwangmin? apa sejelas itu?

“Sepertinya aku kenal namja itu” ujarnya sambil memasang pose berpikir.

“Lalu?” tanyaku.

“Bukankah itu si kembar Boyfriend?” tanyanya sambil melirikku dan..ada apa dengan senyuman itu?

“Kenapa Oppa melihatku seperti itu?” selidikku.

“Aniyo, hanya saja sepertinya dia namja yang baik” tatapnya padaku.

“Oke, jadi apa inti dari pembicaraan ini?” aku mulai risih padanya.

Memangnya salah kalau aku melihat seorang namja? Apalagi dia adalah tetanggaku sendiri?

“Aniyo, ayo kita makan!” ajaknya sambil merangkulku.

***

JO YOUNGMIN POV

Kami baru saja sampai di dorm. Wuaah! Rasanya badanku remuk semua! Segera kurebahkan diriku di kasurku. Rasanya nyaman sekali! Aish, aku haus sekali! Dengan terpaksa, kubangkitkan badanku menuju ke kulkas di dapur.

“Kenapa kau menatap foto Cheonsa Noona terus?” tanyaku pada Kwangmin yang sedang melihat foto Cheonsa Noona di HP-nya.

Acara mengambil air di kulkaspun tertunda karena aku melihat Kwangmin yang terus menunduk menatap HP-nya di ruang tengah. Sikapnya jadi aneh sejak kami pulang dari MBC, dia diam terus sambil sesekali melihat layar HP-nya. Ternyata foto Cheonsa Noona toh yang daritadi dia lihat. Dia tidak menjawab pertanyaanku. Aku hanya bisa mengangkat bahu sambil kembali ke dapur, mengambil air dingin di kulkas. Kemudian aku duduk di sebelah Kwangmin sambil ikut memandangi foto Cheonsa Noona.

“Aku sudah menyerah..” ucapnya lemah.

“Mwo?” tanyaku tidak mengerti.

“Aku sudah menyerah soal Cheonsa, aku tidak akan mengejarnya lagi..”

“Mwo?!”

Sepertinya aku harus pergi ke dokter THT karena terus berkata ‘mwo’.

“Aku sudah bilang padanya aku sudah menyerah” kali ini ia menatapku.

“Mwoya? Waeyo? Bukannya kau bilang tidak akan menyerah soal dia?”

Dia kembali menunduk dan menghela nafas berat. Sepertinya ada masalah lagi di antara mereka.

“Tapi aku melupakan satu hal, Youngmin-ah. Aku melupakan perasaannya”

“Perasaannya?” aku jadi makin bingung.

“Aku terus mengejar dia dan tidak pernah memikirkan perasaannya. Dia pasti merasa risih karena kelakuan dan perasaanku, aku benar-benar egois” dia menutup wajahnya dengan tangannya.

“Kwangmin-ah..” ku usap pundaknya pelan.

Baru kali ini kulihat dia begitu merasa tertekan karena masalah yeoja.

“Apa kau yakin?” tanyaku lagi.

“Molla..” dia menggelengkan kepalanya lemah.

“Aku sangat mencintainya tapi aku harus melepaskannya..” suaranya sedikit bergetar.

Aish! kenapa masalahnya jadi tambah rumit saja sih?

Kemudian Kwangmin beranjak menuju kamarnya yang berada di sebelah kamarku. Dia bahkan belum makan daritadi, tapi percuma saja menyuruhnya makan di saat keadaannya begitu. Kuketuk pintu kamarnya perlahan, tapi tidak ada jawaban. Kubuka sedikit pintunya dan kutemukan Kwangmin sudah berada di balik selimut tanpa mengganti bajunya. Sepertinya aku harus melakukan sesuatu. Aku tidak bisa diam saja. Lebih baik kubicarakan masalah ini pada Yoona Noona juga, siapa tahu dia bisa membantu.

Segera kututup kembali pintu kamar Kwangmin dan beranjak menuju kamarku. Kucari nomor kontak Yoona Noona dan menekan tombol call. Setelah 10 detik, barulah panggilanku di jawab.

“Yoboseyo?”

TBC

Terus tunggu kelanjutaannya yaa! #promosi #plak!

Makasih buat masukan dan komennya #bow #cipokKyuOppa #plak!

5 thoughts on “My Neighbor [part 6]

  1. Pengumuman buat chingudeul yang belom tahu, saya udah punya blog sendiri #bangga #kibasponi, ada sekitar 5 FF baru yang masih pending di WFF tapi udah saya post di blog saya. Kalo punya waktu, silakan mampir ya~ pupuputri.wordpress.com, gomawo ^_^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s