You’re My First

Author                        : IdeaFina a.k.a Jung yuuri

Main Cast                  : Cho Kyuhyun Super Junior, Park Sooyoung (Lizzy) After School

Support cast               : Park Yoochun DBSK

Genre                                     : Romance

Rate                            : PG 13

Disclaimer                  : This story is MINE. Read Yes, Like Yes, Comment Yes. No plagiat!

 

Annyeonghasseyo, readers-nim. *bow*

Kali ini aku bikin FF tentang Kyuhyun dan Lizzy After School. Pasangan yang nggak biasa kan? Hehe..

Aku dapet ide masangin Kyuhyun sama Lizzy waktu abis nonton Running Man yang guestnya Lizzy. Disitu Lizzy lucu banget, kelihatan bersemangat, khasnya anak remaja.  Apalagi matanya yang ikut-ikutan senyum kalo dia senyum atau ketawa, imutnya nggak nahan deh. Jadi aku pasangin aja dia sama Kyuhyun, si pangeran evil. Hihi~

FF ini kubikin waktu ada event FF autumn di blog My Room, blog tempat aku menjabat sebagai author juga sama wp pribadiku. Makanya di FF ini ditampilin suasana musim gugur. Tapi FF yang kupublish disini ada sedikit penambahan cerita. 

Mudah-mudahan readers-nim suka sama ceritanya. Met baca yaaaa^^

***

 

Lizzy menekan-nekan password apartemen yang sudah sangat dihapalnya. Setelah kuncinya terbuka, ia membuka pintu sambil menenteng belanjaan yang begitu banyak, kemudian menutupnya dengan kaki. Dengan kerepotan ia membawa belanjaan itu ke meja dapur dan meletakkannya disana.

“Oppa?”panggilnya. Matanya mencari-cari ke sekeliling apartemen, dan orang yang ditemukannya tidak ada juga. Kemudian ia berjalan ke salah satu ruangan yang sangat diyakininya ada orang yang dicarinya itu. Ia membuka pintu dan mendengus kesal melihat orang yang sedang dicarinya itu sedang berciuman dengan seorang yeoja di atas sofa. Ia tersenyum licik lalu menggedor-gedor pintu kamar itu dengan keras, membuat dua orang yang sedang asik berciuman itu terlonjak kaget.

“Lizzy-ah!”seru Kyuhyun saat mendapati Lizzy yang dengan sengaja mengganggunya.

“Salah oppa sendiri tidak menyahut saat kupanggil.”katanya santai, lalu duduk di samping yeoja yang sekarang sedang menatapnya bingung.

“Aku sudah membeli persediaan kulkas oppa. Oya, aku juga membawa cake buatanku. Oppa mau mencobanya?”tanya Lizzy riang, kemudian menatap yeoja disampingnya. “Apa onnie mau coba juga?”

“Aku tidak mau minum obat sakit perut.”jawab Kyuhyun santai, lalu berjalan keluar.

Yeoja yang tidak diketahui siapa namanya itu mengikuti Kyuhyun keluar kamar. “Siapa yeoja itu?”tanyanya pada Kyuhyun sambil melirik Lizzy sedikit.

“Oh. Dia…”

“Aku teman Kyuhyun oppa sejak kecil. Dan kau pasti pacarnya.”Lizzy menatap Kyuhyun yang langsung menggeleng. “Ah… ternyata bukan ya? Tapi kenapa kalian berciuman? Kenapa kau mau dicium dengan namja yang bukan pacarmu?”tanyanya dengan senyum polos.

Yeoja itu terperangah mendengar pertanyaan Lizzy. Ia menatap Kyuhyun yang sedang menahan tawa dengan geram. Kemudian ia melotot pada Lizzy dan pergi keluar apartemen dengan membanting pintu.

Lizzy memandang pintu dengan cemas. “Apa pintunya baik-baik saja?”

Kyuhyun tertawa keras mendengar kata-kata Lizzy. Lizzy menatapnya bingung. “Aku beruntung kau datang hampir setiap hari dan membuat mereka pergi sendiri.”kata Kyuhyun setelah tawanya reda.

“Kalo oppa tidak suka mereka disini, kenapa mengajak mereka?”tanya Lizzy sambil memasukkan satu persatu barang belanjaan yang dibelinya ke dalam kulkas.

“Siapa yang bilang aku tidak suka mereka datang?”

Lizzy menghentikan kegiatannya, lalu menatap Kyuhyun bingung. “Kalo tidak suka, aku tidak akan mengajak mereka kesini dan mencium mereka. Hanya saja aku tidak suka mereka berlama-lama disini. Aku tidak suka terikat.”

Lizzy menggeleng-gelengkan kepala dengan tidak percaya. Ia tidak pernah menyangka jika temannya sejak kecil ini berubah sekali dibandingkan sepuluh tahun yang lalu. Ia kembali berbalik menghadap kulkas, membereskan kerjaannya yang tadi belum selesai.

Tidak suka terikat?

Tanpa Kyuhyun tahu, Lizzy sedang menyembunyikan bahwa sekarang ia sedang menahan airmatanya.

***

 

“Oppa sedang apa?”tanya Lizzy di telpon.

“Aku baru selesai meeting. Waeyo?”

“Ayo kita makan siang bareng! Bagaimana kalo kita makan di…”

“Lizzy-ah.”panggil Kyuhyun pelan, memutus kata-kata riang Lizzy. “Aku tidak bisa makan bersamamu.”

“Waeyo?”

“Aku sudah ada janji dengan…”

“Yeoja mana lagi?”

“Haha… kau sudah sangat mengenalku ternyata. Aku baru mengenalnya kemarin, yeoja yang sangat menarik.”

Lizzy mendengus. “Kurasa ketertarikan oppa padanya paling lama hanya seminggu. Ya sudahlah. Selamat bersenang-senang.”

“Apa kau marah?”tanya Kyuhyun dengan nada suara cemas.

Lizzy menghela napas dalam, berusaha menenangkan gemuruh di hatinya. “Untuk apa aku marah? Yang penting oppa senang kan?”

Dari suara helaan napasnya Lizzy tahu jika sekarang Kyuhyun sedang tersenyum. “Kau memang sangat mengerti aku, Lizzy-ah. Saranghae.”

Lizzy menutup telponnya dan memandang daun-daun yang berguguran di halaman kampusnya dengan sedih. Sebenarnya ia sangat menyukai musim gugur. Karena pada musim ini, di saat daun-daun coklat kemerahan menutupi jalan, untuk pertama kalinya Lizzy bertemu dengan Kyuhyun. Dengan seorang namja kesepian yang lima tahun lebih tua darinya. Hari itu, Park Sooyoung atau Lizzy pertama kalinya merasakan debaran di jantungnya.

Lizzy memejamkan matanya dan tersenyum kecil mengingat awal pertemanannya dengan Kyuhyun. Saat itu ia berumur lima tahun dan Kyuhyun sepuluh tahun.

 

*flashback*

“Lizzy-ah, kau main disini dengan Kyu ya.”

Lizzy mengangguk mendengar pesan Eommanya. Eommanya masuk ke dalam rumah untuk bertemu dengan eomma Kyuhyun. Lizzy memandang seorang anak lelaki yang lima tahun lebih tua darinya sedang bermain ayunan di bawah pohon yang daun-daunnya berguguran. Matanya terlihat menerawang dan kesepian.

Lizzy kecil tertegun melihat pemandangan itu. Mata itu … Lizzy kecil bisa merasakan jika anak laki-laki itu membutuhkan seseorang. Kemudian ia menghampiri anak laki-laki itu dan duduk di ayunan di sebelahnya. “Oppa, gwenchanayo?”tanyanya.

Anak laki-laki itu tersadar dari lamunannya dan menatap Lizzy yang ada di ayunan sebelahnya dengan heran.

“Choneun Park Sooyoung imnida. Kau bisa memanggilku Lizzy. Aku ingin berteman dengan Kyu oppa. Boleh?”

“Kenapa kau ingin berteman denganku?”tanya Kyu heran.

“Karena aku tidak punya teman, dan aku yakin Kyu oppa bisa menjadi teman baikku.”Lizzy mengatakannya dengan senyum lebarnya yang membuat matanya ikut ‘tersenyum’.

*end of flashback*

 

Lizzy membuka matanya perlahan dan tersenyum sedih. Kebohongan kecil itu yang membuatnya menjadi dekat dengan Kyuhyun sampai sekarang. Kebohongan yang membuat Kyuhyun menjadi sahabat pertamanya. Dulu dia hanya berpikir jika Kyuhyun pasti tidak ingin dianggap tidak punya teman, makanya Lizzy mengatakan ia tidak punya teman dan memaksa Kyuhyun bermain dengannya. Bahkan sampai sekarang pun masih seperti itu. Kyuhyun hanya datang jika ia memaksanya.

Ya, Kyuhyun hanya akan datang saat ia benar-benar memaksanya.

“Saranghae? Apa oppa benar-benar mengerti arti kata-kata itu?”gumamnya lirih.

 

***

Udara yang lebih dingin dari hari-hari sebelumnya menyadarkan Kyuhyun jika Korea sekarang sudah mulai memasuki musim gugur. Ia tersenyum menatap daun-daun yang sudah mulai berguguran. Seketika itu juga ia langsung teringat Lizzy. Gadis itu pasti sudah merencanakan hiking ke gunung. Kebiasaan mereka di musim gugur sejak mereka berdua kecil. Kebiasaan yang tidak pernah berubah.

Kyuhyun memutuskan untuk berjalan kaki pergi ke rumah Lizzy sambil menikmati daun-daun yang berguguran di sepanjang jalan. Kemudian ketika ia berbelok ke jalan rumah Lizzy ia berhenti. Matanya terpaku pada dua sosok yang berada di depan pagar rumah mewah itu. Lizzy dan seorang namja yang tidak dikenalnya. Mereka terlihat berbicara serius sampai tidak menyadari kehadiran Kyuhyun yang berada di belokan yang hanya berjarak lima meter dari mereka. Refleks, Kyuhyun bersembunyi di balik belokan itu.

“Mianhe, Minho oppa.”ucap Lizzy dengan wajah ditundukkan. “Ada seseorang yang kusukai…”

Jarak tempat persembunyiannya dengan kedua orang yang sedang berbicara itu cukup untuk Kyuhyun mendengar jelas apa yang dikatakan Lizzy. Ia terkejut. Ini pertama kalinya ia mendengar Lizzy menyukai seseorang. Siapa orangnya? Kenapa ia tidak tahu? Apa Lizzy mengatakan itu agar namja bernama Minho itu menyerah? Ya, sepertinya ia mengatakan hal itu untuk membuat namja itu menyerah.

“Siapa orang itu?”tanya Minho. Lizzy hanya diam.

“Sepertinya aku tahu siapa orangnya. Yang dulu pernah menjemputmu itu ya?”

Lizzy terlihat terkejut dan memandang Minho yang sekarang sedang memaksakan senyum kecil. “N…ne. Mianhe oppa, jeongmal mianheyo.”ucap Lizzy dengan wajah menyesal.

Kyuhyun terkejut melihat ekpsresi wajah Lizzy yang mematahkan semua spekulasinya. Ternyata Lizzy memang mempunyai seseorang yang ia sukai. Bahkan namja itu pernah menjemputnya ke kampus. Kyuhyun merasa kesal. Kenapa ia tidak tahu hal itu sama sekali? Kenapa Lizzy tidak pernah cerita? Bukankah mereka sangat dekat?

Setelah Minho pergi, Kyuhyun keluar dari persembunyiannya, membuat Lizzy terkejut.

“Hmm… Ternyata si kecil Lizzy sudah bisa menyukai seseorang ya…?”

“O.. oppa… sejak kapan kau disitu?”

“Cukup lama untuk mendengar kalau ternyata Park Sooyoung temanku sejak kecil punya seseorang yang disukainya, dan aku tidak tahu!”kata Kyuhyun tajam, membuat Lizzy menundukkan wajah takut.

“Oppa tidak perlu tahu…”ucapnya lirih.

“Kenapa aku tidak perlu tahu, sementara kau tahu semua tentangku?”

Lizzy mengangkat kepalanya, lalu tersenyum lebar yang membuat mata sipitnya semakin sipit. “Apa oppa benar-benar ingin tahu?” Ia langsung menggandeng lengan Kyuhyun. Perasaannya mendadak jadi bahagia saat mengetahui Kyuhyun ingin tahu semua tentang dirinya. Aku kira oppa benar-benar cuek, batinnya.

“Tentu saja. Siapa dia?”tanya Kyuhyun penasaran.

Lizzy tersenyum misterius. “Nanti oppa juga tahu.”katanya, yang membuat Kyuhyun sebal dan mengacak-acak rambut Lizzy dengan gemas.

Kali ini bolehkah aku sedikit egois, oppa?

***

Lizzy berjalan terburu-buru memasuki lift sebuah apartemen mewah. Ia memencet tombol lift nomor 15, lantai tempat apartemen Kyuhyun. Seperti biasanya hari ini jadwal Lizzy memasak makan malam untuk sahabatnya sejak kecil itu. Semenjak kuliah Kyuhyun memang tinggal sendiri di apartemen. Ia sengaja melakukannya untuk menghindari kedua orangtuanya yang sejak kecil selalu ribut di rumah. Lizzy sengaja menyempatkan waktu setiap dua hari sekali untuk memasakkan Kyuhyun makan malam agar ia bisa menemani Kyuhyun yang kesepian di apartemen itu. Hal itu tidak pernah berhenti dilakukannya walaupun sekarang jika ia ke apartemen itu ia akan melihat Kyuhyun berciuman dengan seorang wanita. Karena Lizzy tahu, mereka tidak berarti apa-apa untuk Kyuhyun, tidak seperti dirinya.

“Oppa?”panggilnya saat sudah di dalam apartemen Kyuhyun. Ia duduk di sofa, memeluk bantal dan menyalakan tivi dengan remote.

“Kenapa kau datang cepat sekali?”tanya Kyuhyun yang muncul dari kamarnya dengan rambut basah dan hanya memakai handuk yang mengelilingi pinggangnya. Membuat perut sixpacknya terlihat jelas. Lizzy menjerit.

“Kyaaaa, oppa!!!”jeritnya, refleks melempar bantal sofa dengan mata terpejam. “Pakai bajumu!”

Kyuhyun berhasil menangkap bantal sofa itu dan terkekeh. “Kenapa malu? Dulu kita juga sering mandi bareng.”

“Itu kan waktu kecil… Cepat pakai bajumu!”omel Lizzy tanpa berani membuka matanya.

Masih sambil tertawa geli Kyuhyun masuk ke kamarnya. Setelah yakin Kyuhyun sudah masuk kamar, baru Lizzy membuka matanya. Ia memegang pipinya yang memanas sekarang. Ia merasa malu sekali!

Kyuhyun keluar kamar dengan celana putih dan kaos hitam. Lizzy terpana melihat Kyuhyun. Dengan rambut yang masih basah, wajah yang terlihat segar, otot yang terlihat jelas di balik lengan kaos, warna baju yang cocok sekali dipadukan dengan warna kulitnya, membuat Kyuhyun terlihat sangat tampan di mata Lizzy.

“Apa aku terlihat begitu tampan sampai membuatmu terpana seperti itu?”tanya Kyuhyun dengan senyum jahil yang sangat Lizzy sukai.

“Ne. oppa tampan sekali.”jawab Lizzy dengan senyum lebar. Kyuhyun mengernyit bingung. Tumben anak ini nggak membantah kata-katanya yang narsis?

“Kau sedang sakit ya?”tanya Kyuhyun cemas.

“Anhiyo. Waeyo?”

“Reaksimu sedikit aneh.”jawab Kyuhyun dengan wajah bingung, membuat Lizzy tertawa.

“Oppa, kok oppa sendirian? Pacar semalam oppa nggak ada?”

“Hari ini aku sedang malas mengajak siapapun kesini.”katanya, lalu duduk di sebelah Lizzy.

“Berarti oppa keberatan aku datang?”

Kyuhyun tersenyum lembut. “Anhi. Aku tidak mungkin keberatan kau ada disini.”

Lizzy memandang senyuman lembut Kyuhyun lama. Ia ingin merekam ekspresi ini di dalam kepalanya. Kyuhyun, sahabat pertamanya. Namja pertama yang dicintainya selain Appa dan oppa-nya. Orang pertama yang berhasil menyita seluruh hati dan pikirannya.

“Kenapa diam?”

“Apa oppa menyayangiku?”

“Kenapa kau menanyakannya? Tentu saja aku menyayangimu.”jawab Kyuhyun pasti tapi wajahnya menyiratkan kebingungan dengan pertanyaan Lizzy yang tiba-tiba ini.

“Apa oppa mau melakukan apapun untukku?”

“Selama aku bisa, tentu saja akan aku lakukan.”

“Aku tidak ingin oppa membawa banyak wanita lagi kesini.”

“HA?”

“Aku tidak ingin oppa gonta-ganti pacar. Oppa hanya boleh berhubungan dengan yeoja yang benar-benar oppa sukai.” Kau hanya boleh bersamaku, oppa.

“Kau kenapa, Lizzy-ah? Kau tahu aku tidak bisa melakukannya.”jawab Kyuhyun memandang Lizzy dengan wajah yang meminta pengertian.

Lizzy menunduk kecewa. “Berarti oppa tidak sayang padaku.”

Wajah sedih itu… Kyuhyun tidak suka wajah itu. Ia akan melakukan apapun untuk membuat Lizzy menghilangkan ekspresi sedih itu.

Kyuhyun menghela napas dalam. “Keurae. Aku akan coba… melakukannya…”

“Jinjjayo?”Lizzy mengangkat wajahnya dan menatap Kyuhyun senang. Kyuhyun tersenyum dan mengangguk kecil, membuat Lizzy tersenyum sangat lebar.

“Memang seperti inilah seharusnya wajahmu.”kata Kyuhyun dan mencubit pipi Lizzy gemas.

Oppa, bolehkah aku berharap?

***

“Ke tempat Kyuhyun lagi?”tanya Yoochun, kakak Lizzy satu-satunya, saat melihat Lizzy bersiap-siap pergi.

“Ne. akhir-akhir ini Kyu oppa sibuk sekali di kantor. Karena ia suka lupa makan jadi aku harus mengajaknya makan bersama.”

Yoochun menatap adiknya kesal. “Apa kau pikir ia akan menyukaimu sebagai seorang gadis jika kau terus melakukan hal itu?”

“A.. apa maksud oppa?”

Yoochun menatap adiknya tajam. “Kau tahu apa maksudku. Kyuhyun hanya menganggapmu teman dan adiknya. Aku tidak suka kau menolak tawaran Appa untuk sekolah di luar negeri hanya karena dia. Apa bagusnya namja yang suka bermain-main dengan banyak wanita seperti itu?”

“Dia sudah berubah demi aku.”jawab Lizzy pelan.

“Dia tidak mungkin berubah secepat itu. Lagipula kalaupun ia berubah, bukan berarti ia akan…”

“Cukup!”

Yoochun terdiam melihat wajah marah adiknya dengan mata basah. Ia menghela napas, kemudian menghampiri adiknya dan mengusap kepalanya dengan lembut. “Mianhe.”

Tangis Lizzy pecah, Yoochun memeluknya dan mengusap punggung adiknya dengan lembut. “Mianhe. Uljima, Lizzy-ah…”

“Kumohon oppa… biarkan aku berusaha…”ucap Lizzy di sela-sela tangisnya.

***

Kyuhyun menutup ponselnya dengan kesal. Lagi-lagi ibunya menelponnya dengan menangis karena bertengkar dengan ayahnya. Ia benci sikap ibunya yang mati-matian mempertahankan ayahnya yang jelas-jelas tidak menganggapnya lagi. Ia benci mendengar mereka bertengkar setiap hari. Karena itulah ia pergi dari rumah dan memutuskan untuk tidak ingin terikat oleh wanita manapun. Ia tidak ingin seperti orangtuanya.

Suara pintu yang terbuka menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya. Ia berjalan keluar kamar.

“Kau datang lagi?”tanya Kyuhyun saat melihat Lizzy yang sedang bersiap-siap memasak makan malam di dapur apartemennya.

“Waeyo? Apa aku tidak boleh datang?”

“Bukan begitu. Tapi aku hanya tidak ingin merepotkanmu. Sekarang kau datang setiap hari Lizzy-ah.”

“Aku hanya tidak ingin oppa lupa makan saking sibuknya.”jawab Lizzy dengan senyum hangat yang membuat Kyuhyun tenang dan menghilangkan rasa kesalnya tadi.

Kyuhyun asik memainkan PSP-nya sambil menunggu Lizzy selesai memasak. Setelah bosan bermain PSP, ia mulai memperhatikan Lizzy.

Bagaimana ya kabar namja yang disukai Lizzy itu? pikir Kyuhyun tiba-tiba. Selama dua minggu ini Lizzy datang setiap hari. Apa dia tidak pernah bersama namja itu? sebenarnya siapa namja itu?

“Lizzy-ah, bagaimana kabar namja itu?”tanya Kyuhyun saat Lizzy meletakkan piring-piring berisi masakannya di meja makan.

“Namja mana?”

“Yang kau sukai.”

Lizzy terkejut, tubuhnya membeku. “Di…dia baik-baik saja…”

Melihat reaksi Lizzy yang aneh, Kyuhyun tidak bertanya apapun lagi. Mereka makan dengan tenang. Kemudian ponsel Lizzy berdering. Lizzy bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri sofa tempat ia meletakkan ponselnya.

Tapi karena geraknya yang terlalu terburu-buru, ia terpeleset dengan posisi jatuh ke belakang. Refleks Kyuhyun menangkap tubuh Lizzy.

“Lizzy-ah, gwenchanayo?”tanya Kyuhyun cemas melihat Lizzy yang masih memejamkan mata.

Lizzy membuka matanya perlahan dan terkejut melihat wajah Kyuhyun yang begitu dekat dengannya. Jantungnya berdebar kencang. Perasaannya campur aduk. Antara malu, senang,  sedih.

Kyuhyun tertegun melihat ekspresi Lizzy yang sangat terbaca. Tiba-tiba ia langsung merasa gugup melihat tatapan Lizzy.

“Ireona!”kata Kyuhyun, dan membantu Lizzy bangun. Lizzy hanya diam, dan Kyuhyun tidak suka keheningan ini. Membuatnya gugup.

“Kenapa kau diam? Apa otakmu rusak karena terbentur?”Kyuhyun berusaha melucu.

Lizzy tertawa.”Gwenchana, oppa. Aku masih normal kok! Lagipula tadi kepalaku tidak terbentur.”

Kyuhyun merasa sangat lega melihat senyum Lizzy. Tapi di hatinya terselip rasa khawatir. Ekspresi Lizzy itu terlihat seperti ekspresi gadis yang sedang jatuh cinta. Dan ekspresinya itu ditujukan untuk Kyuhyun.

Apa namja yang ia sukai itu aku?

***

Semenjak Kyuhyun melihat ekpresi Lizzy itu ia jadi tidak bisa tenang. Bagi Kyuhyun, Lizzy adalah orang pertama yang dapat menghentikan pusaran badai di hatinya. Orang pertama dan satu-satunya yang dapat mengerti dirinya. Sahabatnya, adiknya. Dan ia tidak ingin hubungan mereka hancur karena perasaan seperti itu.

Akhirnya ia memperhatikan Lizzy lebih dari biasanya, dan sikap Lizzy padanya membuatnya yakin akan perasaan sahabat kecilnya itu.

“Ia tidak boleh suka pada namja sepertiku! Bagaimana jika nanti ia menyatakan perasaannya padaku? Apa yang harus kulakukan?”gumam Kyuhyun bingung dan mengacak-acak rambutnya dengan kesal.

Sementara Lizzy merasa Kyuhyun sudah mengetahui perasaannya. Ia bertekad akan menyatakan perasaannya. Kalaupun Kyuhyun nanti menolaknya, ia akan menerimanya dengan berlapang dada. Yang penting Kyuhyun harus tahu perasaannya.

Hari itu tiba. Hari yang sangat dinantikan oleh Lizzy sekaligus hari yang paling ingin dihindari Kyuhyun. Pagi-pagi Lizzy menelpon untuk memberitahu Kyuhyun jika nanti malam ada sesuatu yang ingin disampaikannya, dan ia akan membuatkan masakan special untuknya.

Kyuhyun bingung harus melakukan apa. Ia berusaha menghindar. “Aku tidak janji, Lizzy-ah. Banyak pekerjaan di kantor, mungkin aku akan lembur.”

“Aku akan menunggu sampai oppa pulang.”Lizzy bersikeras, membuat Kyuhyun tidak bisa membantah lagi.

***

Lizzy memandang puas meja makan Kyuhyun yang sudah tertata rapi oleh masakan special buatannya. Ia duduk dan tersenyum-senyum melihat makanan-makanan kesukaan Kyuhyun itu.

Tapi senyum itu perlahan memudar karena waktu yang sudah lama berlalu dan Kyuhyun belum juga pulang. Biasanya jika Kyuhyun membatalkan janji, ia akan langsung menelpon Lizzy. Tapi sekarang tidak. Lizzy berusaha menelpon Kyuhyun, tapi ponselnya tidak aktif. Sekarang ia benar-benar cemas. Pikiran-pikiran buruk mulai muncul di kepalanya. Apa ia kecelakaan? Kena rampok?

Akhirnya pagi pun tiba. Hampir sepanjang malam Lizzy terjaga karena cemas dengan keadaan Kyuhyun. Tiba-tiba pintu apartemen terbuka, membuat Lizzy yang duduk di sofa langsung bangkit.

Perasaannya langsung lega saat melihat Kyuhyun pulang dengan keadaan baik-baik saja. Tapi senyumnya langsung hilang saat melihat seseorang yang berada di balik Kyuhyun. Seorang wanita menggandeng lengan Kyuhyun.

“Siapa dia, Kyu?”tanya wanita itu. Kyuhyun tidak menjawab. Ia memandang Lizzy dan berusaha bersikap biasa.

“Lizzy-ah, kau masih disini?”

Lizzy tertegun melihat ada bekas lipstick di bibir Kyuhyun. “Aku menunggu… oppa…”jawab Lizzy pelan. Kedua tangannya mengepal di kedua sisi tubuhnya. Ia menggigit bibir menahan tangis.

“Ah, mianhe. Aku terlalu asik bersamanya semalam, jadi aku lupa pulang.”jawab Kyuhyun berusaha tersenyum ceria, seolah itu hal yang biasa ia lakukan.

Tangis Lizzy pecah. Ia menangis tersedu-sedu. Dadanya terasa sangat sesak, hatinya sakit, karena kekecewaan telah menorehkan luka yang dalam di hatinya. Kecewa karena Kyuhyun mengkhianati janjinya.

Kyuhyun melepaskan tangannya dari wanita yang bersamanya, dan menghampiri Lizzy.

“Lizzy-ah, kau kenapa? Mianhe oppa tidak pulang semalam…”Kyuhyun mengulurkan tangannya ke kepala Lizzy, tapi Lizzy menghindar dan mengambil tasnya di sofa. Kemudian keluar dari apartemen Kyuhyun.

Kyuhyun tidak berusaha mengejar Lizzy, walaupun hatinya ingin.

Ini yang terbaik Kyuhyun-ah. Besok ia pasti akan kembali seperti biasanya, dengan melupakan perasaannya padamu. Kyuhyun berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

Ya. Ia pasti akan kembali seperti biasanya. Kembali menjadi sahabatku. 

***

Sehari…

Tiga hari…

Seminggu…

Lizzy tidak datang lagi.

Kali ini Kyuhyun tidak hanya bisa menunggu. Ia memutuskan untuk mencari Lizzy ke rumahnya.

“Apa Lizzy tidak memberitahumu?”tanya Eomma Lizzy bingung saat Kyuhyun datang dan menanyakan Lizzy.

“Memberitahu apa?”

“Tiga hari yang lalu Lizzy berangkat ke London. Ia akan kuliah disana.”

Kyuhyun tertegun mendengarnya. “Ia…tidak mengatakan apapun…”ucapnya lirih dan sedih.

Eomma Lizzy menatapnya kasihan. “Mungkin ia tidak ingin mengucapkan perpisahan denganmu. Tapi kau bisa menghubunginya. Aku akan memberikan nomor…”

“Jangan berikan nomornya, Eomma!”seru Yoochun.

Kyuhyun menoleh dan mendapati Yoochun menatap marah padanya. “Hyung…”

“Ikut aku keluar!”

Kyuhyun mengikuti Yoochun keluar dengan kaki lemas. Sampai di halaman Yoochun memukul rahang Kyuhyun membuat Kyuhyun yang sedang syok terjatuh dengan keras. Darah mengalir dari sudut bibirnya yang robek.

“Ini balasan karena kau menyakiti hati adikku!”seru Yoochun.

Kyuhyun tetap diam pada posisinya. “Mianhe, hyung. Aku tidak berniat menyakitinya…”

Yoochun mendengus kesal mendengar jawaban Kyuhyun. “Hyung, tolong berikan nomor Lizzy. aku ingin meminta maaf padanya…”Kyuhyun menatap Yoochun dengan pandangan memohon.

“Jangan harap kau bisa menghubunginya lagi.”ucap Yoochun dingin lalu meninggalkan Kyuhyun yang masih terduduk di tanah yang tertutupi daun-daun kering.

Kyuhyun meremas daun-daun kering di dekat tangannya, berusaha menahan airmatanya yang ingin keluar.

***

Lima tahun kemudian…

Kyuhyun memakai jasnya dan memandang pantulan dirinya di cermin. Ia berusaha tersenyum, berlatih untuk acara pertunangannya nanti, tapi ia tidak bisa.

Semenjak Lizzy meninggalkannya, ia tidak bisa lagi tersenyum. Ia lupa bagaimana rasanya tersenyum, tertawa, dan bersenang-senang. Setiap hari ia hanya menghabiskan waktunya di kantor. Selama lima tahun ini Kyuhyun menjadi workaholic untuk menghilangkan kesedihannya. Kesedihannya karena menyesal telah menyakiti gadis yang paling ia cintai. Gadis pertama yang mau berada di sisinya. Satu-satunya yang mengerti dirinya. Dan sekarang gadis itu meninggalkannya.

Kyuhyun merasa sangat bodoh. Ia baru mengerti perasaannya pada Lizzy justru saat Lizzy pergi.  Saat ia menyadarinya semua sudah terlambat. Lizzy sudah pergi dan keluarganya tidak mau memberikan nomor ataupun alamat gadis itu.

Kyuhyun bersiap berangkat menuju tempat pertunangannya. Walaupun ia sekarang akan bertunangan, bukan berarti karena ia menginginkannya. Ini karena ia tidak bisa menolak keinginan orangtuanya untuk mempertunangkannya dengan anak teman mereka.

Kyuhyun tiba di hotel tempat pertunangannya. Ia keluar dari mobil dan memberikan kuncinya pada petugas valet parkir. Kemudian ia tertegun ketika melihat ke halaman hotel itu. Daun-daun berguguran.

“Sudah musim gugur lagi rupanya…”gumamnya sedih. Musim gugur selalu membuat kesedihan dan penyesalannya menjadi berlipat ganda. Mengingatkannya akan pertemuan pertamanya dengan Lizzy, juga kepergian gadis itu yang terjadi saat musim gugur.

Kyuhyun masuk ke ruangan yang akan menjadi tempat pertunangannya itu. Ia menghampiri Eomma dan Appanya yang sedang mengobrol dengan tamu.

“Ah, uri Kyuhyun akhirnya datang juga.”ucap Eommanya senang.

“Mana yeoja itu?”tanya Kyuhyun langsung. Orangtuanya hanya tersenyum mendengar pertanyaannya, lalu permisi pada tamu yang mengobrol dengan mereka.

“Kau penasaran sekali Kyu?”tanya Appanya.

“Tidak juga.”jawab Kyuhyun dengan wajah datar.

“Sebentar lagi dia dat… Ah! itu mereka!”tunjuk Eomma Kyuhyun ke arah belakang Kyuhyun.

Kyuhyun berbalik dan terkejut saat melihat Yoochun dan kedua orangtuanya. Yoochun tersenyum sinis padanya. Yoochun hyung dan orangtuanya?

Kemudian matanya melebar saat melihat seorang gadis yang muncul terakhir di belakang keluarganya. Gadis yang sangat dirindukannya, Dengan senyum lebar dan mata yang juga ‘tersenyum’ yang masih dengan jelas diingatnya.

“Oraemanieyo, oppa. (lama tidak bertemu, oppa) ”ucap Lizzy dengan senyum lebar.

“Li…Lizzy…”ucap Kyuhyun terbata-bata. Tanpa pikir panjang ia menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya. Ia tidak peduli dengan pertunangannya lagi sekarang. Masa bodoh dengan orangtuanya, orangtua Lizzy, atau orang lain!

“Kenapa kau meninggalkanku? Apa kau tidak tahu betapa aku membutuhkanmu?” Kyuhyun berkata lirih. “Mianheyo, Jeongmal mianheyo, Lizzy-ah… Kumohon jangan tinggalkan aku lagi…”

Lizzy mengusap-usap punggung Kyuhyun dengan lembut dan menangis. Kyuhyun bisa merasakan hal itu dari jasnya yang mulai basah.“Aku tidak mungkin melepasmu oppa… Mianhe, karena aku sangat egois sekarang.”

Kyuhyun melepas pelukannya dan memandang wajah Lizzy yang basah karena airmata. “Maksudmu?”

“Dia calon tunanganmu, Kyu.”kata Eomma Kyuhyun tersenyum haru melihat mereka berdua.

“Lizzy minta bertunangan denganmu, dan kami setuju.”timpal Eomma Lizzy.

 

*flashback*

“Apa yang dia lakukan padamu?”tanya Yoochun tajam saat melihat Lizzy yang sibuk mengepak barang-barang yang akan dibawanya ke London.

“Tidak ada.”jawab Lizzy singkat.

“Jika dia tidak melakukan apa-apa kenapa kau tiba-tiba mau kuliah di London? Apa ia menyakitimu?”

Lizzy menghela napas sedih. “Dia tidak mencintaiku oppa…”

“Bukankah dari awal sudah kubilang? Bukankah dari awal sudah kukatakan agar kau menye…”

“Tapi aku tidak ingin menyerah.”

Yoochun terkejut melihat tatapan Lizzy yang berbeda. Tatapannya penuh kesedihan, tapi juga tersimpan tekad di dalamnya.

“Aku lebih tahu dari siapapun kalau Kyuhyun oppa sangat menyayangiku, aku juga tahu ia sangat membutuhkanku. Tapi kali ini aku akan membiarkannya mengerti bagaimana perasaannya dengan cara meninggalkannya.”

Yoochun mengerutkan keningnya bingung. “Musun suriya?”

“Aku mencintainya oppa, sangat. Aku tidak akan menyerah semudah itu. Bolehkah aku meminta tolong pada oppa untuk mengawasinya? Aku ingin tahu apa ia akan tetap sama seperti sebelum aku meninggalkannya, apa ia baik-baik saja tanpa aku? Jika memang ia tetap baik-baik saja tanpa aku, aku akan melepaskannya. Jika tidak, aku akan kembali padanya.”

Yoochun tertegun mendengar kesungguhan hati adiknya. Dan tanpa pikir panjang, ia mengiyakan permintaan adiknya.

“Ia benar-benar bodoh jika menyia-nyiakanmu, nae dongsaeng.”kata Yoochun sambil mengelus kepala Lizzy dengan lembut. Lizzy terisak pelan lalu memeluk oppanya erat.

***

Akhirnya setelah lima tahun, Lizzy berhasil menyelesaikan kuliahnya di London. Selama ini ia selalu menekan rasa rindunya pada Kyuhyun dengan menanyakan kabar namja itu  pada oppanya. Dan ternyata harapan dan penantiannya tidak sia-sia. Kyuhyun ternyata berubah. Ia tidak lagi bermain-main dengan banyak wanita.

Lizzy mendengar dari Yoochun jika Kyuhyun selalu menanyakan kabarnya, terkadang memaksa untuk memberitahu nomor telepon atau alamatnya di London. Tapi tentu saja Yoochun tidak mau memberikannya. Sebagai ganti rasa sepinya karena kepergian Lizzy, Kyuhyun menjadi workaholic. Ia selalu bekerja setiap hari sampai lembur. Lizzy sangat mencemaskan keadaannya, tapi ia belum bisa pulang sebelum kuliahnya selesai.

Dan sekarang ketika ia akan pulang, ia menghubungi orangtuanya, untuk menyatakan maksudnya.

“Eomma, aku ingin bertunangan dengan Kyuhyun oppa…”

*end of flashback*

 

Kyuhyun tertegun mendengar hal itu, dan menatap Lizzy tidak percaya. Lizzy mengusap airmata yang mengalir di sudut matanya. “Saranghae, oppa. Itu yang ingin kukatakan saat terakhir kali kita bertemu. Mianhe karena aku sangat egois, mianhe karena aku…”

Kyuhyun mencium bibir Lizzy dengan lembut membuatnya tidak bisa meneruskan kalimatnya. Lizzy mengedip-ngedipkan matanya tidak percaya saat Kyuhyun melepaskan ciumannya.

Kyuhyun tersenyum lembut, airmatanya menetes.“Na do saranghae, Lizzy-ah…”

 

END

 

Haha~ gimana ceritanya? Romantis kah? Apa gaje? Kyuhyun cocok nggak dipasangin sama Lizzy? Rencananya aku mau bikin story tentang KyuLiz lagi. Tapi aku butuh pendapat readers nih.

Please leave ur comment ya. Supaya aku makin semangat bikin FF baru lagi. Gamsahamnida. ^_^

9 thoughts on “You’re My First

  1. Aq juga suka senyumnya Lizzy.. Bagus thor ceritanya.. Jarang tuh ninggalin buat dapetin kembali, resikonya gede, apalagi 5th.. untung Kyupa masih setia, coba klo pelampiasan lg ke yeoja lain..
    Good Job thor..

  2. cerita nya agak panjang d banding yg d obizienka,,seinget gw flashback yg stlh lizzy pergi g sepanjang ituuu,,bkin j thor klanjutan..hrs lbh romantis y..

  3. Kerennn, kyu jadi playboy xD punya abs lagi hahaha gk bisa bayangin xD
    Buat dong chingu story kyuliz keren kok couple baru (y)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s