You’re My Special Oppa

Author           : Onyunita

Main Cast     : Lee Jinki (SHINee), Park Soo Hyo (OC)

Support Cast            : Lee Taemin (SHINee),  Choi Minho (SHINee), Kim Kibum (SHINee), Krystal (fx)

Length            : Oneshot

Genre             : Alternate universe. Comedy?

Rating            :Teenager

Halohaaaaaa….mencoba cerita baru dengan menjadikan sang Leader SHINee dengan gaya yang berbeda dari biasanya (meskipun nggak yakin juga). Pokoknya bagus nggak bagus yang penting udah usaha (hahahaha). Happy reading all.. jangan lupa comment.

 

 

(Soo Hyo POV)

Kibum soensanim menutup gerbang sekolah tepat ketika aku sampai di depannya. Aku datang terlambat. Kemarin aku menonton pertandingan basket dan akhirnya aku tertidur pulas dan lupa memasang alarm.

“Seonsanim, kumohon izinkan aku masuk. Aku berjanji tidak akan terlambat lagi.”

“Menurutmu aku akan menuruti permintaanmu, Soo Hyo?”

“Aku mohon, seonsanim. Percaya padaku. Hari ini ada ujian, aku harus mengikutinya.”

“Tidak ada kompromi.”

Aku menghela nafas panjang. Aku tahu semuanya akan sia-sia. Kibum seonsanim kan orangnya sangat keras kepala. Aish, aku tidak mengikuti ujian. Aku hanya memandang ke bawah, menatap kedua sepatuku.

“Annyeonghaseo, seonsanim.” terdengar sebuah suara.

Aku mendongak. Itu Jinki oppa.

“Mengapa kamu tidak di kelas, Jinki?”

“Aku mau mengambil barang milik Choi seonsanim.”

“Cepat ambil dan kembali ke kelasmu.”

“Arraseo, seonsanim.”

Jinki oppa memandangku dan mengedipkan sebelah matanya padaku.

“Hmmm… seonsanim menghukum Soo Hyo?”

“Ne. Seperti yang kamu lihat, dia datang terlambat.”

“Aku tahu seonsanim sangat disiplin. Tapi aku sarankan untuk tidak menghukumnya.”

“Wae? Kamu berani mengatur saya?”

“Ani, seonsanim. Semua murid disini sudah mengetahui legenda mengenai Soo Hyo. Apa seonsanim tidak pernah mendengarnya?”

“Legenda? Aku tidak tahu itu.”

Jinki berbisik di telinga seonsanim, namun suaranya masih cukup keras untuk kudengar.

“Ya, Soo Hyo punya kutukan dashyat yang akan mengikuti siapapun yang mengganggunya. Aku sangat menghormatimu, seonsanim, karena itu kuberitahu hal ini. aku sarankan padamu untuk melepaskannya. Dia punya kekuatan mistik yang kuat. Orang bilang ada roh halus yang menemaninya.”

Morago? Lagi-lagi dia menghinaku. Meskipun tujuannya menolongku, tapi jangan seperti itu seharusnya. Dia adalah Jinki oppa –kakak kelas sekaligus tetanggaku. Dia memang oppa yang gila. Sebenarnya penyebab keterlambatanku adalah dia. Karena pertandingan basket yang kutonton adalah pertandingannya. Sekarang dia malah mengejekku di depan Kibum seonsanim? Dia terlalu!

“Apa itu benar, Jinki?” tanya Kibum seonsanim.

“Untuk apa aku membohongimu, seonsanim.”

“Jinki, kembali ke kelasmu dan Soo Hyo, kamu boleh masuk.”

(Author POV)

“Kamu marah padaku?” tanya Jinki pada Soo Hyo saat istirahat di kantin sekolah.

“Oppa masih mau bicara pada yeoja yang diikuti roh halus?”

Jinki tertawa keras. Soo Hyo memanyunkan bibirnya, kemudian Jinki spontan menutup mulutnya.

“Mianhae. Kamu lucu sekali.”

“Tertawalah hingga kamu puas!”

“Aku hanya ingin menolongmu. Aku tahu kamu ada ujian dan kamu terlambat karenaku.” kata Jinki dengan mulut terkatup yang menahan tawa.

“Tapi jangan dengan kata yang begitu buruk, oppa.”

“Mian. Kutraktir beli es krim ya.”

(Soo Hyo POV)

Selalu seperti itu, dia membelikanku jajanan kalau aku marah. Dia memang sudah mengenalku sejak kecil. Dia mungkin masih menganggap aku dongsaeng kecilnya, meskipun usia kami hanya terpaut setahun. Dia jugalah yang selalu menjagaku. Kami pulang dan pergi sekolah bersama. Mungkin ini pagi pertama kami tidak bersama, ya semua karena keterlambatanku.

***********

Hari ini aku pulang sendiri, tugas yang banyak itu harus kuselesaikan. Ternyata begitu menyita waktu hingga aku pulang terlambat. Sangat terlambat. Jamku menunjukkan pukul 11 dan aku masih memakai seragam.

“Aigo, yeoppo. Siapa namamu?” ada gerombolan namja menggangguku di gang komplek rumahku. Aku lupa kalau mereka selalu berkumpul di jam ini. Aku lupa meminta Jinki oppa menjemputku.

“Tolong jangan ganggu aku.” kataku setengah memelas.

“Aniyo. Kami hanya ingin berkenalan.”

Mereka mulai memegang wajahku juga tanganku. Aku takut. Di tempat ini memang rawan kejahatan.

“Andwae! Kalian jangan menyentuhnya!” teriak sebuah suara.

Aku tahu itu Jinki oppa. Aku lega dia datang tepat pada waktunya. Gomawo, oppa.

“Apa maksudmu?” tanya salah satu dari mereka.

“Yeoja ini adalah tetanggaku dan aku kenal sekali dengan dirinya. Dia mengidap penyakit aneh yang menular melalui sentuhan.”

“Mwo?” mereka masih belum mengerti.

“Iya. Orang yang menyentuhnya terlalu lama akan terkena penyakit yang menyebabkan kulitnya menjadi sangat menjijikan. Penyakit ini langka dan tidak bisa disembuhkan. Tapi, aku tidak bermaksud melarangmu, aku hanya peduli pada masa depanmu.”

Oppa! Lagi-lagi kamu menghinaku! Kamu membuatku malu selalu, oppa! Lantas kapan kamu memujiku?

“Kalau begitu, aku pulang dulu.” Kata Jinki oppa.

“Chankaman! Bawa yeoja ini bersamamu.”

(Author POV)

“Selalu begitu. Aku bosan mendengarnya, oppa.” Kata Soo Hyo.

“Mianhae, aku hanya ingin menolongmu. Rasanya tidak mungkin melawan mereka semua. Kalau aku bicara seperti tadi, mereka tidak akan menganggumu hingga kapanmu.”

“Tapi aku malu, oppa!”

“Keselamatanmu jauh lebih penting! Pabo!”

Soo Hyo terdiam. Suara Jinki dirasa terlalu keras. Dia hanya menunduk dan diam. Jinki mengusap kepala Soo Hyo.

“Mian. Aku tidak marah. Hanya saja, lain kali hubungi aku jika kamu pulang begitu larut. Kalau sampai hal buruk terjadi padamu, aku akan menghukum diriku sendiri hingga mati.”

“Arraseoyo oppa. Mianhae.”

“Sudahlah. Kajja.”

************

(Soo Hyo POV)

“Aku menyukaimu, Soo Hyo.”

Taemin, teman sekelasku mendadak menyatakan perasaanya padaku. Aku sangat terkejut. Dia tidak pernah menunjukkan sikap yang aneh padaku.

“Tapi kenapa? Kenapa aku?”

“Kenapa? Pertanyaanmu aneh, Soo Hyo. Tidak perlu alasan untuk menyukaimu.”

“Bisakah kamu memberiku waktu?”

 

(Author POV)

Pernyataan cinta dari Taemin yang dilakukan di gerbang sekolah berhasil disaksikan langsung oleh Jinki. Tapi Jinki hanya diam saja dan memandangi dari jarak yang dianggapnya cukup aman. Sepeninggal Taemin, Jinki menghampiri Soo Hyo.

“Oppa!” seru Soo Hyo semangat ketika melihat Jinki.

“Apa yang kamu lakukan? Siapa namja tadi?”

“Ani. Aku tidak mengenalnya.” Soo Hyo menunduk untuk menutupi kebohongan yang sedang dilakukannya.

“Jinja?”

“Ne. Kajja.”

(Soo Hyo POV)

Aku menarik tangan Jinki oppa ketika itu Taemin kembali lagi dan membawa sebuah boneka.

“Aku lupa memberikan ini padamu. Kumohon kamu pertimbangkan perasaanku. Aku sungguh menyukaimu.”

Taemin pergi setelah menyatakan semua itu. Jinki oppa melipat tangannya di dada dan memandangiku.

“Ani. Aku tidak mengenalnya.” Jinki oppa meniru ucapanku sambil mencibir.

Aku menunduk. Aku merasa bersalah telah berbohong padanya.

“Aku kecewa. Kamu tidak pernah berbohong padaku dan sekalinya kamu berbohong hanya demi seorang namja?”

“Mian oppa.”

Jinki oppa meninggalkanku begitu saja. Aku menunggu terus di depan gerbang tapi motornya tidak juga lewat. Dia benar-benar marah padaku.

(Author POV)

Soo Hyo menunggui Jinki yang sedang berolahraga di lapangan. Meski sesekali mata Jinki melirik Soo Hyo, tidak sekalipun Jinki menghampirinya. Soo Hyo masih bertahan di pinggir lapangan meski panas begitu terik. Tiba-tiba Taemin datang.

“Aish, ada apa lagi sih?” seru Soo Hyo.

“Jawablah pernyataan cintaku.”

“Aku hanya menganggapmu teman.”

“Hanya itu jawabanmu?”

“Lantas harus seperti apa? Kembalilah ke kelas. Bersikaplah seperti biasa.”

“Andwae! Kamu tidak boleh menolakku.”

(Soo Hyo POV)

Taemin mencengkram bahuku keras. Sakit rasanya.

“YA! Apa yang kamu lakukan. Lepaskan aku!”

“Tatap aku! Kamu yakin menolak aku?”

“Lepaskan aku!”

Tiba-tiba bola melayang mengenai kepala Taemin. Taemin melepaskan cengkramannya dan mengaduh kesakitan. Jinki oppa berjalan mendekati kami.

“Jika kamu masih mengganggunya, mungkin bukan hanya bola yang menimpa kepalamu!” bentak Jinki oppa.

Jinki oppa pergi setelah mengatakan hal itu. Bahkan dia tidak mengajakku bicara.

 

(Author POV)

“Oppa…” panggil Soo Hyo sambil berlari mengejar Jinki yang terus menjauh. Tapi Jinki sama sekali tidak merespon.

Soo Hyo berhasil mengejarnya dan memegang tangannya. Tapi Jinki malah menepisnya dengan keras.

“Apa maumu?!” bentaknya.

“Oppa.. Kamu kenapa?”

“Berkacalah!”

“Hanya untuk kebohongan kecil, kemarahanmu terlalu berlebihan, oppa!”

“Terserah!”

(Soo Hyo POV)

Aku hampir menangis ketika Jinki oppa mengabaikanku begitu saja. Aku baru tahu rasanya melihatnya marah padaku. Tapi kemarahannya sungguh tidak masuk diakal. Apa salahku? Aku bingung.

 

***********

Dua hari sudah berlalu dan Jinki oppa tidak juga mau menemuiku. Aku tidak pernah tahu bahwa rasanya sangat tidak menyenangkan. Sekarang aku juga jadi malas menghabiskan waktuku di rumah. Tidak ada teman yang bisa kuajak bicara. Jadi aku memilih untuk membaca buku di perpustakaan hingga malam hari. Seperti saat ini.

(Author POV)

Soo Hyo meninggalkan perpustakaan yang sudah hampir tutup. Tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang dan dibawa masuk ke gudang sekolah.

“Apa maumu?” Soo Hyo tampak ketakutan karena orang yang berdiri di hadapannya memakai topeng hitam.

“Tentu saja dirimu yang kumau.”

Orang itu membuka topengnya. Seorang namja.

(Soo Hyo POV)

Aku tidak mengenalnya. Tapi dia terus mendekatiku. Aku takut. Saat ini sekolah benar-benar sepi dan aku tidak akan berdaya untuk melawannya. Dia terus mendekatiku hingga aku tidak bisa mundur lagi. Aku benar-benar terpojok saat ini. Dia hanya memandangiku.

“Siapa kamu?” tanyaku dengan suara bergetar.

Dia hanya tersenyum. Dia memegangi wajahku dan mencium pipiku.

“YA! Apa maumu!”

Lagi-lagi dia hanya tersenyum dan kembali memegangi wajahku. Dia kemudian mencium bibirku. Sangat kasar. Dia memperlakukanku sangat kasar. Aku sudah berusaha meronta. Hasilnya nihil. Bahkan dia tidak mau melepaskan ciumannya. Aku hanya bisa menangis.

“Sekarang kalian tahu yeoja seperti apa Soo Hyo itu.” Tiba-tiba terdengar suara dari pintu gudang.

Namja itu melepaskan ciumannya. Aku melihat di pintu, Krystal sunbae bersama Taemin dan.. Oh tidak Jinki oppa! Apa yang harus kukatakan jika dia melihat kejadian itu. Krystal sunbae memang sudah lama membenciku karena dia menyukai Jinki oppa. Tapi dengan adanya kejadian ini, dia semakin bebas untuk memfitnahku karena aku memang tidak bisa membela diriku. Posisiku benar-benar tidak menguntungkanku.

“Taemin, kamu masih mau menyukai dia yang bahkan mau melakukan hal menjijikan seperti itu di gudang sekolah?” tanya Krystal sunbae yang semakin gencar memfitnahku.

“Soo Hyo, tidak kusangka kamu adalah yeoja murahan! Jika aku tahu lebih awal, tidak mungkin aku menyukaimu!” teriak Taemin.

Aku hanya bisa mengusap airmataku. Berharap semuanya berakhir saat ini.

“Jinki, bagaimana menurutmu? Kamu masih juga mau bersamanya?” tanya Krystal lagi.

Aku terisak dan memandang Jinki oppa yang juga memandangiku. Dia hanya terdiam.

“Jinki. Bagaimana?” tanya Krystal sunbae lagi.

Plak. Jinki oppa menampar Krystal sunbae. Aku sangat terkejut.

“YA! Jinki!” teriak Krystal.

“Tidak kusangka kamu memakai cara sekotor ini!” bentak Jinki oppa.

“Apa maksudmu?!”

Jinki oppa berjalan mendekatiku. Wajahnya begitu mengkhawatirkanku. Tidak seperti awal datang. Dia mengusap airmataku. Kemudian dia kembali memandangi mataku yang sembab. Dia kemudian mengusap bibirku. Dan dia menciumku. Aku hampir mati sesak nafas ketika hal ini terjadi.

Setelah dia melepaskan ciumannya, dia memukul namja yang menciumku yang masih juga berdiri disebelahku. Kemudian dia membantuku berdiri.

“Jinki! Apa-apaan kamu! Kamu tidak jijik dengannya?!” teriak Krystal.

“TUTUP MULUTMU! Kamu adalah yeoja yang paling menjijikan!”

Dia terus menuntun langkahku hingga tepat di depan Taemin, dia menghentikan langkahnya.

“Taemin, aku sungguh kecewa dengan perasaanmu. Hanya sebesar itu rasa cintamu? Hanya karena yeoja yang kamu cintai dicium namja, kamu langsung memberi cap yeoja murahan? Kamu masih perlu banyak belajar!” ujar Jinki oppa dengan suara tinggi.

Jinki oppa terus menuntunku dan menaikkanku ke motornya. Tapi dia tidak membawaku pulang ke rumah. Dia membawaku ke sebuah tempat yang sepi.

“Redakan dulu tangismu, baru kuantar kamu pulang.” katanya tanpa ditanya.

Tanpa sadar aku memeluknya dari belakang dan menangis semakin keras. Aku sedih akan kejadian yang menimpaku sekaligus bahagia dia ada di pihakku.

“Gomawo kamu mempercayaiku, oppa.”

“Semua salahku. Mianhae.”

“Ani. Kamu tidak salah, oppa.”

Dia melepaskan tanganku yang melingkar di pinggangnya kemudian berbalik menatapku. Dia menatapku begitu dalam.

“Lihat dirimu sekarang. Begitu kacau.” katanya sambil mencubit pipiku.

“Memalukan ya oppa?”

Dia menggeleng. Mengusap kepalaku dan mencium bibirku lagi. Ini untuk kedua kalinya! Aku kembali terkejut.

“Oppa…” aku menatapnya tidak percaya.

Dia tertawa kecil.

“Aku menyesal tidak menjadi yang pertama untukmu. Entah harus berapa kali kulakukan agar aku bisa memaafkan diriku sendiri.”

Aku terdiam. Dia memang tahu aku tidak pernah berkencan sebelumnya. Dia juga pasti tahu aku belum pernah berciuman. Aku pun sangat sedih ketika ciuman pertamaku diambil oleh namja suruhan Krystal sunbae. Tapi maksud Jinki oppa apa? Apa dia menyukaiku? Ah tidak mungkin.

Dia menciumku lagi. Aku semakin tidak mengerti dengan tingkahnya.

“Tiga kali. Bisakah kamu melupakan namja itu? Anggaplah aku yang pertama untukmu.”

“Oppa….”

“Aku menyayangimu, Soo Hyo. Ani. Aku mencintaimu.”

Aku sepuluh kali lebih kaget saat mendengar kata-kata ini dibanding ketika dia menciumku.

“Selama ini berpikir kamu adalah dongsaengku. Tapi ketika Taemin menyatakan cinta padamu, hatiku sungguh panas dan kusadari aku tidak pernah menganggapmu sebagai dongsaeng. Kalau saja aku tidak bersikap sombong dan menjauh darimu, mungkin semua ini tidak akan terjadi.”

“Ini bukan salahmu, oppa.”

“Hatiku benar-benar sedih saat ini. Apalagi yang melakukan itu adalah yeoja yang kutolak cintanya. Aku hanya membuatmu susah, Soo Hyo.”

“Ani oppa. Kamu jangan bicara seperti itu.”

“Aku memang tidak berguna untukmu.”

Aku menciumnya. Tanganku benar-benar dingin saat kulakukan itu.

“Memang namja itu pertama kali menciumku. Tapi sekarang kamu adalah namja pertama yang kucium lebih dulu. Bisakah kamu tidak mempermasalahkan hal itu lagi, oppa?”

Dia tampak lega kemudian merangkulku.

“Jadi bolehkah kita lupakan kejadian hari ini?” tanyanya.

“Andwae! Meskipun ini hari buruk, tapi aku tetap bahagia. Kamu, Lee Jinki, menyatakan cintanya padaku. Bahkan menciumku sebanyak tiga kali. Sangat sayang jika kulupakan hari seindah ini.”

“Baiklah jika itu menyenangkanmu.”

Dia memelukku lagi. Aku menyadari kalau aku memang menyukainya. Sangat menyukainya.

 

****************************

Bagaimana? Pasti aneh yaaaa? Oia, fanfic ini juga ada di blog aku lho. Monggo kalau bersedia berkunjung dan menghabiskan waktu disana. Silahkan datang. Klik aja shineeisthereason.wordpress.com

8 thoughts on “You’re My Special Oppa

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s