Because Your Love [Part 3]

Tara~ Semoga gak bosen sama ff saya yang selalu bingung di tengah cerita….

Cast :

Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ]

Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs]

Kulihat Hyunji sedang mengobrol dengan Leeteuk didepan pintu kelasnya.

Aku terdiam dan melihat mereka selesai berbicara.

“Ya!! Kau cemburu lagi?” Tanya Hyerim menyenggol tubuhku. Aku melihatnya.

“Huft!! Sepertinya aku harus memendam perasaan ini.” Ujarku pelan.

Hyunji melihatku dan melambaikan tangan pada kami. Hyerim membalas lambaian tangan Hyunji dan menarik tanganku kesana. Sebenarnya aku tak ingin kesana, apalagi perasaanku sedang tak enak pada Hyunji.

“Annyeong.. Hyunji, Leeteuk” sapa Hyerim pada mereka. Leeteuk tersenyum padaku, yang membuat aku tak bisa berkutik, melihat senyumnya juga matanya.

Aku tersenyum padanya.

“M, ayo” ajak Hyunji, aduh. Dia itu, baru saja aku bertemu Leeteuk.

“Hm? Mau kemana?” Tanya Leeteuk.

“Ke Mall, ikut?” Tanya Hyunji. Ke mall? Bukankah menjenguk Kyuhyun? Aku jadi bingung.

“Aniyo.” Ujar Leeteuk.

Hyunji menarik tanganku dan Hyerim menjauh dari Leeteuk.

“Annyeong Teuk” ujarnya melambaikan tangan. Kulihat Leeteuk membalas lambaian tangan Hyunji.

“Sebenarnya mau kemana?” Tanya Inhyeong.

“Kyuhyun” jawab Hyunji. Kulajukan mobilku menuju Rumah Sakit Kyuhyun.

Sesampainya diRumah Sakit. Hyunji mencari nomor kamar Kyuhyun. Sesampainya didepan kamar Kyuhyun, Hyunji menghentikan langkahnya.

“Hm? Wae Hyunji?” tanyaku. Kulihat wajah Hyunji sedih.

“Pulang saja ya” ujarnya, lalu berjalan kembali kearah sebelumnya.

“Ya! Bukankah kau ingin bertemu dengan Kyu. Ayolah. Beranikan dirimu” ujarku memberinya semangat, aku menahan tangannya.

Kutarik Hyunji menuju depan kamar Kyuhyun.

“Buka” ujarku melihat Hyunji menghela nafas.

“Kapan-kapan saja yah. Aku sangat tak enak badan, sepertinya aku sakit Inhyeong.” Ujarnya. Hem? Sakit? Aish!! Sampai kapan Hyunji akan seperti ini? Aku menggeleng, tanda tak setuju.

Kubuka pintu kamar Kyuhyun, sedang Hyunji tepat didepannya.

Hyunji melihatku takut.

“Masuklah. Ayo!! Sudah dibukakan…” ujarku, Hyunji menggigit bibir bawahnya, lalu memberanikan diri masuk kedalam ruang rawat Kyuhyun.

Aku dan Hyerim mengikuti Hyunji dari belakang.

Kulihat, Kyuhyun cukup terkejut melihat kami datang.

“Annyeong.” Sapa Hyunji, yang akhirnya bisa mengatasi rasa gugupnya.

“Annyeong.” Ujar Kyuhyun tersenyum kecil melihat Hyunji.

“Tanya bagaimana keadaannya?” bisikku dibelakang Hyunji. Hyunji berfikir sebentar, lalu menuruti kata-kataku.

“E..Kyu, bagaimana kabarmu?” tanyanya, agak gugup, kulihat Kyuhyun juga terlihat sama. Kenapa mereka berdua sama-sama kikuk? Ah!! Cinta!!

“Em. Baik. Kau?” Tanya Kyuhyun balik. Hm, rupanya Kyuhyun sudah mulai lupa kalau Hyunji datang bersama aku dan Hyerim. Kenapa yang ditanya hanya Hyunji.

Kulihat Hyunji mengangguk. “Sama” ujarnya pelan.

Kulihat keadaan Kyuhyun, memang sedikit memprihatinkan. Kini, tubuhnya penuh dengan bekas suntikan, terlihat jelas di lengannya. Ya Tuhan, aku tak tahu seberapa sakitnya perasaan Hyunji saat melihat orang yang dicintainya sebegini parah.

Aku, Hyunji dan Hyerim saling melihat.

“Hyunji-ah, kami keluar ya” ujarku, Hyunji menahan tanganku, dia menggeleng. Aku tahu, dia tak memperbolehkan aku dan Hyerim keluar.

“Ya! Nanti kita bergantian” bujukku. Perlahan Hyunji melepaskan tangannya, aku dan Hyerim beranjak keluar.

Aku duduk di kursi panjang dekat kamar Kyuhyun. Dari sinipun, Hyunji dan Kyuhyun yang kikuk masih terlihat jelas.

“Apa tak apa-apa meninggalkannya sendirian?” Tanya Hyerim. Aku mengangguk pasti, sambil menunggu mereka membuka mulut.

Ponselku bergetar. Kuambil dikantong kemejaku.

“Special” nama itu tertera dilayar ponselku. Dari Leeteuk. Aku membuka pesan itu.

“Annyeong… apa sedang sibuk?

Sudah makan siang?”

Astaga!! Aku menunduk meredam senyum di bibirku. Aku dan Leeteuk memang berkomunikasi diam-diam, kalau ada yang tahu aku sedekat ini dengan Leeteuk, pasti bisa bahaya. Yah, pantas saja. Leeteuk itu termasuk murid terpintar di sekolah, dia juga pernah menjabat ketua jurusan 3x.

Aku membalas pesannya.

“Annyeong… aniyo.

Aku hanya sedang menunggu Hyunji.

Belum.

Kau??”

Kirim.

Aku menunggu balasan dari Leeteuk tak cukup lama.

“Oh. Hyunji? Kalian dimana?

Sama.

Aku sedang ditempat les.”

Aku membalasnya

“Di rumah sakit”

Kirim.

“Ehem!!” suara Hyerim mengagetkanku.

“Ya! Kau itu, tenanglah, ini di rumah sakit Hyerim!” ujarku ketus.

“Hm? Tenang? Itu pelan Inhyeong. Kau saja yang terlalu penutup” ujarnya.

Saat Hyerim duduk disebelahku, ponseku kembali bergetar.

“Oh. Di Rumah sakit.

Menjenguk Kyuhyun?”

“Kau bilang kalau kita di rumah sakit?” Tanya Hyerim yang melihat pesan yang kubaca, aku melihatnya dan mengangguk.

“Kalau Hyunji tahu bagaimana? Dia kan tak ingin Leeteuk tahu kalau dia menjenguk Kyuhyun!” ujar Hyerim, astaga!! Iya, aku lupa!!

“Ah… benar!! Aku lupa Hyerim. Aish!! Jangan katakan ini pada Hyunji aku mohon. Leeteuk juga tak akan menyindir Hyunji. Jebal Hyerim!!” pintaku pada Hyerim.

“Hm, bagaimana yah…” Hyerim mulai mengerjaiku. Aish!!

Aku sedikit berdebat dengan Hyerim, aku tak ingin Hyunji tahu bahwa aku sering menceritakannya kepada Leeteuk, tak heran kalau Hyunji sering sekali kesal jika bercerita denganku dan Hyerim karena Leeteuk tahu semua hal tentangnya.

 

Hyunji’s POV

Lima menit. Yah, aku bisa mengira-ngira selama lima menit aku dan Kyuhyun hanya berpandangan tanpa bisa berbicara apapun, aku bingung aku harus mengeluarkan apa dari mulutku. Aku takut kalau aku berbicara sedikit air mataku akan keluar.

“Hyunji” Kyu memulai pembicaraan. Aku melihatnya

“Ne.” jawabku singkat.

“Gumawo kau sudah menjengukku” ujarnya tatapannya seperti lelah. Aku mengangguk.

“Bagaimana keadaanmu?” tanyaku mulai berani berdiri disamping Kyuhyun yang sejak tadi sudah duduk diranjangnya.

“Lumayan membaik. Oh iya, aku ingin minta do’amu” ujarnya lagi. Hm? Do’a?

“Untuk apa?” tanyaku penasaran

“Siang ini, kemungkinan aku akan cuci darah” ujarnya, Ya Tuhan!! Cuci darah? Separah itu kah? Matanya benar-benar sayu, aku tak kuat melihatnya.

Dia benar-benar berbeda. Mana Kyuhyun yang kukenal dulu? Kyuhyun yang senang menggodaku? Aku mengehela nafasku menahan air mataku keluar.

“ne. aku pasti mendo’akanmu, setiap saat juga aku mendo’akanmu” ujarku tersenyum. Aku melihatnya tersenyum, senyum yang terlalu dipaksakan.

Aku melihat ketakutan diwajahnya.

“Hyunji… sebenarnya, aku sangat takut. Aku takut jika nanti aku tak bisa menghirup udara lagi” Kyuhyun benar-benar putus asakah? Kenapa dia berkata seperti itu? Kyu!! Aku membencimu. Kenapa kau buat aku ingin mengeluarkan air mataku.

“Ya!! Jangan bicara seperti itu, kau pasti sehat. Dokter disini kan hebat! Mereka pasti bisa menyembuhkanmu” aku memberi semangat padanya.

“Kau yakin? Aku dengar dari orang-orang yang menjalaninya, itu sangat sakit. Aku takut aku tak bisa menahanya…” Kyu menunduk. Aku tak kuat. Aku ingin mengeluarkan air mata ini. Tapi kenapa aku yang rapuh? Harusnya aku mendukungnya. Harusnya aku tegar untuk memberinya semangat.

“Ya!! Mana Kyuhyun yang kukenal dulu? Mana Cho Kyuhyun yang sangat pemberani? Kenapa sekarang jadi begini?” tanyaku aku mencoba menggodanya, tapi ternyata air mataku lebih memilih keluar. Kyuhyun tersenyum melihatku menangis.

“Ya!! Apa kau senang melihatku terus menangis?” tanyaku pelan.

“Mianhe. Jeongmal Mianhe Hyunji” ujarnya, mengusap air mataku pelan, tangannya sangat panas. Dia mengusap pipiku lembut, membuatku ingin terus mengeluarkan air mataku.

“Aniyo. Aku yang harusnya minta maaf. Harusnya aku mendukungmu, bukan seperti ini” ujarku.

Kyuhyun menarikku kedalam pelukannya, Ya Tuhan apa yang dia lakukan. Aku hanya membeku diam saat Kyuhyun menarikku.

Aku makin menangis dipelukannya, sementara Kyuhyun mendekapku kuat, suhu tubuhnya panas, panas sekali. apa karena sakitnya?

“Aku harusnya mengatakannya dari dulu. Mianhe Hyunji…” suara Kyuhyun pelan.

“Saranghae… Jongmal Saranghaeyo…” ujarnya pelan, suaranya melemah, aku sedikit terkejut mendengarnya, dia menyatakan perasaannya padaku? Ya Tuhan!! Kyuhyun, kenapa baru sekarang kau mengatakannya?

Kenapa tak dari dulu? Kenapa dulu kau buat aku menangis!!

Kenapa baru sekarang Kyu? Apa yang harus kulakukan?

“Aku tahu kau sangat membenciku saat kugoda, kau marah saat aku terus mengerjaimu. Tapi aku hanya ingin kau melihatku. Aku hanya ingin kau tahu kalau aku menyukaimu.” Akunya. Dia membuatku makin menangis, aku tak bisa berhenti menangis. Aku menerimamu apa adanya, walaupun kau sering mengerjaiku.

“Hyunji?” aku mendengar suara Yesung Oppa, kulepaskan pelukan Kyuhyun dan mengusap air mataku cepat-cepat.

“Jangan menutupi  kesedihanmu lagi. Biarkan saja semua tahu kalau kau sangat tersakiti juga” ujar Yesung Oppa menahan tanganku, aku melihat kebelakang Yesung Oppa, Ryeowook dan Eunhyuk. Eunhyuk?

 

Eunhyuk’s POV

“Oh? Itu bukankah teman Hyunji?” tanyaku saat melihat Inhyeong dan Hyerim sedang melihat serius kedalam ruangan Kyuhyun.

Yesung mendatangi mereka.

“Mana Hyunji?” tanyanya, “Didalam” jawab Hyerim.

Yesung masuk kedalam ruang rawat Kyuhyun.

“Hyunji?” sepertinya Yesung melihat Hyunji, aku dan Ryeowook mengikuti Yesung dari belakang. Kulihat Hyunji bangun dari pelukan Kyuhyun dan membelakangi Yesung, apa dia menangis?

“Dia kenapa?” bisikku pada Ryeowook, “Sedang menangis” ujar Ryeowook. Aish!! Anak ini. Aku tahu dia menangis.

“Jangan menutupi  kesedihanmu lagi. Biarkan saja semua tahu kalau kau sangat tersakiti juga” ujar Yesung berjalan ketempat Hyunjiberdiri dan menahan tangan Hyunji untuk menyeka air matanya. Hyunji melihatku dan Ryeowook, aku tersenyum padanya, namun dia tak membalas.

Suasana jadi sedikit aneh. Aku tak berani berkata apa-apa karena Ryeowook baru menceritakan sebagian kejadian.

“Aku ingin pulang” ujar Hyunji lalu berjalan keluar.

Kulihat Yesung hanya diam, kenapa tak melarang?

“Kau mengatakan pada Hyunji?” Yesung mulai berbicara pada Kyuhyun, aku keluar ruangan itu dan menemui Hyunji.

Kulihat tangis Hyunji makin menjadi di pelukan Inhyeong.

“Biar aku yang mengantarnya pulang” tawarku, Inhyeong melihatku sedikit kaget juga Hyerim.

“Tak usah, aku membawa mobil” ujar Inhyeong.

“Tapi Yesung menyuruhku mengantarkan Hyunji pulang” ujarku lagi, akhirnya Inhyeong memperbolehkanku mengantarkan Hyunji pulang, tanpa bertanya pada Yesung? Dia terlalu percaya pada orang lain.

Inhyeong dan Hyerim mengantar Hyunji kemobilku.

Kulihat dia masih sesengukan.

“Gumawo Inhyeong, Hyerim. Annyeong…” ujarku tersenyum pada mereka.

Kulihat Hyunji, masih sama saat pertama kali aku bertemu dengannya, pandanganya kosong.

“Na Eunhyuk-imnida” ucapku memperkenalkan diri. Hyunji melihat kearahku, tatapannya sayu.

Aku tersenyum, tapi dia masih tetap seperti itu.

Kujalankan mobilku tanganku merayapi DVDku, dan kuputar lagu Super Junior Trot. Aku melihatnya melirik DVDku, apa dia tertarik?

“Kau mau kuantar pulang Hyunji?” tanyaku, tak ada jawaban dari Hyunji

“Hyunji?” tanyaku sekali lagi, Hyunji menoleh.

“Terserahmu” ujarnya pelan suaranya begitu pelan dibanding suara DVDku. Hm? Terserahku? Aku manggut-manggut tanda mengerti

Kuberhentikan mobilku didepan sebuah taman bermain. Hyunji tak bereaksi.

“Ayo turun” ujarku. Aku turun dan meregangkan tubuhku.

Kutunggu Hyunji turun, tapi sepertinya dia tak ingin turun.

Kubuka pintu mobilku ditempat Hyunji duduk.

“Ayo turun, udaranya segar sekali” ajakku. Hyunji menggeleng.

“Ya!! Ayolah…” ajakku lagi, aku menarik pergelangan tangannya untuk mengikuti langkahku.

Kuajak dia berlari menuju arena permainan.

“Ppalli, kita naik ini” ajakku berjalan kesalah satu arena permainan.

Aku tak akan memaksanya kali ini, kubiarkan dia melihatku saat aku naik permainan itu. Karena berputar, aku jadi sedikit pusing dan kehilangan keseimbangan.

“Oh..” aku hampir saja jatuh. Kulirik Hyunji tersenyum melihat tingkahku. Ah!! Manis sekali saat tersenyum.

to be continued…

2 thoughts on “Because Your Love [Part 3]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s