Jealous

Author : Cyn_0427

Main Cast :

Choi Soora/Kim Taehee

Minho Shinee

Kim Jaejoong

Rating : PG13

Genre : Romance

Ps: ff ni prnah dimuat di note facebook author

 

Minho VOP

“Hari ini sangat melelahkan, tapi mengingat sebentar lagi aku akan bertemu istri tercinta ku semua lelah yang kurasakan mulai menguap.” Aku segera berjalan memasuki mobil van SHINEE yang dimana sudah ada Taemin yang duduk manis dan Key hyung yang sedang asyik mendengarkan Ipod nya. Aku pun segera mengambil tempat duduk di sebelah Taemin, dongsaeng kesayangan ku itu.

“YA, semua nya sudah naik??” Tanya Onew hyung pada kami semua.

“Jonghyun belum ada hyung.” Jawab ku

“Oh, Jonghyun hyung tadi bilang pada ku bahwa dia akan pulang naik motor nya sendiri. Biasa hyung, mau langsung ke tempat Sekyung noona.”

“O.. kalau begitu kajja. Kita pulang.” Van SHINEE pun mulai berjalan perlahan. Hari ini adalah hari kepulangan kami, SHINEE dari konser di Jepang yang sangat melelahkan namun mengasyikkan. Sudah seminggu kami di Jepang dan tentu saja kami sangat merindukan Korea dan fans-fans kami disini. Apalagi aku sangat merindukan istri tercinta ku. Aku sangat rindu pada dirinya, pada senyumannya, pada aegyo nya, dan semua yang ada pada dirinya. Walaupun setiap hari aku dan dia saling menelpon dan bersms ria, tapi itu semua tidak mampu menghilangkan kerinduanku pada dirinya.

“YA minho-ah, kenapa kau senyum-senyum sendiri?? Michigeseo…” kata Key hyung tiba-tiba padaku.

“Ani hyung, aku senang sudah ada di Korea.”

“Pasti minho hyung sedang membayangkan Soo Ra noona ya?? Benarkan??” tebak Taemin. Aku hanya bisa tersenyum malu.

“YAYAYA lihat muka nya memerah, aego… uri flaming minho malu-malu.” Ledek Key hyung padaku.

“Sudah, sudah. Kasihan Minho kalian ganggu terus. Minho-ah kau mau pulang ke dorm atau ke rumahmu??” Tanya Onew hyung padaku.

“Sudah pasti ke rumah lah hyung, minho hyung pasti tidak sabar untuk bertemu dengan noona. Hahahahha” ucap Taemin yang segera disambut dengan gelak tawa para member SHINEE lain nya. Aku hanya bisa tersenyum dan tertunduk malu karena perkataan mereka.

 

Van SHINEE telah memasuki sebuah halaman rumah sederhana dan minimalis yang bercat Pink tersebut. Itu adalah rumah Minho yang belum lama ini dia tempati bersama istri nya, Choi Soo Ra. Yang mengetahui ini hanya lah para member SHINEE dan juga beberapa sunbae di dunia keartisan. Fans sengaja tidak diberi tahu, karena takutnya mereka akan marah dan menyerang Soo Ra, karena memang kehidupan pernikahan mereka tidak lah biasa. Ya, Minho adalah suami ke 3 Soo Ra. Bukan karena suami pertama dan kedua Soo Ra sudah meninggal atau sudah bercerai dengannya, tapi kedua suami yang lainnya itu masih hidup dan masih berstatus suami dari Choi Soo Ra, dan lagi 2 suami yang lainnya itu adalah artis sama seperti Minho.

Minho pun turun dari Van dan mulai melangkahkan kaki memasuki pintu gerbang rumahnya tersebut. Dia berjalan melewati taman dan menuju ke pintu masuk rumahnya. Dia lalu mencari kunci ditasnya dan mulai membuka pintu tersebut. Dan hanya sepi yang menyambutnya.

MINHO POV

Aku membuka pintu rumah yang sudah lama aku rindukan sembari membayang kan Soo ra telah menanti kedatangan ku di dalamnya. Tapi yang kudapatkan hanya Sepi yang menanti dan menyambut kepulangan ku. Tidak ada Soo Ra di sana.

“Soo Ra, Yeobo, aku pulang…” teriak ku sembari membawa tas memasuki rumah.

“Yeobo… kau dimana??” tidak ada suara manis manja nya yang menjawab. Segera ku ambil handphone ku dan kupencet nomor Handphone nya yang sudah aku hapal di luar kepala. Sembari menunggu handphonenya diangkat, aku pun menjatuhkan diriku diatas sofa ruang TV.

“Yeobseo.” Terdengar suara nya dari seberang sana

“Yeobseo, yeobo, kau dimana??”

“Oh, yeobo. Kau sudah pulang?? Kau dirumah sekarang? Aku sedang didorm Jeje oppa.”

“Dorm JYJ?? Sedang bersama Jaejoong hyung??”

“Ye, chankanman oppa aku sedang terima telpon dari Minho oppa.” Teriak dia disana, sepertinya dia sedang berbicara dengan Jaejoong hyung.

“Yeobseo,Minho??” ucap suara seorang laki-laki

“Ye, wae hyungg?”

“Tae Hee sedang bersama ku, aku akan mengantarkannya pulang nanti malam, gwenchana??”

“Oh, Ye hyung, gwenchana.” Ucapku menjawab pertanyaan Jaejoong hyung.

“Oppa, kau masih disana?? Mian oppa, Jeje Oppa tidak memperbolehkanku pulang sekarang, tapi nanti malam aku pasti pulang, kalo dia tidak memperbolehkanku ke tempat mu aku akan mencoba kabur dari sini.” Ucapnya dengan tekad bulat.

“Ye ye, jaga dirimu baik-baik ya yeobo. Bogoshippo, jeongmal Bogoshippo.” Ucapku sembari tersenyum.

“Nado oppa, saranghae.”

“Saranghae.” Aku  pun menutup percakapan via handphone tersebut.

Huft, aku harus bersabar sampai nanti malam. Padahal aku sudah rindu pada istriku itu. Ingin aku marah dan segera menyuruhnya pulang, atau kalo tidak aku akan kesana dan menjemputnya pulang. Tapi aku tidak boleh seperti itu, atau jaejoong hyung akan membunuhku karena itu. Memang aku berhak berbuat seperti itu, Soo Ra adalah istriku dan aku adalah suaminya, tapi memang aku yang salah. Dari awal Soo Ra atau yang nama aslinya adalah Tae Hee, Kim Tae hee adalah istri sah dari Kim Jaejoong, artis papan atas member JYJ yang dulunya adalah Sunbae ku di SM Entertaiment. Tapi dia telah keluar dari SM Entertainment dan aku tidak tahu kalo dia sudah menikah dengan Tae Hee yang awalnya adalah istri dari Kim Hyun Joong, sahabatnya sendiri. Tapi karena perbuatan Lee Soman, bos ku yang membenci Jaejoong saat itu karena dia merasa Jaejoong sudah mengkhianatinya, Tae Hee lupa ingatan dan diganti namanya menjadi Soo ra dan aku bertemu dengan nya di perusahan ini, di SM Entertainment dan jatuh cinta at first sight padanya. Lalu aku memberanikan diri melamarnya yang saat itu ku tahu dia adalah keponakan dari bos ku itu. Lalu kami dinikahkan, tapi tak berapa lama setelah kami menikah Lee Soman-sshi ditangkap polisi dan Jaejoong hyung dan hyun joong hyung menemui kami dan mengatakan pada kami hal sebenarnya. Walaupun aku tahu bahwa Soora ku adalah Kim Tae Hee istri dari Kim Hyun Joong dan Kim Jaejoong, tapi aku tidak rela dan bahkan tidak mau menceraikannya. Kami sudah menikah dan itu adalah pernikahan yang sah, dan kami juga saling mencintai, maka jalan-jalan satu-satuny yang ada adalah dengan berbagi istri dengan mereka. Cinta ku pada Soora sudah membutakanku, tapi aku tidak pernah menyesal dengan keputusan yang aku ambil ini.

Setelah sedikit mengingat masa lalu, aku pun merasa lelah yang tadi menguap telah kembali. Aku merasa mengantuk sekali. Maka aku putuskan untuk istirahat sejenak tidur siang. Aku memimpikannya, Soora datang padaku dan melihatku yang sedang tertidur pulas, dia mendekat dan duduk dipinggir ranjang, menatapku seakan akan aku adalah anugrah yang dikirimkan Tuhan padanya. Tangan nya bergerak menuju wajahku, dibelai nya lembut poniku dan sedikit menyibakkanya menjauhi mataku. Aku bisa merasakan sentuhan lembut tangan nya di pipiku, tangan halusnya bergerak menyusuri dahiku, mataku, hidungku dan akhirnya bibirku. Lalu dia mulai mendekatkan wajahnya dan mengecup sekilas bibirku. Aku juga bisa merasakan lembutnya bibirnya di bibirku. Ya Tuhan apabila ini hanya mimpi aku mohon kau tidak membangunkanku dan terus membiarkanku didalam mimpi ini…

 

Soora POV

Akhirnya aku sampai juga dirumah, aku tidak sabar untuk bertemu Minho oppa, salah satu yeoboku itu. Ne kehidupan pernikahanku memang tidak wajar. Aku mempunyai 3 suami, tapi semua itu terjadi tidak tanpa alas an. Panjang ceritanya dan aku sedang malas menceritakannya. Aku segera berlari menuju ke pintu rumahku. Aku sangat-sangat merindukannya jeongmal jeongmal bogoshipo, sepertinya dada ku akan meledak Karena besar nya rasa rindu ku yang sudah lama ku pendam ini. Ku buka pintu dan mendapati keadaan rumahku yang gelap gulita. Aku segera mencari stop kontak yang ada disebelah pintu, seketika keadaan ruangan menjadi terang benderang setelah aku menghidupkan lampu. Aku lihat beberapa koper minho oppa berdiri di sebelah sofa di ruang TV, aku langsung menarik koper-koper itu menuju ke kamar tidur kami berdua. Didalam kamar aku mendapati yeobo ku itu sedang tidur dengan nyenyaknya. Aku meninggalkan koper-koper itu didepan lemari dan berjalan perlahan mendekati ranjang. Aku lalu duduk dippinggir ranjang, dan menatapnya. Sungguh beruntung diriku ini mendapatkan namja yang hampir sempurna seperti dirinya. Yah walaupun kedua suamiku yang lain juga adalah namja-namja yang hampir sempurna dan selalu dipuja-puja oleh hampir semua penduduk Korea. YA Soora kau sungguhlah yeoja paling beruntung di Korea ini. Aku sangat mencintai namja yang sedang tidur dihadapanku ini, tanpa aku sadari tangan ku bergerak menyentuh rambutnya dan menyibakkan sedikit poninya yang menutupi matanya. Aku mencintai semua yang ada padanya. Tangan ku turun ke matanya, mata besar yang sorot nya bukan hanya dapat melelehkan es krim tapi juga hatiku. Tanganku beralih menyentuh hidungnya, hidung yang orang bilang semakin hari semakin mancung karena oplas, tapi aku menyukainya, chuae. Lalu tanganku beralih kebibirnya, bibir yang pernah menyentuh bibirku lembut, chuahe, aku ingin merasakannya lagi. Lalu aku pun mengecup singkat bibirnya takut dia akan terbangun dari tidur nyenyaknya, dia terlihat sangat lelah. Lalu aku pun membaringkan tubuhku disebelahnya dan mengambil posisi menyamping menatap wajahnya yang sedang tertidur dan aku pun mulai memejamkan mataku.

 

Soora pun tertidur disebelah Minho dengan nyenyaknya. Tiba-tiba terdengarlah langkah kaki dan suara pintu yang dibuka dengan perlahan.

“YA mereka berdua sama-sama tertidur.” Jaejoong pun berjalan mendekati ranjang dan kemudian mengamati kedua makhluk yang sedang tertidur itu. Dia pun lalu mengambil posisi di tengah antara Minho dan Soora dan ikut-ikutan tertidur dengan dua manusia itu. Malam pun segera berakhir digantikan oleh Pagi dengan sinar matahari yang terang benderang. Sinar Matahari pagi masuk melalui celah ventilasi jendela langsung menyorot ke wajah namja tampan yang bernama Minho. Karena terganggu dengan silau nya sinar matahari, dia pun mulai terbangun  dan membuka matanya.

“YAA!!!” teriaknya kaget begitu mendapati wajah seorang namja di sebelahnya.

“Hmmm… anyeong saeng” ucap Jaejoong sembari menggeliatkan tubuhnya.

“Hyung, wae?? wae kau bisa tidur disebelahku??”

“Ssstttt jangan teriak-teriak, nanti Tae Hee terbangun.” Minho pun segera melongokkan kepala nya melewati tubuh Jaejoong dan mendapati Soora sedang tertidur nyenyak dengan posisi bergelung seperti kucing. Dia pun lalu tersenyum lembut. Tetapi sewaktu melihat Jaejoong mulai tertidur lagi sembari memeluk Soora, emosinya yang dia pendam dari kemarin siang pun memuncak. Ditariknya tubuh Jaejoong keluar kamar dengan kasar. Dia lupa kalo yang dia tarik itu adalah tubuh Jaejoong, salah satu sunbae yang dia takuti karena jika Jaejoong marah sepertinya dia bisa memakan manusia hidup-hidup.

“YA!!!! Apa-apaan kau ini?? Main tarik-tarik sembarangan aja. Bosan hidup?!!” hardik Jaejoong pada Minho.

“YA hyung, kenapa kau bisa ada disini?? Kenapa kau bisa berada dirumahku dan tidur diantara aku dan Soora?? Wae?” interogasi minho dengan nada tinggi.

“Aish ni anak kayaknya memang bosan hidup. YA, memangnya kenapa aku ada dirumahmu dan tidur diantara kalian?Aku kan hanya menemani istriku dan menjaganya dari namja berbahaya sepertimu. Apa aku salah?”

“YA hyung, aku ini juga suaminya. Dan aku tidak lah berbahaya untuk istriku. Ini rumahku biar aku yang menjaganya disini. Dan ingat hyung peraturan yang telah kita sepakati sebelumnya bahwa bila Soora datang ke salah satu tempat kita, maka yang punya tempat itu yang wajib menjaganya. Kau tidak lupa kan hyung?? Dan lagi bukannya selama aku di Jepang kau selalu bersamanya?? Jadi sekarang adalah saat-saat aku bersamanya”

“Ne ne aku ingat. Ara sekarang giliranmu bersamanya. Hey kenapa kau memandangiku seperti itu? Kau seakan-akan ingin membunuhku.”

“Aku kesal padamu hyung, aku juga iri padamu, kenapa kau adalah sunbae ku? Kenapa harus kau yang menjadi suami kedua Soora, bukan nya aku. Aku sangat ingin membunuhmu.”

“YAA anak ini, bilang sekali lagi dan aku benar-benar akan membunuhmu!!”

“AKU INGIN MEMBUNUHMU HYUNG!!!!” teriak Minho didepan Jaejoong.

“YAA!!!”

“Chankanman Oppa!!!” teriak Soora yang segera berlari ketengah dan melerai mereka berdua.

“Oppa!!! Apa yang akan kau lakukan?? Kau tidak boleh membunuhnya. Andwae!!!”

“Minggir kau yeobo, anak ini sudah keterlaluan aku akan memberinya pelajaran.”

“Shireo!!”

“YA TaeHee kenapa kau membelanya?? Kau lebih cinta padanya??”

“Ani, cinta ku pada Minho oppa sama dengan cinta ku padamu oppa.”

“Lalu kenapa kau membelanya??”

“ Aku hanya tidak ingin ada perkelahian diantara suami-suamiku. Lagi pula jika sampai kau menghajarnya sampai mati, kau hanya akan masuk penjara, lalu berita tentang dirimu akan muncul di Koran-koran, radio, dan TV. Karir mu akan hancur, padahal kan kau baru mulai merintis karir mu di JYJ. Aku tidak mau kau jadi seperti itu Oppa. Hatiku akan hancur bila hal-hal yang kukatakan tadi menjadi kenyataan, aku sedih oppa. Apa kau mau melihat ku seperti itu oppa??” Tanya Soora pada Jaejoong sembari menunduk sedih.

“Ani, aku tidak mau melihat kau bersedih. Baiklah aku maafkan kau kali ini Choi Minho. Sudahlah aku pulang dulu. Annyeong…” pamit Jaejoong pada minho dan Soora

“Annyeong oppa, hati-hati dijalan..” ucap Soora.

“Cih, apa-apaan kau tadi?? Mengapa kau berkata seperti itu pada Jaejoong hyung?” ucap Minho setelah Jaejoong pergi.

“Hm?? Wae?? Apa aku salah??”

“Salahlah, kenapa sepertinya kau lebih memperdulikan hyung daripada aku?”

“Ani, aku juga mempedulikanmu kok?”

“Mempedulikanku?? Sepertinya tidak…”

“Ah kau tidak tau saja. O iya ada yang ingin kutanyakan padamu.”

“Mwo?”

“Sejak kapan kau mulai berani seperti itu pada Jeje oppa??”

“Molla, aku hanya merasa kesal saja tadi saat dia memelukmu.”

“O… Kau cemburu ya??”

“Cemburu?? Ani, buat apa aku cemburu??”

“Ah, bilang aja kalo kamu cemburu kan?? Ayo mengaku sajalah.”

“Ani, aku gak cemburu.”

“Geotjimal… ya udah kalo gitu aku mau ke tempat Jeje oppa lagi ah.”

“Andwae!!! Kau tidak boleh bersama hyung lagi hari ini. Kau tidak boleh kemana-mana. Kau harus menemaniku seharian disini.” Ucap Minho sembari memeluk Soora dari belakang.

“Wae?? Kenapa aku tidak boleh?? Kau cemburu kan kalau aku bersama Jeje oppa lagi?”

“Ye…” ucap Minho pelan.

“Akhirnya kau mengakuinya juga. Hahahahahaha, seorang Choi Minho yang cool ternyata seorang pencemburu….” Ejek Soora pada suaminya.

“YA Soora kenapa kau malah menertawakanku?? Apa salah kalo aku cemburu?? Sudahlah tidak usah membahasnya lagi. Pokoknya seharian ini kau harus bersama denganku. Bogoshippo, jeongmal bogoshippo.” Ucap Minho pelan sembari meletakkan kepalanya di bahu Soora.

“Nado oppa.” Jawab Soora sembari mengelus lengan minho yang sedang memeluknya dari belakang.

4 thoughts on “Jealous

  1. waduhh… poliyandri ini… hahah :D
    tp yg bingung itu, rmh nya minho oppa ga ada kunci nya yaa… koq gampang amad pada msk nya… heheh :D

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s