Trouble Maker

Author : @dea_pinkninja (twitter)

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Song Ji Eun (You)

Rating : 13+

Genre : Thriller, Tragedy, one shot

PS : Annyeong.. Kali ini coba bikin song fict dari lagunya Trouble Maker (Hyuna ft. JS) hope you like it. Best recommend : nonton dulu MV nya Trouble Maker biar lebih “Ngeh” sama alurnya.. comment are acceptable^^

 

Pria itu keluar dari kamar mandi dengan baju handuk berwarna merah. Aroma maskulin tercium dari tubuh berotot seksi miliknya. Dia berjalan beberapa langkah dan tangan besarnya memegang kedua kenop pintu dihadapannya. Kaki panjangnya melangkah kedalam ruangan itu dan berhenti tepat didepan puluhan pasang jas yang tergantung rapi sesuai warna. Dia mengambil satu yang berwarna abu-abu lalu melirik deretan kemeja disebrang tempatnya berdiri sekarang. Dia mengambil yang berwarna hitam. Hari ini hanya pertemuan biasa, tidak terlalu formal jadi tidak perlu memakai dasi. Kini dia berjalan beberapa langkah laki kedepan. Dibukanya laci dari kayu mahogani itu dan mengambil jam tangan berwarna hitam. Sepatu playboy kulitnya juga sudah terpasang sempurna melengkapi penampilannya pagi ini. Dia mematut dirinya didepan kaca. Matanya tajam namun teduh  dengan alis tebal yang sempurna. Hidungnya mancung dan mempunyai cupidbow sempurna dibawahnya. Bibirnya tidak usah ditanya, kecil namun tebal memikat, really kissable. Rambut coklatnya juga sudah tertata rapi. Kakinya menuruni tangga marmer itu dengan langkah kecil yang cepat.

“selamat pagi Tuan Choi” sapa rentetan housemaid yang berseragam putih hitam. Ya, namanya Choi Siwon, pewaris tunggal perusahaan pesawat terbang nomer 1 di Jerman. Dan wanita yang sedang duduk dimeja makan itu adalah tunangannya, Song Ji Eun. Umurnya masih muda, kelahiran 1990. Berpacaran 3 tahun lamanya dan sekarang sudah sebulan bertunangan. Akhir tahun nanti siwon akan menikahinya, pada malam tahun baru tepatnya. Ji eun duduk sambil mengolesi roti gandum didepannya dengan selai apricot. Siwon tetap diam dianak tangga terakhir, mengamati wanitanya yang sedang membuatkan sarapan kesukaannya. Matanya indah dan selalu mampu menggodanya. Bibirnya benar-benar terlihat menawan meskipun pagi ini dia hanya menggunakan lipstick berwarna nude. Rambut panjangnya diikat tinggi sehingga mempermudah siwon untuk memandangi tengkuknya yang jenjang dan putih mulus. Pagi ini dia sangat cantik dengan mini dress oranye yang baru dihadiahkannya kemarin. Pump shoes Louis Vuitton bermotif macan nya juga sempurna membuat kaki jenjangnya terlihat sangat seductive. Tak tahan berlama-lama memandang dari tempatnya sekarang, siwon segera menghampiri  Ji eun dan mendaratkan kecupan singkat yang membuat tunangannya itu sedikit terkejut.

“morning darl.. kau sangat cantik hari ini..” pujinya lalu duduk didekat ji eun. Ji eun tersenyum lalu menatapnya intens sambil meminum herbal tea nya.

“the way you look at me, as always.. sexy..” ucap siwon sambil terkekeh pelan. Wanita ini benar-benar elegan. Cara dia bicara, cara dia memandang, bahkan cara dia duduk sekarang benar-benar tidak bisa mengalihkan pandangan siwon.

Siwon meletakkan cangkir americano nya dan mengambil ponselnya. Wajahnya terlihat serius saat menerima telpon. Ji eun menggenggam tangannya lalu memberi siwon isyarat kalau dia ingin ke lantai atas. Setelah menerima telpon siwon terburu-buru berjalan kekamarnya dan mendapati ji eun sedang berdiri didepan jendela besar. Sinar matahari pagi memperjelas siluet tubuh kekasihnya itu, membuatnya secara tak sadar menelan air liurnya. Namun buru-buru dibuangnya pikiran nakalnya itu dan menghampiri Ji eun.

“bisakah hari ini kau bersamaku?” tanya Ji eun manja. Jemari-jemari ditangan kanannya  memegang kerah jas siwon sementara tangan kirinya menjelajahi dada bidang kekasih tampannya tersebut. Siwon menghela nafas, seperti menyesali kenapa hari ini dia tidak bisa bersama tunangannya. Tangan kokohnya menempel pada kaca didepannya, menahan tubuhnya sekaligus menjaga kekasihnya agar tetap didepannya sementara tangan lainnya merengkuh pinggul Ji eun, membuatnya lebih merapat dengan tubuhnya.

“seandainya bisa.. aku pasti bersamamu.. tapi ada masalah lagi dikantor, mianhae..” ucapnya lembut. Ji eun melepas tangan besar itu dari pinggulnya dengan lembut lalu berbalik menghadap jendela dan memunggungi siwon.

“apa masalah itu lagi? “ tanyanya dengan nada sedikit kecewa. Siwon kembali memeluknya dari belakang, melingkarkan kedua tangannya dipinggul ramping kekasihnya dan meletakkan dagunya pada bahu wanita itu.

“iya, kau kan tau 2 tahun belakangan bisnisku terhambat. Para saingan begitu ingin merebut sahamku. Sepertinya semakin lama mereka semakin ingin menjatuhkanku..”

“jadi apa yang akan kau lakukan? Jangan membahayakan dirimu, darl.. “ ucapnya sembari ikut menggenggam lengan siwon yang masih melekat erat dipinggulnya.

“jangan khawatir, sebentar lagi semuanya akan berakhir.. “ siwon membalikkan tubuh semampai ji eun lalu memandangnya dalam-dalam.

“sahamku akan kekal dan tidak bisa diganggu gugat saat aku sudah menikah. Itulah yang ditulis appa dalam surat wasiatnya.. saat kita menikah nanti, mereka semua akan gigit jari..” lanjutnya. Siwon mendorong ji eun keujung ruangan. Tangannya mencengram pinggang ramping itu lalu menempelkan bibirnya pada bibir menggoda tunangannya. Mengulumnya intens dan menarik tubuh Ji eun untuk lebih rapat dengan tubuhnya.

-oOo-

Siwon duduk dengan beberapa orang suruhannya. Mereka tampak berdebat sedikit. Yang berbaju hitam menunjuk-nunjuk sebuah surat yang terpapar diatas meja. Surat ancaman. Surat itu berisi ancaman, ancaman terhadap nyawanya. Tampaknya si pelaku ingin menghabisi nyawa siwon pada malam tahun baru nanti.

“orang ini pasti ingin membunuhku sebelum aku mengucap janji pernikahanku.. aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Berikan aku list pembunuh-pembunuh bayaran terhandal didunia. Aku butuh perlindungan lebih” perintahnya. Dia duduk dengan tangan mengepal diatas meja. Seminggu lagi adalah hari penting baginya. Tepat pada malam pergantian tahun dia akan menikah dengan Ji eun dan pagi tadi datang sebuah surat ancaman yang isinya peringatan bahwa si pembunuh akan beraksi pada malam tahun baru. Siwon berpikir keras. lalu bergegas pergi menemui wedding organizernya.

“baik, jadi para tamu sudah kami seleksi sesuai permintaan Tuan Choi, ada lagi yang bisa kami bantu?” tanya seorang wanita paruh baya pemilik WO ini. Siwon tampak berfikir sebentar  lalu mengecek handphonenya yang berbunyi.

“eumm.. jadi berapa total tamu yang datang?” tanyanya tanpa melepas pandangan dari layar handphonenya.

“enam ratus orang tuan”. Siwon mengangguk pelan dan mengucapkan terima kasih lalu bergegas pergi.

-oOo-

Ji eun memutar tubuhnya didepan sebuah kaca yang sangat besar, memastikan bahwa gaun pengantin ini cocok untuknya. Gaun cantik itu berwarna putih dengan kerah helter dengan model backless yang memgekspos punggung indahnya. Bagian depan gaun itu jatuh tepat satu kilan diatas lututnya dan bagian belakang gaunnya panjang menjuntai membuatnya terlihat seperti Goddess of Beauty. Dia mendengar suara tawa khas tidak jauh dari kamar pas nya. Dia membuka tirai besar yang sedari tadi menutupinya. Siwon sudah berdiri disana, didepannya, dengan bucket mawar putih ditangannya. Senyum khas dengan lesung pipi itu terlihat semakin jelas saat pria ini mendekatinya.

“you are so beautiful to me..” Ji eun menerima bucket bunga itu lalu menatap siwon dengan senyum indahnya.

“is everything ok? “ tanya Ji eun dengan matanya yang nampak menyelidik. Siwon menyesali kenapa tunangannya ini mempunyai mata yang sangat jeli. Tapi dia tidak mungkin mengatakan pada Ji eun kalau ada ancaman pembunuhan pada malam pernikahannya nanti. Jadi dia hanya menggeleng pelan.

“tidak ada apa-apa. Semuanya sesuai harapanku. Apa kau mau kuantar pulang?” tanyanya.

“tidak perlu, aku bawa mobil sendiri tadi. Dan ada beberapa barang yang ingin aku beli, kau pulang saja duluan, darl..”

-oOo-

3 hari sebelum pernikahan, Ji eun memutuskan untuk pindah kerumah mewah siwon. Acara pernikahan nanti akan diadakan dirumah ini. Rumah ini begitu mewah dengan gaya klasik. Pada dindingnya banyak terdapat lukisan-lukisan karya maestro dunia. Setiap inci dari rumah ini adalah seni. Tersedia 8 kamar utama. Belum lagi 6 kamar untuk housemaid. Bila dilihat dari atas, rumah ini bentuknya sedikit melingkar karna pada tengah rumah terdapat taman yang cukup luas. Disinilah garden party nanti akan digelar.

Siang itu ji eun sudah selesai memindahkan barang-barangnya kerumah ini. Dia menempati kamar yang bersebrangan dengan kamar siwon. Tentu hanya kamar sementara karna nanti mereka akan tidur sekamar. di jam seperti ini siwon sudah pasti tidak ada dirumah, terlebih dia semakin sibuk mengurusi pernikahan juga mengurusi surat ancaman itu. Ji eun berhenti pada salah satu jendela dilorong itu. Matanya memandang keluar jendela, mengamati taman juga bangunan disebrangnya. Tak lama dia tersenyum lalu terkekeh pelan dan kembali menyusuri lorong itu, menuju kebawah, ke taman di tengah rumah ini.

“12 menit”

Dia kembali menyebrangi taman itu dan memasuki bangunan lain yang masih terhubung dengan bangunan aslinya. Dari bangunan ini dia bisa melihat jendela kamar siwon di sebrang sana. Sejenak dia berdecak kagum, betapa besarnya rumah ini dan mengingat bahwa siwon anak tunggal tanpa kedua orang tua, sudah pasti rumah ini nantinya akan menjadi tempat tinggal mereka seutuhnya. Lagi, dia tersenyum memandang cincin dijari manisnya.

-oOo-

“waktu kita tidak banyak dan kita masih belum menemukan siapa troublemaker dari ini semua..” ucap siwon frustasi. Salah seorang bawahannya memberikan benda kecil berwarna hitam.

“ini ditemukan dibalik tirai jendela anda siwonshii.” Sebuah alat penyadap.

“jadi aku disadap?? How could this happen?” tanyanya lagi. Rasa takut tiba-tiba muncul dalam hidupnya untuk pertama kali. Pembuhuh itu memasang alat ini dikamarnya. Kamarnya yang notabene terletak ditengah bangunan rumahnya yang super megah. Sekarang dia baru merutuki orang tuanya, kenapa membangun rumah sebesar department store seperti ini.

Sebelum malam datang siwon sudah ada dirumah. Dia tidak mau melewatkan moment makan malam bersama wanitanya. Sambil berjalan menuju kamarnya, ia melonggarkan dasinya yang seharian ini bertengger dilehernya. Rasa lelah hilang seketika saat dia membuka pintu kamarnya dan melihat Ji eun sedang berbaring sambil membaca majalah. Siwon mengecup pipi Ji eun lalu melepas kemejanya, memperlihatkan otot-otot perutnya yang terlihat sangat nikmat seperti chocolate bar.

“kau ingin pamer?” tanya Ji eun dengan tatapannya yang secara terang-terangan menjelajahi tubuh calon suaminya. Merasa diperhatikan seperti itu membuat siwon merasa menjadi sangat manly.

“tidak tuh. Apa kau merasa tergoda, darl?” tanyanya balik sambil memakai baju handuknya, mengikat tali dipinggangnya dan kemudian melepas celananya tanpa perlu membuat wanita ini melihat hal-hal yang mungkin membuatnya tercengang. Tapi justru dengan visualisasi seperti ini membuat siapa saja yang melihatnya menjadi berfantasi liar membayangkan apa yang ada dibalik baju handuk itu bukan? Dia tersenyum dan masuk kedalam kamar mandinya. Tak lama kemudian terdengar suara gemericik air dari shower. Ji eun mengamati kamar itu. Besar, mewah dan sangat berkelas. Tangannya mengamati bingkai-bingkai foto dirinya dan siwon yang berjejer diatas meja hias. Pada meja itu terdapat dua buah laci. Laci pertama dekat dan sejajar dengan tinggi ranjang siwon, dan laci dibawahnya terkunci. Ji eun membuka laci pertama dan menemukan sebuah pistol. Dia mengambilnya dan merasa kaget karna benda itu sangat berat. Ji eun berfikir apakah siwon setakut itu sampai menyediakan senjata didekat ranjangnya agar mudah mencarinya bila terjadi apa-apa?

“hmm.. persiapan yang bagus” gumamnya.  Ji eun kembali melihat deretan jam kuno. Calon suaminya memang suka mengumpulkan jam-jam kuno. Pintu terbuka. Siwon keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.

“17menit”

-oOo-

Pagi ini siwon bangun lebih pagi. Dia sudah duduk dikursi dekat jendela sambil membaca koran dan meminum americano nya. Lantunan musik jazz mengalun pelan melalui radio antik miliknya. Pintu kamarnya diketok dan muncul wanita pujaannya dengan dress panjang yang santai. Siwon terlihat menaikan satu alisnya, tidak biasanya wanitanya menggunakan dress yang panjangnya lebih dari selutut.

“good morning darl..” sapanya. Ji eun langsung duduk dipangkuannya.

“hari ini kau tidak boleh kemana-mana, arraseo? Besok kita menikah, aku ingin hari ini kau bersamaku seharian..” ucapnya sambil memainkan kancing piyama siwon. Siwon tersenyum nakal dan membiarkan jemari Ji eun melucuti kancing piyama nya satu persatu.

“hentikan pikiran kotormu choi siwon.. sekarang kau mandi.. aku ingin choi siwon yang sudah mandi..” ucapnya sambil memandang siwon dengan tatapan menggodanya. Siwon mengangguk dan berjalan kekamar mandi. Dia menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Ji eun dengan senyum khasnya. Tangan besarnya memeluk Ji eun.

“ini pelukan selamat pagi, hampir aku lupa..” ucapnya setengah berbisik ditelinga Ji eun. JI eun mulai terbuai dengan suara rendah yang menggoda dari bibir siwon. Tangan siwon mulai turun menyusuri paha Ji eun tapi Ji eun menghentikannya.

“wae??”protes siwon seperti anak kecil yang tidak diijinkan makan permen.

“kau mandi dulu..” jawab Ji eun. Siwon akhirnya mengalah dan masuk kekamar mandi sambil menggerutu tidak jelas.

-oOo-

Kreeek..

Suara laci disamping tempat tidur siwon berbunyi saat dibuka. Sebuah tangan yang dibalut sarung tangan berwarna merah mengambil benda berwarna hitam itu dan menggantinya dengan benda serupa yang sebelumnya diselipkan pada stocking hitamnya. Dan tanpa membuat keributan apapun dia berjalan keluar kamar dan menghilang diujung lorong lantai 2.

“kau sudah siap?” tanya Ji eun saat melihat siwon turun untuk sarapan dengannya. Siwon mengerutkan keningnya sambil menyantap waffle hangat.

“memang kita mau kemana?”

“darling.. selalu saja pelupa.. hari ini kita kan mau weeding treatment. Kau tidak mau kan wajahmu kusam saat acara besok?” siwon mengangguk dan menghabiskan sarapannya.

Sekarang mereka berada dalam ruangan bercahaya redup. Wangi aromatherapy juga musik instrumen klasik mengalun lembut. Keduanya sedang melakukan berbagai treatment dan refleksi agar diacara besok mereka terlihat segar. Akhirnya setelah melakukan perawatan selama 4 jam, Ji eun segera bersiap-siap meninggalkan home spa itu. Sedangkan siwon akan pergi ke Showroom mobil mewah. Dia ingin membeli sebuah jaguar mini, cantik dan elegan untuk Ji eun sebagai hadiah. Sedangkan Ji eun juga pergi mempersiapkan hadiah untuk seorang Choi siwon.

-oOo-

“aku sangat suka yang ini.. sangat elegan dan sangat cocok untuk calon isriku.” Ucap siwon antusias. Tirai terbuka dan sebuah jaguar sedan berwarna merah yang merupakan limited edition terpampang dibaliknya. Siwon menerima kunci mobil itu.

PIP PIP

——

“ 20 jam lagi.. 20 jam lagi Choi Siwon.. kupastikan kau akan membayar semuanya.. hehe, kau siap kan?”

“ne. jangan khawatir. Aku akan bermain bersih..”

“gomawo.. saranghae jagiya,,”

-oOo-

Para tamu sudah datang dan tampak menikmati garden party yang berlangsung. Beberapa penyanyi terkenal bahkan spesial didatangkan untuk menjadi wedding singer. 15 menit lagi jam 11, mereka akan mengucap janji pernikahan jam 11 nanti. 11.00, 31 desember 2011. Kedua mempelai segera mempersiapkan diri mereka. Siwon terlihat bak pangeran tampan dengan tuxedo putihnya, dan Ji eun tampak menawan dengan gaun backlessnya dan sarung tangannya yang dilapisi berlian dibagian atasnya. Pasangan ini benar-benar membuat iri siapapun yang melihat mereka, heartbreaker couple. Tepat pukul 11 seluruh lampu dimatikan. Hanya lampu-lampu lentera yang memang disiapkan untuk membuat suasana menjadi lebih romantis dan sakral. Para bodyguard bersiaga diseluruh area taman, memastikan bahwa nyawa siwon aman ditangan mereka. Dentingan piano mulai mengiringi langkah mereka diatas red carpet yang terjulur menuju altar. Suara merdu dari wedding singer yang menyanyikan ave maria menggema membuat suasana menjadi bahagia juga haru. Keduanya berdiri berhadapan didepan pendeta. Mereka mengucapkan janji pernikahan dengan sungguh-sungguh lalu saling berciuman dan para tamu bersorak bahagia untuk mereka berdua. Siwon menatap lekat mata wanita yang kini menjadi istrinya.

“we did it.. i’ve told you, everythings gonna be okay. I’ve proved it darling..” bisiknya. Pesta dilanjutkan sambil menunggu malam pergantian tahun, 30 menit lagi. Sementara pengantin baru kembali kekamar pengantin mereka setelah melempar bucket bunga. Pria yang mendapat buket bunga itu tersenyum sangat senang, namanya cho kyuhyun. Padahal dia hanyalah petugas catering. Pengantin tadi akhirnya sampai dikamar siwon yang sekarang menjadi kamar mereka. Mereka tak henti-hentinya bercanda gurau sangking bahagianya. Siwon merebahkan tubuhnya diranjang dan Ji eun duduk didepan meja rias dan melepas sebuah tiara cantik yang tadinya menghiasi kepalanya.

“18 menit lagi..”ucap Ji eun pelan.

“ha?”

“18 menit lagi tahun baru, yeobo..” jawab Ji eun. Semburat merah muncul dipipinya. Siwon menatapnya dengan pandangan gemasnya..

“ah kyoptaaa~ darl, aku lega kita sudah menikah sekarang.. kau menjadi milikku..” ucap siwon yang kini duduk dibawah, bersandar pada kaki Ji eun yang masih duduk didepan meja rias.

“dan aku bersyukur, perusahaanmu aman, dan akan menjadi perusahaanmu selamanya..” kata Ji eun lembut.

“kau tau, aku sangat takut kalau-kalau tadi aku benar-benar mati.. jadi aku sudah menuliskan surat wasiatku dan melimpahkan seluruh perusahaanku juga semua milikku kepadamu. Aku tidak akan pernah rela perusahaan yang kuperjuangkan susah payah seperti ini jatuh kepada orang yang tidak kupercaya”. Jelasnya. Ji eun menatapnya dengan pandangan tidak percayanya.

“hei.. kau tidak akan dibunuh segampang itu! Apalagi dengan orang yang sama sekali tak mengenal watakmu sayang…” ucapnya dengan sedikit emosi. Siwon tersenyum dan mencium tangan ji eun.

“aku bersyukur aku menghabiskan sisa waktu hidupku denganmu Choi Ji eun..” keduanya kemudian larut dalam deep kiss sampai akhirnya mereka tertawa bersama karna keduanya sama-sama kehabisan nafas. Suara riuh dari bawah sana juga membuat mereka penasaran. Siwon menyingkap tirai jendelanya dan melihat ke bawah, kearah taman.

“7 menit lagi tahun baru sayang” ucap ji eun lalu memeluk tubuh suaminya dari belakang. Siwon menepuk dahinya pelan karna lupa pada sesuatu. Dia membuka laci disebelah ranjangnya dan mengambil sebuah kunci mobil.

“hadiah untuk istriku..” senyum manis terukir diwajahnya. Ji eun terkesima dengan kejutan dari suaminya. Lalu dia memandang siwon dengan tatapan jahilnya.

“kau ingin hadiah dariku? Perlakukan dulu aku sebagai tuan putri..” pintanya. Tanpa menunggu siwon merendahkan tubuhnya, menumpukan badannya pada satu lututnya. Dia sedang berlulut sambil memegang tangan Ji eun kemudian menciumnya. Ji eun terlihat sedikit protes.

“kau ini ingin mencium tanganku atau mencium berlian?” tanyanya. Siwon terkekeh pelan lalu membuka sarung tangan bertahta berlian itu, lalu mencium tangan halus istrinya.

“aku juga punya hadiah untukmu, kalau pas waktunya, 2 menit lagi kau akan tau hadiahku”. Katanya sambil tersenyum. Siwon tampak berfikir dan berusaha menebak hadiah dari Ji eun. Pertama dia mengira hadiah yang dimaksud ji eun adalah parade kembang api saat jam 12 nanti, tapi saat melihat jam ternyata jam 12 masih 5 menit lagi. Ji eun berjalan menjauhinya dan mengeluarkan selembar foto dari dalam sarung tangannya.

“kau ingat ini?” tanyanya. Siwon terkejut. Matanya membulat seperti melihat setan saat melihat wajah dalam foto itu. Seorang gadis kecil yang asik dengan permennya. Seolah terlalu terkejut, siwon bahkan tidak mampu bersuara.

“aku yakin kau tidak akan lupa dengan wajah gadis kecil yang dibunuh ayahmu.” Ucap ji eun santai, tetap dengan gaya elegannya.

“baiklah aku ceritakan saja.. siapa tau kau lupa..”

“aku tak yakin apa kau tau bahwa perusahaan pesawat yang kau pegang sekarang bukanlah perusahaan ayahmu. Mengingat waktu itu kau masih remaja, aku yakin kau tidak tau.. ya, ayahmu merebut perusahaan itu. Dia merebutnya dari sahabatnya sendiri. Hahaha, tamak bukan?”. Siwon hanya mendengarkan karna memang dia tidak tau bahwa ayahnya telah merebut perusahaan sahabatnya.

“akhirnya ayahmu menggunakan cara kotor. Dia tau bahwa sahabatnya sangat menyayangi anak perempuannya, maka ayahmu menyuruh anak buahnya untuk menculik gadis kecil itu. Paman yang malang itu panik mencari anaknya dan ayahmu datang lalu mengatakan kalau ia akan membantu asal dia bisa memiliki saham milik sahabatnya itu. Setelah paman menyetujui dan menandatangani kontrak datanglah anak lelakinya yang umurnya tidak jauh berbeda denganmu. Dia menghampiri ayahnya dan mengatakan bahwa dia melihat adiknya itu diikat disalah satu kamar dirumahmu saat dia dan kau bermain hide and seek dirumahmu yang megah, disini. Ayahmu panik karna kejahatannya terbongkar lalu menembak paman hingga paman meninggal ditempat. Beruntung anak laki-laki itu lolos dari kejaran ayahmu walaupun dia harus menyaksikan ayahnya mati dibunuh didepan matanya sendiri. Sambil menangis dia menuju kerumahmu dan menemukan sekelompok pria berbadan besar yang berdiri mengelilingi adiknya yang bersimbah darah dilantai. Dia terus berlari tanpa henti, hatinya hancur melihat 2 orang yang dia punya mati didepan matanya, ditangan orang yang sama. “

“30..”

“29..”

“28..”

“dan orang itu adalah ayahmu. Dia yang mengambil apa yang bukan menjadi haknya dan membuat kehidupan seorang bocah menjadi sangat tersiksa!!!!” ji eun berteriak mengeluarkan emosinya. Dia yakin orang dibawah sana tidak akan ada yang mendengarnya karna mereka sedang melakukan countdown dan dibawah sana sangat ramai.

“tapi..kenapa..ke..kenapa kau…” ucap siwon terbata-bata, dia merasa ada yang salah dalam tubuhnya. 2 detik kemudian dia merasa kakinya lumpuh sehingga dia jatuh tersungkur kelantai.

“aku mengoleskan racun disini..” kata Ji eun sambil menunjukan tangannya yang tadi dicium mesra oleh siwon. Senyum puas mengembang diwajah cantiknya sambil kembali memasang sarung tangan berliannya.

“terima kasih jaguarnya, dan nikmatilah hadiah dariku” ucapnya sambil beranjak meninggalkan siwon. Siwon meraih laci mejanya dengan susah payah dan mengambil pistolnya.

“hajima.. neo ha..ji..ma..”ucapnya sambil menodongkan pistol itu ke arah Ji eun. Dia tidak ingin mati seperti ini.

“oh ya, terima kasih karna sudah mempercayakan SEMUA milikmu padaku. Jangan khawatir, aku tau dimana surat wasiat itu berada sayang. Semua itu memang bukan milikmu, bocah kecil itulah yang seharusnya berada diposisimu. Sudah kubilang, kau tidak akan gampang dibunuh, apalagi dengan orang yang tidak mengenal watakmu.. tapi beruntungnya aku mengenalmu selama 3 tahun. Aku tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan dari taman sampai kekamarmu, 12 menit. Aku juga tau berapa lama kau mandi, 17 menit. Bagiku, membunuhmu tidaklah susah, darling..”

“13..”

“12..”

Siwon menatap Ji eun dengan kebencian yang besar walau dia nyaris tidak bisa bernafas sekarang.

“5..”

“sudahkah aku bilang kalau aku sudah menukar pistolmu tuan choi siwon?” tanyanya lagi dengan wajah puasnya. Siwon menarik pelatuknya dan benar saja. pistol itu kosong tanpa peluru. Dia membanting kesal pistol itu dan jatuh terkapar, sekarat.

“2..”

“1…” suara terompet juga dentuman dari parade kembang api membahana keseluruh pelosok rumah ini. Jiny mendekati jendela, memandang langit yang kini dipenuhi warna-warni. Dia menyingkapkan gaunnya lalu mengangkat tubuh siwon yang sudah tidak bernyawa menuju jendela, kemudian menjatuhkannya begitu saja keluar jendela.

-oOo-

Jiny berlari ditengah gelapnya malam. Langkahnya sedikit berat karna saat ini dia masih menggunakan sepatu 14centinya. Dia terus berlari sambil sesekali menengok kebelakang,memastikan bahwa tidak ada yang melihatnya. Sebuah lampu terang menyorotnya dari depan lalu menyadarkannya bahwa didepannya ada mobil van yang sedang melaju.

CKIIIIIIIIITTTT

Mobil itu berhenti tepat 2 senti dari dadanya. Tanpa banyak menunggu dia langsung membuka pintu mobil dan duduk dengan nafas terengah-engah akibat berlari lumayan jauh. Aroma ayam panggang tercium jelas karna mobil ini adalah mobil catering.

“beri aku minum palli!!” ucapnya pada sang pengemudi. Si pengemudi memberinya sebotol air mineral. Wajahnya tegang sampai saat pagar rumah mewah itu terbuka dan terlihatlah jalan raya. Ia membuka lebar-lebar seluruh jendela mobilnya.

“great job!!!” serunya pada wanita cantik yang masih terlihat kesusahan mengatur nafasnya.

“tidur dimana kita malam ini captain?” tanya Ji eun.

“kita akan tidur ditempat sauna.. bagaimana?”

“huaaaa joahaeee… “seru ji eun antusias karna jujur saja dia lelah sekali dan ingin menghabis kan malam sambil bersauna.

“tapi aku harus mengejar waktu, sebentar lagi waktunya pembakaran sampah. Kita tidak boleh terlambat ji eun~ah”

“ne oppa!”

Saat mobil mereka memasuki daerah pengolahan sampah terakhir, sampah-sampah itu sedang dalam proses pembakaran. Ji eun menyemangati laki-laki dihadapannya ini yang terlihat sangat kesusahan menyeret kantung plastik hitam berukuran sangat besar menuju tempat pembakaran sampah.

“pasti sangat berat ya?? badannya memang besar…! Oppa hwaiting!!” seru Ji eun.

-oOo-

Pagi itu sangat cerah. Ji eun memasuki rumah mewah itu. Seseorang sudah menunggunya diruang rapat. Ji eun memberikan senyum terbaiknya pada orang yang disebut notaris dan pengacara itu.

“selamat pagi Nyonya Choi, ini berkas yang anda butuhkan. Semua sudah lengkap. Semuanya murni menjadi milik nyonya apabila Tuan Choi meninggal dunia. Maka dengan ini kami tidak lagi ada sangkut pautnya dengan persoalan wasiat ini.” Kata salah satunya. Ji eun memegang berkas-berkas itu lalu menatap mereka berdua.

“ya, suamiku tidak akan kenapa-kenapa.. dia bahkan sudah berangkat lebih dulu ke pranciss..” gerutunya.

“ah, mianhamnida.. bukan maksud kami mendoakan yang tidak-tidak nyonya. Oh ya, selamat atas pernikahan kalian, dan selamat berbulan madu.”

“terima kasih juga telah melayani keluarga ini. Sekarang anda berdua silahkan menikmati liburan anda. Terima kasih atas kerja keras kalian selama ini. Tuan Choi titip salam pada anda berdua.”

Kedua orang itu pun sudah tidak lagi bekerja pada siwon. Mereka pulang dengan wajah gembira karna Nyonya Choi memberi mereka bonus yang sangat banyak.

-oOo-

2nd january 2012

“Apa kau gugup?”

“ne oppa…”

“memangnya waktu menikah dengan siwon kemarin kau tidak gugup?”
“ya mwoya.. aku bahkan tidak tertarik padanya..”

“hey, gomawo Ji eun~ah.. kau rela membantuku mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku walau kau harus bersama dengannya selama 3 tahun..”

“ne.. itulah bukti cintaku oppa.. kau tidak tau kan seberapa jijiknya aku saat dia memelukku dan menciumku..”

“arra arra, aku tidak mau mendengarnya lagi.. membuat hatiku panas.. tapi sebentar lagi kau akan jadi istriku! Aku janji akan membahagiakanmu..”

“ya! oppa, berjanjilah didepan pendeta dan Tuhan.. bukan didepanku!”. Bisik Ji eun sesaat sebelum mereka berdiri didepan altar. Ini kali kedua Ji eun berada didepan altar. Tapi perasaannya jauh berbeda. Saat dengan siwon iya hanya berakting agar terlihat gugup dan mengingat betapa muaknya dia melihat wajah siwon malam itu. Untung semuanya sudah berakhir dan dia bisa kembali pada pria yang sudah dicintainya selama 5 tahun itu. Pria yang menyelamatkannya saat dia akan bunuh diri karna ditinggal mati oleh kedua orang tuanya yang tewas dalam kecelakaan. Pria itu membagi jatah makan siangnya padahal dia sendiri terlihat sangat kurus dan kelaparan. Lama-kelamaan pria itu menceritakan kenapa hidupnya jadi seperti itu. Dan dari situlah dia merasa simpati dan setuju untuk membantunya mengambil apa yang seharusnya menjadi miliknya sekaligus membalas dendam atas kematian ayah dan kakak kekasihnya itu. Ibunya sendiri sudah meninggal lama karna sakit keras. ji eun merasa menemukan banyak kesamaan pada dirinya dan pada pria yang menjadi harapan hidupnya itu. Jadi setelah 2 tahun mencari tau tentang keluarga pembunuh ayah dan adik pacarnya itu, dia memutuskan untuk ikut bermain dalam drama dramatikal ini. Berpura-pura menjadi wanita seksi dan anggun. Bersusah payah berlatih memakai high heels, belajar berdandan hingga table manner. Semua dilakukan agar anak si penguasa tunggal Choi jatuh hati padanya. Dan berhasil. Dia menahan rasa jijiknya tiap kali melihat siwon bergaya ini dan itu padahal apa yang dimilikinya semuanya adalah milik orang lain. Ji eun selalu menangis dan mencuci bibir atau mencuci tubuhnya setiap siwon selesai memeluk atau menciumnya. Dia hanya perlu kekasih sejatinya ini untuk menenangkan hatinya. Berulang kali pria ini menyuruhnya berhenti saja bila tidak tahan, tapi Ji eun tidak mau. Rasanya kebenciannya pada siwon jauh lebih besar. Hingga saat yang paling berharga kemarin saat dia melihat siwon mati ditangannya sendiri. Sungguh lega. Terbayar 3 tahun pengorbanannya. Dan sekarang dia bisa kembali menjalani kehidupan yang seharusnya dengan pria yang sangat dicintainya.

“ Cho Kyuhyun, bersediakah kau menerima Song Ji eun sebagai istrimu, menerima segala kekurangannya dan setia padanya sampai maut memisahkan?” tanya pendeta bermata sipit itu.

“ aku bersedia. Sungguh sangat bersedia menerima Song Ji eun sebagai satu-satunya istriku tanpa melihat kekurangannya dan aku berjanji akan membahagiakannya sampai ajal menjemputku”

“dan Song Ji Eun, apa kau juga bersedia menerima Cho Kyuhyun sebagai suamimu dan berjanji untuk menghormati dan patuh padanya, menjadi sandaran baginya dan setia padanya sampai akhir hidupmu?”

Ji eun tak kuasa menahan air matanya yang mulai jatuh membasahi pipinya. Bisa dilihatnya kyuhyun mengatakan “uljima” tanpa mengeluarkan suara lalu memberinya sebuah senyuman yang selalu mampu menenangkannya.

“aku bersedia. Aku sangat bersedia menjadi istrinya yang akan terus menghormatinya, melayaninya dan menjadi tempatnya bersandar dalam duka maupun suka hingga akhir hidupku”

Tidak ada tepuk tangan riuh. Tidak ada tamu. Hanya beberapa biarawati yang ikut menyaksikan pernikahan ini.

“asal kau tau, sangat susah mencari pendeta berdarah korea dinegara Eiffel ini”. ucap kyuhyun. Jiny mencairkan seluruh harta yang diberikan siwon. Juga menjual rumah mewah itu. Dia dan kyuhyun pindah kewarganegaraan dan menetap di Paris. Hidup bahagia dan kaya raya.

-oOo-

END

4 thoughts on “Trouble Maker

  1. tuhkan benar ffnya daebak..
    Bagus2 thor..
    Wah trnyata ji eun yg bunuh siwon. Pertmanya aku kira ji eun bakal am siwon eh trnyta ama kyu..
    Hehehe..
    Kasian siwonnya mati.. Tragis ya thor ceritanya tapi bener lho kreatif ..
    Hehehe

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s