Because Your Love [Part 2]

Tara~ Semoga gak bosen sama ff saya yang selalu bingung di tengah cerita….

Cast :

Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon-Yesung, Kim Ryeowook, Lee HyukJae-Eunhyuk, Park Jungsoo-Leeteuk[SJ]

Kim Hyunji, Choi Hyerim, Park Junghye, Lee Inhyeong [OCs]

 

“Bukan itu Oppa.” Ujarnya, hm? Bukan itu? Lalu?

“Lalu kenapa menangis?” tanyaku mengangkat wajahnya.

“Tadi Ibu menelpon, katanya Ayah menemuinya lagi, dan Ayah memarahi Ibu lagi” ujarnya lalu menangis lagi.

“Sssttt.. sudahlah, tenang Hyunji… nanti biar Oppa yang bicara pada Ayah.” Ujarku aku memeluk erat Hyunji, dia benar-benar menderita karena perceraian Ayah dan Ibu.

Suara Bel rumahku berbunyi. Aku meninggalkan Hyunji yang mengusap air matanya dan membuka pintu.

Leeteuk berdiri di depan pintu.

“Annyeong…” sapanya lalu tersenyum, aku membalas senyumnya.

“Annyeong.” Ujarku.

“Hyunji ada?” tanyanya, aku menggeleng. Aku tak ingin Leeteuk tahu kalau Hyunji sering menangis.

“Kemana?” tanyanya,

“Kerumah Hyerim. Ada apa? Tumben sekali mencarinya?” tanyaku, dia memang sering kerumah, tapi tumben sekali dia tak membuat janji dengan Hyunji.

“Ah, baiklah. Kalau pulang, bilang saja aku mencarinya. Gumawo Yesung.” Pamitnya, lalu pergi.

Aku mengangguk.

Aku berbalik arah, kembali kekamar Hyunji.

Hyunji tepat didepanku.

“Kenapa bilang aku tak ada?” tanyanya, air matanya mengering di pipinya.

“Kau mau Leeteuk melihatmu dalam keadaan seperti ini?” tanyaku, aku mengelus rambutnya dan melihatnya. Hyunji menggeleng.

“Tidurlah” ujarku. Hyunji tetap diam ditempat dan menunduk.

“Hyunji, tidurlah. Besok kau harus berangkat pagi.” Kataku lagi. Tapi Hyunji tetap diam.

“Kau ingin Oppa buatkan susu?” tanyaku melihat wajahnya yang menunduk.

Hyunji mulai menggeleng. Tiba-tiba, suara tangisnya terdengar. Kenapa lagi Hyunji?

Hyunji menangis dan langsung memelukku. Ya Tuhan. Kenapa dia? Aku benar-benar tak ingin melihat dan mendengarnya menangis. Suara tangisnya sangat menyiksaku. Kurasakan dia benar-benar sakit. Tapi kenapa??

“Hyunji-ah, tenanglah… apa yang kau mau?” tanyaku berbisik sambil mengelus rambut dan punggungnya.

“Aku rindu pada Ibu…” ujarnya ditengah tangisnya. Aku memeluk Hyunji erat. Dia sekarang begitu cengeng, dia dulu memang cengeng, tapi tak secengeng ini.

“Ne. Oppa juga Rindu pada Ibu… kau ingin Oppa antar kesana?” tanyaku. Hyunji menggeleng. Dia pasti takut pada Ayah tiri kami. Dia pasti takut Ryeonggi Ajjusshi melecehkannya lagi.

“Oppa antar tidur yah…” ujarku, sambil menggendongnya menuju kamarnya.

Kutidurkan Hyunji di kasurnya, kulihat dia masih sesengukan.

Kurapikan rambut Hyunji dan kuselimuti tubuhnya. Aku turun dari tempat tidurnya.

Hyunji menahan tanganku. Aku melihatnya.

“Oppa, temani aku tidur.” Ucapnya, aku tersenyum dan naik keatas tempat tidurnya, aku berbaring dibelakang punggung Hyunji.

Kumasukkan tubuhku keselimut Hyunji.

Hyunji membalikkan tubuhnya lalu memelukku, Hyunji menenggelamkan wajahnya kepelukanku.

“Ingin Oppa nyanyikan lagu?” tanyaku, kulihat kepala Hyunji mengangguk.

“Oneureun waenji himdeulgo jichyeo
Begaereul kkeureo aneun chae honja bangane nama
Jeonhwagil majijakgeorineun naui maeumi
Wenji oneul ttara weroungeojyo…”

Kunyanyikan salah satu lagu kesukaannya ini. Kurasakan tangisnya perlahan reda, dan mulai tidur.

*****

Kulihat Hyunji keluar dari kamarnya. Matanya agak bengkak karena menangis semalam.

“Pagi nae dongsaeng” sapaku tersenyum. Hyunji tersenyum “Pagi Oppaku tersayang” ujarnya, lalu mendekatiku.

Hyunji melihat roti yang kuolesi selai, lalu mencolek selai itu.

“Eits!! Mandi dulu sana.” Suruhku. Hyunji mengangguk, dan langsung menuju kekamar mandi.

Suara Bel rumahku berbunyi. Siapa yang bertamu pagi-pagi begini? Kubuka celemekku dan segera kubuka pintu.

“Ibu!!” aku kaget saat kulihat Ibu babak belur, tubuhnya sudah sempoyongan. Aku memegangi tubuh Ibu agar tak jatuh.

“Ibu!! kenapa bisa begini?” tanyaku panic, aku membawa Ibu kedalam rumah.

Kududukan disofa dan kuambilkan Ibu minum juga es batu untuk mengobati luka Ibu. Pasti Ryeonggi Ajushi!!

Kuseka wajah Ibu dengan kain basah, Ibu meringis, pasti masih sakit. Luka itu terlihat masih basah. Darah juga keluar dari hidung Ibu.

“Mana Hyunji?” Tanya Ibu, “Sedang mandi.” Ujarku, terus menyeka darah Ibu.

“Kau sudah jauh lebih dewasa dari sebelumnya, Yesung” ujar Ibu, aku hanya tersenyum. Aku memang menyadari bagaimana susahnya mencari uang setelah lepas dari Ayah dan Ibu. Dulu aku seorang anak yang manja, karena segalanya terpenuhi, tapi sejak Ayah dan Ibu cerai, karena Ibu berselingkuh dengan namja lain. Sejak itulah, aku tak pernah lagi berurusan dengan Ibu juga Ayah, juga Hyunji yang terus menangis karena perceraian Ayah dan Ibu. Karena Hyunji jugalah aku akhirnya bisa berubah menjadi orang yang bertanggung jawab.

“Dia melakukannya lagi?” tanyaku. Aku tahu pasti yang dilakukan Ryeoggi Ajushi, dia selalu saja menyiksa Ibu saat ibu tak bisa melakukan yang diinginkannya. Ibu hanya mengangguk.

“Ibu tak apa-apa.” Ujarnya mencoba tersenyum, padahal terlihat jelas dimatanya, kesedihan itu.

“Soal Sohyun, ibu sedang membicarakan dengan orang tuanya” ujar Ibu. Sohyun lagi? Ternyata ibu masih bersikeras menjodohkanku dengan Sohyun.

“Ibu, bukannya aku menolak, tapi sepertinya Sohyun dan aku tak serasi” ujarku menolak.

“Yesung-ah, kalian itu serasi.” Ujar Ibu lagi.

“Oppa, kau meletakkan dimana?” suara Hyunji terdengar dari dalam kamarnya. Kulihat Hyunji berjalan menuju kami berdua, dia sedikit kaget dengan kedatangan Ibu, bukan kedatangannya, kondisi Ibu yang membuat Hyunji panic.

“Ibu!!” Hyunji kaget dan langsung mendatangi Ibu.

“Ibu kenapa? Kenapa begini?” tanyanya, Hyunji mengecilkan suaranya, sebenarnya dia hanya menahan air matanya agar tak jatuh. Ibu menggeleng.

“Ibu aku rindu..hiks” akhirnya dia menangis lagi. Ibu membalas pelukan Hyunji dan menenangkannya.

“Ibu, kenapa tak tinggal bersama kami saja? Aku dan Yesung Oppa sama-sama bekerja jadi, kebutuhan kita semua bisa terpenuhi…” ujarnya. Ibu menggeleng.

“Aniyo sayang…. Ibu tak bisa meninggalkan Ayah kalian sendirian.” Ujar Ibu, mengelus kepalaku.

“Atau Ayah saja yang pindah kesini?” Tanya Ibu, Hyunji menggeleng, dan langsung melepaskan pelukannya.

“Aniyo. Dia kan bukan keluarga kita” ujar Hyunji. Aku mengerti kenapa Hyunji sampai sebegitu bencinya pada Ryeonggi Ajushi.

“Ya!! Kau itu. Dia kan sudah menjadi suami Ibu. Kenapa kau selalu saja membencinya Hyunji? Memangnya kau diapakan?” Tanya Ibu. Hyunji menggeleng. Sebenarnya aku ingin sekali mengatakan apa yang sering Ryeonggi lakukan pada Hyunji. Tapi Hyunji selalu melarangku mengatakan itu, karena Hyunji tak ingin melihat Ibu makin menderita. Ryeonggi Ajusshi orang yang sangat keras, sedikit saja Ibu salah, dia pasti memukul Ibu.

“Kalau begitu, kalian harus tinggal dirumah” ajak Ibu. Hyunji kembali menggeleng.

“Ya!! Bukankah Ibu sudah baik! Kau tahu Ayah itu sangat baik. Cobalah menerimannya Hyunji” ujar Ibu. Hyunji menangis.

“Kenapa tak kembali pada Ayahku saja” ujarnya, perkataan Hyunji itu membuat Ibu naik pitam, dia memang tak ingin kalau salah satu dari anaknya menyebut nama Ayah, Ayah kandung kami.

“Hyunji-ah!! Kau itu!! Kenapa selalu membela Ayahmu yang tak bertanggung jawab itu!!” Ibu berteriak. Berteriak memang gaya marah Ibu. Setiap kali marah, selalu saja berteriak.

“Ibu. Mianhe, tapi kan Ayah sudah minta maaf pada Ibu” ujar Hyunji lagi.

“Ya!! Tapi kan tetap saja. Ayahmu itu terus saja mengungkit-ungkit masalah Ibu”

“Ibu, sudahlah. Hyunji-ah, sarapanlah. Oppa sudah buatkan susumu” aku berusaha melerai Ibu dan Hyunji.

Aku menggandeng Hyunji menuju kemeja makan.

“Sstt!! Tenanglah, jangan menangis lagi Hyunji” aku mengelus kepalanya, saat kami sudah di meja makan. Hyunji mengangguk tapi masih juga sesengukan.

Tiba-tiba aku dan Hyunji dikejutkan dengan seseorang yang menggedor pintu rumahku.

Aku dan Hyunji saling melihat. “Tak akan apa-apa” ujarku menenangkannya.

“Biarkan Ibu yang buka” ujar Ibu berdiri dan langsung membuka pintu.

Ryeonggi Ajusshi berdiri di depan pintu, wajahnya geram melihat Ibu. Ditariknya lengan Ibu.

Aku melihat Hyunji yang melihat kejadian ini. Aku sebenarnya tak ingin Hyunji melihatnya.

Aku mendatangi Ryeonggi Ajushi yang menarik paksa lengan Ibu.

Aku langsung mencengkram tangannya dan melepaskan cengkramannya dari lengan Ibu.

“YA!!! Beraninya kau!!” Ryeonggi Ajushi makin geram, tapi aku tak mungkin kalah begitu saja.

“Biarkan Ibu tinggal disini” aku mengatur emosiku agar tak meluap.

“Heh… apa urusanmu, dia sekarang istriku dan aku ber hak melakukan apapun!!” ujarnya lagi, lalu menarik tangan Ibu lagi.

Yah, dia memang suami Ibu, tapi kan aku anaknya? Mungkinkah Ibu tetap memilihnya jika dia terus bersikap seperti itu?

Ryeonggi Ajusshi melempar Ibu kedalam mobil dan menjalankan mobilnya, sedang aku,hanya bisa iba melihat Ibu diperlakukan seperti itu.

Hyunji berlari keluar rumah dan mengejar mobil Ryeonggi Ajusshi.

“Ibu!!” teriaknya, Hyunji terduduk lemas ditengah jalan. Aku berlari mendatanginya.

“Hyunji-ah…” ujarku lemas melihat Hyunji menangis.

Aku jongkok di depan Hyunji, kuseka air matanya. Aku tak bisa mengatakan apapun.

 

Hyuk Jae’s POV

Aku mengambil tasku dan langsung berlari kedalam mobil. Kulihat jam tanganku. Jam 7 lewat! Gawat!! Yang benar saja, dihari pertama sekolahku aku terlambat.

Kulajukan mobilku menuju sekolah baruku.

Aku melihat seorang yeoja menangis ditengah jalan. Hue? Kenapa?

Dan seorang namja sedang menghampirinya, aish!! Jangan bilang mereka sedang bertengkar… ckckck… sepasang kekasih yang aneh!!

Saat aku sampai sekolah sudah hampir sepi. Aku segera mencari kelas baruku.

Aku mengetuk pintu kelas itu dan menongolkan kepalaku kedalam kelas itu. Aku tersenyum pada seorang guru didepan, lalu masuk kedalam kelas itu.

“Annyeong. Mianhe, aku terlambat. Aku murid baru disini” ujarku membungkukkan 90 derajat tubuhku.

“Ne. perkenalkan dirimu.” Ujarnya, aku mengangguk.

“Annyeong. Mian kami telat” aku belum bicara, dua orang yeoja dan namja masuk kedalam kelas tersebut. Tunggu!! Itu? Bukankah itu namja yang tadi kulihat?

Dan yeoja itu? Astaga!! Kenapa bisa satu sekolah, satu kelas!!

“Ya!! Kalian ini, bukankah pelajaran sudah dimulai? Kenapa terlambat?” tanyaku.

Namja itu melihatku dengan tatapan dingin, kubalas dengan senyuman gummyku.

Dan yeoja itu, seperti tak ada orang disini, dia memasang wajah datar. Pandangannya saja tak mengarah kemana-mana, dia hanya melihat lantai dan duduk didepanku. Setelah duduk, dia melepas sesuatu dari telinganya. Hm!! Patas saja dia tak merespon. Dia memakai headset, dan saat headset itu dilepas dari telinganya, aku juga bisa mendengar lagu “Dear Mom” itu dengan jelas, keras sekali dia memutarnya.

Aku rasa aku harus memperkenalkan diri. Kuhela nafas dan kulihat murid-murid yang ada didepanku.

“Ne. Annyeong… bisa kulanjutkan perkenalanku.” Ujarku tersenyum kecil. Sepertinya teman-temanku tersenyum saja.

“Namaku, Lee Hyuk Jae, kalian bisa memanggilku Eunhyuk, atau Hyuk saja.” Ujarku tersenyum.

“Mwo? Eunhyuk?” Tanya seorang yeoja di bangku belakang. Aku mengangguk.

Aku duduk dibangku disebelah namja yang kurasa dia itu tampan, namja yang tadi terlambat.

“Annyeong…” sapaku. Dia tersenyum padaku, Ommo!! Ini perasaan apa? Yang benar saja, tapi kurasa dia memang tampan. Apalagi wajahnya saat tersenyum. Struktur wajahnya sama seperti yeoja didepan tadi. Apakah mereka saudara?

“Eunhyuk-imnida,” ujarku.

“Ne. Yesung imnida” ujarnya. Oh, namanya Yesung? Lucu.

Yesung orang yang menarik, aku mulai dekat dengannya, padahal baru satu hari aku berteman dengannya.

Saat istirahat, Yesung mengajakku makan dikantin, bersama Ryeowook.

“Oppa.” Panggil yeoja itu, pada siapa? Yesung menoleh dan mendatanginya.

Oh? Yesung.

Kudengar namanya Hyunji, yeoja yang cantik. Tapi kenapa matanya bengkak begitu?

Saat Yesung kembali, wajahnya agak suntuk.

“Waeyo?” tanyaku.

“Dia takut aku bolos” ucapnya, aku tertawa kecil, lalu merangkulnya menuju kantin.

 

Inhyeong POV

Aku keluar dari kelas, menuju kekelas Hyunji, katanya hari ini dia akan menjenguk Kyuhyun. Bibi Park juga sudah menjenguk Kyuhyun kemarin.

Kulihat Hyunji sedang mengobrol dengan Leeteuk didepan pintu kelasnya.

Aku terdiam dan melihat mereka selesai berbicara.

“Ya!! Kau cemburu lagi?” Tanya Hyerim menyenggol tubuhku. Aku melihatnya.

To be continued…

2 thoughts on “Because Your Love [Part 2]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s