Complicated Love [Part 1]

Author: Chaliceuxx

Main Casts: Yoon Hyera, Cho Kyuhyun, Lee Donghae

Supporting Casts: Song Soorim, Victoria Song, Lee Jonghyun

Rating: PG 15

Genre: Romance

P.S: Please download lagu Baby Good Night – Lady Jane , One Year Later – Jessica & Onew, dan Gaseum Apado – Hwanhee kalo mau baca ff ini, aku dapet feelnya pas aku lagi dengerin lagu-lagu itu soalnya  :)

Disclaimer: I own this story, except for the song lyrics, casts, and the other things, like quotes or etc.

*) Sorry for typos

P.S : FF ini menggunakan sudut pandang Yoon  Hyera (YOON HYERA SIDE/POV)

COMPLICATED LOVE

 

***

“When you fall in love, it is a temporary madness. It erupts like an earthquake, and then it subsides. And when it subsides, you have to make a decision. You have to work out whether your roots are become so entwined together that it is inconceivable that you should ever part. Because this is what love is. Love is not breathlessness, it is not excitement, it is not the desire to mate every second of the day. It is not lying awake at night imagining that he is kissing every part of your body. No… don’t blush. I am telling you some truths. For that is just being in love; which any of us can convince ourselves we are. Love itself is what is left over, when being in love has burned away.”

 

***

 

Aku mengaduk-aduk jus lemonade ku kesal. Sudah satu jam lebih aku membuang waktuku percuma dikafe ini, berharap otakku mensinyalir luapan emosiku dan menghasilkan suatu ide brilian untuk keluar dari semua permasalahan rumit ini. Aku sudah mencoba menghubungi Soorim sedari tadi, tetapi dia mengacuhkanku dan mematikan handphonenya disaat genting seperti ini. Teman macam apa dia? Oke, aku tahu ia sedang bertemu dengan kakak tirinya itu, siapalah itu? Victoria? Ah terserahlah, itu tidak penting sekarang.

Mungkin niat untuk meninju lelaki itu sudah mendarah daging di seluruh sel-sel darahku yang panas. Bisa-bisanya dia melakukan itu semua. Oke, memang aku tahu apapun tidak bisa merubah keputusan kedua orang tuaku dan si Kyuhyun bodoh itu. Keputusan orang tua adalah yang terbaik, bukan? Meskipun aku sudah mencoba segala cara yang kuanggap bisa meruntuhkan pendirian mereka secara langsung maupun tidak langsung, dari mulai penolakanku yang sudah kuterapkan dalam segala cara yang mungkin bisa dilihat dalam cara yang tidak logis sekalipun, tetap saja pada akhirnya mereka akan menyerahkanku pada lelaki satu ini. Dengan status yang menurutku mutlak sekali dan disalurkan melalui jenjang pernikahan.

Pernikahan? Bayangkan saja.

Pikiranku kembali pada aksi menjijikkan si bodoh itu tadi. Bisa-bisanya ia mengatakan hal itu didepan orang-tua kami berdua. Aku tak menyangka ia akan benar-benar pasrah menghadapi semuanya. Ia menerima perjodohan kami tanpa satu kata penolakan pun. Ekspresinya itu benar-benar meyakinkan dan kelihatan seperti tanpa penyesalan, ia seperti orang bahagia saja. Bahagia? Bahagia diatas penderitaanku tepatnya.

Sebenarnya, harus kuakui dia merupakan sosok lelaki yang lumayan sempurna secara fisik, aku pun sempat berharap aku beruntung dijodohkan dengannya. Namun pas mengetahui sifatnya yang menyebalkan itu pikiranku berubah 180 derajat. Tapi sepertinya aku merasa sangat dekat dengannya……dekat sekali, seperti pernah bertemu, ah dan bahkan lebih dari itu. Aku merasakan kenyamanan bersamanya.

Aku menggumamkan namanya kilat; Cho……Kyuhyun? Siapa dia sebenarnya?

Dan, cih! Aktingmu itu pantas diacungi jempol, Cho Kyuhyun. Kedua, senyummu itu sudah berhasil menjungkir-balikkan rotasi kehidupanku dan membuatku lupa caranya bernafas. Sial! Terlebih Tuan dan Nyonya Cho yang terus-terusan memperlakukanku bak putri melebihi perlakuan biasa untuk seorang calon menantu. Mereka benar-benar susah untuk dideskripsikan dengan kata-kata. Disisi lain, aku tidak mungkin menghancurkan semuanya yang telah apik diatur oleh keluargaku dan keluarga si bodoh itu hanya karena keegoisanku.

Baiklah Cho Kyuhyun, aku ikuti permainanmu.

***

“19 Februari? Bagaimana Hyera ya?” ujar Ahra eonni.

“Atau 27 Januari? Bagaimana? Lebih cepat lebih baik, bukan?” seru Nyonya Cho, yang diangguki oleh eomma.

Aku merespon keantusiasan mereka dengan seuntai senyuman yang tidak tulus, dan aku langsung mengedarkan pandanganku ke penjuru ruangan, berharap si bodoh itu mengerti arti dari tatapan tajamku ini. Namun, kelihatannya ia malah terlihat sibuk dengan beribu catalog untuk busana pernikahan dengan seksama. Kelihatannya ucapannya kemarin memang tidak main-main.

Setelah lumayan lama mereka semua berkutat dengan serba-serbi pernikahanku dan si bodoh itu, akhirnya 12 Januari menjadi hari yang fix pernikahanku dan Kyuhyun, begitulah kata Ahra eonnie.

Hah? Kenapa makin cepat saja sih?

Akupun hanya bisa mendengus lagi dan lagi. Berharap mereka semua mengerti ketidakniatanku untuk melaksanakan ritual paling menyenangkan mungkin bagi semua orang didunia, yang kenyataannya malah menjadi suatu hal membosankan dan tanpa gairah, menurutku. Aku berniat keluar dari ruangan ini dan mencari ketenangan diluar sebelum kurasa sebuah tangan hangat memeluk pinggangku dan meletakkan wajahnya dileherku.

“Nafas ini……”

“Mau mencoba kabur lagi, Nona Cho?”

Aku tidak tahu kapan mulainya si bodoh ini menyadari gerak-gerik malasku, dan mengetahui bahwa aku ingin kabur seenaknya seperti hari-hari sebelumnya. Dan apa tadi dia bilang? Nona Cho? You wish, Cho Kyuhyun!

“Aku bukan istrimu!”

“Beberapa minggu lagi akan. Aku benar-benar menantikan saat itu.” ujarnya pelan sambil mengeratkan pelukannya.

Yang benar saja. Baru dua hari yang lalu ia terlihat sangat cuek padaku dan sekarang ia malah bertingkah seperti ia benar-benar menginginkanku. Apa lagi sebenarnya yang ia rencanakan? Benar-benar mengganggu.

Bagus. Lagi-lagi aktingmu sempurna, Tuan Cho.”  ujarku pedas dan berniat melepaskan pelukannya.

Meskipun aku meronta, si bodoh ini tetap saja tidak mau mendengar perkataanku. Bahkan ia malah terus membuatku merinding dengan desiran nafasnya di pundakku. Dan karena perlakuannya yang menyebalkan itu, semua orang menatap kami berdua dengan decak bahagia.

“Kyu, kelihatannya kau ingin cepat-cepat memiliki Hyera.” teriak Ahra eonnie

“Tentu saja.” balasnya tanpa dosa. Ia pun mencium pipiku dan melepaskan pelukannya kemudian. Ia yang tahu akan mendapat tinju mentah dariku langsung menghindar dan pura-pura sibuk untuk memilih dekorasi pernikahan lainnya sambil menyunggingkan senyum khasnya. Senyum maut. Aku yang salah tingkah dan mati arah langsung berlari kecil kea rah orang tuaku dan pura-pura sibuk juga. Tak kusangka tubuhku menegang tadi saat ia menyentuhku, dan rasanya nyaman.

Kurasa……

“Menikah denganmu bukan ide yang buruk, Cho Kyuhyun.” gumamku dalam hati sambil menyiratkan sebuah senyuman.

Aku tersenyum…karenanya?

Ada apa denganmu, Yoon Hyera! Sadar! Cho Kyuhyun….hanya karena perlakuannya barusan saja, jantungku sudah bersusah payah bekerja dalam prosesi normal. Cho Kyuhyun kau menyebalkan!

***

“Donghae oppa!?” teriakku tak percaya.

“Ya, Hyera ya, dia benar-benar akan kembali ke Seoul. Ia merindukanmu, katanya.” seru eomma antusias.

Merindukanku? Bagaimana Donghae oppa sekarang? Apa perasaannya dulu masih bertahan dalam kurun waktu 7 tahun? Apa mungkin ia masih menungguku, seperti janjinya dulu?

“Kapan ia sampai, eomma?”

“Besok, sambut dia dengan baik Hyera ya, karena besok eomma dan appa harus bertemu dengan keluarga Kyuhyun untuk membereskan persiapan pernikahanmu kemarin, agar sempurna nanti. Kau harus membuatnya nyaman berada disini.”

Eh?!

“T..tta—pi…”

“Hyera ya, eomma juga sudah memberitahunya tentang rencana pernikahanmu. Dan, Donghae seperti takut sekali kehilanganmu, sampai bertanya pada eomma bagaimana perlakuan Kyuhyun terhadapmu.” ujar eomma dengan tawanya.

“Jadi….”

Aku tidak tahu bagaimana jadinya besok. Aku, jujur saja, belum siap untuk bertemu dengannya, 7 tahun….mamang bukan waktu yang singkat, tetapi aku tak ingin kau melihatku bersanding dengan lelaki lain, Donghae oppa. Aku tak sanggup melihat kekecewaanmu, nanti.

 

Donghae oppa, mianhae, aku menghempaskanmu lagi.

Disisi lain aku ingin menjaga perasaanmu, oppa. Namun…..kurasa, hatiku sudah menjuru kepada lelaki lain meskipun aku juga tidak terlalu yakin. Mianhae, oppa. Jeongmal mianhae.

 

***

“Bagaimana keadaanmu, Hyera ya?” kudengar sebuah suara familiar disampingku.

“Kau masih sama seperti dulu ternyata. Perbedaannya hanyalah, kau semakin cantik.” seru suara itu lagi, disertai dengan usapan lembutnya pada keningku dan pipiku.

Aku mencoba membalikkan badanku dan perlahan membuka kedua kelopak mataku. Sebuah senyuman sempurna mengembang didepanku. Senyuman yang hangat….Senyuman yang kurindukan……Senyuman…….DONGHAE OPPA!? jeritku kaget

Tanpa aba-aba aku langsung memeluknya, melampiaskan kerinduanku padanya selama ini yang dibalas oleh pelukan kedua tangannya pada punggungku yang sangat-sangat erat. Kami berpelukan dalam waktu yang cukup lama dengan rasa nyaman.

“Aku merindukanmu, Hyera ya.”

“Segalanya tentangmu.” Ucapnya lembut yang sukses membuatku hamper menitikkan air mata.

“Kau bisa membatalkannya, Hyera ya.” Ucapnya lagi, kali ini penuh penekanan. Bisa kurasakan sensasi tubuhnya yang agak menyiratkan aksen kesal, namun ia tetap menunjukkan senyumnya padaku. Aku tahu ia pasti akan mengorbankan apapun untuk memaksaku membatalkan ini semua, atau bahkan ia sendiri yang akan mengacaukan semua ini.

“Sayangnya, aku tidak bisa oppa…..a-aa…ak-ku…”

Bisa kudengar desahannya yang parau dan nafas kecewanya. Namun memang aku sudah tidak bisa berkutik lagi, mungkin jalan ini memang takdir untukku. Bahkan jika mulanya tanpa cinta.

“Tatap aku, Hyera ya.” perintahnya.

Aku tetap menunduk tanpa menghiraukan semua katanya. Aku mencoba mengalihkan diriku, menahan tangisku agar tidak pecah dan mencoba melupakan masalah pernikahanku itu.

“Oppa….” jawabku nanar

“Tatap aku!” bentaknya, agak kasar.

Aneh. Seorang Lee Donghae yang baik, beribawa dan lembut, membentakku untuk pertama kalinya hanya karena masalah ini. Jadi apa benar ia masih mempertahankan rasa cintanya untukku?

Aku tetap menunduk, tidak sanggup melihat kedua bola matanya. Tak sanggup untuk menatap ekspresi kecewanya. Namun, ia malah mendongakkan kepalaku sehingga menghadapnya menggunakan kedua telapak tangannya. Ia yang tahu tangisku mulai pecah, hanya menghapus air mataku dan memelukku lebih erat. Aku tahu ia terluka, hanya saja….aku tidak tahu, aku sepertinya mulai terkena pesona seorang Cho Kyuhyun, sampai tak bisa mengikuti kemauan Donghae oppa, untuk membatalkan segalanya. Sekarang, semua yang bisa aku ucapkan padanya hanyalah maaf. Dan kata-kata penyesalan, mungkin? Bodoh. Pertahananku untuk berkata sejujurnya yang telah kurencanakan tadi malam tetap saja gagal karena aku masih tidak tega untuk menghancurkan harapannya, walau pada akhirnya ia akan tetap terluka karenaku, karena semua ini. Aku memejamkan mataku sesaat, dan mengucapkan kata maaf tanpa melepaskan diriku dari pelukannya.

“Mianhae, oppa. Mianhae…..” jawabku pada akhirnya, dari balik dada bidangnya.

Ia hanya mengumamkan pelan kata ‘Gwenchana’ dengan nada yang tulus dan makin membuatku merasa bersalah. Aku tak tahu lagi bagaimana harus bertindak selanjutnya. Aku mati langkah.

Jadi…..hanya waktu saja yang akan menjawab semuanya. Aku percaya semuanya akan berjalan sesuai alurnya. Dan mungkin jalanku memang harus terorganisir begini. Sepertinya.

“Mianhae, oppa.” Balasku lirih kemudian

“Kau tidak perlu meminta maaf, Hyera ya. Jika kau tidak cukup bisa untuk membatalkannya, maka cepat atau lambat, aku yang akan mengambilmu darinya. Mengambil Hyera ku.” Ujarnya yang makin membuatku mengeraskan tangisanku.

Apa maksudnya? Mengambilku….dari Kyuhyun?

“Kau ingat janjiku, bukan?”

Aku hanya membalasnya dengan sebuah anggukan lemah.

“Kurasa ini saat yang tepat untuk membuktikannya.”

“Membuktikan? Membuktikan apa?”

“Diamlah.”

Kami masih berpelukan sebelum kenop pintu kamarku terbuka lebar, menampakkan wajah lelaki yang tak kuharapkan datang dalam waktu sekarang ini. Terlihat sekali amarah menggebu dalam dirinya. Ia mengepalkan tangannya dan mencecarku dengan tatapan membunuhnya. Aku yang masih berada didekapan Donghae oppa mencoba melepasnya dan menjauh, namun Donghae oppa tetap mempertahankan posisiku sebelumnya tanpa mempedulikan Kyuhyun yang sekarang sudah berjalan mendekatiku.

“Kau.” gertaknya didepan wajahku

“Ikut aku, sekarang.”

Aku yang tahu tanda-tanda ia murka, mengikuti instruksinya begitu saja tanpa menolak sedikit pun, dan bisa kurasa Donghae oppa yang masih memegang tangan kiriku keras, tidak berniat untuk melepasku pergi. Kyuhyun yang menoleh kebelakang berjalan ke arah Donghae oppa, dan mencengkeram lengannya kasar, melepaskan tanganku yang mulai memerah dari Donghae oppa.

“Menjauh dari calon istriku, atau kau akan tau akibatnya.” ucap Kyuhyun datar dan langsung menarikku sampai ke dalam mobilnya

Pikiranku masih melayang pada Donghae oppa. Aku makin merasa kalau aku ini adalah wanita yang paling jahat diseluruh jagat raya ini, menyia-nyiakan lelaki yang begitu sempurna dari sudut pandang wanita manapun didunia.

Kyuhyun yang merasa aku melamun, langsung menambah kecepatan mobilnya sampai tubuhku terguncang. Ia benar-benar nekat sekarang ini. Aku tidak tahu apa yang ia pikirkan namun sangat tersirat diwajah putihnya bahwa ia masih memendam amarah.

“Kau gila, Kyu.” teriakku sambil menengok ke arahnya.

“Bagaimana denganmu?” balasnya tak kalah emosi

“Aku hanya……”

Ia menghentikan mobilnya tiba-tiba dan membentakku.

“Hanya berduaan, berpelukan dengan oppamu itu, hah? Dikamar? Cih. Aku tak percaya ternyata kau tipe wanita seperti itu, Hyera ya.”

Apa? Dia piker aku wanita macam apa? Wanita murahan? Aku benar-benar manusia yang tolol. Bagaimana bisa aku merasakan rasa yang mulai tidak biasa terhadapnya sementara ia sendiri hanya menganggapku seorang yang hina dan tidak lebih baik dari sampah. Brengsek!

PLAK

Kutampar pipinya keras sementara mataku mulai mengeluarkan bulir air mata yang tak bisa lagi aku bendung, aku melepas seat beltku dan keluar meninggalkannya. Ia yang menyiratkan wajah tidak bersahabatnya itu, makin memacu mobilnya kencang saat aku keluar dari mobilnya. Aku piker aku sudah benar memilihnya sebagai calon suamiku dan menghancurkan harapan Donghae oppa. Tapi apa balasannya, Cho Kyuhyun? Kau sungguh biadab! Untuk apa aku meninggalkan seseorang yang benar-benar mencintaiku sementara aku malah menerima takdirku menjadi milik lelaki buruk sepertimu, Tuan Cho.

Kulangkahkan kakiku gontai dan menyeberang, mencoba menelisir kejadian hari ini sebelum decitan ban mobil mengganggu pendengaranku. Aku tidak menoleh, aku sudah tak peduli dengan apapun lagi. Tak sampai satu detik aku berjalan lagi, aku merasakan tubuhku diangkat paksa oleh sepasang tangan yang sangat kukenal teksturnya. Lelaki ini……

Ia kembali menarikku paksa ke dalam mobilnya dan memasangkan seatbelt ku tanpa lupa. Saat wajahnya menjadi begitu dekat denganku, aku hanya mengacuhkannya dan melempar pandang pada sudut lain.

“Kau..buat apa kau kembali hah? Aku membencimu!”

“Kau benar-benar buruk.”

“Kau tidak mendengarku? Apa kau memang tidak menganggapku ada?”

“Turunkan aku sekarang!”

“Cho Kyuhyun! Turunkan aku atau aku akan….Hmph!”

“YA! Hmpphh!”

Ia kembali memberhentikan mobilnya dan melumat bibirku kasar, sampai aku kesulitan bernafas. Ia menuntut lidahnya masuk ke rongga mulutku, sementara aku terus melontarkan penolakanku. Ia tetap menguasai kendali bibirku dan iapun menggigit bibirku sampai kurasa bibirku terluka, mengeluarkan darah yang terus ia kecup, tanpa dilepas meskipun ia sudah melukaiku.

Aku tetap mencoba untuk mendorong tubuhnya menjauh, namun ia terus memegangi tengkukku keras sampai aku tidak bisa lagi melawannya. Setelah aku mengeluarkan air mataku lagi, barulah ia melepas ciumannya itu dan menatapku intens.

Ia mencoba menghapus air mataku dengan tangannya yang langsung aku balas dengan tepisan kasar. Ia yang kutahu sangat benci penolakan, malah makin mendekatkan wajahnya kearahku dan berhenti ketika wajahnya sudah dalam jarak yang bisa membuatku sesak nafas, jarak yang sangat dekat dan membuatku gila.

“Cho Hyera, berjanjilah padaku jangan pernah berdekatan dengan pria manapun.”

Aku terdiam.

“Dan soal kata-kataku tadi……” ia mendesah, kelihatan sekali ia menyesalinya.

“Aku tak bermaksud. Sungguh. Hyera ya, mianhae.”

Mianhae? Apa itu semua terbayar dengan kata maafmu? Tch.

Aku tetap terdiam sampai ia memegangi bibirku yang terluka karenanya tadi. Tanganku yang ingin menepis tangan indahnya itu, digenggamnya keras hingga aku tidak bisa berkutik lagi.

Ia kembali berbicara, dan tatapannya berubah menjadi lembut.

“Aku melukaimu. Mianhae.”

“Kau……” ucapku ingin marah lagi, namun aku pikir semuanya akan sia-sia juga pada akhirnya.

Aku menjauhkan tangannya yang masih menggenggam tanganku dan aku pun menyentuh bagian bibirku yang masih perih. Ia yang melihatku meringis menahan sakit pun menyingkirkan tanganku dari bibirku sendiri dan ia kembali melumat bibirku sambil kurasa darah yang tadi mengalir benar-benar hilang.

“Mianhae….” Ucapnya lagi.

Entah sudah beberapa kata maaf ia lontarkan padaku atas kejadian ini. Sekarang ia pun bukannya menjalankan mobilnya dan malah menatapku seolah ia ingin menerkamku hidup-hidup.

“Apa yang kau lakukan?”

“Menunggumu tersenyum.”

“Apa!?”

“Aku akan menunggumu tersenyum baru aku akan tenang.”

“Kau….”

“Baiklah, Cho Hyera. Mianhae, aku membuatmu kesal lagi.”

“Sudah kubilang aku bukan istrimu!” ucapku meninggi.

“ 5 hari lagi, akan.”

“Dan perihal kau akan membatalkan pernikahan kita, jangan harap. Aku tidak akan membiarkannya.” Lanjutnya yang disertai dengan senyuman khasnya

Aku terdiam lagi. Apa yang terjadi dengannya? Cepat sekali moodnya berubah, dan tentang kejadian hari ini? Ia menciumku? First kissku! Dan kesannya yang sangat buruk! First kiss yang kuidamkan dengan lelaki yang kucintai dan ditempat impian hancur hanya karena si bodoh Kyuhyun itu, eung…first kiss yang disertai dengan darah? Cho Kyuhyun bodoh!

***

“Besok kau menikah.”

“Mmm”

“Bagaimana perasaanmu?”

“Aku tak tahu oppa, hanya saja, menikah dengannya…kurasa itu akan menyenangkan.”

“Aku bisa membuatmu bahagia, Hyera ya, bukan hanya senang.”

“Oppa….”

“Arraseo. Tapi jangan heran kalau aku masih akan merebutmu, cepat atau lambat.”

Aku mendesah pelan. Mengatur nafas. Kurasa percuma saja menjelaskan apapun pada Donghae oppa sekarang. Ia akan tetap berdiri pada prinsipnya.

Andai saja aku bisa untuk memilih, aku juga tidak mau menyakitimu, oppa.

 

***

 

Aku masih mondar-mandir diruang ini, dan memandangi diriku sekarang dengan balutan gaun mewah ini. Ya, akhirnya tiba. Hari aku dan si bodoh Kyuhyun itu menikah. Kuharap semuanya akan baik-baik saja. Dan Donghae oppa….ia sudah bersikeras tidak akan datang, meskipun perasaanku mengatakan ia tetap dating meskipun aku belum melihat batang hidungnya dari pagi tadi.

Apa aku yang salah, atau hatiku? Meskipun ia sudah begitu baik terhadapku, perasaanku tetap tidak berpihak padanya. Disatu sisi, aku hanya menginginkan relasi antara aku dan Donghae oppa hanya sebatas oppa dan dongsaengnya semata, tapi ternyata ia menginginkan hubungan yang lebih, sejujurnya aku mencintainya, hanya saja…mencintai dalam konteks berbeda. Entahlah, disaat ini aku hanya bisa membiarkan semuanya begini, tak mungkin juga jika aku harus membatalkan semuanya hanya karena aku ingin menjaga hati Donghae oppa, sementara sekarang semua pikiranku dan perasaanku sudah tersita untuk calon suamiku yang bodoh itu.

Jika ada yang mengatakan aku dan Kyuhyun sekarang hanya menikah karena paksaan orang tua, tapi aku yakin suatu saat ia akan menjadi satu-satunya lelaki yang benar-benar sebanding untukku. Aku juga tak tahu mengapa….tapi, jujur saja, penolakanku dulu sepertinya menjadi bumerang tajam untukku sendiri.

Eh? Aku mulai mencintainya?

Mungkin aku harus menjalani ini semua seperti cara Kyuhyun, seperti yang ia bilang; cepat atau lambat aku juga akan larut dalamnya, benar. Dan sekarang aku menentukan semuanya mengikuti hatiku, bukan egoku maupun pikiranku lagi.

Kata hati takkan pernah bohong, bukankah begitu?

 

***

 

Sinar matahari pagi yang menembus tirai kamar ini mengganggu aktivitas tidur nyenyakku. Tetapi, kurasa ini bukan kamarku, kamar yang sangat boyish dengan banyak PSP dan laptop serta gadget lainnya di meja persegi disudut ruangan serta wangi ini…..wangi yang begitu kukenal….tapi ini pasti bukan kamarku, “gumamku pelan, setengah sadar

“Kau sudah bangun, Hyera ku? Bagaimana tidurmu? Nyenyakkah?” seru seseorang

“Ya…tentu saja.”

Baik. Tunggu dulu. Suara seseorang? Lelaki?!

Aku mulai berpikiran yang tidak-tidak sebelum seorang yang sangat kukenal tersenyum dan berjalan ke arah tempat tidurku.

“Kau…aku….bagaimana bisa?”

“Jangan berspekulasi macam-macam. Aku hanya tidur sekamar denganmu bukan berarti aku menidurimu, Cho Hyera.”

“Harus kubilang berapa kali, aku bukan istrimu!”

Ia hanya menyeringai dan mendekatiku, “Kau lupa? Semalam kau resmi menjadi istriku.”

“Dan sebenarnya tadi malam aku sudah sangat ingin menidurimu, namun karena kulihat wajah lelahmu, maka aku membiarkanmu tidur. Bukankah aku seorang suami yang sangat baik, Hyera ya?”

“Apa kau bilang?”

Baik. Aku baru sadar sepenuhnya dan memang benar, orang tuaku dan Kyuhyun sudah merencanakan semua ini. Mereka semua sudah mengunci kamar ini dari luar dan astaga…apa ini yang kupakai, Cho Kyuhyun!? Lingerie?

Argh. Sebenarnya apa yang sudah terjadi. Jujur saja aku agak lupa.

“Ya, Cho Hyera, apa kau berniat menggodaku semalam?”

“Tubuhmu benar-benar menggodaku, kau tahu?” lanjutnya

“Dan pakaianmu itu….”

“Ah…aku benar-benar gila.”

“Jangan pernah menggunakannya lagi jika kau tidak mau aku menerkammu.”

“YA!”

“Aku tahu, Cho Hyera. Bangun dan mandilah. Apa perlu aku memandikanmu? Hm?”

“Diam kau, Cho Kyuhyun!”

Bisa kudengar tawa bahagianya saat ia melenggang entah kemana, dan akupun memandangi kamar ini. Lumayan juga,  kamar ini luas tetapi sudah diisi oleh banyak barang-barang sibodoh itu, apa ini? PSP? Seperti anak kecil saja! Dan kenapa ya, aku lupa dengan semalam. Bahkan aku tidak mengingat aku memakai baju macam ini. Aku pun berniat berlari kedalam akmar mandi sebelum si bodoh itu kembali dan melihatku begini. Tiba-tiba saja kulihat ada sebuah note tempel di pojok lampu kamar ini.

Hyera ya, Kyuhyun ah, beri aku keponakan secepatnya.

Dan Hyera ya, maafkan aku. Aku yang telah memberimu obat tidur dan menganti bajumu.

Fighting!

 

Dari bahasanya saja aku sudah tahu bahwa ini perbuatan Ahra eonnie, ah benar-benar!

Setelah selesai mandi, kucium wangi ramyeon dari arah dapur diapartemen ini, ramyeon? Pasti si bodoh itu yang memasak. Apa tidak ada makanan lain yang bisa ia masak selain makanan instan yang satu itu?

Aku melihatnya sekilas dan mencoba membuka kenop pintu kamar ini. Dan hasilnya benar-benar mengecewakan. Ternyata kami berdua masih dibiarkan terkunci begini dari kemarin malam. Sebenarnya apasih mau mereka? Keponakan? Cucu? Astaga, yang benar saja!

“Hyera ya, makanlah ini.” seru Kyuhyun sambil memegang sumpitnya

“Aku tidak mau mati ker—“

“Mana mungkin aku mau membiarkan istriku keracunan? Bodoh kau.” ia memotong perkataanku dengan mimik kesalnya

“Baiklah….” ujarku kemudian

Setelah selesai makan, aku yang sedari tadi kesal setengah mati karena dibiarkan terkunci begini, sudah melakukan segala hal, mulai dari mendobrak, teriak-teriak, dan meminta tolong Kyuhyun menghubungi Ahra noona dan orang tuaku, namun hasilnya nihil. Sepertinya mereka semua sudah berhasil menjalankan rencana aneh mereka dengan sempurna.

“Aish!!!!” seruku frustasi

“Sudahlah….nikmati saja. Dan berduaan denganmu ternyata mengasyikkan juga.”

“Untukku tidak.”

“Hyera ya….”

“Um?”

“Kita…”

“Eung….bagaimana kalau…”

“Cepat katakan, bodoh!” teriakku

“Kita mengikuti kemauan mereka?”

“…..”

“Kita memberi mereka keponakan dan cucu, bodoh!” sekarang dia yang berbalik menyebutku bodoh.

“ANDWAE!” balasku tak kalah kerasnya

Ia pun mendesis pelan dan mendekatiku. Aku yang berjalan mundur, berhenti seketika karena terhalang tembok. Ia menyeringai dan mendekatkan wajahnya kepadaku. Bisa kurasakan kalau nafasnya yang memburu mengikis gendang telingaku. Bersimilir di leher jenjangku.

“A….a-pa maumu?”

Ia tak menjawab, hanya tetap mendekatkan wajahnya sampai aku pasrah dan menutup mataku sekilas. Satu detik….dua detik….tiga detik….tak ada apapun yang kurasakan dibibirku. Eh sebenarnya ia sedang apasih?

“Ada sesuatu dirambutmu.”

Ngeh?!

Aku berniat menjitak kepalanya sebelum akhirnya ia meninggalkanku dalam posisi tadi dan mengambil PSP kembali, melanjutkan pekerjaan “utamanya” itu. Berburu game. Lelaki seperti ini? Pewaris utama Keluarga Besar Cho? Apa tidak salah?

Drrrrt….drrt…

Kulihat handphoneku yang bergetar diatas meja samping ranjang, aku berniat mengambilnya. Namun, ternyata si bodoh itu yang mengambil alih handphoneku duluan dan seenaknya saja membuka messageku. Kulihat wajahnya yang tadi berseri berubah muram, menunjukkan matanya yang berkeliat tajam saat melihatnya. Tangannya mengepal lagi dan ia membanting handphoneku keras ke sofa dekat ranjang.

“Ya!” kataku setengah berteriak, saat ia melakukan itu

“Hyera ya, kau milikku sekarang. Hanya milikku.”

“Kau ini bicar—“

“Ingat itu.” ujarnya masih dengan mimik muka yang seram

Apa yang dia lihat tadi? Mengapa ia tiba-tiba berubah?

Setelah ia melenggang lagi ke dekat TV, barulah aku mengambil handphoneku yang ia banting tadi.

Inbox

Click.

From : Donghae oppa

Hyera ya, kau baik-baik saja? Aku menghawatirkanmu. Hyera ya jangan khawatir, aku akan merebutmu dari sisinya. Kau…tidak diapa-apakan olehnya, kan? Hyera, cepat balas aku.  Saranghae.

Aku menutup mulutku kaget. Donghae oppa…bagaimana bisa ia mengatakan hal seperti ini. Dan berarti Kyuhyun marah karena ini? Dia cemburu? Mungkinkah?

Aku pun melihat tombol sent.

Tadi sempat kulihat Kyuhyun yang menekan keypad handphoneku, apa dia membalas sms ini?

Sent items

Click.

To : Donghae oppa

Berhenti mengganggunya. Dia milikku sekarang. Kau akan berurusan denganku kalau kau masih mengganggu kehidupan pernikahan kami.

Kyuhyun! Beraninya dia…

Kudengar langkahnya mendekati ku yang sedang sibuk melihat handphoneku. Ia hanya menunjukkan ekspresi tidak enaknya dan masih terlihat sangat terganggu karena hal tadi.

“Wae, Hyera ya? Kau menyesali itu?”

“Jika kau ingin keluar sekarang, semua sudah terlambat. Kau istriku, dan hanya milikku.”

***

TBC

Next part akan lebih panjang, karena ini baru part 1 maka aku pikir cukup 14 halaman word + 1 (buat format), hehe. Sorry kalo ceritanya flat dan biasa banget. Aku masih pemula -___-v dan maaf banget kalo masih banyak typo kata bertebaran (?) aku udah males ngedit-ngeditnya lagi :P

Tinggalin comment kalian ya, I’ll appreciate and do my best, then.

THANK YOU!!!!!

*) Nanti aku akan bikin Kyuhyun Side-nya dan kalo banyak yang comment mungkin aku juga akan buat Donghae Side-nya untuk part 1 ini, entah kelanjutan partnya bakal aku buat atau engga, liat nanti hehe. Last but not least, GOMAWO (lagi?)

21 thoughts on “Complicated Love [Part 1]

  1. s kyu geje amat,, kdang baek kdang nyremin hahahaha
    hae aneh jga, maksa amat hahahah *hae:napa gk ska??, me:maap bang bcanda kkkk

    enak ey jd hyera,,, d rbutin 2 org gnteng kkkkk

    lanjut dah,, jgn lma2 tp huahuahau

  2. wuahahahah,. bagus koq walaupun kata’a pemula tp nih cerita ringan jd baca’a gx usah trlalu ngebebanin otak psti nyambung,. hahaha
    sih hae saingan sma sih kyu krna ini cast utama’a kyu berarti yg menang kyu maaf yah hae,. wkwkwkwk

  3. Nice ff.. Suka bgt klo sosok kyu trlihat sptri laki2 misterius, yg kdg2 trlihat mncintai tp ntr dingin
    Hihihihi :p ㅋㅋㅋ

  4. aakkhhh!!! *dipentung*
    sukasukasukasukasukaaaa!!! hyera mulai suka kh ama kyu? hahahahassiikkk!!!
    cpetan bikin dede’ ;p
    nice ff! LIKE THIS! *JEMPOL GAJAH* ;)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s