[Drabble] Would You Marry Me?

“Onew memperhatikan seorang gadis yang tengah duduk dikursi paling pojok. Terlihat tidak suka dengan tempat bising ini. Onew menyeringai pelan sebelum menegguk segelas soju dan menghampiri gadis itu.

“Hai,” sapanya tersenyum manis. Gadis itu menoleh sebentar lalu kembali berkutat dengan ponselnya.

“Ya, ada apa?” tanyanya acuh. Onew tersenyum simpul dan mengambil posisi duduk disebelah gadis itu.

“Onew Lee..” Onew mengulurkan tangannya. Gadis itu membalas uluran tangan Onew tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya dari layar ponsel.

“Cho Seul Rin.” Jawabnya singkat. Onew mengangguk dan memanggil seorang pelayan.

“2 botol soju, kau mau pesan apa? Soju?” tawar Onew.

“Aku tidak biasa minum-minuman seperti itu.”
“Vodka satu gelas.” Lanjut gadis bernama Seul Rin itu cepat. Dahi Onew berkerut, raut wajahnya terlihat heran.

“Kalau begitu dua gelas vodka,” Onew menyeringai kecil, lagi.

“Kau tidak biasa minum soju, tapi biasa minum vodka, begitu?” Seul Rin memasukkan ponselnya kedalam saku celana jeans yang ia pakai.

“Begitulah..” Seul Rin langsung menenggak gelas berisi vodka begitu pesanannya datang.

“Kau sendirian?” tanya Onew menyodorkan gelas vodka-nya kedepan Seul Rin.

Cheers!” seru keduanya bersamaan.

“Kau?” Seul Rin balik bertanya.

Onew menggedikkan bahunya. “Begitulah..”

“Aku bertiga dengan temanku. Tapi dua-dua sudah mabuk berat sepertinya,” Seul Rin menunjuk dua orang yang duduk dimeja bartender sambil berciuman mesra. Seul Rin bergedik.

“Mungkin setelah ini mereka akan langsung ke hotel,” canda Onew yang langsung disambut tawa renyah Seul Rin.

Maybe..”

Pelan, Onew melingkar kedua tangannya dipinggang Seul Rin. Ia tersenyum penuh kemenangan ketika merasa Seul Rin tidak sadar dengan apa yang dilakukannya. Baru satu gelas, sepertinya dia sudah mabuk.. batin Onew riang. Pikiran yang ‘iya-iya’ memenuhi kepalanya.

“Tanganmu itu tidak bisa diam, ya..” sindir Seul Rin membuat Onew terkesiap. Ia sadar gadis sepertinya memang tidak akan mabuk hanya dengan segelas vodka. Onew tersenyum lebar, ia makin mengeratkan pelukannya dipinggang Seul Rin.

“Tidak apa-apa, kan?”

Gadis itu tertawa kecil. “Terserah kau,”

“Bagaimana kalau malam ini kita menonton dirumahku?” Onew menggerling nakal. Merasa tidak mau kalah Seul Rin memainkan tangannya diwajah Onew. Menelusuri setiap lekuk wajah tampannya.

“Menonton.. apa?” tanyanya lambat-lambat.

“Apa saja. Terserah kau,” tangan sebelah kanan Onew memainkan rambut panjang berwarna hitam legam milik Seul Rin.

“Tapi, aku tidak tahu ingin menonton apa..”

Jantung Seul Rin mulai berdetak tidak karuan. Semoga dentuman musik di club ini cukup untuk menyembunyikan suara detak jantungnya yang makin menggila. Onew mendekatkan wajahnya ke wajahnya Seul Rin hingga hidung mereka bersentuhan.

“Kau.. milikku..”

“Hahaha, aku milik kedua orang tuaku..”

“Tidak kau milikku Ms. Caramel,” Seul Rin terkesiap pelan. Panggilan itu, aku merindukannya.. batin Seul Rin. Tapi, dengan cepat ia menguasai ekspresinya.

“Begitukah, Mr. Cheonjae?”

“Ya, takdir berkata seperti itu.” Rayu lelaki berambut cokelat itu menyapukan satu ciuman lembut diatas bibir gadis berambut hitam legam.

Seul Rin loncat, duduk diatas pangkuan Onew. “Kau tidak merindukanku?” Onew berbisik pelan ditelinga Seul Rin, membuat gadis itu merinding dengan perbuatan tunangannya itu.

“Tentu saja aku merindukanmu, Lee Jinki..” Seul Rin tersenyum lembut.

“Na ddo..” balas Onew kembali menyapukan satu ciuman lembut di bibir Seul Rin.

“Sejak kapan kau suka minum vodka seperti ini?” Onew menggedikkan kepalanya kearah gelas vodka yang sudah kosong.

“Sejak kau memutuskan untuk pergi ke London untuk melanjutkan study-mu, dan meninggalkan aku disini..” jelas Seul Rin dengan tatapan menerawang.

“Tapi, aku sudah kembali, kan?” Onew merentangkan kedua tangannya. Seul Rin tersenyum girang dan langsung memeluk Onew. Lama. Onew menurunkan Seul Rin dari pangkuannya, lalu merogoh saku celana denim-nya, mengeluarkan sebuah kotak berwarna turquoise dengan pita hitam diatasnya

“Sejak kapan namamu berubah jadi Onew Lee?” tanya Seul Rin heran.

“Teman-temanku di London lebih suka memanggilku begitu daripada memanggilku Chase..”

“Tapi aku lebih suka nama aslimu. Lee Jinki.” Lelaki itu mengabaikan protesan gadisnya, membuka kotak berwarna turquoise yang berisi sebuah cincin berwarna perak dengan permata kecil diatasnya. Simple.

Would you marry me?”

 

END

 

Gak jelas?  Biarin :p
Emang FF saia ada yang jelas? Orang abal-abal semua xD

 

11 thoughts on “[Drabble] Would You Marry Me?

  1. Awalnya bingung sih…. tapi makin kesini AAAAAAHHH DUBU ONYU JADI ROMANTISS!!! KYAAAHHH XD XD XD
    daebak thorrr! drabble yang bagusss! thumbs upp! :D bikin sekuel doonggg :p *plak

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s