[Drabble] Memories

MEMORIES

—_

Hyun Mi memandang hamparan ladang bunga lavender dibawahnya. Sekelebat kilasan-kilasan masa lalunya berputar seperti film didalam kepalanya. Choi Siwon. Nama itu terus berdengung ditelinganya. Tiba-tiba saja dia jadi merindukan ‘tunangan’-nya itu.

“Kalau kita sudah menikah nanti, kau ingin punya anak berapa?” Hyun Mi.

“Dua saja. Satu laki-laki satu perempuan,” jawab Hyun Mi sambil menjentikkan jarinya.

“Tidak seru~! Aku’kan ingin buat tim kesebelasan..” Hyun Mi memukul kepala Siwon yang dibalas dengan cengiran lebar dari tunangannya itu.

 

Matahari mulai terbenam diufuk barat. Angin malam berhembus menerpa wajah Hyun Mi, menerbangkan beberapa anak rambut Hyun Mi. Sebuah tangan terulur menyisipkan anak-anak rambut Hyun Mi kebelakang telinganya.

“Mi-ya~ Kau harus mengikat rambutmu setiap keluar rumah~” pinta Siwon dengan nada merajuk.

“Waeyo?” dahi Hyun Mi berkerut heran.

“Aku takut semua laki-laki akan terpesona jika melihat rambut cokelatmu itu terurai. Kau cantik sekali saat rambutmu terurai. Aku tidak mau kecantikan gadisku jadi konsumsi publik!” Hyun Mi terkekeh melihat raut cemburu Siwon.

“Arraseo Mr. Choi!”

 

Bulir-bulir cairan bening itu turun tanpa bisa Hyun Mi tahan. Ia tersenyum miris mengingat kenangan-kenangan indahnya bersama Choi Siwon beberapa tahun lalu. Kalau saja dia tidak memaksa Siwon datang keapartemen nya malam itu. Semua pasti tidak akan terjadi. Lagi, sebuah tangan terulur mengusap air mata yang mengalir dipipi Hyun Mi dengan ibu jarinya. Senyum tulus terukir diwajah pria itu.

“Merindukannya, eh?” Hyun Mi hanya tersenyum kecil.

“Mi-ya, tatap aku,” Hyun Mi menoleh dengan malas. Dia paling tidak suka jika acara menonton drama-nya diganggu.

“Mwo?!” sahut Hyun Mi ketus. Siwon tersenyum kecil dan mengeluarkan sebuah kotak kecil dari balik saku celananya.

Siwon menyodorkan kotak itu kehadapan Hyun Mi. Hyun Mi dengan senang hati mengambilnya, ia sangat suka hadiah.

“MW?” tanya Hyun Mi bingung melihat isi kotak itu yang ternyata sebuah kalung berbandul huruf M dan W.

“Lee Hyun Mi dan Choi Siwon..” Hyun Mi tersenyum lalu mencium pipi Siwon.

 

Angin malam yang berhembus semakin kencang membuat Hyun Mi makin merapatkan mantelnya.

“Dingin ya?” pria disebelahnya buka suara.

“Tentu saja, bodoh~” ledek Hyun Mi. Pria disebelahnya berpindah kebelakang Hyun Mi lalu memeluk Hyun Mi dari belakang.

“Bagaimana? Sudah tidak dingin lagi, kan?” tanya pria itu dengan senyum konyolnya.

“Lumayan..” Hyun Mi memegang kedua tangan Jae Hyo –nama pria itu- yang melingkar dipundaknya.

“Jae, gomawo~”

“Hm?”

“Gomawo..”

Jae Hyo meletakkan kepalanya dibahu Hyun Mi. “Untuk?”

“Selalu ada disaat aku membutuhkanmu..”

“Itu’kan sudah jadi kewajibanku,” Jae Hyo tersenyum dengan lebar saat Hyun Mi mencium pipinya kilat.

“Kenapa disitu? Aku mau disini~” rajuk Jae Hyo sambil menunjuk bibirnya.

“Nanti saja di depan altar..”

Siwonnie oppa, ini Jae Hyo. Ahn Jae Hyo. Malaikat penghibur yang kau kirim untuk menggantikanmu. Aku mencintainya sama seperti aku mencintaimu Tapi, tenang saja, aku tidak akan pernah melupakanmu, kok. Dan.. sebentar lagi kami akan menikah, aku minta restumu, ya?
Aku harap kau bahagia disana. Karena aku juga akan hidup dengan bahagia disini bersama Jae Hyo.

Saranghae yeongwonhi..

14 thoughts on “[Drabble] Memories

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s