my wedding [hell?]

 Ada yang kangen sama saya? *plakk* okey, saya bikin lagi ff geje, maaf kalau mengecewakan yg bakarena makin abal, gak nyambung sama judul seperti biasa dan err.. selamat membaca *bow*

 

Annyeong, Kalian tahu? Aku merasa ini akan menjadi 2 hari yang paling panjang yang pernah ada dan menyebalkan serta entahlah.. yang jelas sangat menguji kesabaranku sepertinya! Kenapa?

[flashback]

“Chaejin-ah, besok pagi-pagi kita harus pergi hahaha”, kata Kyuhyun sambil menatap ponselnya. Uwooow dia mengajakku berlibur? uyeeeay! ahahaha dia memang terkadang pengertian, tumben sekali dia mengerti bahwa aku sedang butuh refreshing.

“Kemana? kita akan berlibur? ke gunung? pantai? kemanapun aku mau Kyu!!”

“Jinjayo? mmm.. kita akan pergi ke daerah pegunungan, kau suka? baca ini..”, Kyuhyun menyeringai lalu menunjukan ponselnya padaku.

from: appa

Besok kita semua kumpul dirumah halmeonie!
kalian wajib datang, arasseo?

Oooh jadi besok kita akan ke rumah halmeoni…

1 detik..

2 detik..

MWORAGO?? RUMAH HALMEONI? BESOK? Nenek Kyuhyun hanya tinggal satu dan sudah pasti kita akan ke nenek Kyuhyun yang itu kan?? andwaeeee~ tenggelamkan saja aku di sungai Han sekarang juga!

“Waeyo? kenapa ekspresimu jadi lemas begitu Lee Chaejin-ku yang sadis? HA HA HA HA”

Aku melirik Kyuhyun yang dengan nistanya sedang tertawa mengejekku. Sialaaan!

[flashback end]

Aku dan Kyuhyun sekarang ada di dalam sebuah bis. Kami habis belanja di pasar tradisional yang jaraknya cukup jauh dari rumah. Halmeoni melarang kami menggunakan mobil dan membawa dompet, lalu memberikan sederet daftar belanjaan dengan uang secukupnya, aku harus bisa membeli semua yang ada di daftar hanya dengan uang 10.000 won?? Aisssh~ dia benar-benar sedang mengujiku!

Jika kalian pikir Kyuhyun adalah evil yang menyebalkan, kalian salah! Karena ada yang lebih parah dari dia, neneknya. Beliau itu baik hanya saja.. entahlah, mengerikan! Untung saja abeoji tidak mewarisi sifat aneh halmeoni. (–..–)

“Kenapa tampangmu seperti itu?”

Aku menatap Kyuhyun datar, “Ini perjalanan pulang ke rumah halmeoni, kau tahu? aku harus menyiapkan mental lagi Kyuu~”

“Baiklah.. tarik nafaaaas lalu hembuskan!”

“Kau pikir aku ini akan melahirkan hah? huaaaaaaaaa~ eotteohke? berhadapan dengan halmeoni membuatku gemetar!”

“HAHAHAHAHA”

Dia mentertawaiku? Sial! Dengan keras aku menjitak kepalanya, bocah menyebalkaaaan!

“Yak! kau memukul kepalaku?”

“Ne! kenapa tertawa seperti itu, Cho Kyuhyun?!”

“Karena aku senang melihatmu tersiksa dan panik hahahaha wajahmu selalu tampak lucu saat sedang panik! mana semangat berliburmu Lee Chaejin?!”

Berlibur? Cih! Rasanya aku ingin menggigit wajahnya yang sedang menatapku sambil menahan tawa. Apakah wajahku selucu itu saat sedang panik? awas kau Cho Kyuhyuuuun!

“Hahahahaha berhenti berekspresi seperti itu, kau berlebihan! kaja kita turun!”

Dia bisa tertawa seperti itu karena dia tidak merasakan bagaimana susahnya memasukan ayam-ayam itu ke kandang dan membersihkan kandangnya, mencuci baju dan menjemur baju setumpuk (yang entah kenapa aku merasa semua baju itu masih bersih) atau memetik buah mangga, catat! mangga! menggunakan tangga tanpa ada yang boleh membantu. (==)

Itu daftar yang nenek perintahkan saat aku pertama kali bekunjung kesana setelah menikah, sekarang? belum ada 3 jam sampai, aku sudah di kerjai lagi seperti yang kalian lihat.. belanja banyak menggunakan uang dan akomodasi secukupnya. Untung Kyuhyun boleh menemaniku kali ini. Baiklah, nerakaaaa aku datang! (-______-)

***

“Yak! Jangan memotong sayur seperti itu, aissh~ kau ini bodoh sekali! Lihat, tidak cantik sekali tampilannya, ukurannya itu harus sama semua.. aigo aigo”

Aku, halmeoni, dan Cho ahjumma (adik abeoji) sedang memasak. Ahjumma hanya terkekeh melihatku yang sedang dibentak-bentak oleh halmeoni. Seandainya eomeoni dan abeoji sudah sampai, pasti ada yang membelaku. Aissh.. Lee Chaejin, kenapa kau bisa sepayah itu soal urusan dapur hah? yayaya kalau aku pintar aku pasti sudah menjadi seorang chef sekarang. Ck!

“Sudah, sekarang masukan daging ini ke dalam panci yang disana! ppali!”

“Ne..”

Aku beranjak mengambil daging lalu memasukan semuanya ke dalam air mendidih di dalam panci. Apa aku melakukan kesalahan? pasti iya, berani taruhan? dia pasti akan membentakku lagi.

“Aigooo~ kenapa kau masukan semuanya sekaligus?? harusnya kau memasukannya satu persatu!”

Aku benar kan? Apa bedanya memasukan itu semua sekaligus atau tidak? Ck! (-_____-)

“Mianhae..”

“Sekarang kau bersihkan ikan saja! ckckck aku heran, cucuku kau beri makan apa selama ini? aissh~ kau benar-benar bukan istri yang baik!”

‘Bukan istri yang baik’ kata-kata itu agak menyakitkan.. entah kenapa aku tidak suka tapi sepertinya memang begitu sih, tapi aku tidak suka, tapi sepertinya itu memang benar. Huaaaaaaaaa~~~ aku bisa gila!Aku memberi makan Kyuhyun apa? untuk soal yang satu itu, aku bersyukur dia tidak pernah keracunan makanan buatanku.

Baiklah, membersihkan.. Omo! tunggu! apa tadi katanya? membersihkan ikan? astagaaaa aku memang parah melakukan apapun, tapi aku amat sangat sangat parah dalam hal yang satu itu. Membersihkan ikan??

“Halmeoni..tapi a–”

“Ppali!”, ucap halmeonie sambil menaruh baskom yang berisi beberapa ekor ikan. Aku menatap halmeonie dengan tatapan ‘cinderella-butuh-ibu-peri’ err.. baiklah, tidak ada tatapan menjijikan seperti itu dan aku tahu itu tidak akan berpengaruh.

Omo! AKu tidak salah lihat? tadi halmeoni mengeluarkan evil smirk?? Mengerikan! Sekarang aku tahu darimana Kyuhyun bisa mengeluarkan evil smirk yang menyebalkan seperti itu. MATI KAU LEE CHAEJIN! KAU PASTI DIHUKUM!

***

Aku menatap miris semiris-mirisnya sikat di tangan kiriku, ember agak besar di tangan kanan dan sepatu boots karet yang sedang aku kenakan. Ada yang bisa tebak apa yang akan aku lakukan? membersihkan kamar mandi? lebih parah dari itu saudara-saudara. Membersihkan kolam. Err.. membersihkan kolam ikan yang memang tidak terlalu besar bahkan dalamnya pun hanya sebatas lututku, tapi apakah aku harus menyebutkan sekarang bulan apa?? (T^T)

“Eonni~~ hwaiting!!”, Aku melirik ke samping. Dua bocah kembar sedang menyemangatiku sambil duduk di tepi kolam, aissh~ rasanya mereka sedang mengejekku secara tersirat. Cica dan Hwangri, mereka adalah sepupu Kyuhyun, umurnya baru 8 tahun dan lihatlah.. mereka mentertawaiku!

Aku masuk ke dalam kolam ikan, mengambil airnya menggunakan ember sedikit demi sedikit lalu membuangnya ke luar kolam. Lihatlah airnya yang sudah hijau dan jangan tanya dingin atau tidak!! (-____-)

“Chaejin-ah, kau sedang apa hah?”, tanya Kyuhyun. Ayolaaah apa dia buta?

“Kau tidak lihat? aku sedang membersihkan kolam Cho Kyuhyun-ku yang bodoh!”

“Bukankah kau sedang membantu halmeoni menyiapkan makan malam?”

“Hahahaha kau tahu oppa? Halmeoni mengusir eonni karena hampir membakar dapur, dan eonni tidak bisa membersihkan ikan dengan baik!”, sahut Hwangri sambil memasang ekspresi.. miris? ayolaaah.. perlukah kedua bocah itu menceritakan aib-ku dengan berapi-api hah??

“Bahkan dia tidak bisa memotong sayuran dengan sempurna! Kau kalah denganku eonni.. oppa harusnya kau menikah denganku saja!”, tambah Cica.

Separah itukah kemampuan memasakku? sampai dua bocah ini bisa dengan mudahnya mengejekku?

Aku melirik Kyuhyun yang sedang tersenyum menatapku, lalu menatap si kembar bergantian.

“Cica-ya, Hwangri-ya, masuk ke dalam ne? disini dingin.. ppalli!”

“Shireo~ aku ingin melihat eonni membersihkan kolam!”, Aissh dasar bocah! (==)

“Ayo cepat masuk, besok oppa akan mengajak kalian jalan-jalan! Ne?”

“Janji? Hahahaha oppa~ saranghae! kaja Hwangri-ya!”, ucap Cica sambil menyeret tangan kembarannya itu.

Kyuhyun mengambil ember yang ada ditanganku lalu menaruhnya di pinggir kolam, dan dia menarik tanganku untuk naik ke atas. Ck!

“Chaejin-ah.. kau terlihat sangat sexy dan menggoda menggunakan sepatu boots karet seperti itu hahahaha”, ucapnya sambil menjilat bibir bawahnya. Menggelikan!

Aku menjambak rambutnya keras, Kyuhyun berteriak tapi aku tidak peduli. Memangnya dia peduli padaku? Aissh~ bisa-bisanya dia berkata seperti itu disaat seperti ini hah? Bodoh! Bodoh! Bodoh!

“YAK! RAMBUTKU! aissh~”, ucapnya sambil mengelus kepalanya hohohoho sepertinya aku menjambak dia terlalu keras. Biarkan saja, suruh siapa membuatku kesal? (–..–)

***

Perutku kenyaaaaaaang.. walaupun menyebalkan, masakan halmeoni sangat enak! AKu akui itu hehehe dan entah kenapa masakannya terasa sangat nikmat, sepertinya karena aku sangat lelah membersihkan kolam.

Aku sudah selesai ganti baju dan membuka jendela lalu duduk di teras kamar yang memang menghadap taman. Pemandangannya tidak berubah, tetap agak menakutkan, ditambah sudah turun salju, err.. membuat suasana hening, gelap dan menyeramkan! Tapi.. ada kenangan tersendiri, aissh aku malu menyebutkannya!

“HWAAAAA!!”

Omo! Jantungku! jantungku! aaaaagh dasar bocah bodoh! Aku berbalik dan dengan cepat menggeplak kepala bocah bodoh itu!

“Hahahaha kau kaget?”

“kau pikir apalagi hah? dasar bodoh!”

“Kupikir kau takut, dasar penakut!”

Kyuhyun duduk lalui mendekapku dari belakang. Hangat. Dia pasti lelah juga, tadi dia membantuku membersihkan kolam. Hohohoho entah malaikat apa yang sedang ada di dekatnya.

Bocah itu menenggelamkan wajahnya di lekukan leherku, aissh.. nafasnya membuatku berdebar-debar. Ditambah lengannya yang mendekapku seperti ini. Ck! menyebalkan! tapi aku sangat menikmatinya, sangat nyaman.

“Chaejin-ah, kau ingat sesuatu tidak?”

“Apa?”

“Ciuman pertama kita, dan ciuman pertama-MU!”

JLEB! Tepat sasaran!

Sialaaan kenapa harus menekankan kata-kata itu hah?! Mukaku pasti merah! untung posisi bocah itu ada dibelakangku, kalau tidak, mati saja kau Lee Chaejin!

“Aku tebak, wajahmu pasti sedang memerah HAHAHAHA!”

Aku ingin sekali menjambak rambutnya tapi tangannya menahan lenganku kuat. Babo! Hey, entah kenapa aku tiba-tiba ingat kata-kata halmeoni di dapur. Kenapa harus disaat-saat seperti ini? Ck!

“Kyu, kau tahu? Halmeoni bilang aku bukan istri yang baik untukmu.. sepertinya memang benar”

“Jinja?”

Aku mengangguk dan Kyuhyun mengecup leherku pelan. Itu sangat geli! Aku tidak bohong!

“Sejak kapan kau menjadi istri nenekku? suamimu kan aku, yang berhak menilai kau istri yang baik atau bukan hanya aku, benar kan Nyonya Babi? yang jelas aku selalu bersyukur karena aku menerima perjodohan kita dulu, entahlah jika gadis itu bukan kau.. ”

“Uwoooow jadi secara tidak langsung kau menilai aku istri yang baik Tuan Babi?”

“Tidak juga HAHAHA.. mmm tapi kalau kau mau menciumku akan kupertimbangkan!”

“YAK!”

“Aissh~ berhenti berteriak, ck! tidakah kau merasa kita sedang romantis? lagipula ini kan tempat ciuman pertama kita..”

Lagi-lagi dia mengecup leherku. Beberapa kecupan dan ciumannya makin lama makin naik ke daguku sampai akhirnya dia membalikan tubuhku perlahan. Membuatku duduk berhadapan dengan Kyuhyun.

“EONNI~ OPPA~ DITUNGGU DIRUANG TENGAH!!”, Suara cempreng duo evil kembar mengagetkanku! Aissh~

“Menganggu saja! Ck! Sudah, abaikan saja! lanjutkan, ne?”

Kyuhyun mendekatkan wajahnya dan refleks, aku memejamkan mataku. Omooo aku ingin bersin, eotteohke?

“hatchi!!”, aaah memalukaaan! Aku mengusap pipinya pelan.

“Selalu dan selalu saja Lee Chaejin! Kau selalu mengacaukan suasana romantis! Kaja, kita temui halmeoni!”, Kyuhyun berdiri menuju pintu luar. Aissh dia itu pemarah sekali sih?

“Tuan Cho, kau marah? hahahaha”

“Sejak kapan seorang Lee Chaejin memanggilku Tuan Cho bukannya Tuan Babi hah?”, tanyanya ketus.

“Kau lebih suka kupanggil Tuan Babi? aku juga lebih suka memanggilmu begitu sih, tapi aku kan sedang romantis hahahaha”

“Romantis kepalamu? Sudahlah, kaja! kau mau dihukum halmeoni lagi?”

“Neee~ Tuan Cho!”, Kyuhyun menggandeng tanganku dengan muka ketus. Aissh pemarah sekali!

***

Aku dan Kyuhyun masuk kedalam ruangan bernuansa tradisional lalu duduk dihadapan halmeoni, abeoji, eomeoni, dan ahjumma. Cica dan Hwangri? entahlah.. tapi kalian tahu? posisi kami duduk kenapa seperti terdakwa seperti ini??

“Kenapa kalian tegang seperti itu? santai saja.. hahaha”, ucap eomeoni. Bagaimana bisa santai jika yang ada dihadapanmu adalah seseorang yang terlihat menyeramkan?

“Minumlah, itu ramuan tradisional yang kubuat sendiri, aku kasihan padamu karena tadi sudah membersihkan kolam, kau pasti lelah hahahaha”

Uwooow aku tidak salah lihat? halmeoni kesambet apa bersikap sebaik itu??

“Ne?”

“Sudah diminum saja, aku tidak ingin kau sakit.. nanti aku merasa berdosa menyebabkanmu sakit, ne?”

Aku melirik Kyuhyun yang sedang menatap cangkir didepannya sambil menilik-nilik isi minuman dalam cangkir yang sebenarnya terlihat seperti teh hijau. Perlahan aku melirik abeoji, eomeoni dan ahjumma bergantian. Mereka meminum teh yang ada dicangkir mereka masing-masing. Kenapa mereka terlihat sangat gugup?

Aku meminum isi cangkirku dan rasanya? Hoeeeeeeekkk.. tidak enak!!

***

Kyuhyun’s pov

Aku tidur membelakangi Chaejin. Kenapa? Aku sedang tidak bisa tidur karena.. err entahlah aku merasa aneh dan tidak nyaman! Bisa kurasakan kalau Chaejin sedang gelisah. Aissh.. tidak bisakah dia tidur? semakin lama dia bergerak-gerak aku jadi semakin tidak bisa tidur karena ada bagian tubuhku yang tidak err.. merasa nyaman.

“Chaejin-ah, bisakah kau diam?”

“Kau tidak merasa panas Kyu? aissh~ demi apapun kenapa ruangan ini terasa sangat panas?!”

Panas? Aku berbalik menghadap Chaejin. Omo! lihat penampilannya sekarang? kenapa dia terlihat sangat.. err haruskah aku mengatakannya? tidak. Hanya aku yang boleh melihatnya, yang jelas entah kenapa tenggorokanku tiba-tiba terasa kering dan tubuhku terasa tambah tidak nyaman.

“Kenapa menatapku seperti itu?”, tanyanya sambil mengipas-ngipas tangannya lalu menjauhkan wajahku dengan telapak tangannya. Aissh~

Aku tersenyum bocah lalu mengelap keringat yang mengucur di dahinya. Hey, ini bulan Desember dan kau berkeringat? Padahal sepertinya suhu ruangan ini dingin aissh.. aku mengecup dahinya pelan.

“Kyuuuuu kenapa kamar ini sangat panas? aku tidak tahan! Pasti karena banyak setan dirumah ini, seperti di neraka huh?”

“Kau tidak tahan panasnya? buka saja pakaianmu hehehehe..”

Baiklah dia menghadiahkan satu jitakan di kepalaku. Ck! Disaat seperti ini masih sempat-sempatnya menjitak kepalaku? Hey.. ayolaah jangan tatap aku dengan pandangan seolah-olah aku ini namja mesum. Dia istriku kan?

Perlahan aku mendekatkan wajahku ke wajahnya dan mengecup bibirnya pelan. Dia tidak menjitakku lagi? Baiklah.. aku mulai melumat bibirnya pelan, dan aku paling suka ketika melumat bibirnya. Bibirnya sangat lembut dan selalu membuatku jadi menginginkan sesuatu yang lebih.

Chaejin membalas ciumanku dan mulai melingkarkan tangannya di leherku. Astaga! kenapa dia sangat manis hah? Aku tersenyum lalu mengecup lehernya pelan.

“Baiklah.. kita jalankan sesuai perintah dan rencana busuk halmeoni, ne? Padahal dia tidak seharusnya repot-repot melakukan hal ini”

[skip time]

Chaejin’s pov

Sial! tadi malam aku kecolongan. Aaaah entah kenapa aku tiba-tiba ‘menginginkannya’ dan tadi pagi aku baru tahu kalau itu sepertinya semua bersumber dari seseorang yang tengah menyeringai penuh arti menatapku dan Kyuhyun secara bergantian di meja makan.

“Kenapa wajah kalian lelah begitu? aigoo Chaejin-ah, makan yang banyak ne? Kyunnie, setelah pulang dari sini kau harus menjaga Chaejin baik-baik! Arasseo?”

“Eomma, sepertinya kau sangat senang sekali hahahaha”, ucap abeoji, ayolaah mereka ini kenapa harus membahas itu sambil berpura-pura tidak tahu hah?

“Eonni.. lehermu kenapa merah seperti itu?”, tanya Hwangri dengan muka innocent.

Uhukk..uhukk.. dengan cepat Kyuhyun menepuk-nepuk bahuku. Huaaaaa dasar bocah!

“Err.. Ini..”, aku menutupi leherku. Sialan!

“Itu karena digigit nyamuk dan Chaejin alergi Hwangri-ya..”, jelas Kyuhyun santai.

“Apa kalian bertengkar? oppa! kudengar kau sepertinya sedang bertengkar dengan eonni..”, tambah Cica. Astagaaa wajahku! wajahku!

“HAHAHAHA kalian ‘bertengkar’? aku senaaang! berapa ronde hmm? cepat beri aku cicit!”,

“MWORAGO??”, ucapku dan Kyuhyun bersamaan.

MEMALUKAN! Aaaaaaah ingin rasanya aku membenturkan kepalaku ke atas meja. Cho Kyuhyuuuuuuun bunuh aku saja sekarang! Eotteohke? aku tidak berani mendongakkan kepalaku menatap semua orang sekarang! (TT^TT)

 END

Okey, silahkan timpuk saya! *nyumput dibelakan Kyu* udah lama gak ngetik kali ya, jadi entah feel-nya dapet atau engga, karena saya berkutat dengan tugas-tugas ababil di kampus ==v

Thanks buat yang udah nanyain di twitter kekekeke~ semoga lumayan ni ff hasilnya.. err~ komen berupa kritik saran diterima *bow*

 

 

 

160 thoughts on “my wedding [hell?]

  1. Aigoooo.. Author ini makannya apa seh, kok bs2an punya ide crita & bikin kata2 yg-sumpah bener2 lucu & kok bs kepikiran bikin kalimat dgn kata2 yg kocak.. Aduhhh gemana dếh ngungkapinnya, pokoknya DAEBAK!! Jeongmal jeongmal DAEBAK..!!

  2. Hahahaahha..:D
    #ketawa smpe jungkirbalik

    omo..berapa ronde?
    Dasar keluarga evill

    lucu , keren deh ceritnya aku suka
    :)

  3. gendeng nenek’a Kyu sarap mana punya evil smirk pula bayangkan d’wajah keriput trus dy evil smirk horor banget jatoh’a LOL

  4. Hahahahaha halmoni bisa aja
    evilnya emang d turunan dr halmoni
    aigooo
    modus bgt ngasih jamu or apa itu
    hmmm

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s