Find The Way [part 2]

Author            : Blackpearl

Cast                : Cho Kyuhyun, Park Hyeo Rin

Support Cast : Kang Rae Na, Lee Donghae, Choi Shinn Bi

Rating             : PG 16+

Genre             : Romance

Type               : chapters

*Kamp cafeteria*

Author pov

Shin bi melangkahkan kakinya masuk ke kamp cafeteria kampus, di ikui oleh para pengikut setia di belakananya. Ya…teman-temannya yang kecentilan. Ia duduk di bangku khusus yang hanya boleh di duduki oleh shinn bi’s group saja. Lihat betapa uang dan kekuasaan yang bermain di sini.

Si nona manja akan pamer sebentar lagi. Biasa lah,  rutinitas orang kaya. Tak ada hari tanpa memamerkan kekayaan keluarganya.

Bosan? Tak ada istilah bosan dalam kamus mereka, yang ada hanya lah, bagaimana cara menghabiskan uang mereka secara tak berguna. Tsskk…sia sia!

“Omo..omo…omo…!bajumu sangat bagus shinn bi-ya~?”

“Kau baru membelinya?”

“paman ku baru mengirimkannya kemarin. Ini baju yang di pesan secara khusus. Hanya di buat 5 potong di seluruh dunia.”ucapnya angkuh

“Kalian tahu Ini rancangan top dari boutique JE & J amerika.” Sambungnya lagi

“Hwwa…..”

“Pasti sangat mahal”

“Tidak juga, keluargaa ku bisa membeli ke lima-limanya jika mau”

Temannya suka sekali memujinya karna punya tujuan khusus. Pada dasarnya mereka semua adalah penjilat. Mereka rela melakukan apapun yang di perintahkan oleh shinn bi, demi mendapatkan sesuatu.

Yah…semua orang korea tau berapa banyak asset yang di miliki oleh keluarga Choi itu. Tidak heran jika dia seperti itu. Bahkan banyak putra-putri penerus keluarga choi itu menjadi artis top. Seperti choi siwon, choi minho, choi soyoung, choi sulli. Mereka semua memiliki wajah yang rupawan.

Shinn bi pun demikian. Dia tak kalah rupawannya dengan saudara-saudarannya yang lain. tapi sayang wajahnya yang rupawan tak di imbangi dengan sifat dan perilakunya yang rupawan juga. Dia tumbuh menjadi gadis yang manja, semaunya sendiri, dan dengan uang nya ia rela melakukan apapun demi kepuasannya sendiri.

“Ya!apa yang kau lakukan! Singkirkan tangan kotormu itu dari bajuku”. teriaknya pada salah satu pengikutnya yang mencoba menyentuh baju `mahal yang` ia kenakan.

“Aku tidak mau pakaian ku ternoda oleh tangan tangan orang miskin!” sambungnya angkuh.

Padahal temannya yang barusan menyentuh bajunya dalah putri predent directur bank swasta terbesar di korea. Dan seenaknya saja shinn bi menyebutnya orang miskin. aigooooo

“hei shinn bi lihat itu!  nona freak ada di sana” tunjuk salah seorang pengikut shinn bi kea rah hyeo rin yang sedang duduk di meja depan.

“Sepertinya akan ada pertunjukan yang seru”  kata seorang lainnya.

Shinn bi menoleh ke arah yang di tunjukkan oleh para pengikutnya. tersenyum licik.

Shinn bi perlahahan beranjak dari kursinya dan berjalan mendekat ke arah meja hyeo rin.

Hyeo rin meraih botol saus tomat yang ada di depannya. Tapi tangan shin bi meraihnya terlebih dahulu. Shin bi duduk di meja tepat dimana hyeo rin sedang duduk. Dia duduk diatas meja tersebut dengan santainya.

Gadis itu hanya menatap shinn bi tenang. Baginya ini sudah biasa. Si tuan putri manja itu akan berbuat ulah. Dan ia tinggal melihat. Ulah apa yang akan di lakukan nona tengil di hadapannya ini.

“Kau……… butuh saus?” Ucap si nona manja sok lembut.

Hyeo rin diam dan memilih tak menanggapi kalimat shinn bi. Dia mengambil sendoknya dan menyendokan sup itu lalu memasukan ke dalam mulutnya. Baru satu suap yang masuk kedalam mulutnya shin bi membuka tutup botol saus tersebut dan menuangkan isinya ke dalam mangkuk sup yang sedang di makan hyeo rin.

Shinbi menekan kuat  asi botol nya, membuat isi saus itu keluar sehingga menutupi seluruh bagian permukaan mangkuk supnya. Mangkuk Sup nya sekarang lebih mirip mangkuk saus tomat.

Hyeo rin tetap tenang. Dia mengambil tissue lalu mengelap ujung mulutnya. Ia memundurkan kursinya, berdiri dan hendak beranjak pergi. Tapi kaki shinn bi menghalaunya. Membuat hyeo rin tak bisa pergi kemana-mana

“Ya~…kau mau pergi kemana? Mau kabur?”

Gadis itu menarik nafas dalam. Dan memalingkan wajahnya. Bersikap masa bodoh

“Ternyata kau seorang yang…………mengecut? Cih…”

“benar-benar SAMPAH!”

Emosinya memuncak sekarang. Sampah katanya? Kata kata itu adalah yang paling tak dapat ia terima. Biasanya hyeo rin akan diam saja, tapi tidak untuk kali ini. dia merasa sudah cukup sabar selama ini. di perlakukan seenaknya dan semena-mena oleh si nona tengil dan antex-antexnya. kali ini ia menggunakan sisi manusianya, yang ingin berontak jika harga dirinya tersakiti. semut yang kecil saja akan menggigit jika di injak. Dan kali ini dia akan melakukannya. Melakukan sesuatu hal yang seharusnya ia lakukan sejak dulu.

Hyeo rin tetap tenang. Ia balik menatap shinn bi. Tangannya perlahan meraih botol saus tersebut. Dan dengan santainya menekan isi botol tersebut sehingga tepat mengenai baju shinn bi. Baju baru shinn bi yang `KATANYA` sangat mahal!

Si nona manja langsung melotot sempurna. Dia tetap terpaku selama 10 detik, dan detik kemudian ia meneriakan suara cemprengnya!

“MWOYA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

“Kau Gila Hah! Kau Tidak Tahu Betapa Mahalnya Baju Ini!!!!Omo…bajuku!!!”

“Bukankah keluargamu masih sanggup membeli ke empat baju yang sama. jadi Aku rasa satu baju saja tak akan jadi masalah bagi keluarga choi.” Ucap hyeo rin dengan sedikit mengejek

Ini jadi pemandangan yang menarik bagi orang-orang yang ada di cafeteria. Semua pandangan tertuju pada 2 gadis yang sedang bersitegang. tak ada yang menyangka hyeo rin berani membalas perlakuan si nona tengil. Responnya bermacam-macam, ada yang tersenyum senang karna akhirnya ada juga yang berani menantang si nona tengil, ada yang datar-datar saja dan ada juga yang bergidik ngeri membayangkan hal buruk apa yang akan terjadi pada hyeo rin setelah ini.

Shin bi menetapnya dengan penuh emosi. Sudah barang tentu ia tidak akan membiarkan gadis ini lolos begitu saja.

“Atau jika kau masih kurang……….. Hanya ini yang ku punya. Semoga bisa membantu.” Ujar hyeo rin sambil mengeluarkan uang dalam dompetnya dan meletakkannya di atas meja. Hyeo rin berlenggang dengan santainya meninggalkan shinn bi. Tapi shinn bi bergerak lebih cepat. Ia berjalan menghalau hyeo rin dari depan dengan tatapan membunuh

“KAU TIDAK AKAN SELAMAT!”

“Jika masih kurang kau bisa mengirimkan bonnya ke rumahku”

Shin bi benar-benar marah, lalu ia melayangkan tangannya hendak menmpar hyeo rin.

Suasana begitu hening mencekam. Hyeo rin masih dengan tatapan yang tenang. Tak gentar sedikitpun dengan ancaman yang shin bi layangkan. Lebih tepatnya sudah terbiasa.

Shinn bi semakin kalap dan dengan sekuat tenaga ia melayangkan taamparan kea rah hyeo rin. Semua mata terpaku, ngeri melihat adegan selanjutnya yang akan terjadi.

Tapi tidak.

Tidak terjadi apa-apa. Tangan seseorang menahan tangan shinbi terlebih dahulu. Membuat tangan itu tak jadi menyentuh wajah hyeo rin. Semua orang melotot melihat kejadian tersebut.

Shin bi ikut melotot. Ia salah tingkah. Merasa sedang tertangkap basah.

“k-kyuhyunnn..opppp-”

“Berhentilah bersikap memalukan seperti ini” ujar kyuhyun sambil melepaskan tangannya dari tangan shin bi

Hyeo rin sendiri masih tetap diam di tempatnya. Hanya bola matanya saja yang sempat melebar ketika melihat kyuhyun lah yang melindunginya.

“O…oppa……aaku-,Ini-,tak seperti yang kau bayangkan, A..aku-” ucap shinn bi gugup

“Aku Tak Mau Dengar Penjelasan Apapun Darimu!”

“Dan kau! Ikut aku!” lanjutnya tajam menatap kea rah hyeo rin.Kyuhyun menarik paksa tangan hyeo rin dan membawanya keluar ruang cafeteria.

***

hyeorin memberontak mencoba melepaskan cengkraman tanganny dari pria ini. Kyuhyun menarik paksa gadis ini keluar dari cafeteria. Mereka berjalan ke luar ke arah taman.

“Lepaskan tanganku!”

“Kau mau buat keributan he?”

“Bukan urusanmu! Kau tidak tahu apa-apa!”

“Kau mau menambah lagi rentetan kasus mu ha! Kenapa kau suka sekali berkelahi? Apa itu jadi hobi favorite mu?”

“Kau pikir aku mau seperti ini! mereka yang mulai menggangguku! Apa aku harus diam saja setiap mereka mengerjaiku, huh !” ucapnya marah, hyeorin memalingkan wajahnya. Matanya sedikit berkaca-kaca sekarang

“menghindarlah, jangan dengarkan mereka.” Ucap kyuhyun sendu. Kyuhyun melangkah mendekat pada hyeorin. Membuat jarak keduanya makin dekat

“sampai kapan!sampai kapan aku harus tetap seperti itu huh! Lalu siapa yang harus aku dengarkan?

“kau….Cukup dengarkan aku saja”

“Cish! Jangan sok peduli padaku ku! Aku tak butuh belas kasihan darimu! Dan aku tak butuh perhatian darimu!”

“Siapa yang kasihan padamu? Aku tulus mengatakannya!”

“Gurae? Aku rasa kau sama saja dengan mereka! Berpura-pura dan bersandiwara!”

“Aku tak mengerti jalan pikiranmu! Kenapa kau selalu bersikap seperti itu? Kau seperti orang sakit!”

“Kalau begitu menjauhlah! Menjauhlah dari orang sakit sepertiku,  Jika tidak mau tertular!”

“Ternyata kau orang yang seperti ini eh? Kau tak tahu kau sendirilah yang mengasihan-

“HENTIKAN!!!”teriak gadis itu. Matanya berkaca-kaca.

“kau….,kau tak tahu apapun tentangku! Berhentilah  bersikap seolah olah kau tahu segalanya!” Hyo berlalu meninggalkan kyuhyun dan berjalan menjauh.

“Argggghhh!!!!!!” Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi “Sial!”

kyu hanya bisa menatap punggung gadis itu.

 

“Kau tak tahu aku sakit melihatmu seperti ini” batinnya

***

Author pov

Kyuhyun duduk bersandar di bawah pohon di taman belakang kampusnya. Jika sedang memikirkan sesuatu dia selalu kesana. Itu tempat favoritnya. Tenang. Jauh dari hiruk pikuk dan hingar bingar kampusnya.

Kepalanya menghadap ke depan, ke arah hamparan taman hijau tapi Pandangannya menerawang. Masih teringat dengan kejadian tadi. Sesekali dia mengacak-acak rambutnya gusar. Membuat rambutnya semakin acak-acakan. Tapi ia justru semakin keren jika seperti itu (?)

“Ya~ kenapa menekuk mukamu seperti itu?” suara donghae menyadarkan dari lamunannya. Donghae tiba-tiba muncul dari arah samping dan duduk di sampingnya.

“kau mengejutkanku hyung!” ujarnya mendengus

“Kau habis di tolak seorang gadis he?” Tanya donghae menggoda kyuhyun.

“mana ada sejarah seorang Cho Kyuhyun itu di tolak seorang gadis, yang benar itu cho kyuhyun yang menolak ribuan gadis”

 

“kecuali nona penyihir itu” batin kyuhyun

“ kau akan cepat tua jika sering melamun begitu” ujar donghae terkekeh

“Diam kau hyung! Aku sedang pusing…”

“Apa yang kau pusingkan?”

“Entahlah..aku…tidak yakin.” Jawabnya gusar

“Dasar tidak jelas, kau bahkan memusingkan hal sebenarnya kau pun tak tahu! Orang aneh!”

“Aku hanya……….? tak mengerti”

“Tak mengerti apa?”

“Dia…dia…itu….? akhh…entahlah..”

“Hyeo rin?”

“Mwo?

“Dari mana kau tahu??

“Siapa lagi gadis yang bisa membuatmu frustasi seperti ini kalau bukan dia! Kau bahkan terus memperhatikannya selama setahun ini

“Ya! Aku tidak memperhatikannya!”

“Baiklah kau memang tidak memperhatikan! Tapi mengikutinya setiap hari,”

“Yak! Tidak seperti itu!”

“Tentu saja, memang tidak, itu bahasa lainnya…”donghae terkekeh

“Kau meledekku!” kyuhyun mendengus sebal ke arah donghae. Donghae malah tersenyum geli.

“oh ya…..kyu..” donghae menggantung ucapannya. Kyuhyun menoleh ke arahnya. Ekspresi donghae berubah serius. Nafasnya pun terasa agak berat.

“tentang hyo rin. bersikaplah sedikit lembut padanya,”

“lembut?padanya?apa maksudmu?”

“ya…masak kau tidak bisa merasakannya juga?”

“kau tidak tahu saja..dia..sudah menghadapi hal hal yang sangat buruk” donghae manatap kedepan. Pandangannya sedikit menerawang.

“dia itu..gadis yang kuat,”lanjutnya

“kau berkata seolah-olah sangat mengenalnya saja,” cibir kyuhyun

“aku serius…..”

“aku tak mengerti. Kenapa dia seperti itu. Menurutku dia terlalu kejam. Padahal itu pada dirinya sendiri.”

“Jangan salahkan mengapa orang berubah kejam. Itu karna mereka terluka. Kau tau, Orang akan bersikap kejam bila hatinya terluka. Termasuk pada dirinya sendiri.”

“Aku tetap tak mengerti hyung!”

“Hal tersebut tidak harus di mengerti, tapi cukup kita `tahu` . Kau hanya perlu `tahu`.” Ujar donghae. Pandangannya lurus kedepan. Ikut menerawang

“kau belum pernah mengalaminya kyu. Kau tumbuh di keluarga yang menyeyangimu. Mereka selalu bersama mu dan ada untukmu kapan pun. Itu akan berbeda jika kau sendiri.” Ucapnya lagi sambil menoleh arah kyuhyun tersenyum.

“Bersikap baiklah padanya sedikit. Jangan semakin mempersulitnya.”

“Kau membuatku semakin tak mengerti tuan lee!”

“Sudah ku bilang, itu tidak harus di mengerti! Cukup kau tahu! itu sudah untung.”

“Ya~ ada apa lee donghae? Kau menyukainya? Sampai membelanya seperti itu?”ejeknya.

“dasar tengil! Aku menasehatimu kau malah bicara yang tidak –tidak”donghae menoyor kepala kyuhyun gemas

“yak!!kau mau mati ha!” Donghae malah tertawa senang. Ia berdiri dan bernjak dari duduknya.

“Aku harus pergi, kelasku mulai sebentar lagi”

“Pergilah! Kau membuatku kesal” Donghae tersenyum kulum. Melihat tingkah dongsaengnya ini yang sangat kekanak-kanakan.

“untuk yang satu ini, Ku akui kau itu persis sama denganya”

“ apa lagi yang kau katakan!aku tak mengerti, bicara lah dengan bahasa manusia. Bukan bahasa ikan!”

“itu Pr untukmu, pikirkan saja sendiri!”

“yak!yak!jangan mengacak-acak rambutku!

***

 

*Few days later…..*

Hyeo rin duduk di dikursi. Sedikit terkejut karna ada kucing yang tiba-tiba berlari cepat melewatinya. Dia takut pada kucing. Reflex minuman yang ada di genggamannya lepas dan jatuh.

Hyeorin mendengus kecewa. Padahal dia sangat haus dan minuman itu sama sekali belum diminumnya. Suhu di kota seoul 3 hari ini sangat panas. Matanya melebar ketika Tiba-tiba ada tangan yang mengulurkan minuman kaleng di hadapannya. minuman yang sama dengan yang tumpah tadi. Ia mendongakan wajahnya, melihat  ke arah pemilik tangan tersebut. Seketika itu Ia mendengus kembali dan mengigit bibir bawahnya.

 

“Dia lagi”

 

“Kenapa dimana-mana slalu ada dia sih…” batin hyeo rin

“Kau haus kan?”ucap  kyuhyun

Hyeo rin hanya memalingkan mukannya dan tak berniat meraih minuman yang di ulurkan tangan kyuhyun.

“Aku tidak memasukan racun ke dalamnya.” Ucapnya lagi

Hyeo rin mendesah lemas. Dia sebenarnya sangat haus sekali. Tapi ia benar-benar keras kepala. Rasanya masih terlalu gengsi menerima minuman dari tangan seorang cho kyuhyun.

“Hmm……..” kyuhyun menaikan alisnya. Mengisyaratkan gadis ini untuk menerima minuman yang ia ulurkan.

Hyeo rin sadar percuma saja menolak pria ini. Semakin di tolak dia akan semakin menjadi. Jangan-jangan kyuhyun justru  akan mengekori nya seharian jika tidak menerima minuman yang ia ulurkan ini. Pikirnya

Akhirnya hyeo rin memutuskan menerima dan mengambil minuman dari tangan kyuhyun. Tak apa lah, toh dia juga sedang kehausan sekarang. Batinnya.

Kyuhyun tersenyum dan ikut duduk di sampingnya. Hyeo rin tak mengatakan apapun. Dia langsung membuka tutup kalengnya dan meneguk isinya.

Kyuhyun menatap hyeo rin yang sedang meneguk minuman itu. Ia menatapnya intens. Merasa risih di perhatikan. Hyeorin balas menatap pria di sampingnya

“Apa?”

“Kau tidak mengucapkan terimakasih?”Tanya kyuhyun

“Aku tidak meminta ini dari mu. Kau yang memberikannya”

“Setidaknya, kau tetap harus mengatkan terimakasih! Masak kau tidak tahu hal seperti itu?”

“Aku tidak mau”. Jawab hyeo rin santai sambil meneguk minuman kaleng itu.

“Wae? Karna minuman itu dariku?”

“Karna kau menyebalkan! Suka mengikutiku! Suka memaksaku! suka ikut campur urusanku! suka se-enak perut mu sendiri!” tutur hyeo rin panjang lebar

Kyuhyun malah terkekeh geli mendengar rentetan kata-kata yang keluar dari bibir gadis Ini.

“Kau juga! Suka berteriak padaku! Suka menyindirku! Suka marah-marah padaku!  Suka menendangku! Dan suka sekali mengusirku!” jawab kyuhyun tak mau kalah

Keduanya mendengus dan saling tersenyum kecil

“Kau pria menyebalkan!”

“Kau nona penyihir!”

“Ngomong-ngomong selera kita sama.” Ucap kyuhyun lagi. Hyeo rin menatap kyuhyun bertanya-tanya

“Minuman itu. Kau suka mochalatte juga kan?”

“Ani, kebetulan saat aku membeli minuman hanya tinggal ini yang tersisa. Jadi terpaksa aku mengambil yang ini.” Ucapnya jujur sambil terus meneguk minuman itu kembali . Tenggorokannya terasa dingin sekarang.

Kyuhyun menatapnya melotot, bibirnya mencibir. Bagaimana bisa ada seorang gadis yang begitu santainya bicara begitu di hadapan seorang cho kyuhyun?

Bukan jawaban seperti itu biasanya yang di ucapkan seorang gadis. Seharusnya ia mengatakan “ jinjja-yo oppa~, ah..aku rasa kita memang sudah di takdirkan bersama!selera kita saja sama!” itu kata-kata menjijikan yang bisanya di ucapkan oleh gadis-gadis centil jika berhadapan dengan kyuhyun

“Apa kau gadis yang normal?”

“Aku? Tentu saja normal!”. Hyeo rin menaikan kedua alisnya.

“Kenapa kau tidak gugup saat bicara denganku?” Tanya kyuhyun polos

Gadis itu malah mendengus keras. mencibir

“huh?Kenapa harus gugup? Memangnya kau siapa?” kepercayaan diri kyuhyun serasa luntur detik itu juga. Yang ke 2 kalinya, Bagaimana bisa ada seorang gadis yang mampu mengatakan hal tersebut di hadapannya

kyuhyun mendecak sebal

“Yang tidak normal itu justru para fansmu! Bagaimana bisa mereka sampai berteriak-teriak histeris begitu saat melihat orang sepertimu! “

 

“Orang seperti ku katanya? Memang aku orang seperti apa ha!” batin kyuhyun

Kyuhyun berjengit kesal memandang gadis di hadapannya.yang dengan santai nya bicara hal itu. Melihat ekspresi kyuhyun yang kesal. Hyeorin malah memalingkan wajahnya. Bersikap tak peduli. Dan terus meneguk minumannya.

Kyuhyun berniat meneriaki gadis yang se enaknya bicara seperti itu terhadapnya. Tapi di urungkannya. Matanya melebar dengan sempurna ketika kyuhyun melihat bibir gadis itu tertarik ke samping membentuk lengkungan membuat Lesung pipinya terukir sempurna. Gadis itu tersenyum?

Kyuhyun seketika mematung.

Terhipnotis.

 

“dia……….sangat cantik ketika tersenyum.” Batinnya

Ps

Anyeong……!!!!!!!!!!!

Buahaha..*ketawa setan. ini postingan untuk part 2  nya. Senang part ini bisa selesai karna part 3 dan part 5 nya malah jauh hari dah selesai.hoho

Sekian.

Makasih  admin. Makasih readernim yang dah nyempetin baca and comment di sini^^

Nantikan part lanjutannya ya…….^^

16 thoughts on “Find The Way [part 2]

  1. baru sempet baca hehhe..
    ternyata seorang kyuhyun bisa telmi juga haha,masa gak ngerti samaucapan hae sih..
    *brb baca part selanjutnya*

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s