The Sweet Melodies [part 3]

Author                      : AlexaHan

Main cast                 : Lee Dong Hae, Han Yuri

Rating                       : PG 13

Length                       : Chapters

Genre                        : Romance

The Sweet Melodies part 3

Saat masuk, Yuri melihat Donghae yang sedang duduk menghadap kejendela. Yuri hanya bisa melihat punggungnya.

“oppa………bukankah kau belum makan dari pagi. Ini sudah jam 8 malam. Kau pasti lapar. Aku membawakan obat juga. Jadi kau harus makan buburnya dan minum obat. Aku keluar”

“Yuri……………..” panggil Donghae. Donghae lalu berbalik dan menatap Yuri. Tatapan tersebut membuat Yuri sedikit takut. Wajah Donghae terlihat sangat pucat. Donghae perlahan-lahan mendekat ke Yuri. Kaki Yuri seperti tidak bisa berjalan dan dia hanya bisa mundur sampai akhirnya menempel didinding.

“mati aku!!!! Kenapa aku tidak menuruti apa yang dkatakan bibi Jung” Yuri hanya bisa berbicara dalam hati. Saat Donghae semakin dekat, Yuri menutup mata karena takut namun………………….. ternyata Donghae hanya ingin memeluknya.

#backsound – Super Junior K.R.Y(let’s not…………)

Donghae memeluk Yuri dengan erat dan Yuri tahu bahwa Donghae sedang menangis.

“oppa……………”

“biarkan……tolong biarkan begini”

Mata Yuri berkaca-kaca mendengar suara Donghae yang serak. Yuri tidak tahan jika melihat orang menangis apalagi jika yang menangis adalah laki-laki. Menurut Yuri, laki-laki menyembunyikan kesedihannya dalam hati dan jarang mengeluarkannya dalam bentuk tangisan. Jika menangis, maka rasa sakit itu memang sudah sangat besar.

Mereka berdua duduk melantai dan bersandar didinding. Kepala Donghae menyandar dibahu Yuri.

“aku benci hari ini. Aku tidak tahu kenapa setiap hari ini tiba, aku selalu sakit”

Yuri tidak tahu mau bilang apa lalu dia memberanikan diri menanyakan sesuatu.

“apa aku tidak boleh bermain biola ada hubungannya dengan ini?”

“iya…………….Ibu dan saudara ku sangat suka bermain biola. Setiap mendengar alunan suara biola, aku teringat pada mereka. Teringat betapa tragis mereka berdua meninggalkan aku”

“apa aku boleh tahu mereka meninggal kenapa?”

“saat itu umurku masih 10 tahun, aku baru pulang dari privat. Aku melihat kembaranku didepan kamar ibuku. Aku tidak tahu dia mendengar apa tapi setelah itu dia jadi sangat pendiam dan kerjaannya hanya main biola saja. Ibuku jadi aneh, aku dengar dokter bilang ibuku mengalami depresi. Dia bunuh diri dengan memotong urat nadinya memakai senar biola. Aku melihatnya tergeletak dilantai dengan banyak darah”

Donghae terlihat mengeluarkan air mata dan Yuri tidak mau dia seperti it terus.

“baiklah….kita jangan membahas hal ini lagi” Yuri menarik Donghae untuk duduk disofa dan menyuruhnya makan

“ini makan dulu. Jangan bercerita hal sedih lagi” Yuri memberikan mangkuk bubur tersebut sambil mengeluarkan air mata. Donghae pun begitu.

“apa kau akan tetap perhatian dan baik terhadapku jika tahu yang sebenarnya tentang ayahmu?”ujar Donghae dalam hati.

Donghae berusaha bercanda agar Yuri tidak ikut menangis

“aku tidak mau makan kecuali kau menyuapiku” Donghae tersenyum

“mwo?………oppa kan bukan anak kecil lagi”

“tapikan aku sedang sakit” Donghae memasang puppy eyesnya

“baiklah………..” jawab Yuri pasrah

Setelah makan, mereka berdua kembali duduk diam disofa. Kali ini Donghae bersandar dipundak Yuri sambil memjamkan mata. Mereka berdua tiba-tiba tertidur. Beberapa menit kemudian Donghae bangun dan mengangkat Yuri ketempat tidur. Donghae tidak ingin membangunkan Yuri jadi membiarkannya tidur disitu sedangkan Donghae tidur disofa.

Diluar, semua pembantu bingung dan khawatir dimana Yuri lalu ada seorang pembantu bilang dia melihat Yuri masuk kekamar Donghae. Sebagai senior, bibi Jung memberanikan diri melihat kedalam.

***

Kringggggggggggggg………telepon rumah berbunyi lalu bibi Jung yang mengangkat.

“yeoboseyo….kediaman keluarga Lee”

“bibi ini aku. Bagaimana keadaan dirumah?”

“semua baik-baik saja tuan”

“lalu bagaimana dengan Donghae? Apa dia sakit lagi?”

“iya……..tuan muda sakit seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi tahun ini sepertinya lebih baik”

“apa maksudnya?”

“tadi nona Yuri membawakan makanan kekamar tuan muda. Saya pun tidak tahu kalau nona Yuri melakukan itu. Kami kebingungan mencari nona Yuri lalu ada yang bilang melihat nona Yuri masuk kekamar tuan muda. Saya melihat kedalam dan mereka sedang tertidur disofa. Lalu barusan tadi saya mengecek kembali….nona Yuri sudah ditempat tidur dan tuan muda disofa. Mungkin tuan muda tidak mau membangunkan nona Yuri jadi memilih memindahkannya”

“benarkah? Kalau begitu tidak usah bangunkan mereka. Besok rencananya aku akan pulang”

“baik tuan”

***

Saat membuka mata, Yuri menyadari ada yang aneh. Sejak kapan kamarnya berubah jadi seperti ini. Namun dia masih terlalu mengantuk untuk berpikir dan lebih memilih tidur lagi. Beberapa saat kemudian Yuri ingat terakhir kali dia ada dikamar Donghae.

“omoooooooooooooo…………..apa jangan-jangan aku tidur disini semalaman?” Yuri bangun  tergesa-gesa “astaga…….apa yang aku lakukan? Han Yuri kenapa kau bisa tidur disini. BABO” Yuri keluar kamar dan saat melihat pembantu, dia jadi sedikit salah tingkah.

Selesai mandi, Yuri turun untuk sarapan. Dilihatnya Donghae sudah ada disitu.

“sudah bangun?”

“emmmmmmmmm…..” Yuri hanya menundukkan kepalanya karena malu “kenapa tidak membangunkanku?”

“apa? Kau terlihat sangat lelap jadi aku tidak tega. Lagipula ini kan hari minggu”

“hajiman……………….”

“tenang saja. Aku tidur disofa tadi malam. Aku mau berterima kasih jadi mau ikut bersamaku nanti sore?”

“eodiyo?”

“kita lihat saja nanti”

Seperti biasa, saat hari minggu, aktivitas Yuri berkumpul dengan teman-temannya pemain biola juga. Lalu dia harus ikut les melukis yang ditugaskan oleh Minwoo. Kepala Yuri dibuat pusing karena lukisan-lukisan yang terlihat aneh baginya. Dia tidak mengerti sama sekali apa arti lukisan ini. Yuri pulang dengan wajah kusut lalu dia terpaksa memasang wajah senang karena ada Minwoo.

“Yuri…bagaimana pelajaran melukismu?”

“menye……….ahh..sangat menyenangkan” kata menyebalkan hampir saja keluar “hari ini kami pergi kegaleri. Disana banyak lukisan bagus”

Yuri dalam hati : bagus? Bagus apanya? Lukisannya sangat aneh.

“baguslah kalau menyukainya. Paman harus pergi ke Resort sekarang”

“ne ahjussi”

Yuri membungkukkan badan lalu masuk kekamar dan membanting badannya. Yuri tertidur begitu saja. 2 jam kemudian Yuri bangun dan dilihatnya sudah pukul 4 sore. Tiba-tiba ada sms masuk.

“from : Donghae oppa “adik manis……bersiaplah..sebentar lagi aku pulang dan kita akan bersepeda. Bukankah cuacanya bagus untuk bersepeda? ^^”

Yuri langsung berlari dengan cepat kekamar mandi. Dia kebingungan memilih baju sampai semua isi lemarinya dikeluarkan. Akhirnya dia memutuskan memakai baju terusan berwarna biru.

#backsound – G.NA (kiss me)

Mereka berdua bersepeda disebuah taman ditemani angin sore musim gugur dan daun-daun yang berguguran. Sesekali mereka beriringan lalu berlomba siapa yang cepat dan kadang-kadang Yuri menendang sepeda Donghae.

“hey……aku akan jatuh” ujar Donghae

“nan sanggwan eobseo” Yuri mengayuh sepedanya lebih cepat.

Setelah lelah, mereka makan bekal yang dibawa dari rumah.

“sebenarnya ini terima kasih untuk apa?” Tanya Yuri

“tadi malam”

“tadi malam?” Yuri mengerutkan dahinya

“tadi malam sudah perhatian padaku”

“aaa….itu ya”

Selesai makan, mereka bermain layang-layang.

“lari dengan cepat” “aduh bukan begitu” “oppa……kau payah sekali”

Rentetan kalimat keluar dari mulut Yuri.

“sudahlah…….aku menyerah” Donghae menyerah setelah berkali-kali mencoba menerbangkan layangan tapi tidak berhasil. Tiba-tiba sms masuk ke Hp Donghae.

“from : appa “Donghae…datang ke Resort jam 7 nanti. Ada yang ayah mau bicarakan”

Mereka berdua pulang setelah lelah dan Donghae bersiap-siap ingin ke Resort. Dia heran kenapa ayahnya menyuruhnya memakai baju resmi.

“mau kemana?” Tanya Yuri

“ke Resort. Mau ikut?”

“mwo? Anio……..paman pasti menyiapkan makan malam khusus untuk kalian berdua saja dalam rangka hari ulang tahun. Kalau begitu cepat pergi”

“emmmmmm……aku pergi” kata-kata Donghae barusan seperti seorang suami yang ingin pergi kerja lalu berpamitan pada istrinya.

Yuri ingat bahwa dia belum memberikan hadiah untuk Donghae.

“emmm…kira-kira hadiah apa yang cocok ya?” Yuri berikir sejenak lalu “bukankah dia membenci suara biola karena kenangan buruknya. Kalau begitu aku mau membeli sebuah Ipod saja dan ku isi dengan instrument biola semua”

***

Sampai di Resort, Donghae langsung menuju restoran. Dilihatnya suasana sangat sepi, sepertinya ayahnya sengaja tidak membuka restoran tersebut untuk umum malam ini. Ayahnya melambaikan tangan saat melihat Donghae masuk.

“saeng il chukkae”

“gamsahamnida appa”

Ayah dan anak tersebut makan malam. Sudah lama sekali Donghae tidak seakrab ini dengan ayahnya. Donghae tidak memerlukan hadiah, dia hanya perlu ayahnya meluangkan sedikit waktu dan perhatian untuknya.

“appa malam ini membawa hadiah yang sangat special”

“apa itu?”

“sebentar lagi juga datang”

TBC………..

Jangan bosen untuk comment ya readers yang baik hati dan tidak sombong juga rajin menabung :p *menghilang*

13 thoughts on “The Sweet Melodies [part 3]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s