Seoul

Author            : Jung Yuuri a.k.a ideaFina

Main Cast      :

v  Cho Kyuhyun Super Junior

v  Seohyun SNSD

Genre                         : Romance

Rate                : G

Disclaimer      : Ide cerita dari MV Seoul, but this story is MINE. Read Yes, Like Yes, Comment Yes. No plagiat!

 

PS:

Mendadak ide cerita ff ni muncul waktu aku kangen-kangenan nonton mv suju +snsd yang Seoul Song.  Kyu so sweet yaaa, pikirku. Eh, tiba-tiba cerita ini selesai. Hehe..

Ntar kalo sempet ‘n kepengen, aku bikin yang tokoh lain di mv ini lagi.

Mudah-mudahan menurut readers ceritanya se-sweet mv-nya ya.

Met baca, yeorobeun~ jangan lupa : RCL (Read, Comment, Like). Always Keep RCL. Always Keep The Faith! ^_^

FF ni pernah dipublish di: wpku,   my room

 

 

Seohyun berjalan dengan tidak bersemangat. Tadi ia ke tempatnya bekerja, dan bosnya bilang hari ini ia harus membagi-bagikan balon kepada anak-anak di Seoul Park sebagai perayaan hari anak. Biasanya ia bekerja sebagai badut boneka di depan taman hiburan yang tidak jauh dari Seoul Park, membagi-bagikan selebaran dan tentu saja menghibur pengunjung yang datang.

Seohyun mengambil kostum kepala boneka anak kecil yang rambutnya diikat dua. Boneka yang lucu, tapi tetap saja ia tidak suka memakainya. Sebenarnya ia kurang suka pekerjaan ini, karena ia tidak suka memakai kostum boneka itu berlama-lama. Panas sekali. Tapi ini satu-satunya pekerjaan yang didapatnya.  Lagipula jika ia memilih-milih pekerjaan, bagaimana ia bisa mendapat biaya untuk hidupnya dan adiknya?

Seohyun akhirnya tiba di taman Seoul. Ia sudah memakai kostumnya sebelumnya. Kaos lengan panjang dan dress selutut motif kotak-kotak warna putih merah, dengan ujung rok yang berenda. Kostum yang sangat manis. Ia lalu memakai kepala bonekanya dan mulai membagi-bagikan balon pada anak-anak kecil yang lewat, tentu saja sambil sedikit menari-nari untuk menghibur.

Setelah balonnya habis, dengan lega Seohyun membuka kepala boneka itu dari kepalanya. Ia mengipas-ngipas wajahnya dengan tangan. Tapi tentu saja tidak ada gunanya. Memangnya tangannya bisa mengeluarkan angin?

Kruyuuukkk…

“Lapar…”gumamnya sambil mengelus-elus perutnya yang kosong. Ia memegang kepala boneka yang besar itu dengan kedua tangan dan mulai berjalan-jalan di sekitar Seoul Park untuk mencari penjual makanan yang murah. Tapi saat mencari-cari makanan itulah ia menemukan sesuatu yang menarik. Sebuah lukisan keluarga yang dipajang dengan disandarkan pada dinding bata taman itu. Di samping lukisan itu seorang pelukis jalanan sedang asik melukis.

Seohyun berjalan mendekati lukisan itu. Lukisan keluarga yang hangat. Seorang ibu menggandeng anak perempuannya, dan seorang ayah yang menggendong anak perempuan satunya yang lebih kecil. Latarnya adalah Seoul Park. Seohyun tersenyum lembut melihatnya. Lukisan ini mengingatkannya pada keluarganya dulu.

“Kau menyukainya?”tanya pelukis jalanan yang berada di sebelah lukisan itu.

Seohyun menoleh pada pelukis jalanan itu. “Ne. Lukisanmu bagus sekali. Terasa hangat.”puji Seohyun dengan tersenyum.

“Gomapseumnida.”ucap pelukis itu dengan tersenyum juga.

“Berapa harganya?”tanya Seohyun, ia berpikir ingin membeli lukisan ini.

“Ah, mianhamnida. Lukisan ini tidak bisa kujual padamu.”

Seohyun kecewa. Ia ingin sekali lukisan itu. “Apa karena harganya mahal? Seperti yang kau lihat aku memang bukan orang yang punya banyak uang. Tapi nanti saat aku gajian, aku pasti bisa membayarnya sedikit mahal.”bujuk Seohyun.

Pelukis itu tersenyum menyesal. “Bukan seperti itu maksudku, Agassi. Aku memang tidak akan menjualnya pada siapapun. Ini salah satu lukisan favoritku.”

Seohyun menatap pelukis itu kecewa. Kemudian ia tidak berkata apa-apa lagi, hanya diam memperhatikan lukisan itu.

“Kau bekerja sebagai mascot ya?”tanya pelukis itu melirik ke kepala boneka yang dipegang Seohyun dengan kedua tangan.

“Ne. aku bekerja di taman hiburan di depan sana. Tapi karena hari ini adalah hari anak, jadi aku ditugaskan untuk membagi-bagikan balon gratis di taman ini sampai acara perayaan hari anak selesai.” (ni author ngarang banget, gk tau di korea ada perayaan hari anak pa gk kyk di jepang -_-“)

Pelukis itu mengangguk-angguk mengerti.

“Apa kau melukis disini setiap hari?”tanya Seohyun.

“Ne. aku memang disini setiap hari. Waegurae?”

“Bolehkah besok aku kembali kesini untuk melihat lukisan ini?”tanya Seohyun penuh harap. Pelukis itu tertegun mendengar nada suara Seohyun yang terdengar sedih dan wajah yang terlihat sangat berharap padanya. Ia tersenyum lembut.

“Tentu saja kau boleh melihatnya terus.”

 

Kyuhyun’s POV

Aku melihatnya lagi dengan kostum maskotnya. Gadis itu masih membagi-bagikan balon kepada anak-anak yang melewatinya. Sudah sekitar dua jam ia melakukannya. Apa ia tidak kepanasan di dalam kepala boneka itu?

Diam-diam aku penasaran padanya. Sudah sekitar tiga hari ini ia selalu datang untuk melihat lukisanku. Lukisan keluarga yang katanya terlihat sebagai keluarga yang hangat. Ia selalu memandang lukisan itu dengan wajah sendu yang penuh kerinduan. Apa ini mengingatkannya akan keluarganya?

Aku memperhatikannya lagi. Sudah kuduga ia kepanasan. Gadis itu melepaskan kepala boneka itu lalu mengipas-ngipas wajahnya yang berkeringat dan memerah. Tapi ada yang aneh dengannya. Ia terlihat pucat dan matanya menerawang. Apa ia sakit?

Gadis itu berjalan sedikit tapi tubuhnya limbung. Ia meletakkan tangannya di tembok. Aku merasa cemas dan berlari menghampirinya. Benar saja pikiranku. Badannya mulai limbung ke belakang. Dan sebelum kepalanya membentur tanah, aku menangkapnya.

“Ya! Agassi!”panggilku, menepuk-nepuk pipinya. Ia masih belum bangun juga. Aku harus segera membawanya ke tempat yang lebih teduh.

Seohyun’s POV

Aku merasakan ada seseorang yang menyentuhkan sesuatu yang basah di wajahku berkali-kali. Kubuka mataku perlahan lalu berusaha untuk memfokuskan mataku. Aku memegang kepalaku yang sedikit pusing.

“Ah, akhirnya kau sadar juga!”kata suara seorang… namja?

Aku terkejut, lalu bangkit dari tidurku tiba-tiba.

“Jangan langsung bangun, nanti kau tambah pusing.”

Ia benar, sekarang  kepalaku sangat pusing. Akhirnya setelah mataku berhasil fokus, aku mengetahui suara siapa itu. Suara namja pelukis jalanan itu. Ia tersenyum padaku.

“Ke…kenapa aku bersamamu?”tanyaku takut. Aku melihat ke sekelilingku. Ternyata aku tidur di sofa sebuah ruangan yang berisi berbagai macam pernak-pernik dan accessories. Seperti toko?  “Dimana aku?”

“Tadi saat di taman kau pingsan. Jadi aku membawamu ke toko kenalanku yang berada di dekat taman. Tenang saja. aku tidak mengapa-apakanmu.”

Ia tersenyum lagi lalu memberikanku secangkir teh hangat. Aku mengambilnya dan meminumnya sedikit. “Gomapta.”ucapku.

Ia tersenyum lagi. senyum yang sangat meneduhkan. “Cheonmaneyo. Aku akan kembali ke taman.”

“Aku ikut.”

“Sebaiknya kau tetap beristirahat disini sampai benar-benar baikan. Aku sudah mengatakan pada temanku jika kau sakit, dan ia mengijinkanmu beristirahat disini.”

Ia baik sekali. Padahal ia kan tidak mengenalku. “Siapa namamu?”tanyaku.

“Naneun Cho Kyuhyun imnida.”jawabnya dengan senyumnya yang takkan mungkin bisa kulupakan.

***

Aku melirik namja pelukis yang sedang berjalan di sebelahku ini. Tadi saat sore hari aku merasa baikan dan ingin pulang, ia memaksa akan mengantarku pulang. Awalnya aku menolak. tapi ia bilang ia masih belum yakin dengan keadaanku. Sebenarnya memang aku belum benar-benar kuat berjalan. Jadi akhirnya aku menerima tawarannya untuk mengantarku pulang.

Kami berjalan dalam diam. Sebenarnya aku ingin berbicara dengannya, tapi aku malu. >_<

“Apa kau baik-baik saja?”tanya namja bernama Cho Kyuhyun itu.

“Ah, ne. aku baik-baik saja.”jawabku pelan.

“Aku kira kau masih pusing, makanya kau diam saja.”

“Ng… aku hanya bingung mau bicara apa.”jawabku jujur.

Dia tertawa kecil. “Santai saja padaku. Aku bukan orang jahat kok.”

Aku tersenyum kecil. “Aku tahu.”kataku pelan.

“Di rumah kau tinggal dengan siapa?”

“Dengan yeodongsaengku.”

“Hanya berdua?”

“Ne. orangtua kami sudah meninggal dua tahun lalu.”kataku murung.

“Ah, mianhe.”katanya menyesal.

“Tidak apa-apa. Lagipula sekarang aku sudah terbiasa tanpa mereka.”

“Jangan berbohong.”katanya, membuatku berhenti berjalan karena kaget.

Aku melihatnya  -yang sekarang juga berhenti berjalan- dengan bingung. “Ne?”

“Jika kau terbiasa, kau tidak mungkin melihat lukisanku setiap hari.”

Kata-kata itu seolah-olah tepat menusuk jantungku. Padahal aku berusaha menyembunyikannya, tapi ia dapat melihatnya. Ia tahu apa yang kurasakan. Kenapa ia bisa membaca isi hatiku?

“Kau tidak apa-apa?”tanyanya lagi. Ia terlihat cemas.

“A.. aku tidak apa-apa.”jawabku gugup lalu mulai berjalan lagi. tapi karena aku berjalan sedikit terburu-buru, membuatku kehilangan keseimbanganku.

Saat aku hampir terjatuh, tangan namja itu menarikku dan aku terempas ke pelukannya.

Badanku kaku. Ini pertama kalinya aku berada di pelukan seorang namja. Aku bisa merasakan wangi tubuhnya, wangi natural dan sedikit keringat, tapi aku menyukainya. Rasanya hangat…

“Kau tidak apa-apa?”tanyanya. aku mengangkat wajahku dan melihat wajahnya yang berada di atasku.

DEG.

Ya, tuhan! Kenapa aku baru menyadarinya? Wajahnya begitu tampan…

DEG.

Kenapa jantungku jadi berdebar-debar terus? Lalu, kenapa suara debaran ini terdengar begitu banyak? Apa ini debar jantungnya?

“Seohyun-ssi?”

Aku terkesiap kaget mendengar panggilannya. Buru-buru aku melepaskan diri dari pelukannya.

“Go…gomapseumnida…”ucapku. Aku menundukkan wajahku malu. Kurasakan pipiku memanas. Pasti wajahku sekarang sudah memerah. “Kyu…kyuhyun-ssi, ru…rumahku sudah dekat, jadi kau tidak perlu mengantarku lagi..” Aduuuhh… aku benar-benar grogi!

“Kau yakin sudah tidak apa-apa?”tanyanya dengan wajah cemas. Kenapa ia baik sekali?

“Ne. aku yakin aku bisa berjalan sendirian sampai rumahku.”

Ia tersenyum lagi. dan kenapa jantungku tambah berdebar-debar melihatnya? “Baiklah. Aku pergi dulu.”

“Gamsahamnida, sudah menolongku tadi.”ucapku lalu membungkukkan badan sedikit.

“Cheonmaneyo. Hati-hati ya.”katanya, lalu berjalan pergi. kemudian ia balik badan, dan tersenyum lebar. “Sampai ketemu besok!”

Aku melambai padanya dan juga tersenyum lebar. tiba-tiba aku tersadar. Kenapa aku jadi seriang ini?

 

Kyuhyun’s POV

“Apa kau baik-baik saja?”tanyaku kepada yeoja yang berjalan di sebelahku ini.

“Ah, ne. aku baik-baik saja.”jawabnya pelan.

“Aku kira kau masih pusing, makanya kau diam saja.”

“Ng… aku hanya bingung mau bicara apa.”

Aku tertawa kecil. Sepertinya ia masih takut padaku. Ya iyalah, walaupun kami sering bertemu karena ia sering melihat lukisanku, tapi kami belum mengenal satu sama lain. Baru tadi saja saat ia pingsan dan aku menolongnya, kami berkenalan. Namanya Seo Joo hyun, dipanggil Seohyun. Nama yang manis. “Santai saja padaku. Aku bukan orang jahat kok.”

“Aku tahu.”katanya pelan. Aku tersenyum. Apa benar ia merasa aku bukan orang jahat? Ah… sepertinya ia diam saja karena merasa malu padaku.

“Di rumah kau tinggal dengan siapa?”

“Dengan yeodongsaengku.”

“Hanya berdua?”

“Ne. orangtua kami sudah meninggal dua tahun lalu.”katanya dengan nada murung.

“Ah, mianhe.”kataku menyesal. Jadi apakah ini yang membuatnya selalu datang untuk melihat lukisan itu? lukisan keluarga kecil yang bahagia.

“Tidak apa-apa. Lagipula sekarang aku sudah terbiasa tanpa mereka.”

Kata-katanya terlihat sangat berlawanan dengan ekspresi wajahnya. “Jangan berbohong.”kataku, membuatnya berhenti berjalan karena kaget.

Aku berhenti berjalan juga, dan ia melihatku dengan bingung. “Ne?”

“Jika kau terbiasa, kau tidak mungkin melihat lukisanku setiap hari.”

Ia tampak terkejut mendengar kata-kataku, dan terdiam lama. Apa aku salah bicara? “Kau tidak apa-apa?”tanyaku cemas.

“A.. aku tidak apa-apa.”jawabnya gugup lalu mulai berjalan lagi. Ia berjalan sedikit terburu-buru, membuatnya kehilangan keseimbangannya.

Saat ia hampir jatuh, aku mengulurkan tanganku dan menariknya sedikit kencang sampai ia terhempas ke pelukanku. Badannya terasa kaku di pelukanku. Apa ia baik-baik saja?

“Kau tidak apa-apa?”tanyaku menunduk melihat wajahnya yang berada di bawahku. Ia mengangkat wajahnya dan kami berpandangan.

DEG.

Kenapa tiba-tiba jantungku berdebar-debar kencang? Aku terpaku melihatnya. Ia sangat… cantik. Neomu yeppeo.

Tiba-tiba aku merasa grogi dalam posisi seperti ini bersamanya.

“Seohyun-ssi?”panggilku.

Ia terkesiap kaget mendengar panggilanku, dan buru-buru melepaskan diri dari pelukanku.

“Go…gomapseumnida…”ucapnya. Ia menundukkan wajah dengan malu. Wajahnya memerah. Aku tersenyum kecil melihat reaksi yang menggemaskan itu. ingin sekali kusentuh wajahnya yang memerah itu.

Aku tertegun. Apa sih yang barusan kupikirkan?

“Kyu…kyuhyun-ssi, ru…rumahku sudah dekat, jadi kau tidak perlu mengantarku lagi..”

“Kau yakin sudah tidak apa-apa?”tanyaku cemas.

“Ne. aku yakin aku bisa berjalan sendirian sampai rumahku.”

Aku tersenyum lagi, ia membalas senyumku dengan pandangan aneh. Kenapa jantungku tambah berdebar-debar saat melihat ekspresinya itu? ada yang tidak beres denganku. Aku harus segera pergi dari sini. “Baiklah. Aku pergi dulu.”kataku.

“Gamsahamnida, sudah menolongku tadi.”ucapnya lalu membungkukkan badan sedikit.

“Cheonmaneyo. Hati-hati ya.”kataku, lalu berjalan pergi. tiba-tiba aku ingin melihat wajahnya lagi. kubalikkan badan dan tersenyum lebar padanya. “Sampai ketemu besok!”

Kubalikkan badanku lalu pergi dengan riang.

Tapi kenapa aku jadi seriang ini ya?

***

Esoknya kami bertemu lagi di Seoul Park. Tentu saja dengan mengerjakan pekerjaan masing-masing. Diam-diam aku terus memperhatikannya. Ia sedang mengenakan kostumnya dan membagi-bagikan balon berwarna kuning kepada anak-anak yang lewat. Aku pun melukisnya –tepatnya melukis kostum yang dipakainya– di kanvasku. Lucu sekali.

Kemudian aku mulai sibuk melukis para pengunjung yang meminta dilukis olehku. Bayarannya memang tidak seberapa, tapi aku menyenangi pekerjaan ini. Aku tidak berminat sama sekali menjadi model atau artis seperti banyak orang sarankan padaku. Memangnya hanya artis saja yang boleh punya wajah tampan?  Pelukis jalanan sepertiku juga boleh-boleh saja kan?

Aku memperhatikan Seohyun yang masih membagi-bagikan balon. Padahal sedari tadi ia sudah beristirahat. Tapi tumben ia tidak menggunakan waktu istirahatnya untuk melihat lukisanku?

***

Aku memperhatikan Seohyun dari jauh. Sudah beberapa hari ini ia tidak pernah datang melihatku lagi. setiap ia melepas kostum kepala boneka itu dan mata kami bertatapan, ia selalu menghindar. Bahkan tidak membalas senyumku. Kenapa dengannya? Apa aku melakukan kesalahan saat mengantarnya pulang waktu itu? apa aku salah bicara mengenai orangtuanya?

Mata kami bertatapan lagi, aku tersenyum, dan ia langsung mengalihkan wajahnya lagi! lalu pergi ke tempat yang agak jauh untuk membagi-bagikan balon. Aku melotot melihat reaksinya.

Aaaahhhh… Seo Joo hyun! Kau membuatku gila! Padahal aku mulai menyukainya, tapi kenapa ia bersikap seperti itu padaku??!!

Dengan kesal aku membereskan alat-alat lukisku, memutuskan untuk pergi ke tempat lain. Saat aku berjalan-jalan di taman, aku memperhatikan lukisan-lukisan karya pelukis jalanan yang disandarkan di bangku taman dan tembok-tembok taman. Lukisan –lukisan itu sangat bagus.

Tiba-tiba mataku terpaku melihat seseorang yang sedari tadi kupikirkan. Seohyun sedang duduk di bangku taman. Kostum kepala bonekanya ia buka dan matanya menatap orang-orang yang berlalu lalang di taman, kemudian tersenyum. Apa yang dipikirkannya?

Kemudian ia menoleh ke arahku. Ia terkejut ketika melihatku lalu kembali memalingkan wajah lagi!

“Seohyun-ssi…”

Tiba-tiba ia memakai kostum kepala bonekanya dengan terbalik! Ia berjalan dan tersandung lukisan yang disandarkan di bangku dekat tempatnya duduk, lalu jatuh terduduk di bawah.

Aku menghampirinya, lalu berlutut di bawah menyejajarkan diri dengannya. “Gwenchanayo?”tanyaku cemas lalu membuka kostumnya. Aku terkejut melihat wajahnya yang memerah. Malu?

“Gwe…gwenchana…”katanya dengan menundukkan wajahnya. Aku jadi penasaran dengan reaksinya ini. Kusentuh dagunya dan kuangkat wajahnya agar bisa kulihat. Wajahnya semakin memerah, membuatku tersenyum.

Tiba-tiba ia melepaskan tanganku dan langsung memakai kostumnya lagi. kali ini tidak terbalik. Kemudian dengan terburu-buru ia berlari meninggalkanku.

Aku tersenyum lebar. sekarang aku tahu alasan kenapa ia menghindari tatapanku. Bukan karena ia tidak menyukaiku, tapi sebaliknya.

Mudah-mudahan tebakanku tidak salah. Aku harus memastikannya malam ini.

 Seohyun’s POV

Aku memang bodoh! Sudah beberapa hari ini aku menghindari tatapan Kyuhyun, bahkan aku tidak datang untuk melihat lukisannya lagi. aku khawatir ia akan membenciku, padahal aku bersikap seperti ini karena aku menyadari bahwa aku menyukainya. Ini pertama kalinya untukku, jadi aku bingung harus bersikap seperti apa. Aku malu dan gugup jika bersamanya, bahkan melihatnya saja sudah bisa membuat wajahku memerah.

Setelah selesai membagi-bagikan balon, aku duduk di salah satu bangku taman yang di beberapa tempat disandari oleh lukisan-lukisan para pelukis jalanan. Aku membuka kostumuku lalu melihat orang-orang yang berlalu lalang di taman itu. banyak sekali keluarga yang datang, membuatku teringat saat orangtuaku masih ada. Aku tersenyum mengingat kenangan indah itu.

Kemudian aku menoleh ke arah lain, dan ada Kyuhyun! Ia tersenyum melihatku dan dengan bodohnya aku memalingkan wajahku lagi!

“Seohyun-ssi…”panggilnya.

Aku malu sekali. Kupakai kostumku dan buru-buru berjalan tapi ternyata kostumnya terbalik! Aku tidak bisa melihat apa-apa dan kakiku menabrak sesuatu.

Aww! Aku kehilangan keseimbangan lalu jatuh terduduk.

Kurasakan ada yang menarik kostumku. Saat menyadari yang membuka kostum kepala itu adalah Kyuhyun, wajahku memerah lagi.

“Gwenchanayo?”tanyanya dengan nada suara cemas.

Aku terus menundukkan wajahku yang memerah. “Gwe…gwenchana…”gumamku.

Tiba-tiba kurasakan tangan lembutnya menyentuh daguku dan mengangkat wajahku. Ia tersenyum lembut memandang wajahku. Wajahku semakin memanas.

Aku melepaskan tangannya lalu memakai kostumku dan pergi meninggalkannya dengan setengah berlari.

Dia benar-benar mempesonaku!

***

Aku masih membagi-bagikan balon sampai malam hari.

Malam ini Seoul Park akan mengadakan acara kembang api, jadi pengunjungnya lebih banyak. Aku pun tidak hanya membagi-bagikan balon pada anak-anak, tapi juga pada para pasangan-pasangan yang sedang berkencan di taman ini. Saat aku akan berjalan ke tempat lain tiba-tiba aku melihat lukisan berada di tangga. Kuperhatikan lukisan itu baik-baik. Itu lukisan wajahku!

Aku membuka kostumku, lalu kulihat seseorang yang memakai kostum kepala boneka anak laki-laki, pasangan dari kostumku. Tapi ia memakainya terbalik. Kemudian orang itu membalik badannya agar wajah boneka itu menghadapku. Dan aku tertegun karena ternyata orang itu memakai tas berbentuk hati di punggungnya. Sehingga sekarang posisinya seolah-olah tas itu adalah hati boneka itu.

Tiba-tiba di tembok taman muncul lampu hati besar yang berkelap-kelip hijau-kuning. Aku tertegun melihatnya. Indah sekali. Kemudian orang itu mengangkat kedua tangannya ke atas membentuk huruf Y.

Saat ia membuka kostum itu, airmataku langsung mengalir.

Cho kyuhyun tersenyum lembut padaku, dan ia tertawa kecil melihatku menangis bahagia.

“Saranghae.”ucapnya pelan. Ia mengangkat kedua tangannya, sehingga tubuhnya membentuk huruf Y. yes?

Dan airmata bahagia terus mengalir dari mataku. “Yes.”ucapku yakin.

 

Kyuhyun’s POV

Ia masih menatapku dengan malu. Aku tersenyum bahagia melihatnya.

Keputusanku memang benar untuk menyatakan perasaanku padanya malam ini. Apalagi saat ini Seoul Park sedang ada acara kembang api. Menambah suasana romantis diantara kami.

“Indah yaa…”ucapnya tersenyum melihat kembang api yang berkelap-kelip di langit di atas kami.

Aku merangkulnya, lalu mencium keningnya dengan lembut. “Saranghae, Seohyun-ah…”

“Na do saranghae, oppa…”

END

 

Ayo komennya komennya komennyaaaaaaa XD XD XD

5 thoughts on “Seoul

  1. So sweet… Author tau nggak tadi sebenarnya aku percaya kalo korea emang ada perayaan hari anak, eeeh ternyata Author ngarang hehehe… ceritanya keren abiz thor, kayaknya aku bakalan langganan disini terus deh….gomabsimnida…

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s