Lonely Without You [Boy Version]

~made in tafunazasso~

Cast:

  • Kyuhyun
  • Yuri

Other cast : Silahkan temukan sendiri

Genre:  romance , sad

Length: two shoot

Rating : semua umur

Poster Goes To :

Disclaimer : PLOT AND KYU IS MINE!

ff ini sudah pernah di post di blog ku : http://tafunazasso.wordpress.com

Halo ^_^ annyeong ^_^

Ini ff twoshoot pertamaku lho#terus kenapa ? penting ?*plaaak

Mungkin dari awal cerita pasti udah nebak nebak gimana endingnya tapi coba aja terus dibaca ya ?

Cast nya disini tetep ada kyuhyun oppa tapi cast cewek nya yuri eunni hhe

Walaupun inti permasalahan yang ada di ff “boy version” ini sama kayak yang “girl version”

Tapi aku jamin jalan ceritanya beda kok hhe

SIDERS MENJAUH KAU!!!

DAN DILARANG KERAS PLAGIAT FF SAYA!!!

HAPPY READING J

“Chii..chii…” namja itu tetap menginggau

“Aku disini Kyu..aku disini..karena itu kumohon bangunlah” pinta seorang yeoja yang duduk di sisi tempat tidur sambil menggenggam erat tangan namja yang sedang tertidur terlihat butir butir air mata membasahi wajahnya.

“Chii…sarang..hae” gumam namja itu lagi

“Nado saranghae kyu..nado saranghae” balas yeoja itu

oOo

“Dokter , bagaimana keadaannya ?” tanya seorang yeoja pada dokter di depannya

“Keadaannya masih stabil” dokter itu tersenyum menenangkan yeoja yang terlihat sangat khawatir itu “Tenanglah Chii..yang perlu kita lakukan hanyalah berdoa agar dia bisa sadar” dokter itu menepuk lembut pundak chii seperti memberikan gadis itu kekuatan untuk menjalani segalanya

Ne” jawab chii dengan senyum mengembang di wajahnya

Setelah dokter melangkah pergi , Chii berbalik menatap tubuh namja itu “Kyu~ aku ingin bercerita padamu..ini semua tentang ‘mereka’…” wanita itu bercerita dengan terbata bata sejenak dia mengambil nafas panjang dan membuangnya lalu mulai melanjutkan kembali ceritanya “Diluar sana ‘mereka’ masih terus mencarimu tapi aku bersyukur dokter ming sangat baik dan merahasiakan tentangmu..tapi..tapi Kyu aku tak bisa melakukan semuanya sendirian..aku butuh kamu Kyu..bangunlah Kyu..” sambil memegang erat tangan namja itu dia menumpahkan semua air matanya

“Jangan menangis” terdengar suara lembut bergema di ruangan itu

Suara yang sangat ingin didengar oleh yeoja itu…

Suara seorang Cho kyuhyun..

Reflek Chii menatap ke arah namja itu dan menemukan mata gelap Kyuhyun sedang menatapnya..

“Kamu sudah bangun ?” tanya Chii polos dengan mata terbelalak kaget

Menggunakan punggung tangannya yeoja itu mengelap air mata yang masih mengalir di mata dan pipinya “Aku akan panggil dokter” dengan sedikit berlari kecil gadis itu melangkah keluar dari kamar itu.

Sedangkan Kyuhyun hanya menatap wanita itu dengan tatapan bingung lalu dengan sedikit kesusahan dia mengubah posisinya menjadi duduk dan menatap seluruh tubuhnya “Ada bekas bekas luka” dia mengetuk ketukan jarinya di kening dan mulai mengingat ingat yang terjadi

“Aku kecelakaan…sudah berapa lama aku disini ?” dia melihat kalender yang diletakan di atas meja dekat tempat tidurnya

Terlihat di setiap tanggal tanggal ada coretan menggunakan spidol merah dan beberapa tulisan kecil di bawah angka angka seperti :

‘Dia belum membuka mata’ ‘aku yakin besok pasti aku akan mendengar suaranya’ dan masih banyak tulisan lainnya

“Sekarang 2011…” dia berpikir kembali mengingat ingat segalanya tapi bagi seorang Cho kyuhyun yang memiliki IQ di atas rata rata bukanlah hal sulit untuk mengingat “Aku yakin kejadian itu tahun 2001” gumamnya

“Jadi maksudnya…sudah 10 tahun berlalu…dan aku hanya tidur disini” kagetnya

“Sebentar..10 tahun..berarti umurku..16 ditambah 10…hah !? 26 tahun ?”

Dia pun memukul kepalanya “Cih , bukan itu yang harus kupikirkan…dimana Chii ?” tanyanya pada dirinya sendiri

Belum sempat ia kembali berpikir beberapa orang berpakaian putih putih memasuki ruangan itu dan salah seorang yang dia yakini adalah dokter utama disana melihatnya dengan ekspresi berseri seri “Kamu sudah bangun Cho kyuhyun” ucap dokter itu dengan senyum sumringah

Berbagai peralatan kedokteran mulai di gunakan di seluruh tubuhnya dan Kuhyun hanya menurut saja , dia tidak kuat untuk protes karena tubuhnya yang masih lemah “Semua baik baik saja , dokter” ucap seorang suster “Ini keajaiban” kagum suster yang lain

‘yah , kalau dipikir memang keajaiban’ pikir namja itu

“Kalian lebih baik urus pasien lain” perintah dokter itu pada semua suster yang ada disana “Aku bisa mengurus ini sendiri” lanjutnya “Ne” jawab suster suster itu kompak dan melangkah pergi keluar dari kamar

Tanpa sengaja mata Kyuhyun menangkap wanita yang tadi menangis di dekatnya sedang berdiri di balik pintu dan tersenyum pada para suster yang baru keluar dari ruangan terlihat wanita itu berbincang singkat pula dengan salah satu suster.

“Dia berdoa” tebak Kyuhyun pelan saat melihat yeoja itu melipat tangannya.

‘apa yang dia doakan ?’ tanya namja itu di dalam hatinya

‘apa dia selalu menungguiku selama 10 tahun ? sebetulnya siapa dia ? apa dia Chii..apa dia Park song chii ?’ berbagai pertanyaan berkecamuk di hati Kyuhyun , ingin rasanya dia berlari dan menanyakan semua pertanyaan yang membuatnya penasaran pada wanita itu

“Apa dia Chii ?” karena tidak sabar akhirnya dia bertanya pada dokter itu dan dibalas senyuman lembut

“Bukan , dia bukan Park song chii” jawab dokter itu

Setelah memeriksa dan membereskan seluruh peralatannya dengan tergesa gesa dokter menghampiri gadis di balik pintu itu..

Mereka memasang wajah serius dan terlihat sedikit berdebat hingga akhirnya wanita itu menutup mulutnya dengan tangan “Dia menangis” gumam Kyuhyun dan karena didorong rasa penasaran , dia memaksakan diri berdiri dan mendekati pintu lalu menempelkan salah satu telinganya pada pintu

“Mengertilah…dia bisa shock kalau sampai dia tahu…dan mungkin kali ini dia tidak akan membuka matanya kembali” terdengar perkataan yang keluar dari mulut dokter itu dan sesekali terdengar pula sesenggukan yeoja itu.

“Temui dia sekarang…katakan segalanya” ucap dokter itu lagi “Ne” terdengar jawaban lemah yeoja itu

Kenop pintu yang berada di dekat Kyuhyun diputar tanda pintu akan dibuka “Aku bisa ketahuan” gumam Kyuhyun lalu berlari sekuat tenaga dan langsung meluncurkan tubuhnya di atas kasur. Terlihat dari balik pintu seorang wanita yang dalam sekejap mampu menyihir Kyuhyun terpaku menatapnya…

wanita itu tersenyum lembut ke arah Kyuhyun dan dalam hatinya Kyuhyun mengakui dia menyukai senyum itu…

“Hei , kenalkan aku Kwon yuri” dengan ceria gadis itu menyodorkan tangannya mengajak Kyuhyun bersalaman

Sedangkan Kyuhyun masih terpaku menatap wajah yuri “Halo~” Yuri menggerak gerakan salah satu tangannya di depan wajah Kyuhyun untuk menyadarkan lamunan namja itu

“Ahh, aku Cho kyuhyun” setelah mendapatkan kembali kesadarannya Kyuhyun segera menjabat tangan gadis itu

“Eum , Yuri..siapa kamu ?” tanya Kyuhyun polos dan dibalas tawa kecil oleh Yuri

“Pertama-tama aku harus meminta maaf sedalam dalam nya padamu..” Yuri membungkukan badan serendah mungkin

“Maaf ? untuk apa ?” potong Kyuhyun tak mengerti

“Bisa dibilang kalau akulah yang menyebabkan kamu koma selama 10 tahun..mobilku yang dulu menabrakmu..maaf~ aku benar benar minta maaf” ucap Yuri dengan masih membungkuk

Kyuhyun melihat aneh ke arah Yuri karena gadis itu tidak kunjung mengangkat kepalanya

‘gadis aneh kenapa dia tetap membungkuk ?’ pikir Kyuhyun di dalam hatinya

Kyuhyun membuang nafas berat “Yaah~ apalagi yang bisa kulakukan..semua sudah terjadi..” jawabnya pasrah

“Kamu memaafkanku ?” tanya gadis itu masih membungkuk “kenapa tidak” jawab Kyuhyun tersenyum simpul

“Kenapa kamu terus membungkuk ?” tanya Kyuhyun akhirnya “Ahh~mian..” gadis itu terlihat seperti menggosokan tangannya di wajahnya lalu mulai mengangkat kepalanya sehingga inilah pertama kalinya Kyuhyun melihat wajah gadis itu dengan jelas.

Tapi..

Tunggu sebentar..mata gadis ini merah..

Dia menunduk untuk menyembunyikannya…

Menyembunyikan tangisannya…

<><><><><><><><><><>

Setelah aku bangun dari koma setiap hari hanya Yuri lah yang datang menjengukku.

Semakin hari aku semakin dekat dengan dia , aku suka senyumannya , aku suka suaranya , aku suka saat bersamanya…

“Kyuhyun aku punya berita baik!” teriaknya girang lalu menunjukan sebuah kertas

“Coba baca” pintanya dan tanpa protes aku membaca surat itu

Mataku terbelalak kaget melihat isi surat itu “Apa ini benar ?” tanyaku tak percaya dan dia hanya tersenyum

“Yeah , aku bisa keluar dari tempat membosankan ini” teriakku girang melihat surat yang berisi izin memperbolehkanku pulang dari rumah sakit

“Jadi mulai besok kita bisa mencari Chii” lanjutku tapi wanita di depanku ini hanya tersenyum walau menurutku itu senyum yang dipaksakan

“Ya ,sebagai permohonan maaf. Aku memang sudah berjanji akan membantumu mencari Chii jadi aku pasti akan membantumu” ucapnya

Pada hari aku siuman Yuri memang sudah meminta maaf karena menabrakku dan aku juga sudah memaafkan. Tapi setelah itu berkali kali aku menelpon Chii jawaban yang aku dapatkan selalu ‘nomor yang anda tuju sudah tidak aktif’ siang malam aku mencoba menelpon tapi jawabannya tetap saja nihil. Sampai Yuri melihatku membanting telepon yang ada di ruangan ini dan anehnya..dia bisa mengerti perasaanku lalu mengajukan diri untuk membantu mencari Chii dengan wajah muram dan menahan tangis.

“Tapi kenapa orang tuaku sama sekali tidak menjenguk ya ?” tepat setelah aku mengucapkan kata kata itu aku melihat wajah Yuri berubah pucat tapi saat dia menyadari aku sedang melihatnya dia mulai mengubah wajahnya dan tersenyum singkat padaku “Aku tidak tahu” jawabnya tak kalah singkat

<><><><><><><><>

“Kyuhyun tetaplah sehat” ucap dokter Ming dengan wajah sumringahnya “…dan Yuri kuatkan dirimu” lanjutnya dengan berbisik

Ne” jawab mereka kompak “Kami pergi , terima kasih untuk bantuannya selama ini” ucap mereka kompak

“Ahh , dunia luar” Kyuhyun menghisap udara sebanyak mungkin “Aku hidup kembali” teriaknya kekanakan saat mereka sudah melangkahkan kaki keluar dari rumah sakit

“Ayo sekarang kita ke rumahku dulu” ajak Kyuhyun semangat tapi lagi lagi Yuri memasang wajah masam “Ne” ucap yeoja itu

Mereka sampai di suatu bangunan usang yang Kyuhyun yakini rumahnya “Seingatku rumahku disini tapi…” gumamnya

“Eum kamu bisa tinggal bersamaku jika kamu mau..di rumahku ada kamar kosong” potong Yuri cepat

“Tapi..”

“Tak apa , anggap saja ini permohonan maafku” Yuri pun menyeret paksa Kyuhyun menjauhi tempat itu

@$@#!#$@$#^&%&

“Ini dia rumahku” ucap Yuri riang

“Rumahmu besar..sebetulnya apa pekerjaanmu ?” tanya Kyuhyun penasaran “Kamu akan tahu kalau melihat isi rumahku”ucap Yuri misterius

Di rumah yang dipenuhi warna warna pastel lembut itu cukup mencerminkan Yuri..di sudut sudut ruangan ada beberapa boneka boneka manekin yang sebagian sudah memakai gaun dan sebagian lagi terlihat gaun gaun yang menempel belum selesai pengerjaannya.

“Aku bekerja sebagai desainer” Yuri menjelaskan sedangkan Kyuhyun hanya mengangguk mengerti lalu mendekati salah satu manekin yang memakai gaun berwarna soft pink dan menemukan label yang bertuliskan KY disana “KY ? Kyuhyun ?” gumamnya tapi sedetik kemudian dia memukul kepalanya sendiri “Dasar babo~ mana mungkin itu singkatan Kyuhyun , KY ? aku tahu itu singkatan Kwon Yuri bukan ?” tebaknya dengan senyum riang persis seperti mendapatkan hadiah

“Ada apa ?” tanya Yuri penasaran dan menghampiri Kyuhyun “KY ? Kwon yuri bukan ?” tanya Kyuhyun memastikan

Terlihat senyum sedih di wajah Yuri tapi seperti biasa saat dia menyadari Kyuhyun melihatnya dengan segera dia memasang senyum dan mengangguk.

Kyuhyun  mengelus lembut gaun itu lalu tersenyum singkat “gaun ini benar benar mencerminkan dia” gumamnya pelan

“Dia ? oh , maksudmu Chii ?” tebak Yuri “Bukan , maksudku kamu” jawab Kyuhyun yang saat ini masih menatap lurus ke arah gaun itu tapi ketika menyadari dirinya keceplosan menggunakan tangannya Kyuhyun menutup mulutnya dan membelalakan matanya

Saat mendengar perkataan Kyuhyun , mengembang senyum manis di wajah Yuri “gomawo” ucapnya pelan tapi tulus

“Kamu bisa memakai kamar yang ada disana” untuk memecahkan suasana aneh yang terjadi Yuri mengalihkan perhatian dengan menunjuk salah satu kamar di pojok ruangan

<><><><><><><><><><><>

Yaa~ Cho kyuhyun kamu masih tidur hah !? cepat bangun !” Yuri menyingkirkan selimut yang membalut tubuh Kyuhyun

Sesaat kemudian setelah melihat wajah tidur yang damai milik Kyuhyun dia tersenyum lembut tapi kemudian menggelengkan kepalanya sendiri

“Cho kyuhyun~ bangun” lanjutnya sambil mengguncang-guncangkan tubuh kyuhyun

“Ck , susah sekali membangunkan anak ini…BANGUN !!” akhirnya dia berteriak frustasi tepat di telinga Kyuhyun

“Waaa” teriak Kyuhyun dan reflek melompat dari tempat tidurnya “Yaa~ apa apaan ini ?” balasnya karena merasa tidurnya terganggu

“Kamu ini ya.. kalau tidur seperti orang mati saja…apa belum cukup tidurmu selama 10 tahun hah ?” bentak Yuri kesal

“Kenapa kamu marah marah hah ?” bentak balik Kyuhyun

“Sudahlah..aku malas berdebat pagi pagi..kamu segera mandi..bukankah hari ini kita akan mencari pacarmu -Chii- itu” perintah Yuri

“Ne~ ne~”dengan malas Kyuhyun masuk ke kamar mandi yang juga berada di kamar itu , sedangkan Yuri membereskan tempat tidur Kyuhyun yang hancur berantakan tapi sesaat kemudian Kyuhyun kembali menampakan diri dari balik pintu kamar mandi.

“Ada apa kyuhyun ?” bingung Yuri

“Awas kalau kamu mengintipku” Kyuhyun menyilangkan tangannya di depan dadanya dan menatap Yuri tajam

“Mwo ? yaa~ Cho kyuhyun harusnya akulah sebagai seorang yeoja yang mengatakan itu” bentak Yuri dan melempar bantal di tangannya tepat saat Kyuhyun menutup kembali pintu kamar mandi disusul tawa evil Kyuhyun bergema dari dalam kamar mandi

“Dasar dia itu” kesal yuri dan disusul senyuman di wajahnya “sama sekali tidak berubah dari 10 tahun lalu…” lanjutnya

<><><><><><><><><>

“Untuk mencari Chii pertama kita mungkin harus ke rumahnya” ajak Kyuhyun bersemangat

“Apa aku boleh bertanya” ucap Yuri ragu ragu dan dibalas deheman setuju dari Kyuhyun

“Kalau kamu bertemu Chii…eum apa yang akan kamu lakukan ?”

“Aku akan memelukanya dan mengatakan aku mencintainya ribuan kali…dia sangat penting untukku” Kyuhyun mengatakannya sambil tersenyum lembut diikuti matanya yang tegas namun lembut menatap ke kejauhan didalam pikirannya mulai terulang semua kejadian yang dia alami bersama gadis bernama Chii , bersama gadis yang paling penting di hidupnya itu…

“Dia sudah menyelamatkanku..bahkan sudah berkali kali dia menyelamatkanku…dulu aku hanyalah seorang bocah pemuram yang setiap saat berniat untuk mati..berniat untuk meninggalkan dunia ini karena beratnya beban yang kutanggung..” namja itu menghela nafas pelan lalu melanjutkan ceritanya

“Aku merasa tidak ada orang yang memperhatikanku lagi…bahkan aku juga merasa orang tuaku pergi meninggalkan aku…sampai…dia datang di kehidupanku..Chii” Kyuhyun memejamkan matanya membayangkan kembali sosok gadis itu “dengan senyumnya..dengan semangatnya…dengan kelembutannya…dia menyelamatkanku..dia mengeluarkan aku dari gelapnya dunia..” Yuri hanya menatap dalam dalam ke arah namja itu tanpa sadar di sudut matanya mulai muncul butiran air mata.

“Aku benar benar merindukannya” dengan masih menutup matanya Kyuhyun menyatakan perasaan rindunya

“Aku juga benar benar merindukanmu Cho kyuhyun…” gumam Yuri sepelan mungkin

“Apa yang kamu katakan barusan ?” tanya Kyuhyun penasaran

Aniyo~ aku hanya berkata kalau aku ingin bertemu dengan Chii” dusta Yuri

“Aku yakin kamu akan menyukai dia..she is really amazing” dukung Kyuhyun semangat

“Aku tidak sabar bertemu dengan dia” gumam Yuri

<><><><><><><><><>

“Siapa itu Park song chii ?” tanya seorang ahjumma sambil menatap Kyuhyun dan Yuri dengan tatapan bingung

“Dia yeoja yang tinggal di kamar no 23 ini bukan ? ayolah ahjumma aku benar benar ingat kalau dia tinggal rumah susun ini”

“Eum , Kyuhyun aku ke kamar kecil sebentar ya” pamit Yuri “Hem , kamar mandinya ada di…” kata kata Kyuhyun terpotong saat melihat Yuri tetap berlari kecil ke arah kamar mandi yang memang berada di sudut lorong

“Darimana dia tahu…” gumam Kyuhyun

“Seingatku sebelum aku menempati kamar 23 ini memang ada seorang gadis muda yang menempati..tapi itu dulu gadis itu sudah pergi sekitar 5 tahun yang lalu..menurut para tetangga dia pergi ke Busan” Kyuhyun mendengarkan cerita ahjumma itu dengan seksama

 

@#@##%$@$@$#^%^(&

 

“Apa yang harus kulakukan ?” gumam Yuri seorang diri didalam kamar mandi

“Kyuhyun tidak boleh tahu…apa yang harus kulakukan ?” gadis itu memijat pelipisnya pelan guna menghilangkan sedikit rasa pusing di kepalanya

“Lagi lagi..” gumamnya pelan saat melihat di telapak tangannya terdapat tetesan darah merah yang berasal dari hidungnya

Diambilnya beberapa lembar tisu dari dalam tas dan mengelap darah di hidung dan tangannya , gadis itu mengambil nafas panjang.

“Semua akan baik baik saja” harapnya

 

%^$%^$^%^*&(*)*)*((&^

“Yuri , aku disini” kyuhyun melambaikan tangannya ke arah yuri dan yeoja itupun segera menghampiri Kyuhyun

“Bagaimana ?” tanya Yuri sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum dan menunjukan selembar kertas

“Aku dapat alamat Chii” ucapnya dengan tersenyum riang sambil menunjukan selembar kertas bertuliskan alamat.

“Tapi dia ada di Busan dan kita di Seoul” Kyuhyun hanya membuang nafas pasrah

“Apakah aku harus kerja sambilan ?” gumamnya lebih kepada dirinya sendiri

“Kebetulan seminggu lagi , aku ada pekerjaan di Busan. Kamu bisa ikut” ajak Yuri

“Tidak bisa , aku sudah banyak merepotkanmu..” tolak Kyuhyun lembut tapi sesaat kemudian Yuri tersenyum

“Kalau begitu anggap saja kamu berhutang padaku dan kamu boleh membayar kapan saja” usul Yuri tulus

“Tapi…” ucap Kyuhyun masih keras kepala “Kamu tidak boleh menolak” potong Yuri cepat

<><><><><><><><>

Yuri menarik nafas sedalam dalamnya menghirup udara segar Busan

“Pantai..ada pantai kyaaa cantik sekali” Yuri melonjak lonjak bahagia saat melihat pantai

“Kita kesana ?” ajak Kyuhyun dan diikuti anggukan bahagia dari Yuri

“Pantaaaaaaaiiii” teriak Yuri lalu melepas alas kakinya dan berlari lari kecil mendekati air

Tak jauh Kyuhyun hanya melihat tingkah Yuri dan tanpa sadar senyum mengembang di wajahnya. Saat melihat angin pantai menghembuskan lembut rambut Yuri , dia melihat kecantikan gadis itu dan membuat jantungnya nyaris melompat dari tempatnya.

“Kyuhyun ayo sini” ajak Yuri sambil melambaikan tangannya

Mereka pun bermain layaknya remaja berusia 16 tahun kembali sampai mereka menyadari matahari sudah menghilang dan akhirnya mereka memutuskan kembali ke hotel untuk beristirahat.

@$#$&^&)(+_)*)(&*^&

“Aku baru saja bertanya pada orang disana dan katanya alamat yang kita tuju tidak jauh dari sini . Di perempatan depan sana kita belok kiri terus jalan lurus sampai bertemu gang kecil dan tempatnya berjarak 3 rumah dari gang paling ujung” jelas Yuri sedangkan Kyuhyun hanya mengangguk mengerti.

Kkajja” ajak Kyuhyun dan mengambil jalan duluan

“Apa kamu betul betul harus mencari Chii ?” tanya Yuri pelan

“Memangnya ada apa ? Yuri…wajahmu pucat..kamu sakit ?” Kyuhyun menempelkan telapak tangannya di kening Yuri “badanmu dingin sekali” gumamnya “Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu tidak enak badan hah !?” bentak Kyuhyun dengan wajah khawatirnya

Yuri menggumam pelan “Kamu tidak berubah..selalu membentak orang saat khawatir” Yuri tersenyum kecut sambil memegangi kepalanya

“Ck , ayo kesana saja” Kyuhyun menuntun Yuri pelan menuju kursi yang berada di ujung taman di dekat tempat mereka berdiri

“Aku belikan kamu minum , kamu tunggu disini” nasehat Kyuhyun setelah mendudukan Yuri di kursi tersebut

Ne~” gumam Yuri

Setelah Kyuhyun pergi Yuri memijit kepalanya pelan dan lagi lagi kejadian tempo hari terulang , darah segar menetes dari hidungnya.

Yuri mengusap pelan cairan merah itu lalu melihat sapu tangan yang awalnya berwarna putih dan kini berubah dipenuhi bercak bercak darah di berbagai sisi dengan tatapan pilu. Perhatiannya teralihkan saat melihat seorang namja sedang berlari kecil ke arahnya dan membawa 2 gelas minuman di tangannya. Dengan cepat dia melipat kecil sapu tangan itu dan memasukannya sembarangan kembali ke dalam tas.

“Minum dulu” Kyuhyun menyodorkan segelas minuman hangat pada Yuri

Gamsahamnida~” ucap Yuri lemah

“Kita sekarang kembali ke hotel saja” ucap Kyuhyun memutuskan

Yuri menatap Kyuhyun penuh rasa bingung “Wae ? bukankah tujuan kita mau mencari Chii ?”

Kyuhyun hanya mendengus pelan lalu menatap Yuri lembut “Tujuan kita memang mencari Chii tapi yang lebih penting sekarang adalah kesehatanmu”

Saat itu jantung Yuri terasa memberontak keras dari tempatnya. “Eum , tapi apa tidak apa apa ?” tanya Yuri penu keraguan

Kyuhyun hanya membalas keraguan Yuri dengan cengiran lebar “It’s okay , no problem” Kyuhyun membentuk huruf ‘V’ dengan tangannya

Yuri terlihat sedikit berpikir lalu menjentikan jarinya “aku tahu , kita tidak perlu kembali ke hotel…” usul Yuri sedangkan Kyuhyun yang mendengarnya lalu menaikan salah satu alisnya “Kamu temani aku saja ke mall dekat sini , aku hanya butuh refreshing saja , kok” pinta Yuri

Mwo !? kamu tidak butuh refreshing yang kamu butuhkan istirahat” bentak Kyuhyun

Please ?” mohon Yuri dengan muka memelas. Kyuhyun menghela nafas berat “Baiklah , tapi aku mau pergi ke sana dengan satu syarat”

“Apa itu ?” tanya Yuri antusias “Kalau kamu merasa tidak enak badan lagi..kamu harus katakan padaku , arasseo !?”

Ne” jawab Yuri

<Busan mall>

“Kyuhyun , coba pakai ini” pinta Yuri dengan menyodorkan sebuah kemeja berwarna biru

Kyuhyun hanya mengangkat sebelah alisnya sedangkan Yuri langsung mendorong namja itu masuk ke fitting room. Sembari menunggu Kyuhyun, Yuri melihat lihat gaun gaun yang dipajang di tempat itu. Tubuhnya mematung di depan sebuah wedding dress putih..

Foto wedding dress 1 disini

Yuri menyentuh dan mengusap lembut gaun itu lalu tersenyum simpul.

“Akankah Tuhan memberiku waktu untuk mengenakan wedding dress dan berjanji sehidup semati ?” gumamnya pelan

“Yuri” panggil Kyuhyun yang masih menggunakan kemeja biru pilihan Yuri

Yuri menarik tangannya dari gaun itu lalu berbalik dan menatap Kyuhyun. Saat menatap namja di depannya , mulut Yuri menganga lebar.

“Tampan” gumamnya sedangkan Kyuhyun hanya menggaruk tengkuk nya karena salah tingkah.

“Oh iya , apa yang sedang kamu lihat ?” tanya Kyuhyun untuk menutupi rasa malunya

“Gaun” jawab Yuri “Gaun ?” Kyuhyun lalu mendekati wedding dress itu. “Kurasa kamu akan sangat cocok memakai ini” Kyuhyun mengusap lembut gaun itu lalu mengalihkan pandangannya ke Yuri dan tersenyum lembut.

“Emm , mian~ apakah anda jadi membeli baju itu ?” ucap seorang yeoja pegawai toko tersebut

“Ahh , ne~ kami membeli baju itu” ucap Yuri “Beli ? tapi..” tanya Kyuhyun bingung sedangkan Yuri hanya tersenyum lebar lalu mendorong Kyuhyun masuk ke fitting room untuk ke dua kalinya.

“Apakah kalian ini pasangan ?” tanya pegawai toko tadi penasaran

Yuri menatap yeoja berseragam toko itu dengan tatapan bingung lalu dia memasang pose berpikir “Ehm , bagaimana ya ? antara iya dan tidak..” Yuri tersenyum kecut kepada pegawai itu “Oh , kukira kalian berpasangan..kalian cocok” puji pegawai itu

Jinjja ? gamsahamnida~ eumm..”

Im yoona imnida~ panggil saja Yoona” yeoja itu memperkenalkan dirinya dengan menyodorkan sebelah tangannya melihat itu Yuri tersenyum lembut sambil menjabat tangan Yoona “Kwon yuri imnida~ panggil saja Yuri”

“Yuri~ apa kamu yakin kita akan membeli ini ?” tanya Kyuhyun yang baru saja keluar dari ruangan itu

Ne , wae ?” tanya Yuri “Tapi..aku tidak mau merepotkanmu” rajuk Kyuhyun

“Siapa yang bilang kalau aku akan membelikanmu ? ini semua kan hutang”

“Ne ne~ aku pasti akan membayarnya” kesal Kyuhyun

“Eum , Yoona ah~ kami akan membeli yang ini saja” Yuri mengambil kemeja dari tangan Kyuhyun dan memberikannya pada Yoona

Ne~” jawab Yoona lalu berlari kecil menuju meja kasir. “Kamu kenal dia ?” tanya Kyuhyun

Yuri mengangguk “kami baru saja berkenalan” jelasnya Kyuhyun mengangguk mengerti.

Gamsahamnida~” ucap Yoona ceria sambil memberikan bungkusan plastik berisi kemeja “Ne~” jawab Yuri

“Semoga kalian bahagia” ucap Yoona dengan senyum mengembang di wajahnya pada dua orang itu.

oOo

“Aku sudah sehat lagi, karena itu ayo kita cari chii !” ajak Yuri

“Kamu benar benar sudah sehat ?” Kyuhyun meraba pelan dahi Yuri untuk memeriksa temperatur yeoja itu.

“Memang badanmu sudah tidak sedingin tadi sih , tapi…apa benar  tidak apa apa ?” tanya Kyuhyun tanpa menyembunyikan kekhawatirannya

Yuri mengangguk pasti sedangkan Kyuhyun menghela nafas berat “baiklah kalau kamu bilang begitu”

Mereka pun berjalan berdampingan dan sedikit melontarkan canda satu sama lain.

“Setelah belok kiri , kita jalan terus bukan ?” tanya Kyuhyun

Ne~” jawab Yuri singkat sedangkan matanya tertuju pada layar ponsel yang sedang dipegangnya. Tiba tiba mata yeoja itu membelalak kaget saat membaca pesan yang dikirim menuju ponselnya.

“…‘mereka’ tahu…kami disini..” gumamnya pelan

“Ada apa Yuri ?” tanya Kyuhyun saat melihat gelagat mencurigakan yang ditunjukan Yuri.

Ah~ aniyo

Tiba tiba mata gadis itu membelalak lebar. Kyuhyun yang melihat keanehan itu langsung mengikuti arah tatapan yang membuat Yuri terlihat begitu kaget. Tapi belum sempat Kyuhyun mengetahui penyebabnya , Yuri langsung menggandeng tangan Kyuhyun dan menarik namja itu.

wae ?” tanya Kyuhyun

Yuri memutar kepalanya ke arah Kyuhyun lalu tersenyum simpul “aku lapar” ucapnya singkat

oOo

Dan disinilah aku—tepatnya aku dan Yuri—sekarang. Yeoja di depanku ini dengan seenaknya menyeretku masuk ke cafe manis bernuansa pink yang sebagian pengunjungnya adalah pasangan menjijikan yang terang terangan mengumbar kemesraan di depan umum. Mataku menangkap salah satu pasangan yang duduk di pojok ruangan , namjanya sedang memainkan dagu milik yeojachingunya sedangkan yeojachingunya hanya tersenyum senyum malu. Heh..menjijikan !

“Ada yang kamu inginkan ?” pertanyaan Yuri mengalihkan pandanganku dari pasangan menjijikan barusan. Yuri menyodorkan daftar menu ke arahku.

“Aku pesan yang sama denganmu saja” jawabku tidak peduli

Yuri hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti lalu berbicara pada petugas yang berada disebelahnya. Aku hanya memandang yeoja didepanku ini dalam dalam dan perasaan lama itu kembali lagi. Jauh didalam hatiku , aku merasa yeoja di depanku ini sangat familiar. Aku merasa kalau aku sudah sangat mengenalnya. Dia sangat misterius. Banyak pertanyaan yang sebenarnya ingin aku tanyakan padanya tapi entah kenapa rasanya sulit sekali untuk bertanya..sulit sekali mengeluarkan kata seperti ‘apakah kita pernah kenal sebelumnya ? aku merasa aku sangat mengenalmu , aku merasa aku sangat merindukanmu , aku merasa nyaman bersamamu , apakah kamu Chii ?’

“Kita duduk didepan saja ya ?” suara halus gadis ini memecah lamunanku , aku melihat jari telunjuknya yang terarah lurus ke arah teras cafe.

Ide bagus ! aku jadi tidak perlu seruangan dengan pasangan pasangan menjijikan itu. Aku hanya berdehem setuju lalu berjalan dibelakangnya dengan tangan kami yang masih bergandengan.

“Ahh~ segar sekali udaranya” aku melihat yeoja didepanku ini mengambil nafasnya dalam dalam dengan raut wajah yang sangat berbeda 180 derajat dari saat gadis ini menyeretku masuk ke cafe ini. Beberapa detik kemudian , aku juga menjatuhkan diriku di atas kursi yang berada di depan kursi yang diduduki Yuri. Memang benar kata dia , udaranya sangat segar disini. Aku lalu menengadahkan kepalaku ke arah langit , melihat matahari yang bersinar dengan kuatnya. Apa Chii juga sedang melihat matahari yang sama ? apa dia baik baik saja ? apa yang sedang ia lakukan sekarang ?

Aku mengalihkan perhatianku dari langit dan menatap Yuri. Apa dia Chii ?

Sedangkan gadis yang kutatap ini justru memandang ke arah lain. Saat aku mengikuti arah tatapannya aku mendapatkan tangan kami yang masih berpautan. Kembali aku mengangkat kepalaku dan melihat pipinya yang bersemu merah lalu Yuri menatapku , matanya membelalak kaget saat menemukan kalau aku juga tengah menatapnya. Aku merasa dia akan menarik tangannya tapi entah dorongan darimana , aku justru semakin mengeratkan genggaman tanganku. Dia hanya menatapku penuh arti lalu tersenyum dan membiarkan tangan kami tetap berpautan.

“Silahkan pesanannya” seorang pelayan memecah keheningan di antara kami lalu menurunkan 2 potong cake dan 2 gelas cappucino di sebelah cake tadi.

“Ah~ gamsahamnida” ucap Yuri lembut

“Kenapa kamu melihatku seperti itu ? cepat diminum nanti keburu dingin” dengan pipi masih berhiaskan warna pink , dia mengatakan hal itu padaku.

Aku hanya mengedikan bahuku ringan dan menyeruput minuman didepanku itu. Tiba tiba aku teringat sesuatu di kepalaku.

“Kenapa kamu menyeretku ke sini ?” aku bertanya di saat dia akan menyeruput cappucino nya. Sontak saja dia terbatuk batuk karena tersedak minuman.

“Yaa~” dia mengumpat kesal ke arahku dan aku hanya bisa meringis lebar.

“Bukankah aku sudah bilang kalau aku kesini karena aku lapar”

“Aku yakin kamu menyeretku kesini bukan hanya karena alasan itu ! aku merasa sebelum ini kamu terlihat sangat kaget karena suatu hal , apa kamu tidak bisa menceritakannya padaku ? apa kamu tidak percaya padaku ?” dengan nada kecewa kulontarkan sebagian perasaanku.

Dia melihatku penuh dengan tatapan miris lalu mengalihkan pandangannya ke gelas cappucino miliknya yang kurasa sudah dingin saat ini. Dia mengaduk aduk cairan kecoklatan itu. Dia mulai bercerita tanpa menatap mataku bahkan tanpa mengangkat kepalanya.

“Dia mantan suamiku , kami bercerai 3 tahun lalu dan dia masih mengejarku sampai sekarang” suaranya sedikit bergetar saat bercerita

“Mantan suami ?”tanyaku ragu

“Itu semua hanyalah kenangan masa lalu , aku bercerai dengannya karena perselingkuhannya. Kurasa dia merasa dendam padaku karena aku menceraikannya dan mencoreng nama baiknya”

Akhirnya dia mengangkat kepalanya dan memamerkan dereten gigi putih miliknya.

“Aissh , kenapa jadi aku yang bercerita ? sekarang giliranmu , aku mau kamu ceritakan pertemuan pertamamu dengan Chii”

Aku mengernyitkan dahiku , bingung. Dia bisa kembali ceria secepat ini setelah menceritakan masa lalunya yang suram itu ? gadis aneh. Tapi syukurlah , aku lebih suka melihatnya tersenyum.

“Baiklah , aku bertemu dengan gadis aneh itu saat kami berumur 16 tahun. Awalnya , bagiku dia hanya ketua kelas berisik yang selalu memaksaku untuk menjadi murid yang rajin. Berkali kali aku menyuruhnya pergi dengan kasar , tak terhitung sudah berapa kali aku mencaci makinya. Tapi gadis aneh yang bahkan tidak kuketahui namanya saat itu , terus berusaha dan hanya tersenyum setiap aku mengkasarinya. Dia mempunyai senyum yang mempesona..”  aku menghentikan ceritaku dan menatap gadis didepanku ini. Senyum yang sama mempesonanya dengan senyummu.

“Lambat laun , aku mulai menurut padanya. Aku mulai memakai seragam dengan rapi , aku mulai rutin masuk ke sekolah , aku mulai mengerjakan tugas tugas yang diberikan guru tapi hal itu juga tak langsung membuatku percaya padanya. Walaupun aku menurutinya bukan berarti aku percaya padanya , aku menurutinya karena merasa sebal dan terganggu dengan ceramah yang dia berikan padaku tiap hari. Aissh~ bahkan sekarang aku pun masih bisa mengingat suara cemprengnya itu” Yuri hanya tertawa geli melihatku.

“Perasaanku mulai berubah saat dia mengetahui tentang keluargaku. Suatu hari , aku pernah bertengkar hebat dengan kedua orang tuaku karena alasan yang termasuk sepele. Orang tuaku memang tidak pernah bersikap ramah padaku , di mata mereka selalu ada saja yang salah padaku. Karena pertengkaran itu , aku sama sekali tidak mengingat sekolah dan hampir sebulan penuh aku tidak masuk sekolah. Dari pagi hari yang aku lakukan hanya berdiam diri di kamar tanpa minum apalagi makan dan saat malam hari -saat semua orang di rumah tertidur- dengan mengendap endap , aku memakan semua makanan yang ada di dapur. Seperti itulah daur hidupku selama sebulan” aku menyandarkan tubuhku pada sandaran kursi di belakang punggungku dan melihat Yuri menatapku antusias seperti menunggu lanjutan ceritaku. Aku hanya terkekeh pelan lalu melanjutkan kembali ceritaku “Bahkan terselip ide gila untuk bunuh diri di dalam diriku. Aku merasa , aku hanya sendirian dan tidak ada yang membutuhkanku saat itu. Tapi dia datang dan menghapus semua perasaan itu. Dengan alasan sebagai ketua kelas yang baik , gadis itu menjengukku tapi jauh didalam hatiku aku merasa aku merindukannya. Anehnya , ceramah cemprengnya justru membuatku merasa lebih baik. Saat dia mengatakan kalau dia merindukanku dengan muka bersemu merah. Semua perasaan kalau aku sendirian dan tidak ada yang membutuhkanku hancur begitu saja. Tanpa sadar aku memeluk tubuh kecilnya dan untuk pertama kalinya aku menangis di depan seseorang. Dia mendengarkan ceritaku tentang keluargaku dengan seksama. Saat aku selesai bercerita , aku melihat dia menangis. Saat itulah , aku merasa kalau aku memiliki perasaan khusus padanya. Aku mencintainya”

Aku menghela nafas panjang setelah selesai bercerita. “itu cerita yang hebat” dengan polosnya dia bertepuk tangan dan aku hanya terkekeh pelan lalu menggaruk rambutku yang sama sekali tak gatal. Kenapa aku jadi bercerita sebanyak ini padanya ? aneh. Aku memalingkan wajahku karena merasa sedikit salah tingkah tapi samar samar lewat sudut mataku aku bisa melihat senyum manis mengembang di bibirnya.

oOo

Kyuhyun dan Yuri kembali ke hotel mereka dengan tangan hampa. Saat mereka menuju alamat di kertas itu , bukan Chii yang mereka temui tapi seorang laki laki tua yang tak tahu menahu tentang gadis bernama Chii. Mereka bahkan tidak tahu harus kemana lagi untuk mencari gadis itu. Sama sekali tak ada petunjuk tentang keberadaan Chii. Kyuhyun sedari tadi sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata pun , yang dilakukan namja itu hanya menatap kosong ke luar jendela bus.

Yaa~ Cho Kyuhyun” Yuri menepuk keras pundak Kyuhyun , untuk menyadarkan namja itu dari lamunannya.

“Aissh~ kenapa kau memukulku hah !?” dengan meringis kesakitan Kyuhyun mengelus pelan bekas pukulan Yuri barusan.

Yuri mengerucutkan bibirnya “Habis~ dari tadi kamu diam saja , bercelotehlah seperti biasanya. Walaupun hari ini kita gagal mencari Chii , tapi kan kamu masih punya waktu besok dan kalau kamu juga belum berhasil menemukan Chii besok..” dia menggantung kata katanya lalu menatap Kyuhyun lembut. Sedangkan Kyuhyun hanya menaikan kedua alisnya menunggu Yuri melanjutkan kata katanya.

“Kamu masih punya waktu keesokan harinya lagi , bukan ?” dengan tersenyum lembut Yuri menyelesaikan kata katanya.

Senyum hangat terlukis jelas di wajah Kyuhyun. Raut wajahnya berubah sedikit berwarna dibanding beberapa menit yang lalu.

Gomawo” ucap Kyuhyun singkat namun tulus.

oOo

Yuri membuka pelan pintu kamar hotel yang ditempati Kyuhyun. Terlihat 2 tas besar berjejer rapi di sebelah kakinya. Dengan melangkah perlahan , Yuri memasuki kamar itu dan mendapatkan Kyuhyun sudah tertidur pulas di atas kasur. Senyum tipis terulas di bibirnya saat melihat tampang tenang Kyuhyun saat tertidur. Tanpa ia sadari , kakinya sudah melangkah mendekati kasur lalu dengan sangat perlahan dia mendudukan tubuhnya di pinggir tempat tidur. Dengan jemarinya , Yuri menyingkap poni yang menutupi mata Kyuhyun secara perlahan. Kali ini senyum manis mengembang di wajahnya.

“Saat tidur kamu seperti malaikat tapi saat bangun kamu bisa berubah menjadi iblis” Yuri terkekeh pelan. “10 tahun aku sudah melihatmu tertidur. Tapi anehnya aku sama sekali tidak merasa bosan melihat wajah tidurmu” Kali ini jemari tangan Yuri berpindah ke rambut coklat Kyuhyun

“Cho Kyuhyun mianhae~ aku..aku harus pergi” mulai terlihat butiran air di sudut matanya.

“Jika aku tetap bersamamu..semua akan terbongkar dan kau yang akan terluka. Aku tidak mau membohongimu lagi. Semua yang aku katakan hanya kebohongan. Aku bukanlah Kwon Yuri , aku bukanlah yeoja yang menabrakmu 10 tahun yang lalu , aku bukan seorang yeoja yang pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan bercerai. Tadi yang kulihat juga bukan mantan suami yang mengejarku karena dendam. Bukankah saat kamu tertidur dulu aku sering menceritakan padamu tentang ‘mereka’..tentang orang tuamu yang mengejarmu bahkan ingin membunuhmu sejak 10 tahun yang lalu ? mereka mengetahui kalau kamu sudah bangun dari koma , entah siapa yang memberitahu. Tapi yang pasti aku tahu saat ini , mereka tidak mengenal wajah Cho Kyuhyun yang berumur 26 tahun. Wajahku lah yang mereka kenal..wajah seorang Park Song Chii yang menghabiskan waktunya selama 10 tahun untuk menjagamu. Mereka tahu kalau saat ini aku sedang bersamamu dan karena itulah aku harus pergi…mian~ aku tidak bisa menepati janjiku untuk menemanimu mencari Chii..” Yuri terkekeh pelan walaupun air mata sudah meluncur dengan deras di kedua pipinya.

“Bagaimana mungkin aku mencari diriku sendiri , hem ?”

Geurae , karena ini saat terakhir aku melihatmu. Aku akan mengatakan semuanya dengan jujur. Namaku Park Song Chii , aku adalah ketua kelas menyebalkan yang kau benci ceramah cemprengnya. Mian~ aku harus meninggalkanmu. Walaupun aku sangat ingin untuk bersamamu tapi tuhan tidak mengizinkan kita. Selanjutnya ada satu hal lagi yang harus kukatakan padamu , aku ingin agar kamu selalu mengingat kalau Park Song Chii akan selalu mencintai Cho Kyuhyun”

Chii sedikit merendahkan kepalanya lalu mendekatkan bibirnya dengan bibir Kyuhyun. Dia mencium Kyuhyun dengan lembut disertai air mata yang tetap mengalir di pipinya. Setelah mengusap rambut Kyuhyun dan tersenyum singkat. Gadis itu bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati pintu.

Saranghe..” bisiknya pelan berkali kali saat akan meninggalkan kamar itu

oOo

~3 tahun kemudian~

Disinilah aku sekarang , duduk di warung yang berada di ditengah tengah hiruk pikuk kota Seoul. Tentu saja aku masih tetap mencari Chii walaupun 3 tahun sudah berlalu tanpa kepastian. Tapi ada yang berbeda dari 3 tahun yang lalu , di salah satu sudut hatiku ada tempat yang dipenuhi oleh seorang yeoja misterius yang bernama Kwon Yuri, entah kenapa selama 3 tahun selalu ada saja hal yang membuatku mengingatnya dan merindukannya.

3 tahun yang lalu , saat pagi hari aku memeriksa kamar Yuri yang aku temukan hanyalah pelayan hotel yang sedang membersihkan ruangan. Menurut pelayan hotel , Yuri sudah pergi saat malam hari dan meninggalkan kunci rumah serta beberapa lembar uang untuk kugunakan kembali ke Seoul. Awalnya kukira dia hanya pergi untuk urusan pekerjaan dan akan menyusul ke Seoul tapi aku tidak pernah melihatnya kembali hingga saat ini.

“Tuan , ini pesanan anda” seorang pelayan menaruh mangkuk berisi bulgogi dan segelas teh ginseng di depanku. Aku hanya menyunggingkan senyum padanya sebagai ucapan terima kasih. Sedikit demi sedikit selama 3 tahun aku mulai membenahi kehidupanku. Aku mulai mencari pekerjaan dan menjadi orang yang gila bekerja. Dari pagi hingga sore yang kulakukan hanya bekerja , bekerja, dan bekerja. Aku melampiaskan perasaanku kepada pekerjaan. Aku merasa walaupun hanya sekejap , aku dapat melupakan 2 yeoja itu saat aku bekerja.

Setelah menghabiskan hidangan di depanku dan membayarnya di kasir , aku melangkah keluar warung itu. Tanpa ada kompromi salju putih turun dengan derasnya dan memenuhi jalanan kota Seoul. Aku menggosokan kedua tanganku lalu memasukannya ke saku mantel yang kupakai. Tapi tiba-tiba mataku menangkap siluet seorang yeoja yang dari tadi kupikirkan. Walaupun aku hanya melihat punggung darinya tapi tanpa berpikir panjang aku langsung berlari dan menarik tangannya.

“Yuri !” panggilku saat menarik tangannya dan membuat kami saling berhadapan saat ini.

“Siapa ya ?” tanya yeoja itu.

Aniyo , mianhae~ aku salah orang” aku hanya tersenyum kecut pada yeoja itu.

ne , gwenchana~ tapi sebentar sepertinya aku mengenalmu. apa kita pernah bertemu ?” gadis di depanku ini mengetuk ketukan jari di dahinya.

Aku memang merasa familiar padanya tapi mungkin hanya perasaanku saja. Mungkin karena dia sangat mirip dengan Yuri. Siluet tubuh yang mirip , suara yang hampir sama , dan gerak tubuh yang juga sama.

“Ah~ aku tahu ! kalian pasangan yang sangat cocok itu ! kamu yang datang ke toko bersama Yuri , kan ?”

Aku mengernyitkan dahi “Yuri ? kenapa kamu tahu dia ? siapa kamu ?”

“Im yoona imnida~ kita pernah bertemu di butik , saat itu kamu bersama dengan yeoja cantik bernama Yuri”

Butik ? ah—aku ingat ! dia yeoja pelayan itu !

“Sepertinya kamu sudah ingat” ucapnya ceria dan aku hanya tersenyum.

“Bagaimana kabar Yuri ?” tanyanya

Aku mengendikan bahuku lalu menghela nafas panjang “Kami berpisah” jawabku singkat

“Berpisah ?” terlukis jelas kekagetan di wajahnya.

“Dimana dia sekarang saja—aku tak tahu” aku menjawab dengan nada cuek tapi hatiku perih mengatakannya.

“Bukankah dia di Busan ? sebetulnya beberapa bulan yang lalu , aku melihat Yuri di Busan dan kami juga berbicara banyak. Saat kutanya tentang keadaan namjachingunya—dia menjawab kalau kamu baik baik saja. Karena itulah , aku benar benar kaget saat mendengar kalian berpisah”

“Busan ?”

Ne , dia di Busan” gadis itu mengangguk polos.

Aku harus kesana—aku harus menyakinkan perasaanku.

“Kamu mau ke Busan ? kalau begitu , kita pergi bersama saja. Aku juga akan kembali ke Busan 3 hari lagi” tanpa kuberi tahu isi hatiku dengan sendirinya dia menawarkan diri. Apa dia bisa membaca perasaan orang lain ?

Geurae” senyum bahagia tersungging di bibirku. Rasanya perasaanku menjadi lebih ringan saat ini.

Sebuah tangan menepuk pelan pundakku. Saat aku berbalik mataku menangkap seorang namja yang sedang membelalakan matanya penuh rasa kaget.

Tiba-tiba namja itu memelukku , aku dapat mendengar isak tangisnya. Siapa dia ? aku merasa aku mengenalnya.

“Kyuhyun ah~” ucapnya berkali kali

Aku mendorong tubuhnya pelan dariku lalu mengernyitkan dahiku sambil menatapnya.

“Apa kamu melupakanku ? ini aku Donghae , hyung mu”

hyung ? Donghae hyung ?” ucapku memastikan , dia mengangguk pasti.

Aku tersenyum bahagia melihat hyung kesayanganku ini lalu kembali memeluknya. Dulu hanya dia satu satunya keluarga yang mengerti perasaanku dan selalu membelaku. Tapi saat kejadian pertengkaran dan kecelakaan yang kualami , dia sedang berada di Paris untuk kuliah.

“Cho kyuhyun , aku sudah benar benar seperti orang gila karena kehilanganmu tahu ?” aku melepas pelukanku dan kali ini dia merangkulku.

Matanya tertuju pada Yoona yang masih berdiri mematung di depan kami. “Apa dia Chii ?” tanya hyung bersemangat.

Tanpa menunggu jawabanku , dengan seenaknya sendiri dia memeluk Yoona.

“Eh ?” Yoona membelalakan matanya kaget. Aku segera menarik hyung.

“Dia bukan Chii , hyung. Namanya Im yoona , dia temanku”

“Dan Yoona, ini hyung ku Donghae”

Gadis di depanku ini menganggukan kepalanya tanda mengerti “Salam kenal” ucapnya dengan senyum.

Pada awal aku melihatnya , dia memang hampir mirip Yuri. Tapi ternyata berbeda , saat Yuri tersenyum dia terlihat sangat lembut dan dewasa sedangkan saat Yoona tersenyum dia terlihat ceria dan kekanakan. Tapi bagiku mereka mempunyai cara senyum yang sama , senyum yang menenangkan hati orang yang melihatnya.

“Apa kau sedang sibuk , Kyuhyun ah~ ?” tanya Donghae hyung

“Tidak juga” jawabku sekenanya.

“Bagaimana jika makan siang sebentar bersamaku ? aku ingin bercerita banyak padamu” ajaknya dengan meringis lebar dan tatapan memohon.

Aku hanya tersenyum simpleGeurae , dengan catatan semua biaya hyung yang tanggung oke ?”

Hyung terkekeh pelan lalu menggerutu “Aissh , dasar kau ini”

“Eumm , kalau begitu—aku tidak mau mengganggu jadi aku pergi duluan ya” Yoona menunduk sopan pada kami dan ketika dia hendak melangkah pergi , aku menarik tangannya lalu tersenyum.

“Kamu ikut saja , aku tidak akan merasa terganggu lagipula semua makanan akan dibayar oleh dia” aku menunjuk namja di depanku dengan seenaknya sendiri. Aku menariknya bukan bermaksud apa apa , aku hanya ingin mendengar lebih banyak tentang Yuri dari gadis ini.

“tidak apa apa kan hyung ?” ucapku dengan senyum termanis yang menempel di wajahku.

“Aissh~ untung saja kamu dongsaeng ku , kalau tidak sudah kuhajar kamu dari tadi”

“Ah—tidak usah nanti aku hanya merepotkan” ucap Yoona dengan sopan. Gadis itu mulai melangkahkan kakinya hendak pergi tapi aku justru mengeratkan genggaman tanganku.

“Aku ingin bertanya lebih banyak tentang Yuri darimu—kumohon” ucapku memelas

Gwenchanayo , Yoona ah~ kamu ikut saja” hyung ikut membujuk gadis itu. Tapi aku dapat menangkap senyum menggoda dan mengejekku di balik sikapnya.

Ne” akhirnya gadis itu menyerah dan ikut berjalan bersama kami.

Gadis ini termasuk gadis yang ceria—sangat amat ceria—dia bisa mengobrol dengan Donghae hyung yang baru dia temui dengan sangat lancar.

Kami melangkahkan kaki masuk ke sebuah restaurant yang termasuk mewah dan mahal. Karena sudah terbiasa memasuki restaurant bintang lima seperti ini sikapku hanya datar tidak ada yang istimewa menurutku. Sangat berbeda dengan gadis di sebelahku saat ini , mulutnya tidak berhenti berdecak kagum dan tetap menganga lebar.

“Pesan apa saja yang kalian inginkan” ucap hyung menawarkan ketika kami sudah duduk rapi di atas sofa. Pemandangan kota Seoul bisa terlihat jelas dari jendela besar yang berada di dekat meja kami. Aku yakin pemandangan diluar sana pasti akan lebih indah lagi kalau kami datang saat malam hari.

Coq Au Vin dan untuk dessert nya Mousse au Chocolat” tidak heran kalau dia bisa mengucapkan bahasa Prancis dengan lafal yang sangat sempurna , aku sudah bercerita kalau dia kuliah di Paris bukan ?

“Bagaimana dengan minumannya ?” tanya pelayan yang akan mencatat pesanan kami.

Eggnog dia mengucapkan salah satu minuman khas inggris.

Soupe à l’Oignon Gratinée dan untuk dessert La Galette des Rois” ucapku

Aku melirik hyung yang melongo lebar melihatku sebagai balasan aku hanya menunjukan senyum evil. Memangnya dia kira hanya dia yang bisa bahasa Prancis ?

“oh iya ! untuk minumannya aku minta Capuccino saja”

Capuccino—minuman itu menjadi minuman yang sering aku minum sejak kepergian Yuri. Tapi entah kenapa , walaupun aku meminum minuman itu di restaurant nasional bahkan internasional—tidak ada cappucino yang lebih enak dari cappucino yang kuminum saat bersama Yuri.

“Bagaimana dengan nona ?” tanya pelayan itu pada Yoona yang dari tadi masih sibuk membolak balik daftar menu.

Filet mignon , minumannya orange juice dan dessert nya Hot Soufflé saja”

“Wah , bahasa Prancismu bagus. Pengucapannya juga bagus” puji hyung pada gadis itu.

“Hehe , gamsahamnida—dulu aku memang sempat belajar bahasa Prancis” ucapnya

Sama sekali tak ada kesan menyombongkan diri dari kata katanya. Dia gadis yang baik.

“Oh iya , sebetulnya dari tadi aku ingin bertanya. Apa hubungan kalian ?” aku dapat melihat dengan jelas senyum mengejek nan konyol di wajah hyung.

“Kami hanya berteman. Sebetulnya dia teman dari seseorang yang dekat denganku” jelasku

“Seseorang yang dekat denganmu ? apakah orang itu yeojachingu mu ?” tanya hyung

“Bukan , dia orang yang membantuku setelah aku bangun dari koma sehabis kecelakaan itu”

Yoona mengerutkan dahinya “Jadi kalian belum berpacaran juga ?” tanyanya

“Hubungan kami tidak seperti yang kamu bayangkan , Yuri hanya bertanggung jawab karena menabrakku 10 tahun yang lalu” aku merasa senyum miris sudah terpampang di wajahku. “Sama sekali tak ada perasaan khusus di antara kami” ucapku menambahkan.

“Lalu kenapa kamu memasang wajah seperti itu ? kenapa kamu terlihat sedih ? apakah kamu sendiri tidak sadar akan perasaanmu—perasaan cintamu pada Yuri ?” Yoona menatapku lurus—matanya seperti membaca hatiku.

“Yaa—kalian berdua mengacuhkanku ? Cho Kyuhyun siapa itu Yuri ? ceritakan padaku sekarang !” rengek hyung

Setelah tersenyum tipis , aku pun menceritakan Yuri padanya.

“Lalu bagaimana dengan Chii ?” tanya hyung setelah mendengarkan ceritaku.

“Aku mencintai Chii” jawabku tanpa ragu “Walaupun aku tidak tahu dimana dia sekarang”

“Cho Kyuhyun apa kamu tahu bagaimana dulu Chii menungguimu saat kamu koma ?”

Menungguiku ? Chii ?

“Bagaimana hyung bisa tahu ? bukankah hyung berada di Prancis saat itu ?”

“Bagaimana mungkin aku berada di Prancis saat dongsaeng ku sedang berjuang melawan maut hah !?”

“Aku sempat kembali ke Seoul selama seminggu dan saat itulah aku melihat Chii. Tanpa lelah dia menungguimu di rumah sakit. Saat pagi hari , aku menjengukmu dia ada disampingmu dan saat malam hari , dia tetap berada disampingmu. Dia terlihat lebih kurus dan jarang tersenyum , matanya juga selalu sembab. Dia sangat mencintaimu”

“5 tahun yang lalu , aku kembali lagi ke Seoul karena ingin menjengukmu. Tapi aku kehilangan kontak dengan Chii dan tidak tahu di rumah sakit mana kamu dirawat. Eomma dan appa juga mencarimu—“

“Tapi setelah aku bangun dari koma dan datang ke rumah , kalian semua tidak. Rumah kita juga sudah menjadi bangunan tua tak berbentuk”

Terlihat hyung membelalakan matanya “Kamu belum mendengar tentang eomma dan appa ?” aku hanya mengendikan bahu ringan.

“Kamu belum mendengar kalau mereka yang—menabrakmu ?”

Kali ini kurasa mataku yang membelalak lebar.

“Mereka—yang—menabrakku ?” tanyaku ragu

“Kamu juga belum mendengar kalau kamu adalah anak kandung satu satunya konglomerat Korea ?”

“Apa maksudmu , hyung ? aku memang tahu kalau aku bukanlah anak kandung dari meraka dan bukan saudara kandungmu tapi bukankah orang tua kandungku sudah meninggal ?”

“Mereka memang sudah meninggal—mereka sahabat dari eomma dan appa. Hak asuhmu memang berada di tangan eomma dan appa tapi orang tua kandungmu meninggalkan hak waris kekayaan dan perusahaannya padamu”

“Lalu—kenapa mereka mau membunuhku ?”

“Beberapa tahun lalu perusahaan eomma dan appa bangkrut. Mereka mempunyai hutang sangat besar. Di surat hak warismu terdapat tulisan yang menyatakan jika kamu meninggal , hak waris akan berada di tangan mereka. Dengan keji nya mereka merencanakan akan membunuhmu. Aku membenci mereka—walaupun mereka orang tuaku tapi aku tidak menyangka mereka benar benar licik. Aku mendengar cerita ini pun dari appa yang tidak sadar menceritakan ini ketika dia mabuk. Karena itulah , aku meninggalkan mereka—aku terus mencarimu”

Kepalaku terasa berdenyut. Semua sangat tidak masuk di akal—mereka yang membunuhku ? konglomerat ?

Belum berhenti rasa sakit kepalaku hyung menambah sakit kepalaku.

“Dari cerita appa , aku juga mendengar kalau Chii-lah yang melindungimu. Dia memindahkanmu dari satu rumah sakit ke rumah sakit yang lainnya untuk menyembunyikanmu dari eomma dan appa. Setelah aku meninggalkan rumah dan mencarimu—Chii menelponku. Dia mengirimkan alamat rumah sakit tempat kamu dirawat saat itu. Dia sudah sangat berubah , dulu dia adalah seorang gadis remaja yang selalu menangis dan lemah tapi dia berubah menjadi seorang wanita dewasa yang kuat dan tegar. Hanya satu hal yang tidak berubah darinya—rasa cintanya yang besar padamu”

“Tapi dia tidak ada disampingku saat aku sadar—apa mungkin dia merasa lelah menungguiku ?”

“Kurasa ada satu alasan kuat yang membuatnya pergi—aku yakin dia tidak akan meninggalkanmu. Bahkan dia mengubah namanya untuk melindungimu dari eomma dan appa yang mengenal dan mencari Park song chii yang membawa lari Cho Kyuhyun. Kalau tidak salah namanya Kwon Yui—Yui atau Yue ya ? tapi yang pasti aku tahu ,sekarang dia menjadi desainer

Kwon ? desainer ? Yuri ?

TBC

Annyeong ^_^

Ya ampun ff ini melenceng jauh dari perkiraanku =_=

Rencananya mau aku bikin oneshoot tapi kenapa malah jadi twoshoot hah !?#nangis darah

Maafkan author tidak bertanggung jawab ini ya ?

Aku udah usaha buat ini ff biar jadi oneshoot tapi jadinya puaanjang banget dan aku yakin pasti reader bisa bosan bacanya..

 

Makasih buat yang udah sempet mampir J

Makasih banget buat yang udah comment ^_^

 

Thanks for my beloved reader

Thanks for good reader

Thanks for your comment

 

Seorang penulis tanpa pembaca hanyalah bagaikan kertas kosong

bagi seorang penulis tidak mendapatkan kritik dan saran dari pembaca merupakan hal menyedihkan…..

                                                                                                             With love , tafunazasso <3

Please tinggalin komentar , ok ?*kedip mata genit

15 thoughts on “Lonely Without You [Boy Version]

  1. daebak . like this banget nih ama ff ini !!
    feelnya dapet , ceritanya dapet , nyambung , enak dibaca , ngalir aja alurnya . gak banyak typo juga kok ..
    cepet publish deh buat part selanjutnya :)
    chukhae :)

  2. waah… ceritanya bagus bgt.. dari awal gbs ditebak ternyata ‘mereka’ itu orang tua angkatnya kyu yang jahat, tak kirain ada pembunuh bayaran atau makhluk luar angkasa hehehe.. jauh bgt ngayalnya
    ditunggu dh kelanjutannya, penasan sbnrnya yuri kenapa kok kyknya yuri bakalan kena penyakit parah gtu ya???? soale ada tetesan2 darah segala…

  3. Huah,, sumpah critanya keren bgt.. Aq hmpir nangiz bcanya.. *lebay*
    Salut bgt ma pengorbanannya yuri..
    Author,, part selanjutnya cptn di publish ya..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s