Recursive (2)

Character/Pairing(s): Hyun Seung/HyunA(Trouble Maker)

Rating: R

Author: Ddanghobak

The church says the earth is flat, but I know that it is round, for I have seen the shadow on the moon, and I have more faith in a shadow than in the church. — Ferdinand Magellan

[0] [1] [2] [3] [4] [5]

__________________________________________________________________

[Delusional]

From: J.S.

To: HyunA

 

Delusional, ya, kata yang tepat untuk menggambarkanmu. Aku tidak mengerti darimana kau bisa berasumsi bahwa aku tertarik padamu ketika dalam bayanganku kau hanya seorang wanita tua jelek kesepian yang ditinggalkan keluarganya karena sifatnya yang jelek hingga akhirnya hanya bisa mencari perhatian lewat internet. Kurasa alasannya satu, kau delusional.

Apalagi yang kau bayangkan? Menjadi Presiden? Atau kau ingin debut sebagai artis Hollywood? Oh, jangan bilang kau memang merasa kau ini artis?

 

__________________________________________________________________

[Re: Delusional]

From: HyunA

To: J.S.

 

Delusi… itu caraku menyebut Tuhan sebenarnya.  Hm… mungkin itu berarti kau lebih delusional daripada aku. Meskipun aku sudah sejak lama tahu bahwa mereka yang mengaku-aku religius adalah yang paling delusional dan tidak bisa menerima kenyataan. Pihak terakhir yang bersikeras bahwa matahari mengelilingi bumi? Gereja. Pihak terakhir yang tetap mempertahankan pendapatnya bahwa bumi itu datar? Gereja. Wah, wah, bicara soal delusi.

Dan untuk mengobati imajinasimu dan agar kau bisa berimajinasi lebih baik, biar kuberi tahu bahwa aku bukan wanita tua jelek yang ditinggalkan keluarganya. Meskipun tentu saja, kau boleh meneruskan bayanganmu tentang si wanita tua jelek itu jika kau memang lebih suka pada yang peot. Seleramu, wah.

Oh, baiklah, aku mengerti sekarang. Sebenarnya kau yang seorang pria tua. Kakek-kakek perjaka? Itukah alasanmu tertarik pada wanita tua? Tapi sayang sekali kek, aku masih terlalu muda untukmu. Tapi aku punya kenalan yang bekerja di panti jompo, apa kau mau kucarikan nenek-nenek kesepian yang senasib denganmu?

 

__________________________________________________________________

[Re: Delusional]

From: J.S.

To: HyunA

 

Haruskah kau membawa-bawa Tuhan ke setiap subjek pembicaraan? Kalau kau berpikir kau bisa mempengaruhiku dengan sentimenmu pada Tuhan maka kau salah besar. Kau harus menyadari bahwa tidak semua orang punya pemikiran idiot sepertimu. Dan pada zaman itu belum ada bukti yang mencukupi untuk percaya pada teori-teori baru, bukankah skeptis itu suatu kualitas yang bagus? Atau kau selalu menelan mentah-mentah apa yang dikatakan orang padamu? Mengikuti bagaimana orang yang di depanmu, seperti barisan bebek begitu.

Dan tentang delusi, kupikir aku akan ‘menerima’ kata-katamu bahwa kau bukan nenek-nenek tua kesepian. Meskipun aku tetap tidak yakin, dan aku masih berpikir kau pasti perempuan jelek yang dijauhi teman-teman sekelasmu.

 

__________________________________________________________________

[Re: Delusional]

From: HyunA

To: J.S.

 

Teman-teman sekelas? Oh yang benar saja, jadi aku berargumen dengan seorang bocah? Pantas saja kau sangat kanak-kanakan. Nah, adik kecil, mamamu akan sangat kecewa jika tahu apa saja yang sudah kau ucapkan, jadi sebaiknya kau kembali mengerjakan pekerjaan rumahmu, oke?

 

__________________________________________________________________

[Re: Delusional]

From: J.S.

To: HyunA

 

Bagaimana ya, tante, kau bukan ibuku jadi kau tidak punya alasan untuk menasehatiku atau apapun.

 

__________________________________________________________________

__________________________________________________________________

 

Hyunah mengibaskan rambutnya dan meninggalkan notebook-nya dalam keadaan menyala. Ia melempar tubuhnya ke atas tempat tidur dan berguling-guling sambil memeluk boneka kelinci bewarna abu muda. Matanya menyipit menampakan kekesalannya, kemudian secepat emosinya naik, secepat itu juga ia kembali menampakan ekspresi biasa lagi. Sudah hampir dua tahun ia bergabung di salah satu forum dunia maya, ini bukan pertama kalinya ia adu argumen dengan orang menyebalkan di internet… Tapi ini pertama kalinya ia dipanggil macam-macam, dan meskipun maklum bahwa memang banyak orang menyebalkan di internet, ia tetap merasa agak kesal.

Perempuan itu membenamkan wajahnya ke perut bonekanya. Tangannya meraba-raba kasurnya, mencari telepon genggamnya yang berdering.

 

“Yoboseoyo…?”

“Hyunah-ah, jadwal besok digeser ke hari ini, jam sembilan malam. Jangan sampai terlambat, ok?”

“Waae…” Keluh perempuan yang dipanggil Hyunah itu sambil melempar-lempar bonekanya, “seharusnya kan hari ini aku libur…”

“Aku akan menjemputmu jam 8.”

“Tapi Jungmin-shi…”

 

“…”

Yah, Kim Jungmin!”

“…”

 

“Om-om sialan,” gerutu perempuan itu ketika hanya disambut oleh nada putus dari teleponnya. Ia kembali membenamkan wajahnya ke boneka, mengerang kesal. Ia mengangkat kepala dan menatap mata bonekat itu, cemberut.

“Harusnya hari ini kita bisa main seharian, ya tidak, Ming?” Ujarnya ke boneka kelincinya, mengelus-elus kepala boneka itu dengan sayang, “kalau tiap hari bekerja rasanya jadi benar-benar seperti pelacur, ya tidak?”

 

Hyunah berguling-guling di atas tempat tidurnya, menendang-nendang bantalnya hingga jatuh ke lantai. Baru ketika merasa lelah sendiri akhirnya ia berhenti bergerak-gerak, menatap langit-langit dan menggambar bintang dengan ujung jari telunjuknya.

 

“Mungkin si JS itu benar menyebutku begitu.”

 

24 thoughts on “Recursive (2)

  1. Jadi Hyunah kerja sbagai pelacur gitu ya? Ato ini cuma perasaan hyunah aja? Aaahhh ddanghobak jjang :D
    J.S bakal ketemu Hyunah di dunia nyata ato engga? Tapi mending ditemuin aja hihi aku suka bagian mereka adu argumen di emailnya itu, bener2 ga ada yg mau ngalah ><

  2. Aahh, author terus ini bagaimana? Hm.. Hm.. Yang katanya Hyunah jadi pelacur itu cuma perasaan dia doang kaan? Parah kalo beneran..

    Okeh, thor. Ditunggu kelanjutannya.. ^^ jiayo!

  3. udah baca dari prolog…:)
    komen-nya sekalian disini aja ya thor :D

    baca prolognya langsung keinget da vinci code. entah kenapa
    pertanyaan paling besar: kerjaannya hyuna sama hyunseung itu sebenernya apa??? o__0

    next part ditunggu thor ^^

  4. beneran deh ini FF bener-bener bikin penasaran ><
    hubungan hyuna sama hyunsung itu cuma di dunia maya aja ? terus kenapa hyuna nyebut dirinya pelacur ? beneran deh keblinger banget (?) sama ini FF.
    tapi daebak banget, penuh kejutan jadi pengen baca teruss.
    aku tunggu lanjutannya.

  5. jangan bilang hyuna beneran pelacur??? 0.0 omoo~
    tapi keren nih…
    daebak. pas buka wff udah ada aja part2. wkwk.. aku nunggu lanjutannya ;)

  6. udah baca dr prolog tapi komennya disini aja deh.suka banget adu argumen diemailnya menarik, cara penyampaiannya gampang dimengerti . suka karakternya aaah suka semuanya deh. Fighting buat selanjutnya ddanghobak =D

  7. aku…. penasaran.
    HUWAAAA~ aku suka sisi child.a si hyuna! hei, jiwa anak kecil ‘kan emang harus terus dipertahankan? #eaaaa

  8. OMO… Jd hyuna bneran placur? O.O
    *dugaan gue*

    Na baca.a ngebut min, dr prolong ampe sni. Jd komen.a sxan aja ya :D
    awal.a Na agak kurang ngerti, ini cerita temu2 uda gt aja. Menarik.
    Daaaaann, kek.a uda mulai ktauan siapa hyuna sbnar.a :)

    ayo lanjuutt, siapa J.S sbnar.a~
    Na sih curiga.a J.S itu hyunseung :P

    nde~
    Fighting Author! \(^o^)

  9. Aku yakin hyuna bukan pelacur. Bukaaan…mungkin area kerjanya aja yg emang byk laki lakinya.
    Blom ada ide crta slanjutnya bakal kayak apa?

  10. hai author. aku udh baca dari prologue nya dan baru sempet komen sekarang. sori ya.
    kata2 nya bagus. bikin penasaran dan pingin baca lagi. oke, mungkin sekarang bakal lanjut ke part [3] dan abisin ampe part [8] yg ternyata udh di posting *telat baca nya soalnya jarang ke wff lagi*

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s