The Sweet Melodies [part 2]

Author                      : AlexaHan

Main cast                 : Lee Dong Hae, Han Yuri

Rating                       : PG 13

Length                       : Chapters

Genre                        : Romance

Happy  reading….ditunggu selalu commentnya….^^

The Sweet Melodies part 2

#backsound – 4minute (making love)

Saat dihalte bus, orang sudah banyak naik dan akibatnya mereka tidak mendapat tempat duduk. Didalam bus sangat berdesakkan. Badan Yuri yang kecil tersenggol-senggol oleh yang lain. Donghae menarik Yuri kedepannya dan berusaha melindungi Yuri dengan badannya agar tidak tersenggol oleh yang lain. Mereka sangat dekat satu sama lain sampai-sampai Yuri bisa mendengar detak jantung Donghae atau lebih pantas dibilang mereka dekat seperti orang yang sedang berpelukan. Mereka berdua terlihat kikuk satu sama lain tapi ini lebih baik ketimbang harus ditabrak sana-sini. Beberapa saat kemudian banyak penumpang turun lalu Yuri dan Donghae mendapat tempat duduk. Yuri duduk disebelah jendela dan Donghae disebelahnya.

Bus mengerem tiba-tiba dan Donghae langsung merentangkan tangannya didepan Yuri  untuk menahan supaya Yuri tidak jatuh kedepan. Yuri menundukkan kepala seraya berterima kasih. Diperhentian berikutnya ada seorang nenek tua yang naik dan bingung mencari tempat duduk. Yuri melihat Donghae dengan tatapan “mengalahlah pada yang lebih tua” lalu Donghae berkata “baiklah aku mengerti maksudmu” lalu berdiri dan membantu nenek tersebut duduk. Yuri tersenyum manis.

“pacarmu baik sekali. Cocok dengan gadis manis sepertimu” kata sang nenek pada Yuri

“apa?” Yuri kaget lalu tiba-tiba Donghae berkata

“dia manis kan nek?”

“iya sangat manis. Kalian sangat cocok”

Yuri menatap Donghae dengan tatapan “apa-apaan kamu ini?”, Donghae hanya tersenyum. Yuri merasa akrab dengan senyuman tersebut.

Akhirnya sampai diperhentian yang menuju sekolah Yuri. Dia turun dan Donghae memperhatikannya sampai bus pergi.

Disekolah, Yuri berusaha mengingat masa lalunya. Apa benar dia pernah bertemu Donghae.

“aaa……dia oppa yang memberiku permen dan sapu tangan saat di RS” Yuri tersenyum mengingat hal tersebut.

Dirumah

Yuri memegang biolanya dan sangat ingin memainkannya tapi dia teringat kata-kata Donghae yang melarangnya main biola dirumah tersebut. Yuri hanya duduk dan merebahkan kepalanya sambil memandang daun-daun yang terbang diluar dari dalam rumah. Terang saja keadaan luar terlihat karena dindingnya berupa kaca. Yuri mengenakan headset dan memutar lagu Beast – Fiction dan tak sadar dia tertidur karena alunan lagu dan tiupan angin yang sangat sejuk.

Donghae masuk kerumah dan menerima sms dari ayahnya yang memberitahu bahwa ayahnya akan keluar kota selama 3 hari dan menyuruhnya menjaga Yuri.

Saat melewati ruang keluarga, Donghae melihat Yuri disitu dan menghampirinya. Dilihatnya Yuri tidur dengan tenang lalu dia berjalan kekamarnya dan berganti baju. Donghae mengganti mantel tebalnya dengan kemeja putih polos lalu dia turun kebawah dengan membawa sebuah selimut. Yuri masih tertidur. Donghae memakaikan selimut pada Yuri lalu memperhatikan wajahnya yang sedang tidur.

“ternyata adik kecil itu sekarang jauh lebih manis” Donghae tersenyum manis dan menyentuh pipi Yuri yang merah kedinginan terkena angin.

1 jam sudah Yuri tidur tapi dia tidak sadar ada yang sedang memandanginya bahkan mengambil fotonya. Tiba-tiba MP3 Yuri berganti lagu ke lagu yang beat dan membuat Yuri terbangun.

“sudah bangun?”

Yuri kaget sampai terjatuh dari kursi

“hey………..kau tidak apa-apa?” Donghae  menolong Yuri bangun

“sejak kapan oppa disini?”

“cukup lama untuk melihat mu tidur”

“ya ampun memalukan sekali” Yuri berkata pelan

“oppa………aku sudah ingat” Yuri sedikit ragu mengatakannya

“benarkah? Kalau begitu bagus, kamu bisa mengembalikan sapu tanganku”

“apa? Yang benar saja. Itu sudah 9 tahun lalu”

“kalau begitu balas dengan yang lain. Kamu tidak lapar? Ayo kita makan”

Mereka berdua menuju ruang makan.

“tapi ahjussi belum pulang”

“appaku ke luar kota”

“geuraeyo……………”

Selama makan mereka berdua tidak bicara sama sekali, Yuri berulang-ulang berpikir untuk menanyakan kenapa dia tidak boleh bermain biola tapi tidak berani.

“mau keluar? Aku bosan dirumah. Kita jalan-jalan ke Dongdaemun”

“Dongdaemun? Apa oppa mau belanja?”

“tidak. Hanya melepas rasa bosan. Bagaimana?”

“baiklah”

“kita selesaikan makan dulu”

Selesai makan mereka berdua bersiap”.

***

Sampai di Dongdaemun mereka menikmati suasana malam lalu mampir kesebuah café karena hujan. Donghae  terlihat memperhatikan ibu dan anak yang duduk diujung. Yuri memperhatikan wajah Donghae dan sepertinya ada sesuatu yang sedih dari pandanganDonghae itu. Yuri berfikir pasti karena Donghae sudah tidak punya ibu. Saat hujan berhenti, mereka memutuskan untuk pulang namun saat kembali ke tempat dia menaruh mobil, mobilnya sudah tidak ada.

“mana mobilnya?” Yuri heran karena mobilnya tiba-tiba hilang

Donghae menemukan sebuah kertas yang ternyata kertas dari polisi yang memberitahu mobilnya diderek karena parkir sembarangan. Mereka pergi kekantor polisi.

“lain kali jangan seperti itu. Anak muda jaman sekarang sembarangan sekali. Tadinya aku ingin menyita mobilmu karena saat masuk ku kira kau anak SMA. Tapi ternyata kau punya SIM. Baiklah…ini peringatan pertama, jangan diulang lagi walaupun kau tergesa-gesa ingin jalan-jalan dengan pacarmu tapi carilah dulu tempat parkir yang benar. Lihat cuaca dingin, pacarmu harus menunggu gara-gara ulahmu”

“apa?” Donghae bingung dengan polisi yang sangat cerewet ini. Baru sekali ini dia bertemu polisi yang berceramah panjang sekali.Donghae hanya bilang “ne…jeseonghamnida”

“Maaf membuatmu menunggu…….tunggu disini sebentar. Aku ambil mobilnya. Jangan kemana-mana”

Yuri mengangguk

“anak pintar” Donghae tersenyum sambil mencubit pipi Yuri

Yuri baru teringat sesuatu bahwa dia harus membeli cat air karena besok ada pelajaran melukis. Donghae belum ada jadi dia berjalan menuju toko yang dilihatnya tadi. Saat Donghae kembali, dia tidak melihat Yuri.

“kemana dia…”

#backsound – FT Island (Baby love)

Donghae kebingungan setengah mati, dia berlari keseluruh tempat mencari Yuri. Wajahnya terlihat sangat cemas. Dia mencoba menghubungi Yuri tapi tidak diangkat karena Hp Yuri tertinggal dirumah. Senangya dia saat melihat Yuri keluar dari sebuah toko. Donghae berlari kearah Yuri, hampir saja dia memeluk Yuri namun tidak jadi.

“hey………..kau tahu aku hampir mati cemas. Aku takut kau hilang”

“apa? Maaf……..aku harus membeli sesuatu dan kulihat oppa belum datang jadi aku pergi saja. Aku ingin menelpon tapi Hp ku tertinggal dirumah”

“awas lain kali begini lagi” Donghae memukul pelan kepala Yuri “kajja”

***

Sudah jam 10 malam tapi Yuri belum bisa tidur. Dia memutuskan berkeliling rumah tersebut. Yuri melihat sebuah ruangan terbuka dan masuk kedalamnya. Ternyata sebuah perpus. Disitu ada seorang pembantu yang bisa dibilang senior karena sudah bekerja selama 12 tahun. Pembantu itu sering dipanggil Jung ahjumma (Bibi Jung). Bibi itu sedang merapikan buku-buku. Yuri pun menawarkan bantuannya.

“bibi..boleh aku membantu?”

“nona……kenapa semalam ini belum tidur? Tidak usah repot-repot…sebaiknya nona istirahat saja”

“aku belum ngantuk dan sejak datang kerumah ini aku belum pernah membantu jadi izinkan aku membantu ya………..siapa tahu setelah bekerja sedikit aku jadi mengantuk”

“baiklah kalau begitu. Tapi nona hanya menyusun bukunya. Yang bertugas naik bibi”

“ne…………”

Saat menyusun buku, Yuri melihat sebuah album foto yang sepertinya sudah lama. Yuri membuka album tersebut dan dilihatnya Donghae yang masih kecil.

“Wahhh….kyeoptaaaaaaaaa” begitulah yang ada dipikiran Yuri. Namun Yuri kaget saat melihat sebuah foto 2 anak kecil yang sangat mirip. Seperti melihat Donghae menjadi 2.

“bibi…ini kenapa ada 2?” Yuri menunjuk foto tersebut

“oh ini. Tuan muda itu kembar. Yang ini tuan Donghae dan yang ini tuan Dongho”

“aku baru tahu dia punya kembaran. Lalu dimana kembarannya sekarang?”

“itu………tuan muda Dongho meninggal saat duduk dikelas 2 SMP. Nona…….sudah malam, sebaiknya nona kembali kekamar dan istirahat”

“baiklah kalau begitu. Selamat malam bibi Jung”

“kembarannya meninggal, ibunya juga. Aku tidak tahu ada begitu banyak kesedihan. Tapi……………kembarannya meninggal kenapa ya” Pertanyaan itu memenuhi pikiran Yuri sampai dia tertidur.

***

Keesokan paginya saat sarapan, Yuri tidak melihat Donghae turun.

“bibi…….kenapa Donghae oppa belum turun? Apa dia belum bangun? Jika tidak bangun sekarang dia bisa terlambat”

“hari ini hari ulang tahunnya”

“kalau begitu bagus. Tapi kenapa dia malas-malasan disaat seperti ini”

“tepat pada hari ulang tahunnya, kembaran dan ibunya meninggal. Sepertinya nona juga harus tahu soal ini. Setiap tahun, sudah rutin kalau saat hari ulang tahun, tuan muda sakit dan tidak keluar kamar sama sekali. Tidak ada yang boleh mengganggunya juga”

“tapi…………..”

“nona……….jangan khawatir…..sarapan dan pergi kesekolah seperti biasa saja ya”Yuri mengangguk.

***

Saat disekolah, pikirannya kacau. Permainan biolanya jadi tidak teratur. Guru lesnya menyuruh Yuri pulang lebih awal karena sepertinya Yuri sedang memikirkan sesuatu sehingga membuatnya tenang. Yuri berjalan pulang, langit terlihat sangat mendung.

“jika tidak keluar seharian berarti dia tidak makan juga. Sakitnya bisa tambah parah dan dia juga harus minum obat tapi kata bibi Jung tidak boleh ada yang mengganggunya. Eotheokke?………baiklah..aku hanya akan mengantar bubur dan obat lalu keluar”

Yuri membuat kan bubur untuk Donghae dan membawanya kekamar Donghae. Saat didepan pintu, Yuri bimbang mau masuk atau tidak.

“baiklah Han Yuri…kau bisa melakukannya” Yuri menyemangati dirinya sendiri

TBC…………

Comment lagi yahhhhhh ^^….

8 thoughts on “The Sweet Melodies [part 2]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s