I LOVE YOU [PART 3]

Author: SofianiTaengo

Cast:

– Cho Kyuhyun

– Choi Minji

– lee Donghae

– all Suju member

Genre: Friendship, Love

Yang lupa bisa liat lagi part sebelumnya :D

Prolog ]  Part 1 ]  [ Part 2  ]

==================================================================================

“Susah memang berbohong kepada orang yang kamu cintai.. Tapi lebih susah lagi jika kamu jujur kepadanya tentang sesuatu yang pahit”

***

Choi Minji POV

“Bagaimana perasaanmu pada Kyuhyun yang sebenarnya?”

Aku terpaku. Kenapa tiba-tiba Hae oppa bertanya hal ini?

“Kenapa oppa tiba-tiba bertanya hal itu?” tanyaku heran.

“Jawab saja.”

“Andwae.”

“Wae?” tanyanya heran.

“Oppa tiba-tiba menanyakan hal yang aneh tanpa alasan yang jelas” ujarku mencari alasan yang tepat.

“Aku hanya ingin sekedar tau.” Ujarnya terlihat tenang.

“Kalau begitu aku tidak mempunyai kewajiban untuk menjawab. Toh oppa taupun tidak akan terlalu penting dan berpengaruh pada oppakan?” ujarku menanggapinya dengan santai.

“Tentu saja berpengaruh Minji-ssi. Akukan menyukaimu.”

***

Aku terbangun karena udara yang masuk ke sela-sela jendela kamarku. Huwa! Gara-gara penyataan donghae oppa aku jadi tidak bisa tidur! Bagaimana mungkin dia menyatakan perasaannya padahal kami baru bertemu beberapa jam yang lalu. Apa dia sudah gila?!

Pantas saja Kyuhyun jadi bersikap aneh dan tambah tidak waras. Semua hyungnya saja begitu. Aku harus memperingatkannya untuk tidak terbawa-bawa pengaruh gila hyungnya itu.

Lalu aku bangkit dan hendak menuju ke kamar mandi saat ponselku berbunyi nyaring. Aku mendecak kesal. Siapa orang aneh yang menelfonku pagi-pagi begini?!

Dengan kesal aku mengangkat ponselku dan mengerutkan dahi. Siwon oppa?

“Yeoboseyo oppa.” Ujarku dengan nada malas.

“Yak Minji-ah! kau ada dimana sekarang?!” tanyanya terdengar panik.

“Dirumah. Wae?”

“Apa yang sudah kau lakukan pada Kyuhyun hah?!” tanyanya tambah panik.

“Mwo? Kyu… YAK! OPPA AKU LUPA!” ujarku langsung berteriak. Aku yakin siwon oppa sedang menjauhkan telinganya dari ponselnya karena aku bisa mendengar suara di sekelilingnya.

“Pokoknya kau harus menyelesaikannya sebelum dorm kami hancur! Datang kesini segera!” ujarnya dan mematikan telfon.Yak Choi Minji! Kau benar-benar dalam masalah besar.

***

Cho Kyuhyun POV

“Berhenti bersikap seperti anak kecil kyu! Kau sudah keterlaluan!” ujar Sungmin hyung dari luar kamar. Aku hanya diam di kasurku sambil memainkan PSPku dengan tidak fokus. Yeoja itu memang benar-benar cari mati! Dia tau kalau aku tidak suka menunggu, dan kemarin dia membuatku menunggu 5 jam dan dia tidak datang!

Dan sekarang aku malah jadi uring-uringan karena dia tidak menghubungiku sama sekali. Yeoja macam apa dia?!

“Yak cho kyuhyun buka pintunya! Sampai kapan kau akan bersikap seperti anak autis begini hah?!” ujar Heechul hyung sambil menggedor pintu kamarku.

“Jangan ganggu aku hyung! Pergi sana!” ujarku sambil melempar bantal ke pintu.

“Kyu! Buka pintunya!” ujar Donghae hyung. Cih! Saat ini aku malas sekali mendengar suaranya. Kemarin jelas-jelas Minji tidak mau menemuiku karena sedang sibuk dengannya. Awas saja kalau dua orang itu muncul dihadapanku, akan aku cekik mereka sampai mati!

***

Choi Minji POV

Aku tergesa-gesa menuju dorm Super Junior sampai-sampai aku lupa akan segalanya. Aku lupa membawa handphoneku dan lupa mengganti sandalku dengan sepatu. Yang aku pikirkan hanya namja itu. aku yakin dia akan mengamuk ketika aku sampai di dormnya.

Aku mengetuk pintu dorm. Lupa bahwa di sebelahku ada benda kecil yang bernama bel. Aku lebih memilih menggedor pintu dorm agar mereka semua segera membukakan pintunya untukku.

Tidak berapa lama seorang namja membukakan pintu untukku. Tubuhnya lumayan gendut dan dia menatapku heran.

“nugu?” tanyanya. Sebelum aku menjawab aku meliha hae oppa sudah ada di belakangnya.

“Ah! Minji-ssi. Kajja!” ujarnya menarikku masuk. Aku membungkuk sesaat ke arah namja yang membukakan pintu untukku.

“Ada apa ini oppa?” tanyaku pada hae oppa. Dia menyuruhku duduk.

“Saat ini benar-benar kacau! Kyuhyun marah tanpa sebab. Dia uring-uringan dan terus membanting semua benda yang bisa dia pegang. Dia juga menolak makan dari semalam dan hanya mengurung diri di kamar.” Jelasnya. Aku melotot. Ada apa dengan namja itu?!
“Itu semua karena aku oppa.” Ujarku pelan.

“Mwo?” tanyanya tidak mengerti.

“Saat kita makan kemarin, kyuhyun menelfonku dan memintaku bertemu dengannya, tapi karena aku sudah ada janji denganmu, aku malah menolaknya dan bilang bahwa aku akan datang menemuinya ketika urusanku sudah selesai. Tapi karena begitu banyak hal yang aku pikirkan, aku lupa padanya dan tidak datang. Sampai aku sadar saat siwon oppa menelfonku menanyakan apa yang terjadi.” jelasku sambil menunduk.

“Apa kau memikirkan perkataanku kemarin makanya kau jadi lupa janjimu pada kyuhyun?” tanyanya tiba-tiba. Sontak membuatku kaget. Aku menatapnya lama.

“Oppa, aku..”

“Aku tidak main-main Minji-ssi soal perkataanku kemarin. Aku sudah menyukaimu sejak pertama kali bertemu. Kuputuskan bahwa aku akan mendekatimu. Menyelidiki semua tentangmu. Hajiman, saat aku akan melakukannya, aku malah mendengar berita bahwa kau pindah sekolah. Aku..”

Brak!

Belum sempat Hae oppa menyelesaikan kata-katanya, aku mendengar suara bantingan pintu. Sontak kami berdua menoleh dan melihat Kyuhyun keluar kamar. Dia memandangku heran.

“Kenapa dia ada disini?” tanyanya dingin. Aku bangkit.

“Kyu aku..”

“Suruh dia pergi hyung. aku tidak mau melihatnya.” Ujarnya tajam.

“Kyu!” teriak donghae oppa memperingatkannya.

“Apa? Apa aku salah? dia bukan siapa-siapa disini.” Ujarnya masih terdengar dingin.

“Apa maksudmu kyu?! Dia adikku!” ujar Siwon oppa terdengar marah.

“Oh. Tapi bisakah kau bertemu dengannya tanpa memperlihatkan wajahnya padaku?Melihat wajahnya membuatku tidak berselera untuk melakukan segala hal.”  Ujarnya lagi dengan wajah tanpa dosa.

“Kyu!” bentak leeteuk oppa, “Jaga sikapmu! Bagaimanapun dia tamu!”

“Tamu tidak diundang. Untuk apa aku bersopan-sopan ria padanya?” ujarnya. Aku hanya diam ditempat melihatnya terus melontarkan kalimat-kalimat dingin dihadapanku. Yang terus menambah hatiku sakit. Tidak. Tidak hanya sakit. lebih tepatnya hatiku remuk.

“Jaga sikapmu kyu!” ujar Donghae oppa berdiri dan mendekati Kyuhyun. Tapi tanpa mengubah ekspresinya, kyuhyun hanya memandangnya dingin.

“Memangnya dia siapamu hyung sampai kau membelanya seperti itu?” tanyanya.

“Mulai hari ini.. Minji-ssi adalah kekasihku.”

***

Cho Kyuhyun POV

“Mulai hari ini..Minji-ssi adalah kekasihku.” Ujar Donghae hyung tajam. Kami semua kaget. Aku juga bisa melihat wajah Minji tersentak dan dia memandang donghae aneh. Semua member saling pandang tidak percaya.

Kalimat itu juga sontak membuatku kaget. Tapi aku tidak memperlihatkannya secara jelas dan hanya memandang mereka berdua dingin. Donghae hyung mundur dan menggenggam tangan Minji.

“Karena dia sudah menjadi kekasihku itu artinya kau harus menghormatinya. Dia tamuku. Dan aku berhak mengundangnya kesini karena ini merupakan dormku juga!” ujar Donghae hyung tegas. Aku mengernyit melihat Minji santai saja tangannya di genggam donghae hyung.

“Kalau begitu selamat. Akhirnya kalian jadian walaupun hanya satu hari bertemu. Dan hyung, aku tidak peduli walaupun dia kekasihmu. Aku tidak akan pernah bertingkah sopan kepadanya. Lagipula, bukan aku yang melanggar janji bertemu dan membuat seseorang menunggu selama 5 jam.” Ujarku dan berlalu pergi keluar sambil membanting pintu.

Melihat mereka semua benar-benar membuatku muak!

***

Choi Minji POV

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Apa maksud dari hae oppa? Aku kekasihnya?

Saat melihat Kyuhyun pergi dan  membanting pintu keras, donghae oppa menghembuskan nafas berat begitu juga member lain.

“Mianhae minji-ssi. Aku terpaksa berbohong dan mengaku-ngaku kau kekasihku.” Ujar hae oppa.

“Mwo?! Jadi kau berbgohong fishy?!” tanya Siwon oppa. Hae oppa hanya mengangguk.

“Tidak ada cara lain. Hanya itu yang bisa membuat namja keras kepala itu kapok bertingkah.” Ujar Hae oppa.

“Hajiman kau malah memperumit keadaan.” Ujar salah satu member.

“Tenang, mulai saat ini biar aku dan Minji yang menangani masalah Kyuhyun. Aku yakin dengan cara ini dia yang akan meminta maaf duluan pada kita.”

“Oppa kau yakin?” tanyaku.

“Aku sudah mengenal namja itu selama 4 tahun. Aku sangat yakin.” Ujarnya tersenyum.

Tapi aku sudah mengenalnya selama kurang lebih 15 tahun! Dan jika kyu sudah marah besar sangat sulit untuk meredakan amarahnya.

***

Aku berjalan lunglai sepanjang jalan menuju rumah. tenagaku habis sudah gara-gara mendengar hinaan namja itu. sialan! Dan bodohnya aku hanya bisa melihatnya dan tidak membalas rentetan kata-kata pedasnya itu.

“Aish Choi Minji pabo!” ujarku mengumpat.

“Minji-chan!” panggil seseorang membuatku menoleh. Aku melihat Hanna melambai padaku dan berlari mendekatiku.

“Waeyo? Kau terlihat pucat? Ada masalah?” tanyanya. Aku mengangguk.

“Biar aku tebak. Masalah dengan Cho Kyuhyun? Apa yang terjadi?”

“Panjang ceritanya.Intinya aku dan namja itu bertengkar hebat.” Ujarku sambil duduk di salah satu kursi di dekat sebuah butik.

“Bagaimana kalian bisa bertengkar? Bukannya kemarin kalian bertemu?” tanyanya heran.

“Darimana kau tau?” tanyaku bingung.

“Aku melihat Kyu oppa duduk di taman sendirian dan mengigil. Aku sempat bertanya padanya dan dia bilang dia sedang menunggumu. Kau tidak tau keadaanya saat itu. Dia begitu menyedihkan. Jelas-jelas aku melihat dia kedinginan dan berkali-kali mengusap kedua tangannya. Aku menawarkannya untuk datang ke tempatku dan menunggumu di rumahku. Tapi dia menolak dengan alasan takut kau datang dan kau tidak menemukannya. Padahal dia sudah benar-benar kedinginan.” Jelas Hanna tambah membuatku jatuh. Kyu, kedinginan hanya untuk menungguku? Aish Choi Minji! Kau benar-benar ratu tega!

“Pantas saja dia begitu marah padaku. Hanna apa yang harus aku lakukan?” tanyaku.

“Kau memangnya tidak jadi bertemu dengannya?”

“Ani. Aku ada urusan sebentar dan janji akan bertemu dengannya sampai urusanku selesai. Tapi karena aku lelah aku lupa. Ottohke? Apa yang harus aku lakukan?” tanyaku menahan tangis.

“Aish kenapa kau tidak menemui dia? Dan jelaskan apa yang terjadi.”

“Aku sudah datang ke dorm! Dan dia malah mengusirku dan mengatakan bahwa melihatku dia menjadi muak. Dan Hae oppa malah memperumit masalahnya.” Ceritaku.

“hae oppa?”

“Donghae. Kau taukan? Kau pernah cerita padaku kalau ada seorang namja yang mencariku juga bernama Lee Donghae.”

“Ah aku ingat! Memangnya dia berbuat apa?”

“Dia yang menjadikan aku tidak bertemu kyuhyun. Aku bertemu dengannya kemarin dan dia mengajakku makan malam. Dan disaat itu juga..” ujarku terhenti.

“Wae?” tanya Hanna penasaran.

“Donghae oppa tiba-tiba bilang suka padaku. Dan itu membuatku syok dan lupa akan janjiku. Dan tadi saat aku hendak menjelaskan masalahnya pada Kyuhyun dia tiba-tiba bilang bahwa aku adalah kekasihnya. Dan itu membuat Kyu tambah marah padaku!” ujarku sambil menangis.

“Aish jangan menangis Minji-chan! gwenchana.” Ujar Hanna.

“Apa yang harus aku lakukan? Kyuhyun tambah marah dan Donghae oppa malah membuatnya semakin rumit.” Ujarku.

“Harusnya kau bantah saja saat dia mengatakan bahwa kau kekasihnya.”

“Mulutku tiba-tiba kaku! Aku tidak bisa mengatakan apapun dengan benar. bahkan untuk melawan kata-kata kyuhyun saja tidak bisa!” ujarku sambil terisak. Hanna memelukku.

“Gwenchanayo. Kyuhyun pasti akan baik-baik saja. dia akan memaafkanmu dengan sendirinya.” Ujar Hanna menenangkan.

“Aku sudah berteman dengannya selama 15 tahun! Aku sangat tahu kalau dia tidak bisa sembarangan memaafkan orang! Sulit baginya untuk mempercayai seseorang, dan jika orang itu mengkhianatinya atau melanggar janji, dia akan sangat marah.” Jelasku sambil terisak.

“Aku tau Minji-chan. Aku tau. Hajiman, kau sama sekali tidak tau bagaimana sikapnya selama 4 tahun terakhir. buktinya saat kau pulang kemarin, dia hanya marah sesaat dan kembali menjadi kyuhyun yang kau kenal. Kyuhyun yang selalu melindungimu diam-diam dan selalu mengkhawatirkanmu. Dan menganggapmu berharga daripada dirinya sendiri.” Ucap Hanna membuat tangisanku berhenti. Aku memandangnya. Dia benar. Kyuhyun pasti akan memaafkanku. Lagipula ini bukan masalah besar. Aku hanya tinggal menjelaskan hal yang sebenarnya sebelum donghae oppa bertindak lebih jauh.

***

“Mwo? Tidak pulang?” tanyaku memandang siwon oppa heran.

“nae. Setelah dia marah-marah di dorm sampai hari ini dia tidak pulang. Memangnya kau tidak bertemu dengannya?” tanya siwon oppa sambil duduk di depanku.

“Sama sekali tidak. Aku tidak berani menghubunginya karena aku yakin dia tidak mau mendengarkanku. Lagipula sudah dua hari. Memangnya kalian tidak bertemu? Bagaimanapun dia harusnya datang untuk bekerja kan?” tanyaku sambil menyuap strawberry cake. Aku dan Siwon oppa memang diam-diam bertemu di sebuah cafe. kami ingin membicarakan masalah Kyuhyun.

“Dia sudah menghubungi manajer untuk cuti selama 3 hari. Padahal kami sedang sangat sibuk sekarang. dia masih saja sempat mempertahankan keegoisannya!” ujar Siwon oppa marah. Aku memegang tangannya.

“Innae oppa. Aku akan mencarinya. Aku usahakan aku akan menyelesaikan masalah ini secepat mungkin.” Ujarku. Dia menatapku.

“Kau yakin bisa mengurusnya sendiri? Setelah Donghae menambah rumit masalah kemarin kau yakin bisa menghadapinya? Tidak hanya kau saja yang sudah kenal lama dengannya. Tidak ingat bahwa aku juga sudah mengenalnya cukup lama? Dia akan sangat mengamuk. Aku takut dia.. berlaku kasar padamu.” Ujar Siwon oppa memandangku khawatir. Aku tersenyum.

“Gwenchana. Sekalap-kalapnya kyuhyun dia tidak akan pernah menyakitiku atau yeoja lain.” Jelasku. Siwon oppa hanya memandangku beberapa saat dan mengangguk.

***

Cho Kyuhyun POV

Aku menatap langit yang mendung. Rintik-rintik hujan mulai turun dan hawa dingin menyelimutiku. Saat ini aku berada di vila keluargaku. Vila yang sudah lama tidak dihuni karena kedua orangtuaku terlalu sibuk untuk mengurusnya.

Aku benar-benar butuh ketenangan. Setelah mendapat tekanan besar sejak kejadian kemarin, aku benar-benar muak! Choi Minji, mendengar namanya saja membuatku pusing! Yeoja seenaknya yang begitu saja melanggar janji dan pacaran sembarangan dengan namja lain. Apa dia tidak tau aku sakit hati?! Dia membiarkan hatinya diambil oleh namja yang baru dikenalnya 1 hari. Sebegitu percayakah dia pada orang lain?! Yeoja polos!

Kalau aku mengatakan padanya dia pasti akan mengamuk.

Aku melangkah menuju ruang tamu dan hendak menyalakan pemanas saat hpku bergetar. Satu pesan masuk

From : Donghae hyung

Kau ada dimana? Aku ingin bicara denganmu.

Cih! Setelah merebut Minji dariku kau masih mau bicara denganku hyung? kau memang benar-benar cari mati! Dia pikir karena dia hyungku aku tidak berani membunuhnya?! Lihat saja!

***

Lee Donghae POV

Aku menunggu Kyuhyun di sebuah restorant kecil di pinggiran kota. Tempat ini sepi dan aman dari para wartawan. Aku duduk termenung sambil memainkan ponselku. Aku harus menyiapkan mental bertemu dengannya.

“Ada perlu apa?” tanya seseorang mengejutkanku. Aku berbalik dan menatap kyuhyun dengan kondisi kacau. Rambutnya berantakan dan aku bisa melihat wajahnya kusam. Dibawah matanya terlihat lingkaran hitam tebal.

Seberapa buruk kondisi yang aku dan Minji sebabkan untuknya?

“Duduk dulu kyu.” Ujarku berusaha sopan.

“Tidak usah basa basi hyung. hanya cukup ucapkan apa yang mau kau ucapkan.” Ujarnya dingin. Aku menelan ludah.

“Arraseo. Aku hanya ingin mengatakan bahwa sebaiknya kau minta maaf pada Minji-ssi.” Ujarku. Dia tersenyum mengejek.

“Minta maaf? Padanya? Tidak salah? Sebenarnya kau mengerti tidak sih hyung masalahnya?” tanyanya dengan nada merendahkan.

“Aku tau! Tapi sikapmu keterlaluan. Dia tidak salah. aku yang salah karena mengajaknya bertemu.” Ujarku mencoba menjelaskan.

“Lalu?”

“Dia sudah bicara padaku bahwa kau menelfonnya untuk bertemu. Tapi aku melarangnya pergi karena ada hal yang aku harus ucapkan.” Ujarku sedikit berbohong. Saat ini.. hanya kebohongan yang dapat membantuku.

“Jinjja? Kalau begitu tetap saja dia salah. kenapa dia tidak memberitahuku dari awal dia tidak bisa datang?! Bukannya membiarkanku mati kedinginan diluar sana!” ujarnya keras. Untungnya saat itu sedang sepi. Dan sepertinya para pelayan tidak mau ikut campur dengan urusan kami.

“Kalau kau marah padaku aku tidak akan mempermasalahkan. Tapi jika kau marah pada Minji, kau..berhadapan denganku.” Ujarku dengan nada menantang. Dia menatapku tajam.

“Kau pikir aku takut padamu hyung?” tanyanya nyaris menghantamku.

“Kalau kau kira aku akan luluh hanya karena ancamanmu itu kau salah besar. Aku memang egois. Tapi aku juga tidak bisa mentoleri kebohongan hyung. Aku lebih suka bila seseorang jujur dihadapanku walau itu terasa pahit. Daripada berbohong dan malah menjatuhkanku lebih dalam.” Ujarnya lagi dan langsung membuatku kaku.

“Kalau kau tidak ada urusan lagi denganku aku pergi. bilang pada manajer untuk mengirimkan pesan jadwal besok padaku.” Ujarnya dan pergi. aku terdiam dan memandangnya.

***

Choi Minji POV

Aku memangdang titik-titik hujan yang berlomba di jendelaku. Pikiranku melayang jauh pada sosok Kyuhyun. Aish! kenapa isi otakku hanya tentang dia?!

“Minji-ah, kenapa kau tidak keluar kamar?” tanya eomma mengangetkanku dan masuk kedalam kamar.

“Aniyo eomma. Gwenchana. Hanya sedang malas.” Ujarku berbohong.

“Jinjja? Kau ada masalah?” tanya eomma. Seperti tersengat listrik aku memandang eomma.

“A..ani eomma.” Ujarku berbohong.

“Jangan bohong. Matamu mengatakan pada eomma bahwa kau memiliki masalah cukup rumit. Nah, ceritakanlah.” Ujar eomma. Aku menatap beliau dan menarik nafas panjang. lalu aku menceritakan masalahku padanya.

“Jinjja? Jadi sampai sekarang Kyu masih marah padamu?” tanya eomma. Aku mengangguk sedih.

“kenapa dia bisa begitu marah eomma? Akukan hanya melanggar janjiku sekali saja.” ujarku.

“Kau tidak hanya melanggar janji dengannya sayang. Menurut eomma bukan itu penyebab utama dia marah besar padamu.” Ujar eomma mengelus tanganku.

“Maksud eomma?” tanyaku tidak mengerti. Eomma tersenyum.

“Kadang, seseorang lebih suka diberi kejujuran walaupun pahit. Dia lebih memilih sakit daripada harus terluka nantinya. Seperti kyuhyun. Dia marah karena kau tidak jujur padanya. Tidak mengatakan yang sebenarnya bahwa kau pergi dengan namja bernama donghae. Dia merasa dikhianati.” Jelas eomma.

“Tapi aku bukan siapa-siapa dia. Apa aku harus melapor banyak hal kepadanya? Apa aku harus minta ijin padanya jika aku bertemu dengan namja lain? Bagaimanapun aku punya kehidupan pribadi eomma. Dimana tidak ada orang yang bisa tau tanpa kecuali dia.” Ujarku mulai terisak. Eomma menatapku dengan lembut.

“Minji-ah, kau tidakkah merasakan?” tanya eomma. Aku menatapnya.

“Merasakan apa eomma?”

“Bahwa kyuhyun tidak lagi menganggapmu sebagai gadis teman masa kecilnya seperti dulu. Dia menganggapmu sebagai.. seseorang yang berarti buatnya. Seseorang yang harus dia lindungi. Seseorang yang harusnya menjadi pendukungnya saat dia sedih.” Ujar eomma membuatku tambah tidak mengerti.

“Maksud eomma dia menyukaiku begitu? tidak mungkin! Aku tidak cantik dan dia pernah bilang bahwa aku buka tipenya sama sekali! bagaimana mungkin dia bisa menganggap aku orang seberarti itu?” tanyaku. Eomma berdiri dan tersenyum.

“Sayang, suatu saat kau akan mengerti. Bahwa perasaan cinta tulus seseorang tidak bisa diukur dari kata-kata yang dia ucapkan kepada kita saja.” ujar eomma dan berjalan keluar. Sungguh! Aku sama sekali tidak mengerti apa yang beliau katakan!

***

Cho Kyuhyun POV

Aku datang ke lokasi syuting CF terbaru dengan kondisi yang lebih baik. Sebelum berangkat, aku benar-benar memperbaiki diriku. Aku tidak mau semua orang melihatku dengan tampang yang benar-benar seperti namja yang patah hati. Walaupun kenyataannya memang seperti itu.

“Kyu! Kau datang!” ujar sungmin hyung ketika aku turun dari mobilku dan berjalan menuju studio.

“Nae hyung.” jawabku singkat dengan senyum yang dipaksakan. Aku benar-benar sudah berjanji untuk tidak bersikap kekanakan lagi. Hyung-hyungku tidak salah. hanya ada dua orang yang menurutku sangat bersalah dalam hal ini.

“Yak cho kyuhyun! Kenapa kau tidak kembali ke dorm hah?!” ujar donghae hyung mendekatiku. Saat dia hendak merangkulku aku menghindar. Butuh waktu untuk menerima bahwa kini Choi Minji adalah miliknya.

“Sudah waktunya ganti baju hyung. nanti saja kalau kau mau menyambut kedatanganku. Sekarang waktunya bekerja.” Ujarku dengan sesantai mungkin dan pergi ke ruang ganti.

****

Choi Minji POV

“Annyeong oppa!” ujarku masuk ke ruang ganti Super Junior. Saat ini mereka sedang syuting CF terbaru. Dan aku disuruh mengantarkan pakaian ganti untuk Siwon oppa.

“Ah Minji-ah! kau benar-benar penyelamatku! Tunggu disini, aku ganti baju dulu!” ujar Siwon oppa memelukku dan pergi ke kamar ganti setelah mengambil bungkusan di tanganku.

“Annyeong Minji-ah!” ujar hae oppa duduk disebelahku.

“Ah. annyeong oppa.” Ujarku

 “Kau sedang apa disini? Mau bertemu kyu?” tanyanya.

“Ani. Hanya mengantar barang untuk Siwon oppa.” Ujarku sambil tersenyum.

“Kalau begitu hari ini ada waktu?” tanyanya.

“Hmm…sebenarnya..” belum sempat aku menyelesaikan ucapanku aku melihat pintu terbuka dan aku melihat Kyuhyun dengan Leeteuk oppa masuk kedalam. Mereka tertawa dan langsung menatapku begitu aku berdiri memberi salam.

“Annyeong.”

“Annyeong” ujar mereka berdua berbarengan.

“Nugu hyung? yeoja chingumu?” tanya Kyuhyun benar-benar membuatku kaget. Wajahnya tersenyum cerah dan seakan-akan dia tidak mengenalku.

“Kyu..” ujar leeteuk oppa heran.

“Wae hyung? akukan hanya bertanya. Bukan berarti aku akan merebutnya dari tangan hae hyung. hahaha” ujar Kyuhyun dan pergi lagi. Sakit. hatiku sakit lagi. Sebegitu bencinya dia padaku sekarang sampai-sampai pura-pura tidak kenal padaku?

“Mianhae Minji-ssi. Selalu saja.” ujar Leeteuk oppa.

“Nae. Gwenchanayo oppa. Aku tau.” Ujarku berusaha tenang.

“Kalau begitu aku permisi dulu oppa. Bilang pada Siwon oppa aku pulang duluan. Aku baru ingat aku punya janji penting.” Ujarku dan pergi. Aku bisa mendengar Hae oppa memanggilku. Aku tidak peduli. Air mataku kembali turun.

Cho Kyuhyun, aku tidak suka caramu membenciku. Aku lebih suka kau benar-benar mengamuk padaku daripada kau bersikap pura-pura tidak kenal padaku.

***

Cho Kyuhyun POV

Sungguh berat sebenarnya berakting pura-pura seperti itu padanya. Apalagi saat melihat wajahnya. Dia syok. Itu pasti. Aku tidak punya cara lain. Hanya itu cara yang akan membuatku mudah lupa dengannya.

Aku berjalan sambil melamun dan tidak sadar menabrak seseorang dihadapanku.

“Mianhae.” Ujaku melihat seorang gadis jatuh tersungkur.

“Gwenchanayo.” Ujarnya. Sepertinya aku mengenal gadis ini.

“Hanna-ssi?” tanyaku perlahan. Gadis itu mengangkat kepalanya. Dan benar saja! dia Hanna. Sahabat Minji.

“Sudah lama tidak bertemu. Apa yang sedang kau lakukan disini?” Ujarku mencoba ramah. Tapi gadis itu menatapku tajam.

“Lepaskan aku! Jangan sentuh!” ujarnya. Aku menatapnya bingung. Kenapa dia? Otaknya bermasalah karena terjatuh?

“Kau! Kau sudah membuat Minji menderita Cho Kyuhyun! Dia menangis! selalu setiap hari! Memikirkan bagaimana caranya membuatmu kembali menjadi cho kyuhyun yang dia kenal! kenapa bisa ada makhluk begitu egois seperti di dunia ini?!” tanyanya tanpa basa-basi. Aku menatapnya.

“Lalu?” tanyaku tenang.

“Harusnya kau tau bahwa di posisinya saat ini sangatlah sulit! Dan kau malah menambah bebannya saja!”

“Asal kau tau, bukan aku yang membuat seseorang menunggu selama 5 jam dibawah udara malam yang dingin. Bukan aku yang sengaja membuat orang menunggu padahal dirinya sendiri sedang makan malam berdua dengan orang lain. Bukan aku yang membuat seseorang menunggu dan esoknya bukannya meminta maaf melanggar janji dia malah membawa berita bahwa dia pacaran dengan namja lain. Apa kau tau siapa yang melakukan itu, SAHABATMU SENDIRI! Jangan salahkan aku kalau aku begitu marah. Ini adalah pertama kalinya aku merasa begitu kecewa terhadap seseorang kau tau?!” ujarku tajam. Hanna menatapku tidak kalah sinis.

“Bagaimana mungkin sahabatku bisa meminta maaf kalau kata-katanya sama sekali tidak di dengar olehmu hah? Bagaimana mungkin sahabatku bisa menjelaskan segalanya kalau kau sudah keburu termakan oleh rasa keegoisanmu dan berpikir bahwa hanya sahabatkulah yang salah?! apa kau tidak berpikir saat itu Minji juga sedang dalam masalah besar. Dia bingung memilih antara dua orang yang membuat hidupnya jungkir balik tidak karuan.” Jelas Hanna dingin. Aku menatap Hana.

“Lalu salahku begitu? baiklah! Semua orang salahkan saja aku! Lagipula mulai sekarang aku sudah mengahapuskan nama Choi Minji dalam benakku. Sekarang dia bukan siapa-siapa bagiku. Bukan lagi orang yang berarti bagiku.” Ujarku dan meninggalkan Hana sendiri mematung di tempatnya.

***

Choi Minji POV

“Sekarang dia bukan siapa-siapa bagiku. Bukan lagi orang yang berarti bagiku.” Ujar Kyuhyun dan pergi meninggalkan Hanna. Saat aku hendak keluar gedung aku bertemu mereka yang sedang bertengkar hebat. Aku sangat berterima kasih bahwa aku memiliki teman sebaik Hanna. Dia tau apa yang aku rasakan saat ini. Tapi kata-kata kyuhyun tadi membuatku jatuh. Dia benar-benar marah padaku. Dan dia hendak melupakanku? Lebih baik dia membunuhku saja sekalian!

***

Sudah 1 minggu. Ya SATU MINGGU! Aku tidak pernah lagi bertemu dengan Kyuhyun. Sebenarnya bisa saja kami bertemu saat aku sedang ada di dorm suju atau saat aku datang berkunjung ke salah satu acara yang mereka bintangi, tapi aku benar-benar menyerah dengan namja itu dan memutuskan untuk menghindarinya saja. Lagipula namja itu benar-benar serius dengan ucapannya dan berpura-pura tidak kenal denganku. Pernah sekali aku berpapasan dengannya saat aku hendak ke ruang ganti Super Junior, dan dia hanya berjalan tanpa melirikku sama sekali. itu bukti dia sudah benar-benar melupakanku kan?

Tapi pengaruh namja itu bagiku sangat besar sekali. setiap kali aku memikirkan bahwa tidak ada lagi senyum Kyuhyun yang begitu mempesona dan selalu menghangatkan hatiku lagi membuatku frustasi. Setiap hari dadaku selalu sesak dan seperti menginginkan sebuah tabung oksigen besar. Dan setiap aku melihat Kyuhyun dekat dengan yeoja lain, paru-paruku mengkerut dan membuatku sulit bernafas.

Apa yang terjadi pada tubuhku?

***

Cho Kyuhyun POV

Aku menghela nafas berkali-kali saat aku melihat tidak jauh dari jarak pandangku, aku melihat Minji dan Donghae hyung sedang bercanda sambil tertawa-tawa. Mereka kelihatan begitu dekat sekali. dan itu membuatku panas!

Salahku sendiri juga sih yang mengumumkan bahwa aku akan menghapus segala ingatan tentang Choi Minji. Padahal itu begitu sulit. Setiap malam aku selalu membayangkan senyumnya dan tangannya yang lembut yang selalu membantuku saat aku kesulitan.

Aku selalu bermimpi tentang masa kecil kami. Dimana dia pernah menyelamatkanku dari sumur kecil dekat rumahnya. Dan dia adalah orang pertama yang tau aku ada disana. Padahal orang tuaku sudah mencariku selama 2 hari dan tidak menemukanku dimana-dimana.

Aku belum sempat mengucapkan terimakasih karena aku keburu di bawa kerumah sakit dan dirawat selama 1 minggu. Dan aku jadi lupa untuk mengucapkan terimakasih padanya.

Aku berjanji akan mengatakannya saat aku bertemu dengannya lagi, tapi malah terjadi hal seperti ini.

Cho Kyuhyun, kau memang namja bodoh!

***

Choi Minji POV

Salju turun dengan deras. Aish! kenapa mereka harus turun disaat aku memiliki acara penting ?!

Donghae oppa mengajakmu menonton film. Dan bodohnya aku tidak meminta dia menjemputku. Padahal dia sudah menawarkan, tapi aku malah menolak dengan alasan takut merepotkan.

Aku setengah berlari saat hendak menyeberangi jalan raya. Tapi mungkin karena aku terburu-buru aku tidak bisa melihat bahwa lampu tanda penyebrangan sudah berubah menjadi merah. Saat aku hendak maju selangkah aku merasakan sebuah benda besar menghantamku. Aku merasakan tubuhku terpental sangat jauh. Dan semua orang langsung panik. Aku tidak tau apa yang terjadi selanjutnya karena tiba-tiba pandanganku menjadi kabur dan gelap.

TBC

========

Hancur sudah ini FF! ga bisa diharapkan lagi!!! >,< Maafkan authormu yang sudah membuat kekecewaan besar! Author bener-bener kehilangan feel buat FF ini… ada masalah antara aku dan kyuhyun *alah* /plak! 

Tapi author harap kalian tetep kasih respon.. terserah mau hinaan, celaan, atau apapun.. asalkan jangan jadi silent readers author bakal tetep seneng.. :D

59 thoughts on “I LOVE YOU [PART 3]

  1. HUAAAAA author berhasil bikin dada nyesekk sumpahh aishh kasian minjinyaa auhtorr pokoknya ditunggu part selanjutnya jangan lama lama ya

  2. horee akhirnya lanjutannya di post juga haha asikk .. :D

    Yaa author ,. Kok di bikin berantem gini sih ? Aish jdi sedih baca’a .. Ayo dong di buat balikan lagi .. Huuf

    Di tunggu ya next partnya :D

  3. astagaaaa akhirnya setelah aku nunggu berdetik2 (?) bermenit2 (??) berjam2 berhari2 berbulan2 bertahun2 berabad2 << abaikan orang stresss XD

    author tega yahh membuat readers mu ini nunggu segitu lamanya hhaahha peace!!! ^^

    gilaaa aku bnar2 suka sama ni ff :D
    ceritanya dari prolog smpe part 3 selalu ada konflik #LikeIt
    Fighting ^_<

    lanjutt!!!!
    jngan lama2 di post next part'nya ya ;D

  4. Aduh… Tolong donk kyu jng bersikap kyak gitu..
    Hti ku jg jg ikut2an sakit….*plak abaykan..

    Donghae oppa kenapa nasib mu d setiap ff jd orng ktiga antara kyuppa n pasangannya….
    Sini oppa sma aq aza*haduh mulai gelo…..^^

  5. akhirnya muncul juga :)
    What happend with kyuji(kyuhyunminji)?
    Yak, kenapa minji kecelakaan kurang ajar tuh yg nabrak pa jangan-jangan yg nabrak kyuhyun
    KYU BABBO kenapa kau tak mau mendengarkan penjelasan minji?kyu babbo

  6. Huaaaa aku baru baca ff ini dari prolog smp part 3 ini dan baru sempet komen disini… Aku sukaaaa bgt bgt bgt ceritanyaaa… Penasaran bgt sama sikapnya kyu yg selalu dingin sm minji…. Makin penasaran sm part selanjutnya.. Jgn lama2 yaa thor….

  7. . Annyeong^^!!. Reader baru disini *lambai”
    . Wwooaa !!. Baru baca juga udah langsung gimanaaa.. Gitu !!. Huwaa suka banget ma ff.nya !!!. Daebak!!.
    Ditunggu next part nya..

  8. aduhh Kyu kamu koq egois bgt sihh…
    ga mau dgr penjelasan dari Minji dlu…

    aduhhh Thor TBC na koq pas disitu sihh… lagi seru tuhh…
    gimana nasib Minji nihhh???
    Kyu awas kalau Minji kenapa”.. kamu yang harus disalahkan… hahhaa *kyk emakna Minji pula.. hehhe

    penasaran bangat nihh ma lanjutanna.. ngan lama2.. hehe

  9. Huwaaa…..
    Author yg tercintaaa….
    Aishhh,, dah dag dig dug ap yg terjdi dgn minji…
    Eh tau2ny si tbc mlh ngacungin kpala…
    Ck…
    Tp ttp seru critany…
    Lnjut dehhh

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s