SK [part 6] (skip version)

Author : CHOVLKYU

Main Cast : Shin Sang Ri

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Support Cast : ShinDong dan Lee Teuk (anggap aja mereka orang tua kyuhyun, donghae dan SangRi)

Rating : PG16

Genre : Romance

Warning! : siap-siapkan diri untuk Chapter yang lebih.. selanjutnya ya!!!

Ps : Author freelance yang baru coba-coba buat FF. cuma pengen tahu aja kalian suka ga sama FF buatan aku atau engga sama sekali?.. plise jangan debasing, aku hanya fans yang sangat mencintai KYUHYUN OPPA sama seperti kalian, hanya ini yang bisa mengimbangi kegilaan ku pada EVIL MAGNAE..

Kritik dan saran sangat membantu aku memperbaiki di Chapt selanjutnya..

TKS B4 ya buat admin yang mau publis FF-ku ini.

SELAMAT MEMBACA!

 

Disclaim : No Plagiat! YES Like NO CopyPaste YES Comment

___

“SangRi?” aku terpaku melihatnya tertidur pulas.

Beruntungnya aku bisa melihatnya tertidur dengan wajah secantiknya dan sepolos itu. Aku jadi ingat kejadian dulu..

Flashback..

SangRi betah berlama-lama duduk dipinggir ranjangku. Menjagaku yang sangat terlelap dengan air liur dipipiku. Bagiku itu sangat memalukan sekali mengingat sikapku yang cool didepannya.

“oppa tidurmu nyenyak?” tanyanya ramah plus senyuman indah darinya.

“sedang apa kau?” jawabku seperti biasa. Aku menyembunyikan rasa terkejutku.

“memperhatikanmu tidur?”

“tidak ada yang lain?”

“hanya mengamati bagaimana air liur itu keluar dari bibirmu. hehehe” jawabnya polos atau meledekku. Matanya menyipit, membentuk symbol bulan sabit. Sangat manis.

“yak, pergi kau!” aku sengaja mengatakan itu untuk mencegah senyumku mengembang saat melihat wajahnya. Menutupi rasa Maluku karena.. masih meneteskan liur saat tidur!

End Flashback

Tidak sekalipun aku melihatnya murung atau tidur. Aktifitasnya hanya memperhatikanku dan memadangku, tidak ada yang kegiatan lain selain didekatku, mengekoriku kemanapun aku didekatnya. Aku merindukan saat-saat seperti itu. Tidakkah kau merindukan wajah dan kegiatanku, SangRi-ah..

Perlahan aku membelai wajahnya, rambutnya. Pipi ini pernah tersentuh bibirku, dan rambut coklat hitamnya pernah ku belai dengan tanganku. Aku ingin saat kau bangun nanti, kita kembali ke massa itu.

SangRi mengeliat dalam tidurnya. Aku malah memperkecil jarakku, sepertinya aku yang tidak sabar waktu itu kembali. Aku mengecup pipinya. Membelai lagi bekas kecupanku disana.

“uogh, kyuhyun-shi” aku tersenyum, gadis itu bangun dan menyadariku.

“tidurmu nyenyak?” tanyaku lembut.

“sedang apa kau?” tanyanya curiga. Apa tuhan mengabulkan permintaanku?

“memperhatikanmu tidur?” jawabku dengan dialog yang pernah kami lakukan dulu.

“yakin? tidak ada yang lain?”

“hanya mencium pipimu” jawabku jujur, membelai pipi bekas kecupanku disana.

“kenapa menciumku?” ia menundukkan kepalanya.

“hey, aku hanya bercanda. Ayo kita pulang”

___

Shin Sang Ri POV

Aku tidak tahu berada dimana diriku saat ini. yang pasti tempah terindah yang belum pernah kukunjungi. Begitu tenang, begitu damai, dan begitu nyaman. Buntuk beberapa waktu dapat mengalihkan masalah hidup yang menganjalku.

“tidurmu nyenyak jagi..” oh tidak! Cho Kyuhyun!

“ba.bagaimana kau?”

“kemarilah, kita lihat langit indah” tangannya menuntunku untuk dibawanya pergi.

Sangat hangat, sulit ditolak jika tangan itu sudah menyentuh beberapa pori-pori kulitku. Aku mengikutinya dengan penuh Tanya dan.. Luarbiasa

“kau menyukainya?” aku menoleh kearahnya yang tersenyum melatap langit putih yang tersinar oleh cahaya dari surge. Sangat indah. Aku tersenyum mengiyakan, aku yakin ia sudah tahu jawabanku dari tadi.

“terima kasih..”

“bukankah, aku yang harusnya mengucapkan terima kasih? bukan karena kau mengajakku kemari”

“bukan itu, karena ini kita bisa bersama” Kyuhyun memamerkan liontin kalung yang pernah kuberikan untuknya.

Aku hampir menangis dibuatnya. Bagaimana bisa ia berkata seperti itu, kita bahkan sulit bersama karena kalung ini, Donghae juga diantara kami. Aku menunduk untuk menahan tangisanku, aku tidak boleh menunjukan kesedihanku didepan wajah tampannya. Hari ini ia terlihat seperti malaikat..? begitu mempesona..

“jangan ragu, ini akan mengikat kita” tanpa meminta izinku kyuhyun memasangkan kalung itu dileherku.

“semoga tuhan mengabulkan doa kita.. amin”

___

Cho Kyuhyun POV

“hacih!”

“kau sakit? Kau belum makan?” ia menepis tanganku yang hendak menyentuh keningnya.

“tidak, terima kasih. Aku tidak lapar”

Kami kembali diam selama perjalanan. “kau marah padaku?” dia tidak menjawabku.

“mau mampir kerumahku?” tawarku.

“untuk apa? Kalau donghae tahu aku pulang denganmu ia akan membunuh kita?” ia memandang kaca jendela yang menunjukkan pemukiman. Tidak berniat berkomunikasi secara normal.

“jangan buat seolah kita sedang berselingkuh!” ucapku emosi. Akhirnya dia menatapku.

“untuk apa kau membawaku ke sana?”

“meminta sesuatu yang seharusnya menjadi milikku!” ia mengernyitkan matanya, bingung.

Mimic wajahnya berubah ‘apa maksudmu?’aku menghentikan mobilku ditepi sungai Han meraih bahunya untuk tetap focus padaku.  “donghae berjanji akan mengembalikan sesuatu padaku jika sudah kembali ke korea“

“sesuatu?” aku mendekatinya, berbisik ditelingannya dengan menggoda. “dirimu?” aku mempelkan bibirku dipipinya.

Dia diam seperti memikirkan sesuatu “kalian mempertaruhkanku?”

“bukan, hanya meminjamkan sementara” jawabku santai.

“kalian!” ia memandangku murka.

“dia berjanji menjagamu untukku, dan aku ingin memiliki gadis yang menjeratku dengan kalung ini” aku memperlihatkan kalung yang berganti bandul menjadi. SK. Aku menggantinya saat sampai di manhattan.

“kalung itu? SK?”

“Sangri Kyuhyun” aku melepas kalungnya dan memasangkan kembali kalung ini dileher jenjangnya.

“ini milikmu dan kau milikkku” SangRi terpaku ketika aku memakaikan kalungnya kembali.

Ada aura kekakuan saat aku mengatakannya. Saat aku selesai memakaikan kalungnya aku kembali menatap wajahnya. Meyakinkannya jika kami memang berjodoh. Air matanya mengalir dipipi pucatnya.

“sudah terlambat” ucapnya dingin menatap mataku langsung.

“apanya yang terlambat? Donghae belum melamarmu? Kalian juga belum menikah”

“itu sangat menyakitkan Cho Kyuhyun”

Aku menjatuhkan keningku ke keningnya..

___

Shin SangRi POV

Aku masih membeku

Andai mimpi itu jadi kenyataan…

“kau sudah mempunyai kekasih?”

“sayangnya aku sudah memiliki kekasih!”

“malang sekali nasibku. Gadisku diambil kakakku.. hey apa kau tertarik padaku?”

“bisa dipertimbangkan jika kekasihku berbuat jahat padaku”

“kenapa tidak sekarang? apa aku boleh merebutmu darinya?”

“kau gila!”

“donghae tidak mengembalikamu padaku bagaimana perasaanku? Itu sungguh menyakitkan. Bahkan bukan dia yang mengatakannya padaku. Memintanya padaku saja tidak, apalagi aku menginjinkannya”

“kau takdirku sedari awal, aku hanya memintamu disampingku lagi..”

Ia mengecup bibirku lembut, aku tidak meresponya sama sekali. Ia masih menempel bibirku “kau tidak pernah mengatakannya padaku?” kyuhyun berhenti menciumku, bibirnya terasa menghangatkan bibirku yang kedinginan kembali dingin saat kyuhyun melepasakan ciumannya.

Ia mendengus frustasi, “kebodohanku yang membuatku kehilanganmu, tapi kalungmu mengikatku SangRi-ah” kecupan demi kecupan ringannya kembali terulang.

Aku terlalu senang perasaan kami terasa menguat. Rasa bingung malah mengelayutiku, kami terikat dalam cinta segitiga. Pilihan ada ditanganku sekarang, kyuhyun yang kutunggu sudah kembali.

Kalung ini, mempertemukanku dengannya lagi, aku mengelus bandul yang sudah menghias leherku. Bibir kyuhyun bergerak turun kebawah menyusuri tali dan bandul itu berada. Tangannya melepas tanganku yang mengggenggam bandul, Memasrahkan diriku dalam penjara genggamannya ditanganku. Membiarku terus terlarut dalam sentuhannya, yang dulu hanya bibirnya menyentuh pipiku.

Cho Kyuhyun POV

Kami meminum wine, walau juga tidak bisa dibilang minum bersama. Aku hanya focus pada makananku sendiri. SangRi memasakkan untukku. Tidakkah dia semakin terlihat seperti istri idaman. Cho Kyuhyun ada apa denganmu.. otakku malah menghayalkan aku dan SangRi menikah, ‘istriku’ duduk didepanku, memperhatikanku yang sedang makan malam karena pulang terlambat akibat rapat yang membosankan dikantor. Tidakkah itu sederhana? Sederhana karena perhatian yang dicurahkannya padaku.. dia mencintaiku.

Aku menyelesaikan makanku dengan cepat, aku tahu ia masih memperhatikanku selagi aku makan tadi. Cantik. Gadis itu dengan tatapan polosnya masih memandangku tanpa bosan. Walaupun aku makan dengan menopangkan kedua telapah tangannya dipipi, sedikit menundukan kepala dan memiringkannya kearahku.

Aku akan menaruh piring dan peralatan makan lainnya ke tempat dapur. Tapi lagi lagi-lagi, ‘istriku’ menyelakku untuk menaruhnya. Aku kembali menikmati pencuci mulut yang tersedia, ‘istriku’ yang menyiapkannya. Duduk memandangnya yang juga memandangku. Terserahku memanggilnya pencuci mulut karena aku menikmati malam ini sepenuhnya.

“kau sudah selesai makannya kyuhyun shi?” aku hanya mempertegas pikirannya jika aku  benar-benar memperhatikannya.

“Kenapa kau tidak pulang? Ini sudah malam? Tidak baik seorang gadis ada dirumah seorang pria ditengan malam seperti ini” ia terlihat gelagapan  ketika akan menjawabku. Ku mohon katakan tidak? Karena aku ingin kau disini bersamaku.

“aa.. aku akan pulang. Baiklah kyuhyun shi. Lupakan hari ini dan kita lanjutkan hidup masing-masing.. aku pulang” ia berdiri tidak ingin meneruskan kalimatnya. Tidak menemukan kalimat yang tepat untuk menjawabku. Apa susahnya, kau hanya perlu menjawab. Aku ingin bersamamu, kyuhyun.

“hidup seperti apa? Aku tahu kau ingin hidup denganku?” jawabku emosi. Tidak ku mohon jangan katakan kau akan meninggalkan aku untuk donghae. Aku mencintaimu. Sungguh itu tulus dari hatiku.

Ia sedikit berlari menuju pintu rumahku. Oh tidak, jangan paksa aku untuk mengatakan yang sebenarnya bahwa aku juga mencintaimu secara gamblang. Bibirku kelu jika mengakuinya disaat donghae diatara kami.

Aku mengejarnya, entahlah ada dorongan kuat seakan aku takut kehilangannya untuk selamanya. Mengejarnya, menjabarkan apa yang aku ingin katakan padanya sedari dulu.

Aku sudah tidak bisa tahan dengan sikapnya, bagaimana bisa gadis cantik ini mengatakan tidak mencintaiku lagi dalam waktu singkat. Hey, aku belum siap ditinggal perhatianmu manis..

“kau ingin bukti, aku mencintaimu juga?” ada ekspresi ketakutan saat aku mengenggam tangannya erat.

“aku lelah kyuhyun-shi.. tidak mungkin seorang kyuhyun yang sudah sangat jelas mengacuhkanku dulu mencintaiku secepat itu. kita hanya minum beberapa gelas wine. Apa kau mabuk kyuhyun-shi?” jawabanya aneh, seperti nada ketakutan.

“aku hanya baru mengatakannya sekarang! Benar, aku mabuk dan kau sangat memabukkan!”

“kyuhyun-shi jangan.. kumohon.. ” aku membawanya ketempat terdekat. Akan sangat menarik melakukan nya diatas meja makan.

“kau takut? Kenapa? Aku hanya ingin menunjukannya bagaimana aku mencintaimu dengan versi yang ada diotakmu itu!”

“tidak kyuhyun-shi.. ini salah.. kita ammph” aku membungkamnya dengan bibirku sedikit mengangkat tubuhnya untukku membaringkan diatas meja makan.

Shi Sang Ri POV

“mmph.. apanya yang salah.. Kau sudah menungguku selama inikan? Aku mencintaimu SangRi.. mmphh” kyuhyun melanjutkan ciumannnya yang sedikit terputus karena pernyataannya.

Sementara kyuhyun masih aktif menciumiku diatas meja makan. Otakku masih berfikir apa benar ia mencintaiku. Aku kira ini hanyalah nafsu yang sulit dibedakan.

“kyu… uahh… andwe…ehh…jangan.. ingat donghae, kyuhyun-shi. Ingat donghae hyung-mu?” aku memberontak saat tangan kiri kyuhyun memaksa masuk kedalam gaunku.

“jika donghae bukan hyung-ku kau ingin denganku kan?” Libidoku terpancing mana kala tubuh kami bergesekan, padahal tubuh kami masih lengkap dengan pakaian yang melekat dibadan. Ini benar-benar memabukkan.

Kyuhyun menaruh tangan satunya keleherku namun sebelumnya tanganku diletakkan ditengkuknya untuk menerima ciumannya yang panas memancing birahiku.
kyuhyun  memegang kedua pantatku yang bersandar di atas meja makan, untuk memperkecil gerakan berontakku pada kelakuannya.

“ohh.. kyuu.. kumohon.. hhg” suaraku terlambat mengutarakan ketidak sukaanku.

~SKIP~ lanjutannya ada di WP-ku..

Entalah, ini terasa nikmat, sinar rembulan menerangi persetubuhan kami atau karena baru pertama kali melakukan hubungan badan terlebih diatas meja makan. Luar-biasa, ini sungguh-sungguh… ohhh…

Kyuhyun memeluk tubuhku seerat-eratnya. Karena aku berusaha lepas dari pelukannya. Susah payah aku mengangkat tubuhku, namun selalu gagal karena lemas kondisi fisikku.

“aku ingin pergi.. kyuhyun-shii lepaskan aku!” gertakku padanya. Ia menolakku aku beranjak dari dekapannya.

Aku menyerah, membiarkan tubuhku didekapnya. Sedikit demi sedikit aku mulai merasa ada energy yang terserap oleh tubuhku. Mungkinkah karena belaian tangannya dikepala dan rambutku?

Beberapa kali aku memejamkan mata menikmati sisa-sisa persenggamaan tadi. Tubuhku lemah kehabisan energy, Sedikit flashback kejadian demi kejadian ketika kyuhyun merenggut kegadisanku. Benarkah ia mencintaiku? Jika iya, kenapa ia melakukan hal ini padaku? Bagaimana jika dongahe tahu? Keluarga kami?

Ketika hatiku dilanda kegelisahan ada suara lembut yang  menenangkanku. “percaya padaku besok kita akan baik-baik saja.. saranghae” kyuhyun mengecup dahiku. Membiarkan waktu berjalan dengan terlelap diatas meja makan.

Cho Kyuhyun POV

Sinar matahari mengusikku yang masih terlelap tidur sambil memeluknya. Memeluk gadis yang ku cintai. Seulas senyum terhias diwajahku saat wajah damainya masih terlelap dalam dekapanku. “saranghae” didalam hati dan bisikan kecilku mengatakan kata itu untuknya. Semoga ia tahu bahwa itu tulusku ucapkan dari hati. Aku benar-benar memilikinya.

Detik itu terasa cepat berlalu saat gadisku menunjukan tanda kehidupannya akan datang. “ough.. kyuhyun-shi..” sangri bangun melepaskan pelukan ringanku, dengan lemah ia membetulkan pakaiannya yang sedikit rusak akibat perbuatanku semalam. Aku masih berbaring, memberinya waktu untuk sekedar menyiapkan mental menghadapiku.

Dia kenapa? Kenapa gadisku menunjukan tatapan tidak suka saat menyapaku ketika bangun? Apa perbuatanku semalam berhasil membuatnya benar-benar membenciku? Kumohon, jangan biarkan rasa cinta itu pergi..

Tanpa melihatku ia berkata “kyuhyun-shi antarkan aku pulang. kau berjanji akan mengantarkanku pulang?” tubuhnya kaku memeluk dadanya ditambah kepala yang tertunduk, ada rasa ketakutan dari siluet tubuhnya saat membelakangiku. Hey, apa perbuatanku semalam benar-benar membuatmu jijik padaku? Akan bertambah kebenaran tentang julukanku, EVIL. Memperkosa gadis yang dicintainya.

“ne, aku akan mengantarmu..” aku beranjak pergi. Sebelumnya aku menyampirkan jasku ketubuhnya.

___

Aku makin tidak bisa memaafkan diriku jika gadisku menjadi bisu karenaku. Gadis itu masuk kedalam rumah tanpa meninggalkan sepatah-katapun padaku. Makilah aku bila kau masih bersuara.

Aku mengikutinya turun, masih dibelakangnya saat ia membuka pintu rumah. Entah ini sudah berapa kali aku mengutuk diriku sendiri. Gadis yang dulunya bersemangat kini murung tak berdaya hanya dalam waktu semalam.

“SangRi-ah, kau sudah pulang?” ayah dan ibu mertua kakakku menyambutnya dimeja makan.

“mm, kyuhyun-shi, kau yang mengantarnya? Kemarilah ikut sarapan bersama..”

Aku membungkuk memberikan salam pada mereka. Mestinya aku meminta maaf pada mereka karena telah menodai anaknya dan merempas kegadisan yang mestinya menjadi hak kakakku. Ia bagai mayat hidup yang berjalan, tidak menyapa orang tuanya yang sedikit bingung dengan perilaku anaknya. “gomawo, aku harus kekantor lagi. permisi”

Aku menjatuhkan kepalaku diatas kemudi. Membenturkan kepalaku berkali-kali. Katakan padaku kalau kau marah! Jangan membuatku setengah mati kelimpungan memikirkanmu SangRi! Aku melirik jendela kamarnya yang Nampak tidak adanya aktifitas.

Aku mengetik sebuah pesan padanya.

Jika kau sudah siap bertemu denganku, datanglah. Jangan ragu menemui aku jika sesuatu terjadi. Aku mencintaimu lebih dari yang Donghae berikan

___

Shin sangria POV

Aku masuk kedalam kamarku menyandarkan tubuhku untuk menahan beban didada dan terisak. Mengutuk diriku yang dengan ikhlasnya untuk ditiduri kyuhyun. Memuaskan hasratnya karena aku mengatakan ingin melupakannya. Sungguh piciknya cho kyuhyun. Bagaimana jika aku hamil? Semuanya akan hancur.. donghae dan keluarga kami, apa yang harus aku katakan!!

Aku pergi ke kamar mandi, membersihkan sisa-sisa cairan hasil persenggamaan dengan kyuhyun. Sekembalinya dari sana. Aku membuka HP-ku. Satu pesan masuk darinya.

Otakku yang error ini malam mengenang sentuhan mesranya pada tubuh ini. Aku yakin cairan kental ini cairan cinta yang kami tuangkan malam tadi karena tubuhku yang bergerak berlebih. Sangat terasa jelas mengalirnya cairan ini, Mengingatkanku pada masih jelasnya sentuhan tangan dan ciuman kyuhyun disekitar paha dalamku.

Kenapa aku makin tidak ingin melepasnya. Kyuhyun, aku sangat mencintaimu oppa..

Jika kau sudah siap bertemu denganku, datanglah. Jangan ragu menemui aku jika sesuatu terjadi. Aku mencintaimu lebih dari yang Donghae berikan

Aku membaringkan tubuhku setelah membaca pesan darinya. Rasanya aku ingin lari dari masalah ini. kyuhyun, jika kau bisa menyelesaikan masalah ini, tolong bawa aku pergi.

___

Sudah seminggu ini aku tidak masuk kantor. Berbagai cara aku lakukan agar keluargaku tidak curiga dengan apa yang anaknya alami. Hingga pada akhirnya aku terdampar dikantor donghae yang letaknya dilantai yang sama dengan ruangan kami. Aku dan kyuhyun.

“ku dengar kau tak masuk kantor? Kenapa?”

“aku ingin berhenti. Apa kau akan mengintrogasiku jika aku melakukannya?”

“tentu saja. Aku harus tahu alasan calon istriku mengundurkan diri? Apa laki-laki yang kau cintai itu sudah membuatmu bosan menunggu lama?”

“donghae.. kumohon?”

“baiklah. kesimpulanku kau sudah melupakannya”

Aku bingung ingin menjawab apa, kupalingkan kepalaku menghadap jendela besar yang berlawanan arah dengannya.

“tidak ada, hanya malas melakukan aktifitas yang bosankan”

“bosan, apa aku sudah bisa memilikimu seutuhnya?” jawab donghae tersenyum girang. Yang benar saja, aku malah tambah merasa bersalah dengan perbuatanku dengan adikmu itu. Maafkan aku oppa… maafkan kami..

“jika kau membahas tentang pernikahan aku akan pulang sekarang!” jawabku kesal.

“pulanglah jika pikiranmu tidak berada disini” aku mengangkat tas, hendak menurutinya.

“bye” ada kekehan ringan dari donghae saat aku membanting pintu ruangnya.

___

Kegiatan mengasingkan diri ini terus berjalan sampai 2 minggu kemudian, aku berada dirumah saat siang. Entah siapa yang mengatakannya aku ada dirumah. Kyuhyun datang menemuiku.

“kumohon izinkan aku masuk?” kyuhyun menahan tangannya disela pintu karena aku hendak membanting pintu rumah saat syok melihatnya ‘menjengukku’.

Karena tidak ingin membuat orang rumah curiga. Aku berjalan mengabaikannya ke arah taman belakang, kyuhyun mengikutiku. Kami masih diam agak lama.

“bagaimana keadaanmu?”

“aku baik-baik saja” sesuatu yang inginkan terlepas dari mulutku “Bisa kau memberi waktu untuk cuti bekerja?” kyuhyun mulai menyimak apa yang aku sampaikan padanya. Aku bersikeras untuk menghindar dari tatapan matanya.

“berapapun waktu yang kau inginkan akan aku berikan jagi..” kyuhyun meraih tanganku untuk digenggamnya.

“stop, jaga bicaramu kyuhyun-shi!” tolakku pada ucapannya dan genggamannya. Jujur, aku nyaman saat jari-jari itu menyentuh kulitku.

“kau marah padaku? katakan sebenarnya, apa yang kau rasakan? Kau kesal padaku, kau harus bilang? Paling tidak kau harus mengatakannya apa yang terjadi?” Sepertinya dia sangat ingin aku menumpahkan perasaanku. membagi masalah dengannya, tapi aku sulit mengatakannya. Aku takut itu akan menambah masalah lagi.

Aku berdiri menghadapnya “kau sudah lihat! Aku baik-baik saja, tolong kau jangan berlebihan seperti ini? aku hanya ingin kita kembali normal seperti dulu” aku meninggalkannya sendirian. Aku belum siap bertemu dengannya untuk saat ini. Belum sanggup menyelesaikan masalah ini sendiri.

Tiba-tiba dalam perutku bergejolak. Aku berlari menuju kamar mandi yang berada didalam kamarku ini. “uekks.. uekk..” oh tuhan jangan bilang.. masalah yang lainnya saja belum aku bereskan tapi sudah muncul lagi masalah.

___

Keluar dari rumah sakit, yang ada pikiranku menjadi bertambah linglung saja. Bagaimana mungkin.. yang pasti aku harus membereskan masalahku ini secepatnya.

Dua minggu kemudian aku mulai masuk kantor, sebetulnya hanya ingin membereskan pekerjaanku yang terbengkalai cukup lama dan mengundurkan diri beberapa hari kemudiannya. Teman-teman  sesama timku banyak bertanya mengenai ketidak hadiranku, namun kujawab dengan alasan yang bukan sebenarnya. Biar aku sendiri yang tahu kemana saja aku pergi.

“Sangri-ah, mau ikut makan dengan kami?” aku tersenyum dan mengelengkan kepala.

“tidak, terimakasih. Ada beberapa berkas yang harus aku bereskan” haruskah aku mengutarakannya. Aku takut mereka akan curiga jika aku..

“mm, yang sudah. Kami pergi”

“boleh aku titip sesuatu?”

“katakanlah, mungkin aku bisa membawakannya? Tapi jangan yang tidak ada disekitar kantor ya..”

“hanya apel hijau, emm.. aku kira tropical fruit salad akan mengenyangkanku”

“kau sedang diet? baiklah, kami pergi. Satu jam lagi mungkin kami akan kembali. Kau sedang tidak laparkan?”

“tidak perlu terburu-buru. Aku belum lapar”

Kyuhyun tiba-tiba masuk keruanganku, aku yakin ia curiga dengan sedikit ramainya aktifitas diruang sebelahnya karena kehadiranku. “annyeong directur, kami istirahat dulu” kyuhyun hanya menjawab dengan gaya cool-nya. Itu yang ku suka begitu simple dalam berekspresi. Aku merindukan ekspresi wajahnya, wajah cemas karena mengkhawatirkanku akhir-akhir ini.

“kau tidak ikut dengan teman-temanmu?” tanyanya setelah memastikan teman-temanku menghilang. Mata mengamati setiap jengkal tubuhku. Memastikan aku lengkap saat dihadapannya.

“banyak pekerjaan yang ku tinggalkan saat meninggalkan kantor. Berkas ini harus kuselesaikan secepatnya..” aku masih tidak mau kontak langsung dengannya, biarlah aku bersikap normal saja. Itu akan sangat mempengaruhiku jika menatap matanya langsung.

“dan resign dari kantorku!” kyuhyun meletakkan kedua tangannya dimejaku dan menudukan kepalanya mensejajarkannya dengan kepalaku. Aku tersudut seperti oranggyang di introgasi polisi.

“itu hakku jika terjadi, lagipula aku sudah mengatakannya pada calon.., donghae!” aku sedikit canggung saat akan mengatakan calon suamiku.

“kenapa? Apa kau masih malu mengakui kakakku sebagai calon suamimu? Masih?..” ia ngalihkan kalimat lain “sudahlah lupakan. Satu jam lagi bawa tim-mu meeting” kyuhyun terlihat dingin, ada tatapan ia ingin berontak dengan jawabanku yang sesukanya.

Apa aku membuatnya marah. Kenapa aku begitu cemas jika ia marah aku mengatakan donghae calon suamiku. Bukankah kenyataannya begitu, Aku akan menikah dengan Hyung-nya. Kyuhyun..

___

Satu jam kemudian aku sudah menunggu, tim-ku dan pesananku diruang meeting. Perutku mulai menunjukan gejala kelaparan saat menyelesaikan setumpuk berkas yang harus aku serahkan pada kyuhyun diruangnya. Untung dia tidak ada disana, lebih tepatnya belum datang.

“kau sudah menunggu lama?” aku mengeleng dan raih bungkusan yang disodorkan dimejaku.

“aku harus cepat menghabiskan ini. Jika tidak aku akan menggagalkan dietku. 10menit lagi rapat dimulai”

“aku bingung denganmu, tubuhmu yang selangsing ini masih kau korbankan untuk berdiet” aku melahap santap siangku dengan rakusnya, entahlah semakin hari aku malah semakin bernafsu menghabiskan makan yang berada dipiringku.

“kenapa hanya baru kalian berdua yang ada disini?” kyuhyun berjalan mengitari kami untuk menepati kursinya. Buru-buru aku menghabiskan 2suapan terakhir saladku.

“kau sedang.. kau bisa mengatakannya padaku jika belum siap untuk rapat”

“tidak, aku sudah menyelesaikannya” aku berdiri hendak membuang sampah.

Kyuhyun menatap layar laptopnya “bersihkan cream yang ada dibibirmu” secepatnya aku membersihkan mayonice yang ada dibibirku.

Sekembalinya aku keruang meeting, ternyata mereka semua sudah berkumpul diruangan untuk memulai rapat. Matanya selalu memperhatikan gerak-gerikku yang dianggapnya mencurigakan. Kyuhyun sangat pandai menjaga konsentrasinya, sedangkan aku harus berkali-kali membaca ulang laporan karena mataku ikut terpancing meliriknya.

___

Aku berusaha menghindari kyuhyun saat hendak keluar dari ruang meeting. Terlihat dari wajahnya banyak sekali pertanyaan yang ingin dilontarkannya. Aku memutar arah untuk keruanganku. ternyata aku salah, kyuhyun masih mengikutiku dan menjegal tanganku.

“apa yang terjadi denganmu?” tanyanya langsung.

Kyuhyun terlihat frustasi menunggu jawabanku “aku bilang aku ba..”

“jangan kau katakan kau baik-baik saja. Jelas aku tahu kau punya masalah dan menyembunyikan sesuatu dariku” kyuhyun meninju dinding disebelah kepalaku. Hal itu membuatku ketakutan, apa yang mestiku katakan? Diakhir rapat aku memang sedikit terburu-buru untuk ke toilet. Mualku kambuh lagi. Terlebih aku memang menghindarinya.

Kyuhyun meletakkan kedua tangannya dipinggangnya, menatapku dengan tatapan membunuhnya “jawab dengan jujur, apa kau hamil? apa itu anakku?” sontak aku menutup mulutku dengan kedua tanganku, tubuhku limbung bersandar pada dinding. Kenapa, kenapa ia bisa tahu?

TBC

PS: Dan sekali lagi diharapkan komen kalian ‘BERGUNA BUAT SAYA’ , seperti yang udah di janjikan sama saya dulu.. rating max udah lunas ya..

64 thoughts on “SK [part 6] (skip version)

  1. aaaa,,,, aku baru tau kalo ada skip vers nya…… tengkyu udah ngobatin sedikit rasa penasaranku…. tapi aku tetep tunggu dibalas e-mail ku….
    Wadooh,,,aku suka bgt ni caranya author ngalirin ceritanya *air kalleee ngalir*…
    Ngomong2,,,mereka betulan ehem ehem di atas meja makan???? kok bisa????
    Aigoo, kyu oppa bakal jadi Appa…..*senyum2 gaje*,,,ikut seneng ya oppa….chukae…^^,

  2. penasaran ma yg di skip itu *otak yadong*
    kyuhyun hebat ya hampir di setiap ff yg aku temuin skalian maen lgsg jadi terus (?) xD

  3. kyu nafsu bgt sih HAHA XDD peka juga ternyata ya si kyu bisa lgsg tau kalau sangri lg hamil wekeke tinggal part 7 nya nih eonn, aku baca di blog eonnie aja ya hehe._.v

  4. penasaran ma adegan yg di skip =.=
    padahal cuma nglakuin sekali tp langsung tokcer ckckckckckckk
    sebenernya kasian hae,,, tp kalo diingat2 hae jg ga da hak ma sangri *dirajam hae
    biarlah sangri ma kyuhyun hahhahaha

  5. Aku bacanya tdk berurutan author maaf ya.. ceritanya bagus banget. Kasihan Sangri sebetulnya dilematis antara dia msh jadi tunangan donghae oppa tapi cintanya hanya untuk kyu oppa dan mereka berdua melakukan sesuatu yg seharusnya tdk mrk lakukan krn bs berbuah sesuatu untuk kondisi mereka di masa depan. Semoga hae oppa nanti bs ikhlas menerima bahwa cinta kyu oppa and Sangri begitu besar, please hae oppa tinggalkan Sangri sj drpd hatinya begitu tersiksa. Great love story author. Thanks

  6. bener deh ini ff , gregetnya itu dapet banget , sampai ikutan sebel aku ngeliat sangri , apa susahnya sih bilang ”nado saranghae”

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s